MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membedakan karakteristik makanan cepat saji, makanan siap saji, dan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi (serat, lemak jenuh, garam, dan kalori) sesuai kebutuhan aktivitas jasmani.
- Murid mampu merancang pilihan menu makanan sehat yang memenuhi prinsip gizi seimbang berdasarkan Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI, termasuk memanfaatkan keragaman kuliner khas daerah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membandingkan informasi nilai gizi pada kemasan makanan cepat saji favoritmu dengan makanan sehat buatan rumah?
- Bagaimana cara kita memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai anjuran Kemenkes RI?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan ini, yaitu membedakan karakteristik makanan dan merancang menu sehat.
- Guru memberikan asesmen awal melalui pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang makanan sehat dan label gizi.
- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil yang terdiri atas 2-3 orang (bisa dengan teman sebangku).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati Gambar 6.10 tentang Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI dan aturan Permenkes No. 30 Tahun 2013 tentang batasan konsumsi gula (50g), garam (5g), dan lemak (67g).
- Murid secara berkelompok menganalisis dan membedakan karakteristik makanan cepat saji, makanan siap saji, dan makanan sehat dengan membaca label informasi nilai gizi pada beberapa contoh kemasan makanan yang dibawa/disediakan guru.
- Murid mendiskusikan dampak dari kandungan serat, lemak jenuh, garam, dan kalori terhadap kebutuhan aktivitas jasmani mereka.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Berdasarkan kriteria gizi seimbang yang telah dipahami, setiap kelompok merancang resep/menu makanan sehat baru.
- Murid memasukkan unsur keragaman kuliner khas daerah ke dalam rancangan menu mereka.
- Murid menghitung dan memperkirakan kandungan serat, lemak jenuh, garam, dan kalori pada resep yang dirancang agar sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan aktivitas jasmani.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Setiap kelompok membagikan dan mempresentasikan hasil rancangan resep makanan sehat mereka kepada kelompok lain.
- Murid saling memberikan umpan balik (tanggapan) terhadap rancangan menu kelompok lain terkait kesesuaian dengan 10 Pedoman Gizi Seimbang.
- Murid melakukan refleksi suasana dengan memilih/menggambar emoji yang mewakili perasaan mereka selama pembelajaran, serta mengisi angket pemahaman konsep gizi.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang pentingnya analisis kandungan gizi dan penerapan gizi seimbang.
- Guru mengumpulkan hasil rancangan menu makanan sehat sebagai asesmen sumatif.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh label gizi yang lebih sederhana, sedangkan yang mahir diberikan label gizi kompleks dari berbagai jenis makanan cepat saji.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan menghitung estimasi kalori dan batas garam/gula/lemak, sementara kelompok mandiri dibebaskan mengeksplorasi resep daerah yang lebih rumit.
- Produk: Murid dibebaskan menyajikan rancangan menu dalam bentuk poster, tabel tertulis, infografis digital, atau presentasi lisan sesuai minat kelompok.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu makanan cepat saji yang sering kalian makan, dan menurut kalian apa kandungan gizi yang paling dominan di dalamnya?'
Proses:- Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik lanjutan jika kelompok kesulitan membedakan lemak jenuh dan tak jenuh, serta menilai rubrik kolaborasi.
Akhir:- Penilaian dokumen rancangan menu makanan sehat menggunakan rubrik yang mencakup kriteria: pemenuhan 10 Pedoman Gizi Seimbang, pemanfaatan kuliner daerah, dan ketepatan analisis gizi (serat, lemak, garam, kalori).
Formatif:- Observasi diskusi kelompok (keterlibatan aktif dan kolaborasi).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) analisis perbandingan makanan cepat saji dan makanan sehat.
Sumatif:- Penilaian produk rancangan resep/menu makanan sehat khas daerah beserta analisis estimasi kandungan gizinya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Kandungan Gizi | Belum mampu membedakan karakteristik makanan dan tidak menyertakan analisis gizi pada rancangan menu. | Mampu membedakan karakteristik makanan secara umum, namun analisis kandungan gizi (serat, lemak, garam) pada rancangan menu masih kurang tepat. | Mampu membedakan karakteristik makanan dan menganalisis kandungan gizi pada rancangan menu dengan cukup akurat sesuai batas Permenkes. | Sangat akurat dalam membedakan karakteristik makanan dan menganalisis kandungan gizi secara detail, serta mengaitkannya dengan kebutuhan aktivitas jasmani. | | Rancangan Menu Sehat & Kuliner Daerah | Rancangan menu tidak memenuhi prinsip gizi seimbang dan tidak memuat unsur kuliner daerah. | Rancangan menu mulai mengarah pada gizi seimbang namun belum lengkap, atau belum memasukkan unsur kuliner daerah. | Rancangan menu memenuhi 10 Pedoman Gizi Seimbang dan berhasil memodifikasi kuliner khas daerah menjadi lebih sehat. | Rancangan menu sangat inovatif, memenuhi standar gizi seimbang dengan sempurna, dan mengangkat kuliner khas daerah dengan nilai gizi tinggi. | | Kolaborasi Kelompok | Murid pasif dan tidak berkontribusi dalam tugas kelompok. | Murid berkontribusi namun masih mendominasi atau sering bergantung pada teman lain. | Murid berbagi tugas dengan baik dan aktif berdiskusi dalam menyusun rancangan menu. | Murid menunjukkan kepemimpinan, mendengarkan pendapat teman, dan menghasilkan karya kelompok yang kohesif. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu cukup untuk murid melakukan analisis gizi sekaligus merancang menu?
- Apakah instruksi terkait perhitungan batas gula, garam, dan lemak (Permenkes No 30/2013) mudah dipahami oleh murid?
- Bagaimana tingkat antusiasme murid saat mengintegrasikan kuliner khas daerah ke dalam menu sehat?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari kegiatan merancang menu sehat ini yang paling menantang bagimu?
- Setelah mempelajari materi ini, perubahan kecil apa yang akan kamu lakukan pada pola makanmu sehari-hari?
- Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu saat berdiskusi dan membuat resep baru bersama teman kelompokmu!
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
- Poster/Infografis Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI (Gambar 6.10 & 6.18)
- Kemasan makanan ringan/cepat saji yang memiliki Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)
- Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 (Materi anjuran konsumsi Gula, Garam, Lemak)
|