Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

PJOK - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang latihan keterampilan gerak kontekstual yang disederhanakan dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi permainan olahraga.
  2. Murid mampu menganalisis dampak penerapan latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak individu dan kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain olahraga dengan aturan atau alat yang dimodifikasi karena keterbatasan tempat atau alat? Bagaimana rasanya dibandingkan bermain dengan aturan resmi?
  2. Menurut kalian, mengapa orang yang berani mencoba berbagai eksperimen gerak dan tidak takut melakukan kesalahan saat latihan justru lebih cepat mahir?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menanyakan kabar, dan memimpin doa bersama.
  • Guru memastikan kondisi kesehatan fisik murid sebelum memulai aktivitas di lapangan.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan dengan menanyakan pengalaman murid dalam memodifikasi permainan olahraga di lingkungan rumah.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP) yang berfokus pada kreativitas merancang latihan kontekstual dan menganalisis dampaknya.
  • Guru memotivasi murid dengan mengutip John Allpress: 'Jika kamu tidak melakukan kesalahan, maka kamu tidak belajar apa pun', untuk mendorong keberanian bereksperimen.
  • Murid dipandu melakukan pemanasan dinamis dan permainan pemanasan ringan yang dipimpin oleh salah satu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan konsep latihan kontekstual, yaitu latihan yang menyerupai situasi permainan sebenarnya, serta pentingnya penyederhanaan (modifikasi alat, ukuran, atau jumlah pemain) untuk mengatasi kendala.
  • Murid mengamati contoh penjelasan/demonstrasi tentang penyederhanaan permainan (misalnya memperpendek jarak awalan lompat jauh atau mengubah ukuran gawang) dan mendiskusikan mengapa hal tersebut tetap disebut kontekstual.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang satu bentuk latihan kontekstual yang disederhanakan dari cabang olahraga pilihan mereka (misal: sepak bola, basket, atau voli).
  • Kelompok mempraktikkan rancangan latihan mereka sendiri, bereksperimen dengan berbagai variasi keterampilan gerak secara bebas tanpa takut salah.
  • Kelompok saling bertukar stasiun untuk mencoba permainan kontekstual hasil rancangan kelompok lain.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul kembali dan mengevaluasi proses praktik yang baru saja dilakukan.
  • Setiap kelompok menganalisis dan mempresentasikan secara singkat dampak dari latihan kontekstual yang mereka rancang terhadap kemajuan keterampilan gerak individu dan kerja sama tim.
  • Guru memberikan umpan balik (feedback) yang membangun terhadap hasil analisis dan kreativitas murid.

Penutup:

  • Murid dipandu melakukan aktivitas pendinginan (cooling down) untuk mengembalikan kondisi tubuh.
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari ini mengenai pentingnya latihan kontekstual dan keberanian bereksperimen.
  • Guru mengumpulkan hasil asesmen akhir (lembar analisis singkat atau catatan presentasi dari tiap kelompok).
  • Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dibebaskan memilih cabang olahraga yang diminati (sepak bola, bola basket, bola voli, atletik, dll) sebagai dasar rancangan latihan kontekstual mereka.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif (scaffolding) dan contoh konkret bagi kelompok yang kesulitan menemukan ide modifikasi, sementara kelompok yang sudah mahir diberi tantangan untuk merancang aturan yang lebih kompleks.
  • Produk: Penyampaian hasil analisis dampak latihan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai kenyamanan kelompok: presentasi lisan di lapangan, tulisan singkat di kertas, atau demonstrasi gerak langsung.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah bermain olahraga dengan aturan yang diubah sendiri karena keterbatasan lapangan atau alat? Apa yang kalian ubah dan bagaimana dampaknya saat bermain?'

Proses:

  • Observasi menggunakan rubrik penilaian selama kegiatan inti (tahap Mengaplikasi) untuk melihat keterlibatan, kolaborasi, dan kreativitas murid dalam memodifikasi permainan.

Akhir:

  • Penugasan kelompok di akhir kegiatan (tahap Merefleksi) untuk memaparkan analisis dampak latihan kontekstual yang telah dirancang terhadap peningkatan keterampilan teknis dan taktis.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kreativitas, kolaborasi, dan keberanian bereksperimen saat murid merancang dan mempraktikkan latihan.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) informal saat mencoba permainan dari kelompok lain.

Sumatif:

  • Penilaian hasil analisis kelompok (lisan/tulisan/demonstrasi) mengenai dampak penerapan latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kreativitas Merancang Latihan KontekstualBelum mampu merancang modifikasi latihan, masih sangat bergantung pada instruksi guru sepenuhnya.Mampu merancang modifikasi sederhana (misal hanya mengubah alat), namun belum menyerupai situasi permainan kontekstual.Mampu merancang latihan kontekstual yang disederhanakan, relevan dengan permainan olahraga, dan dapat dipraktikkan.Mampu merancang latihan kontekstual yang sangat inovatif, relevan, menantang keterampilan gerak, dan menyenangkan.
Analisis Dampak LatihanBelum mampu menjelaskan dampak dari latihan kontekstual terhadap keterampilan gerak.Mampu menyebutkan dampak latihan secara umum, namun belum spesifik mengaitkannya dengan keterampilan gerak individu/kelompok.Mampu menganalisis dampak latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak individu dan kelompok dengan logis.Mampu menganalisis dampak latihan secara mendalam, kritis, dan mampu mengaitkannya dengan strategi permainan di situasi nyata.
Kolaborasi dalam KelompokCenderung pasif, tidak terlibat dalam diskusi atau praktik kelompok.Terlibat dalam kelompok namun masih mendominasi atau kurang mendengarkan pendapat teman.Mampu bekerja sama, berbagi peran, dan berkontribusi aktif dalam merancang serta mempraktikkan latihan.Menunjukkan kepemimpinan, mampu memotivasi teman, berbagi peran dengan sangat adil, dan menciptakan suasana kerja sama yang positif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid terlihat berani bereksperimen dan tidak takut melakukan kesalahan saat praktik?
  • Apakah modifikasi latihan yang dirancang murid sudah memenuhi unsur kontekstual sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi kelompok yang masih pasif agar lebih kreatif di pertemuan mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya peroleh setelah bereksperimen melakukan berbagai gerak yang baru hari ini?
  • Bagaimana latihan kreatif yang saya rancang bersama kelompok membantu meningkatkan strategi dalam menghadapi lawan?
  • Bagaimana saya dapat menerapkan latihan-latihan kreatif ini secara mandiri di luar jam sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X
  3. Lapangan olahraga sekolah atau area terbuka yang aman
  4. Peralatan olahraga yang dapat dimodifikasi (berbagai jenis bola, cone/corong, peluit, gawang kecil/net portabel)
  5. Kutipan inspiratif John Allpress tentang keberanian bereksperimen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.