Modul AjarBab 6Fase FSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 11 Bab 6: Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 11 untuk Bab 6 "Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 11 Bab 6: Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat

PJOK - Kelas 11

Bab 6

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 6 — Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 6 — Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat
Alokasi Waktu10 JP (10 x 45 menit = 450 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.6.1 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media cetak
  2. TP 11.6.2 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media elektronik
  3. TP 11.6.3 Mengadvokasi pola makan sehat dan bergizi seimbang kepada orang lain sesuai kebutuhan aktivitas jasmaninya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana sebuah poster di mading sekolah dapat meyakinkan temanmu untuk mulai berolahraga rutin?
  2. Pesan ajakan seperti apa yang paling efektif mendorong orang lain melakukan aktivitas jasmani minimal 30 menit setiap hari?
  3. Bagaimana format media elektronik (seperti video pendek atau postingan karusel) dapat memengaruhi minat remaja untuk rutin beraktivitas jasmani?
  4. Pesan ajakan seperti apa yang paling efektif mendorong teman sebaya untuk mulai bergerak aktif minimal 30 menit sehari?
  5. Bagaimana sebuah video singkat atau konten digital dapat memengaruhi seseorang untuk mulai berolahraga secara teratur?
  6. Elemen apa yang membuat pesan ajakan hidup aktif di media sosial benar-benar diikuti oleh audiens?
  7. Apakah seorang atlet maraton dan seorang pelajar yang hanya berolahraga seminggu sekali membutuhkan porsi dan jenis zat gizi makanan yang sama?
  8. Bagaimana cara kita meyakinkan teman atau orang lain agar memilih makanan yang tepat untuk mendukung aktivitas fisik yang mereka lakukan sehari-hari?
  9. Bagaimana media cetak dan elektronik yang kalian buat dapat meyakinkan orang lain untuk rutin beraktivitas jasmani?
  10. Mengapa advokasi pola makan bergizi seimbang harus disesuaikan secara spesifik dengan beban aktivitas jasmani seseorang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Pembuatan Pesan Edukasi Media Cetak — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.6.1 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media cetak

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam pembuka, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan media cetak seperti poster edukasi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merespons secara tertulis pada selembar kertas memo mengenai pesan ajakan aktivitas jasmani yang tepat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan dan menampilkan 3 contoh lembar cetak media edukasi: (1) Poster ajakan jalan kaki 30 menit sehari untuk kebugaran jantung, (2) Brosur tips senam peregangan di sela waktu belajar, dan (3) Selebaran jadwal aktivitas fisik mingguan remaja (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati dan menganalisis 3 unsur penting dalam pesan advokasi media cetak tersebut: identifikasi masalah sedentary lifestyle, rumusan ajakan aktivitas jasmani yang konkret, serta manfaat kesehatan yang diperoleh (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan kilat 'Slogan Bugar Cepat', di mana tiap murid dalam 5 menit menyusun satu kalimat ajakan advokasi aktivitas fisik yang berima, unik, dan persuasif untuk memicu semangat sebelum membuat karya lengkap (10 menit).
  • Murid merancang dan membuat satu draf karya media cetak (poster edukasi ukuran A3 atau selebaran edukasi) yang memuat pesan advokasi gaya hidup aktif dan sehat, dengan kriteria wajib: memuat slogan ajakan, jenis aktivitas jasmani konkret (misal: jalan cepat, bersepeda, senam, skipping minimal 30 menit), dan alasan/manfaat fisik bagi tubuh (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menempelkan draf media cetak karyanya di dinding kelas untuk kegiatan 'Galeri Karya Sehat', saling membaca pesan advokasi rekan sejawat, dan memberikan satu catatan tertulis mengenai kejelasan ajakan jasmani pada karya rekannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama dalam mengadvokasi gaya hidup aktif melalui media cetak, yaitu ketepatan pesan ajakan gerak dan kejelasan manfaat kesehatan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa pengisian lembar cek pemahaman pesan advokasi media cetak serta menyampaikan tindak lanjut untuk membawa bahan eksplorasi media pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur kalimat ajakan (masalah -> solusi aktivitas fisik -> manfaat), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan ragam studi kasus kelompok sasaran (misal: advokasi gerak untuk teman yang hobi bermain gawai berjam-jam).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun kalimat ajakan yang padat, sementara murid yang mahir menyusun pesan advokasi secara mandiri dengan variasi argumen kebugaran jasmani.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk media cetak yang dirancang: poster edukasi visual slogan atau selebaran/pamflet infografis cetak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat (5 menit) berisi 3 pernyataan, murid diminta menentukan kalimat mana yang merupakan pesan advokasi aktivitas jasmani yang tepat: (1) 'Ayo biasakan jalan kaki 30 menit sehari agar tubuh bugar dan jantung sehat', (2) 'Sepatu olahraga merek X sedang diskon besar di toko olahraga', (3) 'Kurangi duduk terus-menerus, lakukan peregangan 5 menit setiap 1 jam belajar'. (Acuan jawaban benar: pernyataan 1 dan 3 adalah pesan advokasi aktivitas jasmani, sedangkan pernyataan 2 adalah pesan promosi komersial).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan catatan berkala terhadap draf karya media cetak murid saat merumuskan pesan advokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani (kriteria ketercapaian: memuat ajakan aktivitas jasmani yang jelas, durasi/frekuensi aktivitas yang dianjurkan, dan manfaat kebugaran tubuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis penutup: Murid menuliskan 1 pesan advokasi media cetak buatannya sendiri yang memenuhi 3 kriteria: (1) jenis aktivitas jasmani terukur, (2) frekuensi/durasi, dan (3) manfaat kesehatan tubuh (kriteria penerimaan: pesan memuat nama aktivitas fisik nyata seperti lari/senam/bersepeda, durasi terukur minimal 30 menit atau frekuensi teratur, serta manfaat fisik seperti melancarkan peredaran darah atau mencegah obesitas).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi kalimat ajakan advokasi aktivitas jasmani
  • Penilaian unjuk kerja perancangan pesan advokasi media cetak menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Muatan Pesan Advokasi Aktivitas Jasmani pada Media CetakPesan media cetak belum memuat ajakan aktivitas jasmani nyata atau hanya berisi informasi umum tanpa ajakan bertindak.Pesan media cetak memuat ajakan aktivitas jasmani tetapi belum menyertakan rekomendasi durasi/frekuensi atau manfaat kesehatannya secara jelas.Pesan media cetak memuat ajakan aktivitas jasmani yang jelas dan terukur (jenis aktivitas dan durasi/frekuensi) disertai manfaat kebugaran bagi kesehatan tubuh.Pesan media cetak memuat ajakan aktivitas jasmani yang jelas, terukur (jenis, durasi, frekuensi), berbasis argumen manfaat kesehatan yang persuasif, serta disajikan dengan susunan pesan yang sangat runtut dan kuat mengajak pembaca.
Kesesuaian Format Media Cetak untuk AdvokasiFormat media cetak tidak terstruktur sehingga pesan ajakan sulit dibaca atau tidak dapat dikenali sebagai media edukasi cetak.Format media cetak memuat judul ajakan namun tata letak pesan dan teks edukasi jasmani belum terorganisasi dengan rapi.Format media cetak memiliki tata letak pesan yang rapi, hierarki teks ajakan terbaca jelas, dan mendukung penyampaian pesan gaya hidup aktif.Format media cetak memiliki tata letak pesan yang sangat proporsional, perpaduan slogan dan teks pendukung sangat efektif memudahkan audiens menangkap inti advokasi gaya hidup aktif secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembuatan draf media cetak cukup memfasilitasi murid menyusun pesan advokasi jasmani yang bermakna?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan permainan slogan kilat dalam membangun ide advokasi kesehatan?

Murid:

  • Apakah pesan advokasi aktivitas jasmani yang saya buat pada media cetak sudah cukup jelas dan dapat meyakinkan orang lain untuk bergerak aktif?
  • Bagian mana dari pembuatan media cetak edukasi ini yang paling menantang bagi saya dalam menyampaikan pesan hidup sehat?

Pertemuan 2 — Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Perancangan Konten Media Elektronik — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.6.2 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media elektronik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama, mengecek kehadiran, dan membangun suasana belajar yang saling memuliakan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang konten media elektronik untuk mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 contoh format media elektronik yang cocok untuk mengadvokasi gaya hidup aktif dan 1 fitur pendukungnya' (acuan jawaban: format video pendek/reels/TikTok atau karusel media sosial; fitur: teks ajakan, musik ritmis, atau rekaman pelacakan aktivitas seperti Strava) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak dan menganalisis 2 contoh rancangan konten advokasi elektronik yang ditampilkan guru (contoh 1: storyboard video pendek ajakan jalan 5.000 langkah; contoh 2: kerangka postingan karusel tips konsisten berolahraga dengan pelacak kebugaran) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan berdiskusi mengidentifikasi 3 elemen kunci pesan advokasi dalam media elektronik: (1) masalah kurang gerak/sedentari, (2) solusi aktivitas jasmani konkret, dan (3) kalimat ajakan bertindak (call-to-action) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan singkat 'Pitching 60 Detik': dalam kelompok kecil beranggotakan 3 orang, setiap murid bergantian menyampaikan ide konsep konten advokasi gaya hidup aktif berdurasi 1 menit, lalu teman kelompok memberikan 1 masukan perbaikan yang membakar semangat secara menyenangkan (10 menit).
  • Dalam kelompok kerja, murid menyusun lembar draf rancangan (storyboard/kerangka postingan karusel) media elektronik untuk mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat, yang mencakup target audiens, judul konten, urutan adegan/slide, dan pesan ajakan aktivitas jasmani (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali draf rancangan konten media elektronik kelompoknya menggunakan rubrik perancangan advokasi untuk mengecek ketajaman pesan ajakan aktivitas jasmani sebelum masuk ke tahap produksi/publikasi (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip perancangan pesan advokasi yang persuasif dan relevan pada media elektronik (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil rancangan kelompok dan mengingatkan persiapan teknis produksi konten untuk pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan contoh draf berstruktur visual (template storyboard) bagi kelompok yang membutuhkan panduan bertahap, dan lembar perancangan terbuka bagi kelompok yang sudah mahir merancang konten kreatif.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan difasilitasi dalam memfokuskan 1 jenis aktivitas jasmani sederhana (seperti jalan kaki atau peregangan di meja belajar), sedangkan kelompok yang cepat diarahkan merancang integrasi data pelacak kebugaran digital.
  • Produk: Rancangan konten media elektronik dapat berbentuk storyboard video pendek edukatif (3 adegan) atau kerangka postingan media sosial/karusel (3-4 slide visual).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan 2 contoh format media elektronik yang cocok untuk mengadvokasi gaya hidup aktif dan 1 fitur pendukungnya!' (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 2 format seperti video pendek reels/tiktok/storyboard/karusel/infografik digital, serta minimal 1 fitur seperti audio/musik, teks narasi, visual cuplikan gerak, atau integrasi aplikasi kebugaran).

Proses:

  • Pemeriksaan draf rancangan konten media elektronik kelompok berdasarkan pemenuhan 3 komponen wajib pesan advokasi aktivitas jasmani: (1) identifikasi perilaku sedentari/manfaat gerak, (2) instruksi/contoh aktivitas jasmani teratur yang konkret, dan (3) kalimat ajakan aksi (call-to-action) yang jelas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: murid menuliskan 1 kalimat ajakan utama (call-to-action) dari draf konten kelompoknya pada kartu keluar (exit ticket) (kriteria keberterimaan: memuat kata kerja ajakan aktif dan objek aktivitas jasmani, misal: 'Yuk luangkan 30 menit jalan santai setiap sore demi tubuh bugar!').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai format media elektronik advokasi kebugaran.
  • Observasi formatif proses penyusunan draf kerangka/storyboard konten media elektronik menggunakan lembar pengamatan advokasi gaya hidup aktif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Elemen Pesan Advokasi Gaya Hidup AktifRancangan konten hanya memuat 1 dari 3 elemen advokasi (hanya menyebut jenis olahraga tanpa latar belakang masalah atau kalimat ajakan bertindak).Rancangan konten memuat 2 dari 3 elemen advokasi (memuat masalah dan jenis aktivitas jasmani, tetapi belum memiliki kalimat ajakan aksi yang jelas).Rancangan konten memuat lengkap 3 elemen advokasi (latar belakang pentingnya hidup aktif, rekomendasi aktivitas jasmani terukur, dan kalimat ajakan bertindak) secara jelas.Rancangan konten memuat lengkap 3 elemen advokasi dengan sangat persuasif, menyertakan target frekuensi/durasi aktivitas jasmani terukur (misal 30 menit/hari) secara mandiri dan runtut.
Kesesuaian Format Perancangan Media ElektronikAlur rancangan belum menunjukkan karakteristik media elektronik (hanya berupa teks uraian umum tanpa pembagian scene/slide).Alur rancangan sudah berbentuk kerangka scene/slide media elektronik namun rincian visual atau teks pada tiap segmen belum terstruktur.Alur rancangan terstruktur runtut dalam format media elektronik (minimal 3 scene storyboard atau 3 slide karusel) yang memadukan visual gerak dan teks pesan edukasi.Alur rancangan sangat terstruktur dan detail dalam format media elektronik (minimal 3 scene/slide lengkap dengan deskripsi aksi visual, teks narasi, dan estimasi durasi penayangan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur perancangan konten media elektronik membantu murid memahami esensi advokasi aktivitas jasmani secara mendalam?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama sesi curah ide (pitching) dan penyusunan storyboard advokasi?

Murid:

  • Bagian mana dari draf konten media elektronik kelompok saya yang paling kuat mengajak orang lain untuk berolahraga?
  • Tantangan apa yang saya hadapi dalam mengemas pesan hidup aktif dan sehat agar menarik bagi teman sebaya di media elektronik?

Pertemuan 3 — Mengadvokasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Publikasi Kampanye Media Elektronik — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.6.2 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media elektronik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mempublikasikan dan mengadvokasikan kampanye gaya hidup aktif melalui media elektronik (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 contoh draf pesan advokasi digital di layar proyektor untuk dinilai kesesuaian ajakannya oleh murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan finalisasi publikasi kampanye media elektronik yang memuat 3 kriteria pesan advokasi gaya hidup aktif yang efektif: (1) pesan manfaat aktivitas jasmani teratur, (2) ajakan aksi gerak nyata harian yang terukur, dan (3) penempatan tautan/tagar interaktif di platform digital kelas/sekolah (10 menit).
  • Dalam format permainan cepat 'Audit Draf Kilat', murid berpasangan saling memeriksa draf konten elektronik teman untuk memastikan telah terpenuhinya ketiga unsur advokasi tersebut secara tepat sebelum diunggah (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mempublikasikan produk advokasi media elektronik (video pendek ajakan gerak berdurasi 30-60 detik atau infografis carousel media sosial) ke platform digital yang disepakati (grup media sosial kelas, kanal berbagi video sekolah, atau papan padlet digital bersama) lengkap dengan takarir (caption) persuasif yang memuat ajakan aktivitas jasmani (25 menit).
  • Murid melakukan aksi saling menyimak dan menanggapi unggahan advokasi media elektronik milik minimal 2 teman dengan menuliskan tanggapan terfokus pada kejelasan pesan ajakan hidup aktif dan efektivitas media elektronik yang digunakan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menganalisis ketercapaian advokasi digitalnya secara mandiri dengan mengisi lembar penilaian diri mengenai seberapa kuat pesan ajakan jasmani yang telah dipublikasikan di media elektronik (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bagaimana peran media elektronik dalam menyebarkan advokasi aktivitas fisik bagi lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap proses publikasi advokasi digital murid dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan platform media elektronik sesuai kesiapan teknologi murid (video pendek reels/shorts, carousel slide, atau unggahan papan digital padlet).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan template takarir persuasif siap pakai, sedangkan murid yang mahir didorong menyematkan visualisasi data pelacak kebugaran (fitur langkah/durasi olahraga).
  • Produk: Format produk advokasi elektronik disesuaikan dengan minat murid, baik berupa video peragaan ajakan latihan fisik maupun infografis animasi digital berisikan target gerak harian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menayangkan 3 opsi draf pesan media sosial berikut: (A) 'Ayo jalan kaki 6000 langkah tiap sore agar jantung kita bugar dan tidak mudah lelah', (B) 'Sepatu olahraga baru ini sangat keren dipakai saat lari pagi', (C) 'Ayo lakukan peregangan 10 menit di sela belajar agar otot tidak kaku dan tubuh tetap sehat'. Murid diminta memilih draf mana yang tepat mengadvokasi gaya hidup aktif melalui aktivitas jasmani (Acuan jawaban benar: A dan C mengadvokasi aktivitas jasmani serta manfaat kesehatan, sedangkan B merupakan promosi barang/pengalih).

Proses:

  • Observasi publikasi kampanye media elektronik menggunakan lembar cek kriteria: keterpenuhan 3 unsur advokasi gaya hidup aktif (pesan manfaat jasmani, ajakan tindakan nyata yang terukur, pemanfaatan fitur media elektronik secara tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek reflektif akhir: Murid menuliskan 1 kalimat ajakan intisari dari karya media elektroniknya dan menyebutkan 1 bukti tindakan jasmani nyata yang diserukan kepada audiens (Kriteria penerimaan: kalimat memuat kata kerja ajakan fisik terukur seperti jalan, lari, senam, peregangan dan manfaat kesehatan yang diperoleh).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja advokasi digital melalui pengamatan publikasi konten media elektronik dan kejelasan pesan ajakan hidup aktif
  • Penilaian diri (self-assessment) ketercapaian unsur advokasi pada media elektronik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Advokasi Gaya Hidup Aktif melalui Media ElektronikMemublikasikan konten di media elektronik tetapi belum memuat pesan ajakan melakukan aktivitas jasmani maupun manfaat gaya hidup aktif.Memublikasikan konten di media elektronik dengan pesan ajakan aktivitas jasmani, namun belum menyertakan rincian tindakan nyata atau manfaat kesehatan bagi audiens.Memublikasikan konten di media elektronik yang memuat pesan advokasi gaya hidup aktif secara jelas dengan rincian tindakan aktivitas jasmani nyata yang dapat dipraktikkan audiens.Memublikasikan konten di media elektronik yang memuat pesan advokasi gaya hidup aktif secara komprehensif, mencakup rincian aksi jasmani terukur, manfaat kesehatan yang jelas, serta ajakan interaktif bagi audiens secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mempublikasikan karya advokasi gaya hidup aktif pada media elektronik yang ditentukan?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid saat melakukan peninjauan terhadap pesan advokasi digital milik teman?

Murid:

  • Apakah pesan advokasi yang saya unggah di media elektronik sudah cukup jelas mengajak orang lain beraktivitas jasmani?
  • Bagian mana dari kampanye media elektronik saya yang paling menarik perhatian orang untuk hidup sehat?

Pertemuan 4 — Mengadvokasi Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang Sesuai Kebutuhan Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.6.3 Mengadvokasi pola makan sehat dan bergizi seimbang kepada orang lain sesuai kebutuhan aktivitas jasmaninya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, mengecek kehadiran, dan membangun suasana kelas yang berkesadaran (mindful) terkait pentingnya asupan energi tubuh (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memberikan pertanyaan diagnostik lisan cepat mengenai 3 fungsi zat gizi utama (karbohidrat, protein, lemak) dan hubungannya dengan energi gerak jasmani (acuan jawaban: karbohidrat sebagai sumber energi utama/cepat, protein untuk pemulihan/pembentukan otot, lemak sebagai cadangan energi/aktivitas berdurasi lama) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengadvokasi pola makan sehat dan bergizi seimbang kepada orang lain sesuai kebutuhan aktivitas jasmaninya, serta menjelaskan alur aktivitas yang akan dilakukan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan singkat dan menganalisis infografis panduan gizi seimbang yang menghubungkan intensitas aktivitas fisik (rendah, sedang, tinggi) dengan proporsi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) serta hidrasi (10 menit).
  • Dalam aktivitas ceria 'Tebak Gizi Kilat' berpasangan, murid bergantian mencocokkan kartu kebutuhan nutrisi dengan kartu profil aktivitas (misalnya: atlet maraton butuh proporsi karbohidrat lebih tinggi untuk ketahanan energi, sedangkan atlet angkat beban butuh protein lebih banyak untuk sintesis otot) untuk mengonstruksi pemahaman esensial (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam 3 kelompok kerja berdasarkan skenario profil aktivitas jasmani spesifik: Kelompok 1 (Pelari maraton/latihan aerobik intensif harian; target: tinggi karbohidrat kompleks 60-65%, protein moderat 15%, lemak sehat 20-25%), Kelompok 2 (Pelajar aktif olahraga sekolah 1-2 kali seminggu; target gizi seimbang umum/Piring Makanku: karbohidrat 50%, sayur & buah 30%, protein 20%), Kelompok 3 (Pelatih angkat beban/latihan beban 3 kali seminggu; target: protein tinggi 25-30% untuk pemulihan serat otot, karbohidrat 45-50%, lemak sehat 20-25%) (10 menit).
  • Setiap kelompok merancang pesan dan lembar advokasi menu harian (sarapan, makan siang, makan malam, dan kudapan sebelum/sesudah aktivitas) yang ditujukan kepada individu dalam skenario tersebut, lengkap dengan argumen ilmiah mengapa pilihan makanan tersebut mendukung kinerja fisiknya (20 menit).
  • Secara bergantian antar-kelompok, perwakilan murid melakukan simulasi advokasi langsung: menyampaikan rekomendasi dan meyakinkan kelompok audiens mengapa rencana menu tersebut paling tepat untuk aktivitas jasmaninya, diikuti pemberian umpan balik konstruktif dari kelompok penyimak (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat tentang tantangan dan strategi terbaik dalam meyakinkan orang lain agar mau mengubah pola makannya sesuai dengan aktivitas fisik yang dijalani (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap prinsip-prinsip advokasi nutrisi yang tepat, etis, dan berbasis sains serta mengapresiasi upaya seluruh kelompok (3 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang keterkaitan erat antara intensitas aktivitas jasmani dan kebutuhan nutrisi spesifik (1 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir formatif berupa cek pemahaman lisan dan menginformasikan persiapan untuk Pertemuan 5 (pelaksanaan asesmen sumatif portofolio dan unjuk kerja kampanye) (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual piramida gizi dan tabel kebutuhan kalori bagi kelompok yang memerlukan bantuan dasar; menyediakan referensi jurnal/aplikasi pelacak nutrisi (MyFitnessPal/FatSecret) bagi murid yang siap menganalisis detail gramasi makronutrien.
  • Proses: Memberikan bimbingan terstruktur (scaffolding lembar bantuan menu) untuk kelompok yang masih bingung membedakan jenis makronutrien; mendorong kelompok mahir menyusun skenario advokasi dengan tantangan variasi alergi atau preferensi vegetarian.
  • Produk: Advokasi menu dapat disajikan dalam bentuk lembar rekomendasi menu bergambar, tabel meal plan harian, atau skrip pesan dialog konsultasi gizi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pertemuan: Sebutkan 3 zat gizi makro dan jelaskan zat mana yang paling cepat diubah menjadi energi saat berlari! (Acuan: Tiga zat gizi makro adalah karbohidrat, protein, dan lemak; karbohidrat adalah zat yang paling cepat diubah menjadi energi/glukosa darah).

Proses:

  • Penilaian formatif saat kerja kelompok dan simulasi advokasi: Lembar observasi keterlibatan dan ketepatan argumen kelompok dalam menghubungkan menu makanan dengan 3 skenario aktivitas (Kriteria: menu Kelompok 1 memuat dominasi karbohidrat kompleks pelari; menu Kelompok 2 seimbang sesuai Piring Makanku; menu Kelompok 3 memuat asupan protein memadai untuk pemulihan beban).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup secara lisan/tulis singkat: Sebutkan 1 alasan ilmiah mengapa atlet angkat beban membutuhkan proporsi protein yang lebih tinggi dibandingkan pelajar dengan aktivitas ringan! (Acuan: Karena protein dibutuhkan untuk memperbaiki dan membangun kembali mikrorobekan pada jaringan serat otot yang terjadi selama latihan beban berintensitas tinggi).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan mengenai fungsi zat gizi dan kaitannya dengan aktivitas fisik.
  • Observasi unjuk kerja advokasi pola makan bergizi seimbang saat simulasi kelompok menggunakan rubrik penilaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Rekomendasi Pola Makan Sesuai Kebutuhan Aktivitas JasmaniRancangan menu belum membedakan kebutuhan nutrisi antar-jenis aktivitas jasmani (menu generik tanpa kesesuaian porsi makronutrien).Rancangan menu menyebutkan jenis makanan bergizi namun penyesuaian porsi makronutrien (karbohidrat/protein/lemak) dengan skenario aktivitas jasmani masih kurang tepat (hanya 1 zat gizi yang sesuai).Rancangan menu tepat menyesuaikan proporsi makronutrien utama (karbohidrat, protein, lemak) secara seimbang sesuai skenario aktivitas jasmani yang ditentukan dengan bimbingan berkala.Rancangan menu sangat tepat, komprehensif (mencakup sarapan, makan siang, makan malam, hidrasi, dan pre/post-workout meal) sesuai kebutuhan aktivitas jasmani secara mandiri.
Kemampuan Mengadvokasi Pola Makan Sehat kepada Orang LainBelum mampu menyampaikan alasan atau argumen yang mendukung pilihan makanan kepada orang lain/audiens.Menyampaikan rekomendasi makanan kepada orang lain tetapi alasan pendukung manfaatnya bagi aktivitas jasmani belum jelas atau sekadar membaca daftar menu.Mampu mengadvokasi rekomendasi makanan kepada orang lain dengan memberikan argumen logis mengenai manfaat nutrisi tersebut bagi kinerja dan pemulihan jasmani audiens.Sangat meyakinkan dan persuasif dalam mengadvokasi rekomendasi pola makan, mampu merespons pertanyaan/keraguan audiens dengan penjelasan ilmiah yang mudah dipahami.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami hubungan fungsional antara beban aktivitas jasmani dengan kebutuhan zat gizi tertentu?
  • Apakah simulasi advokasi berjalan interaktif dan memberikan kesempatan nyata bagi murid untuk berlatih mengajak orang lain hidup sehat?

Murid:

  • Bagian mana dari perencanaan pola makan bergizi seimbang yang paling menantang untuk disesuaikan dengan aktivitas fisik?
  • Setelah sesi ini, apakah saya mampu memberikan saran menu makan sehat yang tepat jika ada anggota keluarga atau teman yang mulai rutin berolahraga?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.6.1 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media cetak
  • TP 11.6.2 Mengadvokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media elektronik
  • TP 11.6.3 Mengadvokasi pola makan sehat dan bergizi seimbang kepada orang lain sesuai kebutuhan aktivitas jasmaninya

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab akhir, mekanisme giliran presentasi kampanye kelompok, dan kriteria penilaian rubrik portofolio serta unjuk kerja presentasi (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok masing-masing menyimak kembali lembar rubrik asesmen sumatif yang dibagikan guru, meliputi 3 aspek penilaian: kelayakan media advokasi cetak dan elektronik (TP 11.6.1 & TP 11.6.2), ketepatan analisis advokasi gizi seimbang sesuai beban aktivitas jasmani (TP 11.6.3), serta penyampaian lisan advokasi kampanye (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Tiap kelompok menyerahkan berkas artefak portofolio advokasi yang terdiri dari media cetak (poster/pamflet ajakan beraktivitas jasmani) dan media elektronik (video pendek/infografis digital kampanye gaya hidup aktif) untuk diverifikasi kelengkapan dan dinilai oleh guru (15 menit).
  • Tugas 2: Pelaksanaan unjuk kerja presentasi kampanye kelompok secara bergiliran di depan kelas; masing-masing dari 6 kelompok menampilkan presentasi advokasi selama 8 menit yang memaparkan ajakan gaya hidup aktif serta analisis pemenuhan gizi seimbang sesuai beban gerak harian, dilanjutkan transisi dan tanya jawab guru/audiens selama 2 menit per kelompok (total 6 kelompok x 10 menit = 55 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah seluruh kelompok selesai tampil, murid secara individual mengisi lembar refleksi diri mengenai proses pembuatan media advokasi dan kontribusi mereka dalam mengadvokasikan hidup aktif serta gizi seimbang kepada orang lain (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas karya portofolio dan penampilan kampanye seluruh kelompok dalam mengadvokasikan gaya hidup sehat (3 menit).
  • Guru menutup rangkaian pembelajaran Bab 6 PJOK dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format media advokasi digital disediakan opsi penyerahan secara daring (unggah tautan drive) atau luring (flashdisk) tanpa mengurangi komponen pesan yang dinilai.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bantuan teknis penayangan proyektor difasilitasi oleh guru saat transisi presentasi tanpa mengurangi jatah durasi tampil.
  • Produk: Format artefak advokasi cetak dapat berupa pamflet lipat atau poster berukuran A3/A2 sesuai media yang telah disiapkan kelompok pada pertemuan sebelumnya.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian portofolio media advokasi dan unjuk kerja presentasi kampanye hidup sehat: berkas portofolio kampanye (poster/pamflet cetak dan infografis digital/video pendek ajakan beraktivitas jasmani) serta performa presentasi edukasi pola makan seimbang sesuai beban aktivitas jasmani yang dinilai berdasarkan rubrik
  • penilaian portofolio produk advokasi serentak: artefak media advokasi yang diserahkan tiap kelompok (berisi media cetak berupa pamflet/poster dan media elektronik berupa video pendek/infografis digital berisi pesan ajakan gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk media advokasi (kesesuaian pesan, kejelasan informasi aktivitas jasmani, daya tarik visual))
  • unjuk kerja presentasi kampanye kelompok: sajian presentasi edukasi kelompok selama 8 menit per kelompok (6 kelompok x 8 menit = 48 menit + 12 menit transisi/tanya jawab) yang memaparkan rencana pemenuhan gizi seimbang dan pola makan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas jasmani individu/orang lain (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (ketepatan analisis kebutuhan nutrisi sesuai beban gerak, kejelasan penyampaian lisan, keterampilan advokasi))

Sumatif:

  • penilaian portofolio media advokasi dan unjuk kerja presentasi kampanye hidup sehat: berkas portofolio kampanye (poster/pamflet cetak dan infografis digital/video pendek ajakan beraktivitas jasmani) serta performa presentasi edukasi pola makan seimbang sesuai beban aktivitas jasmani yang dinilai berdasarkan rubrik
  • penilaian portofolio produk advokasi serentak: artefak media advokasi yang diserahkan tiap kelompok (berisi media cetak berupa pamflet/poster dan media elektronik berupa video pendek/infografis digital berisi pesan ajakan gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk media advokasi (kesesuaian pesan, kejelasan informasi aktivitas jasmani, daya tarik visual))
  • unjuk kerja presentasi kampanye kelompok: sajian presentasi edukasi kelompok selama 8 menit per kelompok (6 kelompok x 8 menit = 48 menit + 12 menit transisi/tanya jawab) yang memaparkan rencana pemenuhan gizi seimbang dan pola makan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas jasmani individu/orang lain (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (ketepatan analisis kebutuhan nutrisi sesuai beban gerak, kejelasan penyampaian lisan, keterampilan advokasi))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Portofolio Media Cetak Advokasi Aktivitas Jasmani (TP 11.6.1)Pesan advokasi aktivitas jasmani pada media cetak (poster/pamflet) tidak jelas, tidak memuat panduan frekuensi/durasi gerak harian, dan tata visual tidak tertata.Memuat pesan ajakan aktivitas jasmani pada media cetak, namun informasi rekomendasi gerak kurang lengkap (hanya menyebutkan nama olahraga tanpa durasi minimal 30 menit) dan visual kurang jelas.Pesan advokasi aktivitas jasmani pada media cetak jelas, memuat rekomendasi frekuensi/durasi gerak harian (minimal 30 menit sehari) secara tepat, dan tata visual terbaca rapi.Pesan advokasi aktivitas jasmani pada media cetak sangat persuasif, menyajikan rekomendasi gerak harian spesifik dan terstruktur lengkap, tata letak visual sangat menarik, komunikatif, serta mudah dipahami audiens.
Portofolio Media Elektronik Advokasi Gaya Hidup Aktif (TP 11.6.2)Konten media elektronik (video pendek/infografis digital) tidak memuat ajakan gaya hidup aktif dan sehat secara jelas serta kualitas visual/audio tidak komunikatif.Memuat konten digital gaya hidup aktif, namun elemen pesan edukasi jasmani terbatas dan strategi penyampaian digital belum memicu keterlibatan audiens.Konten media elektronik memuat pesan ajakan hidup aktif dan sehat yang jelas, memuat contoh aktivitas fisik konkret, serta tata visual/grafis terstruktur baik.Konten media elektronik menyajikan kampanye gaya hidup aktif yang sangat inovatif, pesan sangat kuat dan menggugah, dilengkapi strategi interaksi audiens yang efektif (seperti seruan aksi/tagar kampanye).
Advokasi Pola Makan Seimbang Sesuai Kebutuhan Jasmani pada Presentasi (TP 11.6.3)Pemaparan presentasi tidak mengaitkan pola makan bergizi seimbang dengan kebutuhan energi beban aktivitas jasmani (hanya menyebut jenis makanan tanpa keterkaitan beban fisik).Memaparkan pola makan sehat, namun analisis kecukupan kalori dan komposisi makronutrien (karbohidrat, protein, cairan) belum disesuaikan secara tepat dengan intensitas aktivitas jasmani target.Memaparkan advokasi pola makan seimbang dengan tepat, menghubungkan kebutuhan asupan zat gizi (energi, protein, hidrasi) secara logis sesuai tingkat beban aktivitas jasmani (ringan, sedang, berat).Memaparkan advokasi pola makan sehat secara komprehensif, menguraikan rincian penyesuaian nutrisi sebelum-saat-setelah aktivitas jasmani secara tepat sasaran, serta argumentasi advokasi sangat meyakinkan.
Keterampilan Komunikasi dan Unjuk Kerja Presentasi KampanyePenyampaian presentasi tidak terstruktur, intonasi tidak terdengar jelas oleh audiens, dan alokasi waktu tidak terkelola dengan baik.Penyampaian presentasi cukup terdengar, namun kontak mata terbatas dan pembagian peran anggota kelompok dalam menyampaikan advokasi belum merata.Penyampaian presentasi jelas, percaya diri, menggunakan bahasa komunikatif yang memotivasi, pembagian peran kelompok merata, dan tuntas sesuai alokasi waktu 8 menit.Penyampaian presentasi sangat menarik, vokal tegas dan persuasif, mampu merespons pertanyaan audiens secara kritis, kolaboratif penuh, dan pengaturan waktu sangat presisi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 8 menit per kelompok dan transisi 2 menit berjalan efektif dan adil bagi seluruh kelompok?
  • Sejauh mana kualitas media advokasi dan performa presentasi murid mencerminkan ketercapaian pemahaman mendalam pada ketiga TP Bab 6?

Murid:

  • Bagian mana dari media advokasi dan presentasi kelompok kami yang paling efektif memengaruhi orang lain untuk hidup aktif dan makan sehat?
  • Apa hal terpenting yang saya pelajari tentang peran saya sebagai advokat gaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2024, Bab 6
  2. Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2024, Bab 6
  3. Kertas manila/karton A3, spidol warna, penggaris, dan contoh poster advokasi kesehatan jasmani
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek 2021, Bab 6).
  5. Buku Panduan Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek 2021, Bab 6 Bagian Komunikasi dan Media).
  6. Contoh template storyboard dan format carousel posting media sosial tentang aktivitas kebugaran fisik.
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
  8. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
  9. Aplikasi pembuat konten digital (Canva/CapCut) dan platform publikasi kelas (Padlet/Instagram/Grup Media Sosial Pembelajaran)
  10. Gawai ponsel pintar/laptop dan jaringan internet sekolah
  11. Buku Siswa PJOK Kelas XI SMA/SMK, Kemendikbudristek, 2024, Bab 6 (Halaman 218-219).
  12. Buku Panduan Guru PJOK Kelas XI SMA/SMK, Kemendikbudristek, 2024.
  13. Pedoman Gizi Seimbang & Piring Makanku dari Kementerian Kesehatan RI.
  14. Kartu Skenario Aktivitas Fisik dan Kartu Bahan Makanan/Zat Gizi.
  15. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Jakarta: Kemendikbudristek.
  16. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI. Jakarta: Kemendikbudristek.
  17. Proyektor/LCD, laptop, berkas portofolio media cetak (poster/pamflet), dan file media elektronik (video kampanye/infografis digital) karya kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.