Modul AjarBab 3Fase FSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 11 Bab 3: Mengevaluasi Dampak Konsep Gerak

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 11 untuk Bab 3 "Mengevaluasi Dampak Konsep Gerak", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 11 Bab 3: Mengevaluasi Dampak Konsep Gerak

PJOK - Kelas 11

Bab 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 3 — Mengevaluasi Dampak Konsep Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 3 — Mengevaluasi Dampak Konsep Gerak
Alokasi Waktu12 JP (12 x 45 menit = 540 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.3.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
  2. TP 11.3.2 Mengevaluasi strategi gerak berbasis konsep gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
  3. TP 11.3.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai berbasis konsep gerak dalam situasi gerak baru yang menantang
  4. TP 11.3.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana pengaturan luas lintasan tubuh (konsep ruang) dan daya dorong otot (konsep tenaga) mempengaruhi keberhasilan serta keselamatan saat melakukan guling depan?
  2. Mengapa dorongan tenaga yang terlalu kecil atau ruang gerak tubuh yang terlalu terbuka menyebabkan kegagalan dalam menyelesaikan rangkaian senam lantai?
  3. Mengapa penyesuaian waktu (timing akselerasi) sangat menentukan keberhasilan perpindahan tongkat estafet saat pelari pembawa tongkat mengubah kecepatannya?
  4. Bagaimana konsep hubungan (posisi tubuh, jarak antar-pelari, dan koordinasi visual/non-visual) memengaruhi efisiensi dan keamanan operan tongkat estafet?
  5. Ketika menghadapi lintasan rintangan dengan ketinggian dan jarak yang berbeda-beda, bagaimana penyesuaian konsep ruang (jarak awalan) dan tenaga (daya tolak) memengaruhi keberhasilanmu melintasinya?
  6. Mengapa sebuah strategi gerak yang berhasil pada rintangan rendah bisa gagal total saat diterapkan pada rintangan yang lebih tinggi atau sempit?
  7. Apa yang terjadi jika strategi gerak yang biasa berhasil di lapangan datar digunakan pada lintasan dengan rintangan baru yang tidak rata?
  8. Bagaimana cara mengevaluasi apakah penyesuaian konsep ruang dan tenaga pada strategi gerakmu sudah efektif menghadapi situasi tantangan baru?
  9. Bagaimana keputusan pembagian peran dan arah operan dalam tim menentukan keberhasilan menembus pertahanan lawan?
  10. Mengapa kepemimpinan dan kolaborasi yang jelas di lapangan membuat strategi tim lebih efektif saat menghadapi tekanan lawan?
  11. Bagaimana ketepatan penerapan konsep ruang dan tenaga menentukan keberhasilan saat melintasi lintasan rintangan yang menantang?
  12. Mengapa evaluasi terhadap strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim sangat penting untuk mencapai kinerja gerak yang optimal pada situasi baru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Ruang dan Tenaga dalam Senam Lantai — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa bersama demi keselamatan aktivitas fisik (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengevaluasi keterampilan gerak spesifik senam lantai (guling depan dan headstand/keseimbangan) dengan fokus pada konsep ruang (jalur, arah, tingkat ketinggian) dan konsep tenaga (kekuatan dorongan, efisiensi usaha) (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis yang berfokus pada kelenturan otot leher, pergelangan tangan, punggung, serta lompatan ringan untuk mempersiapkan otot inti dan sendi (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah untuk mengecek kesiapan murid dalam mengevaluasi konsep ruang dan tenaga: (1) 'Bila saat guling depan tubuh miring ke samping, aspek konsep ruang apa yang salah?' (Acuan: jalur lintasan gerak tidak lurus/simetris); (2) 'Bila tubuh gagal berguling dan berhenti di punggung, aspek konsep tenaga apa yang kurang?' (Acuan: daya dorong tungkai/kaki ke depan kurang kuat) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati lembar analisis peragaan gerak yang disajikan guru mengenai 2 situasi pelaksanaan keterampilan gerak senam lantai: Situasi A (guling depan dengan tekukan tubuh rapat dan dorongan tungkai terukur) dan Situasi B (guling depan dengan posisi kepala mendongak, lutut terbuka lebar, dan dorongan kaki lemah) (8 menit).
  • Murid mencatat poin-poin kritis keterkaitan antara konsep ruang (luas area gerak tubuh, kerapatan dagu ke dada) dan konsep tenaga (daya ledak dorongan kaki, ketahanan otot lengan penopang) dalam menentukan keberhasilan kinerja gerak senam lantai (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam format berpasangan di matras, murid melakukan simulasi 'Tantangan Gerak Presisi': satu murid mempraktikkan keterampilan gerak guling depan dan headstand bertumpu dinding dengan variasi ruang (lintasan sempit selebar 40 cm di matras) dan tenaga (dorongan sedang dan kuat), sementara pasangannya mengamati secara cermat menggunakan lembar observasi evaluasi gerak (8 menit).
  • Murid yang bertindak sebagai evaluator mengidentifikasi dan mencatat penyimpangan konsep gerak yang terjadi pada pasangannya berdasarkan lembar panduan evaluasi: keterpenuhan jalur gerak lurus (ruang) dan kecukupan tolakan kaki saat mengangkat panggul (tenaga) (15 menit).
  • Pasangan bertukar peran untuk melakukan giliran peragaan dan evaluasi keterampilan gerak, dilanjutkan dengan permainan tantangan menggembirakan 'Guling Matras Tepat Sasaran' di mana murid mengevaluasi apakah penyesuaian tenaga dan ruang mampu mendaratkan tubuh tepat di zona garis akhir matras (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya menganalisis data lembar observasi untuk merumuskan simpulan evaluasi: menetapkan kesalahan gerak utama berbasis ruang dan tenaga serta solusi penyesuaian yang harus dilakukan agar kinerja gerak meningkat (7 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan hasil evaluasi kinerja geraknya dan mengidentifikasi bagaimana penguasaan ruang dan tenaga meminimalisasi benturan keras pada matras (5 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan aktivitas pendinginan statis untuk meregangkan otot bahu, leher, dan paha secara rileks (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai evaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis ruang dan tenaga (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penutup terkait ketercapaian kompetensi mengevaluasi gerak dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (keterampilan gerak berbasis waktu dan hubungan dalam lari estafet) tanpa mengakhiri keseluruhan materi bab (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bertingkat: kartu dasar menampilkan panduan evaluasi guling depan standar; kartu lanjutan menyajikan evaluasi kombinasi guling depan awalan melompat kecil (ruang lebih tinggi dan tenaga dorong lebih besar).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu mengevaluasi, guru memberikan lembar centang terstruktur dengan indikator visual konkret; bagi murid yang mahir, murid mengevaluasi sudut tolakan kaki dan momentum tenaga dorong secara mandiri.
  • Produk: Lembar catatan evaluasi gerak: murid pemula mengisi 2 indikator inti (arah lintasan dan kekuatan dorongan), sedangkan murid mahir melengkapi analisis penyebab kegagalan gerak serta rekomendasi penyesuaian mekanika tubuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan mengenai konsep ruang dan tenaga: (1) 'Apa dampak konsep ruang jika kepala mendongak saat guling depan?' (Acuan jawaban benar: Dagu tidak menempel di dada sehingga lengkungan ruang tubuh gagal terbentuk dan tengkuk membentur matras); (2) 'Apa dampak konsep tenaga bila tolakan kaki terlalu lemah?' (Acuan jawaban benar: Momentum gerak maju tidak mencukupi sehingga panggul tidak terangkat dan gerakan terhenti).

Proses:

  • Pengamatan formatif menggunakan lembar observasi evaluasi gerak berpasangan saat murid menilai guling depan. Indikator yang diamati: (1) Ketepatan menilai kesesuaian ruang gerak (lintasan lurus, dagu menempel di dada, tubuh membulat); (2) Ketepatan menilai besaran tenaga dorong (tolakan kaki kuat dan terarah ke depan, bukan ke atas murni). Setiap evaluator harus memberi tanda centang dan catatan koreksi berdasarkan acuan gerak baku.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja murid (3 butir evaluasi kasus gerak): (1) Kasus: Badan miring ke kanan saat berguling. Evaluasi ruang & tenaga: (Acuan: Ruang penempatan tangan tidak seimbang/tangan kanan menumpu lebih lemah dari tangan kiri); (2) Kasus: Gerakan berguling berhenti di punggung dan gagal berdiri. Evaluasi ruang & tenaga: (Acuan: Tenaga dorongan tungkai kurang kuat dan ruang lipatan tubuh terlalu membuka/lutut tidak ditarik rapat ke dada); (3) Kasus: Punggung terbanting keras di matras. Evaluasi ruang & tenaga: (Acuan: Ruang tubuh datar tidak membulat karena kepala mendongak menolak matras).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep ruang dan tenaga pada gerak dasar
  • Lembar observasi penilaian evaluasi keterampilan gerak berpasangan selama aktivitas praktik di matras
  • Cek pemahaman tertulis singkat pada lembar kerja refleksi evaluasi gerak di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep ruang (keteraturan lintasan dan bentuk tubuh membulat)Belum mampu mengidentifikasi kesalahan konsep ruang pada keterampilan gerak senam lantai meskipun dibimbing guru.Mampu mengidentifikasi 1 kesalahan konsep ruang (misal: hanya lintasan miring) namun belum mampu mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja gerak secara tepat.Mampu mengevaluasi kesalahan konsep ruang secara tepat (arah lintasan dan kerapatan tekukan tubuh) serta pengaruhnya pada kinerja pendaratan sesuai acuan gerak baku.Mampu mengevaluasi seluruh detail konsep ruang (kelurusan jalur, level ketinggian tumpuan, dan kerapatan ruang gerak tubuh) secara mandiri, tepat, dan komprehensif.
Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep tenaga (daya dorong dan efisiensi tenaga tolakan)Belum mampu mengidentifikasi ketidaksesuaian besaran tenaga dorong pada keterampilan gerak senam lantai.Mampu mengidentifikasi kekurangan tenaga dorong saat gerakan terhenti, namun belum mampu mengevaluasi titik asal kelemahan tenaga (apakah tolakan tungkai atau lengan).Mampu mengevaluasi ketepatan pengerahan tenaga (kekuatan tolakan tungkai dan penahanan tumpuan lengan) yang mempengaruhi kelancaran gerak sesuai acuan gerak baku.Mampu mengevaluasi besaran, arah pengerahan, dan efisiensi tenaga dorong secara konsisten serta mengidentifikasi koreksi gerak secara terperinci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu dan alokasi matras cukup efektif memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk mengevaluasi keterampilan gerak pasangannya?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi tantangan lintasan sempit dalam melatih kepekaan konsep ruang dan tenaga?
  • Apakah instrumen lembar observasi cukup jelas membantu murid mengevaluasi kinerja gerak secara objektif?

Murid:

  • Bagian mana dari konsep ruang dan tenaga dalam senam lantai yang paling mudah dan paling sulit kamu evaluasi pada temanmu?
  • Setelah mengevaluasi gerakan teman, penyesuaian ruang dan tenaga apa yang akan kamu terapkan pada gerakanmu sendiri agar lebih aman dan efisien?

Pertemuan 2 — Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Waktu dan Hubungan dalam Lari Estafet Berkecepatan Variatif — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesehatan, serta memeriksa kesiapan fisik dan kehadiran murid di lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis terstruktur yang berfokus pada mobilitas sendi panggul, pergelangan kaki, dan peregangan dinamis tungkai untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas lari variatif (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep waktu dan hubungan dalam lari estafet berkecepatan variatif, dilanjutkan asesmen awal diagnostik lisan terkait penyesuaian timing start lari penerima saat pelari pembawa melambat/mempercepat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi model mengenai penerapan konsep gerak waktu (irama lari, saat/timing mulai lari penerima) dan konsep hubungan (jarak spasial antar-pelari, keselarasan tangan pemberi-penerima tongkat di zona pergantian 20 meter) dalam lari estafet berkecepatan variatif (10 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid menelaah 3 skenario variasi kecepatan berikut: Skenario 1 (pemberi melambat di 10 meter terakhir menjelang serah-terima), Skenario 2 (pemberi mempercepat lari melampaui ritme normal), dan Skenario 3 (kecepatan konstan tetapi penerima memulai lari terlalu awal). Setiap kelompok mengidentifikasi dampak mekanik masing-masing skenario terhadap efektivitas pergantian tongkat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempraktikkan simulasi tantangan 'Estafet Isyarat Zona': pelari 1 berlari dengan variasi kecepatan sesuai peluit/isyarat visual guru (mempercepat 10 meter, melambat 5 meter), sedangkan pelari 2 harus membaca perubahan ritme tersebut dan menyesuaikan timing lari serta jarak jangkauan tangan di zona pergantian (20 menit).
  • Setiap murid bergantian peran sebagai pelari dan observer evaluatif, mencatat pada lembar observasi apakah terjadi tabrakan/jarak terlalu dekat (kesalahan konsep jarak hubungan) atau tongkat gagal berpindah karena penerima terlalu cepat keluar zona (kesalahan timing konsep waktu) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Kelompok mendiskusikan data catatan evaluasi: membandingkan kecepatan gerak pemberi dengan waktu reaksi penerima, serta merumuskan evaluasi perbaikan koreksi gerak (misalnya: 'jika pelari pembawa melambat, penerima menunda start lari selama 1 ketukan agar serah-terima tetap berada di tengah zona') (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan aktivitas pendinginan statis dan peregangan relaksasi otot tungkai dengan berjalan santai mengitari lintasan lari sambil mengatur ritme pernapasan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari evaluasi gerak berbasis konsep waktu dan hubungan, melakukan cek pemahaman akhir, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan skenario dengan rentang kecepatan tetap (variasi minimal), sedangkan murid yang mahir diberikan variasi perubahan kecepatan mendadak (3 variasi kecepatan: lambat-cepat-sprint) di zona pergantian.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan koordinasi waktu diperbolehkan menengok (teknik visual) saat menerima tongkat, sedangkan murid mahir diwajibkan menerapkan pergantian non-visual murni dengan mengandalkan isyarat suara dan perkiraan waktu yang akurat.
  • Produk: Lembar evaluasi gerak bagi pemula difokuskan pada ketepatan serah-terima di dalam zona 20 meter, sedangkan kelompok mahir mengevaluasi kehilangan waktu (detik) dan sudut penjangkauan lengan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan sebelum aktivitas: 'Jika temanmu yang membawa tongkat estafet terlihat melambat karena kelelahan 5 meter sebelum zona pergantian, tindakan apa yang harus kamu lakukan terkait waktu start lari dan jarak posisimu?' (Kriteria penerimaan: murid menjawab bahwa penerima harus menunda/memperlambat waktu akselerasi start dan menjaga jarak jangkauan lebih dekat agar serah-terima tongkat tidak melewati batas zona 20 meter).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat simulasi: Guru memeriksa lembar kerja evaluasi observer kelompok terhadap 3 parameter konsep gerak: (1) Ketepatan waktu mulai lari (timing start) saat isyarat variasi kecepatan muncul, (2) Pengaturan jarak relasional antar-tangan pemberi dan penerima (jarak ideal rentang lengan 1-1,5 meter), (3) Keberhasilan serah-terima tongkat secara mulus tanpa kehilangan momentum lari di dalam zona pergantian.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/tertulis singkat berupa evaluasi kasus gerak: 'Sebutkan 2 penyesuaian spesifik berbasis konsep waktu dan hubungan yang harus dilakukan pelari jika tongkat sering gagal berpindah akibat pelari pembawa tiba-tiba melambat di zona pergantian!' (Acuan jawaban benar: (1) Konsep Waktu: Pelari penerima menunda start lari atau menurunkan percepatan akselerasi awal agar sinkron dengan ritme pembawa; (2) Konsep Hubungan: Mempertahankan ekstensi jangkauan lengan ke belakang lebih lama dan menjaga jarak antar-pelari tetap berada dalam rentang jangkauan aman tanpa menabrak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak evaluatif: pengamatan penyesuaian waktu start lari dan posisi spasial tangan pada zona pergantian estafet
  • Penilaian antar-teman menggunakan lembar observasi evaluasi konsep waktu dan hubungan dalam estafet variatif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Keterampilan Gerak Berbasis Konsep Waktu (Timing Akselerasi & Ritme)Belum mampu mengidentifikasi kesalahan timing; penerima lari terlalu awal atau terlambat sehingga serah-terima gagal di dalam zona pergantian.Mampu mengidentifikasi kesalahan timing akselerasi tetapi evaluasi perbaikan penyesuaian ritme gerak masih belum sinkron dengan kecepatan pelari pembawa.Mampu mengevaluasi dan menyesuaikan timing lari start secara tepat saat terjadi perubahan kecepatan pelari pembawa sehingga operan tongkat berhasil di dalam zona.Mampu mengevaluasi secara kritis dan mandiri ketepatan timing akselerasi pada 3 variasi kecepatan yang berbeda secara konsisten tanpa kehilangan momentum lari.
Mengevaluasi Keterampilan Gerak Berbasis Konsep Hubungan (Jarak & Koordinasi Spasial Antar-Pelari)Belum mampu menilai keterkaitan jarak antar-pelari; posisi tubuh terlalu dekat (berisiko tabrakan) atau terlalu jauh di luar jangkauan tangan.Mampu mengenali kesalahan jarak antar-pelari namun evaluasi posisi spasial tangan dan tubuh belum menghasilkan operan yang stabil.Mampu mengevaluasi dan menata jarak relasional tubuh serta jangkauan koordinasi tangan secara efektif (rentang 1-1,5 meter) saat serah-terima tongkat berlangsung.Mampu mengevaluasi secara komprehensif penyesuaian orientasi posisi tubuh, koordinasi non-visual, dan rentang jarak jangkauan secara presisi di berbagai kondisi variasi kecepatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan variasi kecepatan pada lintasan lari estafet cukup menantang kemampuan evaluasi gerak murid terkait konsep waktu dan hubungan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam melakukan pengamatan dan evaluasi gerak terhadap rekan kelompoknya menggunakan lembar observasi?

Murid:

  • Bagian mana dari penyesuaian waktu lari (konsep waktu) yang paling sulit kamu selaraskan ketika pelari pembawa tongkat mengubah kecepatannya?
  • Bagaimana kamu mengatur posisi dan jarak tubuhmu (konsep hubungan) dengan pelari lain agar tongkat dapat berpindah secara mulus tanpa melambat?

Pertemuan 3 — Mengevaluasi Strategi Gerak Berbasis Konsep Gerak dalam Menyelesaikan Tantangan Melintasi Rintangan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.2 Mengevaluasi strategi gerak berbasis konsep gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memimpin pemanasan dinamis berbasis mobilitas sendi tungkai dan kelenturan tubuh di lapangan (10 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab secara lisan analisis situasi: 'Jika ada rintangan gawang setinggi 50 cm dengan jarak pendaratan sempit, apakah strategi yang tepat adalah melompat tinggi melengkung dengan daya ledak vertikal atau melangkah panjang mendatar? Mengapa?' (Acuan jawaban: melompat vertikal terkontrol dengan tekukan lutut peredam, karena area pendaratan sempit memerlukan kontrol ruang pendaratan agar tidak melebihi batas dan meminimalkan benturan tenaga pendaratan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mengamati kartu panduan evaluasi strategi gerak melintasi 3 zona rintangan bertingkat (Zona 1: rintangan balok rendah berjarak rapat; Zona 2: rintangan gawang medium; Zona 3: matras berpembatas lebar) yang berfokus pada keterkaitan konsep ruang (lintasan gerak, arah, jarak awalan) dan konsep tenaga (daya ledak tolakan, efisiensi pendaratan) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati lembar observasi evaluasi strategi gerak yang memuat indikator ketercapaian efektivitas strategi tolakan, lintasan tubuh di udara, dan penyerapan gaya saat mendarat (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan simulasi permainan tantangan sirkuit gerak 'Obstacle Navigator', di mana setiap murid melintasi rangkaian 3 zona rintangan secara bergantian dengan mencoba 2 pilihan strategi gerak berbeda (Strategi A: pendekatan kecepatan tinggi dengan lompatan horizontal datar; Strategi B: pendekatan langkah terukur dengan lompatan vertikal terkontrol) (20 menit).
  • Murid mencatat dan mengevaluasi efektivitas kedua strategi gerak tersebut pada lembar evaluasi individu berdasarkan keberhasilan melintasi rintangan tanpa menjatuhkan alat, ketepatan ruang tumpuan, dan kestabilan pendaratan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membandingkan hasil evaluasi strategi gerak masing-masing dan merumuskan faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan strategi gerak berdasarkan konsep ruang dan tenaga pada sirkuit rintangan yang dihadapi (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi pendinginan (cooling down) terpandu untuk merilekskan otot tungkai dan punggung (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui 1 butir evaluasi tertulis ringkas, memberikan umpan balik umum terhadap hasil analisis strategi gerak murid, dan menutup sesi dengan doa (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan sirkuit rintangan dengan ketinggian balok/gawang lebih rendah (20-30 cm) dan jarak tumpuan tetap, sedangkan murid yang mahir diberikan variasi rintangan gawang lebih tinggi (50-60 cm) dengan jarak antar-rintangan bervariasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan evaluasi strategi gerak dengan bantuan checklist indikator langkah tumpuan per rintangan; murid yang mahir mengevaluasi kombinasi strategi kecepatan awalan dan sudut tolakan secara mandiri.
  • Produk: Lembar evaluasi strategi gerak disesuaikan: murid reguler menganalisis efektivitas 1 strategi terbaik, murid mahir menganalisis perbandingan kelebihan dan kelemahan 2 strategi berbeda secara terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan pemetaan diagnostik kesiapan mengevaluasi strategi: 'Bagaimana penyesuaian konsep tenaga dan ruang saat melompati rintangan berurutan yang jaraknya makin menyempit?' (Kriteria penerimaan: jawaban mengidentifikasi pengurangan kecepatan lari/ruang langkah awalan dan peningkatan tenaga tolakan vertikal terarah agar kaki tidak menabrak rintangan berikutnya).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja evaluasi strategi gerak murid selama melintasi 3 zona rintangan sirkuit gerak, menilai ketepatan analisis efektivitas tolakan, lintasan gerak, dan penyerapan pendaratan berdasarkan konsep ruang dan tenaga.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal): 'Tuliskan evaluasi strategi gerak terbaik untuk melintasi rintangan gawang medium dengan area mendarat licin/sempit, serta jelaskan alasan penerapan konsep ruang dan tenaga pada strategi tersebut!' (Kriteria penerimaan: strategi memuat awalan langkah terukur/sedang, tolakan vertikal terkontrol [konsep ruang/tenaga], dan pendaratan dengan menekuk kedua lutut membentuk sudut pegas untuk menyerap gaya tumbukan [konsep tenaga]).

Formatif:

  • Penilaian proses observasi lembar kerja evaluasi strategi gerak berbasis konsep gerak saat melintasi rintangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi strategi gerak berbasis konsep gerak pada rintanganBelum mampu mengevaluasi kesesuaian strategi gerak; catatan evaluasi tidak menghubungkan keberhasilan capaian dengan konsep ruang (jarak awalan/lintasan) maupun konsep tenaga (daya tolak/pendaratan).Mampu mengevaluasi strategi gerak namun hanya mengaitkannya dengan 1 konsep saja (konsep ruang saja atau konsep tenaga saja) dalam menyelesaikan rintangan.Mampu mengevaluasi efektivitas strategi gerak secara tepat dengan menghubungkan keberhasilan capaian rintangan pada konsep ruang (lintasan/jarak awalan) dan konsep tenaga (daya tolak/pendaratan).Mampu mengevaluasi efektivitas 2 strategi gerak yang berbeda secara komparatif, mendalam, dan mandiri dengan menganalisis secara tepat interaksi konsep ruang dan tenaga terhadap keberhasilan melintasi seluruh variasi rintangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan pada sirkuit gerak sudah cukup menantang murid untuk menerapkan dan mengevaluasi berbagai strategi gerak?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menganalisis hubungan konsep ruang dan tenaga saat mengevaluasi gerakan melintasi rintangan?

Murid:

  • Bagaimana strategi gerak yang saya pilih membantu saya berhasil melintasi rintangan dengan aman dan efektif?
  • Faktor konsep gerak apa (ruang atau tenaga) yang paling menentukan keberhasilan saya saat melewati rintangan yang paling menantang?

Pertemuan 4 — Mengevaluasi Strategi Gerak yang Telah Dikuasai dalam Situasi Gerak Baru yang Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai berbasis konsep gerak dalam situasi gerak baru yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi efektivitas penyesuaian strategi gerak yang telah dikuasai (kombinasi gerak lari dan lompat) saat diterapkan dalam situasi gerak baru yang menantang (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terstruktur: (1) Mengapa sudut tolakan saat melompat harus diubah jika tinggi rintangan bertambah? (acuan: sudut tolakan diperbesar mendekati vertikal dan tenaga dorong ditambah agar titik tertinggi lintasan melampaui rintangan); (2) Bagaimana penyesuaian panjang langkah awalan jika zona mendarat dipersempit? (acuan: panjang langkah diperpendek dan frekuensi dijaga untuk meningkatkan kontrol pendaratan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang 2 situasi gerak baru: Situasi A (lintasan lari cepat berbelok tajam 90 derajat dengan zona pendaratan miring) dan Situasi B (lintasan lari dengan 2 rintangan ketinggian berbeda 40 cm dan 60 cm pada jarak sempit 3 meter) (10 menit).
  • Murid menganalisis secara mandiri lembar panduan analisis yang memuat identifikasi perbedaan kebutuhan konsep ruang (lebar/sudut lintasan) dan tenaga (daya dorong/rem) antara situasi gerak standar dan situasi gerak baru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mempraktikkan penerapan strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam Situasi Gerak A dan B melalui aktivitas simulasi tantangan gerak adaptif yang dirancang menyenangkan dan kompetitif secara individu (10 menit).
  • Murid melakukan evaluasi mandiri terhadap 3 indikator keberhasilan strategi gerak pada lembar kerja evaluasi: (1) efektivitas penggunaan ruang lintasan, (2) efisiensi penggunaan tenaga dorong, dan (3) stabilitas kontrol gerak saat mengatasi situasi baru (15 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi perbandingan catatan hasil uji coba pertama dan kedua untuk menentukan apakah penyesuaian strategi gerak berbasis konsep gerak yang dilakukannya berhasil meningkatkan efektivitas kinerja gerak atau masih menimbulkan kegagalan (15 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan aktivitas pendinginan statis dan dinamis untuk memulihkan kondisi fisik (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir berdasarkan lembar evaluasi gerak serta memberikan umpan balik terarah terkait ketajaman evaluasi strategi gerak murid, lalu menutup kelas dengan doa bersama (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar ceklis evaluasi dengan panduan visual sudut lintasan dan tanda batas tenaga; murid dengan kesiapan tinggi diberikan lembar evaluasi tanpa panduan visual untuk situasi gerak rintangan kombinasi beruntun.
  • Proses: Murid yang kesulitan mengevaluasi diberikan kesempatan mengamati rekaman video gerak lambat dirinya saat melintasi rintangan; murid cepat langsung melakukan evaluasi mandiri analitis terhadap 2 variasi rintangan.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar evaluasi strategi gerak yang sama, murid mahir menambahkan usulan alternatif modifikasi tenaga pada situasi rintangan ekstrem.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan dengan 2 pertanyaan acuan: (1) Penyesuaian sudut tolakan saat rintangan bertambah tinggi (acuan: sudut diperbesar mendekati vertikal dan tenaga dorong ditingkatkan); (2) Penyesuaian panjang langkah jika zona mendarat dipersempit (acuan: langkah awalan diperpendek untuk menjaga kestabilan dan titik henti pendaratan).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar evaluasi strategi gerak murid pada Situasi Gerak A dan B berdasarkan 3 indikator: (1) ketepatan analisis konsep ruang [acuan: lintasan belokan tajam menuntut pemotongan sudut tikungan], (2) ketepatan analisis konsep tenaga [acuan: pengurangan kecepatan sesaat sebelum belokan dan akselerasi keluar tikungan], (3) ketepatan rekomendasi perbaikan strategi [acuan: penyesuaian sudut tolakan pada rintangan 60 cm agar tidak menyentuh bilah].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di penutup: Murid menuliskan 1 kesimpulan evaluasi dari situasi gerak baru yang dihadapi: 'Tindakan penyesuaian strategi apa yang paling menentukan keberhasilan melintasi rintangan ketinggian variatif tanpa kehilangan keseimbangan?' (kriteria penerimaan operasional: jawaban menyebutkan korelasi tepat antara penambahan sudut tolakan vertikal dan pengalokasian tenaga tumpuan saat mendekati rintangan tertinggi).

Formatif:

  • Penilaian proses menggunakan Lembar Evaluasi Strategi Gerak Mandiri (mengukur ketepatan identifikasi keberhasilan/kendala strategi gerak berbasis konsep ruang dan tenaga pada situasi baru).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi strategi gerak dalam situasi gerak baru berbasis konsep gerakBelum mampu mengidentifikasi efektivitas maupun kendala strategi gerak yang diterapkan dalam situasi gerak baru berdasarkan konsep ruang dan tenaga.Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 indikator evaluasi strategi gerak (ruang, tenaga, atau rekomendasi perbaikan) dalam situasi gerak baru sesuai acuan.Mampu mengevaluasi 2 dari 3 indikator evaluasi strategi gerak (ruang, tenaga, dan rekomendasi perbaikan) dalam situasi gerak baru secara tepat sesuai acuan.Mampu mengevaluasi seluruh 3 indikator evaluasi strategi gerak (efektivitas konsep ruang, efisiensi konsep tenaga, dan rekomendasi perbaikan taktis) dalam situasi gerak baru secara tepat dan mendalam sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan pada situasi gerak baru yang disiapkan cukup menantang murid untuk mengevaluasi strategi geraknya?
  • Apakah instrumen lembar evaluasi mandiri membantu murid bernalar kritis mengaitkan konsep ruang dan tenaga dengan capaian geraknya?

Murid:

  • Bagian mana dari penyesuaian strategi gerakmu yang paling berhasil mengatasi rintangan baru?
  • Konsep gerak apa (ruang, tenaga, atau waktu) yang paling sulit kamu sesuaikan saat menghadapi situasi gerak yang belum pernah kamu coba sebelumnya?

Pertemuan 5 — Mengevaluasi Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja Tim Berbasis Kepemimpinan dan Kolaborasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi pemanasan dinamis terstruktur (8 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim berbasis kepemimpinan dan kolaborasi, serta menyampaikan pertanyaan pemantik (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menyajikan 1 skenario studi kasus tertulis: 'Sebuah tim bertahan tertinggal 1 angka dengan sisa waktu 30 detik. Pemain bertahan A merebut bola di area sendiri, namun 2 penyerang lawan langsung menutup jalur tengah. Apa keputusan tim tercepat yang harus diambil oleh kapten/pemimpin tim dan bagaimana rekan setim harus berkolaborasi?' (Acuan respon tepat: Pemimpin tim menginstruksikan pengalihan bola cepat ke sisi sayap yang kosong, dan 2 rekan setim segera bergerak membuka ruang tanpa bola di area samping untuk menerima operan) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok kecil (masing-masing 5 orang) mencermati panduan taktis 'Permainan Invasi Penguasaan Zona 5 vs 5', di mana setiap tim harus menetapkan 1 koordinator strategi/pemimpin lapangan dan menyepakati pembagian peran kolaboratif (siapa pembawa bola, pembuka ruang, dan penutup pertahanan) (10 menit).
  • Murid menganalisis 2 opsi strategi pengambilan keputusan tim: Opsi A (Keputusan terpusat: menunggu instruksi koordinator sebelum setiap pergerakan) vs Opsi B (Keputusan terdistribusi: koordinator memberi sinyal pola awal, lalu setiap anggota mengambil keputusan cepat membaca ruang kosong secara kolaboratif) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan permainan invasi 5 vs 5 dalam lapangan berpetak zona dengan menerapkan strategi pengambilan keputusan tim secara bergantian selama 2 babak (masing-masing 10 menit), di mana kepemimpinan lapangan diuji saat tim lawan mengubah tempo atau memberikan tekanan tinggi (20 menit).
  • Dalam suasana yang kompetitif dan menggembirakan, guru memberikan variasi tantangan 'Kartu Taktis Kejutan' di menit ke-15 (misalnya: 'Zona tengah ditutup, tim harus membuat keputusan berpindah arah hanya melalui sisi samping maksimal 3 detik per pemain'), sehingga murid merasakan dinamika koordinasi tim yang menantang sekaligus seru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap tim menghentikan permainan dan duduk melingkar untuk mengevaluasi strategi pengambilan keputusan yang telah diterapkan menggunakan Lembar Evaluasi Tim, mencakup efektivitas instruksi pemimpin dan kelancaran kolaborasi pergerakan rekan tanpa bola (10 menit).
  • Perwakilan tim merumuskan 1 evaluasi kritis mengenai penyebab keberhasilan atau kegagalan keputusan taktis yang diambil saat situasi tertekan dan menentukan perbaikan koordinasi tim ke depan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa evaluasi keputusan tim yang efektif bertumpu pada kejelasan kepemimpinan di lapangan serta kecepatan kolaborasi membaca ruang gerak bersama (5 menit).
  • Guru memfasilitasi pendinginan otot, memberikan umpan balik umum terhadap evaluasi keputusan tiap tim, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan skenario zona permainan dengan jumlah lawan bertahan yang dikurangi (5 vs 3), sedangkan murid yang mahir menghadapi tantangan zona penuh dengan batas waktu penguasaan bola maksimal 3 detik per pemain.
  • Proses: Pada murid yang belum lancar berkolaborasi, guru memberikan kartu panduan sinyal keputusan sederhana (misalnya sinyal tangan/kata kunci pendek), sementara murid mahir mengevaluasi keputusan strategi secara mandiri tanpa jeda instruksi dari guru.
  • Produk: Evaluasi tim dituangkan dalam lembar checklist keputusan sederhana bagi kelompok pemula, atau berupa analisis perbandingan efektivitas 2 strategi keputusan bagi kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik tertulis/lisan: 'Sebuah tim bertahan tertinggal 1 angka dengan sisa waktu 30 detik. Pemain bertahan A merebut bola di area sendiri, namun 2 penyerang lawan langsung menutup jalur tengah. Apa keputusan tim tercepat yang harus diambil oleh kapten/pemimpin tim dan bagaimana rekan setim harus berkolaborasi?' (Kriteria penerimaan: Jawaban tepat memuat instruksi pemimpin mengalihkan bola ke ruang bebas di sisi sayap, serta tindakan rekan setim bergerak membuka ruang tanpa bola untuk menerima operan).

Proses:

  • Pengamatan formatif keterlibatan murid dalam mengevaluasi keputusan tim saat jeda antar-babak dan permainan berlangsung, dinilai berdasarkan ketepatan mengidentifikasi kesalahan koordinasi operan/posisi dan merumuskan penyesuaian instruksi kepemimpinan.
  • Pemeriksaan Lembar Evaluasi Tim yang memuat 3 butir analisis: (1) Kejelasan arahan pemimpin saat lawan menekan; (2) Ketepatan pembagian peran rekan setim; (3) Evaluasi dampak keputusan terhadap keberhasilan menembus zona lawan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui 1 butir reflektif tertulis: 'Tuliskan 1 evaluasi terhadap keputusan tim kalian saat menghadapi tekanan lawan hari ini: apakah keputusan tersebut berhasil/gagal, dan apa peran kepemimpinan serta kolaborasi di dalamnya?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan situasi tekanan spesifik, menilai efektivitas keputusan yang diambil, serta mengaitkannya dengan peran instruksi pemimpin atau koordinasi gerak rekan setim).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui respon solusi taktis atas studi kasus keputusan tim
  • Lembar observasi evaluasi strategi pengambilan keputusan tim saat permainan invasi
  • Lembar refleksi evaluasi kolaborasi dan kepemimpinan tim di tahap penutup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim berbasis kepemimpinan dan kolaborasiBelum mampu mengevaluasi strategi keputusan tim; hanya menyebutkan hasil akhir (menang/kalah) tanpa mengaitkan dengan arahan pemimpin atau koordinasi rekan setim.Mampu mengevaluasi keputusan tim secara terbatas dengan menyebutkan salah satu aspek saja (arahan pemimpin saja ATAU pergerakan rekan setim saja) dengan bantuan panduan guru.Mampu mengevaluasi strategi keputusan tim secara tepat, mengidentifikasi keberhasilan/kelemahan arahan pemimpin dan kolaborasi pergerakan rekan setim saat menghadapi tekanan lawan secara mandiri.Mampu mengevaluasi strategi keputusan tim secara komprehensif dan mendalam, mengaitkan hubungan sebab-akibat antara arahan pemimpin, sinkronisasi gerak rekan tim, dan alternatif keputusan taktis perbaikan secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain permainan invasi berzona efektif memicu munculnya kebutuhan kepemimpinan dan pengambilan keputusan kolaboratif?
  • Apakah seluruh murid dalam tim aktif terlibat dalam mengevaluasi keputusan taktis tanpa didominasi oleh satu orang?

Murid:

  • Bagaimana peran kepemimpinan di tim saya memengaruhi kecepatan dan ketepatan keputusan yang saya ambil di lapangan?
  • Apa evaluasi utama saya terhadap kolaborasi tim saat menghadapi tekanan ketat dari lawan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
  • TP 11.3.2 Mengevaluasi strategi gerak berbasis konsep gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
  • TP 11.3.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai berbasis konsep gerak dalam situasi gerak baru yang menantang
  • TP 11.3.4 Mengevaluasi strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran 28 murid, serta memimpin pemanasan dinamis terarah untuk mempersiapkan kondisi fisik murid (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan sesi asesmen sumatif bab, tata tertib, prosedur pelaksanaan dua tugas (Tugas 1: Unjuk Kerja Gerak Taktis Bergiliran dan Tugas 2: Evaluasi-Refleksi Tertulis Mandiri), serta kriteria rubrik penilaian yang digunakan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan alur lintasan unjuk kerja gerak taktis (Tugas 1: stasiun senam lantai guling depan/belakang pada matras, lari kelincahan berkecepatan variatif zig-zag, dan melompati 3 rintangan gawang mini) serta memahami lembar evaluasi dan refleksi tertulis (Tugas 2) yang memuat butir analisis penerapan konsep gerak, adaptasi situasi baru, serta keputusan tim (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1 (TP 1, TP 2): Sebanyak 28 murid secara bergiliran individual (1,5 menit per murid = 42 menit, ditambah 8 menit transisi/pencatatan oleh guru, total 50 menit) melaksanakan unjuk kerja gerak melintasi lintasan rintangan menantang. Guru mengobservasi dan mencatat menggunakan lembar observasi pada dua aspek: (1) ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang (pembulatan tubuh saat guling, efisiensi lintasan gerak, dan kontrol ketinggian lompatan) dan (2) efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan (penyesuaian tenaga dan kecepatan saat mendekati serta melewati rintangan). Murid yang menunggu giliran melakukan peregangan mandiri di area aman tanpa mengganggu jalannya asesmen (45 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2 (TP 3, TP 4): Seluruh 28 murid duduk secara mandiri dan serentak di tribun/kelas untuk mengerjakan Lembar Evaluasi dan Refleksi Tertulis selama 20 menit. Lembar ini memuat 2 butir soal analisis terbuka terstruktur: Butir 1 (TP 3) meminta murid mengevaluasi bagaimana strategi gerak yang telah dikuasai diadaptasi pada situasi baru yang menantang (acuan jawaban: murid menuliskan identifikasi minimal 2 perubahan parameter medan/lingkungan gerak dan minimal 2 penyesuaian teknis seperti modulasi tenaga dorong atau sudut tumpuan kaki); Butir 2 (TP 4) meminta murid mengevaluasi efektivitas strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim saat menghadapi tekanan tugas (acuan jawaban: murid menuliskan minimal 2 keputusan taktis yang diambil tim, peran kepemimpinan yang dijalankan, serta bukti koordinasi-kolaborasi antaranggota untuk mencapai tujuan gerak) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan pendinginan mandiri, memeriksa kelengkapan identitas pada artefak Tugas 2 sebelum mengumpulkannya secara tertib kepada guru, dan secara hening merenungkan ketercapaian performa gerak serta akurasi evaluasi tertulis yang telah dibuat (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja Tugas 2 dari 28 murid, menyampaikan apresiasi atas integritas dan ketertiban seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 3, memberikan simpulan umum mengenai proses evaluasi gerak sepanjang bab, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses penyediaan format lembar asesmen tertulis dengan teks terbaca jelas dan bagan rute lintasan visual tanpa mengubah kompetensi, indikator, atau bobot tugas.
  • Proses: Pemberian waktu jeda istirahat singkat sebelum transisi giliran unjuk kerja fisik bagi murid yang membutuhkan pemulihan pernapasan tanpa mengubah parameter gerak yang diuji.
  • Produk: Format penulisan lembar evaluasi dan refleksi dapat berupa poin-poin terstruktur atau esai analitik berparagraf, selama memenuhi seluruh kriteria acuan jawaban yang ditetapkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan fisik dan pemahaman petunjuk unjuk kerja lintasan rintangan serta lembar evaluasi tertulis melalui konfirmasi pemahaman prosedur keselamatan gerak (acuan: murid mengonfirmasi rute lintasan guling-lari-lompat dan urutan pengerjaan tugas secara benar).

Proses:

  • Pencatatan langsung pada lembar observasi ketercapaian unjuk kerja 28 murid saat melintasi lintasan rintangan (memeriksa ketepatan pembulatan tubuh, lintasan gerak efisien, kontrol tenaga, dan penyesuaian laju gerak).

Sumatif Bab:

  • Penilaian kinerja gerak terstruktur bergiliran dan penyusunan lembar evaluasi-refleksi tertulis mandiri: Tugas 1 (TP 1, 2): Catatan observasi unjuk kerja gerak spesifik dan penyesuaian taktis gerak (TP 1, TP 2), aspek: ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang; efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 8 menit transisi/pencatatan (total 50 menit, hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 8 menit = 50 menit <= 50 menit; murid lain melakukan pemanasan terarah atau mengamati secara mandiri). Tugas 2 (TP 3, 4): Lembar evaluasi dan refleksi tertulis terstruktur (TP 3, TP 4) yang dikerjakan secara mandiri dan serentak oleh 28 murid selama 40 menit di kelas/tribun; memuat ulasan adaptasi strategi gerak pada situasi baru serta evaluasi keputusan taktis dan kepemimpinan-kolaborasi dalam tim. Artefak bernama diperiksa guru sesudah kegiatan menggunakan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergiliran.
  • penilaian kinerja unjuk kerja gerak taktis bergiliran: Catatan observasi unjuk kerja gerak spesifik dan penyesuaian taktis gerak (TP 1, TP 2), aspek: ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang; efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 8 menit transisi/pencatatan (total 50 menit, hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 8 menit = 50 menit <= 50 menit; murid lain melakukan pemanasan terarah atau mengamati secara mandiri). (50 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang dan efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan)
  • penugasan evaluasi dan refleksi tertulis serentak: Lembar evaluasi dan refleksi tertulis terstruktur (TP 3, TP 4) yang dikerjakan secara mandiri dan serentak oleh 28 murid selama 40 menit di kelas/tribun; memuat ulasan adaptasi strategi gerak pada situasi baru serta evaluasi keputusan taktis dan kepemimpinan-kolaborasi dalam tim. Artefak bernama diperiksa guru sesudah kegiatan menggunakan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergiliran. (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik evaluasi strategi situasi baru dan refleksi pengambilan keputusan kepemimpinan tim)

Sumatif:

  • Penilaian kinerja gerak terstruktur bergiliran dan penyusunan lembar evaluasi-refleksi tertulis mandiri: Tugas 1 (TP 1, 2): Catatan observasi unjuk kerja gerak spesifik dan penyesuaian taktis gerak (TP 1, TP 2), aspek: ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang; efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 8 menit transisi/pencatatan (total 50 menit, hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 8 menit = 50 menit <= 50 menit; murid lain melakukan pemanasan terarah atau mengamati secara mandiri). Tugas 2 (TP 3, 4): Lembar evaluasi dan refleksi tertulis terstruktur (TP 3, TP 4) yang dikerjakan secara mandiri dan serentak oleh 28 murid selama 40 menit di kelas/tribun; memuat ulasan adaptasi strategi gerak pada situasi baru serta evaluasi keputusan taktis dan kepemimpinan-kolaborasi dalam tim. Artefak bernama diperiksa guru sesudah kegiatan menggunakan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergiliran.
  • penilaian kinerja unjuk kerja gerak taktis bergiliran: Catatan observasi unjuk kerja gerak spesifik dan penyesuaian taktis gerak (TP 1, TP 2), aspek: ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang; efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 8 menit transisi/pencatatan (total 50 menit, hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 8 menit = 50 menit <= 50 menit; murid lain melakukan pemanasan terarah atau mengamati secara mandiri). (50 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek ketepatan penerapan elemen konsep gerak tubuh dan ruang dan efektivitas penyesuaian strategi gerak saat menghadapi tantangan rintangan)
  • penugasan evaluasi dan refleksi tertulis serentak: Lembar evaluasi dan refleksi tertulis terstruktur (TP 3, TP 4) yang dikerjakan secara mandiri dan serentak oleh 28 murid selama 40 menit di kelas/tribun; memuat ulasan adaptasi strategi gerak pada situasi baru serta evaluasi keputusan taktis dan kepemimpinan-kolaborasi dalam tim. Artefak bernama diperiksa guru sesudah kegiatan menggunakan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergiliran. (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik evaluasi strategi situasi baru dan refleksi pengambilan keputusan kepemimpinan tim)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Elemen Konsep Gerak Tubuh dan Ruang (TP 1, Unjuk Kerja)Belum menerapkan konsep ruang dan tubuh dengan tepat; posisi tubuh tidak membulat saat guling dan kehilangan kontrol arah lintasan gerak.Menerapkan 1 dari 3 indikator konsep gerak (pembulatan tubuh saat guling, efisiensi lintasan lari zig-zag, atau kontrol ketinggian lompatan rintangan) secara tepat.Menerapkan 2 dari 3 indikator konsep gerak (pembulatan tubuh saat guling, efisiensi lintasan lari zig-zag, atau kontrol ketinggian lompatan rintangan) secara tepat dan konsisten.Menerapkan seluruh 3 indikator konsep gerak (pembulatan tubuh saat guling, efisiensi lintasan lari zig-zag, dan kontrol ketinggian lompatan rintangan) secara tepat, efisien, dan mandiri.
Efektivitas Penyesuaian Strategi Gerak Melintasi Rintangan (TP 2, Unjuk Kerja)Tidak melakukan penyesuaian kecepatan maupun tenaga saat mendekati dan melintasi rintangan sehingga gerakan terhenti atau menabrak rintangan.Melakukan penyesuaian kecepatan atau tenaga tetapi terlambat dalam mengantisipasi jarak rintangan sehingga ritme gerak terganggu.Menyesuaikan kecepatan dan tenaga secara efektif saat melintasi rintangan dengan ritme gerak yang stabil dan aman.Menyesuaikan kecepatan, tenaga, dan sudut tolakan secara sangat efektif dan mengalir mulus melintasi seluruh rintangan tanpa kehilangan momentum gerak.
Evaluasi Adaptasi Strategi Gerak pada Situasi Baru (TP 3, Artefak Tertulis)Belum mampu mengidentifikasi perubahan situasi maupun penyesuaian teknis gerak yang diperlukan pada situasi baru.Menuliskan 1 perubahan situasi dan 1 penyesuaian teknis gerak, namun analisis keterkaitannya belum runtut sesuai acuan lembar tugas.Menuliskan minimal 2 perubahan parameter situasi dan 2 penyesuaian teknis gerak (modulasi tenaga/sudut tumpuan) secara tepat dan logis sesuai acuan lembar tugas.Menganalisis secara mendalam dan tepat lebih dari 2 parameter situasi serta penyesuaian strategi gerak yang relevan disertai evaluasi dampak mekanikanya.
Evaluasi Keputusan Taktis dan Kepemimpinan-Kolaborasi Tim (TP 4, Artefak Tertulis)Hanya mendeskripsikan aktivitas tim secara umum tanpa evaluasi keputusan taktis, peran kepemimpinan, maupun kolaborasi.Mengevaluasi 1 keputusan taktis tim tetapi belum mengaitkannya dengan peran kepemimpinan dan kolaborasi anggota.Mengevaluasi minimal 2 keputusan taktis tim, 1 wujud tindakan kepemimpinan, dan 1 dampak kolaborasi tim secara tepat dan objektif sesuai acuan lembar tugas.Mengevaluasi secara kritis dan komprehensif lebih dari 2 keputusan taktis tim serta merefleksikan dinamika kepemimpinan dan kolaborasi tim secara mendalam.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid pada Tugas 1 dan 20 menit pada Tugas 2 terlaksana secara efektif dan objektif sesuai target kapasitas?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada Bab 3 dalam mengevaluasi dampak konsep gerak dan kerja tim berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Seberapa tepat saya menerapkan konsep ruang, waktu, dan tenaga saat mengeksekusi rangkaian gerak di lintasan rintangan tadi?
  • Apakah evaluasi tertulis yang saya susun sudah merefleksikan keputusan taktis dan kepemimpinan tim secara jujur dan berdasarkan bukti nyata?

SUMBER BELAJAR

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta: Kemendikbudristek.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta: Kemendikbudristek.
  3. Matras senam lantai (minimal 6-8 unit)
  4. Peluit dan stopwatch
  5. Lembar observasi evaluasi keterampilan gerak berbasis konsep ruang dan tenaga
  6. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2021
  7. Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2021
  8. Lintasan lari/lapangan olahraga sekolah, tongkat estafet, kerucut penanda (cone), peluit, stopwatch, dan lembar observasi evaluasi gerak
  9. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2024
  10. Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI Bab 3, Kemendikbudristek 2024
  11. Peralatan sirkuit rintangan: gawang aman (cone/pipa paralon busa), balok rintangan rendah, matras senam, pita pembatas lintasan, stopwatch, peluit, dan lembar observasi evaluasi gerak
  12. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
  13. Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI Bab 3 (Kemendikbudristek, 2024)
  14. Peralatan rintangan (cone, bilah rintangan ketinggian 40 cm dan 60 cm, matras pendaratan)
  15. Lembar Evaluasi Strategi Gerak Murid
  16. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2024. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI.
  17. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2024. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI.
  18. Matras senam lantai, corong penanda (cones), gawang mini (hurdles), peluit, stopwatch, dan Lembar Evaluasi-Refleksi Tertulis Sumatif Bab 3.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.