MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3 INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3 |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengembangkan berbagai keterampilan gerak untuk mencapai keberhasilan dengan memilih tingkat kesulitan yang sesuai secara mandiri, didorong motivasi intrinsik, melalui aktivitas permainan bulu tangkis 2 lawan 1 dengan variasi tingkat tantangan.
- Murid mampu menunjukkan penguasaan keseluruhan keterampilan taktis — meliputi membaca permainan, mengembangkan kesadaran taktis, memilih strategi yang sesuai, dan meningkatkan level kesulitan — dalam asesmen sumatif berupa permainan modifikasi yang dinilai secara holistik.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian merasa lebih tertantang saat melawan lawan yang lebih kuat? Bagaimana pengalaman itu memengaruhi semangat kalian?
- Mengapa atlet profesional sering mencari lawan yang lebih tangguh? Apa hubungannya dengan motivasi dalam diri?
- Jika kamu boleh memilih tingkat kesulitan dalam permainan hari ini, pilihan apa yang akan kamu ambil? Mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran murid.
- Melakukan pemanasan statis dan dinamis yang mengaktifkan gerak spesifik bulu tangkis.
- Apersepsi: mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan mengaitkan pengalaman pribadi murid dengan pentingnya memilih tantangan.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini, yaitu permainan bulu tangkis 2 lawan 1 dengan pilihan tingkat kesulitan serta asesmen sumatif.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru menjelaskan konsep motivasi intrinsik dan pemilihan tingkat kesulitan sebagai strategi pengembangan keterampilan taktis, menggunakan contoh Timnas Indonesia melawan Argentina.
- Murid membaca dan mencermati petunjuk Aktivitas 9 pada Buku Siswa halaman 95–96, termasuk instrumen penilaian diri motivasi intrinsik.
- Diskusi kelas singkat: mengapa pemain perlu membaca permainan dan memilih strategi yang tepat? Bagaimana perasaan ketika berhasil melewati tantangan sulit?
- Guru menekankan bahwa hari ini setiap murid akan memilih sendiri tingkat kesulitan yang dihadapi dalam permainan.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi dalam kelompok bertiga; setiap kelompok mendapat satu lapangan atau area bermain dengan variasi aturan (misalnya lapangan penuh, setengah lapangan, atau sistem pindah bola) yang dapat dipilih sebagai tingkat kesulitan.
- Murid yang menjadi pemain tunggal (1 orang) secara sadar memilih tingkat kesulitannya, misalnya bermain di lapangan lebih lebar atau tanpa bantuan poin khusus.
- Permainan bulu tangkis 2 lawan 1 dilaksanakan dengan sistem rally point hingga skor 21. Murid yang tidak bermain bertindak sebagai pengamat dan mencatat momen-momen kunci taktis.
- Guru berkeliling mengamati, memberikan umpan balik lisan tentang pengambilan keputusan taktis, posisi, dan komunikasi antar pemain sekaligus melakukan asesmen sumatif menggunakan rubrik holistik.
- Setiap murid mendapat kesempatan minimal satu kali menjadi pemain tunggal dan satu kali menjadi bagian dari pasangan dua orang agar pengalaman dan asesmen merata.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Seluruh murid berkumpul kembali, mengisi lembar penilaian diri motivasi intrinsik (aspek Sukses, Dukungan, Pilihan, Enjoy, Upaya) sebagaimana tercantum di Buku Siswa.
- Dalam kelompok kecil, murid berbagi pengalaman: strategi yang dipilih, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana perasaan saat memilih tantangan lebih tinggi.
- Perwakilan kelompok menyampaikan hasil refleksi secara singkat. Guru mengonfirmasi temuan-temuan penting dan mengaitkannya dengan manfaat memilih tingkat kesulitan bagi pengembangan diri.
- Guru mengajak murid merancang satu langkah perbaikan konkret untuk pertemuan selanjutnya berdasarkan hasil refleksi dan umpan balik.
Penutup:- Melakukan pendinginan dan peregangan ringan untuk menurunkan denyut nadi dan mencegah cedera.
- Menyimpulkan pembelajaran hari ini: menekankan bahwa keberanian memilih tantangan dan kesadaran taktis adalah kunci berkembang.
- Menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum menunjukkan penguasaan taktis minimal akan diberikan aktivitas pengayaan di luar jam pelajaran.
- Menutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Tingkat kesulitan permainan divariasikan melalui ukuran lapangan, aturan poin, atau jumlah pemain, sehingga murid dapat memilih sesuai kemampuannya.
- Proses: Pembentukan kelompok memperhatikan tingkat keterampilan; pengamat dapat diberi panduan observasi sederhana; guru memberikan pendampingan lebih pada murid yang kesulitan memilih strategi.
- Produk: Bentuk laporan refleksi dapat berupa lisan, tulisan singkat, atau gambar diagram strategi sesuai preferensi murid.
ASESMENAwal:- Diagnostik lisan: tanya jawab tentang pengalaman bermain bulu tangkis, arti taktik dalam permainan, dan situasi yang membuat mereka tertantang.
Proses:- Formatif: Lembar pengamatan guru yang mencatat kemajuan pengambilan keputusan taktis, komunikasi tim, dan inisiatif memilih tantangan; umpan balik langsung; serta hasil isian jurnal motivasi intrinsik.
Akhir:- Sumatif: Penampilan murid dalam permainan modifikasi 2 lawan 1 dinilai dengan rubrik holistik fokus pada penguasaan keterampilan taktis dan kemandirian memilih tingkat kesulitan; skor dicatat sebagai nilai akhir Bab 3.
Formatif:- Observasi langsung selama permainan disertai umpan balik lisan tentang keterampilan taktis.
- Lembar penilaian diri motivasi intrinsik yang diisi setelah permainan.
Sumatif:- Asesmen holistik menggunakan rubrik penilaian keterampilan taktis (membaca permainan, kesadaran taktis, pemilihan strategi, dan pemilihan tingkat kesulitan) dalam permainan modifikasi 2 lawan 1.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penguasaan Keterampilan Taktis (Membaca Permainan, Kesadaran Taktis, Pemilihan Strategi, dan Pemilihan Tingkat Kesulitan) | Murid belum mampu membaca arah permainan, sering salah posisi, belum menunjukkan strategi bertahan/menyerang, dan tidak berinisiatif memilih tingkat kesulitan yang menantang. | Murid mulai berusaha membaca gerakan lawan, sesekali menempatkan diri dengan benar, memilih strategi dasar dengan bantuan teman, dan mencoba tingkat kesulitan yang lebih rendah dari kemampuannya. | Murid cukup baik membaca permainan, sering mengambil posisi tepat, menerapkan strategi yang sesuai dengan situasi, dan secara sadar memilih tingkat kesulitan yang menantang namun masih dalam kendali. | Murid cermat membaca dan mengantisipasi permainan, selalu menempatkan diri secara optimal, menerapkan strategi bervariasi tepat sasaran, serta mandiri dan antusias memilih tingkat kesulitan tertinggi yang tersedia. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah skenario pemilihan tingkat kesulitan berjalan efektif? Bagaimana respons murid?
- Bagian mana dari proses pembelajaran yang paling mendorong munculnya motivasi intrinsik?
- Apakah rubrik asesmen sumatif sudah dapat menangkap keterampilan taktis secara holistik?
- Apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya agar diferensiasi lebih optimal?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menantang dari permainan hari ini? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Apakah pilihan tingkat kesulitan yang kamu ambil sudah tepat? Apa yang akan kamu ubah lain kali?
- Dari skala 1–5, seberapa besar motivasi dari dalam dirimu untuk terus meningkatkan keterampilan taktis? Sertakan alasannya.
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas X (edisi Kurikulum Merdeka), halaman 95–96
- Buku Guru PJOK Kelas X (edisi Kurikulum Merdeka), halaman 115, 135, 147, 150
- Lapangan bulu tangkis atau area lapangan serbaguna
- Raket dan shuttlecock (minimal satu set per tiga siswa)
- Net/jaring atau tali pembatas lapangan
- Lembar penilaian diri motivasi intrinsik (fotokopi dari Buku Siswa atau buatan guru)
- Peluit dan alat tulis
- Papan skor atau aplikasi pencatat poin sederhana
|