Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan

PJOK - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemilih Strategi yang Sesuai: Adaptasi Taktik Berdasarkan Kondisi dan Situasi Permainan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memilih dan mengadaptasi strategi gerak yang tepat sesuai kondisi dan situasi permainan yang berubah-ubah, dengan mendemonstrasikan kemampuan memanfaatkan ruang lapangan dan menciptakan peluang mencetak skor.
  2. Murid mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim dengan menunjukkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan saat menjalankan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu dan tim merespons saat strategi menyerang yang sudah direncanakan tiba-tiba digagalkan oleh pertahanan lawan?
  2. Mengapa komunikasi dan pembagian peran sangat penting saat kita berada dalam posisi bertahan atau menyerang dalam sebuah permainan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran serta kondisi kesehatan murid.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman murid menghadapi kebuntuan taktik dalam permainan.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan skenario kegiatan yang akan dilakukan hari ini.
  • Murid melakukan pemanasan dinamis dalam bentuk permainan kecil (misalnya permainan 'kucing-kucingan' atau 'rebut bola') untuk mengondisikan kesadaran ruang dan kesiapan fisik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok kecil (tim).
  • Murid mengamati simulasi singkat atau arahan guru mengenai situasi permainan yang dinamis (misalnya transisi cepat dari menyerang ke bertahan).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan strategi awal, pembagian peran (siapa yang menjadi pengatur serangan, penyerang, atau pemain bertahan), dan menyepakati kode komunikasi tim.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain permainan modifikasi (misalnya kasti modifikasi atau permainan invasi) dengan aturan dasar yang disepakati.
  • Di tengah permainan, guru memberikan 'instruksi kejutan' yang mengubah kondisi (contoh: 'Pemain bertahan hanya boleh bergerak di area belakang!' atau 'Waktu menyerang sisa 10 detik!').
  • Murid harus segera berkomunikasi, mengambil keputusan cepat, dan mengadaptasi taktik mereka untuk memanfaatkan ruang kosong dan tetap bisa mencetak skor atau bertahan.
  • Murid mempraktikkan kepemimpinan dengan saling mengarahkan teman satu timnya secara proaktif.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menghentikan permainan sementara (time-out) dan meminta murid berkumpul dengan timnya.
  • Murid mengevaluasi efektivitas strategi yang baru saja diterapkan: 'Apakah taktik adaptasi tadi berhasil?', 'Bagaimana kualitas komunikasi kita?'.
  • Murid merencanakan perbaikan strategi untuk babak permainan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi singkat tersebut.

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan (cooling down) secara mandiri atau dipimpin oleh salah satu murid.
  • Guru memfasilitasi refleksi klasikal mengenai pentingnya adaptasi taktik, pemanfaatan ruang, dan komunikasi tim dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan umpan balik secara umum berdasarkan hasil observasi asesmen proses dan akhir.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan skenario permainan dengan tingkat kesulitan berbeda (misalnya ukuran lapangan diperbesar/diperkecil atau jumlah pemain tidak seimbang) sesuai kesiapan taktis masing-masing kelompok.
  • Proses: Murid yang sudah mahir diberikan peran sebagai 'playmaker' atau kapten untuk melatih kepemimpinan, sementara yang masih berkembang difokuskan pada pemahaman posisi dan tugas spesifik di area tertentu.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman taktik melalui demonstrasi langsung di lapangan (kinestetik) atau melalui penjelasan lisan saat diskusi evaluasi tim (verbal).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal kelas: 'Pernahkah kalian bermain dalam tim dan tiba-tiba lawan mengubah cara mainnya secara drastis? Apa keputusan yang kalian ambil saat itu?' untuk memetakan kesiapan belajar taktis.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar ceklis selama tahap 'Mengaplikasi' untuk melihat apakah murid mampu mengubah posisi, memanfaatkan ruang, dan berkomunikasi saat aturan/situasi permainan tiba-tiba diubah oleh guru.

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja menggunakan rubrik ketercapaian TP (fokus pada adaptasi strategi gerak, pemanfaatan ruang, dan kolaborasi/kepemimpinan tim) pada babak final permainan.

Formatif:

  • Observasi langsung saat permainan berlangsung dengan fokus pada komunikasi, pergerakan tanpa bola, dan pengambilan keputusan.
  • Diskusi kelompok saat time-out (menilai kemampuan penalaran kritis dan kolaborasi).

Sumatif:

  • Penilaian unjuk kerja (performance assessment) menggunakan rubrik pada akhir sesi permainan secara utuh.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Adaptasi Strategi dan Pemanfaatan Ruang (TP 10.3.3.1)Belum mampu mengubah strategi saat situasi berubah, pergerakan sering bergerombol, dan tidak memanfaatkan ruang kosong di lapangan.Mulai mencoba mengubah posisi saat situasi berubah, namun pemanfaatan ruang dan penciptaan peluang mencetak skor masih belum efektif.Mampu mengadaptasi strategi dan memanfaatkan ruang kosong untuk menciptakan peluang mencetak skor dengan baik secara konsisten.Sangat cepat dan tepat dalam mengadaptasi strategi, sangat efektif memanfaatkan ruang, serta konsisten menciptakan peluang emas dan mengeksekusinya.
Kolaborasi, Komunikasi, dan Kepemimpinan (TP 10.3.3.2)Bermain secara individual, tidak ada komunikasi dengan tim, dan pasif dalam mengambil keputusan saat menyerang maupun bertahan.Mulai berkomunikasi sesekali dengan teman, namun belum menunjukkan pembagian peran atau inisiatif kepemimpinan yang jelas.Berkomunikasi aktif, berkolaborasi menjalankan peran sesuai kesepakatan, dan mampu mengambil keputusan bersama tim.Menunjukkan kepemimpinan yang kuat, komunikasi sangat efektif dan memotivasi, serta mampu mengarahkan tim dengan tenang dalam situasi tertekan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah skenario 'instruksi kejutan' yang saya berikan cukup menantang dan berhasil memicu murid untuk berpikir taktis?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dan mendapatkan kesempatan yang adil untuk memimpin atau berkomunikasi dalam timnya?

Refleksi Murid:

  • Apa kesulitan terbesar yang kamu hadapi saat harus mengubah strategi secara tiba-tiba di tengah permainan?
  • Bagaimana caramu dan teman-temanmu berkomunikasi agar strategi yang baru bisa dipahami dan berjalan lancar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi 2023)
  2. Bola kasti / bola softball / bola plastik modifikasi
  3. Cone atau corong pembatas lapangan
  4. Peluit
  5. Lapangan olahraga atau area terbuka yang aman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.