Modul AjarBab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 10 Bab 1: Menyempurnakan Keterampilan Gerak

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 10 untuk Bab 1 "Menyempurnakan Keterampilan Gerak", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 10 Bab 1: Menyempurnakan Keterampilan Gerak

PJOK - Kelas 10

Bab 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 1 — Menyempurnakan Keterampilan Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 1 — Menyempurnakan Keterampilan Gerak
Alokasi Waktu12 JP (12 x 45 menit = 540 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.1.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
  2. TP 10.1.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
  3. TP 10.1.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana penyesuaian posisi tubuhmu saat menggiring bola di area lapang yang luas dibandingkan ketika melewati lintasan sempit berintangan?
  2. Apa yang terjadi pada kontrol bolamu jika berat atau ukuran bola yang kamu gunakan tiba-tiba diganti lebih berat atau lebih kecil?
  3. Mengapa dalam situasi permainan dinamis kita tidak bisa hanya mengandalkan hafalan gerakan teknis statis?
  4. Bagaimana kemampuan membaca posisi lawan dan kawan menentukan ketepatan pemilihan keterampilan gerak yang kamu lakukan?
  5. Bagaimana cara kamu menyesuaikan siasat atau pola gerak ketika lintasan latihan tiba-tiba dipersempit atau diberi rintangan baru?
  6. Mengapa satu strategi gerak yang berhasil pada rintangan diam belum tentu efektif saat diterapkan pada situasi rintangan bergerak?
  7. Bagaimana caramu dan tim mengatur strategi gerak ketika aturan permainan melarang menggiring bola sama sekali?
  8. Apa strategi gerak bertahan yang paling efektif ketika area bertahan dibatasi maksimal hanya boleh diisi 3 orang pemain?
  9. Bagaimana strategi gerak membuka ruang yang kamu pakai dalam permainan invasi (seperti bola basket) dapat diterapkan dalam permainan net (seperti bulu tangkis)?
  10. Penyesuaian apa yang perlu kamu lakukan saat memindahkan strategi gerak bertahan dari satu jenis situasi gerak ke situasi gerak yang lain?
  11. Bagaimana caramu membuktikan bahwa keterampilan gerak spesifik dan strategi yang telah kamu pelajari mampu mengatasi tantangan dinamis dalam permainan modifikasi?
  12. Bagaimana pengalaman menerapkan strategi gerak pada bab ini dapat kamu transfer untuk memecahkan masalah dalam situasi gerak atau cabang olahraga yang berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Spesifik Beradaptasi dengan Variasi Lingkungan dan Peralatan Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta kehadiran murid di lapangan olahraga (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis yang berfokus pada kelincahan dan koordinasi kaki serta tungkai untuk menyiapkan tubuh menghadapi aktivitas gerak yang menantang (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai penerapan keterampilan gerak spesifik dengan adaptasi lingkungan dan peralatan yang menantang, lalu melakukan asesmen awal berupa tes peragaan singkat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai keterampilan gerak spesifik menggiring bola (dribbling kaki/tangan) saat melewati jalur standar (lebar 2 meter) dan membandingkannya ketika jalur dipersempit (lebar 0,8 meter berliku rintangan kerucut) (5 menit).
  • Murid secara sadar mengidentifikasi kebutuhan penyesuaian mekanika gerak: menurunkan pusat massa (lutut lebih ditekuk), memperpendek jarak sentuhan bola, dan meningkatkan frekuensi langkah saat menghadapi ruang sempit atau peralatan yang berbeda (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara bergantian mempraktikkan keterampilan gerak spesifik menggiring bola melintasi 3 pos sirkuit tantangan yang disediakan guru: Pos 1 (lintasan slalom 6 kerucut berjarak rapat 1 meter), Pos 2 (lintasan permukaan bertangga/ketinggian berbeda setinggi 10-15 cm), dan Pos 3 (lintasan lurus menggunakan bola berbobot/ukuran berbeda seperti bola futsal berat dan bola karet ringan) (20 menit).
  • Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Duel Zona Rintangan': dua murid menggiring bola secara simultan di dua lintasan zig-zag paralel yang diberi rintangan gawang mini di ujungnya, berusaha mempertahankan penguasaan bola masing-masing hingga melewati garis akhir tanpa menjatuhkan kerucut pembatas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk berpasangan saling mengamati dan mengevaluasi kembali keberhasilan kontrol bola saat menghadapi variasi kerucut rapat vs kerucut renggang serta saat menggunakan bola berukuran berbeda (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan (cooling down) untuk mengembalikan kelenturan otot dan menurunkan frekuensi denyut nadi (5 menit).
  • Guru dan murid melakukan reviu singkat pelaksanaan adaptasi gerak terhadap rintangan dan peralatan menantang yang telah dipraktikkan hari ini, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jenis bola (bola ukuran standar 5, bola futsal nomor 4 dengan pantulan rendah, dan bola spons/karet) serta jarak kerucut (1 meter untuk tantangan tinggi, 1,5 meter untuk tantangan sedang).
  • Proses: Murid yang telah mahir diberikan tantangan menggiring bola dengan menambah kecepatan dan lintasan lebih sempit, sedangkan murid yang masih kesulitan diperbolehkan bergerak dengan tempo lebih lambat pada lintasan dengan jarak kerucut yang lebih longgar.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan keterampilan gerak spesifik menggiring bola melintasi situasi rintangan dan peralatan yang ditentukan sesuai tingkat kesiapan gerak masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik kinerja gerak awal: Setiap murid diminta menggiring bola lurus sejauh 10 meter melewati 3 rintangan kerucut. Kriteria pemetaan kesiapan: (1) Menguasai dasar: mampu menggiring bola melintasi 3 kerucut tanpa kehilangan kontrol bola lebih dari 1 meter; (2) Belum menguasai: bola terlepas lebih dari 1 meter atau menabrak rintangan kerucut.

Proses:

  • Pengamatan keterlaksanaan gerak pada Pos Sirkuit Tantangan: guru mengamati ketepatan sentuhan bola, keseimbangan tubuh (rendahnya titik tumpu), dan kelancaran bola melintasi 3 pos (slalom rapat 6 kerucut, beda ketinggian, dan variasi bola berat/ringan) menggunakan lembar cek observasi unjuk kerja.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman kinerja akhir di penutup: Murid memperagakan 1 putaran uji keterampilan gerak spesifik pada lintasan kombinasi kerucut rapat dan bola ukuran non-standar; guru mencatat ketercapaian adaptasi kontrol bola (indikator: bola tetap dalam kendali rentang 1 meter dari tubuh dan berhasil melewati minimal 4 dari 5 patok rintangan tanpa menjatuhkannya).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja penerapan keterampilan gerak spesifik melintasi variasi lintasan rintangan dan penggunaan peralatan yang berbeda.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Spesifik Beradaptasi dengan Variasi Lingkungan dan Peralatan MenantangBelum mampu mengontrol bola melintasi rintangan; bola sering terlepas jauh (>1 meter) dan menjatuhkan lebih dari 2 kerucut rintangan pada lintasan serta gagal beradaptasi saat jenis bola diganti.Mampu menggiring bola melintasi rintangan namun gerakan masih kaku, bola beberapa kali terlepas kontrol, dan hanya berhasil melewati 2-3 dari 5 kerucut rintangan tanpa menjatuhkannya saat menghadapi variasi lingkungan/peralatan.Mampu menerapkan keterampilan gerak spesifik menggiring bola dengan mengadaptasikan posisi tubuh dan kontrol bola secara tepat, berhasil melewati minimal 4 dari 5 kerucut rintangan tanpa menjatuhkannya pada lintasan menantang dan variasi peralatan.Mampu menerapkan keterampilan gerak spesifik menggiring bola secara konsisten, luwes, dan terkontrol penuh melewati seluruh 5 kerucut rintangan tanpa menjatuhkannya pada semua variasi lintasan sempit, beda ketinggian, serta variasi jenis peralatan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah variasi modifikasi rintangan lingkungan dan peralatan yang dirancang cukup menantang namun tetap aman bagi seluruh murid?
  • Bagaimana efektivitas pembagian alokasi waktu pada sirkuit gerak dalam memfasilitasi repetisi latihan setiap murid?

Murid:

  • Tantangan mana yang paling sulit dihadapi: melewati kerucut dengan jarak rapat atau menggiring bola dengan bobot/ukuran yang berbeda?
  • Penyesuaian posisi tubuh apa yang paling membantumu menjaga bola tetap dekat saat berada di ruang sempit?

Pertemuan 2 — Menerapkan Keterampilan Gerak Spesifik Melalui Latihan Pembacaan Persepsi dan Pengambilan Keputusan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berorientasi reaksi arah (misalnya gerak lari bolak-balik merespons isyarat visual tangan guru) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menerapkan keterampilan gerak spesifik melalui pembacaan situasi (persepsi) dan pengambilan keputusan gerak dalam situasi menantang, serta melakukan asesmen awal kesiapan membaca situasi gerak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dua peragaan visual/demonstrasi gerak passing bola basket: (1) drill passing statis berhadapan tanpa lawan, dan (2) passing dinamis berpasangan sambil bergerak maju 10 meter dengan satu pemain bertahan bayangan di tengah lintasan (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi perbedaan kebutuhan persepsi dan keputusan gerak dari kedua situasi tersebut melalui tanya-jawab terarah (acuan: drill statis tidak membutuhkan pembacaan celah lawan/timing, sedangkan situasi dinamis menuntut pembacaan posisi bertahan sebelum mengeksekusi jenis passing dada atau pantul) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik passing sambil bergerak maju sejauh 10 meter menyusuri lintasan, di mana pasangan lain bergantian menjadi penghadang pasif untuk melatih pembacaan ruang kosong sebelum melepas bola (15 menit).
  • Dalam suasana permainan tantangan menggembirakan yang kompetitif dan terstruktur, murid bermain dalam formasi 3 lawan 3 setengah lapangan dengan aturan modifikasi: setiap tim wajib melakukan minimal 3 kali operan berbasis pembacaan posisi teman yang bebas sebelum melakukan upaya mencetak angka, sehingga murid ditantang mengambil keputusan jenis dan arah operan di bawah tekanan situasi nyata bertahan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dan mengevaluasi pengalaman gerak mereka: mengidentifikasi momen ketika mereka berhasil atau gagal membaca pergerakan lawan serta ketepatan keputusan keterampilan gerak spesifik yang dipilih saat situasi 3 lawan 3 berlangsung (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan aktivitas pendinginan statis untuk menurunkan denyut nadi serta merelaksasi otot (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen proses mengenai ketepatan pemilihan gerak spesifik berdasarkan pembacaan persepsi situasi, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak lintasan gerak (jarak 8 meter untuk transisi dasar dan 12 meter untuk tantangan lanjutan).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu mengambil keputusan, pemain bertahan hanya boleh bergerak pasif di tempat; bagi murid yang mahir, pemain bertahan diberikan kebebasan aktif merebut bola.
  • Produk: Tingkat keberhasilan diukur dari ketepatan eksekusi keterampilan gerak merespons situasi rintangan sesuai level kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik gerak: Guru menyajikan 2 situasi visual: Situasi A (teman berdiri bebas di depan tanpa penjaga) dan Situasi B (teman dijaga ketat di jalur lurus namun ada celah pantul ke sisi kanan). Guru meminta murid menentukan keterampilan gerak passing yang tepat (kunci/acuan: Situasi A = chest pass lurus cepat; Situasi B = bounce pass ke sisi kanan ruang kosong/overhead pass melambung).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat permainan modifikasi 3 lawan 3: Mengamati ketepatan murid menerapkan keterampilan gerak spesifik (passing dada/pantul/overhead) yang sesuai dengan hasil pembacaan celah bertahan lawan (indikator: bola terdistribusi ke kawan tanpa terpotong penghadang minimal 3 kali dalam 5 kesempatan situasi menantang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 1 situasi: 'Saat kamu memegang bola dan seorang pemain bertahan merentangkan kedua tangan tinggi ke atas tepat di depanmu, keterampilan gerak passing spesifik apa yang paling tepat diputuskan dan mengapa?' (Acuan jawaban benar: bounce pass/operan pantul menyusur bawah lengan lawan karena ruang atas tertutup rapat oleh tangan lawan).

Formatif:

  • Pengamatan kinerja penerapan keterampilan gerak spesifik (passing dan pergerakan) berbasis pembacaan persepsi dan ketepatan pengambilan keputusan dalam latihan dinamis dan permainan modifikasi 3 lawan 3

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Persepsi SituasiMengeksekusi keterampilan gerak spesifik tanpa membaca posisi rintangan/lawan sehingga bola sering langsung membentur atau mudah direbut lawan (kurang dari 2 keputusan tepat dari 5 situasi menantang).Mulai membaca posisi rintangan/lawan, tetapi pengambilan keputusan keterampilan gerak spesifik masih lambat atau ragu-ragu sehingga efektivitas gerak terhambat (mencapai 2 dari 5 situasi menantang secara tepat).Menerapkan keterampilan gerak spesifik secara tepat merespons pembacaan ruang dan posisi rintangan/lawan secara konsisten (mencapai 3-4 dari 5 situasi menantang secara tepat).Menerapkan keterampilan gerak spesifik dengan timing yang tepat, lugas, dan akurat dalam mengeksploitasi celah rintangan/lawan di setiap situasi gerak menantang secara mandiri (mencapai 5 dari 5 situasi menantang secara tepat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain latihan situasi dinamis dan 3 on 3 sudah cukup memfasilitasi murid dalam melatih pembacaan persepsi dan pengambilan keputusan gerak?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan kesetaraan kesempatan bergerak murid selama aktivitas berlangsung?

Murid:

  • Kapan saat yang paling menantang bagimu dalam menentukan keterampilan gerak spesifik mana yang harus dilakukan saat dijaga teman?
  • Bagaimana pembacaan posisi lawan membantumu mengeksekusi gerakan operan dengan lebih efektif?

Pertemuan 3 — Mengembangkan Strategi Gerak Melintasi Situasi Latihan Kontekstual yang Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, memeriksa kehadiran, memimpin doa, dan memfasilitasi pemanasan dinamis berbasis kelincahan (10 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid merespons secara lisan/tindakan terhadap pertanyaan pemantik tentang pemilihan strategi gerak saat menghadapi situasi gerak menantang (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan mengenai 3 parameter pengembangan strategi gerak melintasi situasi rintangan menantang: (1) pemilihan sudut lintasan gerak (lurus vs diagonal), (2) pengaturan tempo/ritme lari (percepatan vs perlambatan sebelum rintangan), dan (3) penyesuaian jarak tumpuan lompat/langkah menghindar (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil mengamati simulasi 3 stasiun rintangan kontekstual (stasiun lorong sempit berliku, stasiun rintangan gawang bertingkat, dan stasiun zona bayangan aktif/penghalang bergerak) untuk mengidentifikasi pilihan strategi gerak yang relevan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mempraktikkan permainan tantangan bertajuk 'Jalur Taktis Bergradasi', di mana setiap murid harus mengembangkan dan mencoba minimal 2 variasi strategi gerak (strategi A: penetrasi sudut tajam dengan percepatan awal; strategi B: gerak tipu lambat lalu akselerasi menyamping) untuk melewati stasiun rintangan kontekstual (20 menit).
  • Murid menguji efektivitas strategi gerak yang dikembangkannya melintasi sirkuit rintangan menantang dengan penambahan tingkat kesulitan waktu tempuh dan rintangan dinamis secara mandiri (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk berpasangan dan mengevaluasi keberhasilan capaian keterampilan gerak dari strategi yang telah dicoba, mencatat strategi mana yang paling berhasil menaklukkan situasi rintangan kontekstual menantang (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid melakukan pendinginan bersama serta relaksasi otot tungkai dan lengan (5 menit).
  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama terkait kunci pengembangan strategi gerak di situasi menantang dan menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, jarak antar-rintangan diperlebar dan kecepatan penghalang dikurangi; bagi murid yang cepat berkembang, rintangan ditambah dengan variasi penugasan waktu penyelesaian yang lebih ketat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Jika kamu harus melewati lorong berliku dengan 3 rintangan gawang setinggi lutut dalam waktu 10 detik, strategi gerak apa yang kamu pilih untuk tempo langkah dan sudut belokan?' (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan penyesuaian sudut belokan diagonal/memotong lintasan dan penurunan tempo sesaat sebelum tumpuan lompat agar tidak menabrak rintangan).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan 'Jalur Taktis Bergradasi' melintasi 3 stasiun rintangan. Acuan keberhasilan pengembangan strategi gerak mencakup 3 indikator: (1) Pemilihan jalur/sudut lintasan gerak yang efisien menghindari benturan rintangan; (2) Pengaturan ritme akselerasi/deselerasi tepat saat mendekati dan melewati rintangan; (3) Eksekusi penyesuaian langkah kaki/jarak tumpuan tanpa kehilangan keseimbangan melintasi stasiun tantangan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis di akhir pembelajaran: 'Sebutkan 2 strategi gerak yang kamu kembangkan hari ini dan jelaskan mengapa strategi tersebut berhasil melintasi rintangan kontekstual yang menantang!' (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat kombinasi minimal 2 elemen taktis gerak konkret seperti perubahan sudut langkah/arah dan pengaturan perubahan akselerasi kecepatan gerak yang sesuai dengan karakteristik rintangan stasiun).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengembangan strategi gerak saat melintasi stasiun rintangan kontekstual
  • Lembar ceklis ketercapaian strategi gerak (pengaturan sudut, ritme tempo, dan jarak tumpuan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Strategi Gerak Melintasi Situasi MenantangBelum mampu mengembangkan strategi gerak; pola gerak monoton dan menabrak rintangan atau gagal melewati stasiun tantangan.Mampu mengembangkan 1 strategi gerak (misal hanya mengatur sudut lintasan) namun belum mampu menyesuaikan tempo atau tumpuan saat melintasi rintangan menantang.Mampu mengembangkan minimal 2 strategi gerak terencana (mengombinasikan sudut lintasan dan pengaturan ritme/jarak tumpuan) melintasi situasi rintangan kontekstual dengan tingkat keberhasilan memadai.Mampu mengembangkan dan memodifikasi variasi strategi gerak secara mandiri, adaptif, dan konsisten berhasil melintasi seluruh stasiun rintangan kontekstual yang menantang dengan efisien.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah variasi stasiun latihan kontekstual cukup menantang murid untuk memicu proses pengembangan strategi gerak?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi efektivitas strategi gerak yang mereka kembangkan sendiri?

Murid:

  • Bagian rintangan mana yang paling menuntut kamu untuk mengubah rencana atau strategi gerak?
  • Strategi gerak mana yang terbukti paling efektif membantumu melewati stasiun latihan dengan sukses?

Pertemuan 4 — Mengembangkan Strategi Gerak Melintasi Permainan Beregu Modifikasi yang Menantang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang

Pendahuluan:

  • Guru memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berbasis koordinasi ruang gerak regu di lapangan (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memberikan studi kasus lisan: 'Jika tim bertahan membatasi ruang tengah lapangan, strategi gerak penyerang apa yang paling tepat untuk membuka jalur operan?' Murid merespons secara singkat (acuan jawaban tepat: memanfaatkan ruang kosong di sisi sayap lapangan, melakukan gerak tipu potong arah/cut-in, atau melakukan variasi pergerakan tanpa bola untuk memancing lawan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan dan menjelaskan 2 bentuk modifikasi permainan beregu bola tangan yang menantang: Modifikasi 1 (batasan tugas: bermain tanpa dribble, hanya passing dan shooting) dan Modifikasi 2 (batasan jumlah: area bertahan sendiri hanya boleh diisi maksimal 3 pemain), serta membedah konsep strategi gerak menciptakan ruang dan transisi bertahan-menyerang (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) berdiskusi merumuskan 2 opsi strategi gerak spesifik regu: (a) taktik pola gerak tanpa bola untuk lolos dari penjagaan tanpa dribble, dan (b) pembagian formasi posisi jaga saat bertahan dengan kuota 3 orang (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan simulasi Permainan Beregu Modifikasi 1 (Tanpa Dribble): regu penyerang mengembangkan strategi gerak bergerak membuka ruang (give-and-go dan operan cepat) untuk menembus pertahanan lawan dalam lapangan berukuran mini 15x20 meter secara aktif dan penuh kegembiraan (20 menit).
  • Murid mempraktikkan Permainan Beregu Modifikasi 2 (Area Bertahan Maksimal 3 Pemain): regu yang diserang menerapkan strategi penempatan posisi zonal defense 3 pemain untuk menutup sudut tembak, sementara pemain sisanya bersiap melakukan strategi gerak transisi serangan balik cepat (fast break) saat bola berhasil direbut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap regu menghentikan permainan sejenak untuk mengevaluasi efektivitas penerapan strategi gerak yang digunakan: mengidentifikasi pola gerak mana yang berhasil menghasilkan angka dan pola gerak mana yang mudah dipatahkan lawan melintasi modifikasi aturan tersebut (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi pendinginan otot (cooling down) dan relaksasi pernapasan terpandu (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap pengembangan strategi gerak regu di lapangan serta mengonfirmasi ketercapaian tujuan pembelajaran hari ini tanpa mengaitkannya dengan kesimpulan bab (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi ukuran bola atau penambahan lebar koridor lapangan bagi regu yang memerlukan kemudahan membangun ruang gerak.
  • Proses: Regu yang berkembang cepat diberikan batasan tambahan berupa maksimal 3 detik memegang bola (meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan strategi gerak), sedangkan regu yang masih berkembang diizinkan 1 pantulan dribble sebelum mengoper.
  • Produk: Variasi bentuk skema strategi gerak regu yang berhasil diwujudkan dalam mencetak angka atau mematahkan serangan lawan pada lembar catatan taktik regu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemilihan strategi gerak melintasi tantangan ruang sempit (Pertanyaan: 'Jika pertahanan lawan menumpuk di tengah dan tim tidak boleh dribble, apa strategi gerak yang harus dipilih?' Acuan respons benar: melakukan pergerakan melebar ke sisi lapangan/ruang kosong dan operan cepat langsung/give-and-go).

Proses:

  • Pengamatan kinerja gerak selama permainan modifikasi berlangsung: menilai kemampuan mengembangkan strategi gerak tanpa bola untuk menciptakan ruang tembak/operan (Modifikasi 1) dan strategi penempatan posisi bertahan 3 orang serta transisi balik (Modifikasi 2).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Sebutkan 2 strategi gerak kunci yang berhasil membongkar pertahanan lawan saat tim dilarang melakukan dribble!' (Acuan jawaban benar: pergerakan lari memotong ke ruang kosong/cut-in, pertukaran posisi antar-pemain penyerang, atau umpan satu-dua/give-and-go).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengembangan strategi gerak regu melintasi situasi permainan beregu modifikasi menggunakan lembar observasi taktis.
  • Tanya jawab pemahaman strategi gerak saat jeda refleksi taktik tim.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Strategi Gerak Melintasi Permainan Beregu ModifikasiBelum mampu mengembangkan strategi gerak regu; pergerakan statis, kesulitan mengalirkan bola tanpa dribble, dan penempatan posisi bertahan tidak terorganisasi.Mulai mengembangkan strategi gerak sederhana (membuka ruang atau menjaga lawan) namun belum konsisten dan sering kehilangan penguasaan bola melintasi aturan modifikasi.Mampu mengembangkan strategi gerak secara terencana dan konsisten (menciptakan ruang operan tanpa dribble serta menjaga area bertahan 3 orang secara efektif melintasi situasi menantang).Sangat mahir mengembangkan strategi gerak yang variatif, adaptif, dan mandiri dalam mengantisipasi skema lawan melintasi seluruh modifikasi aturan permainan beregu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah batasan modifikasi tugas dan aturan permainan beregu berhasil menantang murid untuk berpikir dan mengembangkan strategi gerak baru?
  • Bagaimana keterlibatan aktif setiap anggota regu dalam mengeksekusi strategi gerak transisi bertahan dan menyerang?

Murid:

  • Strategi gerak apa yang paling berhasil membantumu dan tim mencetak poin saat tidak diperbolehkan melakukan dribble?
  • Tantangan apa yang paling sulit dihadapi saat bertahan dengan batasan maksimal 3 orang, dan bagaimana kamu mengatasinya?

Pertemuan 5 — Merefleksikan Transfer Strategi Gerak yang Telah Dikuasai ke dalam Situasi Gerak Berbeda — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan presensi (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi gerak yang berbeda (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen diagnostik singkat secara lisan mengenai konsep transfer strategi gerak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati 2 studi kasus tertulis mengenai transfer strategi gerak: Kasus A (strategi menjaga ruang kosong dari sepak bola dialihkan ke bola basket) dan Kasus B (strategi antisipasi pukulan lambung dari bulu tangkis dialihkan ke bola voli) untuk memahami kesamaan prinsip taktisnya (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi persamaan prinsip strategi (menciptakan ruang, menutup ruang gerak lawan) dan perbedaan adaptasi fisik yang diperlukan saat berpindah konteks gerak (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mencoba simulasi permainan cepat berpasangan bergantian: melakukan gerak bayangan strategi penempatan posisi pada lapangan berpola net lalu langsung beralih ke simulasi strategi transisi cepat pada lapangan berpola invasi untuk merasakan proses transfer gerak secara langsung dan menyenangkan (25 menit).
  • Murid mencatat data performa dan kendala penyesuaian gerak saat mentransfer strategi tersebut pada Lembar Catatan Transfer Gerak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi Lembar Refleksi Transfer Strategi Gerak secara mandiri dengan mengevaluasi keberhasilan adaptasi strategi, hambatan transfer gerak, dan perbaikan penyesuaian gerak yang diperlukan pada situasi baru (12 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil refleksi transfer strategi gerak yang telah dituliskan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan pertanyaan terstruktur bagi murid yang memerlukan bantuan dan kartu komparasi multi-situasi gerak bagi murid yang siap dengan tantangan lebih mendalam.
  • Proses: Memberikan scaffolding berupa contoh perbandingan konkret dua olahraga bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat merefleksi.
  • Produk: Refleksi dituangkan dalam bentuk lembar refleksi isian terstruktur atau uraian naratif analitis mandiri sesuai tingkat kemandirian murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kamu menguasai strategi mengecoh lawan ke arah kanan lalu menerobos ke kiri dalam bola basket, apakah prinsip yang sama dapat diterapkan saat menghindari penjagaan lawan dalam permainan kasti? Jelaskan prinsip dasarnya!' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan prinsip dasar pengalihan fokus/tipuan arah gerak lawan).

Proses:

  • Penilaian formatif melalui pengamatan dan evaluasi isian Lembar Catatan Transfer Gerak: guru memeriksa keterisian analisis adaptasi posisi, penyesuaian waktu reaksi, dan identifikasi persamaan prinsip taktis antara situasi latihan.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Refleksi Transfer Strategi Gerak dengan 3 komponen acuan refleksi: (1) Identifikasi kesamaan prinsip strategi asal dan situasi baru; (2) Analisis kendala transfer gerak fisik yang dialami; (3) Rumusan solusi adaptasi strategi pada situasi gerak berikutnya (Kriteria ketercapaian: memuat ketiga komponen dengan penjelasan logis dan relevan).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja refleksi transfer strategi gerak dan observasi catatan analisis adaptasi gerak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Merefleksikan Transfer Strategi Gerak ke Situasi BerbedaBelum mampu mengidentifikasi kesamaan prinsip strategi dan belum mampu menguraikan kendala adaptasi gerak pada situasi gerak yang berbeda.Mampu mengidentifikasi kesamaan prinsip strategi gerak namun belum mampu menjelaskan kendala adaptasi maupun rencana penyesuaian pada situasi gerak baru.Mampu merefleksikan transfer strategi gerak dengan mengidentifikasi kesamaan prinsip dan menguraikan kendala adaptasi fisik pada situasi gerak baru secara tepat.Mampu merefleksikan transfer strategi gerak secara mendalam dan mandiri, mencakup analisis kesamaan prinsip, rincian kendala gerak, serta perumusan solusi penyesuaian strategi gerak yang aplikatif pada situasi baru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran memfasilitasi murid memahami bagaimana prinsip strategi gerak dapat dipindahkan lintas situasi gerak?
  • Apakah instrumen refleksi yang diberikan efektif memancing daya nalar kritis murid dalam mengevaluasi pengalaman geraknya?

Murid:

  • Strategi gerak apa yang terasa paling mudah dan paling menantang untuk dipindahkan ke situasi gerak yang baru?
  • Penyesuaian gerak apa yang paling penting kamu lakukan agar strategi tersebut berhasil di situasi yang baru?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang
  • TP 10.1.2 Mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang
  • TP 10.1.3 Merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan seluruh murid di tepi lapangan, membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama, memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran 28 murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif bab: unjuk kerja kinerja permainan tim modifikasi (TP 10.1.1 dan TP 10.1.2) serta pengisian jurnal refleksi transfer strategi secara mandiri dan serentak (TP 10.1.3) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang format tugas unjuk kerja: 28 murid dibagi menjadi 4 tim (@ 7 murid: Tim A, B, C, D) yang bertanding di 2 lapangan paralel (Lapangan 1: Tim A vs Tim B; Lapangan 2: Tim C vs Tim D) dengan aturan permainan beregu modifikasi net/invasi menggunakan bola modifikasi dan area tantangan berzonasi (3 menit).
  • Murid melakukan pemanasan dinamis terstruktur secara berkesadaran untuk mempersiapkan fisik dan mencegah cedera sebelum memulai tugas gerak (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dalam 4 tim melaksanakan Tugas 1 Unjuk Kerja Permainan Modifikasi Babak 1 selama 15 menit, di mana murid menerapkan keterampilan gerak spesifik (passing, stopping, ruang gerak) dan mengeksekusi strategi tim untuk menyelesaikan tantangan situasi gerak lawan, sementara guru melakukan observasi langsung dengan rubrik kinerja (15 menit).
  • Murid melaksanakan rotasi dan transisi strategi tim antar-babak selama 10 menit (Tim A bertukar lawan/lapangan dengan Tim C, Tim B dengan Tim D) dengan jeda minum singkat untuk pemulihan kondisi fisik (10 menit).
  • Murid melaksanakan Babak 2 Unjuk Kerja Permainan Modifikasi selama 15 menit, di mana setiap tim mengembangkan dan mengadaptasi kembali strategi gerak menghadapi lawan baru dalam situasi gerak yang semakin menantang sementara guru melanjutkan penilaian observasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan pendinginan gerak ringan untuk menstabilkan denyut nadi dan berkumpul secara teratur di area tribun/kelas untuk pembagian lembar Tugas 2 Jurnal Refleksi Tertulis Serentak (5 menit).
  • Seluruh 28 murid secara serentak dan individual mengisi Tugas 2 Jurnal Refleksi Tertulis (durasi 25 menit) yang berisi 3 butir pertanyaan analisis transfer strategi: (1) Sebutkan 2 keterampilan gerak spesifik yang kamu terapkan dalam mengatasi tantangan lawan hari ini dan jelaskan efektivitasnya! [Kriteria: memuat 2 keterampilan nyata seperti passing/intercepting/positioning disertai analisis efektivitas]; (2) Bagaimana timmu mengembangkan strategi saat menghadapi perubahan pergerakan lawan? [Kriteria: memuat identifikasi masalah ruang/formasi dan keputusan perubahan taktik tim]; (3) Jelaskan bagaimana 1 prinsip strategi gerak yang kamu gunakan (misal: menciptakan ruang kosong atau menjaga zona) dapat kamu transfer dan terapkan ke dalam olahraga lain yang berbeda (misal: dari bola basket/tangan ke futsal atau bulu tangkis)! [Kriteria: memuat nama prinsip strategi, cabang olahraga baru yang dituju, dan mekanisme penerapan operasionalnya di cabang baru tersebut] (25 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar artefak jurnal refleksi dari seluruh 28 murid tepat waktu untuk diperiksa (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas sportivitas, daya juang, dan ketertiban seluruh murid selama menempuh asesmen sumatif Bab 1, serta merangkum ketercapaian bab tentang penyempurnaan keterampilan gerak (3 menit).
  • Guru menutup seluruh rangkaian sesi dengan doa bersama dan mempersilakan murid merapikan perlengkapan serta mengganti pakaian (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; format lembar refleksi dicetak dengan huruf yang jelas dan terbaca untuk semua murid.
  • Proses: Akomodasi akses berupa posisi berdiri/peran gerak di lapangan yang fleksibel sesuai kondisi kebugaran murid tanpa menurunkan indikator gerak spesifik dan strategi yang diamati.
  • Produk: Standar unjuk kerja dan format jurnal refleksi seragam bagi seluruh murid sesuai ACUAN SUMATIF ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan fisik dan pemahaman teknis aturan main modifikasi serta format pengisian jurnal refleksi di awal pertemuan.

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif dan pemenuhan alur rotasi permainan tim tanpa mengganggu jalannya pengambilan data sumatif.

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja gerak permainan modifikasi dan jurnal refleksi transfer strategi: performa penerapan keterampilan gerak spesifik serta pengembangan strategi dalam permainan beregu modifikasi yang diamati melalui rubrik observasi guru, disertai lembar refleksi tertulis serentak mengenai transfer strategi ke situasi gerak baru
  • unjuk kerja permainan tim modifikasi: kinerja tim (4 tim @ 7 murid bertanding dalam 2 lapangan secara paralel selama 2 babak @ 15 menit dan rotasi 10 menit untuk 28 murid) yang menampilkan penerapan keterampilan gerak spesifik dan pengembangan strategi penyelesaian tantangan situasi gerak (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penerapan keterampilan dan strategi gerak)
  • jurnal refleksi tertulis serentak: catatan refleksi tertulis seluruh 28 murid yang diisi bersamaan mengenai analisis keberhasilan dan adaptasi transfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi gerak/permainan yang berbeda (25 menit; individual; instrumen: panduan pertanyaan refleksi dan rubrik penilaian refleksi)

Sumatif:

  • penilaian kinerja gerak permainan modifikasi dan jurnal refleksi transfer strategi: performa penerapan keterampilan gerak spesifik serta pengembangan strategi dalam permainan beregu modifikasi yang diamati melalui rubrik observasi guru, disertai lembar refleksi tertulis serentak mengenai transfer strategi ke situasi gerak baru
  • unjuk kerja permainan tim modifikasi: kinerja tim (4 tim @ 7 murid bertanding dalam 2 lapangan secara paralel selama 2 babak @ 15 menit dan rotasi 10 menit untuk 28 murid) yang menampilkan penerapan keterampilan gerak spesifik dan pengembangan strategi penyelesaian tantangan situasi gerak (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penerapan keterampilan dan strategi gerak)
  • jurnal refleksi tertulis serentak: catatan refleksi tertulis seluruh 28 murid yang diisi bersamaan mengenai analisis keberhasilan dan adaptasi transfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi gerak/permainan yang berbeda (25 menit; individual; instrumen: panduan pertanyaan refleksi dan rubrik penilaian refleksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Spesifik dalam Situasi Menantang (TP 10.1.1)Menerapkan kurang dari 2 keterampilan gerak spesifik (passing, stopping, penyesuaian posisi) dengan tingkat keberhasilan rendah dan sering ragu menghadapi tantangan lawan.Menerapkan 2 keterampilan gerak spesifik tetapi sering hilang kontrol saat menghadapi tekanan atau rintangan ruang gerak dari lawan.Menerapkan 2-3 keterampilan gerak spesifik secara tepat dan terkontrol dalam merespons tekanan lawan pada sebagian besar situasi permainan.Menerapkan seluruh keterampilan gerak spesifik (passing akurat, kontrol/stopping mantap, pergerakan tanpa bola) secara luwes, konsisten, dan efektif dalam berbagai situasi gerak menantang.
Pengembangan Strategi Gerak Melintasi Situasi Menantang (TP 10.1.2)Belum mampu menyesuaikan atau mengembangkan pola gerak tim saat menghadapi pola permainan tim lawan.Mencoba menerapkan pola gerak tim tetapi terlambat merespons perubahan situasi atau taktik bertahan/menyerang lawan.Mengembangkan dan mengeksekusi strategi tim (pembagian ruang, transisi bertahan-menyerang) dengan tepat saat situasi permainan berubah.Mengembangkan strategi gerak secara cepat, adaptif, dan konsisten bersama tim sehingga berhasil mengatasi variasi pola pertahanan dan serangan lawan.
Refleksi Transfer Strategi Gerak ke Situasi Berbeda (TP 10.1.3)Refleksi hanya menjawab 1 butir pertanyaan secara parsial tanpa menyebutkan mekanisme adaptasi maupun transfer strategi ke situasi/cabang olahraga baru.Menjawab 2 dari 3 butir pertanyaan refleksi, menyebutkan contoh transfer ke olahraga lain tetapi belum menguraikan mekanisme operasional penerapannya secara logis.Menjawab seluruh 3 butir pertanyaan refleksi dengan memuat 2 keterampilan gerak spesifik yang digunakan, analisis adaptasi strategi tim, serta contoh transfer 1 prinsip strategi ke cabang olahraga baru secara jelas.Menjawab seluruh 3 butir pertanyaan secara mendalam, sistematis, dan kritis: menguraikan efektivitas gerak spesifik, menganalisis faktor keberhasilan adaptasi taktik tim, dan menjelaskan mekanisme transfer prinsip strategi ke situasi cabang olahraga baru secara detail dan aplikatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 65 menit untuk unjuk kerja permainan modifikasi dan 25 menit untuk jurnal refleksi tertulis serentak berjalan sesuai target perencanaan?
  • Bagaimana ketercapaian seluruh 28 murid dalam mentransfer strategi gerak berdasarkan hasil analisis jurnal refleksi yang terkumpul?

Murid:

  • Tantangan gerak apa yang paling sulit kamu selesaikan selama permainan modifikasi tadi?
  • Bagaimana kamu akan menerapkan prinsip strategi yang kamu refleksikan hari ini ke aktivitas fisik atau olahraga lain di luar sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek, 2023.
  2. Buku Teks Siswa PJOK Kelas X, Kemendikbudristek, 2023.
  3. Peralatan: Bola sepak/futsal ukuran 4 dan 5, bola karet/spons ringan, kerucut (cones) pembatas, gawang mini, peluit, dan stopwatch.
  4. Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  5. Buku Teks Siswa PJOK Kelas X SMA/MA/SMK/MAK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  6. Bola basket, rompi tim/penanda warna, kerucut/cone, lapangan basket atau area terbuka datar sekolah
  7. Buku Panduan Guru PJOK Kelas X SMA/SMK (Kemendikbudristek)
  8. Buku Siswa PJOK Kelas X SMA/SMK (Kemendikbudristek)
  9. Peralatan: Cone/kerucut, tali rintangan, gawang mini (hurdle), stopwatch, peluit
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek 2021
  11. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek 2021
  12. Lapangan serbaguna/olahraga sekolah, bola tangan/bola modifikasi, rompi pembeda (biv), peluit, stopwatch, dan kerucut marka (cones)
  13. Buku Panduan Guru PJOK SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek 2023
  14. Buku Siswa PJOK SMA/SMK Kelas X, Kemendikbudristek 2023
  15. Lembar Kerja Refleksi Transfer Strategi Gerak
  16. Cone penanda area dan perlengkapan simulasi gerak terarah
  17. Buku Panduan Guru PJOK untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Puskurbuk Kemendikbudristek 2023, Bab 1)
  18. Buku Siswa PJOK untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Puskurbuk Kemendikbudristek 2023, Bab 1)
  19. Peralatan: bola modifikasi (4 buah), cone pembatas lapangan (16 buah), rompi tim (4 warna berbeda: merah, biru, hijau, kuning), peluit, stopwatch, dan lembar instrumen asesmen sumatif.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.