Modul AjarBab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10 Bab 5: Perilaku Etis dalam Olahraga

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 10 untuk Bab 5 "Perilaku Etis dalam Olahraga", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10 Bab 5: Perilaku Etis dalam Olahraga

PJOK - Kelas 10

Bab 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 5 — Perilaku Etis dalam Olahraga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 5 — Perilaku Etis dalam Olahraga
Alokasi Waktu12 JP (12 x 45 menit = 540 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.5.1 Memperagakan fair play dalam aktivitas jasmani
  2. TP 10.5.2 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu
  3. TP 10.5.3 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok
  4. TP 10.5.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana tindakan konkret kalian di lapangan ketika wasit atau teman membuat keputusan yang merugikan tim kalian?
  2. Apa bentuk peragaan nyata menghormati lawan saat pertandingan berlangsung sengit?
  3. Bagaimana kemampuan mengendalikan emosi saat tertekan memengaruhi ketepatan gerak dan keputusan seorang atlet di lapangan?
  4. Apa akibat yang dialami seorang individu ketika kehilangan kendali diri akibat keputusan wasit yang kontroversial?
  5. Bagaimana kejujuran mengakui kesalahan sendiri saat berolahraga memengaruhi motivasi latihanmu?
  6. Mengapa atlet yang menjunjung sportivitas mandiri tetap bersemangat berprestasi meski tanpa pengawasan wasit?
  7. Bagaimana perilaku saling percaya antaranggota tim memengaruhi keberhasilan capaian kelompok saat bermain?
  8. Apa dampak yang terjadi pada kekompakan dan hasil tim jika salah satu anggota menunjukkan perilaku tidak etis seperti menyalahkan teman?
  9. Bagaimana sebuah tim dapat mengambil keputusan taktis secara cepat dan tepat di saat berada dalam tekanan permainan?
  10. Mengapa peran kepemimpinan dan kolaborasi sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan keputusan bersama di lapangan?
  11. Bagaimana penerapan fair play dan kepemimpinan dalam tim memengaruhi jalannya sebuah permainan jasmani?
  12. Mengapa evaluasi perilaku etis sangat menentukan keberhasilan capaian aktivitas jasmani bagi diri sendiri dan kelompok?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Memperagakan Fair Play Melalui Kepatuhan Aturan dan Penghargaan terhadap Lawan dalam Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.1 Memperagakan fair play dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan statis-dinamis terstruktur (8 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui simulasi cepat 1 lawan 1 sentuh pundak untuk memetakan kesiapan murid memperagakan kepatuhan aturan tanpa pengawasan ketat (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 3 indikator tindakan fair play dalam situasi gerak: (1) Mengakui sentuhan/pelanggaran sendiri (self-call) secara jujur; (2) Menghentikan gerak seketika saat peluit/sinyal berbunyi tanpa membantah; (3) Memberi gestur salam/penghargaan kepada lawan sebelum dan setelah aksi gerak (10 menit).
  • Murid berpasangan mengamati dan menirukan peragaan 3 tindakan fair play tersebut dalam simulasi gerak bayangan berpasangan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan bola tangan modifikasi 4 lawan 4 (lapangan 10x15 meter, maksimal 3 langkah dribel/oper) di mana aturan ditegakkan secara mandiri (honour system) untuk memperagakan kepatuhan aturan dan kejujuran pelaporan out/foul (20 menit).
  • Murid melanjutkan permainan mini game tantangan rotasi lawan, di mana setiap kali terjadi pergantian kepemilikan bola atau kontak fisik, murid wajib memperagakan penghargaan terhadap lawan (membantu lawan berdiri jika terjatuh, tepukan tangan suportif, dan menerima keputusan bersama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam kelompok permainan untuk mengidentifikasi kembali tindakan fair play yang berhasil diperagakan secara konsisten dan tindakan yang masih terabaikan selama permainan modifikasi (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan peregangan otot ringan dan relaksasi pernapasan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis observasi terhadap peragaan fair play murid di lapangan, menyampaikan materi pengantar pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan visual gestur fair play di pinggir lapangan bagi murid yang memerlukan pengingat konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih sering melanggar aturan secara refleks, guru mendampingi sebagai fasilitator netral pada kelompoknya; bagi murid yang sudah konsisten mandiri, diberikan peran memimpin permainan dengan sistem honour system mandiri tanpa wasit.
  • Produk: Variasi tingkat peragaan fair play disesuaikan dari situasi permainan tempo lambat hingga tempo kompetisi dinamis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Simulasi gerak 1 lawan 1 sentuh pundak selama 2 menit: guru mengamati apakah murid jujur mengakui saat pundaknya tersentuh lawan (acuan: murid yang langsung mengangkat tangan dan bertukar peran saat tersentuh dikategorikan siap; murid yang mengabaikan sentuhan diberi penegasan aturan sebelum permainan inti).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat permainan bola tangan modifikasi 4 lawan 4 menggunakan daftar cek peragaan: (1) Mengakui sentuhan/pelanggaran sendiri (self-call); (2) Mematuhi batas aturan gerak modifikasi (maksimal 3 langkah); (3) Memberi gestur menghormati lawan (salam, membantu berdiri jika terjatuh, tidak mencemooh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek peragaan singkat di akhir sesi: setiap murid memperagakan kembali 1 gestur kepatuhan aturan (mengakui bola keluar) dan 1 gestur penghargaan terhadap lawan (salam sportif) di depan rekan tanding (acuan: kedua tindakan diperagakan dengan jelas dan tanpa ragu).

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja peragaan fair play (kepatuhan aturan dan penghargaan lawan) selama permainan bola tangan modifikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Kepatuhan Aturan PermainanBelum memperagakan kepatuhan aturan modifikasi dan masih membantah atau mengabaikan pelanggaran yang dilakukan sendiri.Memperagakan kepatuhan aturan modifikasi hanya jika diperingatkan oleh guru atau lawan.Memperagakan kepatuhan aturan permainan modifikasi secara mandiri serta mengakui pelanggaran/out sendiri (self-call) dalam sebagian besar situasi permainan.Memperagakan kepatuhan aturan permainan modifikasi secara mandiri, jujur, dan konsisten di setiap situasi permainan tanpa memerlukan peringatan.
Peragaan Penghargaan terhadap LawanBelum memperagakan gestur penghargaan terhadap lawan, bersikap acuh, atau menunjukkan gestur meremehkan saat bertanding.Memperagakan gestur penghargaan terhadap lawan (seperti tos atau salam) hanya di awal atau akhir permainan jika diinstruksikan guru.Memperagakan penghargaan terhadap lawan secara spontan selama permainan berlangsung (seperti membantu lawan bangkit atau memberi salam saat terjadi benturan).Memperagakan penghargaan terhadap lawan secara konsisten, hangat, dan suportif dalam seluruh rangkaian permainan baik saat menang maupun tertinggal poin.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain modifikasi permainan efektif memunculkan situasi yang menguji peragaan kejujuran dan fair play murid?
  • Bagaimana respons murid saat harus mengakui pelanggaran sendiri tanpa adanya wasit formal?

Murid:

  • Momen apa dalam permainan tadi yang paling menantang bagi saya untuk tetap mematuhi aturan dan menghargai lawan?
  • Tindakan fair play apa yang berhasil saya peragakan dengan penuh kesadaran hari ini?

Pertemuan 2 — Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Pengendalian Diri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.2 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu pada aspek pengendalian diri (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 pertanyaan pemetaan konsep pengendalian diri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati 2 narasi kasus simulasi olahraga: Kasus A (pemain basket mengejek lawan saat ditekel keras sehingga mendapat technical foul dan konsentrasi shooting memburuk) dan Kasus B (pemain bulu tangkis tetap tenang saat kok dinyatakan masuk oleh hakim garis meski tampak keluar, fokus mengatur napas, dan berhasil meraih poin berikutnya) (10 menit).
  • Murid membedakan dampak langsung respons emosi kedua atlet terhadap fokus gerak, konsistensi teknik, dan perolehan skor pribadi berdasarkan panduan lembar analisis pengendalian diri (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan gerak 'Focus Under Pressure': Murid A melakukan 10 kali lemparan bola ke target sasaran ring/lingkaran sembari Murid B memberikan distraksi suara/tekanan hitungan mundur secara sportif, lalu bertukar peran (15 menit).
  • Murid secara individu mencatat tingkat akurasi lemparan saat kondisi tenang dibandingkan saat di bawah distraksi, lalu mengisi lembar evaluasi pengaruh pengendalian diri terhadap keberhasilan capaian gerak individu (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menelaah lembar evaluasi mandiri untuk menilai keterkaitan antara kestabilan emosi (pengendalian diri) dan performa capaian gerak individu (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bagaimana pengendalian diri sebagai perilaku etis menjaga fokus dan kualitas capaian gerak individu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penutup serta menutup sesi dengan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kesiapan belajar lebih tinggi mengevaluasi pengaruh pengendalian diri pada situasi kompetitif bertekanan ganda (gangguan konsentrasi fisik dan verbal), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan mengevaluasi skenario stimulus tunggal (gangguan suara).
  • Proses: Murid mandiri menyelesaikan evaluasi analitis secara individual, sementara murid yang memerlukan pendampingan diberikan lembar panduan berpikir terstruktur (scaffolding pertanyaan pemandu).
  • Produk: Seluruh murid menyusun simpulan evaluasi pengendalian diri individu sesuai format lembar analisis capaian gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: (1) Sebutkan 1 contoh tindakan pengendalian diri saat bertanding! (Acuan: menahan amarah/tidak membalas provokasi/menerima keputusan wasit secara tenang); (2) Bagaimana emosi marah memengaruhi konsentrasi gerak? (Acuan: otot menjadi tegang, pandangan menyempit, koordinasi gerak menjadi kacau/rusak).

Proses:

  • Pengamatan keterisian lembar evaluasi gerak individu saat latihan 'Focus Under Pressure', memeriksa ketepatan menghubungkan kegagalan/keberhasilan gerak dengan ketenangan dan pengendalian diri (Acuan: akurasi lemparan turun saat emosi/tergesa-gesa; akurasi lemparan stabil saat fokus dan mampu mengontrol reaksi napas).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan simpulan evaluasi individu: Murid menuliskan evaluasi hubungan pengendalian diri dan capaian jasmani. (Kriteria penerimaan operasional: memuat minimal 1 hubungan sebab-akibat yang logis antara pengendalian diri/emosi dan kualitas gerak/skor individu, misal: 'Kemampuan mengontrol kekesalan membuat atlet terhindar dari pelanggaran teknis dan menjaga ritme akurasi tembakan').

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja analisis lembar evaluasi pengaruh pengendalian diri terhadap capaian aktivitas jasmani individu pada permainan 'Focus Under Pressure'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi pengaruh perilaku etis (pengendalian diri) terhadap capaian gerak individuBelum mampu mengidentifikasi pengaruh pengendalian diri terhadap performa atau capaian gerak individu.Mampu mengidentifikasi pengaruh pengendalian diri terhadap gerak individu namun belum menghubungkan sebab-akibat dengan capaian performa jasmani.Mampu mengevaluasi pengaruh pengendalian diri terhadap capaian gerak individu dengan menjelaskan hubungan logis antara kestabilan emosi dan hasil gerak.Mampu mengevaluasi secara komprehensif pengaruh pengendalian diri terhadap capaian gerak individu disertai analisis faktor pemicu stres dan solusi perbaikan performa secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain aktivitas tantangan 'Focus Under Pressure' efektif memicu situasi nyata yang membutuhkan pengendalian diri bagi murid?
  • Bagaimana respons murid dalam merefleksikan hubungan antara emosi dan kualitas capaian gerak fisiknya?

Murid:

  • Apa yang saya rasakan ketika mendapat gangguan atau distraksi saat mencoba membidik target lemparan?
  • Bagaimana cara saya menenangkan diri agar akurasi gerak saya tetap optimal saat berada dalam situasi menegangkan?

Pertemuan 3 — Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.2 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan memimpin doa bersama (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu dengan fokus pada motivasi dan sportivitas mandiri (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar berisi 2 pertanyaan tertulis: (1) 'Apakah sportivitas mandiri (kejujuran saat tidak diawasi wasit) meningkatkan atau menurunkan kepuasan pribadi? Jelaskan hubungannya.' (acuan kriteria: menyebutkan bahwa sportivitas mandiri meningkatkan kepuasan batin/kebanggaan diri yang memperkuat motivasi intrinsik); (2) 'Sebutkan 1 dampak perilaku tidak etis (seperti berpura-pura jatuh/faking foul) terhadap motivasi jangka panjang seorang atlet!' (acuan kriteria: menyebabkan ketergantungan pada kecurangan, motivasi intrinsik menurun, atau hilangnya kepercayaan diri atas kemampuan asli) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati 2 studi kasus tertulis mengenai perilaku etis individu: Kasus A (Seorang pelari menyadari kakinya sedikit menginjak garis batas lintasan saat latihan simulasi kompetisi tanpa juri; ia secara mandiri mengulang larinya demi kepuasan teknik) dan Kasus B (Seorang pemain bulu tangkis sengaja tidak mengakui kok yang menyentuh bajunya demi memenangkan reli poin, namun setelahnya ia merasa cemas dan kehilangan fokus latihan) (10 menit).
  • Murid menganalisis hubungan sebab-akibat antara tindakan etis pada kedua kasus tersebut terhadap motivasi intrinsik dan sportivitas mandiri individu menggunakan bagan alur perkembangan perilaku etis (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti aktivitas tantangan berpasangan 'Self-Officiated Shuttle Run Challenge' yang menggembirakan: murid melakukan lari bolak-balik mengambil 5 bola bernomor secara estafet dengan aturan menyentuh garis batas secara penuh secara mandiri tanpa wasit (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Evaluasi Diri Etis Individu yang berisi 3 butir analisis evaluasi capaian pribadi: (1) Hubungan kejujuran menyentuh garis dengan kepuasan capaian waktu tempuh; (2) Pengaruh sportivitas mandiri terhadap motivasi melanjutkan tantangan berikutnya; (3) Evaluasi dampak seandainya melakukan kecurangan kecil terhadap kepercayaan diri pribadi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil evaluasi pribadinya dan merumuskan 1 simpulan evaluatif tertulis tentang bagaimana sportivitas mandiri secara langsung menjaga motivasi capaian jasmani individu (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil evaluasi tertulis murid mengenai pengaruh perilaku etis terhadap motivasi dan sportivitas mandiri (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini serta menutup kegiatan dengan doa bersama dan pendinginan mandiri (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar studi kasus dengan panduan pertanyaan bantu bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta studi kasus kompetisi tingkat nasional/internasional yang lebih kompleks bagi murid yang siap belajar lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah evaluasi sebab-akibat terstruktur, sedangkan murid yang mandiri langsung mengevaluasi pengaruh etis secara komparatif antara motivasi intrinsik vs ekstrinsik.
  • Produk: Format penyajian lembar evaluasi capaian jasmani dapat diselesaikan dalam bentuk bagan alur evaluatif atau esai analitis singkat berstruktur sebab-akibat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kompetensi evaluasi perilaku etis melalui 2 butir soal: Butir 1 (Menilai hubungan sportivitas mandiri dengan kepuasan batin; acuan: murid menyatakan sportivitas mandiri meningkatkan kebanggaan pribadi dan motivasi intrinsik); Butir 2 (Menilai dampak perilaku tidak etis terhadap motivasi; acuan: murid menyatakan perilaku tidak etis menurunkan motivasi intrinsik atau memicu kecemasan atas kemampuan riil).

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan Lembar Evaluasi Diri Etis Individu saat aktivitas 'Self-Officiated Shuttle Run Challenge' berdasarkan 3 indikator: (1) evaluasi dampak kepatuhan aturan mandiri terhadap kepuasan hasil gerak; (2) evaluasi dampak kejujuran terhadap motivasi latihan lanjutan; (3) evaluasi dampak perilaku tidak etis terhadap kepercayaan diri individu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui penulisan 1 simpulan evaluatif tertulis pada lembar kerja murid (acuan kriteria penerimaan: rumusan memuat keterkaitan langsung antara perilaku etis/sportivitas mandiri dengan peningkatan motivasi intrinsik atau kestabilan mental dalam aktivitas jasmani individu).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui 2 butir pertanyaan tertulis kesiapan evaluasi perilaku etis.
  • Asesmen formatif proses menggunakan Lembar Evaluasi Diri Etis Individu pada aktivitas tantangan mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap motivasi dan sportivitas mandiri individuBelum mampu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian jasmani individu, hanya mendeskripsikan tindakan gerak fisik tanpa mengaitkannya dengan aspek motivasi atau sportivitas mandiri.Mampu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu pada 1 aspek (motivasi atau sportivitas mandiri saja) dengan penjelasan hubungan sebab-akibat yang masih umum dan membutuhkan bimbingan.Mampu mengevaluasi secara tepat pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu pada kedua aspek (motivasi intrinsik dan sportivitas mandiri) berdasarkan bukti nyata selama beraktivitas jasmani.Mampu mengevaluasi secara komprehensif dan mendalam pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu pada aspek motivasi dan sportivitas mandiri, serta merumuskan strategi penguatan motivasi berbasis etika secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas tantangan mandiri tanpa wasit berhasil memicu kesadaran murid dalam menerapkan dan mengevaluasi sportivitas mandiri?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menghubungkan konsep perilaku etis dengan motivasi intrinsik capaian fisik mereka?

Murid:

  • Apa yang saya rasakan ketika berhasil bersikap jujur pada aturan gerak meskipun tidak ada yang mengawasi?
  • Bagaimana evaluasi saya terhadap pengaruh sportivitas mandiri ini dalam menjaga semangat berlatih jasmani ke depannya?

Pertemuan 4 — Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani bagi Kelompok dalam Membangun Kepercayaan dan Solidaritas Tim — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.3 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok, khususnya aspek kepercayaan dan solidaritas tim (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menyajikan 1 pertanyaan lisan terarah: 'Jika seorang pemain terus mengoper bola hanya kepada sahabat dekatnya dan mengabaikan rekan setim lain yang berdiri bebas, bagaimana dampaknya terhadap capaian kelompok?' (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan lembar studi kasus yang menyajikan 2 perbandingan skenario tim: Skenario A (anggota tim saling memberi dukungan verbal saat rekan membuat kesalahan, berbagi peran merata, dan patuh aturan bersama) dan Skenario B (anggota tim saling menyalahkan saat kebobolan, mengabaikan rekan tertentu, dan melanggar kesepakatan strategi bersama) (10 menit).
  • Murid bersama kelompok mengidentifikasi bentuk perilaku etis (kepercayaan, respek, saling dukung) dan perilaku tidak etis (egoistis, menyalahkan, tidak percaya rekan) serta memprediksi dampaknya terhadap efektivitas capaian kelompok (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan pemanasan dinamis dan terlibat dalam permainan simulasi kerja tim 'Oper Cepat 5 Sentuhan Berantai' dengan aturan etis tim: setiap operan wajib melibatkan seluruh anggota tanpa diskriminasi sebelum memasukkan bola ke sasaran (10 menit).
  • Murid dalam kelompok mempraktikkan dua babak permainan: Babak 1 dengan pembatasan perilaku (sengaja mengabaikan salah satu rekan) dan Babak 2 dengan penerapan perilaku etis penuh (saling percaya, berbagi bola ke semua rekan, saling menyemangati secara suportif) (15 menit).
  • Murid mencatat dan mengevaluasi data capaian kelompok pada lembar evaluasi: menghitung efektivitas aliran bola, tingkat keberhasilan sasaran, serta level solidaritas tim antara Babak 1 dan Babak 2 (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memaparkan evaluasi kelompok mengenai kaitan kausal antara perilaku etis (membangun kepercayaan dan solidaritas) dengan peningkatan capaian aktivitas jasmani kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan fisik ringan berpasangan dan mengatur napas bersama guru (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa etika kelompok berupa kepercayaan dan solidaritas merupakan faktor penentu capaian bersama dalam aktivitas jasmani, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar studi kasus dengan tingkat kerumitan skenario berbeda (skenario 2 variabel sederhana vs skenario multi-variabel konflik tim) untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terstruktur berupa daftar cek indikator perilaku etis tim saat evaluasi; murid yang lebih cepat diarahkan menganalisis dampak lanjutan pada dinamika strategi kelompok.
  • Produk: Hasil evaluasi pengaruh perilaku etis kelompok dapat disajikan dalam bentuk tabel perbandingan terstruktur atau narasi evaluasi analitis tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Jika seorang pemain terus mengoper bola hanya kepada sahabat dekatnya dan mengabaikan rekan setim lain yang berdiri bebas, bagaimana dampaknya terhadap capaian kelompok?' (Acuan penerimaan: Murid menjawab bahwa alur serangan tim menjadi mudah ditebak lawan, kepercayaan rekan setim menurun, dan peluang kelompok mencetak angka berkurang).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mengevaluasi data perbandingan Babak 1 dan Babak 2 pada Lembar Evaluasi Kelompok.
  • Pemeriksaan Lembar Evaluasi Kelompok yang memuat 3 aspek analisis: (1) Bentuk perilaku etis tim yang muncul; (2) Dampak perilaku etis terhadap kepercayaan & solidaritas; (3) Pengaruh langsungnya terhadap capaian hasil permainan kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir tertulis (1 butir singkat): 'Jelaskan bagaimana rasa saling percaya dan solidaritas antaranggota tim mampu meningkatkan peluang keberhasilan capaian kelompok dalam permainan beregu!' (Kriteria penerimaan: Jawaban menjelaskan hubungan logis bahwa rasa saling percaya membuat aliran bola/koordinasi gerak lancar tanpa keraguan, dan solidaritas menjaga motivasi kolektif saat tim dalam posisi tertekan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengaruh operan diskriminatif terhadap capaian tim.
  • Lembar Evaluasi Pengaruh Perilaku Etis Kelompok selama simulasi permainan tim.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompokBelum mampu mengidentifikasi kaitan antara perilaku etis anggota dengan capaian kelompok; deskripsi evaluasi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.Mampu mengidentifikasi perilaku etis dalam kelompok namun evaluasi pengaruhnya terhadap capaian aktivitas jasmani kelompok masih terbatas pada aspek menang/kalah saja tanpa meninjau kepercayaan dan solidaritas.Mampu mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani kelompok dengan menjelaskan keterkaitan antara sikap saling percaya dan solidaritas terhadap efektivitas kerja sama tim sesuai data simulasi.Mampu mengevaluasi secara mendalam dan komprehensif pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok, menguraikan hubungan kausal antara kepercayaan, solidaritas, koordinasi taktik, dan hasil akhir tim secara runtut dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain permainan simulasi dua babak berhasil memfasilitasi murid memahami perbedaan nyata dampak perilaku etis terhadap solidaritas kelompok?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat proses evaluasi data kelompok berlangsung?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika timmu menerapkan sikap saling percaya dan saling mendukung dibandingkan saat ada rekan yang menyalahkan?
  • Apa evaluasi utamamu tentang hubungan perilaku etis dengan keberhasilan kelompokmu dalam mencapai tujuan permainan?

Pertemuan 5 — Menerapkan Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja Tim yang Mempertunjukkan Keterampilan Kepemimpinan dan Kolaborasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam pembuka, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan fisik di lapangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi dalam aktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik cepat dengan memberikan 2 skenario taktis tertulis di papan tulis/lembar periksa dan meminta setiap murid menuliskan respons pilihan keputusan taktis pada secarik kertas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan peragaan simulasi mengenai 3 langkah strategi pengambilan keputusan tim dalam situasi dinamis: (1) membaca situasi (mengidentifikasi posisi lawan dan rekan), (2) memilih opsi tindakan tim (menyerang cepat, menjaga ruang, atau rotasi bertahan), dan (3) memberikan instruksi kepemimpinan yang jelas kepada rekan tim (10 menit).
  • Dalam kelompok kecil berisi 5 orang, murid menganalisis 2 simulasi situasi taktis berikut: Situasi A (kondisi tim tertinggal 1 angka dengan sisa waktu 1 menit dan lawan menumpuk di area tengah; keputusan tepat: menyebarkan bola ke sisi sayap kosong melalui instruksi kapten); Situasi B (kondisi tim unggul namun pemain bertahan lawan melakukan pressing ketat berdua; keputusan tepat: melakukan umpan pendek cepat dan membuka ruang bantuan terdekat). Setiap kelompok mendiskusikan pembagian peran kapten lapangan dan pembagian tugas gerak kolaboratif setiap anggota tim (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan pemanasan terstruktur dalam bentuk permainan taktis beregu 'Zona Keputusan Cepat' (4 lawan 4 dengan 1 netral/joker pembawa bola): tim yang menyerang harus membuat keputusan operan atau terobosan dalam waktu maksimal 5 detik per penguasaan di bawah komando kapten yang bergantian peran (15 menit).
  • Setiap tim menerapkan strategi pengambilan keputusan, kepemimpinan (mengarahkan formasi, memberi komando suara saat bola bergulir), dan kolaborasi (mendukung ruang gerak teman tanpa bola) dalam simulasi permainan modifikasi invasi berbatas waktu (3 babak x 5 menit), di mana setiap jeda babak tim mengambil keputusan penyesuaian taktik bersama secara musyawarah (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap tim berkumpul dalam lingkaran untuk merefleksikan efektivitas keputusan taktis yang telah diterapkan di lapangan, memeriksa sejauh mana arahan pemimpin dipatuhi serta bagaimana kolaborasi antarpemain berjalan saat menghadapi tekanan lawan (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan fisik ringan secara berpasangan untuk memulihkan kelenturan otot (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya keselarasan antara kepemimpinan yang komunikatif dan kolaborasi anggota dalam mengeksekusi keputusan tim di lapangan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman keputusan taktis tertulis/lisan, menyampaikan pengingat persiapan pelaksanaan asesmen sumatif pada pertemuan 6 mendatang, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan visual diagram posisi lapangan sederhana bagi tim yang membutuhkan panduan konkret dalam mengambil keputusan posisi, serta lembar skenario situasi kompleks dengan variasi formasi lawan bagi tim yang bergerak lebih cepat.
  • Proses: Memberikan pendampingan intensif bagi kelompok yang kesulitan berkoordinasi saat mengambil keputusan dengan membatasi jumlah pemain (3 vs 3); memberikan tantangan tambahan batas waktu keputusan lebih singkat (3 detik) bagi tim yang telah menunjukkan kepemimpinan dan kolaborasi yang solid.
  • Produk: Kelompok menunjukkan bukti penerapan pengambilan keputusan tim melalui eksekusi taktis nyata di lapangan yang tercatat pada lembar observasi peran kepemimpinan dan lembar kerja kolaborasi tim.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman pengambilan keputusan taktis tim melalui 2 butir skenario: (1) Skenario 1: 'Ketika tim Anda diserang balik cepat dan jumlah bek kalah 2 lawan 3, keputusan taktis apa yang harus diambil kapten/tim?' (Acuan jawaban benar: menahan/memperlambat laju lawan di area tengah sambil menunggu bantuan rekan kembali ke posisi bertahan, bukan langsung menerjang maju sendirian); (2) Skenario 2: 'Saat rekan satu tim yang memegang bola dikepung dua pemain lawan di sudut lapangan, tindakan kolaborasi apa yang harus diputuskan pemain pendukung?' (Acuan jawaban benar: bergerak mendekat membuka ruang operan aman dan memanggil rekan untuk segera melepaskan bola).

Proses:

  • Observasi kinerja tim selama simulasi permainan invasi modifikasi menggunakan lembar pengamatan 3 indikator ketercapaian: (1) Penerapan strategi pengambilan keputusan tim (mengidentifikasi situasi dan mengeksekusi pilihan taktis menyerang/bertahan), (2) Keterampilan kepemimpinan (memberikan arahan posisi/komando verbal yang konstruktif di lapangan), dan (3) Keterampilan kolaborasi (bergerak aktif mendukung rekan pembawa bola dan membagi peran pengawalan). Kriteria ketercapaian: tim mampu memenuhi ketiga indikator secara konsisten dalam minimal 2 dari 3 babak permainan simulasi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan refleksi keputusan taktis: (1) 'Sebutkan 3 tahapan utama dalam mengambil keputusan bersama di tengah situasi pertandingan!' (Acuan jawaban benar: mengamati situasi/posisi lawan-kawan, menentukan opsi taktik bersama/arahan pemimpin, dan mengeksekusi peran gerak secara kolaboratif); (2) 'Bagaimana cara anggota tim menunjukkan kolaborasi nyata ketika pemimpin tim telah menetapkan keputusan taktik bertahan?' (Acuan jawaban benar: segera kembali mengisi ruang kosong pertahanan, disiplin mengawal lawan sesuai tugas, dan berkomunikasi aktif saling menutupi pergerakan rekan).

Formatif:

  • Asesmen awal: tes diagnostik tertulis singkat memilih keputusan taktis pada 2 skenario awal.
  • Asesmen proses: lembar observasi keterlaksanaan strategi pengambilan keputusan, keterampilan kepemimpinan lapangan, dan kolaborasi gerak tim selama simulasi permainan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja TimBelum mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan tim; bergerak sendiri tanpa kesepakatan pola taktik saat menyerang maupun bertahan.Mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan tim namun masih ragu-ragu dan hanya berhasil pada situasi permainan dengan tempo lambat.Mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan tim secara tepat dan konsisten pada situasi dinamis menyerang maupun bertahan sesuai rencana tim.Mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan tim secara cepat, tepat, dan adaptif saat menghadapi perubahan taktik lawan di bawah tekanan waktu.
Keterampilan Kepemimpinan dalam TimBelum menunjukkan keterampilan kepemimpinan; pasif dan tidak memberikan arahan atau petunjuk arah gerak kepada anggota tim.Mulai menunjukkan keterampilan kepemimpinan dengan sesekali memberikan instruksi arah gerak kepada teman, namun instruksi belum terarah jelas.Mampu mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan secara efektif dengan memberikan instruksi verbal yang jelas, memotivasi, dan mengarahkan formasi tim.Mampu mempertunjukkan kepemimpinan yang sangat efektif, membimbing pembagian peran secara adil, serta mengoordinasikan transisi tim dengan tegas dan santun.
Keterampilan Kolaborasi dalam Kerja TimBelum menunjukkan kolaborasi; bermain secara individualis dan tidak memberi dukungan ruang bagi rekan tim.Mulai menunjukkan kolaborasi dengan sesekali melakukan operan bola, namun belum konsisten mendukung pergerakan rekan tanpa bola.Mampu berkolaborasi secara konsisten dengan aktif membuka ruang gerak, saling melapis posisi bertahan, dan menjalankan kesepakatan peran tim.Mampu berkolaborasi secara optimal melalui kerja sama gerak yang kompak, saling mengisi kekosongan posisi secara proaktif, dan menjaga solidaritas tim.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain permainan taktis modifikasi berhasil menstimulasi murid untuk mengambil keputusan bersama di bawah tekanan waktu?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam mempraktikkan peran kepemimpinan dan kolaborasi dalam kelompoknya?
  • Kendala apa yang paling dominan ditemui murid saat menyelaraskan instruksi pemimpin dengan pergerakan kolaboratif rekan di lapangan?

Murid:

  • Keputusan taktis apa yang paling efektif yang berhasil timmu sepakati dan terapkan dalam permainan tadi?
  • Bagaimana caramu memberikan dukungan atau instruksi kepada rekan setim saat menghadapi situasi permainan yang sulit?
  • Apa hambatan yang kamu rasakan saat harus berkolaborasi menjalankan keputusan bersama di lapangan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.1 Memperagakan fair play dalam aktivitas jasmani
  • TP 10.5.2 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu
  • TP 10.5.3 Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi kelompok
  • TP 10.5.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup tiga tugas dalam Asesmen Sumatif Bab 5: simulasi permainan tim, telaah diskusi kelompok, dan esai reflektif individu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan petunjuk teknis simulasi unjuk kerja permainan mini bola tangan (4 tim di 2 lapangan berdampingan), aturan kepatuhan fair play, pembagian peran kepemimpinan/kolaborasi, serta kriteria lembar telaah kelompok dan esai individu tanpa mengubah standar asesmen (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • TUGAS 1 (TP 1 & TP 4): Murid melaksanakan simulasi permainan mini bola tangan secara serentak dalam 4 tim pada 2 lapangan berdampingan; guru melakukan observasi unjuk kerja perilaku fair play (kepatuhan pada aturan permainan, mengakui pelanggaran diri, menghargai lawan dan wasit tanpa protes berlebihan) serta penerapan strategi pengambilan keputusan tim yang memperlihatkan pembagian peran kepemimpinan dan kolaborasi aktif (40 menit).
  • TUGAS 2 (TP 3): Murid berkumpul bersama kelompoknya untuk mengisi Lembar Telaah Evaluasi Kelompok yang mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian kelompok dengan menjawab 2 butir telaah: (1) Bagaimana kepatuhan aturan dan saling percaya memengaruhi ketercapaian target taktik dan atmosfer kerja tim? [Acuan: jawaban memuat minimal 2 aspek konkret: kepatuhan mengurangi turnover/pelanggaran yang merugikan tim, dan kepercayaan meningkatkan kelancaran aliran bola/dukungan antarpemain]; (2) Apa dampak jika terjadi pelanggaran etika (seperti egois atau menyalahkan rekan) terhadap keberhasilan kelompok? [Acuan: memuat minimal 2 dampak konkret: merusak fokus/mental bermain rekan dan memecah koordinasi formasi pertahanan/penyerangan] (15 menit).
  • TUGAS 3 (TP 2): Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tes Tertulis Esai Reflektif Individu di lembar asesmen dengan 2 pertanyaan evaluasi diri: Soal 1: 'Evaluasilah pengaruh pengendalian emosi dan kepatuhan aturan yang kamu lakukan selama bermain terhadap performa fisik dan mental dirimu!' [Acuan jawaban: memuat evaluasi bahwa pengendalian diri menjaga ketenangan berpikir saat tertekan, detak jantung/tenaga tidak terbuang percuma untuk emosi, dan konsistensi stamina/teknik tetap terjaga]; Soal 2: 'Evaluasilah bagaimana motivasi intrinsik dan sportivitas mandiri yang kamu tunjukkan memengaruhi kualitas capaian gerak pribadimu!' [Acuan jawaban: memuat evaluasi bahwa sportivitas mandiri menumbuhkan kepuasan batin yang jujur, fokus tertuju pada perbaikan keterampilan diri bukan sekadar skor, serta meningkatkan resiliensi/daya juang saat menghadapi situasi sulit] (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar telaah kelompok dan lembar esai reflektif individu ke meja guru secara tertib, lalu melakukan penenangan/cooling down mandiri (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi atas terselesaikannya seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 5, menyampaikan apresiasi atas integritas dan kepatuhan etis seluruh murid selama pelaksanaan simulasi dan tes tertulis, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar panduan petunjuk tugas dan soal esai dengan format teks cetak jelas dan spasi longgar bagi murid yang memerlukan akomodasi visual, tanpa mengubah substansi butir evaluasi.
  • Proses: Menyediakan waktu hening dan posisi meja yang tenang saat penulisan esai reflektif mandiri bagi murid yang sensitif terhadap kebisingan pascapraktik fisik.
  • Produk: Format lembar jawaban esai mengakomodasi tulisan tangan kapital atau poin terstruktur asalkan memuat seluruh indikator evaluasi yang ditargetkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan partisipasi unjuk kerja dan kepemilikan alat tulis untuk pengerjaan telaah serta esai reflektif sumatif (acuan: murid siap fisik beraktivitas dan membawa alat tulis mandiri).

Proses:

  • Pengamatan langsung oleh guru menggunakan lembar rubrik observasi saat murid memperagakan fair play, kepemimpinan, dan kolaborasi dalam simulasi permainan mini bola tangan 4 tim di 2 lapangan mini berdampingan.

Sumatif Bab:

  • Asesmen Kinerja Simulasi Permainan Tim dan Tes Tertulis Esai Reflektif: Hasil observasi penerapan fair play dan kepemimpinan/kolaborasi dalam simulasi permainan tim, catatan telaah evaluasi etika kelompok, serta lembar esai refleksi evaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu
  • Penilaian unjuk kerja simulasi permainan tim berkelompok: Keterampilan memperagakan fair play (menghargai lawan, menaati aturan) dan penerapan strategi pengambilan keputusan bersama yang menunjukkan kepemimpinan serta kolaborasi aktif saat bermain dalam 4 tim serentak (2 lapangan mini berdampingan, diamati secara menyeluruh) (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi unjuk kerja perilaku fair play, kepemimpinan, dan kolaborasi)
  • Penilaian kinerja diskusi dan telaah kelompok: Lembar catatan telaah kelompok yang memuat evaluasi bersama mengenai pengaruh perilaku etis (kejujuran, kepatuhan aturan tim) terhadap pencapaian keberhasilan permainan kelompok (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian kinerja diskusi dan lembar telaah kelompok)
  • Tes tertulis esai reflektif serentak: Lembar jawaban esai reflektif individu yang menganalisis evaluasi pengaruh perilaku etis terhadap perkembangan fisik, mental, dan capaian aktivitas jasmani diri sendiri secara mandiri (30 menit; kelompok; instrumen: Soal esai reflektif dan pedoman penskoran analitik)

Sumatif:

  • Asesmen Kinerja Simulasi Permainan Tim dan Tes Tertulis Esai Reflektif: Hasil observasi penerapan fair play dan kepemimpinan/kolaborasi dalam simulasi permainan tim, catatan telaah evaluasi etika kelompok, serta lembar esai refleksi evaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian individu
  • Penilaian unjuk kerja simulasi permainan tim berkelompok: Keterampilan memperagakan fair play (menghargai lawan, menaati aturan) dan penerapan strategi pengambilan keputusan bersama yang menunjukkan kepemimpinan serta kolaborasi aktif saat bermain dalam 4 tim serentak (2 lapangan mini berdampingan, diamati secara menyeluruh) (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi unjuk kerja perilaku fair play, kepemimpinan, dan kolaborasi)
  • Penilaian kinerja diskusi dan telaah kelompok: Lembar catatan telaah kelompok yang memuat evaluasi bersama mengenai pengaruh perilaku etis (kejujuran, kepatuhan aturan tim) terhadap pencapaian keberhasilan permainan kelompok (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian kinerja diskusi dan lembar telaah kelompok)
  • Tes tertulis esai reflektif serentak: Lembar jawaban esai reflektif individu yang menganalisis evaluasi pengaruh perilaku etis terhadap perkembangan fisik, mental, dan capaian aktivitas jasmani diri sendiri secara mandiri (30 menit; kelompok; instrumen: Soal esai reflektif dan pedoman penskoran analitik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memperagakan Fair Play dalam Aktivitas Jasmani (TP 1)Melakukan lebih dari 2 kali pelanggaran aturan secara sengaja, memprotes keputusan wasit, atau menunjukkan sikap tidak menghargai lawan dalam simulasi permainan.Memperagakan kepatuhan aturan namun masih melakukan 1-2 kali pelanggaran kecil tanpa kesadaran mandiri dan perlu diingatkan wasit/guru untuk menghormati lawan.Konsisten menaati seluruh aturan permainan, mengakui sentuhan/pelanggaran sendiri saat ditegur wasit, dan menghargai lawan serta keputusan wasit sepanjang permainan.Secara mandiri dan proaktif selalu menaati aturan, berinisiatif mengakui kesalahan/out tanpa menunggu peluit wasit, serta menunjukkan sikap santun dan menjunjung tinggi kehormatan lawan di setiap situasi laga.
Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Individu (TP 2)Jawaban esai reflektif tidak memuat evaluasi pengaruh pengendalian diri atau motivasi/sportivitas terhadap performa gerak fisik maupun mental diri sendiri (tidak memenuhi acuan jawaban Soal 1 dan 2).Hanya mengevaluasi salah satu aspek (pengendalian diri saja ATAU sportivitas mandiri saja) dengan analisis capaian fisik/mental yang masih parsial (memenuhi acuan salah satu soal saja).Mengevaluasi secara tepat kedua aspek: pengaruh pengendalian diri terhadap kestabilan emosi/stamina fisik (acuan Soal 1) DAN motivasi/sportivitas mandiri terhadap fokus perbaikan capaian gerak individu (acuan Soal 2).Mengevaluasi secara mendalam, tepat, dan komprehensif kedua aspek sesuai acuan Soal 1 dan 2, serta mengaitkan hubungan sebab-akibat antara ketenangan mental etis dengan konsistensi efisiensi gerak pribadi.
Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Kelompok (TP 3)Lembar telaah kelompok hanya memuat 0-1 aspek konkret pengaruh perilaku etis terhadap capaian tim dan tidak menjelaskan dampak pelanggaran etika.Lembar telaah kelompok memuat evaluasi pengaruh kepatuhan aturan terhadap tim namun belum menguraikan dampak pelanggaran etika secara jelas (memenuhi 1 dari 2 acuan butir telaah).Lembar telaah kelompok memuat evaluasi tepat atas pengaruh kepatuhan/kepercayaan terhadap kelancaran taktik tim (acuan Butir 1) DAN dampak pelanggaran etika terhadap perpecahan koordinasi tim (acuan Butir 2).Lembar telaah kelompok memuat evaluasi yang sangat rinci dan tepat mencakup kedua acuan butir telaah disertai identifikasi solusi perbaikan etika tim untuk mempertahankan soliditas permainan.
Menerapkan Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja Tim (TP 4)Tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tim, bermain secara individualis, dan tidak menunjukkan pembagian peran kolaboratif maupun kepemimpinan.Mengikuti keputusan yang ditentukan rekan lain tetapi pasif dalam memberikan masukan strategi dan hanya sesekali berkolaborasi dalam formasi permainan.Aktif menerapkan strategi bersama, mengambil keputusan taktis yang tepat saat mengalirkan bola/menjaga posisi, serta menunjukkan kepemimpinan dan kolaborasi yang solid dengan seluruh anggota tim.Menunjukkan inisiatif kepemimpinan yang tanggap dalam mengarahkan strategi tim di lapangan, mendengarkan masukan rekan secara kolaboratif, dan konsisten mengambil keputusan demi keberhasilan bersama tim.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit simulasi, 15 menit diskusi telaah, dan 20 menit esai mandiri berjalan efektif untuk mengamati seluruh indikator sumatif?
  • Bagaimana tingkat objektivitas guru dalam mencatat unjuk kerja fair play dan kepemimpinan pada 4 tim di 2 lapangan serentak?

Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang saya rasakan dalam menjaga perilaku fair play dan mengendalikan emosi di tengah ketatnya simulasi permainan tim tadi?
  • Bagaimana evaluasi yang saya tuliskan dalam esai dapat membantu saya menjadi atlet/individu yang lebih etis dan berkarakter di masa mendatang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek
  2. Buku Teks Siswa PJOK Kelas X, Kemendikbudristek
  3. Peralatan: bola tangan/bola karet (4 buah), rompi tim (2 warna berbeda), cone penanda lapangan (16 buah), peluit, stopwatch
  4. Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/MA/SMK, Kemendikbudristek RI, 2021
  5. Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/MA/SMK, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Bola basket/bola voli, target sasaran lingkaran/cone, peluit, dan lembar kerja evaluasi pengendalian diri.
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/SMK Kelas X (Kemendikbudristek 2021/2024)
  8. Buku Siswa Aktivitas Jasmani dan Olahraga SMA/SMK Kelas X Bab 5 Perilaku Etis dalam Olahraga
  9. Lembar Kerja Evaluasi Diri Etis Individu dan Lembar Studi Kasus Motivasi Atlet
  10. Peralatan aktivitas jasmani: corong/cone pembatas lintasan, bola bernomor/shuttlecock, stopwatch
  11. Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  12. Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  13. Lembar Analisis Perilaku Etis Kelompok.
  14. Peralatan jasmani: bola (futsal/bola tangan/basket), rompi tim 2 warna, kerucut (cone), stopwatch, dan peluit.
  15. Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi 2023), Bab 5: Perilaku Etis dalam Olahraga, Halaman 202-208.
  16. Buku Siswa PJOK untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi 2023), Bab 5: Perilaku Etis dalam Olahraga, Halaman 145-159.
  17. Peluit, rompi tim 2 warna, bola permainan invasi (bola tangan/futsal/basket), kerucut pembatas (cone), dan papan taktik portabel.
  18. Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kemendikbudristek, 2023
  19. Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kemendikbudristek, 2023
  20. Peluit, stopwatch, bola tangan mini (atau bola modifikasi sejenis), rompi tim (4 warna berbeda), kerucut/cone pembatas lapangan
  21. Lembar Instrumen Asesmen Sumatif (Rubrik Observasi Fair Play & Kepemimpinan, Lembar Catatan Telaah Kelompok, Lembar Tes Esai Reflektif Individu)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.