Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan

PJOK - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikIdentifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi perilaku hidup aktif dan sedenter dalam kehidupan sehari-hari serta menjelaskan dampak partisipasi aktif terhadap kebugaran dan kesehatan.
  2. Murid mampu mendeskripsikan komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan kardiovaskular, kekuatan dan daya tahan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh) sebagai dasar perencanaan aktivitas fisik personal.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu lebih banyak duduk atau bergerak dalam sehari? Bagaimana pengaruhnya terhadap tubuhmu?
  2. Tahukah kamu bahwa 33,8% remaja Indonesia cenderung bergaya hidup sedenter? Apa dampaknya bagi kebugaran jasmani?
  3. Komponen apa saja yang harus diperhatikan agar tubuh tetap bugar dan sehat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi (menerapkan Profil Lulusan Keimanan).
  • Guru menampilkan data penelitian NCBI: 33,8% remaja Indonesia bergaya hidup sedenter, lalu mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengalaman siswa.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini: mengidentifikasi gaya hidup aktif vs sedenter, mendeskripsikan komponen kebugaran terkait kesehatan, dan menyusun rencana aktivitas personal.
  • Asesmen awal: Tanya jawab singkat 'Apa yang kamu lakukan kemarin setelah pulang sekolah? Apakah termasuk aktif bergerak? Apa yang kamu tahu tentang kebugaran jasmani?' untuk mendiagnosis pengetahuan awal.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Siswa membaca fakta penelitian NCBI dan rekomendasi aktivitas fisik remaja dari P2PTM Kemenkes (sumber: Buku Siswa, halaman terkait atau lembar informasi).
  • Guru memberikan pertanyaan reflektif: 'Dari fakta ini, bagaimana gaya hidupmu? Apakah kamu termasuk aktif atau sedenter?' Siswa menulis jawaban singkat secara mandiri.
  • Siswa berdiskusi kelompok kecil (4-5 orang) mengidentifikasi contoh nyata perilaku hidup aktif dan sedenter di lingkungan sekitar mereka, serta mendiskusikan dampak jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan.
  • Siswa menggali materi dari Buku Siswa tentang komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh) dan mencatat definisi, contoh latihan, serta manfaat masing-masing komponen.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Secara berpasangan, siswa memilih jenis aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi fisik dan lingkungan sekitar (misal: jalan cepat, senam, bersepeda) yang memenuhi rekomendasi 60 menit/hari.
  • Siswa menyusun jadwal aktivitas fisik personal selama satu minggu dalam bentuk tabel yang secara eksplisit mencakup minimal tiga komponen kebugaran (misal: Senin – jogging 20 menit untuk kardiovaskular, Rabu – push-up dan sit-up untuk kekuatan otot, Jumat – stretching untuk fleksibilitas).
  • Siswa mempresentasikan rancangannya kepada pasangan lain dalam kelompok kecil dan saling memberikan masukan berdasarkan kesesuaian komponen kebugaran.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif dan memotivasi siswa untuk berpikir kreatif dalam memilih variasi aktivitas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Siswa menuliskan refleksi pribadi: 'Seberapa aktifkah saya selama ini? Komponen kebugaran mana yang perlu saya tingkatkan? Apa tantangan terbesar saya untuk memulai?'
  • Siswa melakukan penilaian sejawat menggunakan rubrik sederhana terhadap rencana aktivitas teman, berfokus pada kelengkapan komponen dan realistisnya jadwal.
  • Guru memberikan pertanyaan penguat: 'Mengapa menjaga keseimbangan komponen kebugaran penting untuk kehidupan jangka panjang?' dan mengajak siswa menyadari hubungan langsung antara pilihan gaya hidup dengan kualitas kesehatan.
  • Siswa menulis komitmen pribadi berupa satu perubahan kecil yang akan dilakukan mulai esok hari untuk mengurangi perilaku sedenter.

Penutup:

  • Guru bersama siswa merangkum poin kunci: ciri gaya hidup aktif vs sedenter, empat komponen kebugaran terkait kesehatan, dan pentingnya perencanaan aktivitas personal.
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap partisipasi siswa.
  • Asesmen akhir: Siswa mengumpulkan lembar rencana aktivitas seminggu dan catatan refleksi sebagai portofolio sumatif.
  • Guru menugaskan siswa untuk mencoba salah satu rencana aktivitas esok hari dan mencatat pengalamannya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi siswa yang lambat: diberikan kartu info ringkas tentang komponen kebugaran dan contoh-contoh aktivitas. Bagi siswa yang cepat: diminta mencari tambahan referensi latihan dari sumber daring untuk memperkaya rencana mereka.
  • Proses: Siswa yang kesulitan menyusun jadwal diberi template tabel kosong dengan petunjuk alokasi waktu; siswa mahir didorong membuat variasi aktivitas dengan intensitas berbeda.
  • Produk: Rencana aktivitas dapat disajikan dalam bentuk tabel sederhana, paragraf naratif, atau poster satu halaman sesuai minat siswa.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat: 'Apa aktivitas fisik yang biasa kamu lakukan setiap hari? Termasuk gaya hidup aktif atau sedenter? Bagaimana kamu tahu?' untuk mengukur pemahaman awal tentang gaya hidup dan kebugaran.

Proses:

  • Mengamati kemampuan siswa mengidentifikasi contoh perilaku aktif dan sedenter saat diskusi (catatan anecdotal).
  • Mengecek catatan siswa tentang komponen kebugaran melalui lembar kerja atau buku catatan.
  • Memberikan umpan balik langsung terhadap rancangan jadwal yang sedang disusun (formatif process).

Akhir:

  • Mengumpulkan dan menilai rencana aktivitas mingguan serta teks refleksi komitmen pribadi menggunakan rubrik.
  • Kuis lisan singkat: sebutkan 4 komponen kebugaran terkait kesehatan dan contoh aktivitasnya.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan dalam diskusi kelompok
  • Umpan balik lisan dari guru selama presentasi pasangan
  • Penilaian sejawat (peer assessment) terhadap rencana aktivitas
  • Pertanyaan reflektif lisan dan tertulis

Sumatif:

  • Penilaian produk: Rencana aktivitas fisik personal (jadwal seminggu)
  • Penilaian refleksi tertulis pribadi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Sedenter serta DampaknyaBelum dapat membedakan perilaku aktif dan sedenter; tidak dapat menyebutkan dampak.Mampu menyebutkan 1-2 contoh perilaku aktif/sedenter tetapi belum dapat menjelaskan dampaknya secara tepat.Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh masing-masing dan menjelaskan dampak partisipasi aktif terhadap kebugaran dengan cukup jelas.Mampu mengidentifikasi beragam contoh dari kehidupan nyata, menganalisis dampak jangka pendek dan panjang, serta mengaitkan dengan rekomendasi aktivitas remaja.
Perencanaan Aktivitas Fisik Personal berdasarkan Komponen KebugaranRencana aktivitas tidak memenuhi rekomendasi durasi atau tidak mencakup komponen kebugaran yang diminta.Rencana mencakup 1-2 komponen, durasi belum konsisten 60 menit, dan jadwal masih kurang realistis.Rencana mencakup ketiga komponen utama (kardiovaskular, kekuatan, fleksibilitas), durasi mendekati 60 menit/hari, jadwal realistis, dan ada variasi aktivitas.Rencana mencakup keempat komponen, durasi memenuhi 60 menit/hari dengan intensitas bervariasi, jadwal sangat kontekstual dengan kondisi pribadi, serta menunjukkan kreativitas dan pemahaman mendalam tentang prinsip kebugaran.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa aktif berdiskusi dan mampu mengaitkan data sedenter dengan kebiasaan pribadi?
  • Apakah tahapan Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi berjalan efektif? Pada tahap mana siswa paling antusias atau mengalami kesulitan?
  • Bagaimana kualitas rencana aktivitas yang dihasilkan? Apakah perlu penyesuaian pendampingan pada pertemuan selanjutnya?
  • Apakah prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) cukup terwujud dalam aktivitas hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pahami tentang gaya hidup aktif dan komponen kebugaran?
  • Setelah membuat rencana, perubahan kecil apa yang akan kamu lakukan dalam keseharianmu?
  • Apakah ada kesulitan saat menyusun jadwal aktivitas? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
  • Seberapa yakin kamu dapat menjalankan rencana tersebut? Ceritakan.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Kemdikbud, 2021), halaman terkait Bab 4.
  2. Buku Guru PJOK Kelas X (sebagai panduan guru).
  3. Laman P2PTM Kemenkes RI: Rekomendasi Aktivitas Fisik Remaja.
  4. Artikel penelitian NCBI tentang perilaku sedenter remaja Indonesia (dapat diakses daring).
  5. Video pendek tentang dampak gaya hidup sedenter (dari YouTube kanal tepercaya).
  6. Lembar kerja siswa (template jadwal aktivitas, lembar refleksi).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.