MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Berkelanjutan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengevaluasi perilaku hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari, meliputi aktivitas fisik insidental, rekreasional, dan aktif berjalan kaki, serta dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial.
- Murid mampu merancang strategi personal untuk meningkatkan dan menjaga gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan, termasuk membangun hubungan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasa lelah dan kurang bertenaga setelah menjalani gaya hidup tertentu, seperti kurang tidur atau terlalu banyak duduk?
- Menurutmu, seberapa penting aktivitas fisik yang terjadi secara tidak disengaja (insidental) seperti berjalan kaki di lingkungan sekolah bagi kesehatanmu?
- Bagaimana caramu mengintegrasikan kebiasaan hidup sehat yang juga berdampak positif pada lingkungan dan hubungan sosialmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik singkat) dengan meminta murid mengangkat tangan jika mereka berjalan kaki lebih dari 15 menit hari ini atau melakukan aktivitas fisik tanpa disengaja.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang berfokus pada evaluasi perilaku hidup aktif dan perancangan strategi personal.
- Guru memberikan apersepsi dengan menyajikan fakta penelitian NCBI bahwa 33,8% anak-anak di Indonesia menerapkan gaya hidup tidak aktif secara fisik (perilaku sedenter).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dan menelaah fakta penelitian tentang perilaku sedenter serta anjuran Kemenkes RI mengenai aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
- Murid mengidentifikasi berbagai bentuk aktivitas fisik insidental (seperti berjalan kaki ke sekolah, naik tangga) dan rekreasional di lingkungan sekitar.
- Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak aktif dan bagaimana aktivitas insidental berdampak pada kesehatan pribadi dan sosial.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merancang strategi personal dan kelompok dalam meningkatkan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
- Murid menyusun langkah-langkah konkret yang mencakup rutinitas fisik harian, integrasi aktivitas fisik insidental, rencana kegiatan rekreasional, serta cara memperkuat hubungan sosial dan tanggung jawab lingkungan (misalnya kampanye jalan kaki sambil memungut sampah).
- Murid menuangkan rancangan strategi tersebut ke dalam format yang dipilih (poster, jadwal harian, atau mind map).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan strategi personal mereka kepada kelompok lain.
- Murid melakukan penilaian sejawat (peer assessment) dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap rancangan teman.
- Murid mengevaluasi dan memaknai proses belajarnya dengan menuliskan satu komitmen tindakan nyata yang akan mereka lakukan mulai hari ini untuk menjaga gaya hidup aktif dan berkelanjutan.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang pentingnya aktivitas fisik insidental dan strategi gaya hidup sehat berkelanjutan.
- Guru mengumpulkan hasil rancangan strategi personal sebagai asesmen sumatif.
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid selama pembelajaran.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh-contoh konkret aktivitas insidental harian, sedangkan murid yang mahir dapat mengeksplorasi data kesehatan tambahan terkait dampak lingkungan.
- Proses: Murid dapat memilih untuk berdiskusi dalam kelompok kecil yang dipandu intensif oleh guru atau bekerja secara mandiri/berpasangan dengan otonomi lebih besar.
- Produk: Murid dibebaskan menyajikan rancangan strategi personal dalam bentuk tulisan/jadwal, poster visual, atau presentasi lisan singkat sesuai minat mereka.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal kelas: 'Siapa yang hari ini sudah melakukan aktivitas fisik tanpa disengaja selama minimal 15 menit, seperti berjalan kaki atau membersihkan rumah?'
Proses:- Guru berkeliling memberikan umpan balik (feedback) saat murid menyusun strategi personal, memastikan elemen aktivitas insidental, hubungan sosial, dan tanggung jawab lingkungan tercakup.
Akhir:- Evaluasi rubrik terhadap produk Rancangan Strategi Personal yang dikumpulkan di akhir pembelajaran.
Formatif:- Observasi keterlibatan murid selama diskusi (assessment as learning).
- Penilaian sejawat (peer assessment) saat presentasi rancangan strategi (assessment for learning).
Sumatif:- Penilaian produk berupa dokumen/poster Rancangan Strategi Personal Gaya Hidup Sehat dan Aktif (assessment of learning).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Evaluasi Perilaku Hidup Aktif | Belum mampu mengidentifikasi aktivitas fisik insidental dan dampaknya terhadap kesehatan. | Mampu mengidentifikasi aktivitas fisik insidental namun belum dapat menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial. | Mampu mengevaluasi aktivitas fisik insidental dan rekreasional serta menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan pribadi dan sosial dengan baik. | Mampu mengevaluasi secara kritis aktivitas fisik insidental dan rekreasional, serta mengaitkan dampaknya secara komprehensif terhadap kesehatan pribadi, sosial, dan lingkungan. | | Rancangan Strategi Personal | Belum mampu menyusun strategi personal untuk gaya hidup sehat. | Mampu menyusun strategi personal namun belum mencakup aspek hubungan sosial atau tanggung jawab lingkungan. | Mampu merancang strategi personal yang mencakup aktivitas fisik, hubungan sosial, dan tanggung jawab lingkungan secara logis. | Mampu merancang strategi personal yang sangat aplikatif, inovatif, terperinci, serta mengintegrasikan aktivitas fisik, hubungan sosial, dan kelestarian lingkungan dengan sangat baik. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid menyadari pentingnya aktivitas fisik insidental dalam kehidupan sehari-hari mereka?
- Apakah metode diskusi dan perancangan strategi berhasil menumbuhkan kesadaran dan kegembiraan dalam belajar?
- Bagaimana saya dapat memperbaiki fasilitasi pada tahap mengaplikasi agar semua murid lebih aktif berkolaborasi?
Refleksi Murid:- Apa satu kebiasaan kecil yang baru saya sadari ternyata sangat berdampak pada kesehatan saya?
- Bagaimana perasaan saya saat merancang strategi gaya hidup sehat yang juga peduli pada lingkungan dan teman-teman?
- Tantangan apa yang mungkin saya hadapi saat menerapkan strategi ini, dan bagaimana saya akan mengatasinya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
- Artikel/Fakta Penelitian National Center of Biotechnology Information (NCBI) tentang perilaku sedenter
- Anjuran Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI
- Alat tulis, kertas plano/karton, dan spidol untuk merancang strategi
|