MODUL AJAR PJOK — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 4 — Fair Play dan Perilaku Etis INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Fair Play dan Perilaku Etis |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 45 menit = 540 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.4.1 Mengevaluasi penerapan fair play dalam situasi gerak yang menantang pada aktivitas jasmani
- TP 11.4.2 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu
- TP 11.4.3 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok
- TP 11.4.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi berdasarkan nilai fair play
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ketika timmu tertinggal poin di menit akhir dan wasit keliru menguntungkan timmu, apakah kamu memilih diam atau mengakui situasi sebenarnya?
- Bagaimana caramu mengevaluasi apakah sebuah tindakan saat bertahan tergolong persaingan yang sehat atau justru pelanggaran fair play yang disengaja?
- Mengapa atlet yang jujur mencatat skor latihan mandirinya cenderung mengalami peningkatan performa jasmani lebih nyata dibandingkan yang memanipulasi catatan?
- Bagaimana disiplin diri dan komitmen mematuhi batasan fisik pribadi saat berolahraga dapat menghindarkan diri dari cedera serta meningkatkan capaian gerak individu?
- Bagaimana sikap saling mendukung atau menyalahkan antaranggota kelompok saat bermain memengaruhi hasil dan kerja sama tim?
- Mengapa kejujuran dan saling respek antarrekan satu tim menjadi penentu keberhasilan capaian aktivitas jasmani bersama?
- Saat tim tertinggal skor dan ada peluang melakukan pelanggaran tersembunyi agar menang, strategi keputusan apa yang seharusnya diambil?
- Bagaimana peran nilai fair play dalam menentukan arah keputusan sebuah tim di tengah tekanan kompetisi?
- Bagaimana peran seorang pemimpin tim saat mengambil keputusan kritis di lapangan tanpa mengabaikan prinsip fair play?
- Mengapa kolaborasi seluruh anggota tim sangat menentukan kualitas keputusan yang menjunjung sportivitas dalam situasi permainan yang menekan?
- Bagaimana sebuah keputusan taktis yang mengedepankan fair play dapat memengaruhi keutuhan dan keberhasilan tim saat menghadapi tekanan lawan?
- Mengapa integritas dan kepatuhan etis seorang individu menjadi penentu utama kualitas pencapaian bersama dalam aktivitas jasmani?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengevaluasi Penerapan Fair Play dalam Situasi Gerak yang Menantang pada Permainan Beregu — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Mengevaluasi penerapan fair play dalam situasi gerak yang menantang pada aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas di lapangan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengevaluasi penerapan fair play dalam situasi gerak yang menantang pada permainan beregu (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan terkait evaluasi tindakan fair play pada situasi gerak menantang: 'Jika seorang pemain sengaja menarik kaus lawan yang sedang melaju bebas mencetak skor demi menyelamatkan tim, bagaimana evaluasimu terhadap penerapan fair play tersebut?' (acuan jawaban benar: tindakan tersebut melanggar prinsip fair play/respek terhadap lawan dan aturan, karena mengutamakan hasil akhir secara tidak jujur di atas integritas olahraga) (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis yang dikombinasikan dengan permainan tantangan gerak berpasangan 'Rebut Ruang Sportif' untuk mengondisikan kesiapan fisik sekaligus memperkenalkan ketegangan gerak kompetitif secara positif (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi singkat dari guru tentang 3 indikator utama evaluasi fair play dalam situasi gerak menantang: (1) Ketaatan pada regulasi gerak tanpa mencurangi celah aturan, (2) Respek terhadap keselamatan lawan saat perebutan bola/ruang yang intens, dan (3) Pengakuan jujur atas sentuhan atau pelanggaran gerak pribadi (acuan indikator: kepatuhan aturan gerak, respek keselamatan lawan, dan kejujuran kontak fisik) (10 menit).
- Murid berpasangan mengkaji 2 contoh studi kasus gerak singkat tertulis yang dibagikan guru: Kasus A (Pemain A menjatuhkan diri berpura-pura dilanggar saat dipepet lawan untuk mendapat lemparan bebas) dan Kasus B (Pemain B mengakui bola terakhir menyentuh jarinya sebelum keluar lapangan meski wasit menunjuk arah timnya), lalu menyimpulkan status penerapannya (acuan evaluasi: Kasus A melanggar fair play karena manipulasi gerak/tidak jujur; Kasus B menerapkan fair play karena menjunjung tinggi integritas gerak di atas keuntungan sesaat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 5 lawan 5 untuk memainkan simulasi modifikasi permainan invasi (bola tangan mini atau bola basket mini) dengan situasi skor ketat (skor imbang 8-8 pada 3 menit terakhir) sebagai stimulus situasi gerak yang menantang emosi dan fisik (5 menit).
- Setiap tim menugaskan 1 orang murid secara bergantian sebagai Pengamat Evaluator Fair Play di sisi lapangan yang mencatat dan mengevaluasi keterpenuhan 3 indikator fair play (kepatuhan regulasi gerak, respek kontak fisik terhadap lawan, dan kejujuran mengakui sentuhan bola) menggunakan lembar ceklis observasi gerak (acuan penilaian: mencatat kejadian faktual benturan fisik, kepatuhan jarak bertahan 1 meter, dan kejujuran saat bola keluar) (15 menit).
- Murid bertukar peran antara pemain dan evaluator, lalu melanjutkan simulasi putaran kedua dengan tantangan gerak baru berupa batasan dribel maksimal 3 detik untuk meningkatkan tekanan pengambilan keputusan gerak tetap sesuai prinsip fair play (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap kelompok berkumpul di pinggir lapangan untuk membandingkan catatan hasil observasi evaluator dengan pengalaman pemain selama situasi tertekan, lalu merumuskan evaluasi bersama mengenai momen mana dalam situasi gerak yang paling sulit mempertahankan fair play dan faktor penyebabnya (acuan evaluasi: murid mengidentifikasi dorongan emosional saat ingin menang cepat atau kelelahan fisik sebagai pemicu penurunan fair play) (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan (stretching statis) sambil mengatur ritme napas murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan hasil evaluasi bahwa penerapan fair play dalam situasi gerak menantang menuntut kontrol diri dan komitmen etis, bukan sekadar mematuhi aturan saat diawasi wasit (3 menit).
- Guru memberikan penguatan atas partisipasi objektif murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya, dan menutup sesi dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan observasi evaluasi dengan poin ceklis terstruktur bagi murid yang memerlukan panduan konkret, serta lembar evaluasi deskriptif analitis bagi murid yang siap mengevaluasi dinamika gerak yang lebih kompleks.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengevaluasi pelanggaran gerak, guru memberikan bimbingan langsung saat mengamati simulasi; bagi murid yang cepat menangkap, mereka diberi tugas menganalisis keputusan gerak yang berada di area abu-abu (grey area) seperti kontak fisik wajar vs menghalangi laju secara ilegal.
- Produk: Hasil evaluasi penerapan fair play dapat disajikan dalam bentuk lembar ceklis ringkas berbobot skor atau lembar catatan evaluasi naratif berbasis butir indikator.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik Lisan di Awal: Pertanyaan lisan mengenai tindakan atlet pada situasi gerak menantang: 'Seorang pemain sengaja menarik kaus lawan yang sedang melaju bebas mencetak skor demi menyelamatkan timnya dari kekalahan, bagaimana evaluasimu terhadap penerapan fair play tersebut?' (Kunci/acuan jawaban: Tindakan tersebut dinilai melanggar prinsip fair play karena menggunakan cara curang untuk menghambat lawan, merusak nilai respek dan kejujuran aturan demi hasil semata).
Proses:- Asesmen Formatif Pengamatan & Lembar Evaluasi: Penilaian kemampuan murid mengevaluasi penerapan fair play pada 3 indikator gerak menantang selama simulasi bermain: (1) Ketaatan regulasi gerak (tidak melangkah melebihi aturan dribel/tidak sengaja menjegal), (2) Respek terhadap keselamatan lawan (menahan benturan keras saat berebut bola), (3) Kejujuran pengakuan gerak (mengakui pelanggaran/out tanpa menunggu keputusan wasit). Acuan ketercapaian: Evaluasi dianggap tepat bila murid mampu mengidentifikasi secara objektif minimal 2 dari 3 kejadian gerak yang sesuai atau melanggar indikator tersebut pada kelompoknya.
Akhir Pertemuan:- Cek Pemahaman Lisan/Reflektif di Penutup: Murid menyebutkan evaluasi atas salah satu keputusan gerak paling menantang yang dihadapi timnya dalam menjaga fair play saat skor imbang (Kriteria penerimaan operasional: Jawaban diterima apabila memuat situasi gerak konkret yang menantang, analisis kesesuaian tindakan dengan indikator fair play, dan dampak keputusan gerak tersebut terhadap integritas permainan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan murid dalam mengevaluasi situasi fair play.
- Asesmen formatif performa observasi: lembar ceklis evaluasi penerapan fair play oleh murid pengamat selama simulasi gerak permainan beregu.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Penerapan Fair Play dalam Situasi Gerak Menantang | Belum mampu mengevaluasi kesesuaian tindakan gerak dengan prinsip fair play; belum dapat mengidentifikasi pelanggaran atau kepatuhan aturan gerak dalam situasi permainan beregu. | Mampu mengidentifikasi tindakan gerak yang melanggar atau mematuhi fair play pada 1 indikator (misal: hanya melihat bola keluar/masuk), namun evaluasi masih membutuhkan bimbingan guru dan belum mencakup situasi gerak intens/menantang. | Mampu mengevaluasi penerapan fair play secara mandiri pada 2 indikator gerak (ketaatan regulasi gerak dan kejujuran kontak fisik) secara tepat dalam situasi permainan yang menantang. | Mampu mengevaluasi penerapan fair play secara komprehensif, kritis, dan objektif pada ketiga indikator (ketaatan regulasi gerak, respek keselamatan lawan, dan kejujuran pengakuan gerak) dalam situasi gerak yang menantang secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi permainan beregu dengan modifikasi skor ketat berhasil memunculkan tekanan gerak nyata yang menguji pemahaman fair play murid?
- Apakah instrumen lembar observasi yang digunakan murid evaluator cukup operasional dan mudah dianalisis oleh murid Fase F?
- Bagaimana keterlibatan murid yang berperan sebagai evaluator di sisi lapangan, apakah mereka fokus mengamati perilaku gerak rekan-rekannya?
Murid:- Momen gerak apa selama permainan beregu tadi yang paling menguji kejujuran dan kontrol dirimu dalam menjaga fair play?
- Apakah kamu merasa terbantu dengan adanya evaluasi dan umpan balik dari teman evaluator mengenai caramu memperlakukan lawan saat berebut bola?
Pertemuan 2 — Merefleksikan Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani bagi Diri Sendiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.2 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan kesiapan fisik dan psikis murid di lapangan/ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan pengaruh perilaku etis (seperti kejujuran, disiplin diri, respek terhadap tubuh sendiri, dan komitmen) terhadap capaian aktivitas jasmani bagi diri sendiri/individu (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Apa perbedaan mendasar antara sekadar menaati aturan tertulis (fair play) dengan memiliki perilaku etis dari dalam diri saat melakukan aktivitas jasmani mandiri?' Guru mengonfirmasi pemahaman awal murid (kriteria acuan: aturan fair play bersifat eksternal formal, perilaku etis bersumber dari kesadaran moral/integritas personal seperti jujur pada batas fisik dan repetisi latihan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemaparan materi dari lembar kasus mengenai 3 dimensi perilaku etis individu dalam aktivitas jasmani: (1) Integritas/Kejujuran latihan (tidak memotong repetisi atau mengambil jalan pintas), (2) Respek terhadap batas fisiologis diri (menjaga keselamatan dan pemulihan tubuh), dan (3) Tanggung jawab pribadi (konsistensi usaha tanpa perlu diawasi) (10 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis 2 studi kasus tertulis singkat: Kasus A (Seorang pelari memotong rute lari mandiri demi mencatat waktu terbaik semu di aplikasi kebugaran) dan Kasus B (Seorang siswa memaksakan angkat beban melebihi kapasitasnya demi gengsi hingga mengabaikan sinyal nyeri sendi), lalu mengidentifikasi dampak langsungnya terhadap capaian jasmani individu (acuan kasus A: ketahanan kardiorespiratori riil tidak meningkat dan timbul kepalsuan target; acuan kasus B: risiko cedera akut/kronis dan penurunan performa jangka panjang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan aktivitas simulasi sirkuit kebugaran mandiri yang menggembirakan 'Integritas Gerak 4 Pos': Pos 1 (Push-up 10 repetisi penuh), Pos 2 (Shuttle run 4 x 5 meter menyentuh garis batas), Pos 3 (Plank 30 detik), dan Pos 4 (Skipping 40 putaran), di mana setiap murid memantau dan mencatat eksekusi teknik gerak serta pemenuhan targetnya sendiri secara jujur tanpa pengawas (15 menit).
- Murid saling menantang diri dalam pos sirkuit tersebut dengan memilih target intensitas sesuai kemampuan masing-masing, merasakan secara sadar bagaimana kejujuran melakukan teknik gerak yang benar (full range of motion) langsung berdampak pada kelelahan otot yang produktif dan adaptasi fisik pribadi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan secara mandiri mengisi Lembar Refleksi Diri yang memuat 2 pertanyaan inti: (1) 'Bagaimana kejujuran saya dalam memenuhi repetisi dan teknik di setiap pos sirkuit memengaruhi capaian kebugaran fisik saya hari ini?' dan (2) 'Bagaimana komitmen perilaku etis saya dalam menjaga pola istirahat dan disiplin latihan mandiri akan menentukan keberhasilan target jasmani saya di masa depan?' (15 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid merangkum benang merah bahwa perilaku etis bukan sekadar untuk dinilai orang lain, melainkan fondasi utama pembentukan kualitas fisik, kesehatan, dan mental juara individu (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran murid selama sirkuit gerak, mengingatkan murid untuk tetap konsisten menjaga perilaku etis dalam rutinitas fisik harian di luar sekolah, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kasus dengan teks narasi deskriptif untuk murid umum dan lembar kasus disertai bagan alur sebab-akibat fisiologis untuk murid yang memerlukan visualisasi analitis.
- Proses: Pada simulasi sirkuit kebugaran 'Integritas Gerak', murid yang membutuhkan dukungan fisik dapat memilih modifikasi gerak (misal: knee push-up atau mengurangi repetisi dengan tetap menjaga kejujuran eksekusi), sedangkan murid yang lebih bugar dapat meningkatkan intensitas repetisi secara mandiri.
- Produk: Refleksi diri dituangkan dalam bentuk lembar refleksi tertulis terstruktur dengan pilihan kalimat panduan atau esai reflektif bebas mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Apa perbedaan mendasar antara kepatuhan aturan eksternal dengan perilaku etis individu dalam aktivitas jasmani mandiri?' (Kriteria penerimaan: murid mampu membedakan bahwa aturan eksternal dipatuhi karena adanya wasit/hukuman formal, sedangkan perilaku etis individu didasari oleh kesadaran internal, integritas pribadi untuk tidak curang, serta respek terhadap kondisi tubuh sendiri).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid melakukan simulasi sirkuit 4 pos 'Integritas Gerak': guru mengamati kesungguhan murid menjalankan teknik gerak secara penuh dan kejujuran dalam mencatat capaian repetisi mandiri tanpa mengambil jalan pintas (misal: tidak memotong jarak lari shuttle run dan tidak mengurangi hitungan plank).
Akhir Pertemuan:- Cek refleksi akhir pada Lembar Refleksi Diri: Guru memeriksa kedalaman refleksi murid mengenai keterkaitan perilaku etis dengan capaian fisik pribadi berdasarkan 2 indikator: (1) kemampuan mengaitkan kejujuran eksekusi gerak dengan peningkatan adaptasi fisik/kebugaran riil, dan (2) kemampuan mengidentifikasi dampak disiplin etis terhadap pencegahan cedera serta ketercapaian target jasmani jangka panjang.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan mengenai konsep perilaku etis individu dalam aktivitas fisik
- Observasi keterlibatan dan kejujuran saat simulasi sirkuit kebugaran mandiri
- Penilaian Lembar Refleksi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Jasmani Individu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu | Belum mampu mengaitkan tindakan perilaku etis (kejujuran gerak, disiplin, respek batas fisik) dengan capaian aktivitas jasmani individu dalam lembar refleksi. | Mampu menyebutkan tindakan perilaku etis yang dilakukan, namun belum mampu menguraikan secara logis bagaimana perilaku tersebut memengaruhi peningkatan performa atau kebugaran fisik diri sendiri. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu secara runtut, menghubungkan kejujuran eksekusi teknik dan disiplin latihan dengan peningkatan kebugaran fisik serta pencegahan cedera. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis secara mendalam, komprehensif, dan kritis, mengaitkan integritas gerak dan batas fisiologis dengan pencapaian kebugaran jangka panjang serta menyusun komitmen perbaikan diri secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain sirkuit 'Integritas Gerak' berhasil menumbuhkan ruang kesadaran etis bagi murid untuk jujur pada kemampuan fisik dirinya sendiri?
- Bagaimana respons murid saat diminta merefleksikan kebiasaan latihan fisiknya, apakah mereka mampu mengidentifikasi pengaruh integritas terhadap capaian jasmani pribadinya?
Murid:- Bagian mana dari aktivitas gerak hari ini yang paling menantang kejujuran dan disiplin diri saya?
- Apa dampak nyata yang saya rasakan pada tubuh saya ketika saya melakukan gerakan dengan benar dan jujur dibandingkan saat memotong repetisi?
Pertemuan 3 — Merefleksikan Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani dalam Kerja Kelompok — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.3 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, mengecek presensi, dan mengondisikan kesiapan fisik serta mental murid di lapangan/ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar survei cepat berisi 2 pernyataan situasi perilaku etis kelompok untuk dijawab murid: Situasi 1: Anggota tim memberi semangat saat teman membuat kesalahan operan. Situasi 2: Anggota tim memarahi rekan yang gagal mencetak poin. Murid menentukan dampak tiap situasi terhadap kekompakan tim (kriteria: Situasi 1 meningkatkan motivasi/keberhasilan; Situasi 2 merusak fokus/menurunkan performa tim) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak pemaparan guru dan studi kasus interaktif mengenai 3 bentuk perilaku etis dalam kelompok (komunikasi positif/saling dukung, kejujuran dalam membagi giliran bermain, dan rasa hormat antarteman) serta dampaknya terhadap pencapaian target aktivitas tim (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencermati kartu telaah perilaku etis berisi 2 skenario tim: Skenario A (tim saling menyemangati dan membagi peran merata) dan Skenario B (anggota tim saling menyalahkan saat tertinggal poin), lalu mengidentifikasi perbedaan dampaknya terhadap pencapaian kelompok (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam simulasi permainan beregu modifikasi 'Bola Berantai Cepat' secara bergembira dalam kelompok, di mana setiap regu harus menyelesaikan operan berantai sambil menerapkan kesepakatan perilaku etis: komunikasi suportif dan pantang menyalahkan kawan saat bola terjatuh (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengisi Lembar Refleksi Pengaruh Perilaku Etis Kelompok yang memuat 3 aspek: (1) Bentuk perilaku etis yang ditunjukkan dalam tim selama permainan, (2) Pengaruh nyata perilaku etis tersebut terhadap kekompakan dan hasil kerja tim, serta (3) Hambatan etis yang dialami kelompok beserta upaya memperbaikinya (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan keterkaitan erat antara perilaku etis anggota tim dengan ketercapaian target kelompok dalam aktivitas jasmani (8 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil refleksi kelompok dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan pertanyaan pemandu refleksi dengan bahasa sederhana bagi murid yang memerlukan bimbingan, serta menyediakan studi kasus dinamika tim yang lebih kompleks bagi murid yang berpikiran kritis tinggi.
- Proses: Pada tahap refleksi, murid yang memerlukan bimbingan mendapat pendampingan scaffolding dengan contoh kalimat refleksi sebab-akibat perilaku etis, sementara murid mahir menganalisis hingga dampak jangka panjang terhadap iklim kelompok.
- Produk: Refleksi dituangkan dalam lembar refleksi berstruktur standar untuk seluruh murid, dengan kedalaman elaborasi argumen yang disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Instrumen Diagnostik Kesiapan Awal: Murid merespons 2 situasi perilaku kelompok pada lembar survei: (1) Skenario anggota tim memberi apresiasi/semangat saat rekan gagal mengoper bola (Acuan jawaban benar: Berdampak positif meningkatkan motivasi, kerja sama, dan fokus tim untuk memperbaiki pola serangan); (2) Skenario anggota tim mencemooh rekan yang melakukan kesalahan sendiri (Acuan jawaban benar: Berdampak negatif menurunkan mental rekan, memecah kekompakan, dan menggagalkan capaian target tim).
Proses:- Lembar Observasi Formatif saat permainan bola berantai: Guru mengamati kemunculan perilaku etis murid dalam kerja kelompok (memberikan instruksi konstruktif, tidak mencela, saling mendukung saat bola jatuh).
- Pemeriksaan Lembar Refleksi Murid yang menilai kemampuan menghubungkan perilaku etis spesifik dengan capaian target kelompok (kriteria: menyebutkan bentuk perilaku etis nyata, menjelaskan pengaruhnya terhadap performa kelompok, dan merumuskan solusi perbaikan etika tim).
Akhir Pertemuan:- Cek Pemahaman Akhir Sesi: Murid menuliskan satu kesimpulan reflektif satu kalimat pada tiket keluar (exit ticket): 'Perilaku etis anggota tim memengaruhi capaian kelompok karena...' (Kriteria penerimaan: Menjelaskan hubungan logis bahwa etika suportif/respek/jujur menjaga koordinasi tim dan meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan bersama).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal berupa penelaahan 2 situasi dampak perilaku etis tim
- Observasi unjuk keterlibatan dan catatan anekdot perilaku etis saat simulasi permainan beregu modifikasi
- Lembar refleksi tertulis pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok | Belum mampu mengidentifikasi perilaku etis dalam kelompok dan tidak dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap capaian aktivitas tim. | Mampu mengidentifikasi perilaku etis yang muncul dalam kelompok, tetapi penjelasan mengenai pengaruhnya terhadap capaian aktivitas tim masih sangat terbatas/parsial. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis (seperti komunikasi positif, respek, dan kejujuran) terhadap capaian kelompok secara tepat dan logis. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok secara mendalam, komprehensif (sebab-akibat jelas), serta merumuskan evaluasi perbaikan etika kelompok secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi gerak modifikasi beregu mampu memicu interaksi etis antarmurid secara autentik?
- Apakah alokasi waktu 15 menit pada tahap refleksi mandiri cukup bagi murid untuk menuangkan pemikiran secara mendalam?
- Bagaimana respons murid terhadap hubungan antara perilaku etis dan keberhasilan kelompok?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika teman sekelompok memberikan dukungan saat kamu melakukan kesalahan dalam permainan?
- Perilaku etis apa yang paling nyata membantu kelompokmu mencapai tujuan permainan hari ini?
- Apa hal yang masih perlu kamu perbaiki dalam bersikap etis kepada anggota kelompok pada aktivitas berikutnya?
Pertemuan 4 — Mengevaluasi Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja Tim Berdasarkan Nilai Fair Play — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi berdasarkan nilai fair play
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yakni mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim berbasis nilai fair play (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 1 studi kasus lisan: 'Jika wasit salah mengambil keputusan yang menguntungkan timmu pada menit akhir, apa keputusan tim yang paling adil?' Murid mengangkat tangan memilih opsi A (diam saja memanfaatkan kesalahan) atau opsi B (mengakui fakta demi kejujuran). Guru memetakan kesiapan murid (acuan: keputusan berbasis fair play adalah opsi B, menjunjung kejujuran dan integritas di atas kemenangan sesaat) (5 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis yang dipimpin oleh salah satu murid di lapangan untuk menyiapkan kondisi fisik dan kesadaran bergerak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan lembar telaah berisi 3 skenario strategi keputusan tim dalam permainan beregu: Skenario 1 (Mengulur waktu secara sengaja dengan pura-pura cedera saat unggul skor tipis); Skenario 2 (Mengakui bahwa bola keluar tersentuh tangan sendiri meskipun wasit menunjuk lemparan untuk tim sendiri); Skenario 3 (Melakukan pelanggaran keras taktis yang disengaja kepada penyerang lawan yang berpeluang mencetak gol). Murid menganalisis nilai fair play pada tiap skenario (acuan telaah: Skenario 1 melanggar fair play/menghambat integritas pertandingan; Skenario 2 selaras dengan fair play/kejujuran; Skenario 3 melanggar fair play/mencederai sportivitas dan keselamatan lawan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok dan memainkan permainan beregu modifikasi passing-invasi (5 vs 5) dengan aturan khusus: tim diwajibkan melakukan self-refereeing (wasit mandiri) dalam menentukan pelanggaran, out, dan skor di tengah tensi permainan (20 menit).
- Guru memberikan tantangan taktis berupa 'Kartu Dilema Keputusan' di sela-sela jeda permainan; tim harus berdiskusi kilat (1 menit) untuk memutuskan strategi bermain berikutnya ketika terjadi insiden benturan atau keputusan kontroversial yang terjadi di lapangan (acuan keputusan tepat: memilih melanjutkan permainan dengan respek, mengembalikan bola secara sportif/drop-ball, dan menghormati keselamatan lawan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok duduk melingkar dan mengevaluasi keputusan-keputusan yang diambil tim selama simulasi permainan dengan menjawab format evaluasi: (1) Apa keputusan tersulit yang diambil?; (2) Apakah keputusan tersebut sesuai dengan nilai fair play?; (3) Bagaimana pengaruh keputusan itu terhadap integritas dan hasil permainan tim? (15 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan gerak statis berpasangan untuk merilekskan otot setelah beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil evaluasi keputusan yang dilakukan murid serta mengonfirmasi ketepatan penilaian berbasis fair play (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar skenario bergambar dengan teks penjelasan ringkas bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman visual, serta teks narasi studi kasus kompleks bagi murid yang berpikiran analitis.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi kelompok yang masih ragu membedakan antara taktik cerdik dengan pelanggaran etika fair play.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil evaluasi strategi keputusan tim dalam bentuk lembar kerja isian terstruktur atau diagram alur keputusan fair play.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: Guru menanyakan: 'Jika wasit salah mengambil keputusan yang menguntungkan timmu pada menit akhir, apa keputusan tim yang paling adil?' Opsi respon murid: A (diam saja demi kemenangan) atau B (mengakui fakta pelanggaran/sentuhan). Acuan respon tepat: Pilihan B, karena keputusan berbasis fair play mengutamakan kejujuran dan integritas di atas hasil skor.
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat mengevaluasi 3 skenario situasi (Skenario 1: pura-pura cedera = melanggar fair play; Skenario 2: jujur sentuhan out = sesuai fair play; Skenario 3: pelanggaran keras disengaja = melanggar fair play). Kriteria: ketepatan identifikasi kesesuaian nilai fair play pada ketiga skenario.
- Observasi tindakan pengambilan keputusan dan self-refereeing selama simulasi permainan modifikasi 5 vs 5 (kriteria: mengakui kesalahan sendiri, tidak memprovokasi, mengembalikan bola secara sportif saat ada lawan terjatuh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir studi kasus penutup): 'Tim Anda sedang tertinggal 1 poin di detik terakhir, pemain lawan terjatuh cedera tanpa sengaja dan bola bergulir bebas di dekat Anda. Evaluasilah strategi keputusan apa yang mencerminkan fair play sekaligus respek tim?' Acuan jawaban: Menghentikan serangan/membuang bola keluar untuk memberi ruang penanganan medis lawan, karena keselamatan dan nilai sportivitas/respek lebih tinggi daripada mencetak poin dari ketidakberdayaan lawan.
Formatif:- Penilaian kinerja diskusi dan simulasi pengambilan keputusan fair play dalam permainan beregu modifikasi
- Lembar evaluasi strategi pengambilan keputusan tim berbasis fair play
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi kesesuaian strategi keputusan tim dengan nilai fair play | Belum mampu mengevaluasi strategi keputusan tim yang sesuai dengan nilai fair play (tepat mengevaluasi 0 skenario). | Mampu mengevaluasi strategi keputusan tim dengan mengidentifikasi kesesuaian nilai fair play pada 1 dari 3 skenario secara tepat. | Mampu mengevaluasi strategi keputusan tim dengan mengidentifikasi kesesuaian nilai fair play pada 2 dari 3 skenario secara tepat. | Mampu mengevaluasi strategi keputusan tim dengan mengidentifikasi kesesuaian nilai fair play pada seluruh 3 skenario secara tepat dan mandiri. | | Pengambilan keputusan berbasis fair play dalam kerja tim pada simulasi gerak | Tidak menunjukkan keputusan berbasis fair play selama simulasi permainan beregu dan mengabaikan nilai sportivitas. | Menunjukkan keputusan berbasis fair play dalam simulasi permainan hanya setelah mendapatkan intervensi atau teguran langsung dari guru. | Menunjukkan keputusan berbasis fair play dalam simulasi permainan secara konsisten bersama anggota tim. | Menunjukkan keputusan berbasis fair play dalam simulasi permainan secara konsisten, mandiri, serta aktif mendorong anggota tim menjunjung tinggi kejujuran dan respek. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan modifikasi efektif menciptakan situasi nyata yang menguji pengambilan keputusan tim berbasis fair play?
- Bagaimana respons murid saat dihadapkan pada benturan antara keinginan menang dan keharusan bersikap adil?
Murid:- Bagian mana dari pengambilan keputusan tim tadi yang paling sulit dilakukan demi menjunjung fair play?
- Apa dampak yang kamu rasakan terhadap suasana tim ketika kalian sepakat memilih keputusan yang jujur dan sportif?
Pertemuan 5 — Mengevaluasi Kepemimpinan dan Kolaborasi Berbasis Fair Play dalam Pengambilan Keputusan Tim — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi berdasarkan nilai fair play
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengevaluasi kepemimpinan dan kolaborasi berbasis fair play dalam pengambilan keputusan tim pada simulasi gerak beregu (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan 1 pertanyaan pemantik terkait kepemimpinan etis dan meminta murid merespons secara singkat (5 menit).
- Pemanasan dinamis terstruktur dalam kelompok kecil yang mengintegrasikan koordinasi gerak dasar dan pembagian peran kepemimpinan secara bergantian (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil mengkaji Lembar Kasus Taktis yang memuat 2 skenario dilema keputusan tim: Skenario 1 (Kapten tim melihat rekan melakukan pelanggaran tersembunyi yang menguntungkan skor) dan Skenario 2 (Anggota tim saling menyalahkan saat tertinggal skor sehingga kapten harus mengambil langkah kolaboratif cepat) (10 menit).
- Setiap kelompok mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan tindakan kepemimpinan serta bentuk kolaborasi dari kedua skenario tersebut berdasarkan kepatuhan pada aturan, penghargaan terhadap lawan, dan keadilan tim (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melaksanakan simulasi permainan beregu modifikasi mini (futsal modifikasi 4 lawan 4 dengan aturan tantangan pengambilan keputusan etis, di mana kapten tim dirotasi setiap 5 menit dan tim harus mengambil keputusan kolektif cepat saat terjadi situasi khusus/pelanggaran) (20 menit).
- Setiap tim mengisi Lembar Evaluasi Keputusan Lapangan segera setelah permainan berlangsung untuk mengevaluasi efektivitas kepemimpinan dan kolaborasi yang telah dipraktikkan timnya dalam menjunjung nilai fair play berdasarkan 3 indikator: kejujuran kapten, keterlibatan anggota dalam keputusan cepat, dan ketaatan pada aturan main (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil evaluasi keputusan kelompok dengan kriteria penilaian fair play, kemudian merumuskan simpulan evaluasi mengenai strategi kepemimpinan dan kolaborasi yang paling efektif menghasilkan keputusan etis di lapangan (10 menit).
Penutup:- Pendinginan statis bersama-sama untuk menurunkan denyut nadi dan merelaksasi otot (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai evaluasi kepemimpinan dan kolaborasi berbasis fair play dalam pengambilan keputusan tim (2 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman evaluatif terkait efektivitas strategi pengambilan keputusan tim (1 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (pelaksanaan asesmen sumatif bab), memimpin doa penutup, dan mengakhiri sesi (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan pendampingan diberikan panduan berupa checklist indikator fair play konkret saat menganalisis skenario; kelompok mahir diberikan skenario dengan kompleksitas konflik yang lebih tinggi (misal: tekanan penonton dan keputusan wasit yang kontroversial).
- Proses: Pada simulasi permainan, kelompok reguler mendapat jeda konsultasi keputusan selama 30 detik (time-out khusus), sedangkan kelompok mahir dituntut mengambil keputusan berbasis kepemimpinan dan kolaborasi secara langsung dalam alur permainan tanpa time-out.
- Produk: Kelompok dapat menuliskan hasil evaluasi strategi keputusan dalam bentuk checklist matriks evaluasi berbutir ringkas atau paragraf analitis terstruktur sesuai rubrik penilaian yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika timmu sedang tertinggal 1 poin di menit terakhir dan ada peluang melakukan pelanggaran taktis yang tidak terlihat wasit untuk merebut bola, bagaimana seharusnya kapten dan anggota tim mengambil keputusan berbasis fair play?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyatakan bahwa keputusan tim yang tepat adalah menolak pelanggaran sengaja, tetap menjunjung kejujuran/aturan main, serta memilih strategi gerak bertahan yang legal dan sportif).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Evaluasi Keputusan Lapangan pada simulasi permainan modifikasi: Menilai kemampuan murid mengevaluasi 3 indikator strategi tim (Acuan indikator: 1. Kepemimpinan kapten dalam mengarahkan tindakan sportif saat terjadi benturan/pelanggaran; 2. Kolaborasi anggota tim dalam menerima dan menjalankan keputusan tanpa perdebatan tidak sportif; 3. Ketaatan keputusan terhadap aturan permainan dan respek terhadap lawan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) 'Apa kelemahan jika kapten tim mengambil keputusan sendiri tanpa mendengar rekan saat menghadapi situasi pelanggaran lawan?' (Acuan jawaban: Kolaborasi tim melemah, timbul rasa tidak percaya antaranggota, dan rentan menimbulkan keputusan emosional yang melanggar fair play). (2) 'Tentukan strategi kolaborasi yang paling tepat saat rekan tim kehilangan kendali emosi di lapangan!' (Acuan jawaban: Mengingatkan rekan secara positif, kapten berkomunikasi dengan wasit secara tenang, dan seluruh anggota fokus kembali pada strategi bermain sesuai aturan fair play).
Formatif:- Penilaian asesmen awal berupa respons lisan terhadap pertanyaan diagnostik strategi pengambilan keputusan
- Penilaian proses menggunakan Lembar Evaluasi Keputusan Lapangan dan lembar observasi partisipasi evaluasi kepemimpinan/kolaborasi fair play selama aktivitas simulasi beregu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan Tim Berbasis Fair Play | Belum mampu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan keputusan kapten tim terhadap nilai fair play dalam simulasi permainan. | Mampu mengidentifikasi kelebihan atau kelemahan tindakan kepemimpinan kapten, tetapi belum mampu mengevaluasi kesesuaian keputusan tersebut dengan prinsip fair play. | Mampu mengevaluasi kelebihan dan kelemahan strategi kepemimpinan dalam pengambilan keputusan tim secara tepat berdasarkan prinsip kejujuran dan kepatuhan aturan. | Mampu mengevaluasi secara kritis dan mendalam efektivitas strategi kepemimpinan dalam pengambilan keputusan tim saat menghadapi situasi menantang serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis nilai fair play secara komprehensif. | | Mengevaluasi Kolaborasi Tim dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Fair Play | Belum mampu mengevaluasi keterlibatan dan dukungan anggota tim dalam pengambilan keputusan yang menjunjung sportivitas. | Mengevaluasi kolaborasi anggota tim hanya sebatas ada atau tidaknya perdebatan, tanpa mengaitkannya dengan kesepakatan nilai fair play. | Mampu mengevaluasi efektivitas kolaborasi dan kesepakatan anggota tim dalam mematuhi keputusan bersama yang menjunjung nilai fair play. | Mampu mengevaluasi kolaborasi seluruh anggota tim secara konsisten dan terperinci, termasuk bagaimana tim saling mendukung dan merespons situasi tekanan pertandingan sesuai standar etika fair play. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi permainan modifikasi beregu mampu memunculkan situasi nyata yang menuntut pengambilan keputusan, kepemimpinan, dan kolaborasi berlandaskan fair play?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi strategi keputusan tim mereka sendiri: apakah analisis yang diberikan sudah berorientasi pada nilai-nilai sportivitas?
Murid:- Bagaimana keputusan yang diambil oleh kapten dan kelompokmu tadi memengaruhi penerapan fair play di lapangan?
- Hal apa yang paling menantang bagimu saat harus berkolaborasi mengambil keputusan cepat tanpa melanggar aturan dan nilai sportivitas?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Mengevaluasi penerapan fair play dalam situasi gerak yang menantang pada aktivitas jasmani
- TP 11.4.2 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu
- TP 11.4.3 Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok
- TP 11.4.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi berdasarkan nilai fair play
Pendahuluan:- Guru memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi pemanasan dinamis terstruktur di lapangan (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pelaksanaan simulasi permainan beregu, dan pembagian lembar kerja portofolio refleksi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan teknis 3 rincian tugas sumatif: simulasi gerak terstruktur 4 tim di 2 lapangan mini, diskusi laporan refleksi kelompok, dan pengisian refleksi individual (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid melaksanakan simulasi permainan beregu 4 tim di 2 lapangan mini secara simultan (@ 20 menit per putaran dengan observasi guru bergilir), mempraktikkan tindakan fair play dalam situasi gerak menantang, pengambilan keputusan taktis tim berbasis fair play, serta kepemimpinan dan kolaborasi (40 menit).
- Tugas 2: Murid berkumpul bersama kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyusun laporan refleksi kelompok mengenai pengaruh perilaku etis dan fair play terhadap kekompakan serta pencapaian hasil tim dalam simulasi (15 menit).
- Tugas 3: Murid secara mandiri dan serentak mengisi lembar refleksi tertulis individual mengenai evaluasi diri terhadap dampak perilaku etis dan kepatuhan aturan terhadap capaian jasmani serta integritas pribadi (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh berkas artefak portofolio (laporan refleksi kelompok dan lembar refleksi individual) serta melakukan penenangan/pendinginan fisik bersama (5 menit).
Penutup:- Guru mengulas keterlaksanaan asesmen sumatif bab, memberikan umpan balik umum atas sportivitas selama simulasi, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 4, dan menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar panduan tugas dengan cetakan huruf lebih besar atau format digital bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah indikator penilaian.
- Proses: Menyediakan area tempat duduk khusus yang tenang di tepi lapangan bagi murid yang memerlukan ruang konsentrasi tambahan saat menyelesaikan lembar refleksi tertulis mandiri.
- Produk: Akomodasi format respon (tulisan tangan atau ketikan digital pada gawai) dengan kriteria kelengkapan dan rubrik telaah yang persis sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan partisipasi fisik dan konfirmasi pemahaman aturan fair play sebelum simulasi dimulai melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Sebutkan 1 contoh tindakan fair play saat terjadi perselisihan bola keluar!'; Acuan jawaban: mengakui sentuhan terakhir secara jujur tanpa mendebat wasit; (2) 'Bagaimana keputusan tim diambil bila terjadi pelanggaran?'; Acuan jawaban: menerima keputusan pengadil dan menenangkan rekan tim.
Proses:- Pemantauan keterlibatan murid selama simulasi dan diskusi kelompok tanpa intervensi yang mengubah kondisi asesmen sumatif.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja simulasi permainan olahraga beregu serta penyusunan portofolio refleksi tertulis (individu dan kelompok): Performa penerapan fair play, kepemimpinan, dan kolaborasi saat simulasi gerak terstruktur yang diamati guru melalui rubrik kinerja, dilengkapi lembar refleksi tertulis individual serta lembar refleksi kelompok mengenai pengaruh perilaku etis terhadap hasil aktivitas
- Penilaian kinerja simulasi permainan olahraga beregu: Tindakan fair play saat menghadapi situasi gerak menantang, pengambilan keputusan taktis tim, serta keterampilan kolaborasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan selama simulasi permainan (4 tim bermain di 2 lapangan mini secara simultan @ 20 menit per putaran dengan observasi guru bergilir) (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian kinerja pengambilan keputusan, kepemimpinan, dan fair play)
- Diskusi reflektif dan laporan kelompok: Catatan laporan refleksi kelompok yang menganalisis pengaruh perilaku etis dan fair play terhadap kekompakan serta pencapaian hasil tim dalam simulasi (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar panduan diskusi dan rubrik telaah refleksi kelompok)
- Refleksi tertulis mandiri serentak: Lembar refleksi tertulis individual yang memuat evaluasi diri mengenai dampak perilaku etis dan kepatuhan aturan terhadap capaian jasmani serta integritas pribadi (25 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian refleksi diri tertulis)
Sumatif:- Unjuk kerja simulasi permainan olahraga beregu serta penyusunan portofolio refleksi tertulis (individu dan kelompok): Performa penerapan fair play, kepemimpinan, dan kolaborasi saat simulasi gerak terstruktur yang diamati guru melalui rubrik kinerja, dilengkapi lembar refleksi tertulis individual serta lembar refleksi kelompok mengenai pengaruh perilaku etis terhadap hasil aktivitas
- Penilaian kinerja simulasi permainan olahraga beregu: Tindakan fair play saat menghadapi situasi gerak menantang, pengambilan keputusan taktis tim, serta keterampilan kolaborasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan selama simulasi permainan (4 tim bermain di 2 lapangan mini secara simultan @ 20 menit per putaran dengan observasi guru bergilir) (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian kinerja pengambilan keputusan, kepemimpinan, dan fair play)
- Diskusi reflektif dan laporan kelompok: Catatan laporan refleksi kelompok yang menganalisis pengaruh perilaku etis dan fair play terhadap kekompakan serta pencapaian hasil tim dalam simulasi (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar panduan diskusi dan rubrik telaah refleksi kelompok)
- Refleksi tertulis mandiri serentak: Lembar refleksi tertulis individual yang memuat evaluasi diri mengenai dampak perilaku etis dan kepatuhan aturan terhadap capaian jasmani serta integritas pribadi (25 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian refleksi diri tertulis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Fair Play dalam Situasi Gerak Menantang (TP 11.4.1 - Simulasi) | Mengabaikan nilai fair play; melakukan protes keras terhadap keputusan wasit atau melakukan kecurangan saat situasi gerak tertekan/menantang. | Menunjukkan tindakan fair play hanya ketika diingatkan oleh guru atau saat tim berada dalam posisi unggul. | Menerapkan fair play secara konsisten (mengakui kesalahan/out, mematuhi aturan, menghormati lawan dan wasit) dalam situasi gerak menantang tanpa harus diingatkan. | Menerapkan fair play secara konsisten serta aktif menginisiasi sportivitas dan meredakan ketegangan gerak di lapangan secara mandiri. | | Pengambilan Keputusan, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Berbasis Fair Play (TP 11.4.4 - Simulasi) | Mengambil keputusan secara sepihak yang merugikan tim dan melanggar prinsip fair play; tidak menunjukkan kolaborasi. | Mengambil keputusan taktis tetapi masih mengabaikan masukan rekan tim; kolaborasi dan kepemimpinan tampak terbatas saat tim tertinggal. | Mengevaluasi dan mengambil keputusan taktis secara kolaboratif bersama tim dengan menjunjung tinggi nilai fair play serta memperlihatkan kepemimpinan yang suportif. | Mengevaluasi strategi keputusan tim secara tepat, memimpin pembagian peran dengan adil, dan mempertahankan kolaborasi yang solid berlandaskan fair play dalam situasi sesulit apa pun. | | Refleksi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Kelompok (TP 11.4.3 - Laporan Kelompok) | Laporan refleksi kelompok belum memuat analisis pengaruh perilaku etis; hanya menyebutkan skor akhir permainan. | Menganalisis pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok secara parsial (hanya mencakup 1 dari 3 pertanyaan panduan acuan). | Menganalisis secara runtut pengaruh perilaku etis dan fair play terhadap kekompakan serta pencapaian kelompok (mencakup lengkap 3 pertanyaan panduan acuan: kejujuran tim, respek taktik, dan perbaikan etika). | Menganalisis secara mendalam dan komprehensif pengaruh perilaku etis terhadap kekompakan kelompok (mencakup lengkap 3 pertanyaan panduan acuan) disertai usulan solusi konkret peningkatan etika tim di masa depan. | | Refleksi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Diri Sendiri (TP 11.4.2 - Lembar Mandiri) | Lembar refleksi individual terisi kurang dari 1 butir atau tidak menunjukkan kaitan antara perilaku etis dengan capaian pribadi. | Merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian jasmani dan integritas diri secara deskriptif sederhana (menjawab 1-2 butir acuan). | Merefleksikan secara kritis evaluasi diri mengenai dampak perilaku etis, pengendalian emosi, dan kepatuhan aturan terhadap capaian aktivitas jasmani serta integritas pribadi (menjawab lengkap seluruh 3 butir acuan). | Merefleksikan secara mendalam dampak perilaku etis terhadap capaian jasmani dan integritas pribadi (seluruh 3 butir acuan terjawab lengkap) disertai komitmen perbaikan tindakan nyata yang terukur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk simulasi gerak terstruktur dan 30 menit untuk tugas refleksi tertulis (kelompok & individu) sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagaimana efektivitas instrumen rubrik dalam mengamati tindakan fair play murid di dua lapangan mini secara bergilir?
- Apakah murid menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai etika dan kepemimpinan setelah menyelesaikan rangkaian asesmen Bab 4 ini?
Murid:- Apakah tindakan saya di lapangan hari ini sudah benar-benar mencerminkan nilai kejujuran dan rasa hormat kepada kawan maupun lawan?
- Bagaimana pengaruh perilaku etis rekan satu tim membantu saya mengambil keputusan yang tepat saat permainan berlangsung sengit?
- Apa komitmen pribadi saya dalam menjaga integritas dan sportivitas pada kegiatan olahraga sehari-hari di luar sekolah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2021 (Bab IV Fair Play dan Perilaku Etis)
- Peluit, stopwatch, bola basket mini/bola tangan, rompi bertanding 2 warna, lembar ceklis observasi fair play
- Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek)
- Buku Panduan Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek, Bab IV: Fair Play dan Perilaku Etis)
- Lembar Kasus Analisis Perilaku Etis Olahraga
- Lembar Refleksi Diri 'Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Jasmani Pribadi'
- Perlengkapan Sirkuit: matras senam, cone/corong pembatas, tali skipping, dan stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas XI Bab 4 Fair Play dan Perilaku Etis
- Kartu Studi Kasus Perilaku Etis Kelompok
- Bola voli / bola spons dan stopwatch untuk aktivitas beregu modifikasi
- Lembar Refleksi Belajar Siswa
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas XI SMA/SMK Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek)
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas XI SMA/SMK Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, Bab IV Fair Play dan Perilaku Etis)
- Peluit, rompi tim, bola tangan/basket, dan lembar studi kasus dilema pengambilan keputusan tim
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/SMK/MA Kelas XI, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek
- Buku Teks Utama PJOK Kelas XI, Kemendikbudristek
- Lembar Kasus Taktis Dilema Keputusan Tim
- Lembar Evaluasi Keputusan Lapangan Tim
- Peluit, rompi tim (2 warna berbeda), bola futsal/basket modifikasi, dan cone pembatas area
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek, 2021
- Peluit, stopwatch, bola (futsal/bola voli/bola tangan sesuai sarana), rompi tim 4 warna
- Lembar Instrumen Asesmen Kinerja Simulasi Guru
- Lembar Panduan Diskusi dan Laporan Refleksi Kelompok
- Lembar Refleksi Tertulis Individual Murid
|