Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan

PJOK - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikGaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengevaluasi perilaku hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari, meliputi aktivitas fisik insidental, rekreasional, dan aktif berjalan kaki, serta dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial.
  2. Murid mampu merancang strategi personal untuk meningkatkan dan menjaga gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan, termasuk membangun hubungan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa lelah dan kurang bertenaga setelah menjalani gaya hidup tertentu, seperti kurang tidur atau terlalu banyak duduk?
  2. Menurutmu, seberapa penting aktivitas fisik yang terjadi secara tidak disengaja (insidental) seperti berjalan kaki di lingkungan sekolah bagi kesehatanmu?
  3. Bagaimana caramu mengintegrasikan kebiasaan hidup sehat yang juga berdampak positif pada lingkungan dan hubungan sosialmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik singkat) dengan meminta murid mengangkat tangan jika mereka berjalan kaki lebih dari 15 menit hari ini atau melakukan aktivitas fisik tanpa disengaja.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang berfokus pada evaluasi perilaku hidup aktif dan perancangan strategi personal.
  • Guru memberikan apersepsi dengan menyajikan fakta penelitian NCBI bahwa 33,8% anak-anak di Indonesia menerapkan gaya hidup tidak aktif secara fisik (perilaku sedenter).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan menelaah fakta penelitian tentang perilaku sedenter serta anjuran Kemenkes RI mengenai aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
  • Murid mengidentifikasi berbagai bentuk aktivitas fisik insidental (seperti berjalan kaki ke sekolah, naik tangga) dan rekreasional di lingkungan sekitar.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak aktif dan bagaimana aktivitas insidental berdampak pada kesehatan pribadi dan sosial.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merancang strategi personal dan kelompok dalam meningkatkan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
  • Murid menyusun langkah-langkah konkret yang mencakup rutinitas fisik harian, integrasi aktivitas fisik insidental, rencana kegiatan rekreasional, serta cara memperkuat hubungan sosial dan tanggung jawab lingkungan (misalnya kampanye jalan kaki sambil memungut sampah).
  • Murid menuangkan rancangan strategi tersebut ke dalam format yang dipilih (poster, jadwal harian, atau mind map).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan strategi personal mereka kepada kelompok lain.
  • Murid melakukan penilaian sejawat (peer assessment) dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap rancangan teman.
  • Murid mengevaluasi dan memaknai proses belajarnya dengan menuliskan satu komitmen tindakan nyata yang akan mereka lakukan mulai hari ini untuk menjaga gaya hidup aktif dan berkelanjutan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang pentingnya aktivitas fisik insidental dan strategi gaya hidup sehat berkelanjutan.
  • Guru mengumpulkan hasil rancangan strategi personal sebagai asesmen sumatif.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid selama pembelajaran.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh-contoh konkret aktivitas insidental harian, sedangkan murid yang mahir dapat mengeksplorasi data kesehatan tambahan terkait dampak lingkungan.
  • Proses: Murid dapat memilih untuk berdiskusi dalam kelompok kecil yang dipandu intensif oleh guru atau bekerja secara mandiri/berpasangan dengan otonomi lebih besar.
  • Produk: Murid dibebaskan menyajikan rancangan strategi personal dalam bentuk tulisan/jadwal, poster visual, atau presentasi lisan singkat sesuai minat mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal kelas: 'Siapa yang hari ini sudah melakukan aktivitas fisik tanpa disengaja selama minimal 15 menit, seperti berjalan kaki atau membersihkan rumah?'

Proses:

  • Guru berkeliling memberikan umpan balik (feedback) saat murid menyusun strategi personal, memastikan elemen aktivitas insidental, hubungan sosial, dan tanggung jawab lingkungan tercakup.

Akhir:

  • Evaluasi rubrik terhadap produk Rancangan Strategi Personal yang dikumpulkan di akhir pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama diskusi (assessment as learning).
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat presentasi rancangan strategi (assessment for learning).

Sumatif:

  • Penilaian produk berupa dokumen/poster Rancangan Strategi Personal Gaya Hidup Sehat dan Aktif (assessment of learning).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Perilaku Hidup AktifBelum mampu mengidentifikasi aktivitas fisik insidental dan dampaknya terhadap kesehatan.Mampu mengidentifikasi aktivitas fisik insidental namun belum dapat menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial.Mampu mengevaluasi aktivitas fisik insidental dan rekreasional serta menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial dengan baik.Mampu mengevaluasi secara kritis aktivitas fisik insidental dan rekreasional, serta mengaitkan dampaknya secara komprehensif terhadap kesehatan pribadi, sosial, dan lingkungan.
Rancangan Strategi PersonalBelum mampu menyusun strategi personal untuk gaya hidup sehat.Mampu menyusun strategi personal namun belum mencakup aspek hubungan sosial atau tanggung jawab lingkungan.Mampu merancang strategi personal yang mencakup aktivitas fisik, hubungan sosial, dan tanggung jawab lingkungan secara logis.Mampu merancang strategi personal yang sangat aplikatif, inovatif, terperinci, serta mengintegrasikan aktivitas fisik, hubungan sosial, dan kelestarian lingkungan dengan sangat baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menyadari pentingnya aktivitas fisik insidental dalam kehidupan sehari-hari mereka?
  • Apakah metode diskusi dan perancangan strategi berhasil menumbuhkan kesadaran dan kegembiraan dalam belajar?
  • Bagaimana saya dapat memperbaiki fasilitasi pada tahap mengaplikasi agar semua murid lebih aktif berkolaborasi?

Refleksi Murid:

  • Apa satu kebiasaan kecil yang baru saya sadari ternyata sangat berdampak pada kesehatan saya?
  • Bagaimana perasaan saya saat merancang strategi gaya hidup sehat yang juga peduli pada lingkungan dan teman-teman?
  • Tantangan apa yang mungkin saya hadapi saat menerapkan strategi ini, dan bagaimana saya akan mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  3. Artikel/Fakta Penelitian National Center of Biotechnology Information (NCBI) tentang perilaku sedenter
  4. Anjuran Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI
  5. Alat tulis, kertas plano/karton, dan spidol untuk merancang strategi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.