Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi

PJOK - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Makanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMakanan Sehat, Bergizi, dan Analisis Kandungan Gizi
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membedakan karakteristik makanan cepat saji, makanan siap saji, dan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi (serat, lemak jenuh, garam, dan kalori) sesuai kebutuhan aktivitas jasmani.
  2. Murid mampu merancang pilihan menu makanan sehat yang memenuhi prinsip gizi seimbang berdasarkan Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI, termasuk memanfaatkan keragaman kuliner khas daerah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membandingkan informasi nilai gizi pada kemasan makanan cepat saji favoritmu dengan makanan sehat buatan rumah?
  2. Bagaimana cara kita memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai anjuran Kemenkes RI?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan ini, yaitu membedakan karakteristik makanan dan merancang menu sehat.
  • Guru memberikan asesmen awal melalui pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang makanan sehat dan label gizi.
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil yang terdiri atas 2-3 orang (bisa dengan teman sebangku).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati Gambar 6.10 tentang Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI dan aturan Permenkes No. 30 Tahun 2013 tentang batasan konsumsi gula (50g), garam (5g), dan lemak (67g).
  • Murid secara berkelompok menganalisis dan membedakan karakteristik makanan cepat saji, makanan siap saji, dan makanan sehat dengan membaca label informasi nilai gizi pada beberapa contoh kemasan makanan yang dibawa/disediakan guru.
  • Murid mendiskusikan dampak dari kandungan serat, lemak jenuh, garam, dan kalori terhadap kebutuhan aktivitas jasmani mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Berdasarkan kriteria gizi seimbang yang telah dipahami, setiap kelompok merancang resep/menu makanan sehat baru.
  • Murid memasukkan unsur keragaman kuliner khas daerah ke dalam rancangan menu mereka.
  • Murid menghitung dan memperkirakan kandungan serat, lemak jenuh, garam, dan kalori pada resep yang dirancang agar sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan aktivitas jasmani.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok membagikan dan mempresentasikan hasil rancangan resep makanan sehat mereka kepada kelompok lain.
  • Murid saling memberikan umpan balik (tanggapan) terhadap rancangan menu kelompok lain terkait kesesuaian dengan 10 Pedoman Gizi Seimbang.
  • Murid melakukan refleksi suasana dengan memilih/menggambar emoji yang mewakili perasaan mereka selama pembelajaran, serta mengisi angket pemahaman konsep gizi.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang pentingnya analisis kandungan gizi dan penerapan gizi seimbang.
  • Guru mengumpulkan hasil rancangan menu makanan sehat sebagai asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh label gizi yang lebih sederhana, sedangkan yang mahir diberikan label gizi kompleks dari berbagai jenis makanan cepat saji.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan menghitung estimasi kalori dan batas garam/gula/lemak, sementara kelompok mandiri dibebaskan mengeksplorasi resep daerah yang lebih rumit.
  • Produk: Murid dibebaskan menyajikan rancangan menu dalam bentuk poster, tabel tertulis, infografis digital, atau presentasi lisan sesuai minat kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu makanan cepat saji yang sering kalian makan, dan menurut kalian apa kandungan gizi yang paling dominan di dalamnya?'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik lanjutan jika kelompok kesulitan membedakan lemak jenuh dan tak jenuh, serta menilai rubrik kolaborasi.

Akhir:

  • Penilaian dokumen rancangan menu makanan sehat menggunakan rubrik yang mencakup kriteria: pemenuhan 10 Pedoman Gizi Seimbang, pemanfaatan kuliner daerah, dan ketepatan analisis gizi (serat, lemak, garam, kalori).

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok (keterlibatan aktif dan kolaborasi).
  • Lembar Kerja Murid (LKPD) analisis perbandingan makanan cepat saji dan makanan sehat.

Sumatif:

  • Penilaian produk rancangan resep/menu makanan sehat khas daerah beserta analisis estimasi kandungan gizinya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Kandungan GiziBelum mampu membedakan karakteristik makanan dan tidak menyertakan analisis gizi pada rancangan menu.Mampu membedakan karakteristik makanan secara umum, namun analisis kandungan gizi (serat, lemak, garam) pada rancangan menu masih kurang tepat.Mampu membedakan karakteristik makanan dan menganalisis kandungan gizi pada rancangan menu dengan cukup akurat sesuai batas Permenkes.Sangat akurat dalam membedakan karakteristik makanan dan menganalisis kandungan gizi secara detail, serta mengaitkannya dengan kebutuhan aktivitas jasmani.
Rancangan Menu Sehat & Kuliner DaerahRancangan menu tidak memenuhi prinsip gizi seimbang dan tidak memuat unsur kuliner daerah.Rancangan menu mulai mengarah pada gizi seimbang namun belum lengkap, atau belum memasukkan unsur kuliner daerah.Rancangan menu memenuhi 10 Pedoman Gizi Seimbang dan berhasil memodifikasi kuliner khas daerah menjadi lebih sehat.Rancangan menu sangat inovatif, memenuhi standar gizi seimbang dengan sempurna, dan mengangkat kuliner khas daerah dengan nilai gizi tinggi.
Kolaborasi KelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam tugas kelompok.Murid berkontribusi namun masih mendominasi atau sering bergantung pada teman lain.Murid berbagi tugas dengan baik dan aktif berdiskusi dalam menyusun rancangan menu.Murid menunjukkan kepemimpinan, mendengarkan pendapat teman, dan menghasilkan karya kelompok yang kohesif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid melakukan analisis gizi sekaligus merancang menu?
  • Apakah instruksi terkait perhitungan batas gula, garam, dan lemak (Permenkes No 30/2013) mudah dipahami oleh murid?
  • Bagaimana tingkat antusiasme murid saat mengintegrasikan kuliner khas daerah ke dalam menu sehat?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan merancang menu sehat ini yang paling menantang bagimu?
  • Setelah mempelajari materi ini, perubahan kecil apa yang akan kamu lakukan pada pola makanmu sehari-hari?
  • Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu saat berdiskusi dan membuat resep baru bersama teman kelompokmu!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
  3. Poster/Infografis Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI (Gambar 6.10 & 6.18)
  4. Kemasan makanan ringan/cepat saji yang memiliki Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)
  5. Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 (Materi anjuran konsumsi Gula, Garam, Lemak)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.