Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Sportivitas, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Tim Berbasis Etika Olahraga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Sportivitas, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Tim Berbasis Etika Olahraga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Sportivitas, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Tim Berbasis Etika Olahraga

PJOK - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Sportivitas, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Tim Berbasis Etika Olahraga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikSportivitas, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Tim Berbasis Etika Olahraga
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menerapkan prinsip sportivitas dalam kerja tim dengan memperagakan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi yang mencerminkan perilaku etis selama aktivitas jasmani kelompok
  2. Murid mampu mengevaluasi peran perilaku etis pemain, pelatih, ofisial, dan administrator dalam menjunjung tinggi prinsip sportivitas serta mempromosikan keunggulan perilaku etis di lingkungan olahraga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa perilaku etis sangat penting dalam konteks masyarakat olahraga?
  2. Bagaimana sportivitas seorang pemimpin tim dapat memengaruhi kinerja dan semangat anggota timnya?
  3. Apa dampak perilaku tidak etis dari pemain, pelatih, atau ofisial terhadap integritas olahraga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, menanamkan nilai ketakwaan
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid merefleksikan pengalaman mereka menunjukkan perilaku etis dalam aktivitas olahraga sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menerapkan sportivitas, kepemimpinan, dan kolaborasi berbasis etika dalam aktivitas jasmani kelompok
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa perilaku etis sangat penting dalam konteks masyarakat olahraga?'
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid
  • Guru melakukan pemanasan fisik dan mental melalui permainan ringan yang menekankan kerja sama

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video singkat atau menceritakan kasus nyata tentang perilaku etis dan tidak etis dalam olahraga (misal: fair play vs. pelanggaran curang)
  • Murid duduk dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan mendiskusikan pertanyaan: 'Apa perbedaan antara pemimpin yang sportif dan yang tidak sportif?'
  • Setiap kelompok mengidentifikasi minimal 3 karakteristik kepemimpinan yang mencerminkan perilaku etis
  • Guru memfasilitasi presentasi singkat dari 2-3 kelompok dan memberikan klarifikasi konsep sportivitas, kepemimpinan etis, dan kolaborasi
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang peran pemain, pelatih, ofisial, dan administrator dalam menjunjung tinggi sportivitas

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan aktivitas permainan kelompok: lomba estafet atau permainan bola basket/voli sederhana dengan aturan khusus yang menekankan kepemimpinan dan kolaborasi
  • Setiap kelompok menunjuk seorang kapten yang akan memimpin tim dengan menerapkan prinsip sportivitas
  • Murid melakukan aktivitas jasmani kelompok selama 25-30 menit dengan pengamatan guru terhadap perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan sportivitas
  • Selama aktivitas, guru memberikan skenario tantangan (misal: keputusan wasit yang kontroversial, konflik antar pemain) untuk menguji respons etis murid
  • Kapten tim diminta membuat keputusan strategis yang mencerminkan kepemimpinan etis dan melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan
  • Guru mencatat observasi perilaku murid menggunakan lembar pengamatan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke kelompok dan melakukan refleksi tertulis tentang pengalaman mereka selama aktivitas
  • Setiap kelompok mengevaluasi: (1) Bagaimana kapten memimpin dengan sportivitas? (2) Bagaimana anggota tim berkolaborasi? (3) Apa dampak perilaku etis terhadap hasil permainan?
  • Kelompok membuat analisis singkat tentang peran berbagai pihak (pemain, pelatih, ofisial) dalam menjunjung tinggi prinsip sportivitas
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil evaluasi dan refleksi mereka
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang bagaimana perilaku etis mempromosikan keunggulan dalam lingkungan olahraga
  • Murid secara individu menuliskan komitmen pribadi untuk menerapkan sportivitas, kepemimpinan, dan kolaborasi etis dalam kehidupan sehari-hari

Penutup:

  • Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Apa pembelajaran terpenting yang kalian dapatkan hari ini tentang perilaku etis dalam olahraga?'
  • Guru memberikan penguatan terhadap perilaku positif yang ditunjukkan murid selama pembelajaran
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi kuesioner refleksi tentang penerapan sportivitas dan kepemimpinan mereka
  • Guru memberikan tugas mandiri: mengamati satu pertandingan olahraga (langsung atau video) dan menganalisis perilaku etis yang ditunjukkan oleh berbagai pihak
  • Guru menutup pembelajaran dengan peregangan ringan dan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang lebih cepat memahami, berikan tugas tambahan menganalisis kasus pelanggaran etika olahraga tingkat profesional. Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih, sediakan lembar panduan dengan contoh konkret perilaku etis dalam olahraga
  • Proses: Murid yang lebih mandiri dapat memimpin diskusi kelompok dan merancang strategi kolaborasi sendiri. Murid yang memerlukan scaffolding lebih dapat diberikan peran khusus dengan instruksi lebih terstruktur dan pendampingan guru lebih intensif
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk refleksi: tulisan naratif, diagram, atau presentasi lisan. Untuk murid dengan kemampuan komunikasi tinggi, tantang mereka membuat proposal sederhana tentang program promosi perilaku etis di sekolah

ASESMEN

Awal:

  • Refleksi lisan murid tentang pengalaman menunjukkan perilaku etis dalam olahraga sebelumnya
  • Diskusi singkat merespons pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal tentang sportivitas

Proses:

  • Observasi langsung perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan sportivitas selama aktivitas jasmani menggunakan lembar pengamatan
  • Penilaian kemampuan kapten membuat keputusan etis dalam skenario tantangan
  • Pengamatan partisipasi dan kontribusi murid dalam diskusi kelompok

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis kelompok tentang evaluasi perilaku etis dan dampaknya terhadap hasil aktivitas
  • Kuesioner refleksi individu tentang penerapan sportivitas, kepemimpinan, dan kolaborasi
  • Penilaian komitmen pribadi tertulis untuk menerapkan perilaku etis dalam kehidupan sehari-hari

Formatif:

  • Observasi perilaku selama aktivitas jasmani kelompok menggunakan lembar pengamatan
  • Penilaian diskusi kelompok dan presentasi singkat
  • Pengamatan keterampilan kepemimpinan kapten tim dan kolaborasi anggota

Sumatif:

  • Penilaian refleksi tertulis individu tentang penerapan sportivitas dan evaluasi perilaku etis
  • Penilaian kuesioner refleksi akhir
  • Penilaian tugas mandiri analisis pertandingan olahraga

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sportivitas dalam Kerja TimMurid belum menunjukkan perilaku sportif; sering melanggar aturan, tidak menghormati lawan atau anggota timMurid mulai menunjukkan perilaku sportif namun masih inkonsisten; kadang melanggar aturan atau kurang menghormati orang lainMurid menunjukkan perilaku sportif secara konsisten; menghormati aturan, lawan, dan anggota tim dalam sebagian besar situasiMurid secara konsisten menunjukkan perilaku sportif tinggi; menghormati semua pihak, menjadi teladan fair play, dan mendorong orang lain bersikap etis
Keterampilan Kepemimpinan EtisMurid tidak menunjukkan inisiatif memimpin atau membuat keputusan; cenderung pasif atau mendominasi tanpa mempertimbangkan anggota timMurid mulai menunjukkan inisiatif memimpin namun keputusan masih kurang mempertimbangkan aspek etis dan masukan anggota timMurid menunjukkan kepemimpinan yang baik; membuat keputusan dengan mempertimbangkan aspek etis dan melibatkan anggota timMurid menunjukkan kepemimpinan etis yang kuat; membuat keputusan bijak dengan melibatkan tim, menginspirasi anggota, dan menjadi teladan perilaku etis
Kolaborasi dalam Aktivitas KelompokMurid tidak bekerja sama dengan anggota tim; cenderung individualistis atau mengabaikan kontribusi orang lainMurid mulai bekerja sama namun kontribusi masih terbatas; komunikasi dengan anggota tim kurang efektifMurid bekerja sama dengan baik; berkomunikasi efektif, mendukung anggota tim, dan berkontribusi dalam mencapai tujuan bersamaMurid berkolaborasi secara sangat efektif; komunikasi terbuka, mendukung semua anggota, memfasilitasi kerja sama, dan berkontribusi maksimal untuk tujuan tim
Kemampuan Mengevaluasi Perilaku EtisMurid belum mampu mengidentifikasi perilaku etis atau dampaknya; refleksi sangat terbatas atau tidak relevanMurid mulai mengidentifikasi perilaku etis namun evaluasi masih dangkal; belum mampu menganalisis dampak terhadap individu atau kelompokMurid mampu mengevaluasi perilaku etis dengan baik; menganalisis peran berbagai pihak dan dampaknya terhadap aktivitas jasmaniMurid mampu mengevaluasi perilaku etis secara mendalam; menganalisis kritis peran pemain, pelatih, ofisial, dan administrator serta memberikan rekomendasi promosi keunggulan perilaku etis

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah aktivitas pembelajaran berhasil mengembangkan kesadaran murid tentang pentingnya perilaku etis dalam olahraga?
  • Bagaimana efektivitas strategi diferensiasi dalam mengakomodasi keberagaman kemampuan murid?
  • Apa tantangan yang dihadapi dalam memfasilitasi kepemimpinan dan kolaborasi berbasis etika, dan bagaimana mengatasinya di pertemuan mendatang?
  • Apakah skenario tantangan yang diberikan cukup menguji kemampuan murid membuat keputusan etis?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang sportivitas, kepemimpinan, dan kolaborasi dalam olahraga?
  • Bagaimana saya menerapkan perilaku etis selama aktivitas kelompok? Apa yang sudah baik dan apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apa dampak perilaku etis terhadap hasil kerja tim kami?
  • Bagaimana saya akan menerapkan pembelajaran ini dalam aktivitas olahraga dan kehidupan sehari-hari saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/SMK (Kemendikbudristek, 2023)
  2. Buku Guru PJOK Kelas X SMA/SMK (Kemendikbudristek, 2023)
  3. Video tentang fair play dan perilaku etis dalam olahraga
  4. Lembar kerja diskusi kelompok dan lembar observasi perilaku
  5. Peralatan olahraga: bola (basket/voli), tongkat estafet, cone, peluit
  6. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka 2025
  7. Artikel atau studi kasus tentang etika olahraga dari berbagai sumber terpercaya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.