MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Penerapan Konsep Gerak dalam Situasi Gerak Baru yang Menantang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Penerapan Konsep Gerak dalam Situasi Gerak Baru yang Menantang |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menerapkan keempat konsep gerak secara terpadu dalam situasi gerak baru yang menantang serta merancang dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik berdasarkan hasil penerapan konsep tersebut.
- Murid mampu menganalisis dampak penerapan setiap konsep gerak terhadap capaian keterampilan gerak melalui kajian lembar kerja kelompok.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat kamu mencoba gerakan baru yang belum pernah kamu lakukan, apa yang pertama kali kamu pikirkan — bagaimana tubuhmu bergerak, ke mana arahnya, seberapa besar tenaga yang dikeluarkan, atau dengan siapa kamu bergerak?
- Menurutmu, apakah menguasai satu konsep gerak saja sudah cukup untuk berhasil dalam situasi olahraga yang tidak terduga? Mengapa?
- Jika gerakanmu belum berhasil, konsep gerak mana yang paling mungkin menjadi penyebabnya — dan bagaimana cara kamu memperbaikinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid, memimpin doa singkat, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara eksplisit: menerapkan keempat konsep gerak secara terpadu dalam situasi baru dan menganalisis dampaknya (2 menit).
- Asesmen Awal — Diagnostik singkat: guru menampilkan 4 kartu kata (Tubuh, Ruang, Usaha, Relasi) dan meminta murid menuliskan satu kalimat singkat tentang apa yang mereka ingat dari masing-masing konsep gerak pada selembar kertas kecil. Guru memindai jawaban sekilas untuk memetakan pemahaman awal kelas (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan topik hari ini: 'Hari ini kita tidak sekadar mengingat — kita akan menggabungkan keempat konsep itu sekaligus dalam tantangan yang belum pernah kalian coba sebelumnya.' (2 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis terpandu: jogging ringan, peregangan aktif, dan dua latihan aktivasi (misal: shadow movement mengikuti arah yang disebutkan guru) yang secara terselubung memperkenalkan unsur ruang dan relasi (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan skema visual 'Roda Konsep Gerak' di papan/proyektor: Tubuh (apa yang bergerak), Ruang (ke mana bergerak), Usaha (bagaimana kualitas gerak), Relasi (dengan siapa/apa bergerak). Penjelasan singkat 3 menit, fokus pada keterpaduan keempat konsep bukan definisi terpisah.
- Guru memperlihatkan demonstrasi langsung: melakukan satu gerakan sederhana (misal: lompat dan mendarat sambil melempar bola ke target) sambil mengomentari keras: 'Tubuh saya — saya menekuk lutut; Ruang — saya bergerak ke depan kanan; Usaha — saya menggunakan tenaga eksplosif saat tolakan; Relasi — saya berhadapan dengan target.' Ini memodelkan berpikir dengan keempat konsep secara terpadu.
- Murid berpasangan, saling mengamati gerakan pasangannya (berjalan-jalan dengan variasi: mundur, menyamping, berjinjit, jongkok-jalan) selama 3 menit, lalu menyebutkan satu konsep gerak yang paling jelas mereka lihat dari gerakan pasangannya. Ini mengaktifkan observasi terbimbing sebelum tantangan utama.
- Guru mengonfirmasi dan meluruskan jawaban murid, menegaskan bahwa dalam setiap gerakan nyata selalu ada keempat konsep yang bekerja bersama.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagi kelas menjadi kelompok 4–5 orang dan membagikan Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang berisi: (a) deskripsi 3 Pos Tantangan Gerak, (b) tabel analisis konsep gerak, dan (c) kolom rancangan penghalusan gerak.
- Penjelasan 3 Pos Tantangan Gerak (rotasi setiap 8 menit): Pos 1 — 'Zig-Zag Bertarget': berlari zig-zag melewati 5 cone dan melempar bola ke sasaran di akhir lintasan (melatih Tubuh + Ruang + Usaha). Pos 2 — 'Barikade Bergerak': berpasangan, satu orang bergerak melewati 'barikade' yang dibentuk rekan yang bergerak perlahan (melatih Relasi + Ruang + Usaha). Pos 3 — 'Balans & Respons': berdiri di atas satu titik keseimbangan, merespons instruksi guru (naik, turun, putar, lempar) dengan gerakan cepat (melatih Tubuh + Usaha + Relasi).
- Selama setiap pos, satu anggota kelompok berperan sebagai pengamat dan mencatat di LKK: konsep gerak mana yang terlihat paling kuat, mana yang paling lemah, dan mengapa. Peran pengamat dirotasi di setiap perpindahan pos.
- Setelah 3 pos selesai (total ±24 menit), kelompok berdiskusi selama 5 menit untuk menjawab pertanyaan di LKK: 'Konsep gerak mana yang paling memengaruhi keberhasilan di setiap pos? Apa yang bisa diubah/ditingkatkan?' Ini adalah tahap merancang penghalusan gerak.
- Setiap kelompok memilih satu pos favorit dan mendemonstrasikan ulang gerakan yang sudah mereka perbaiki berdasarkan diskusi, selama 2 menit per kelompok (demo kilat). Guru memberikan umpan balik afirmatif dan teknis secara singkat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali ke kelompok masing-masing dan melengkapi bagian akhir LKK: tabel dampak konsep gerak (setiap konsep gerak diisi: 'Ketika saya menerapkan ini dengan baik, capaian gerak saya menjadi... Ketika kurang baik, capaian saya menjadi...').
- Satu perwakilan kelompok mempresentasikan satu temuan paling menarik dari tabel dampak kepada kelas (±1 menit per kelompok). Guru memfasilitasi diskusi singkat antar kelompok jika ada temuan yang berbeda.
- Guru mengajukan pertanyaan pemandu refleksi kelas: 'Dari tadi kalian sudah menerapkan keempat konsep bersama — apakah ada konsep yang selalu berpengaruh di semua pos? Mengapa konsep itu dominan?' Guru menampung 3–4 jawaban.
- Guru merangkum poin-poin kunci: keterpaduan keempat konsep gerak adalah kunci keberhasilan dalam situasi baru, dan kemampuan menganalisis dampaknya adalah fondasi untuk terus berkembang.
Penutup:- Asesmen Akhir — Murid mengisi 'Tiket Keluar' (exit ticket) secara individual: menjawab dua pertanyaan singkat di kartu kecil: (1) Sebutkan satu situasi gerak di pos tadi di mana kamu menerapkan minimal tiga konsep gerak sekaligus — jelaskan bagaimana; (2) Konsep gerak mana yang dampaknya paling besar di posmu? Berikan satu alasan (5 menit).
- Guru mengumpulkan LKK kelompok dan tiket keluar untuk dijadikan data asesmen formatif dan sumatif.
- Guru memberikan apresiasi konkret atas kerja keras dan kolaborasi kelompok hari ini, menyebut 1–2 contoh nyata yang teramati selama pembelajaran.
- Guru menyampaikan koneksi ke pertemuan berikutnya: 'Konsep gerak yang sudah kalian kuasai hari ini akan menjadi bekal untuk memahami prinsip permainan di pertemuan berikutnya.'
- Murid melakukan pendinginan ringan (peregangan statis sederhana, 3 menit) dipimpin seorang murid secara bergilir.
- Guru menutup kelas dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah menguasai keempat konsep gerak (teridentifikasi dari diagnostik awal) diberikan tantangan tambahan di setiap pos: variasi tingkat kesulitan seperti jarak lebih jauh, target lebih kecil, atau instruksi kombinasi dua konsep sekaligus. Murid yang masih kesulitan mendapat kartu referensi saku bergambar yang merangkum definisi dan contoh tiap konsep gerak sehingga mereka bisa merujuk saat berpraktik.
- Proses: Untuk murid yang lambat dalam memproses: peran pengamat di LKK disederhanakan dengan panduan pertanyaan terstruktur dan pilihan jawaban semi-terbuka. Untuk murid yang cepat: peran pengamat diperluas dengan tugas tambahan merancang variasi pos baru dan menuliskan prediksi dampak geraknya sebelum dicoba.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diperbolehkan menggambar atau membuat diagram alur sebagai bagian dari jawaban LKK (tidak harus kalimat panjang). Murid yang sudah sangat berkembang didorong menulis analisis dampak yang lebih elaboratif, termasuk mengusulkan strategi penghalusan gerak yang bisa diterapkan di cabang olahraga tertentu yang mereka minati.
ASESMENAwal:- Guru membagikan kartu kecil bertuliskan 4 konsep gerak (Tubuh, Ruang, Usaha, Relasi) dan meminta murid menuliskan satu kalimat singkat tentang apa yang mereka ingat dari masing-masing konsep.
- Guru memindai jawaban sekilas untuk memetakan: murid mana yang sudah paham keempat konsep, mana yang baru ingat sebagian, dan mana yang belum ingat sama sekali. Data ini digunakan untuk menyesuaikan pengelompokan dan tingkat dukungan diferensiasi.
Proses:- Observasi langsung dengan checklist 4 konsep gerak saat murid berputar di tiga pos tantangan — guru mencatat apakah murid menerapkan konsep secara sadar atau masih mekanis.
- Peninjauan LKK di tengah kegiatan: setelah pos kedua, guru berkeliling memeriksa tabel analisis kelompok dan memberikan umpan balik lisan singkat ('Bagus, coba tambahkan alasan mengapa Usaha paling berpengaruh di pos ini').
- Pertanyaan lisan terbuka selama diskusi kelompok dan presentasi kilat: guru mengajukan pertanyaan 'Mengapa?' dan 'Apa yang berubah?' untuk menggali kedalaman pemahaman murid tentang dampak konsep gerak.
Akhir:- Tiket Keluar individual (5 menit terakhir kegiatan penutup): Pertanyaan 1 — Ceritakan satu momen di pos tadi ketika kamu menerapkan minimal tiga konsep gerak secara bersamaan. Jelaskan apa yang kamu lakukan untuk tiap konsep. Pertanyaan 2 — Konsep gerak mana yang paling besar dampaknya terhadap keberhasilan gerakmu di pos yang kamu pilih? Berikan satu alasan konkret.
- LKK kelompok dikumpulkan sebagai bukti proses analisis dampak konsep gerak — dinilai menggunakan rubrik aspek Analisis Dampak Konsep Gerak.
Formatif:- Diagnostik awal: kartu 4 konsep gerak di awal pendahuluan untuk memetakan pemahaman awal murid.
- Observasi guru selama rotasi pos tantangan: menggunakan checklist sederhana (Tubuh, Ruang, Usaha, Relasi) untuk mencatat keterlibatan dan kualitas penerapan tiap murid.
- Lembar Kerja Kelompok (LKK): tabel analisis dampak konsep gerak yang diisi selama dan setelah rotasi pos, digunakan guru untuk menilai proses berpikir analitis kelompok.
Sumatif:- Tiket Keluar (exit ticket) individual: dua pertanyaan tertulis yang mengukur kemampuan murid mengidentifikasi penerapan terpadu konsep gerak dan menganalisis dampaknya — selaras langsung dengan TP 10.2.3.1 dan 10.2.3.2.
- Demonstrasi penghalusan gerak kelompok di akhir tahap Mengaplikasi: guru menilai kualitas perbaikan gerak berdasarkan rubrik 4 level.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Terpadu Konsep Gerak (TP 10.2.3.1 — praktik gerak) | Murid menerapkan hanya satu konsep gerak atau tidak menunjukkan kesadaran terhadap konsep gerak selama aktivitas di pos tantangan. | Murid menerapkan dua konsep gerak secara terpisah-pisah, belum terlihat keterpaduan; gerak masih ragu-ragu saat menghadapi situasi baru. | Murid menerapkan tiga konsep gerak secara terpadu dalam situasi baru; mampu menyesuaikan gerak saat kondisi berubah meskipun masih butuh beberapa percobaan. | Murid menerapkan keempat konsep gerak secara terpadu dan fleksibel dalam situasi baru yang menantang; secara mandiri merancang dan memperagakan perbaikan (penghalusan) gerak berdasarkan evaluasi diri. | | Perancangan dan Penghalusan Gerak Spesifik (TP 10.2.3.1 — merancang) | Murid tidak dapat mengidentifikasi aspek gerak yang perlu diperbaiki; tidak ada usaha merancang penghalusan. | Murid mengidentifikasi satu aspek yang perlu diperbaiki namun rancangan penghalusan masih sangat umum dan belum dikaitkan dengan konsep gerak tertentu. | Murid merancang penghalusan untuk dua aspek gerak dengan mengaitkan masing-masing pada konsep gerak yang relevan; perbaikan terlihat saat demonstrasi ulang. | Murid merancang penghalusan yang sistematis untuk beberapa aspek gerak, mengaitkan setiap perbaikan secara eksplisit dengan konsep gerak tertentu, dan menunjukkan peningkatan kualitas gerak yang nyata saat demonstrasi ulang. | | Analisis Dampak Konsep Gerak (TP 10.2.3.2 — LKK & Tiket Keluar) | Murid tidak mengisi tabel dampak atau hanya menyalin kata kunci tanpa penjelasan; tidak mampu mengaitkan konsep gerak dengan hasil capaian gerak. | Murid mengisi tabel dampak untuk satu konsep gerak dengan penjelasan yang masih dangkal; hubungan sebab-akibat antara konsep dan capaian gerak belum jelas. | Murid menganalisis dampak dua atau tiga konsep gerak dengan penjelasan yang cukup jelas; mampu menyebutkan secara konkret bagaimana penerapan konsep tersebut memengaruhi hasil gerak di pos tertentu. | Murid menganalisis dampak keempat konsep gerak dengan penjelasan yang tajam dan berbasis bukti pengalaman langsung di pos; mampu membandingkan dampak antar-konsep dan memberikan justifikasi logis mengapa satu konsep lebih dominan dari yang lain. | | Kolaborasi dalam Kelompok | Murid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi atau pengisian LKK kelompok; cenderung pasif atau tidak mau mencoba di pos tantangan. | Murid berpartisipasi jika diminta; berkontribusi minimal dalam pengisian LKK dan diskusi kelompok. | Murid aktif berpartisipasi; memberikan kontribusi nyata dalam diskusi, mengisi bagian LKK yang menjadi tanggung jawabnya, dan membantu rekan yang kesulitan. | Murid berperan aktif sebagai motor diskusi kelompok; mendorong seluruh anggota untuk berkontribusi, memberikan umpan balik konstruktif kepada rekan, dan memastikan LKK kelompok terisi lengkap dan bermutu. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah kegiatan tiga pos tantangan berhasil memfasilitasi murid menerapkan keempat konsep gerak secara terpadu, atau ada konsep tertentu yang jarang muncul? Apa yang perlu saya sesuaikan?
- Seberapa efektif Lembar Kerja Kelompok dalam membantu murid menganalisis dampak konsep gerak? Apakah pertanyaan di LKK sudah cukup menantang untuk semua level murid?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu referensi untuk yang kesulitan, tantangan tambahan untuk yang cepat) benar-benar membantu? Siapa yang masih butuh perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap pos (8 menit) dan diskusi kelompok (5 menit) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
Refleksi Murid:- Dari tiga pos tadi, di pos mana kamu merasa paling berhasil menerapkan keempat konsep gerak sekaligus? Apa yang membuat kamu berhasil di sana?
- Konsep gerak mana yang paling sulit kamu terapkan hari ini? Apa satu hal konkret yang akan kamu latih agar konsep itu lebih mudah muncul dalam gerakanmu?
- Bagaimana pengalamanmu bekerja dalam kelompok hari ini — apakah diskusi bersama membantumu memahami dampak konsep gerak lebih baik dibanding bekerja sendiri? Mengapa?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi) — Anggara Aditya Kurniawan & Teguh Karya, Kemdikbudristek 2023 (ISBN: 978-634-00-0094-8), Bab 2: Mendalami Konsep Gerak.
- Buku Guru PJOK SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Kemdikbudristek 2023 — bagian Konsep Gerak (Movement Concepts) dan panduan aktivitas pembelajaran.
- Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang dirancang guru: tabel analisis dampak konsep gerak dan kolom rancangan penghalusan gerak.
- Kartu Referensi Saku Konsep Gerak (dibuat guru): kartu bergambar 4 konsep gerak (Tubuh, Ruang, Usaha, Relasi) untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan tambahan.
- Tiket Keluar (exit ticket) individual: kartu pertanyaan singkat untuk asesmen akhir.
- Peralatan lapangan: cone/pylons (minimal 10 buah), bola (bola voli atau bola karet sesuai ketersediaan sekolah), target sasaran sederhana (lingkaran di dinding atau ring rendah).
- Papan tulis/proyektor untuk menampilkan skema visual 'Roda Konsep Gerak'.
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Pembelajaran Mendalam 2025 — sebagai acuan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
|