MODUL AJAR PJOK — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 2 — Mendalami Konsep Gerak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Mendalami Konsep Gerak |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 45 menit = 540 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.2.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 10.2.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 10.2.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 10.2.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana pengaturan posisi bagian tubuh memengaruhi keseimbanganmu saat harus melewati rintangan sempit?
- Mengapa mengenali ruang pribadi dan ruang umum sangat menentukan keberhasilanmu bergerak cepat tanpa bertabrakan?
- Bagaimana pengaturan tenaga dan kecepatan gerak tubuhmu dapat membantumu melewati rintangan atau lawan yang bergerak cepat?
- Mengapa menyesuaikan posisi tubuh terhadap teman, lawan, dan objek bola sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan keterampilan gerak?
- Bagaimana caramu memanfaatkan ruang kosong di area pertahanan lawan agar serangan timmu berhasil menciptakan poin?
- Ketika tim lawan mengubah tempo serangan menjadi sangat cepat, penyesuaian strategi bertahan seperti apa yang harus kamu kembangkan?
- Bagaimana prinsip menempatkan bola ke ruang kosong pada permainan bola basket dapat kamu terapkan saat bermain bulu tangkis atau bola voli?
- Apakah ada persamaan cara mengantisipasi gerak lawan saat bertahan di permainan invasi dibandingkan saat menjaga area di permainan net?
- Bagaimana sebuah tim dapat mengambil keputusan taktis yang tepat dan cepat saat menghadapi tekanan pertahanan lawan?
- Apa bentuk tindakan kepemimpinan kolaboratif yang membuat setiap anggota tim dapat berkontribusi optimal dalam situasi gerak beregu?
- Bagaimana konsep kesadaran tubuh, ruang, upaya, dan hubungan membantu tim menentukan keputusan gerak yang tepat saat menghadapi pertahanan lawan?
- Mengapa strategi menciptakan ruang kosong pada permainan invasi dapat diterapkan secara efektif pada permainan net?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Kesadaran Tubuh dan Ruang pada Gerak Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
Pendahuluan:- Guru memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berbasis kesadaran ruang (bergerak bebas tanpa menyentuh teman di area 10x10 meter) (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja: murid diminta merespons 2 aba-aba gerak rintangan, yaitu (1) merendahkan pusat gravitasi tubuh (kesadaran tubuh: menekuk lutut dan merentangkan tangan seimbang) saat melintasi garis lurus selebar 15 cm, dan (2) berpindah jalur ke ruang kosong (kesadaran ruang) saat guru mengangkat bendera merah ke arah kiri atau kanan (acuan: tubuh stabil tanpa keluar dari garis 15 cm dan arah belokan tepat sesuai bendera) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai penerapan kesadaran tubuh (body awareness: titik tumpu kaki, ketinggian pusat gravitasi tubuh) dan kesadaran ruang (spatial awareness: arah, ketinggian level gerak rendah-tinggi, dan batas ruang pribadi vs ruang terbuka) pada lintasan sirkuit gerak menantang (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara bergiliran menerapkan keterampilan gerak spesifik melewati sirkuit tantangan 4 pos: Pos 1 (merayap rendah di bawah tali setinggi 50 cm - adaptasi kesadaran ruang level rendah), Pos 2 (melompat berirama di 4 bilah rintangan berjarak 60 cm - kesadaran ruang jarak dan waktu), Pos 3 (berlari zig-zag melintasi 5 kun penanda dengan mengatur kecondongan tubuh - kesadaran tubuh arah dan kelincahan), dan Pos 4 (mendarat seimbang dua kaki pada matras sempit selebar 40 cm - kesadaran tubuh titik tumpu) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan memeriksa keberhasilan gerak masing-masing pada sirkuit: mengidentifikasi pada pos mana tubuh kehilangan keseimbangan atau menyentuh batas rintangan, lalu mengulangi 1 kali teknik penyesuaian tubuh/ruang pada pos tersebut untuk perbaikan (15 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan statis dan peregangan otot tungkai serta lengan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis observasi proses latihan dan menyampaikan fokus pertemuan berikutnya mengenai konsep upaya dan hubungan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan sirkuit dengan variasi ketinggian rintangan tali (40 cm untuk tantangan lebih tinggi, 60 cm untuk tantangan dasar) dan jarak bilah lompat (50 cm dan 70 cm).
- Proses: Bagi murid yang masih sering kehilangan keseimbangan diberikan panduan penanda visual tambahan (garis bantu pijakan kaki di lantai), sedangkan murid yang sudah mahir menambah kecepatan gerak saat melewati sirkuit rintangan tanpa menjatuhkan kun.
- Produk: Unjuk kerja penerapan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep tubuh dan ruang pada sirkuit rintangan dengan tingkat kecepatan dan kestabilan yang dapat dicapai murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik unjuk kerja respon 2 aba-aba rintangan gerak: (1) Murid merendahkan posisi badan dan merentangkan tangan seimbang saat berjalan cepat di garis selebar 15 cm sepanjang 5 meter; (2) Murid berbelok cepat ke ruang kosong saat guru mengangkat bendera penunjuk arah (acuan ketepatan: tubuh tidak keluar dari batas garis 15 cm dan arah belok 100% tepat sesuai aba-aba visual bendera).
Proses:- Pengamatan ketercapaian 4 indikator sirkuit rintangan: (1) Pos 1: tubuh tidak menyentuh tali 50 cm; (2) Pos 2: kaki mendarat tepat di antara celah 4 bilah berjarak 60 cm tanpa menginjak bilah; (3) Pos 3: meliuk melewati 5 kun zig-zag tanpa menjatuhkan kun; (4) Pos 4: mendarat di matras 40 cm dengan kedua kaki stabil tanpa melangkah keluar (acuan: minimal 3 dari 4 pos berhasil dilalui dengan benar).
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan gerak mandiri di akhir sesi: murid mempraktikkan kombinasi gerak melompat rintangan setinggi 30 cm lalu mendarat stabil dan berbelok 90 derajat ke ruang kosong (acuan: mendarat bertumpu pada kedua lutut mengeper tanpa jatuh dan langsung mengubah arah tubuh secara terkontrol).
Formatif:- Observasi unjuk kerja sirkuit rintangan 4 pos menggunakan lembar ceklis kesadaran tubuh dan kesadaran ruang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Gerak Berbasis Kesadaran Tubuh (Body Awareness) | Menerapkan gerakan dengan tumpuan tidak stabil dan posisi tubuh belum mampu menyesuaikan pusat gravitasi sehingga terjatuh pada rintangan. | Menerapkan gerakan dengan posisi tumpuan tubuh yang cukup stabil tetapi masih membutuhkan koreksi berulang saat menjaga keseimbangan di rintangan. | Menerapkan keterampilan gerak spesifik secara stabil dengan posisi tubuh, tekukan lutut, dan tumpuan kaki yang terkontrol pada rintangan menantang secara mandiri. | Menerapkan keterampilan gerak spesifik dengan kontrol tubuh prima, keseimbangan konsisten tanpa goyah di seluruh pos rintangan menantang, serta mampu memulihkan posisi tubuh seketika saat menerima tantangan arah mendadak. | | Penerapan Keterampilan Gerak Berbasis Kesadaran Ruang (Spatial Awareness) | Belum mampu menyesuaikan gerak dengan batas ruang sehingga menyentuh lebih dari 2 batas rintangan (tali, bilah, atau kun). | Mampu menyesuaikan gerak pada batas ruang rintangan namun masih menyentuh 1-2 rintangan akibat estimasi jarak dan level ketinggian yang kurang presisi. | Menerapkan penyesuaian lintasan, level ketinggian (rendah-tinggi), dan arah gerak secara tepat tanpa menyentuh seluruh pembatas rintangan secara mandiri. | Menerapkan perpindahan gerak melintasi seluruh ruang rintangan dengan efisiensi jarak, lintasan yang presisi, serta kelancaran transisi arah tanpa sedikit pun menyentuh pembatas rintangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain sirkuit 4 pos sudah memfasilitasi murid dalam mengeksplorasi konsep kesadaran tubuh dan ruang secara optimal?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses latihan berulang dan apakah alokasi waktu 35 menit di tahap aplikasi mencukupi?
Murid:- Bagian sirkuit rintangan mana yang paling menuntut penyesuaian posisi tubuhmu agar tidak terjatuh?
- Bagaimana caramu memperkirakan ruang dan jarak langkah agar tidak menabrak rintangan kun dan tali?
Pertemuan 2 — Menerapkan Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Upaya dan Hubungan pada Situasi Gerak Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta kehadiran murid di lapangan (5 menit).
- Guru memfasilitasi pemanasan dinamis terpimpin yang mengintegrasikan variasi kecepatan lari (lambat, sedang, cepat) dan kelincahan merespons sinyal peluit (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep upaya (kecepatan, tenaga) dan konsep hubungan (posisi relatif terhadap objek dan lawan) dalam situasi gerak menantang (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tes peragaan singkat 2 tugas gerak: (1) lari cepat lalu mendadak berhenti stabil dalam 3 detik, dan (2) melempar bola tepat sasaran ke arah teman yang sedang bergerak ke samping sejauh 5 meter (acuan ketercapaian: mampu mengontrol daya henti tanpa jatuh dan mengarahkan bola tepat setinggi dada rekan) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai konsep upaya (modulasi tenaga kuat/lemah, perubahan tempo cepat/lambat) dan konsep hubungan (menjaga jarak aman, sudut gerak terhadap lawan dan bola) saat melakukan keterampilan gerak spesifik menggiring dan mengoper bola (10 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan eksplorasi terbimbing mengoper bola dengan 2 variasi upaya: operan datar bertenaga cepat untuk jarak 10 meter dan operan lambung terukur bertenaga halus melewati rintangan cone setinggi 1 meter (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan gerak berpasangan 'Garis Lolos Dinamis' (joyful challenge): satu murid bertugas menggiring bola melintasi 3 zona rintangan aktif di mana murid penjaga mencoba memotong jalur menggunakan variasi tempo langkah dan menjaga jarak halang tanpa kontak fisik (acuan: pengoper/penggiring berhasil mengubah kecepatan gerak dan mengoper tepat saat rekan bergerak membuka sudut 45 derajat) (20 menit).
- Murid menerapkan keterampilan gerak spesifik dalam situasi simulasi menantang 3 lawan 2 pada area terbatas berukuran 10x15 meter, di mana tim penyerang harus menerapkan modulasi tenaga operan dan penyesuaian posisi tubuh menjauhi bayangan lawan untuk menembak ke target gawang mini (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk berpasangan dan mengevaluasi penerapan geraknya: menilai apakah dorongan tenaga operan dan pengaturan ritme lari sudah efektif mengatasi tekanan lawan atau masih sering terpotong karena salah mengukur kecepatan objek (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan statis dan relaksasi pernapasan untuk menurunkan denyut jantung (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penerapan konsep upaya dan hubungan dalam keberhasilan eksekusi keterampilan gerak spesifik pada situasi menantang (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (strategi penyerangan dan bertahan) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan jarak operan yang lebih pendek (5 meter) dan rintangan statis (cone tetap), sedangkan murid yang mahir menggunakan rintangan bayangan bergerak dinamis dengan jarak 12-15 meter.
- Proses: Pemberian variasi waktu reaksi: murid yang mahir diberikan batasan waktu mengoper maksimal 2 detik setelah menerima bola, sementara murid yang masih berkembang diberikan keleluasaan hingga 4 detik untuk menstabilkan posisi gerak.
- Produk: Variasi tingkat keberhasilan unjuk kerja: murid berkembang ditargetkan berhasil mengalirkan 3 dari 5 operan akurat dengan pengaturan tenaga terukur; murid mahir ditargetkan mencapai minimal 5 dari 5 operan akurat melintasi pengadang dinamis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik gerak melalui 2 peragaan tugas: (1) Murid melakukan lari akselerasi 10 meter lalu berhenti mendadak (deselerasi) dalam posisi seimbang (kunci acuan: tubuh tidak terjatuh, lutut menekuk meredam momentum dalam waktu maksimal 3 detik setelah melewati garis); (2) Murid melakukan operan bola lambung melewati cone setinggi 1 meter ke arah target lingkaran berjarak 6 meter (kunci acuan: bola jatuh tepat di dalam radius lingkaran 1 meter dari target).
Proses:- Pengamatan langsung selama aktivitas inti 3 vs 2 terhadap 3 indikator unjuk kerja gerak: (1) Penyesuaian upaya: membedakan tenaga dorong operan cepat saat jalur terbuka vs operan terkontrol saat rekan mendekat; (2) Penyesuaian hubungan dengan lawan: mengubah arah dan tempo lari menghindari halangan; (3) Penyesuaian hubungan dengan objek: mengontrol bola pada jarak jangkauan kaki/tangan yang optimal. Kriteria ketercapaian: murid menunjukkan minimal 2 dari 3 indikator secara konsisten pada minimal 3 kesempatan permainan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konfirmasi keterampilan di akhir sesi: Guru memberikan 2 butir kuis peragaan/lisan singkat beracuan: (1) 'Tunjukkan posisi tubuhmu terhadap bola dan lawan ketika rekanmu dijaga ketat di sisi kanan!' (kunci acuan: murid memposisikan tubuh membuka sudut operan ke sisi kiri/ruang kosong, menjauhkan bola dari jangkauan lawan); (2) 'Bagaimana caramu mengatur tenaga operan jika kawanmu berlari menjauhi gawang menuju ruang kosong?' (kunci acuan: menggunakan operan bertenaga lebih kuat dan diarahkan ke depan ruang lari kawan, bukan tepat di posisi kawan berdiri).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep upaya (modulasi tenaga/kecepatan) dan hubungan (posisi/sudut gerak terhadap objek dan lawan) menggunakan lembar ceklis observasi berkriteria terukur selama simulasi 3 vs 2.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konsep Upaya dalam Keterampilan Gerak Spesifik | Belum mampu mengatur besar tenaga dan kecepatan gerak; operan bola atau laju lari selalu berkekuatan sama (terlalu keras atau terlalu lemah sehingga tidak terkendali). | Mampu memvariasikan tenaga dan kecepatan gerak namun belum konsisten; berhasil melakukan modulasi tenaga secara tepat pada 1-2 kali percobaan dalam situasi menantang. | Mampu menerapkan variasi tenaga dan kecepatan gerak spesifik secara tepat dan terkontrol pada minimal 3-4 kali situasi gerak menantang secara mandiri. | Mampu menerapkan modulasi tenaga dan perubahan ritme/kecepatan gerak spesifik secara sempurna, halus, dan konsisten pada seluruh (minimal 5 kali) situasi gerak menantang tanpa hambatan. | | Penerapan Konsep Hubungan dalam Keterampilan Gerak Spesifik | Belum mampu menyesuaikan posisi tubuh dan arah gerak terhadap objek (bola) maupun lawan; sering bertabrakan atau kehilangan kendali posisi bola. | Mampu memposisikan tubuh terhadap bola dan lawan dengan benar pada situasi sederhana, namun kehilangan posisi efektif saat menghadapi rintangan aktif. | Mampu menyesuaikan sudut gerak, jarak jangkauan, dan posisi tubuh secara tepat relatif terhadap kawan, lawan, dan bola pada sebagian besar (minimal 3-4 kali) situasi menantang. | Secara konsisten dan mandiri selalu menempatkan posisi tubuh, mengatur sudut, dan menjaga jarak optimal terhadap objek dan lawan di setiap situasi menantang yang dihadapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rintangan dan modifikasi permainan 3 vs 2 telah efektif memfasilitasi murid dalam mengeksplorasi konsep upaya dan konsep hubungan secara nyata?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengatur ritme gerak dan apakah seluruh murid telah mendapatkan kesempatan bergerak aktif yang setara?
Murid:- Bagian mana dari pengaturan tenaga atau penyesuaian posisi tubuh terhadap lawan yang menurutmu paling menantang saat permainan tadi?
- Apa yang akan kamu sesuaikan pada kecepatan larimu ketika melihat lawan bergerak menutup jalur operan?
Pertemuan 3 — Mengembangkan Strategi Gerak Penyerangan dan Bertahan pada Situasi Gerak yang Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, memimpin doa, dan memastikan kesiapan fisik murid melalui pemanasan dinamis berbasis pergerakan ruang (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan pemahaman dasar taktik gerak melalui 2 pertanyaan panduan: (1) 'Apa tindakan gerakmu saat melihat pemain bertahan lawan menumpuk di sisi kiri?' (acuan: memindahkan serangan ke sisi kanan/ruang kosong yang tidak terjaga) dan (2) 'Bagaimana posisi tubuhmu saat membendung lawan yang bergerak cepat menerobos?' (acuan: mempersempit sudut gerak lawan dan menutup jalur operan utama) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak dan menganalisis 2 simulasi situasi taktis di lapangan: Situasi Serang A (3 penyerang vs 2 pemain bertahan dengan keunggulan ruang di sayap) dan Situasi Bertahan B (2 pemain bertahan menghadapi 3 penyerang cepat di area tengah) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil merumuskan rencana pengembangan strategi gerak untuk kedua situasi tersebut: menentukan pola pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang pada Situasi Serang A dan pola penjagaan zona/man-to-man untuk menutup celah pada Situasi Bertahan B (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan game modifikasi taktis 3 lawan 3 pada area terbatas (10 x 15 meter) dengan menerapkan variasi strategi penyerangan (mengembangkan pola 'give and go', operan pantul, atau pergerakan diagonal mengecoh lawan) untuk mencetak skor ke gawang kerucut (20 menit).
- Murid mengubah peran menjadi tim bertahan dalam game mini 3 lawan 3, menguji coba pengembangan strategi bertahan (menutup ruang tengah, membatasi operan langsung, dan transisi cepat dari menyerang ke bertahan saat kehilangan bola) dalam situasi menantang berbatas waktu 3 menit per ronde (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan evaluasi mandiri atas keberhasilan strategi yang diterapkan: mengidentifikasi faktor penyebab gol tercipta (misal: keberhasilan menarik pemain bertahan keluar zona) atau kegagalan bertahan (misal: terlambat menutup ruang kosong), lalu merumuskan 1 penyesuaian strategi gerak konkret bila menghadapi situasi serupa di ronde berikutnya (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) statis untuk menurunkan detak jantung dan merelaksasi otot (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap kualitas pengembangan strategi penyerangan dan bertahan yang ditunjukkan murid selama permainan, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi ukuran lapangan dan rasio pemain (misal: 3 lawan 2 bagi kelompok yang membutuhkan tantangan penyerangan lebih sederhana, atau 3 lawan 3 berbatas ruang lebih sempit bagi kelompok yang membutuhkan tantangan kompleksitas gerak lebih tinggi).
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (guided cue) mengenai pemilihan momen bergerak ke ruang kosong bagi murid yang ragu mengambil keputusan gerak, sementara murid yang sudah terampil diberikan kebebasan merancang kombinasi 2 hingga 3 pola gerak tanpa bola.
- Produk: Murid menuangkan hasil penyesuaian strategi gerak baik secara lisan saat jeda taktis ronde maupun melalui peragaan langsung di lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan mengenai respon taktis: (1) Respon saat lawan menumpuk di satu sisi (acuan respon benar: mengarahkan gerak/operan ke ruang kosong di sisi berseberangan); (2) Respon posisi saat membendung terobosan cepat lawan (acuan respon benar: merendahkan titik tumpu, mempersempit ruang tembak/sudut terobos, dan menutup jalur operan).
Proses:- Lembar observasi keterlibatan dan variasi tindakan murid selama simulasi 3 vs 3: mengamati kemampuan murid mengembangkan strategi membuka ruang/umpan saat menyerang dan merapatkan barisan/menutup jalur bola saat bertahan (kriteria ketercapaian: murid menunjukkan minimal 2 keputusan gerak taktis yang berhasil mengatasi situasi penekanan lawan).
Akhir Pertemuan:- Refleksi tindak lanjut di akhir sesi: murid menyebutkan 1 formulasi penyesuaian strategi gerak yang efektif digunakan untuk memecahkan kebuntuan serangan atau membendung serangan lawan (kriteria penerimaan: rumusan tindakan logis dan sesuai prinsip pemanfaatan ruang atau penutupan jalur operan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengembangan strategi gerak serang dan bertahan dalam situasi permainan modifikasi 3 lawan 3
- Cek pemahaman lisan/tindakan langsung saat jeda simulasi taktis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Strategi Penyerangan | Belum mampu mengembangkan strategi penyerangan; hanya bergerak statis atau melakukan operan acak tanpa mempertimbangkan ruang kosong lawan. | Mampu mencoba 1 bentuk strategi penyerangan sederhana (seperti bergerak lurus ke depan), namun belum konsisten membuka ruang saat ditekan lawan. | Mampu mengembangkan 2 variasi strategi penyerangan (seperti kombinasi oper-lari/give-and-go dan pergerakan diagonal) secara tepat untuk menciptakan peluang keberhasilan gerak. | Secara mandiri dan konsisten mengembangkan lebih dari 2 variasi strategi penyerangan yang adaptif, cepat mengeksploitasi celah pertahanan lawan dalam berbagai situasi menantang. | | Pengembangan Strategi Bertahan | Belum mampu mengembangkan strategi bertahan; membiarkan ruang tembak/terobos terbuka dan tidak bereaksi terhadap pergerakan lawan. | Mampu menerapkan penjagaan dasar tetapi belum mampu mengantisipasi arah laju bola atau menutup jalur operan lawan secara terarah. | Mampu mengembangkan strategi bertahan dengan tepat melalui penyesuaian posisi tubuh, mempersempit ruang gerak lawan, dan menutup jalur umpan kunci. | Secara mandiri dan adaptif mengembangkan strategi bertahan yang komprehensif (intersepsi, transisi cepat, dan penguasaan zona pertahanan) melintasi situasi gerak yang sangat menekan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan modifikasi 3 lawan 3 cukup menantang murid untuk memunculkan inisiatif pengembangan strategi gerak?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi efektivitas taktik gerak yang mereka gunakan selama pembelajaran?
Murid:- Strategi gerak mana yang paling berhasil membantumu mencetak angka atau mencegah lawan membuat angka?
- Kesulitan apa yang kamu hadapi saat harus mengubah strategi bertahan secara mendadak ketika lawan mengubah pola serangannya?
Pertemuan 4 — Merefleksikan Transfer Strategi Gerak dari Permainan Invasi ke Kategori Permainan Net — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merefleksikan transfer strategi gerak (mencari/memanfaatkan ruang kosong dan antisipasi posisi bertahan) dari kategori permainan invasi ke kategori permainan net (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terstruktur mengenai prinsip ruang: (1) 'Apa tujuan utama mengoper bola ke area kosong pada permainan invasi?' dan (2) 'Bagaimana prinsip mengarahkan kok/bola ke area kosong diterapkan pada permainan net?' (acuan jawaban: 1 = mempermudah teman menerima bola tanpa kawalan lawan atau membuka jalur tembakan; 2 = menyulitkan lawan menjangkau bola/kok untuk mematikan bola dan mencetak poin) (4 menit).
- Pemanasan dinamis berorientasi reaksi ruang dalam formasi lingkaran terbagi, bergerak merespons isyarat arah peluit guru untuk menyiapkan mobilitas tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemaparan guru dan mengamati diagram perbandingan taktis antara situasi 3 lawan 1 dalam permainan invasi modifikasi (menjaga penguasaan bola dan mencari celah) dengan situasi 3 lawan 3 permainan net modifikasi (menempatkan shuttlecock/bola ke area terbuka pertahanan lawan) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4 orang) mencermati 2 prinsip transfer strategi gerak: (1) Prinsip Penyerangan (memanfaatkan ruang kosong lawan) dan (2) Prinsip Bertahan (menutup ruang dan kembali ke posisi siap/home base) pada kedua kategori permainan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan game modifikasi invasi mini '3 vs 1 Keep-Away' selama 12 menit, di mana penyerang wajib menciptakan ruang operan dan pemain bertahan mengantisipasi jalur bola untuk mengamati langsung munculnya kebutuhan transfer strategi (12 menit).
- Murid beralih mempraktikkan game modifikasi net '3 vs 3 Mini Badminton/Volley Touch' selama 18 menit, dengan tantangan menggembirakan 'Rally Ruang Kosong' (skor ekstra didapat bila bola/kok jatuh di area target bertanda kerucut yang tidak dijaga lawan) untuk menguji penerapan strategi yang sama dalam situasi net yang berbeda (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok berdiskusi dan mengisi Lembar Refleksi Transfer Strategi Gerak, menganalisis persamaan fungsi taktik ruang dan penyesuaian gerak yang dialami saat berpindah dari invasi ke net (10 menit).
- Perwakilan kelompok mengutarakan hasil refleksinya mengenai bagaimana konsep antisipasi posisi bertahan pada invasi membantu kesiapan posisi jaga di lapangan net, diverifikasi oleh teman dan guru (5 menit).
Penutup:- Pendinginan statis berpasangan untuk menurunkan denyut nadi dan merelaksasi otot (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen proses mengenai ketepatan refleksi murid dalam menghubungkan transfer strategi antar-kategori permainan (4 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan arahan persiapan peralatan untuk pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu visual perbandingan skema zona lapangan invasi vs lapangan net bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu merefleksikan transfer taktik, guru memberikan pertanyaan penuntun terfokus pada perbandingan fungsi ruang; bagi murid yang cepat memahami, diberikan lembar analisis pembanding yang mencakup variasi penyesuaian tempo laju bola.
- Produk: Refleksi transfer strategi gerak dapat dituangkan dalam bentuk bagan perbandingan tertulis atau poin narasi reflektif terstruktur pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan dengan 2 butir pertanyaan: (1) 'Apa tujuan utama mengoper bola ke area kosong pada permainan invasi?' (acuan: mempermudah kawan menerima bola tanpa kawalan lawan/menciptakan ruang serang); (2) 'Bagaimana prinsip mengarahkan bola/kok ke area kosong diterapkan pada kategori net?' (acuan: menempatkan bola menjauh dari jangkauan lawan untuk menghasilkan poin).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam merefleksikan transfer strategi selama game modifikasi dan pemeriksaan ketepatan isian Lembar Refleksi Transfer Strategi Gerak pada tahap Merefleksi (memeriksa keterhubungan 2 aspek transfer: penyerangan ke ruang kosong dan pertahanan menutup ruang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di penutup berupa 2 butir pertanyaan konfirmasi refleksi tertulis singkat: (1) 'Tuliskan 1 persamaan strategi penyerangan antara permainan invasi dan net!' (acuan: keduanya menuntut penempatan bola/objek ke area yang tidak dijaga atau ruang kosong); (2) 'Tuliskan 1 perbedaan utama penyesuaian posisi bertahan antara invasi dan net!' (acuan: pada invasi pemain bertahan bergerak menempel/pressing lawan pembawa bola, sedangkan pada net pemain bertahan menjaga zonanya dan kembali ke posisi tengah/home base tanpa melewati net).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja refleksi melalui Lembar Kerja Analisis Transfer Strategi Gerak dan observasi keterlibatan diskusi reflektif saat simulasi berlangsung.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan Transfer Strategi Penyerangan (Eksploitasi Ruang Kosong) | Belum mampu mengidentifikasi persamaan transfer strategi penyerangan antara permainan invasi dan permainan net. | Mampu merefleksikan persamaan strategi penyerangan berbasis ruang kosong antara invasi dan net dengan bimbingan dan pertanyaan penuntun guru. | Mampu merefleksikan transfer strategi penyerangan berbasis penempatan bola ke ruang kosong dari permainan invasi ke permainan net secara tepat dan mandiri. | Mampu merefleksikan transfer strategi penyerangan secara tepat, mendalam, dan merinci penyesuaian variabel waktu/jarak pukulan saat berpindah situasi permainan secara mandiri. | | Merefleksikan Transfer Strategi Bertahan (Antisipasi dan Penutupan Ruang) | Belum mampu mengidentifikasi perbedaan penyesuaian strategi bertahan antara situasi invasi dan net. | Mampu merefleksikan transfer strategi bertahan (menutup celah dan kembali ke posisi siap) setelah diarahkan dengan bantuan kartu ilustrasi. | Mampu merefleksikan transfer strategi bertahan dari situasi invasi ke net secara tepat meliputi penutupan area dan antisipasi gerak lawan secara mandiri. | Mampu merefleksikan transfer strategi bertahan secara komprehensif, mencakup analisis perbandingan penjagaan orang (man-to-man) pada invasi dengan pembagian zona (home position) pada net secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan modifikasi invasi dan net berhasil memicu kesadaran murid mengenai kesamaan prinsip strategi di antara keduanya?
- Apakah pertanyaan penuntun yang diberikan cukup efektif memfasilitasi murid merefleksikan transfer strategi gerak secara mandiri?
Murid:- Bagaimana pemahamanmu tentang pemanfaatan ruang kosong pada permainan invasi membantumu menentukan arah pukulan/lemparan pada permainan net?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat harus menyesuaikan cara bertahan dari membayangi lawan secara langsung menjadi menjaga area bidang permainan sendiri?
Pertemuan 5 — Menerapkan Strategi Pengambilan Keputusan dan Kepemimpinan Kolaboratif dalam Kerja Tim — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kehadiran murid di lapangan, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim serta menunjukkan kepemimpinan kolaboratif dalam situasi gerak menantang (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memaparkan 2 skenario situasi cepat dalam permainan regu untuk mengidentifikasi kesiapan awal murid dalam menentukan keputusan kerja tim (4 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis berbasis koordinasi beregu (lari berpasangan menyesuaikan aba-aba perubahan arah) yang dipimpin oleh perwakilan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai 2 strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim: (1) Opsi Cepat (quick pass/gerak alih segera saat ruang tertutup) dan (2) Opsi Tunda/Buka Ruang (hold & rotate saat kawan belum dalam posisi bebas) (7 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang untuk mendiskusikan pembagian peran kepemimpinan kolaboratif (pemanggil sinyal/komunikator utama, pengatur rotasi posisi, dan pengumpan penentu) dalam simulasi 4 lawan 2 (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok mempraktikkan permainan mini invasi modifikasi '4 vs 2 Penguasaan Area': 4 pemain penyerang harus mempertahankan penguasaan bola selama minimal 5 kali operan berurutan menghadapi 2 pemain bertahan dengan menerapkan strategi komunikasi verbal singkat dan rotasi ruang (19 menit).
- Kelompok melaksanakan tantangan permainan kompetisi bertingkat 'Fast-Break 3 vs 2 Modifikasi': tim penyerang harus mengambil keputusan dalam batas waktu 10 detik untuk menentukan opsi mengoper atau menembak ke sasaran target gawang kecil berdasarkan pergerakan bertahan lawan, dengan pergantian pemimpin komunikasi secara bergiliran pada setiap ronde (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap tim berkumpul dalam lingkaran kecil bersama kelompoknya untuk mengevaluasi efektivitas keputusan tim yang diambil: apakah komunikasi antarpemain sudah berjalan efektif dan apakah peran kepemimpinan sudah terbagi secara kolaboratif selama permainan tadi (8 menit).
- Perwakilan dari 2 kelompok membagikan contoh konkret satu keputusan taktis paling berhasil yang diambil timnya di lapangan beserta faktor kerja sama yang mendukung keberhasilan tersebut (7 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan gerak statis berpasangan untuk memulihkan denyut nadi dan kelenturan otot (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap penerapan pengambilan keputusan cepat dan kolaborasi tim yang ditunjukkan selama latihan (2 menit).
- Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan yang akan dihadapi pada pertemuan berikutnya, yaitu simulasi unjuk kerja dan lembar analisis-refleksi, lalu menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan 2 skenario keputusan visual terarah (kapan harus mengoper langsung, kapan harus menahan posisi). Murid yang mahir diberikan tantangan skenario dinamis dengan penambahan 1 pemain bertahan ekstra (4 vs 3).
- Proses: Pada kelompok berkembang, guru memberikan jeda pause-and-play di tengah permainan untuk membimbing identifikasi opsi keputusan. Pada kelompok mahir, permainan berjalan dinamis tanpa jeda dengan batas waktu penguasaan bola maksimal 3 detik per individu.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti penerapan keputusan dalam permainan beregu; kelompok mahir menerapkan variasi rotasi peran kepemimpinan kolaboratif lebih kompleks di lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat berbasis 2 skenario situasi taktis tim: (1) 'Jika kawan memegang bola terkunci rapat oleh lawan di sudut lapangan dan kamu berada di area tengah yang kosong, apa keputusan gerak tim paling tepat?' (Acuan jawaban benar: Segera bergerak mendekat membuka sudut operan bebas dan memberi kode suara/panggilan); (2) 'Jika tim sedang diserang cepat dengan keunggulan jumlah lawan, apa keputusan bertahan awal?' (Acuan jawaban benar: Menunda penetrasi lawan dengan menutup jalur tengah sambil berkomunikasi memanggil kawan mundur).
Proses:- Pengamatan langsung keterlaksanaan 2 indikator performa: (1) Kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi 4 vs 2 dan 3 vs 2 (memilih opsi operan tepat sasaran dalam <3 detik sebelum ditekan); (2) Perilaku kepemimpinan kolaboratif (memberikan instruksi taktis positif secara verbal/isyarat dan berbagi peran antaranggota tim secara merata).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir sesi: (1) Sebutkan 1 tanda bahwa keputusan tim berhasil saat diserang atau menyerang! (Acuan: Bola berhasil diamankan ke ruang bebas tanpa tercuri dan terjadi perpindahan bola terencana); (2) Sebutkan 1 bukti kepemimpinan kolaboratif di lapangan! (Acuan: Anggota tim saling mengingatkan posisi kawan tanpa menyalahkan kesalahan teknis).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja penerapan strategi pengambilan keputusan dan kepemimpinan kolaboratif dalam situasi permainan beregu modifikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Strategi Pengambilan Keputusan dalam Kerja Tim | Ragu-ragu atau terlambat mengambil keputusan dalam permainan sehingga bola sering tercuri lawan; belum mampu memilih opsi operan atau pergerakan ruang yang sesuai situasi. | Mampu mengambil keputusan taktis yang tepat pada situasi permainan dengan intensitas rendah/tanpa tekanan, tetapi masih sering keliru memilih opsi gerak saat ditekan lawan. | Konsisten mengambil keputusan taktis yang tepat (mengoper ke ruang kosong atau mempertahankan penguasaan) secara cepat dalam situasi permainan 4 vs 2 dan 3 vs 2 yang menantang. | Sangat cepat dan tepat mengambil keputusan taktis di bawah tekanan tinggi secara mandiri, serta mampu mengantisipasi pergerakan lawan untuk mengalirkan serangan tim secara efektif. | | Keterampilan Kepemimpinan dan Kolaborasi | Bermain individualis tanpa komunikasi; belum menunjukkan kepedulian terhadap peran kawan setim maupun arahan taktis kelompok. | Mulai merespons komunikasi kawan setim, namun belum berinisiatif memberikan komando taktis positif atau berbagi peran secara seimbang. | Menunjukkan kepemimpinan kolaboratif secara konsisten dengan memberikan komando taktis verbal positif, mendukung posisi kawan, dan menjalankan peran kelompok secara kooperatif. | Secara proaktif memimpin koordinasi tim di lapangan, memotivasi kawan setim, mendengarkan masukan anggota regu, dan memastikan rotasi peran kerja sama berjalan harmonis di segala situasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi permainan 4 vs 2 dan 3 vs 2 memberikan ruang tantangan yang memadai bagi setiap murid untuk mengambil keputusan di bawah tekanan waktu?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pendiam dalam mengambil inisiatif kepemimpinan dan komunikasi tim selama kegiatan inti?
Murid:- Apakah keputusan yang saya ambil di lapangan tadi sudah membantu tim mengamankan bola dan mencetak angka?
- Bagaimana cara saya menunjukkan dukungan dan komunikasi positif saat kawan setim menghadapi tekanan lawan?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.2.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 10.2.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
- TP 10.2.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 10.2.4 Menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, memimpin doa, dan melakukan pemanasan statis serta dinamis terstruktur yang berorientasi pada kesadaran ruang dan mobilitas sendi (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 2, membacakan rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar analisis-refleksi, serta membagi kelas ke dalam 4 lapangan kecil serentak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan pengarahan teknis pelaksanaan simulasi gerak beregu modifikasi 4 lawan 4 di 4 lapangan kecil serentak (lapangan A, B, C, D) dengan aturan invasi 5-operan dan transisi bertahan, serta memahami prosedur rotasi tim dan pengisian lembar kerja analisis-refleksi tertulis (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 Bagian 1: Murid melaksanakan putaran 1 unjuk kerja simulasi gerak beregu modifikasi selama 25 menit di 4 lapangan serentak, menerapkan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak (kesadaran tubuh, ruang, upaya, hubungan) serta pengambilan keputusan kolaboratif tim (20 menit).
- Tugas 1 Bagian 2: Murid bertukar lawan/rotasi lapangan dan melaksanakan putaran 2 simulasi gerak beregu modifikasi selama 25 menit untuk mengembangkan penyesuaian strategi menyerang dan bertahan sesuai dinamika lawan sambil diobservasi guru menggunakan rubrik unjuk kerja (25 menit).
- Tugas 2: Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis-refleksi tertulis di tepi lapangan yang memuat 2 butir soal analisis dan transfer strategi: Soal 1 (analisis pengembangan 2 strategi gerak tim saat simulasi) dan Soal 2 (refleksi transfer prinsip gerak 'menciptakan dan memanfaatkan ruang kosong' dari invasi ke permainan kategori net) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar analisis dan refleksi tertulis miliknya secara hening dan mandiri untuk memastikan kesesuaian uraian pengalaman gerak sebelum dikumpulkan ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan mandiri berpasangan untuk memulihkan denyut nadi dan relaksasi otot (3 menit).
- Guru mengumpulkan seluruh lembar analisis-refleksi tertulis, menyampaikan apresiasi atas sportivitas dan pelaksanaan asesmen sumatif bab, merangkum capaian Bab 2 Mendalami Konsep Gerak, serta menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi materi pada sesi sumatif; materi dan format asesmen seragam sesuai standar kompetensi TP.
- Proses: Penyediaan akomodasi akses berupa penjelasan lisan ulang dan posisi visual yang jelas bagi murid yang membutuhkan klarifikasi instruksi tugas tanpa mengubah indikator penilaian.
- Produk: Format lembar analisis-refleksi dan rubrik unjuk kerja simulasi seragam untuk seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi dan lembar analisis-refleksi tertulis: rekaman observasi kinerja penerapan gerak spesifik, penyesuaian strategi tim, dan kepemimpinan dalam simulasi gerak beregu serta lembar analisis strategi dan refleksi transfer gerak
- unjuk kerja simulasi gerak beregu modifikasi: kinerja tim memperagakan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak, penyesuaian strategi gerak kelompok saat menghadapi tantangan permainan, serta pengambilan keputusan kolaboratif dan kepemimpinan yang dinilai secara rotasi antar-tim (4 lapangan kecil serentak, 2 putaran rotasi masing-masing 25 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak, adaptasi strategi, dan kepemimpinan tim)
- lembar analisis dan refleksi tertulis: lembar kerja berisi catatan analisis pengembangan strategi gerak yang digunakan saat simulasi serta paragraf refleksi tertulis mengenai transfer strategi gerak tersebut ke dalam situasi gerak atau cabang olahraga lain yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar analisis dan refleksi transfer gerak)
Sumatif:- unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi dan lembar analisis-refleksi tertulis: rekaman observasi kinerja penerapan gerak spesifik, penyesuaian strategi tim, dan kepemimpinan dalam simulasi gerak beregu serta lembar analisis strategi dan refleksi transfer gerak
- unjuk kerja simulasi gerak beregu modifikasi: kinerja tim memperagakan keterampilan gerak spesifik berbasis konsep gerak, penyesuaian strategi gerak kelompok saat menghadapi tantangan permainan, serta pengambilan keputusan kolaboratif dan kepemimpinan yang dinilai secara rotasi antar-tim (4 lapangan kecil serentak, 2 putaran rotasi masing-masing 25 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak, adaptasi strategi, dan kepemimpinan tim)
- lembar analisis dan refleksi tertulis: lembar kerja berisi catatan analisis pengembangan strategi gerak yang digunakan saat simulasi serta paragraf refleksi tertulis mengenai transfer strategi gerak tersebut ke dalam situasi gerak atau cabang olahraga lain yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar analisis dan refleksi transfer gerak)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Gerak (TP 10.2.1) | Menerapkan keterampilan gerak spesifik tanpa menunjukkan keterkaitan dengan konsep kesadaran tubuh, ruang, upaya, dan hubungan. | Menerapkan keterampilan gerak spesifik yang hanya mengintegrasikan 1-2 konsep gerak secara tepat dalam situasi permainan. | Menerapkan keterampilan gerak spesifik yang mengintegrasikan 3 konsep gerak secara tepat dan konsisten dalam menghadapi tantangan permainan. | Menerapkan keterampilan gerak spesifik yang mengintegrasikan seluruh 4 konsep gerak (kesadaran tubuh, ruang, upaya, dan hubungan) secara tepat, efisien, dan konsisten di berbagai situasi gerak menantang. | | Pengembangan Strategi Gerak (TP 10.2.2) | Melakukan gerak tanpa strategi beregu yang terencana saat menyerang maupun bertahan. | Menerapkan 1 strategi gerak sederhana namun belum mampu mengembangkan atau menyesuaikannya saat situasi permainan berubah. | Mengembangkan 2 strategi gerak (menyerang dan bertahan) yang sesuai dengan dinamika permainan untuk mencapai keberhasilan tim. | Mengembangkan dan mengadaptasi lebih dari 2 variasi strategi gerak penyerangan dan pertahanan secara cepat, tepat sasaran, dan efektif melintasi dinamika situasi permainan. | | Refleksi Transfer Strategi Gerak Tertulis (TP 10.2.3) | Uraian refleksi belum mengidentifikasi prinsip kesamaan strategi gerak antar-kategori permainan. | Uraian refleksi menyebutkan 1 prinsip kesamaan strategi namun belum mengaitkannya secara konkret ke kategori permainan net. | Uraian refleksi menjelaskan transfer 2 prinsip strategi gerak (menciptakan ruang dan menutup ruang) secara tepat dari permainan invasi ke permainan kategori net. | Uraian refleksi menganalisis transfer strategi gerak secara mendalam dan terperinci, menghubungkan konsep penempatan bola, kesadaran ruang, dan antisipasi gerak pada kategori permainan yang berbeda. | | Pengambilan Keputusan dan Kepemimpinan Kolaboratif (TP 10.2.4) | Pasif dalam kerja tim dan belum menunjukkan pengambilan keputusan gerak yang mendukung kelompok. | Mengambil keputusan gerak untuk diri sendiri namun komunikasi dan koordinasi kepemimpinan tim masih terbatas. | Menerapkan pengambilan keputusan yang tepat saat permainan serta menunjukkan pembagian peran dan kepemimpinan kolaboratif dalam tim. | Menerapkan strategi pengambilan keputusan cepat dan tepat secara konsisten, mengoordinasikan rekan tim secara positif, dan menunjukkan kepemimpinan kolaboratif yang solid. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 50 menit simulasi unjuk kerja dan 20 menit pengerjaan lembar analisis-refleksi tertulis mencukupi untuk mengamati seluruh kriteria capaian TP 1 s.d. 4?
- Bagaimana konsistensi dan objektivitas penilaian kinerja gerak murid yang diobservasi pada 4 lapangan kecil secara serentak?
- Apakah butir soal pada lembar analisis-refleksi berhasil mengungkap pemahaman murid terkait transfer strategi lintas kategori permainan?
Murid:- Bagaimana penerapan konsep gerak dan kerja sama tim membantu keberhasilan strategimu dalam simulasi permainan tadi?
- Tantangan apa yang paling kamu rasakan saat harus mentransfer strategi gerak invasi ke situasi permainan net pada lembar refleksi tertulis?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/SMK Kelas X, Puskurbuk Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa PJOK Kelas X, Kemendikbudristek 2023 (Bab 2: Mendalami Konsep Gerak)
- Peralatan: kun/cone penanda (10 buah), bilah rintangan/hurdle (4 buah), tali rintangan, peluit, stopwatch, dan matras senam
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Puskurbuk Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa PJOK Kelas X (Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Peluit, bola (sepak bola/bola tangan/futsal), cone/marker rintangan, stopwatch, dan rompi bertanda
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas X Bab 2 'Mendalami Konsep Gerak', Kemendikbudristek 2023
- Peralatan: Bola modifikasi/futsal/basket, rompi tim 2 warna, kerucut pembatas (cones), peluit, stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Kemendikbudristek, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Kemendikbudristek, 2021
- Lapangan serbaguna/bulu tangkis, raket/pemukul modifikasi, shuttlecock/bola spons, bola basket/futsal mini, rompi tim, kerucut/cone, dan Lembar Refleksi Transfer Strategi Gerak
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/SMK Kelas X, Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
- Buku Siswa PJOK Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Peralatan: Bola basket/futsal/bola tangan (8 buah), rompi regu/bibs (2 warna berbeda), cone penanda area (16 buah), stopwatch, peluit
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Bab 2 Mendalami Konsep Gerak, Kemendikbudristek, 2023
- Bola modifikasi/futsal/bola tangan (4 buah), rompi tim 2 warna berbeda untuk 4 lapangan, cone penanda lapangan, lembar asesmen unjuk kerja guru, dan lembar kerja analisis-refleksi murid
|