MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu memilih dan mengadaptasi strategi gerak yang tepat sesuai kondisi dan situasi permainan yang berubah-ubah, dengan mendemonstrasikan kemampuan memanfaatkan ruang lapangan dan menciptakan peluang mencetak skor.
- Murid mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim dengan menunjukkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan saat menjalankan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan kelompok.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana caramu dan tim merespons saat strategi menyerang yang sudah direncanakan tiba-tiba digagalkan oleh pertahanan lawan?
- Mengapa komunikasi dan pembagian peran sangat penting saat kita berada dalam posisi bertahan atau menyerang dalam sebuah permainan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran serta kondisi kesehatan murid.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman murid menghadapi kebuntuan taktik dalam permainan.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan skenario kegiatan yang akan dilakukan hari ini.
- Murid melakukan pemanasan dinamis dalam bentuk permainan kecil (misalnya permainan 'kucing-kucingan' atau 'rebut bola') untuk mengondisikan kesadaran ruang dan kesiapan fisik.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok kecil (tim).
- Murid mengamati simulasi singkat atau arahan guru mengenai situasi permainan yang dinamis (misalnya transisi cepat dari menyerang ke bertahan).
- Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan strategi awal, pembagian peran (siapa yang menjadi pengatur serangan, penyerang, atau pemain bertahan), dan menyepakati kode komunikasi tim.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan modifikasi (misalnya kasti modifikasi atau permainan invasi) dengan aturan dasar yang disepakati.
- Di tengah permainan, guru memberikan 'instruksi kejutan' yang mengubah kondisi (contoh: 'Pemain bertahan hanya boleh bergerak di area belakang!' atau 'Waktu menyerang sisa 10 detik!').
- Murid harus segera berkomunikasi, mengambil keputusan cepat, dan mengadaptasi taktik mereka untuk memanfaatkan ruang kosong dan tetap bisa mencetak skor atau bertahan.
- Murid mempraktikkan kepemimpinan dengan saling mengarahkan teman satu timnya secara proaktif.
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menghentikan permainan sementara (time-out) dan meminta murid berkumpul dengan timnya.
- Murid mengevaluasi efektivitas strategi yang baru saja diterapkan: 'Apakah taktik adaptasi tadi berhasil?', 'Bagaimana kualitas komunikasi kita?'.
- Murid merencanakan perbaikan strategi untuk babak permainan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi singkat tersebut.
Penutup:- Murid melakukan pendinginan (cooling down) secara mandiri atau dipimpin oleh salah satu murid.
- Guru memfasilitasi refleksi klasikal mengenai pentingnya adaptasi taktik, pemanfaatan ruang, dan komunikasi tim dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
- Guru memberikan umpan balik secara umum berdasarkan hasil observasi asesmen proses dan akhir.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan skenario permainan dengan tingkat kesulitan berbeda (misalnya ukuran lapangan diperbesar/diperkecil atau jumlah pemain tidak seimbang) sesuai kesiapan taktis masing-masing kelompok.
- Proses: Murid yang sudah mahir diberikan peran sebagai 'playmaker' atau kapten untuk melatih kepemimpinan, sementara yang masih berkembang difokuskan pada pemahaman posisi dan tugas spesifik di area tertentu.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman taktik melalui demonstrasi langsung di lapangan (kinestetik) atau melalui penjelasan lisan saat diskusi evaluasi tim (verbal).
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di awal kelas: 'Pernahkah kalian bermain dalam tim dan tiba-tiba lawan mengubah cara mainnya secara drastis? Apa keputusan yang kalian ambil saat itu?' untuk memetakan kesiapan belajar taktis.
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar ceklis selama tahap 'Mengaplikasi' untuk melihat apakah murid mampu mengubah posisi, memanfaatkan ruang, dan berkomunikasi saat aturan/situasi permainan tiba-tiba diubah oleh guru.
Akhir:- Penilaian unjuk kerja menggunakan rubrik ketercapaian TP (fokus pada adaptasi strategi gerak, pemanfaatan ruang, dan kolaborasi/kepemimpinan tim) pada babak final permainan.
Formatif:- Observasi langsung saat permainan berlangsung dengan fokus pada komunikasi, pergerakan tanpa bola, dan pengambilan keputusan.
- Diskusi kelompok saat time-out (menilai kemampuan penalaran kritis dan kolaborasi).
Sumatif:- Penilaian unjuk kerja (performance assessment) menggunakan rubrik pada akhir sesi permainan secara utuh.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Adaptasi Strategi dan Pemanfaatan Ruang (TP 10.3.3.1) | Belum mampu mengubah strategi saat situasi berubah, pergerakan sering bergerombol, dan tidak memanfaatkan ruang kosong di lapangan. | Mulai mencoba mengubah posisi saat situasi berubah, namun pemanfaatan ruang dan penciptaan peluang mencetak skor masih belum efektif. | Mampu mengadaptasi strategi dan memanfaatkan ruang kosong untuk menciptakan peluang mencetak skor dengan baik secara konsisten. | Sangat cepat dan tepat dalam mengadaptasi strategi, sangat efektif memanfaatkan ruang, serta konsisten menciptakan peluang emas dan mengeksekusinya. | | Kolaborasi, Komunikasi, dan Kepemimpinan (TP 10.3.3.2) | Bermain secara individual, tidak ada komunikasi dengan tim, dan pasif dalam mengambil keputusan saat menyerang maupun bertahan. | Mulai berkomunikasi sesekali dengan teman, namun belum menunjukkan pembagian peran atau inisiatif kepemimpinan yang jelas. | Berkomunikasi aktif, berkolaborasi menjalankan peran sesuai kesepakatan, dan mampu mengambil keputusan bersama tim. | Menunjukkan kepemimpinan yang kuat, komunikasi sangat efektif dan memotivasi, serta mampu mengarahkan tim dengan tenang dalam situasi tertekan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah skenario 'instruksi kejutan' yang saya berikan cukup menantang dan berhasil memicu murid untuk berpikir taktis?
- Apakah semua murid terlibat aktif dan mendapatkan kesempatan yang adil untuk memimpin atau berkomunikasi dalam timnya?
Refleksi Murid:- Apa kesulitan terbesar yang kamu hadapi saat harus mengubah strategi secara tiba-tiba di tengah permainan?
- Bagaimana caramu dan teman-temanmu berkomunikasi agar strategi yang baru bisa dipahami dan berjalan lancar?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi 2023)
- Bola kasti / bola softball / bola plastik modifikasi
- Cone atau corong pembatas lapangan
- Peluit
- Lapangan olahraga atau area terbuka yang aman
|