MODUL AJAR PJOK — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 1 — Pengoptimalan Keterampilan Gerak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Pengoptimalan Keterampilan Gerak |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 45 menit = 540 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.1.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
- TP 11.1.2 Mengevaluasi strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 11.1.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak baru yang menantang
- TP 11.1.4 Mengevaluasi fair play dan merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa tanda bahwa keterampilan gerak spesifik yang kamu lakukan sudah berada pada level kontrol atau pemanfaatan (utilization)?
- Bagaimana cara mengevaluasi kesalahan gerak spesifik saat kamu menghadapi situasi gerak yang menantang seperti tekanan lawan atau keterbatasan ruang?
- Bagaimana cara kamu mengetahui keterampilan gerakmu berkembang dari waktu ke waktu?
- Bagaimana catatan jurnal latihan dapat membantumu mengevaluasi kelemahan gerak dalam situasi yang menantang?
- Ketika lawan mengubah posisi bertahannya secara mendadak, mengapa strategi penyerangan kita sering kali gagal?
- Faktor apa saja yang menentukan apakah suatu strategi gerak efektif atau justru tidak berhasil dalam situasi permainan yang menantang?
- Bagaimana caramu menyesuaikan strategi gerak menyerang atau bertahan yang biasa kamu gunakan ketika tiba-tiba ukuran lapangan dipersempit atau jumlah lawan bertambah?
- Mengapa strategi gerak yang terbukti berhasil pada situasi biasa bisa gagal ketika diterapkan pada situasi baru yang menantang?
- Apakah sebuah kemenangan tetap bernilai tinggi jika diraih dengan cara melanggar aturan secara sengaja?
- Bagaimana tindakan curang atau tidak sportif seorang pemain dapat merusak strategi dan capaian tim secara keseluruhan?
- Bagaimana caramu mengevaluasi dan mengadaptasi strategi gerak yang telah dikuasai saat menghadapi situasi menantang di lapangan?
- Mengapa evaluasi terhadap penerapan fair play dan perilaku etis sangat menentukan keberhasilan capaian aktivitas jasmani kelompok?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berdasarkan Level Penguasaan Gerak dalam Situasi Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama murid di lapangan olahraga (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1, yaitu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik berdasarkan level penguasaan gerak (pre-control, control, utilization, proficiency) dalam situasi menantang guna meningkatkan kinerja gerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai ciri level penguasaan gerak spesifik passing/mengoper bola (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati lembar observasi mengenai 4 level penguasaan keterampilan gerak spesifik: (1) Pre-control: gerakan kaku, canggung, bola sering meleset; (2) Control: gerakan mulai teratur dan konsisten jika tanpa gangguan; (3) Utilization: gerakan otomatis, tepat sasaran meski ada gangguan/tantangan lawan; (4) Proficiency: gerakan sangat luwes, efektif, dan mampu beradaptasi instan pada situasi sulit (15 menit).
- Murid mengamati peragaan demonstrasi dua rekan murid dalam melakukan operan dada (chest pass) bola basket dalam situasi statis tanpa lawan versus situasi dinamis dengan 1 pemain bertahan aktif, lalu mendiskusikan indikator evaluasi keberhasilan kinerjanya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan melakukan simulasi keterampilan gerak spesifik mengoper bola basket melewati penjagaan aktif dalam area terbatas 4x4 meter, di mana satu murid melakukan operan dan rekan pasangannya mengamati serta mencatat level penguasaan gerak menggunakan lembar observasi evaluasi kinerja gerak (20 menit).
- Murid bertukar peran secara bergantian dan melakukan evaluasi terhadap keberhasilan akurasi passing, keseimbangan tubuh, serta pelepasan bola saat menghadapi situasi menantang penjagaan aktif lawan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menganalisis hasil catatan evaluasi kinerja gerak diri dan pasangannya untuk menentukan level penguasaan gerak saat ini serta merumuskan satu rekomendasi teknis perbaikan gerak (5 menit).
Penutup:- Guru memandu kegiatan pendinginan fisik dan mengajak murid menyimpulkan temuan evaluasi keterampilan gerak spesifik dalam situasi menantang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar evaluasi gerak murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kriteria evaluasi visual bergambar level gerak (pre-control hingga proficiency) bagi murid yang membutuhkan panduan konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih pada tahap pre-control, tantangan penjagaan lawan dilakukan secara semi-aktif/pasif; bagi murid yang sudah pada tahap utilization, intensitas tekanan penjaga dinaikkan menjadi penjagaan aktif penuh.
- Produk: Rekomendasi perbaikan gerak pada lembar evaluasi dirumuskan dalam bentuk poin tindakan sederhana bagi pemula, atau analisis biomekanika pelepasan gerak bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai 3 karakteristik gerak pada level pre-control dan control. Butir pertanyaan: 'Sebutkan 3 perbedaan pelaksanaan gerak mengoper antara level pre-control dan level control!' (Kriteria penerimaan: Pre-control: (1) Gerakan kaku/canggung, (2) Pengendalian bola sering lepas/meleset, (3) Memerlukan konsentrasi penuh hanya untuk memegang bola; Control: (1) Gerakan mulai konsisten saat tidak dijaga, (2) Bentuk gerakan tubuh berulang dengan pola yang sama, (3) Berhasil mengarahkan bola ke sasaran diam tanpa tekanan).
Proses:- Penilaian formatif menggunakan lembar observasi evaluasi keterampilan gerak spesifik mengoper bola basket melewati rintangan aktif (4 indikator acuan: (1) Sikap awal seimbang sebelum mengoper, (2) Pelepasan bola tepat melewati jangkauan tangan bertahan, (3) Laju bola akurat setinggi dada rekan penerima, (4) Ketepatan identifikasi penentuan level penguasaan: pre-control bila berhasil 0-1 kali, control bila 2 kali, utilization bila 3-4 kali, proficiency bila 5 kali berhasil sempurna tanpa kesalahan dari 5 kali percobaan tantangan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan hasil evaluasi level penguasaan gerak dirinya dan tindakan konkret peningkatannya. Acuan penerimaan: Murid mampu menyebutkan level kinerjanya (misal: 'Saya di level control karena berhasil 2 dari 5 operan terarah') disertai 1 tindakan perbaikan spesifik (misal: 'mempercepat dorongan pergelangan tangan sebelum tangan lawan menutup ruang').
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan penilaian lembar evaluasi level penguasaan keterampilan gerak spesifik berpasangan saat menghadapi rintangan bertahan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik dalam Situasi Menantang | Belum mampu mengidentifikasi level penguasaan gerak spesifik diri/pasangan dan tidak dapat menentukan kesalahan gerak saat menghadapi situasi rintangan aktif. | Mampu mengidentifikasi level penguasaan gerak spesifik diri/pasangan secara tepat pada situasi sederhana tanpa rintangan, namun belum tepat mengevaluasi gerak dalam situasi menantang dengan rintangan aktif. | Mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik diri dan pasangan secara tepat berdasarkan level penguasaan gerak (pre-control, control, utilization) dalam situasi menantang dengan rintangan aktif serta memberikan 1 rekomendasi perbaikan. | Mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik secara komprehensif, tepat, dan mandiri melintasi seluruh level penguasaan gerak hingga level proficiency dalam berbagai variasi situasi menantang serta merumuskan rekomendasi perbaikan kinerja gerak secara terperinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rintangan aktif yang menantang mampu memunculkan variasi level keterampilan gerak murid secara nyata?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi rekannya secara objektif menggunakan indikator level penguasaan gerak?
Murid:- Pada level penguasaan manakah keterampilan gerak spesifik operanmu berada saat menghadapi tekanan lawan?
- Apa hambatan utama yang menyebabkan keterampilan gerakmu belum mencapai kinerja maksimal pada situasi menantang tadi?
Pertemuan 2 — Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Melalui Jurnal Refleksi Latihan untuk Meningkatkan Kinerja Gerak — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas di lapangan/ruang olahraga dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan kondisi fisik murid siap beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengevaluasi keterampilan gerak spesifik menggunakan jurnal refleksi latihan pada situasi gerak menantang untuk meningkatkan kinerja gerak (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 3 komponen utama yang harus ada dalam jurnal latihan gerak agar dapat mengevaluasi kinerja!' (acuan jawaban: 1. Jenis/teknik keterampilan gerak spesifik, 2. Catatan kendala/kesalahan pada situasi menantang, 3. Rencana tindakan perbaikan) serta melakukan pemanasan dinamis berpasangan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan singkat kisah atlet (seperti Michael Phelps dan Eko Yuli Irawan) yang menggunakan jurnal refleksi untuk mencatat detail kesalahan teknik dan mengevaluasi efektivitas latihan (7 menit).
- Murid menelaah lembar format Jurnal Refleksi Latihan Gerak yang memuat kolom: (1) Keterampilan Gerak Spesifik (misal: lay-up shot basket dengan rintangan/passing bawah voli dari servis keras/tendangan penalti bertekanan), (2) Target Keberhasilan & Tantangan Situasi, (3) Catatan Hasil Observasi Eksekusi Gerak (faktor hambatan/kesalahan posisi), (4) Evaluasi Tingkat Kinerja (berdasarkan ketercapaian target), dan (5) Rencana Solusi Koreksi Gerak (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memilih satu keterampilan gerak spesifik yang ingin dievaluasi (contoh: lay-up shot bola basket dengan rintangan aktif pembela) lalu secara bergantian melakukan uji gerak sebanyak 5 kali percobaan dalam situasi menantang tersebut (10 menit).
- Dalam 'Tantangan Praktik Berpasangan' yang seru, murid A melakukan gerakan dan murid B bertindak sebagai observer yang menghitung keberhasilan serta mencatat kendala gerak (misal: tolakan kaki kurang vertikal, pelepasan bola terlalu cepat karena terburu-buru oleh rintangan), kemudian berganti peran (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi lembar Jurnal Refleksi Latihan Gerak berdasarkan data hasil observasi pasangannya, lalu menuliskan evaluasi terhadap kinerja geraknya: mengidentifikasi fase gerak yang gagal (awalan, tolakan, eksekusi, atau pendaratan) dan merumuskan langkah koreksi gerak spesifik untuk perbaikan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil evaluasi pada jurnal refleksinya, memverifikasi kesesuaian antara kendala gerak yang ditemukan dengan solusi tindakan koreksi yang dirancang (5 menit).
- Murid melakukan 2 kali uji coba ulang keterampilan gerak spesifik tersebut dengan menerapkan rencana koreksi yang telah ditulis dalam jurnal refleksi untuk membuktikan apakah kinerja geraknya membaik (5 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan (cooling down) untuk mengembalikan kelenturan otot dan kestabilan detak jantung (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: meminta murid menunjukkan lembar jurnal dan membacakan 1 kesimpulan evaluasi keterampilan geraknya beserta perbaikan yang berhasil dilakukan (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil evaluasi mandiri murid, mengingatkan murid untuk membawa jurnal refleksi ini pada sesi berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format jurnal dengan petunjuk centang daftar cek fase gerak (awalan, tumpuan, pelepasan, pendaratan), sedangkan murid yang mahir diberikan format jurnal terbuka dengan parameter situasi menantang yang lebih kompleks (penambahan kecepatan rintangan).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru/rekan saat menganalisis fase kesalahan gerak pada jurnal, sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis catatan hasil observasi secara mandiri.
- Produk: Murid menuliskan evaluasi kinerja gerak dan rencana koreksi pada jurnal refleksi latihan dengan tingkat kedalaman analisis teknik yang disesuaikan dengan level kemampuannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 komponen utama dalam jurnal latihan agar dapat digunakan untuk mengevaluasi gerak!' (Kriteria penerimaan/acuan jawaban: murid menyebutkan minimal: 1. Komponen teknik/keterampilan gerak spesifik, 2. Catatan kendala/kesalahan pelaksanaan pada situasi menantang, 3. Rencana solusi/koreksi gerak perbaikan).
Proses:- Observasi formatif saat murid melakukan uji gerak berpasangan, mengamati ketepatan pencatatan data performa gerak pada lembar observasi rekan.
- Pemeriksaan lembar Jurnal Refleksi Latihan Gerak milik murid: memastikan evaluasi mencakup identifikasi fase gerak yang keliru (fase awalan/tolakan/eksekusi/pendaratan) dan ketepatan rumusan tindakan koreksi teknis.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar Jurnal Refleksi Latihan Gerak dengan acuan kelengkapan 3 kriteria: (1) Memuat catatan data performa dari 5 kali percobaan gerak dalam situasi menantang, (2) Memuat evaluasi ketepatan/kesalahan fase keterampilan gerak spesifik, (3) Memuat rumusan tindakan perbaikan teknik gerak yang logis dan operasional.
Formatif:- Penilaian kinerja pengisian Jurnal Refleksi Latihan Gerak dan observasi evaluasi perbaikan teknik gerak spesifik berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Melalui Jurnal Refleksi Latihan | Belum mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik; data jurnal refleksi latihan tidak lengkap dan belum memuat identifikasi kesalahan fase gerak maupun solusi perbaikan teknik. | Mampu mencatat hasil latihan pada jurnal refleksi, namun evaluasi baru sebatas menghitung keberhasilan tanpa mengidentifikasi kesalahan fase keterampilan gerak spesifik secara tepat. | Mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik dalam situasi menantang melalui jurnal refleksi dengan mengidentifikasi fase kesalahan gerak dan merumuskan rencana tindakan koreksi teknik secara tepat. | Mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik dalam situasi menantang secara mendalam dan mandiri melalui jurnal refleksi, mengidentifikasi detail kesalahan fase mekanika gerak, serta merumuskan dan membuktikan efektivitas koreksi teknik gerak saat uji ulang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pencatatan dan evaluasi mandiri melalui jurnal latihan dapat dipahami dan dijalankan dengan efektif oleh murid?
- Apakah situasi gerak menantang yang dirancang cukup memberikan data kesalahan gerak autentik bagi murid untuk dievaluasi?
Murid:- Bagian keterampilan gerak mana yang paling menantang bagimu saat situasi gerak dipersulit?
- Bagaimana jurnal refleksi latihan membantumu mengenali dan memperbaiki kesalahan gerakan tersebut?
Pertemuan 3 — Mengevaluasi Strategi Gerak demi Keberhasilan Capaian Keterampilan Gerak pada Berbagai Situasi Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.2 Mengevaluasi strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi pemanasan dinamis berbasis koordinasi gerak (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memberikan 2 skenario tantangan taktis tertulis pada papan display untuk dijawab singkat oleh murid di lembar pengamatan: Skenario 1: 'Lawan menumpuk 3 pemain bertahan tepat di depan area gawang saat serangan cepat', Skenario 2: 'Ruang gerak di sayap kiri kosong karena bek lawan maju menekan', lalu guru memetakan kesiapan murid dalam menentukan evaluasi strategi gerak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi 2 bentuk strategi gerak penyerangan dalam permainan invasi (3 lawan 2): Strategi A (penetrasi lurus memaksakan dribel melewati dua bek) dan Strategi B (pergerakan tanpa bola menciptakan ruang tarik dan oper silang cepat) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi efektivitas kedua strategi berdasarkan 3 parameter evaluasi gerak: (1) rasio keberhasilan membuka ruang tembak, (2) efisiensi penggunaan energi/waktu, dan (3) risiko kehilangan bola akibat tekanan lawan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan mempraktikkan permainan simulasi tantangan '3 lawan 2 plus 1 kiper' dengan 2 situasi rintangan bergantian: Situasi 1 (tekanan tinggi zona tertutup) dan Situasi 2 (transisi cepat ruang sempit), di mana satu murid menerapkan strategi gerak dan pasangannya bertindak sebagai observer pencatat efektivitas (10 menit).
- Murid yang berperan sebagai observer menjalankan mini-games 'Detektif Taktis' yang menggembirakan dengan menandai kartu audit efektivitas gerak setiap kali strategi penyerang berhasil membongkar pertahanan lawan atau sebaliknya terjebak rintangan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengisi Lembar Evaluasi Strategi Gerak berdasarkan data hasil simulasi tantangan tadi, menilai alasan keberhasilan atau kegagalan strategi yang dipilih saat menghadapi pertahanan ketat (15 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan otot statis dan mengatur kembali ritme pernapasan dengan tenang (5 menit).
- Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama mengenai pentingnya mengevaluasi strategi gerak terhadap keberhasilan capaian keterampilan dalam situasi menantang, mengumpulkan lembar evaluasi murid, serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan rincian visual 3 indikator evaluasi keberhasilan strategi gerak, sedangkan murid yang siap diberikan variasi situasi menantang tambahan (area gerak dipersempit dari 15x15 meter menjadi 10x10 meter).
- Proses: Murid yang masih berkembang dibantu dengan lembar checklist observasi berbasis centang opsi ya/tidak, sedangkan murid yang cakap mengevaluasi dengan catatan deskriptif berbasis data durasi waktu dan keputusan gerak.
- Produk: Semua murid menghasilkan evaluasi strategi gerak; murid cepat menyertakan rekomendasi modifikasi strategi gerak alternatif untuk skenario situasi rintangan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab diagnostik 2 butir skenario: (1) 'Bagaimana mengevaluasi strategi serangan jika lawan menumpuk 3 pemain bertahan di depan gawang?' (kriteria penerimaan: menilai strategi penetrasi langsung tidak efektif karena kepadatan ruang, strategi operan menyebar/menarik keluar lawan lebih efektif); (2) 'Bagaimana mengevaluasi strategi gerak jika bek sayap lawan meninggalkan posisinya?' (kriteria penerimaan: menilai eksploitasi ruang kosong sayap sebagai strategi yang efektif menciptakan peluang).
Proses:- Observasi saat murid melakukan evaluasi strategi gerak pada Lembar Evaluasi Simulasi (3 lawan 2): guru memeriksa ketepatan analisis murid terhadap 3 parameter (ketercapaian ruang tembak, efisiensi waktu pengambilan keputusan, dan mitigasi kehilangan bola).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (3 menit): Murid menyimpulkan faktor kunci kegagalan strategi gerak penetrasi langsung saat menghadapi pertahanan zona rapat (kriteria penerimaan: menyebutkan keterbatasan ruang gerak dan tingginya risiko intersep oleh pemain bertahan bertumpuk).
Formatif:- Penilaian performa evaluasi strategi gerak melalui Lembar Pengamatan Praktik dan Catatan Audit Evaluasi Gerak pada simulasi situasi menantang.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi efektivitas strategi gerak pada situasi menantang | Belum mampu mengevaluasi strategi gerak, tidak dapat mengidentifikasi keterkaitan antara strategi yang dipilih dengan keberhasilan capaian gerak pada situasi menantang. | Mampu mengevaluasi strategi gerak secara parsial dengan mengidentifikasi 1 parameter keberhasilan gerak (misal hanya ruang tembak) pada situasi menantang dengan bimbingan. | Mampu mengevaluasi strategi gerak secara tepat berdasarkan 2-3 parameter (ruang tembak, efisiensi pergerakan, risiko bola) dalam situasi gerak menantang secara mandiri. | Mampu mengevaluasi strategi gerak secara komprehensif dan mendalam melintasi seluruh variasi situasi menantang (ruang sempit dan zona rapat) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rintangan/situasi menantang dalam simulasi 3 lawan 2 efektif merangsang proses evaluasi strategi gerak murid?
- Apakah seluruh murid aktif melakukan pencatatan dan evaluasi efektivitas gerak secara objektif?
Murid:- Apa alasan utama strategi gerak yang kamu terapkan berhasil atau gagal saat menghadapi lawan dalam situasi menantang tadi?
- Bagaimana evaluasi ini membantumu mengambil keputusan strategi gerak yang lebih tepat di kesempatan berikutnya?
Pertemuan 4 — Mengevaluasi Strategi Gerak yang Telah Dikuasai ke dalam Situasi Gerak Baru yang Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak baru yang menantang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi penerapan strategi gerak yang telah dikuasai saat menghadapi situasi gerak baru yang menantang (2 menit).
- Guru memberikan apersepsi gerak melalui pemanasan dinamis berbasis permainan reaksi berpasangan 'Tangkap Ruang' (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Jika strategi serangan passing cepat 3 lawan 3 biasanya mengandalkan operan jauh, apa kendalanya bila luas lapangan dipotong setengah dan bagaimana evaluasimu?' (acuan jawaban benar: operan jauh menjadi tidak efektif karena mudah dipotong lawan akibat sempitnya ruang gerak, sehingga strategi perlu diubah ke operan pendek cepat dan pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan stimulus penjelasan dan peragaan singkat mengenai 3 situasi gerak baru yang menantang: Situasi A (penyempitan ruang bermain sebesar 50%), Situasi B (ketimpangan jumlah pemain: 3 penyerang melawan 4 bertahan), dan Situasi C (pembatasan sentuhan bola maksimal 2 kali sentuhan) (10 menit).
- Murid berpasangan menganalisis Lembar Skenario Taktis berisi 3 situasi tersebut untuk mengidentifikasi tuntutan perubahan strategi gerak operan dan penempatan posisi (acuan: Situasi A menuntut operan pendek cepat; Situasi B menuntut pengalihan arah bola ke area kosong yang tidak dijaga; Situasi C menuntut pelepasan bola segera dan gerak membuka ruang sebelum menerima bola) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (masing-masing 3-4 murid) untuk mempraktikkan penerapan strategi gerak yang telah dikuasai (strategi menjaga ruang dan operan terencana) dalam permainan bola tangan/sepak bola modifikasi menghadapi tantangan Situasi A (lapangan sempit) dan Situasi B (keunggulan jumlah lawan) dalam format mini-games yang kompetitif dan menggembirakan (20 menit).
- Setiap kelompok mencatat data hasil eksekusi strategi pada lembar observasi taktis: mencatat tingkat keberhasilan strategi lama vs strategi penyesuaian baru (frekuensi bola lolos, frekuensi bola direbut lawan, dan alasan efektivitasnya) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri mengevaluasi strategi gerak yang telah diterapkan dengan mengisi lembar evaluasi taktis berdasarkan 2 parameter: (1) ketepatan penyesuaian strategi terhadap kendala situasi baru, dan (2) identifikasi faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan strategi gerak tersebut (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama evaluasi strategi gerak: keberhasilan strategi dalam situasi baru bergantung pada analisis ruang, tempo, dan pengambilan keputusan adaptif (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap lembar evaluasi murid dan memberikan tindak lanjut pembelajaran untuk persiapan pertemuan berikutnya mengenai perilaku etis/fair play (4 menit).
- Guru mengarahkan pendinginan peregangan statis dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan petunjuk visual variasi strategi gerak bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta skenario tantangan multi-kendala bagi murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan keleluasaan durasi transisi penerapan strategi bagi kelompok berkembang, serta memberikan situasi variasi lawan dinamis bagi kelompok yang mahir.
- Produk: Format penyampaian evaluasi strategi gerak dapat disajikan dalam bentuk lembar analisis tertulis terstruktur maupun diagram alur taktis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika strategi serangan passing cepat 3 lawan 3 biasanya mengandalkan operan jauh, apa kendalanya bila luas lapangan dipotong setengah dan bagaimana evaluasimu?' (Kunci/acuan jawaban: Lapangan sempit membatasi ruang jelajah operan jauh sehingga bola mudah diintersepsi; evaluasi strateginya adalah mengganti taktik menjadi umpan-umpan pendek cepat satu-dua sentuhan serta pergerakan tanpa bola untuk memancing lawan keluar dari area bertahan).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja penerapan dan evaluasi strategi gerak dalam situasi tantangan modifikasi (acuan: kemampuan mengidentifikasi apakah strategi lama efektif atau gagal pada Situasi A/B dan merumuskan penyesuaian taktis yang tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir soal evaluasi): (1) Pada Situasi B (3 penyerang vs 4 bertahan), mengapa strategi penetrasi individu sering gagal dan strategi apa yang paling tepat dievaluasi? (Kunci: Penetrasi individu gagal karena kalah jumlah pemain bertahan yang merapatkan barisan; evaluasi yang tepat adalah menerapkan strategi sirkulasi bola cepat untuk memancing salah satu bek keluar posisinya). (2) Tuliskan 1 faktor penentu keberhasilan adaptasi strategi gerak saat menghadapi situasi gerak baru! (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat aspek kecepatan membaca ruang/situasi, ketepatan waktu pelepasan umpan, atau komunikasi penempatan posisi antar-pemain).
Formatif:- Penilaian proses observasi unjuk kerja adaptasi taktis saat permainan situasi tantangan (A dan B)
- Penilaian lembar evaluasi strategi gerak murid (mencakup identifikasi kendala situasi baru dan ketepatan evaluasi keberhasilan/kegagalan strategi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi kesesuaian strategi gerak pada situasi baru yang menantang | Belum mampu mengevaluasi kesesuaian strategi gerak; tidak dapat mengidentifikasi penyebab kegagalan strategi pada situasi baru secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi keberhasilan atau kegagalan strategi gerak pada situasi baru tetapi evaluasi penyebabnya belum runtut dan masih memerlukan bimbingan penuh guru. | Mampu mengevaluasi kesesuaian strategi gerak pada 2 situasi baru yang menantang secara tepat dan logis dengan menunjukkan faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan strategi. | Mampu mengevaluasi kesesuaian strategi gerak secara komprehensif pada seluruh situasi tantangan (Situasi A, B, dan C) secara mandiri, tepat, dan mampu merumuskan alternatif solusi strategi adaptif yang efektif. | | Mengevaluasi faktor penentu keberhasilan strategi gerak yang dikuasai ke dalam situasi baru | Belum mampu menguraikan faktor penentu keberhasilan maupun kegagalan penerapan strategi gerak pada situasi gerak baru. | Mampu menguraikan 1 faktor penentu keberhasilan strategi gerak pada situasi baru namun belum konsisten menghubungkannya dengan konteks tantangan. | Mampu menguraikan secara tepat minimal 2 faktor penentu keberhasilan penerapan strategi gerak (faktor ruang, tempo, atau penempatan posisi) pada situasi baru. | Mampu menguraikan secara mendalam seluruh faktor penentu keberhasilan strategi gerak (ruang, tempo, penempatan posisi, dan pengambilan keputusan) pada berbagai situasi tantangan baru secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain modifikasi permainan (ruang sempit dan ketimpangan jumlah pemain) cukup efektif menantang murid untuk mengevaluasi strategi gerak mereka?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid dalam kelompok saat mendiskusikan keberhasilan dan kegagalan strategi gerak yang mereka coba?
Murid:- Kesulitan apa yang paling kamu rasakan saat harus mengubah strategi gerak yang sudah biasa kamu kuasai ke dalam kondisi lapangan yang dipersempit?
- Langkah evaluasi apa yang paling membantumu mengenali penyebab kegagalan strategi gerak dalam situasi menantang tadi?
Pertemuan 5 — Mengevaluasi Fair Play dan Merefleksikan Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu dan Kelompok — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.4 Mengevaluasi fair play dan merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengevaluasi fair play dan merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu dan kelompok (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang 2 studi kasus perilaku olahraga untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai perbedaan tindakan etis dan tidak etis serta dampaknya (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak pemaparan guru dan menganalisis 4 kartu skenario situasi gerak kompetitif yang dibagikan guru, yaitu: Kartu 1: 'Pemain sengaja menjegal lawan yang sedang serangan balik cepat demi mencegah gol'; Kartu 2: 'Pemain mengakui bahwa bola terakhir menyentuh tangannya sebelum keluar lapangan meski wasit keliru menunjuk lemparan ke dalam untuk timnya'; Kartu 3: 'Pemain memprovokasi lawan secara verbal hingga lawan emosi dan terkena kartu merah'; Kartu 4: 'Tim tetap saling mendukung dan menghormati keputusan wasit meski tertinggal skor di menit akhir' (15 menit).
- Dalam kelompok kecil (beranggotakan 4 orang), murid mengelompokkan keempat skenario tersebut ke dalam kategori 'Tindakan Fair Play' atau 'Pelanggaran Perilaku Etis' serta menguraikan alasan logis dampaknya terhadap suasana permainan (acuan pengelompokan: Kartu 2 dan 4 = Fair Play; Kartu 1 dan 3 = Pelanggaran Etis) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid melakukan pemanasan dinamis berbentuk permainan tantangan beregu 'Passing Etis Beruntun' yang menyenangkan, di mana tim mengumpulkan poin melalui operan bola dan wajib secara mandiri menyebutkan kesalahan sendiri (misal bola menyentuh lantai/melebihi batas) tanpa wasit; kejujuran memberi poin bonus (15 menit).
- Murid melaksanakan simulasi permainan bola tangan/mini games modifikasi 5 vs 5 selama 15 menit, di mana setiap tim menerapkan prinsip fair play (menghormati lawan, mematuhi aturan tanpa wasit aktif, mengakui pelanggaran diri sendiri) (15 menit).
- Murid mengisi Lembar Evaluasi Fair Play secara mandiri untuk mengevaluasi penerapan fair play timnya dan tim lawan selama simulasi, mencakup 3 indikator: (a) kepatuhan terhadap aturan main, (b) kejujuran mengakui kesalahan/pelanggaran sendiri, dan (c) respek terhadap lawan (10 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara individu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu dan kelompok pada lembar refleksi dengan menjawab 2 pertanyaan terarah: (1) 'Bagaimana keputusanmu bersikap jujur/adil memengaruhi fokus gerak dan mental bertandingmu?' dan (2) 'Bagaimana perilaku etis anggota tim memengaruhi efektivitas kerja sama dan pencapaian target tim?' (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil evaluasi fair play murid dan menegaskan bahwa keterampilan gerak unggul harus selalu diimbangi perilaku etis demi capaian prestasi yang sejati (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup sesi dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar ceklist indikator fair play yang lebih konkret, sedangkan murid yang mahir diberikan skenario dilema etika olahraga yang lebih kompleks (misalnya: taktik 'professional foul').
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding didampingi guru saat membedah skenario, sedangkan murid yang siap bekerja secara mandiri menganalisis dampak strategis perilaku etis.
- Produk: Refleksi murid dapat dituliskan dalam bentuk poin narasi terstruktur maupun tabel analisis dampak perilaku etis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 studi kasus singkat: Kasus A: 'Pemain pura-pura cedera untuk mengulur waktu kemenangan' (acuan jawaban: pelanggaran perilaku etis/tidak sportif karena mencederai sportivitas dan merugikan ritme lawan); Kasus B: 'Pemain membantu lawan yang terjatuh saat situasi serangan balik' (acuan jawaban: tindakan fair play/perilaku etis karena mengutamakan keselamatan dan respek kemanusiaan di atas keuntungan skor).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam mengevaluasi 4 kartu skenario perilaku olahraga dan pengamatan sikap fair play selama simulasi mini game menggunakan Lembar Evaluasi Fair Play (3 indikator: patuh aturan, jujur mengakui pelanggaran, respek lawan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Evaluasi dan Refleksi: Murid dinilai berdasarkan kemampuannya mengevaluasi status fair play suatu kejadian secara tepat (sesuai acuan klasifikasi) dan merefleksikan minimal 1 dampak perilaku etis terhadap capaian individu (misal: meningkatkan ketenangan mental, percaya diri) serta minimal 1 dampak terhadap capaian kelompok (misal: membangun rasa saling percaya, menjaga soliditas tim).
Formatif:- Penilaian proses diskusi analisis skenario fair play
- Observasi penerapan fair play saat permainan modifikasi
- Lembar Evaluasi Fair Play dan Refleksi Pengaruh Perilaku Etis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Fair Play dalam Situasi Gerak | Belum mampu mengidentifikasi tindakan fair play dan pelanggaran etis dari skenario yang diberikan (keliru pada lebih dari 2 skenario). | Mampu mengidentifikasi tindakan fair play dan pelanggaran etis pada 2-3 skenario, namun belum mampu memberikan alasan evaluasi secara tepat. | Mampu mengevaluasi tindakan fair play dan pelanggaran etis pada seluruh 4 skenario dengan tepat beserta alasan pendukungnya secara mandiri. | Mampu mengevaluasi tindakan fair play dan pelanggaran etis pada seluruh 4 skenario secara tepat, kritis, serta mampu menganalisis dampak jangka panjang tindakan tersebut terhadap integritas olahraga. | | Merefleksikan Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Individu dan Kelompok | Belum mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu maupun kelompok. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis hanya pada salah satu aspek (capaian individu saja atau kelompok saja) dengan penjelasan yang masih terbatas. | Mampu merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu dan capaian kelompok secara tepat dan logis sesuai pengalaman aktivitas fisik. | Mampu merefleksikan secara mendalam dan terperinci hubungan timbal balik antara perilaku etis dengan peningkatan performa individu serta pencapaian harmoni dan efektivitas tim. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario dan modifikasi permainan berhasil memfasilitasi murid mengevaluasi nilai kejujuran dan etika secara kontekstual?
- Bagaimana respons murid saat harus mengakui pelanggaran sendiri tanpa adanya wasit formal?
Murid:- Bagian mana dari tindakan fair play hari ini yang paling menantang untuk saya lakukan di tengah ketatnya persaingan?
- Bagaimana perilaku etis yang saya terapkan hari ini memengaruhi rasa percaya rekan satu tim terhadap saya?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Mengevaluasi keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak
- TP 11.1.2 Mengevaluasi strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 11.1.3 Mengevaluasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak baru yang menantang
- TP 11.1.4 Mengevaluasi fair play dan merefleksikan pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas di lapangan/ruang pertemuan, mengecek kehadiran 28 murid, memimpin doa, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
- Guru menjelaskan pembagian 2 tugas asesmen sumatif yang dilaksanakan terstruktur: Tugas 1 berupa unjuk kerja adaptasi strategi gerak bergiliran di lapangan (60 menit) dan Tugas 2 berupa pengerjaan lembar evaluasi reflektif individual secara serentak (28 menit) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk Tugas 1 simulasi taktis: tiap murid secara bergiliran menghadapi situasi menantang 2 lawan 1 untuk mengadaptasi strategi gerak baru (memilih passing ruang kosong atau dribbling terobosan) dan membuktikan efektivitas penerapannya; serta memahami petunjuk Tugas 2 lembar evaluasi reflektif tertulis (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (TP 2 & TP 3): Murid nomor urut 1 sampai 28 secara bergantian melaksanakan unjuk kerja adaptasi strategi gerak dalam situasi menantang 2 lawan 1 selama 2 menit per murid dengan total 56 menit, ditambah 4 menit transisi/pencatatan guru (total waktu guru: 28 murid × 2 menit + 4 menit = 60 menit). Aspek yang diobservasi guru meliputi: (1) adaptasi strategi gerak baru terhadap perubahan penjagaan lawan, (2) efektivitas penerapan strategi gerak dalam menghasilkan keberhasilan capaian gerak (58 menit).
- Tugas 2 (TP 1 & TP 4): Sebanyak 28 murid secara serentak mengerjakan lembar evaluasi reflektif individual secara mandiri di bawah pengawasan guru selama 22 menit. Lembar memuat 2 butir instrumen terstruktur: (Butir 1 - TP 1) Evaluasi keterampilan gerak spesifik (analisis fasa persiapan, pelaksanaan, dan follow-through passing/shooting saat berada di bawah tekanan lawan serta rancangan perbaikan kinerja geraknya); (Butir 2 - TP 4) Evaluasi fair play dan refleksi pengaruh perilaku etis (menilai kejujuran mengakui sentuhan/pelanggaran dan menghargai keputusan wasit/rekan, serta merefleksikan dampaknya terhadap kondusivitas dan capaian tim). Kunci acuan kelayakan jawaban: Butir 1 memuat identifikasi kesalahan mekanika gerak spesifik dan 1 solusi koreksi teknis yang logis; Butir 2 memuat minimal 2 nilai etis konkret (kejujuran dan saling respek) beserta hubungan sebab-akibat perilaku tersebut terhadap ketercapaian target permainan (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan pengisian lembar evaluasi refleksi individual secara hening dan mandiri sebelum diserahkan kepada guru (1 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan seluruh artefak lembar evaluasi refleksi individual Tugas 2 kepada guru secara tertib (1 menit).
- Guru memberikan konfirmasi penutupan rangkaian asesmen sumatif Bab 1 'Pengoptimalan Keterampilan Gerak', mengapresiasi integritas murid selama sesi unjuk kerja dan pengerjaan reflektif, serta menutup sesi dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten materi demi menjaga standarisasi asesmen sumatif; lembar evaluasi reflektif dan situasi menantang unjuk kerja diberikan setara kepada seluruh 28 murid.
- Proses: Pemberian akomodasi akses berupa pembacaan ulang butir pertanyaan lembar evaluasi reflektif bagi murid yang memerlukan kejelasan visual tanpa mengubah standar indikator penilaian.
- Produk: Produk asesmen tetap seragam sesuai ACUAN SUMATIF ATP: unjuk kerja adaptasi strategi gerak berdurasi 2 menit dan artefak lembar evaluasi reflektif tertulis.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja terstruktur simulasi permainan dan lembar evaluasi reflektif individual: Tugas 1 (TP 2, TP 3): Unjuk kerja adaptasi strategi gerak dalam situasi menantang secara bergiliran (TP 2, TP 3), aspek: adaptasi strategi gerak baru; efektivitas penerapan strategi gerak. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 2 menit per murid + 4 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 2 menit) + 4 menit = 60 menit.
Tugas 2 (TP 1, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar evaluasi refleksi individual secara serentak selama 30 menit; guru mengawasi. Aspek: analisis evaluasi keterampilan gerak spesifik dan refleksi penerapan fair play beserta dampak perilaku etis. Artefak dinilai sesudah sesi dengan rubrik evaluasi reflektif.
- unjuk kerja adaptasi strategi gerak: Unjuk kerja adaptasi strategi gerak dalam situasi menantang secara bergiliran (TP 2, TP 3), aspek: adaptasi strategi gerak baru; efektivitas penerapan strategi gerak. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 2 menit per murid + 4 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 2 menit) + 4 menit = 60 menit. (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan indikator adaptasi strategi gerak baru dan efektivitas penerapan strategi gerak)
- lembar evaluasi refleksi tertulis individual: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar evaluasi refleksi individual secara serentak selama 30 menit; guru mengawasi. Aspek: analisis evaluasi keterampilan gerak spesifik dan refleksi penerapan fair play beserta dampak perilaku etis. Artefak dinilai sesudah sesi dengan rubrik evaluasi reflektif. (30 menit; individual; instrumen: lembar evaluasi diri dan refleksi terstruktur beserta rubrik penskoran analitis)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja terstruktur simulasi permainan dan lembar evaluasi reflektif individual: Tugas 1 (TP 2, TP 3): Unjuk kerja adaptasi strategi gerak dalam situasi menantang secara bergiliran (TP 2, TP 3), aspek: adaptasi strategi gerak baru; efektivitas penerapan strategi gerak. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 2 menit per murid + 4 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 2 menit) + 4 menit = 60 menit.
Tugas 2 (TP 1, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar evaluasi refleksi individual secara serentak selama 30 menit; guru mengawasi. Aspek: analisis evaluasi keterampilan gerak spesifik dan refleksi penerapan fair play beserta dampak perilaku etis. Artefak dinilai sesudah sesi dengan rubrik evaluasi reflektif.
- unjuk kerja adaptasi strategi gerak: Unjuk kerja adaptasi strategi gerak dalam situasi menantang secara bergiliran (TP 2, TP 3), aspek: adaptasi strategi gerak baru; efektivitas penerapan strategi gerak. Jadwal: Pertemuan 6 murid 1-28: 2 menit per murid + 4 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 2 menit) + 4 menit = 60 menit. (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan indikator adaptasi strategi gerak baru dan efektivitas penerapan strategi gerak)
- lembar evaluasi refleksi tertulis individual: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar evaluasi refleksi individual secara serentak selama 30 menit; guru mengawasi. Aspek: analisis evaluasi keterampilan gerak spesifik dan refleksi penerapan fair play beserta dampak perilaku etis. Artefak dinilai sesudah sesi dengan rubrik evaluasi reflektif. (30 menit; individual; instrumen: lembar evaluasi diri dan refleksi terstruktur beserta rubrik penskoran analitis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Adaptasi Strategi Gerak Baru dalam Situasi Menantang (Tugas 1 - TP 3) | Murid tidak melakukan adaptasi strategi gerak saat menghadapi perubahan situasi penjagaan lawan, hanya terpaku pada satu pola gerak awal yang buntu. | Murid mencoba mengadaptasi strategi gerak baru namun terlambat mengantisipasi situasi gerak menantang sehingga momentum hilang. | Murid mampu mengadaptasi strategi gerak baru dengan memilih opsi passing ke ruang kosong atau dribbling terobosan secara tepat waktu saat menghadapi situasi menantang. | Murid secara konsisten dan cepat mengadaptasi berbagai variasi strategi gerak baru yang tepat sasaran dalam situasi gerak baru yang sangat menantang tanpa keraguan. | | Efektivitas Penerapan Strategi Gerak (Tugas 1 - TP 2) | Penerapan strategi gerak tidak menghasilkan keberhasilan capaian gerak melintasi rintangan lawan (sering kehilangan bola atau gagal meloloskan diri). | Penerapan strategi gerak berhasil melintasi rintangan lawan dengan efektivitas rendah (memerlukan beberapa kali pengulangan dan koordinasi masih kaku). | Penerapan strategi gerak efektif melintasi rintangan menantang, menghasilkan keberhasilan capaian keterampilan gerak secara terarah. | Penerapan strategi gerak sangat efektif dan efisien melintasi berbagai situasi rintangan menantang dengan keberhasilan capaian keterampilan gerak yang maksimal. | | Evaluasi Keterampilan Gerak Spesifik (Tugas 2 - TP 1) | Murid belum mampu mengidentifikasi kekurangan mekanika gerak spesifik pada fasa persiapan, pelaksanaan, maupun follow-through dalam lembar evaluasi. | Murid mampu mengidentifikasi kesalahan gerak spesifik namun belum memberikan rancangan solusi perbaikan kinerja gerak yang konkret pada lembar evaluasi. | Murid mampu mengevaluasi keterampilan gerak spesifik dengan tepat (memuat analisis fasa gerak di bawah tekanan dan 1 rekomendasi perbaikan teknis yang logis sesuai acuan). | Murid mengevaluasi keterampilan gerak spesifik secara komprehensif, kritis, dan mendalam disertai rancangan perbaikan kinerja gerak bertahap yang sangat aplikatif. | | Evaluasi Fair Play dan Refleksi Perilaku Etis (Tugas 2 - TP 4) | Murid belum mampu mengevaluasi penerapan fair play dan tidak menguraikan pengaruh perilaku etis terhadap aktivitas jasmani pada lembar refleksi. | Murid mampu menyebutkan prinsip fair play secara umum, namun refleksi pengaruh perilaku etis terhadap capaian tim masih minim atau belum terhubung secara logis. | Murid mampu mengevaluasi penerapan fair play serta merefleksikan minimal 2 dampak perilaku etis (kejujuran dan saling respek) terhadap keberhasilan capaian aktivitas kelompok sesuai acuan. | Murid mengevaluasi fair play secara tajam dan merefleksikan keterkaitan mendalam antara nilai-nilai etis berkelanjutan dengan keberhasilan capaian kelompok dan iklim aktivitas jasmani. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 60 menit untuk unjuk kerja bergiliran 28 murid dan 22 menit untuk pengerjaan lembar evaluasi reflektif berjalan efektif sesuai rencana ATP?
- Bagaimana tingkat objektivitas ketercapaian kompetensi TP 1, 2, 3, dan 4 yang ditunjukkan murid melalui instrumen unjuk kerja dan artefak tertulis?
Murid:- Bagaimana saya menilai kemampuan diri sendiri dalam mengadaptasi strategi gerak saat menghadapi situasi taktis yang menantang?
- Sejauh mana saya telah bersikap jujur dan etis dalam mengevaluasi diri serta merefleksikan tindakan saya selama aktivitas pembelajaran bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/SMK Kelas XI (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI
- Bola basket, kun/cone pembatas lapangan, rompi pembeda, lembar observasi evaluasi keterampilan gerak
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/SMK/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Panduan Siswa PJOK untuk SMA/SMK/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar Kerja Murid: Format Jurnal Refleksi Latihan Keterampilan Gerak Spesifik.
- Peralatan olahraga: bola basket / bola voli / cone rintangan / stopwatch.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas XI SMA/SMK (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas XI SMA/SMK (Kemendikbudristek, 2024)
- Peralatan: bola futsal/sepak bola (5 buah), cone/mangkuk rintangan (16 buah), rompi dua warna (12 buah), stopwatch, dan peluit.
- Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas XI, Kemendikbudristek 2024
- Peluit, kerucut pembatas (cones), bola (sepak bola/futsal/bola tangan), rompi penanda regu (bibs), dan lembar observasi/evaluasi taktis
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas XI SMA/SMK Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, Bab 1 & Bab 4)
- Buku Siswa PJOK Kelas XI SMA/SMK Kurikulum Merdeka
- Kartu Skenario Studi Kasus Fair Play
- Lembar Evaluasi dan Refleksi Fair Play
- Peralatan aktivitas jasmani: bola, rompi tim, stopwatch, peluit, dan cone
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/SMK Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa PJOK untuk SMA/SMK Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Lembar Observasi Unjuk Kerja Adaptasi Strategi Gerak
- Lembar Evaluasi Reflektif Individual Siswa Bab 1
- Peluit, stopwatch, bola (sepak bola/basket), dan cone rintangan
|