MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengidentifikasi bagian-bagian tubuh yang berperan dalam suatu gerakan dan menjelaskan pentingnya kesadaran tubuh (body awareness) untuk efektivitas gerak berdasarkan pengalaman pribadi.
- Murid mampu mengidentifikasi elemen ruang (arah, level, jarak, jalur) dalam aktivitas fisik dan menjelaskan bagaimana kesadaran ruang (spatial awareness) memengaruhi keberhasilan gerak berdasarkan pengalaman pribadi.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa sebagian dari kita lebih mudah menangkap bola dibandingkan yang lain?
- Apa yang membuat kita bisa bergerak lincah di ruang sempit tanpa menabrak benda di sekitar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka dengan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan untuk menggali pemahaman awal murid, misalnya 'Saat kamu berjalan di koridor ramai, apa yang kamu pikirkan agar tidak menabrak orang?' dan 'Coba pejamkan mata, lalu sentuh hidungmu dengan telunjuk—bagian tubuh apa yang kamu sadari saat melakukannya?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Mengidentifikasi konsep kesadaran tubuh dan kesadaran ruang melalui pengalaman gerak.
- Guru memberikan motivasi dengan menceritakan bahwa setiap gerakan yang efektif selalu diawali oleh kesadaran terhadap tubuh dan ruang, seperti yang dilakukan atlet profesional.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca ringkasan materi tentang kesadaran tubuh dan kesadaran ruang dari buku siswa (Bab 2, hlm. 49-50) secara mandiri.
- Guru menampilkan video pendek yang menampilkan berbagai aktivitas gerak (contoh: menggiring bola basket, servis bola voli, berlari di lintasan). Murid diminta mengidentifikasi bagian tubuh yang dominan bekerja dan menjelaskan arah/jalur gerakan yang terlihat.
- Secara berpasangan, murid mendiskusikan pengalaman pribadi saat melakukan gerakan sederhana (misal: melompat, melempar kertas) dan mencatat pada LKPD bagian mana yang mereka sadari bergerak serta ke mana tubuh mereka bergerak.
- Murid merumuskan definisi sederhana 'kesadaran tubuh' dan 'kesadaran ruang' berdasarkan hasil diskusi dan menyampaikannya secara lisan kepada pasangan lain.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas 'Jelajah Buta': Murid berpasangan, satu murid ditutup matanya dan dipandu instruksi verbal pasangannya untuk berjalan melewati rintangan sederhana (kerucut, kardus). Penuntun memberi arahan seperti 'langkah kecil ke depan', 'ke kiri', 'berhenti'. Setelah selesai, bertukar peran.
- Aktivitas 'Cermin Gerak': Murid berpasangan saling berhadapan, satu murid melakukan gerakan bebas (mengangkat tangan, membungkuk, melangkah ke samping) dan murid lain meniru tanpa sentuhan, fokus mengamati bagian tubuh yang bergerak dan perubahan posisi di ruang.
- Setiap pasangan mendiskusikan: (1) Bagian tubuh mana yang paling sering disadari saat menjadi penuntun/pengikut? (2) Seberapa jauh ruang yang digunakan untuk bergerak dalam aktivitas tadi?
- Murid mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja: kolom 'Konsep Kesadaran Tubuh' (bagian tubuh yang aktif) dan 'Konsep Kesadaran Ruang' (arah, level, jarak yang digunakan).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Diskusi kelas: Guru memandu dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat mata ditutup? Dari mana kamu tahu arah gerak?', 'Apa akibatnya jika kamu tidak sadar posisi tangan saat menirukan gerakan teman?'
- Murid menulis jurnal singkat (format 3-2-1): 3 hal baru yang dipelajari tentang kesadaran tubuh dan ruang, 2 contoh penerapan dalam kehidupan/olahraga, 1 pertanyaan yang masih ingin diketahui.
- Beberapa murid secara sukarela membacakan jurnalnya untuk saling memperkaya refleksi.
- Guru mengonfirmasi bahwa keberhasilan gerak dipengaruhi oleh kemampuan sadar tubuh dan ruang, dan bahwa keterampilan ini terus bisa dilatih untuk berbagai situasi aktivitas fisik.
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: 'Sebutkan satu contoh penerapan kesadaran tubuh saat berlari!', 'Apa yang dimaksud kesadaran ruang dalam permainan bulutangkis?' dan murid menjawab secara bergantian.
- Guru memandu murid menyimpulkan materi bahwa kesadaran tubuh berfokus pada bagian tubuh yang bergerak, sementara kesadaran ruang berkaitan dengan arah dan tempat bergerak.
- Refleksi bersama: Murid mengisi lembar 'Refleksi Diri' (ceklist perasaan setelah pembelajaran, apa yang masih sulit).
- Guru menutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang telah cepat menguasai konsep diberi tantangan menganalisis gerakan dalam video olahraga favorit mereka (misal: smash bulutangkis, dribel futsal) dan menuliskan dua atau tiga bagian tubuh utama yang terlibat serta arah gerak. Murid yang memerlukan bimbingan lebih diberikan teks singkat bergambar tentang contoh gerak yang familiar (berjalan, meraih gelas).
- Proses: Pengelompokan pasangan dibuat heterogen; murid yang lebih tangkas menjadi penuntun terlebih dahulu agar dapat menjadi model. Guru berkeliling memberikan scaffolding kepada pasangan yang lambat mendiskusikan temuannya.
- Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman: (a) presentasi lisan di depan pasangan lain, (b) membuat gambar sederhana tubuh yang menandai bagian yang digunakan, atau (c) mendemonstrasikan satu gerakan sambil menjelaskan kesadaran tubuh dan ruang yang terlibat.
ASESMENAwal:- Diagnostik kognitif non-instrumen: Tanya jawab pengalaman sadar tubuh dan ruang melalui pertanyaan pemantik. Guru mencatat jawaban sebagai peta awal pemahaman murid.
Proses:- Formatif 1 (Memahami): Observasi diskusi pasangan menggunakan lembar ceklist (indikator: menyebutkan minimal 2 bagian tubuh, menyebutkan 1 elemen ruang).
- Formatif 2 (Mengaplikasi): Penilaian produk lembar kerja aktivitas (mencatat bagian tubuh yang aktif dan unsur ruang yang digunakan), diberikan umpan balik langsung oleh guru.
Akhir:- Sumatif kuis lisan dengan pertanyaan: (1) 'Coba praktikkan gerakan melempar bola imajiner ke depan, lalu jelaskan bagian tubuh mana saja yang kamu sadari bergerak dan mengapa bagian itu penting dalam lemparanmu.' (2) 'Saat kamu bermain bola voli, bagaimana kamu menggunakan kesadaran ruang untuk menentukan posisi menerima servis?'
- Penilaian jurnal refleksi: kelengkapan 3 hal baru, 2 contoh penerapan, 1 pertanyaan.
Formatif:- Observasi guru terhadap partisipasi dan diskusi murid saat aktivitas Memahami (catatan anekdotal fokus pada ketepatan identifikasi konsep).
- Penugasan lembar kerja saat Mengaplikasi (mengisi tabel identifikasi bagian tubuh dan elemen ruang).
Sumatif:- Tes lisan (kuis) di akhir pembelajaran: dua pertanyaan yang mengukur pencapaian TP 10.2.1.1 dan 10.2.1.2.
- Jurnal refleksi 3-2-1 dinilai berdasarkan keterkaitan dengan konsep yang dipelajari.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Konsep Kesadaran Tubuh | Belum mampu menyebutkan bagian tubuh yang terlibat dalam gerakan meskipun dengan bimbingan. | Mampu menyebutkan 1 bagian tubuh yang dominan namun belum mampu menjelaskan perannya. | Mampu menyebutkan 2–3 bagian tubuh dan menjelaskan secara sederhana perannya dalam gerakan. | Mampu menyebutkan lebih dari 3 bagian tubuh dengan rinci, menjelaskan peran setiap bagian, dan menghubungkannya dengan efektivitas gerak berdasarkan contoh. | | Identifikasi Konsep Kesadaran Ruang | Belum dapat menyebutkan satu pun elemen ruang (arah, level, jarak) meskipun dengan contoh. | Mampu menyebutkan satu elemen ruang (misal: depan/belakang) tanpa kaitannya dengan keberhasilan gerak. | Mampu menyebutkan dua elemen ruang (arah dan jarak) dan menjelaskan pengaruhnya dengan bantuan contoh sederhana. | Mampu menyebutkan tiga elemen ruang (arah, level, jarak) atau lebih, menganalisis hubungan antarelemen, dan menjelaskan dampaknya terhadap capaian gerakan secara logis. | | Menghubungkan Pengalaman Gerak dengan Konsep | Belum mampu menceritakan pengalaman gerak yang terkait dengan konsep meskipun dipandu. | Mampu menceritakan satu pengalaman gerak tanpa mengaitkan langsung dengan konsep tubuh/ruang. | Mampu menceritakan satu pengalaman gerak dan dengan benar mengaitkannya pada kesadaran tubuh atau kesadaran ruang. | Mampu menceritakan lebih dari satu pengalaman gerak, mengaitkan kedua konsep (tubuh dan ruang) sekaligus, dan menyimpulkan pentingnya kesadaran tersebut bagi perbaikan gerak. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid tampak antusias dan terlibat aktif dalam setiap tahap pembelajaran?
- Apakah aktivitas 'Jelajah Buta' dan 'Cermin Gerak' efektif membantu murid merasakan langsung konsep kesadaran tubuh dan ruang?
- Di bagian mana murid paling banyak mengalami kesulitan memahami perbedaan antara kesadaran tubuh dan ruang?
- Bagaimana saya dapat menyesuaikan strategi diferensiasi agar lebih tepat sasaran pada pertemuan selanjutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menarik dari kegiatan hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat menjadi penuntun atau yang dituntun dalam permainan mata tertutup?
- Pada saat melakukan gerakan apapun nanti, apa yang akan kamu perhatikan terlebih dahulu: bagian tubuh yang bergerak atau ruang di sekitarmu? Mengapa?
- Apa satu pertanyaan yang masih ada di benakmu tentang kesadaran tubuh dan ruang?
SUMBER BELAJAR- Buku Paket PJOK Kelas X (Buku Siswa) Bab 2 'Mendalami Konsep Gerak', hlm. 49–50.
- Buku Guru PJOK Kelas X sebagai panduan aktivitas.
- Video pendek analisis gerak dari YouTube (misal: 'Slow Motion Tennis Serve – Body Awareness' atau video olahraga lain) yang telah dipotong durasinya.
- Alat praga: penutup mata (kain), kerucut atau kardus kecil sebagai rintangan, lembar kerja 'Identifikasi Gerak'.
- Papan tulis atau kertas flipchart untuk mencatat kata kunci.
|