Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan dan Pemantauan Kebugaran Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan dan Pemantauan Kebugaran Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan dan Pemantauan Kebugaran Diri

PJOK - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan dan Pemantauan Kebugaran Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan dan Pemantauan Kebugaran Diri
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menginvestigasi berbagai perangkat teknologi (pedometer, akselerometer, smartwatch, aplikasi GPS, dan perangkat pemantau denyut nadi) yang dapat digunakan untuk memantau dan meningkatkan kebugaran jasmani.
  2. Murid mampu merencanakan penggunaan teknologi pendukung kebugaran sebagai bagian dari strategi personal untuk meningkatkan dan menjaga kebugaran diri secara berkelanjutan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menghitung berapa langkah kalian berjalan dalam sehari?
  2. Bagaimana perangkat seperti smartphone atau smartwatch dapat membantu kita memantau dan meningkatkan kebugaran tubuh?
  3. Jika kalian tidak memiliki perangkat teknologi, bagaimana cara kalian memantau kebugaran secara mandiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang mengacu pada pemanfaatan teknologi untuk kebugaran diri.
  • Guru memberikan asesmen awal dengan menanyakan siapa yang pernah menggunakan aplikasi kesehatan/kebugaran di gawai mereka.
  • Guru menyajikan fakta dari National Center of Biotechnology Information bahwa 33,8% anak-anak di Indonesia menerapkan gaya hidup tidak aktif secara fisik (perilaku sedenter) untuk memancing kesadaran murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca infografik dan materi di Buku Siswa mengenai pemanfaatan teknologi (pedometer, akselerometer, pemantau denyut nadi, aplikasi GPS).
  • Murid menginvestigasi cara kerja perangkat tersebut dan mendiskusikan dampaknya terhadap motivasi berolahraga.
  • Guru memberikan penjelasan bahwa teknologi bersifat penunjang; bagi yang tidak memiliki perangkat, pemantauan tetap dapat dilakukan secara manual tanpa mengurangi esensi kebugaran.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri merencanakan jadwal aktivitas fisik selama satu minggu ke depan (misal: jalan/lari 1,6 km, sit-up, push-up, V-sit and reach).
  • Murid menentukan alat pemantau yang akan digunakan dalam rencana mereka, baik menggunakan aplikasi di smartphone (seperti pedometer/GPS) maupun pencatatan jurnal manual.
  • Murid menyusun format jurnal pemantauan yang mencakup jenis latihan, durasi, intensitas, dan respons tubuh.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengevaluasi rencana aktivitas fisik yang telah disusun, apakah realistis dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
  • Murid saling berbagi rencana dengan teman sebangku dan memberikan umpan balik (peer assessment).
  • Guru memandu diskusi reflektif tentang bagaimana pemantauan yang konsisten (dengan atau tanpa teknologi) dapat mengubah kebiasaan sedenter menjadi gaya hidup aktif.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya memantau kebugaran diri sebagai investasi kesehatan masa depan.
  • Guru mengingatkan murid untuk melaksanakan rencana aktivitas fisik selama seminggu ke depan dan mencatatnya di jurnal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi, doa, dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memiliki akses teknologi dapat mengeksplorasi aplikasi kebugaran secara langsung, sementara yang tidak memiliki akses diberikan format jurnal pemantauan manual yang komprehensif.
  • Proses: Murid yang butuh bimbingan dibantu menyusun rencana aktivitas fisik yang ringan, sedangkan yang sudah bugar dapat merencanakan program dengan intensitas lebih tinggi.
  • Produk: Laporan pemantauan dapat berupa tangkapan layar (screenshot) dari aplikasi kebugaran, atau buku jurnal catatan manual yang ditulis tangan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang di HP-nya terdapat aplikasi penghitung langkah atau pemantau kesehatan? Bagaimana kalian menggunakannya?'

Proses:

  • Guru berkeliling memberikan umpan balik saat murid menyusun rencana aktivitas fisik dan memilih metode pemantauannya.

Akhir:

  • Penilaian rubrik terhadap kelengkapan dan kedalaman Rencana Aktivitas Fisik dan Pemantauan (Jurnal) yang dikumpulkan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi saat diskusi investigasi perangkat teknologi.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) terhadap draf rencana aktivitas fisik.

Sumatif:

  • Penilaian produk berupa dokumen Rencana Penggunaan Teknologi dan Jurnal Aktivitas Fisik Mingguan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perencanaan dan Kelengkapan Jurnal PemantauanTidak menyusun rencana aktivitas fisik atau mencatat secara sangat minim tanpa mengaitkan dengan metode pemantauan.Menyusun rencana latihan dengan sedikit detail, namun belum jelas metode pemantauan (teknologi/manual) yang digunakan.Menyusun rencana latihan dengan perincian yang cukup, mencantumkan variasi latihan, dan menentukan alat pemantau (teknologi/manual) dengan baik.Menyusun rencana latihan dengan sangat terperinci dan mendalam, termasuk respons tubuh, pengaturan ulang, serta pemanfaatan teknologi/jurnal manual secara optimal.
Investigasi Teknologi KebugaranBelum mampu menyebutkan atau menjelaskan fungsi perangkat teknologi kebugaran.Mampu menyebutkan beberapa perangkat teknologi kebugaran tetapi belum memahami cara kerjanya secara tepat.Mampu menjelaskan fungsi dan cara kerja perangkat teknologi kebugaran (pedometer, dll) serta dampaknya bagi kesehatan.Mampu menganalisis secara kritis berbagai perangkat teknologi kebugaran, membandingkan kelebihannya, dan memberikan alternatif manual yang setara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid memahami bahwa esensi pembelajaran adalah kebugarannya, bukan sekadar memiliki teknologinya?
  • Bagaimana respons murid saat menyusun rencana aktivitas fisik personal mereka?
  • Apakah diferensiasi antara penggunaan teknologi digital dan pencatatan manual berjalan dengan inklusif dan tidak meminggirkan murid tertentu?

Refleksi Murid:

  • Apakah saya menyadari pentingnya bergerak aktif setelah mengetahui fakta tentang perilaku sedenter?
  • Bagaimana teknologi atau jurnal manual dapat memotivasi saya untuk rutin berolahraga?
  • Apakah rencana aktivitas fisik yang saya buat hari ini benar-benar bisa saya laksanakan minggu depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  3. Artikel fakta penelitian dari National Center of Biotechnology Information (NCBI)
  4. Perangkat gawai/smartphone/smartwatch (opsional)
  5. Format Jurnal Pemantauan Aktivitas Fisik (cetak)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.