MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Komponen Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengidentifikasi perilaku hidup aktif dan sedenter dalam kehidupan sehari-hari serta menjelaskan dampak partisipasi aktif terhadap kebugaran dan kesehatan.
- Murid mampu mendeskripsikan komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan kardiovaskular, kekuatan dan daya tahan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh) sebagai dasar perencanaan aktivitas fisik personal.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah kamu lebih banyak duduk atau bergerak dalam sehari? Bagaimana pengaruhnya terhadap tubuhmu?
- Tahukah kamu bahwa 33,8% remaja Indonesia cenderung bergaya hidup sedenter? Apa dampaknya bagi kebugaran jasmani?
- Komponen apa saja yang harus diperhatikan agar tubuh tetap bugar dan sehat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi (menerapkan Profil Lulusan Keimanan).
- Guru menampilkan data penelitian NCBI: 33,8% remaja Indonesia bergaya hidup sedenter, lalu mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengalaman siswa.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini: mengidentifikasi gaya hidup aktif vs sedenter, mendeskripsikan komponen kebugaran terkait kesehatan, dan menyusun rencana aktivitas personal.
- Asesmen awal: Tanya jawab singkat 'Apa yang kamu lakukan kemarin setelah pulang sekolah? Apakah termasuk aktif bergerak? Apa yang kamu tahu tentang kebugaran jasmani?' untuk mendiagnosis pengetahuan awal.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Siswa membaca fakta penelitian NCBI dan rekomendasi aktivitas fisik remaja dari P2PTM Kemenkes (sumber: Buku Siswa, halaman terkait atau lembar informasi).
- Guru memberikan pertanyaan reflektif: 'Dari fakta ini, bagaimana gaya hidupmu? Apakah kamu termasuk aktif atau sedenter?' Siswa menulis jawaban singkat secara mandiri.
- Siswa berdiskusi kelompok kecil (4-5 orang) mengidentifikasi contoh nyata perilaku hidup aktif dan sedenter di lingkungan sekitar mereka, serta mendiskusikan dampak jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan.
- Siswa menggali materi dari Buku Siswa tentang komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh) dan mencatat definisi, contoh latihan, serta manfaat masing-masing komponen.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Secara berpasangan, siswa memilih jenis aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi fisik dan lingkungan sekitar (misal: jalan cepat, senam, bersepeda) yang memenuhi rekomendasi 60 menit/hari.
- Siswa menyusun jadwal aktivitas fisik personal selama satu minggu dalam bentuk tabel yang secara eksplisit mencakup minimal tiga komponen kebugaran (misal: Senin – jogging 20 menit untuk kardiovaskular, Rabu – push-up dan sit-up untuk kekuatan otot, Jumat – stretching untuk fleksibilitas).
- Siswa mempresentasikan rancangannya kepada pasangan lain dalam kelompok kecil dan saling memberikan masukan berdasarkan kesesuaian komponen kebugaran.
- Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif dan memotivasi siswa untuk berpikir kreatif dalam memilih variasi aktivitas.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Siswa menuliskan refleksi pribadi: 'Seberapa aktifkah saya selama ini? Komponen kebugaran mana yang perlu saya tingkatkan? Apa tantangan terbesar saya untuk memulai?'
- Siswa melakukan penilaian sejawat menggunakan rubrik sederhana terhadap rencana aktivitas teman, berfokus pada kelengkapan komponen dan realistisnya jadwal.
- Guru memberikan pertanyaan penguat: 'Mengapa menjaga keseimbangan komponen kebugaran penting untuk kehidupan jangka panjang?' dan mengajak siswa menyadari hubungan langsung antara pilihan gaya hidup dengan kualitas kesehatan.
- Siswa menulis komitmen pribadi berupa satu perubahan kecil yang akan dilakukan mulai esok hari untuk mengurangi perilaku sedenter.
Penutup:- Guru bersama siswa merangkum poin kunci: ciri gaya hidup aktif vs sedenter, empat komponen kebugaran terkait kesehatan, dan pentingnya perencanaan aktivitas personal.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap partisipasi siswa.
- Asesmen akhir: Siswa mengumpulkan lembar rencana aktivitas seminggu dan catatan refleksi sebagai portofolio sumatif.
- Guru menugaskan siswa untuk mencoba salah satu rencana aktivitas esok hari dan mencatat pengalamannya.
- Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Bagi siswa yang lambat: diberikan kartu info ringkas tentang komponen kebugaran dan contoh-contoh aktivitas. Bagi siswa yang cepat: diminta mencari tambahan referensi latihan dari sumber daring untuk memperkaya rencana mereka.
- Proses: Siswa yang kesulitan menyusun jadwal diberi template tabel kosong dengan petunjuk alokasi waktu; siswa mahir didorong membuat variasi aktivitas dengan intensitas berbeda.
- Produk: Rencana aktivitas dapat disajikan dalam bentuk tabel sederhana, paragraf naratif, atau poster satu halaman sesuai minat siswa.
ASESMENAwal:- Tanya jawab singkat: 'Apa aktivitas fisik yang biasa kamu lakukan setiap hari? Termasuk gaya hidup aktif atau sedenter? Bagaimana kamu tahu?' untuk mengukur pemahaman awal tentang gaya hidup dan kebugaran.
Proses:- Mengamati kemampuan siswa mengidentifikasi contoh perilaku aktif dan sedenter saat diskusi (catatan anecdotal).
- Mengecek catatan siswa tentang komponen kebugaran melalui lembar kerja atau buku catatan.
- Memberikan umpan balik langsung terhadap rancangan jadwal yang sedang disusun (formatif process).
Akhir:- Mengumpulkan dan menilai rencana aktivitas mingguan serta teks refleksi komitmen pribadi menggunakan rubrik.
- Kuis lisan singkat: sebutkan 4 komponen kebugaran terkait kesehatan dan contoh aktivitasnya.
Formatif:- Observasi keterlibatan dalam diskusi kelompok
- Umpan balik lisan dari guru selama presentasi pasangan
- Penilaian sejawat (peer assessment) terhadap rencana aktivitas
- Pertanyaan reflektif lisan dan tertulis
Sumatif:- Penilaian produk: Rencana aktivitas fisik personal (jadwal seminggu)
- Penilaian refleksi tertulis pribadi
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Perilaku Hidup Aktif dan Sedenter serta Dampaknya | Belum dapat membedakan perilaku aktif dan sedenter; tidak dapat menyebutkan dampak. | Mampu menyebutkan 1-2 contoh perilaku aktif/sedenter tetapi belum dapat menjelaskan dampaknya secara tepat. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh masing-masing dan menjelaskan dampak partisipasi aktif terhadap kebugaran dengan cukup jelas. | Mampu mengidentifikasi beragam contoh dari kehidupan nyata, menganalisis dampak jangka pendek dan panjang, serta mengaitkan dengan rekomendasi aktivitas remaja. | | Perencanaan Aktivitas Fisik Personal berdasarkan Komponen Kebugaran | Rencana aktivitas tidak memenuhi rekomendasi durasi atau tidak mencakup komponen kebugaran yang diminta. | Rencana mencakup 1-2 komponen, durasi belum konsisten 60 menit, dan jadwal masih kurang realistis. | Rencana mencakup ketiga komponen utama (kardiovaskular, kekuatan, fleksibilitas), durasi mendekati 60 menit/hari, jadwal realistis, dan ada variasi aktivitas. | Rencana mencakup keempat komponen, durasi memenuhi 60 menit/hari dengan intensitas bervariasi, jadwal sangat kontekstual dengan kondisi pribadi, serta menunjukkan kreativitas dan pemahaman mendalam tentang prinsip kebugaran. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh siswa aktif berdiskusi dan mampu mengaitkan data sedenter dengan kebiasaan pribadi?
- Apakah tahapan Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi berjalan efektif? Pada tahap mana siswa paling antusias atau mengalami kesulitan?
- Bagaimana kualitas rencana aktivitas yang dihasilkan? Apakah perlu penyesuaian pendampingan pada pertemuan selanjutnya?
- Apakah prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) cukup terwujud dalam aktivitas hari ini?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang kamu pahami tentang gaya hidup aktif dan komponen kebugaran?
- Setelah membuat rencana, perubahan kecil apa yang akan kamu lakukan dalam keseharianmu?
- Apakah ada kesulitan saat menyusun jadwal aktivitas? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
- Seberapa yakin kamu dapat menjalankan rencana tersebut? Ceritakan.
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Kemdikbud, 2021), halaman terkait Bab 4.
- Buku Guru PJOK Kelas X (sebagai panduan guru).
- Laman P2PTM Kemenkes RI: Rekomendasi Aktivitas Fisik Remaja.
- Artikel penelitian NCBI tentang perilaku sedenter remaja Indonesia (dapat diakses daring).
- Video pendek tentang dampak gaya hidup sedenter (dari YouTube kanal tepercaya).
- Lembar kerja siswa (template jadwal aktivitas, lembar refleksi).
|