Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Asesmen Sumatif: Rancangan, Penerapan, dan Analisis Konsep Gerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif: Rancangan, Penerapan, dan Analisis Konsep Gerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Asesmen Sumatif: Rancangan, Penerapan, dan Analisis Konsep Gerak

PJOK - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif: Rancangan, Penerapan, dan Analisis Konsep Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif: Rancangan, Penerapan, dan Analisis Konsep Gerak
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merancang dan mempraktikkan aktivitas gerak yang mengintegrasikan keempat konsep gerak (kesadaran tubuh, kesadaran ruang, upaya, dan hubungan) dalam situasi gerak yang menantang sesuai kategori permainan yang dipilih.
  2. Murid mampu menyusun laporan analisis yang menunjukkan dampak penerapan konsep gerak terhadap perkembangan keterampilan gerak diri sendiri dan anggota kelompok secara kritis dan terukur.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana penggabungan keempat konsep gerak (kesadaran tubuh, ruang, upaya, dan hubungan) dapat menentukan keberhasilan strategi dalam sebuah permainan?
  2. Apa yang akan terjadi pada performa tim jika salah satu konsep gerak diabaikan saat menghadapi situasi permainan yang menantang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menanyakan kondisi kesehatan murid dan memastikan kesiapan fisik untuk mengikuti asesmen sumatif praktik.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik kognitif singkat) dengan memberikan pertanyaan lisan mengenai empat konsep gerak untuk memastikan kesiapan murid.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melaksanakan asesmen sumatif berupa merancang, mempraktikkan, dan menganalisis permainan yang mengintegrasikan konsep gerak.
  • Guru menjelaskan rubrik penilaian dan kriteria keberhasilan asesmen sumatif.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara berkelompok meninjau kembali instruksi asesmen sumatif dan mendiskusikan kriteria rancangan permainan yang menantang.
  • Murid mengidentifikasi bagaimana keempat konsep gerak (tubuh, ruang, upaya, hubungan) akan dimasukkan secara spesifik ke dalam rancangan permainan kelompok mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyusun rancangan aktivitas/permainan secara terperinci (jumlah pemain, sarana prasarana, cara bermain, durasi).
  • Murid mempraktikkan rancangan permainan tersebut di lapangan secara berkelompok.
  • Saat satu kelompok mempraktikkan permainannya, anggota kelompok lain atau kelompok pengamat melakukan observasi terhadap penerapan keempat konsep gerak.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah praktik, murid berkumpul kembali untuk mengevaluasi efektivitas rancangan permainan mereka.
  • Murid menyusun laporan analisis secara kritis mengenai dampak penerapan konsep gerak terhadap capaian keterampilan gerak diri sendiri dan kelompok.
  • Murid mempresentasikan temuan analisis mereka secara singkat dan menerima umpan balik dari guru dan teman sejawat.

Penutup:

  • Murid melakukan aktivitas pendinginan (cooling down) yang dipimpin oleh salah satu murid.
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran dan hasil asesmen sumatif hari ini.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha, kreativitas, dan kerja sama murid selama proses asesmen.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut (pengayaan bagi yang sudah mencapai kriteria, dan perbaikan/tutor sebaya bagi yang belum).
  • Pelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dibebaskan memilih jenis/kategori permainan (invasi, net, atau lapangan) sebagai dasar rancangan aktivitas mereka.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan mengintegrasikan keempat konsep gerak, sementara kelompok yang mahir diberikan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi situasi gerak yang lebih kompleks.
  • Produk: Laporan analisis dapat disajikan dalam berbagai bentuk sesuai minat murid, seperti laporan tertulis, infografis, presentasi lisan, atau rekaman video analisis.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pertemuan: 'Sebutkan contoh konkret penerapan kesadaran ruang dan upaya dalam permainan bola basket atau sepak bola yang pernah kalian lakukan!'

Proses:

  • Lembar observasi guru (checklist) untuk memantau keterlibatan aktif setiap anggota kelompok saat merancang dan mempraktikkan permainan, serta kemampuan mereka mengadaptasi strategi saat menghadapi kendala di lapangan.

Akhir:

  • Rubrik penilaian sumatif yang mencakup kelengkapan rancangan permainan, kualitas eksekusi praktik (integrasi 4 konsep gerak), dan kedalaman pemikiran kritis pada laporan analisis.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kolaborasi, komunikasi, dan proses diskusi saat murid merancang permainan.
  • Umpan balik lisan (assessment for learning) saat murid melakukan uji coba praktik di lapangan.

Sumatif:

  • Penilaian produk: Dokumen rancangan aktivitas/permainan.
  • Penilaian unjuk kerja: Praktik penerapan konsep gerak di lapangan.
  • Penilaian portofolio/proyek: Laporan analisis efektivitas konsep gerak.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Aktivitas PermainanRancangan tidak jelas, tidak mencantumkan aturan main, dan tidak mengintegrasikan konsep gerak.Rancangan memuat aturan dasar, namun hanya mengintegrasikan 1-2 konsep gerak secara eksplisit.Rancangan terperinci (pemain, alat, waktu, cara main) dan mengintegrasikan keempat konsep gerak dengan baik.Rancangan sangat terperinci, inovatif, menantang, dan mengintegrasikan keempat konsep gerak secara kompleks dan strategis.
Praktik dan Penerapan Konsep GerakMurid pasif dan tidak mampu menerapkan konsep gerak saat praktik.Murid mampu mempraktikkan permainan, namun penerapan konsep gerak masih kaku dan kurang adaptif.Murid mempraktikkan permainan dengan lancar dan menunjukkan penerapan keempat konsep gerak yang adaptif terhadap situasi.Murid menunjukkan penguasaan keterampilan gerak yang sangat baik, adaptif, dan mampu memimpin kelompok dalam menerapkan taktik berdasarkan konsep gerak.
Laporan Analisis KritisLaporan hanya berisi deskripsi kegiatan tanpa ada analisis dampak konsep gerak.Laporan memuat analisis sederhana namun belum mengaitkan secara jelas dampak konsep gerak terhadap capaian keterampilan.Laporan menganalisis secara kritis efektivitas keempat konsep gerak dan dampaknya terhadap perkembangan keterampilan diri dan kelompok.Laporan sangat komprehensif, kritis, menyertakan data/bukti terukur dari praktik, serta memberikan rekomendasi perbaikan strategi yang logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sumatif yang saya berikan dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat kedalaman analisis kritis murid dalam laporan mereka? Apakah perlu bimbingan lebih lanjut di materi berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi untuk tahap merancang, mempraktikkan, dan menganalisis?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari proses merancang permainan yang menurutmu paling menantang?
  • Bagaimana perasaanmu ketika kelompokmu berhasil menerapkan strategi gerak yang telah direncanakan?
  • Berdasarkan analisis yang kamu buat, apa satu hal yang ingin kamu perbaiki untuk meningkatkan keterampilan gerakmu di masa depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
  3. Lapangan olahraga sekolah
  4. Peralatan olahraga (bola, cone, peluit, rompi tim)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) untuk panduan penyusunan rancangan dan laporan analisis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.