MODUL AJAR PJOK — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 6 — Sehat dan Aman INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Sehat dan Aman |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.6.1 Mengidentifikasi gaya hidup aktif dan sehat melalui kebiasaan menjaga kebersihan serta kesehatan diri
- TP 1.6.2 Menyebutkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan dalam aktivitas jasmani dan kehidupan sehari-hari
- TP 1.6.3 Menunjukkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat berada di lingkungan sekitar
- TP 1.6.4 Menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi situasi berisiko
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja yang kamu lakukan setiap pagi agar tubuhmu bersih dan segar?
- Mengapa tubuh kita perlu bergerak aktif, minum air putih, dan beristirahat cukup setiap hari?
- Apa bahaya yang bisa terjadi jika kita berlari kencang sambil bercanda di tangga atau jalan licin?
- Mengapa kita tidak boleh bermain di dekat benda panas atau memegang stopkontak listrik?
- Apa bahayanya jika kita berlari-lari di pinggir kolam renang yang licin?
- Mengapa kita tidak boleh menyeberang jalan saat lampu lalu lintas masih berwarna hijau untuk kendaraan?
- Apa yang harus kamu lakukan jika kamu terlepas dari gandengan ayah atau ibu di pasar yang sangat ramai?
- Siapa orang dewasa berseragam yang boleh kamu datangi untuk meminta tolong saat tersesat?
- Apa yang harus kamu lakukan jika lututmu terluka atau temanmu terjatuh saat bermain?
- Kepada siapa kamu harus meminta bantuan jika melihat ada teman tercebur atau tenggelam di kolam renang?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita sudah tahu kebiasaan hidup bersih dan sehat?
- Apa yang harus kita lakukan jika melihat situasi berbahaya dan membutuhkan bantuan orang dewasa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Gaya Hidup Aktif dan Sehat Melalui Kebiasaan Menjaga Kebersihan Diri serta Kesehatan Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Mengidentifikasi gaya hidup aktif dan sehat melalui kebiasaan menjaga kebersihan serta kesehatan diri
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan murid (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak bermain lumpur lalu langsung makan), lalu menanyakan: 'Manakah gambar kebiasaan yang menjaga kebersihan diri?' (acuan jawaban: Gambar A) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi gaya hidup aktif dan sehat melalui kebiasaan menjaga kebersihan serta kesehatan diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 kartu gambar kebersihan dan kesehatan diri di papan tulis: (1) Mandi menggunakan sabun dan air bersih, (2) Menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur, (3) Berolahraga atau aktif bergerak di luar rumah, (4) Minum air putih yang cukup dan tidur teratur (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati dan mengidentifikasi bagian tubuh serta kebiasaan menjaga kebersihan yang sesuai: rambut dibersihkan dengan keramas, badan dengan mandi, gigi dengan sikat gigi, kuku dengan dipotong berkala, serta tangan dicuci memakai sabun (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Kartu Sehat': guru memperlihatkan secara bergiliran 4 kartu aktivitas berikut: Kartu 1: Anak mencuci tangan pakai sabun; Kartu 2: Anak bermain gawai seharian di tempat tidur; Kartu 3: Anak bersepeda dan bermain aktif bersama teman; Kartu 4: Anak tidur larut malam sambil makan permen. Murid mengangkat tangan kanan jika itu gaya hidup aktif/sehat dan melipat tangan di dada jika bukan (acuan: Kartu 1 = Sehat, Kartu 2 = Bukan, Kartu 3 = Sehat, Kartu 4 = Bukan) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Kebiasaan Sehat berisi 4 butir pilihan gambar: Butir 1: Memilih alat untuk membersihkan kuku (Pilihan: Pemotong kuku vs Penggaris; acuan: Pemotong kuku); Butir 2: Memilih kebiasaan sebelum makan (Pilihan: Cuci tangan pakai sabun vs Mengusap tangan ke baju; acuan: Cuci tangan pakai sabun); Butir 3: Memilih aktivitas aktif menyehatkan (Pilihan: Bermain lompat tali vs Menonton TV berjam-jam; acuan: Bermain lompat tali); Butir 4: Memilih minuman sehat harian (Pilihan: Air putih vs Minuman bersoda manis berlebihan; acuan: Air putih) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja dan mengonfirmasi jawaban yang tepat untuk setiap butir kebiasaan hidup bersih dan sehat (15 menit).
- Murid menandai gambar ekspresi wajah (senang/bingung) pada sudut lembar kerja untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kebiasaan menjaga kebersihan diri (mandi, sikat gigi, cuci tangan, potong kuku) dan kesehatan diri (aktif bergerak, minum air putih, istirahat cukup) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi, mengingatkan murid untuk mempraktikkan cuci tangan sebelum makan nanti, dan mengakhiri sesi dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan kontras warna jelas dan simbol visual sederhana bagi murid yang membutuhkan penguatan pemahaman visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan instruksi dan mendampingi pencocokan pilihan gambar; bagi murid yang sudah cepat mengidentifikasi, diberikan 2 kartu aktivitas tambahan untuk diidentifikasi (misal: merapikan tempat tidur dan tidur siang cukup).
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi dengan melingkari gambar pada lembar kerja atau menunjuk langsung kartu gambar yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan visual menggunakan 2 kartu gambar: Murid diminta memilih manakah kebiasaan yang menjaga kebersihan diri antara Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak bermain lumpur lalu langsung makan) (acuan: Gambar A adalah kebiasaan menjaga kebersihan diri).
Proses:- Pengecekan ketepatan murid dalam mengidentifikasi 4 kartu aktivitas pada permainan 'Tebak Kartu Sehat': (1) Cuci tangan pakai sabun -> Sehat; (2) Bermain gawai seharian di kasur -> Bukan; (3) Bersepeda bersama teman -> Sehat; (4) Tidur larut malam sambil makan permen -> Bukan (acuan: minimal 3 dari 4 kartu diidentifikasi dengan tepat).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 4 butir bergambar dengan kunci acuan: Butir 1 = Pemotong kuku; Butir 2 = Cuci tangan pakai sabun; Butir 3 = Bermain lompat tali; Butir 4 = Air putih (acuan: ketepatan pemilihan gambar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 3 kebiasaan harian secara acak: (1) Menyikat gigi sebelum tidur, (2) Membiarkan kuku panjang dan hitam, (3) Berolahraga pagi; murid merespons dengan menyebut 'Sehat' atau 'Tidak Sehat' (acuan jawaban: (1) Sehat, (2) Tidak Sehat, (3) Sehat; kriteria ketercapaian: murid tepat menjawab minimal 2 dari 3 butir).
Formatif:- Observasi partisipasi dan ketepatan respons saat permainan 'Tebak Kartu Sehat'
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Identifikasi Kebiasaan Sehat (4 butir pilihan gambar)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diri pada lembar tugas (4 butir target: alat pemotong kuku, cuci tangan dengan sabun, bermain lompat tali, minum air putih) | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 butir kebiasaan kebersihan dan kesehatan diri dengan bimbingan penuh guru. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir kebiasaan kebersihan dan kesehatan diri dengan sedikit arahan guru. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir kebiasaan kebersihan dan kesehatan diri secara mandiri sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruhnya (4 dari 4 butir) kebiasaan kebersihan dan kesehatan diri secara mandiri dan konsisten sesuai kunci acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar dan permainan 'Tebak Kartu Sehat' efektif memfasilitasi murid kelas 1 mengidentifikasi gaya hidup aktif dan sehat?
- Bagian mana dari penjelasan kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diri yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Kebiasaan bersih dan sehat apa saja yang sudah kamu lakukan di rumah hari ini?
- Apakah kamu merasa senang belajar memilih kegiatan yang membuat tubuhmu sehat hari ini?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Situasi dan Potensi yang Berisiko terhadap Kesehatan dan Keselamatan dalam Aktivitas Jasmani dan Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Menyebutkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan dalam aktivitas jasmani dan kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang menyenangkan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar dan meminta murid menyebutkan gambar mana yang berisiko bahaya: Kartu A (anak memakai sepatu bertali rapi saat olahraga) dan Kartu B (anak berlari dengan tali sepatu lepas terurai). Acuan jawaban benar: Kartu B adalah situasi berisiko bahaya karena tali sepatu lepas dapat menyebabkan tersandung dan terjatuh (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan 4 kartu gambar situasi dalam aktivitas jasmani dan keseharian: (1) Berlari di lantai licin dekat kamar mandi, (2) Bermain bola di lapangan berumput yang rata, (3) Memegang colokan listrik dengan tangan basah, (4) Mengonsumsi makanan yang dihinggapi banyak lalat dan tidak ditutup (15 menit).
- Guru membimbing murid mengamati dan menyebutkan potensi risiko bahaya dari masing-masing situasi tersebut. Acuan: (1) berisiko terpeleset/cedera jatuh, (2) situasi aman/tidak berisiko, (3) berisiko tersengat aliran listrik, (4) berisiko sakit perut/diare (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan kelompok ceria 'Pilah Kartu Aman atau Berisiko' di mana setiap kelompok memilah 4 kartu situasi berikut ke dalam kotak 'Aman' atau kotak 'Berisiko': Situasi 1: Mendorong teman saat menuruni tangga; Situasi 2: Merapikan mainan yang berserakan di lantai; Situasi 3: Melakukan pemanasan sebelum berolahraga lari; Situasi 4: Memanjat pagar besi yang tinggi dan licin. Acuan pemilahan tepat: Kotak Berisiko = Situasi 1 dan 4; Kotak Aman = Situasi 2 dan 3 (20 menit).
- Secara bergantian, setiap murid menyebutkan 1 situasi berisiko dalam kehidupan sehari-hari atau saat berolahraga serta potensi bahayanya bagi kesehatan atau keselamatan tubuh berdasarkan kartu yang telah dipilah (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan pentingnya menyadari situasi berisiko di sekitar agar tubuh tetap sehat dan selamat dari cedera (10 menit).
Penutup:- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat kepada murid untuk menyebutkan potensi risiko dari situasi 'bermain korek api di dekat kasur' (acuan jawaban: risiko luka bakar/kebakaran) (10 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi dengan ilustrasi visual yang sangat jelas dan kontras, sedangkan murid yang cepat diberikan kartu situasi dengan detail latar yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru secara intensif dengan pertanyaan penuntun langsung, sedangkan murid yang mahir diberikan kesempatan menyebutkan lebih dari 2 situasi berisiko secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan situasi berisiko secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu gambar yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta memilih dan menyebutkan gambar berisiko dari 2 pilihan: Kartu A (anak berolahraga dengan tali sepatu terikat rapi) vs Kartu B (anak berlari dengan tali sepatu lepas). Acuan jawaban benar: Kartu B merupakan situasi berisiko karena tali sepatu terurai berpotensi menyebabkan anak tersandung dan terjatuh.
Proses:- Pengamatan formatif saat murid memilah kartu dan menyebutkan potensi risiko dari 4 situasi berikut: (1) Mendorong teman di tangga -> acuan: risiko jatuh/cedera; (2) Merapikan mainan di lantai -> acuan: aman; (3) Pemanasan sebelum lari -> acuan: aman; (4) Memanjat pagar tinggi dan licin -> acuan: risiko tergelincir/terluka.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid diminta menyebutkan potensi bahaya jika seseorang bermain korek api di dalam kamar dekat kasur. Kriteria penerimaan operasional: Murid tepat menyebutkan potensi bahaya kebakaran atau kulit terluka/terbakar akibat api.
Formatif:- Tes lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan
- Observasi unjuk kerja saat permainan pilah kartu dan menyebutkan potensi risiko pada kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan | Belum mampu menyebutkan situasi berisiko dan potensi bahayanya meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menyebutkan 1 dari 4 situasi berisiko atau potensi bahayanya dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu menyebutkan minimal 2 sampai 3 dari 4 situasi berisiko beserta potensi bahayanya secara tepat dan mandiri. | Mampu menyebutkan seluruh 4 situasi berisiko beserta potensi bahayanya bagi kesehatan dan keselamatan secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar kartu situasi berisiko dapat dipahami dengan jelas oleh semua murid fase A?
- Apakah seluruh murid sudah aktif terlibat dan dapat menyebutkan potensi bahaya dalam aktivitas jasmani dan keseharian?
Murid:- Apa saja hal berbahaya di sekolah atau di rumah yang tidak boleh kamu lakukan?
- Bagaimana perasaanmu setelah bermain memilih kartu situasi aman dan berbahaya hari ini?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Situasi dan Potensi yang Berisiko terhadap Keselamatan di Jalan Raya dan Kolam Renang Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.3 Menunjukkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat berada di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk mengikuti kegiatan kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (anak menyeberang di zebra cross saat kendaraan berhenti) dan Gambar B (anak berlari mengejar bola ke tengah jalan raya). Guru meminta murid menunjukkan gambar yang berisiko bahaya kecelakaan (acuan: gambar B berisiko bahaya tertabrak kendaraan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menunjukkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan diri di jalan raya dan kolam renang (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memajang 4 kartu gambar situasi di papan tulis: Kartu 1 (berlari di pinggir kolam renang yang licin), Kartu 2 (berenang memakai pelampung di kolam dangkal didampingi orang dewasa), Kartu 3 (menyeberang jalan sambil bercanda dan tidak melihat kendaraan), dan Kartu 4 (berjalan di trotoar dengan tertib) (10 menit).
- Guru memandu murid mengamati setiap gambar dan membedakan situasi aman dengan situasi berisiko celaka (acuan: Kartu 1 dan Kartu 3 adalah situasi berisiko celaka; Kartu 2 dan Kartu 4 adalah situasi aman) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Lingkungan Aman yang memuat 4 gambar situasi: Gambar 1 (anak melompat ke kolam renang dalam tanpa pelampung), Gambar 2 (anak menyeberang di jembatan penyeberangan orang), Gambar 3 (anak bermain dorong-dorongan di tepi kolam renang), dan Gambar 4 (anak berlari menyeberang jalan saat lampu lalu lintas menyala hijau untuk mobil) (15 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Tunjuk dan Tempel Bendera Bahaya': murid berjalan ke depan kelas secara bergantian lalu menempelkan stiker merah bertanda silang pada gambar yang menunjukkan situasi berisiko di lingkungan sekitar (acuan: Gambar 1 berisiko tenggelam, Gambar 3 berisiko terpeleset/tenggelam, Gambar 4 berisiko tertabrak kendaraan; sedangkan Gambar 2 adalah situasi aman) (20 menit).
- Guru mengamati dan memeriksa ketepatan setiap murid saat menunjukkan situasi dan potensi berisiko pada lembar aktivitas masing-masing serta memberikan konfirmasi langsung (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid memeriksa kembali tanda silang yang telah ditempel untuk menyadari potensi bahaya di jalan raya dan kolam renang bagi keselamatan diri sendiri (10 menit).
- Murid menunjukkan satu gambar situasi berisiko yang paling sering mereka lihat di sekitar rumah atau sekolah dan menyatakan komitmen sederhana untuk menghindarinya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dengan menyebutkan kembali situasi berisiko di jalan raya (menyeberang sembarangan, berlarian) dan di kolam renang (berlari di tepi licin, masuk kolam dalam tanpa pelampung) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam mengenali bahaya, mengingatkan murid untuk selalu berhati-hati di jalan pulang sekolah, dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar situasi dengan kontras visual bahaya yang lebih jelas (misal ada mobil mendekat atau cipratan air terpeleset); murid yang lebih cepat diberikan 2 kartu situasi tambahan di lingkungan sekitar.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing guru secara individual dengan mengarahkan jari langsung ke objek bahaya pada gambar; murid yang mahir secara mandiri menandai seluruh gambar berisiko tanpa arahan petunjuk visual tambahan.
- Produk: Semua murid menunjukkan situasi berisiko; murid yang membutuhkan bimbingan cukup menunjuk minimal 2 gambar berisiko secara tepat, sedangkan murid mahir menandai seluruh (3) gambar berisiko dengan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual pada pendahuluan: Guru menunjukkan 2 kartu situasi, yaitu Kartu A (anak menyeberang di zebra cross saat mobil berhenti) dan Kartu B (anak berlari mengejar bola ke tengah jalan raya). Murid diminta menunjuk gambar yang berisiko menimbulkan kecelakaan (acuan: Kartu B tepat sebagai situasi berisiko tertabrak kendaraan).
Proses:- Penilaian unjuk kerja pada Lembar Aktivitas Lingkungan Aman yang berisi 4 gambar situasi: (1) Anak melompat ke kolam dalam tanpa pelampung; (2) Anak menyeberang di jembatan penyeberangan; (3) Anak saling dorong di tepi kolam renang yang basah; (4) Anak berlari melintas jalan saat lampu kendaraan hijau. Guru menilai ketepatan murid menunjuk/menandai 3 situasi berisiko (acuan tepat: Gambar 1, Gambar 3, dan Gambar 4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru memperlihatkan satu gambar anak berlari kencang di tepi kolam renang berlantai basah dan meminta murid mengangkat tangan/kartu jempol ke bawah untuk menunjukkan bahwa situasi tersebut berisiko mencelakakan diri (acuan: murid tepat menunjukkan situasi tersebut berisiko terpeleset/cedera).
Formatif:- Unjuk kerja: Menunjukkan gambar situasi yang berisiko terhadap keselamatan di jalan raya dan kolam renang melalui penempelan stiker merah/penanda silang pada lembar aktivitas bergambar
- Observasi: Pengamatan guru selama aktivitas pemilahan gambar situasi aman dan situasi berisiko
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menunjukkan Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Keselamatan di Lingkungan Sekitar (Jalan Raya dan Kolam Renang) | Belum mampu menunjukkan situasi dan potensi berisiko pada gambar jalan raya maupun kolam renang meski telah dibimbing guru (0 dari 3 gambar acuan tepat: Gambar 1, 3, 4). | Mampu menunjukkan 1 dari 3 gambar situasi dan potensi berisiko terhadap keselamatan di jalan raya atau kolam renang dengan bimbingan dan arahan langsung guru (acuan: Gambar 1, 3, atau 4). | Mampu menunjukkan 2 sampai 3 gambar situasi dan potensi berisiko terhadap keselamatan di jalan raya dan kolam renang secara tepat dengan sedikit arahan (acuan: Gambar 1, 3, dan 4). | Mampu menunjukkan seluruh 3 gambar situasi dan potensi berisiko terhadap keselamatan di jalan raya dan kolam renang secara tepat dan mandiri tanpa keraguan (seluruh acuan Gambar 1, 3, dan 4 tepat). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar situasi jalan raya dan kolam renang cukup jelas membantu murid kelas 1 memahami potensi bahaya di lingkungan sekitar?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat kegiatan menunjuk dan menempel penanda bahaya?
Murid:- Gambar bahaya mana yang paling mudah kamu temukan tadi?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu bahaya berlari di pinggir kolam renang dan di jalan raya?
Pertemuan 4 — Menyebutkan Strategi Mencari Bantuan kepada Orang Dewasa Terpercaya Saat Terpisah dari Orang Tua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi situasi berisiko
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengondisikan fisik murid dengan melakukan peregangan ringan dan tepuk semangat 'Anak Aman' (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman berada di keramaian dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat terpisah dari orang tua (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar situasi pasar ramai dan menanyakan: 'Jika terpisah dari ibu di sini, siapa orang dewasa terpercaya yang kamu cari?' (acuan jawaban tepat: polisi, satpam/satuan pengamanan, atau petugas berseragam/informasi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak cerita bergambar 'Bono di Pasar Malam' yang dibacakan guru tentang seorang anak yang terlepas dari pegangan tangan ayahnya di tempat ramai (10 menit).
- Murid mengamati kartu gambar profesi penolong terpercaya dan bersama guru mengidentifikasi ciri-ciri orang dewasa terpercaya: (1) Polisi dengan seragam cokelat/rompi dinas; (2) Satpam dengan seragam dinas gedung/toko; (3) Petugas informasi/kasir di tempat belanja (10 menit).
- Murid mendengarkan penjelasan guru mengenai 3 langkah strategi mencari bantuan saat terpisah: (1) Tetap tenang dan jangan pergi bersama orang asing yang mencurigakan; (2) Mendatangi orang dewasa terpercaya berseragam (satpam/polisi/petugas kasir); (3) Menyebutkan nama diri dan nama orang tua kepada petugas tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak bermain permainan edukatif 'Pos Penolong Cepat' secara bergantian: guru membacakan skenario situasi dan murid berlari kecil menuju pos gambar orang dewasa terpercaya yang tepat di sudut kelas (Pos Polisi, Pos Satpam, Pos Ibu Kasir) (3 menit).
- Murid secara berpasangan saling menyebutkan 3 langkah strategi mencari bantuan saat terpisah dari orang tua menggunakan panduan kartu bergambar urutan tindakan (12 menit).
- Secara individual, murid maju dan menyebutkan secara lisan strategi mencari bantuan saat terpisah dari orang tua: menyebutkan 1 sosok penolong terpercaya yang dipilih dan 2 hal penting yang disampaikan (nama diri dan nama orang tua) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengulas kembali apa saja bahaya jika ikut orang asing yang tidak dikenal saat tersesat dan pentingnya hanya meminta tolong kepada orang dewasa terpercaya (10 menit).
- Murid menilai kesiapan dirinya dengan mengangkat kartu jempol: jempol ke atas jika sudah hafal langkah meminta bantuan, jempol ke samping jika masih perlu bantuan mengingat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 langkah strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat terpisah dari orang tua (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya adalah mencari bantuan saat cedera atau menghadapi bahaya air (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar visual sosok orang dewasa terpercaya dengan seragam yang sangat kontras bagi murid yang memerlukan dukungan pengenalan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu berbicara, guru memberikan bantuan berupa petunjuk gambar (scaffolding). Bagi murid yang cepat, murid diminta langsung menyebutkan 3 strategi tanpa bantuan kartu visual.
- Produk: Penyampaian strategi dilakukan secara lisan singkat sesuai kemampuan artikulasi murid Fase A.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 orang dewasa terpercaya yang bisa kamu mintai bantuan saat tersesat di tempat umum!' (Acuan jawaban tepat: satpam, polisi, atau petugas toko/kasir/informasi).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menyebutkan strategi mencari bantuan saat menghadapi situasi terpisah dari orang tua dengan kriteria: (1) Menyebutkan sosok penolong terpercaya (satpam/polisi/petugas berseragam); (2) Menyebutkan tindakan yang dilakukan (tidak panik/tidak ikut orang asing); (3) Menyebutkan informasi yang disampaikan (nama diri/nama orang tua).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 2 orang dewasa terpercaya di tempat umum serta tindakan yang harus dilakukan saat terpisah dari orang tua (Acuan jawaban tepat: figur satpam/polisi/petugas kasir, dan tindakan mencari mereka untuk menyebutkan identitas diri/nama orang tua).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai sosok orang dewasa terpercaya
- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Pos Penolong Cepat' dan lembar ceklis lisan menyebutkan strategi mencari bantuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat terpisah dari orang tua | Belum mampu menyebutkan sosok orang dewasa terpercaya maupun langkah mencari bantuan saat terpisah dari orang tua meski telah dipandu guru. | Mampu menyebutkan 1 sosok orang dewasa terpercaya (misalnya polisi atau satpam) namun belum runtut dalam menyebutkan tindakan mencari bantuan saat terpisah dari orang tua. | Mampu menyebutkan minimal 2 sosok orang dewasa terpercaya (misal: polisi dan satpam) serta menyebutkan langkah mencari bantuan (mendatangi petugas dan menyebutkan nama diri/orang tua) secara mandiri. | Mampu menyebutkan 3 sosok orang dewasa terpercaya (polisi, satpam, petugas berseragam/kasir) beserta seluruh strategi tindakan mencari bantuan secara lengkap, jelas, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mengenali figur orang dewasa terpercaya berseragam di fasilitas umum?
- Apakah permainan 'Pos Penolong Cepat' efektif memotivasi murid memahami strategi penyelamatan diri saat tersesat?
Murid:- Apakah kamu sekarang berani meminta tolong kepada bapak satpam atau polisi jika tersesat?
- Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling seru?
Pertemuan 5 — Menyebutkan Strategi Mencari Bantuan kepada Orang Dewasa Terpercaya Saat Menghadapi Cedera dan Bahaya Air — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi situasi berisiko
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan kegiatan bermain sepeda atau olahraga air dengan potensi kecelakaan dan bahaya air (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes lisan cepat: 'Jika temanmu terjatuh dari sepeda dan berdarah, atau melihat teman tergelincir di kolam renang, siapa orang dewasa terpercaya yang kamu panggil dan bagaimana caranya?' (acuan jawaban: menyebut dokter/perawat/orang tua/guru untuk luka fisik, atau penjaga kolam/tim penyelamat/orang dewasa serta berteriak 'Tolong!' saat bahaya air) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui gambar ilustrasi cerita 'Rafa jatuh dari sepeda' dan situasi 'Anak tercebur di kolam renang' mengenai bahaya cedera dan bahaya air (10 menit).
- Guru memperkenalkan sosok orang dewasa terpercaya saat cedera fisik (dokter, petugas medis/UKS, guru, orang tua) dan saat bahaya air (petugas penyelamat kolam renang/life guard, orang tua, pengawas renang) beserta strategi mencari bantuannya (segera lapor, menunjukkan letak kejadian, dan berteriak minta tolong dengan jelas) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Panggilan Siaga Si Cilik' yang menggembirakan: murid berpasangan mendengarkan 2 skenario dari guru lalu bergantian menyebutkan strategi mencari bantuan dan sosok yang tepat (15 menit).
- Skenario 1: 'Temanmu tersenggol dan jatuh saat berlari di halaman sekolah hingga kakinya berdarah.' (Acuan jawaban murid: segera melapor kepada guru/petugas UKS untuk diobati atau diantar ke ruang kesehatan). Skenario 2: 'Kamu melihat ada anak kecil terpeleset masuk ke kolam renang dalam dan kesulitan berenang.' (Acuan jawaban murid: berteriak kencang 'Tolong, ada yang tercebur!' ke arah penjaga kolam renang/orang dewasa dan melapor langsung tanpa ikut menceburkan diri) (15 menit).
- Setiap pasangan secara bergantian menyebutkan strategi bantuan di hadapan guru untuk dinilai proses pemahamannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pentingnya bersikap tenang, tidak panik, tidak ikut menceburkan diri saat melihat bahaya air, dan berani berteriak minta tolong kepada orang dewasa terpercaya di sekitar (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai 2 strategi mencari bantuan saat cedera dan bahaya air (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar orang dewasa terpercaya (dokter, tim penyelamat kolam renang); murid yang cepat diarahkan menyebutkan alasan mengapa tidak boleh menolong langsung ke dalam air jika belum mampu.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih menyebutkan strategi didampingi guru dengan panduan kata kunci ('teriak tolong', 'lapor guru/petugas'); murid yang mandiri langsung menjawab skenario secara lisan berpasangan.
- Produk: Semua murid mencapai target menyebutkan strategi secara lisan; murid yang memerlukan scaffolding cukup menyebutkan kata kunci tindakan dan profesi terpercaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Kepada siapa kamu meminta tolong jika ada yang terluka parah atau hampir tenggelam di kolam renang?' (Acuan: Cedera -> dokter/perawat/guru/orang tua; Bahaya air -> tim penyelamat kolam/orang dewasa terpercaya dengan cara berteriak minta tolong).
Proses:- Penilaian performa lisan murid dalam menyelesaikan 2 skenario pada tahap Mengaplikasi:
- Skenario 1 (Cedera fisik): Murid menyebutkan strategi melapor kepada guru/petugas UKS/orang tua dan meminta obat atau pertolongan medis.
- Skenario 2 (Bahaya air): Murid menyebutkan strategi berteriak 'Tolong!' sekencang mungkin kepada penjaga kolam/orang dewasa terdekat dan tidak menolong sendiri ke dalam air.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan melalui dua pertanyaan cepat: (1) 'Apa kata yang kamu teriakkan saat melihat bahaya di kolam renang?' (Acuan: Berteriak 'Tolong!' kepada penjaga kolam/orang dewasa), (2) 'Siapa yang kamu cari jika temanmu terluka parah di sekolah?' (Acuan: Guru atau petugas UKS/medis).
Formatif:- Observasi unjuk kerja tanya jawab lisan saat permainan 'Panggilan Siaga Si Cilik'
- Cek pemahaman lisan saat penyelesaian skenario situasi cedera dan bahaya air
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan strategi mencari bantuan saat menghadapi cedera fisik | Belum mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi cedera fisik meskipun telah diberi bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi cedera fisik (melapor kepada guru/petugas UKS/dokter) dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi cedera fisik (segera melapor kepada guru/petugas UKS/dokter secara tepat) secara mandiri. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi cedera fisik secara mandiri, lengkap dengan langkah tindakan yang runtut (melapor ke petugas medis/UKS dan menunjukkan lokasi teman yang terluka). | | Menyebutkan strategi mencari bantuan saat menghadapi bahaya air | Belum mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi bahaya air meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi bahaya air (berteriak tolong kepada tim penyelamat/orang dewasa) dengan bantuan guru. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi bahaya air (berteriak tolong dan mencari tim penyelamat/orang dewasa terpercaya) secara mandiri. | Mampu menyebutkan strategi mencari bantuan saat terjadi bahaya air secara mandiri, lengkap dan tegas (berteriak minta tolong sekeras mungkin kepada tim penyelamat kolam/orang dewasa tanpa panik atau terjun sendiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan tindakan mencari bantuan antara cedera luka fisik dan bahaya di air?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam simulasi lisan permainan 'Panggilan Siaga Si Cilik'?
Murid:- Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu terjatuh atau membutuhkan pertolongan di dekat kolam renang?
- Apakah kamu berani berteriak minta tolong kepada petugas jika ada keadaan darurat?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Mengidentifikasi gaya hidup aktif dan sehat melalui kebiasaan menjaga kebersihan serta kesehatan diri
- TP 1.6.2 Menyebutkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan dalam aktivitas jasmani dan kehidupan sehari-hari
- TP 1.6.3 Menunjukkan situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat berada di lingkungan sekitar
- TP 1.6.4 Menyebutkan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi situasi berisiko
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 6 untuk melihat pemahaman murid tentang hidup sehat, situasi berisiko, dan cara mencari bantuan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (memberi tanda centang pada 3 kebiasaan hidup bersih-sehat dari 6 gambar yang tersedia: mencuci tangan pakai sabun, menyikat gigi sebelum tidur, dan memotong kuku rapi [tiga gambar distraktor: jajan sembarangan di tempat kotor, tidur larut malam menonton TV, dan bermain tanah tanpa alas kaki]) serta Bagian B (melingkari 3 situasi berisiko kecelakaan/cedera di lingkungan sekolah dan rumah dari 6 gambar yang tersedia: berlari di tangga licin, memanjat pagar berduri, dan menyeberang jalan tanpa menengok [tiga gambar distraktor: berjalan di trotoar, duduk rapi di kelas, dan bermain bola di lapangan rumput terbuka]) secara tenang dan jelas (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja visual Bagian A dan Bagian B sesuai petunjuk gambar yang telah dijelaskan (40 menit).
- Saat murid menyelesaikan dan mewarnai lembar kerja visual di mejanya masing-masing, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk wawancara lisan terpandu berdurasi 2 menit per anak (total 28 murid) dengan 2 pertanyaan wajib: (1) 'Sebutkan 2 situasi yang berisiko membuat celaka saat beraktivitas jasmani atau di jalan/kolam!' (acuan jawaban: berlari di pinggir kolam renang licin, menyeberang sembarangan, bermain dorong-dorongan saat berolahraga, terjun ke kolam dalam tanpa pelampung) dan (2) 'Jika kamu terluka atau tersesat, kepada siapa kamu mencari bantuan dan bagaimana caranya?' (acuan jawaban: mencari guru/orang tua/penjaga kolam/polisi dan berteriak 'Tolong!' atau mendatangi pos petugas secara langsung) (50 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid yang telah selesai dan memberi kesempatan murid mengungkapkan perasaan mereka setelah menyelesaikan tugas sumatif Bab 6 secara mandiri (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (1 menit).
- Guru merangkum pentingnya terus menerapkan kebiasaan hidup sehat dan selalu waspada terhadap bahaya di lingkungan sekitar, lalu menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar kerja visual dengan kontras gambar yang tegas dan jelas bagi murid yang memerlukan kejelasan visual.
- Proses: Membacakan ulang pertanyaan secara perlahan satu per satu bagi murid yang membutuhkan artikulasi lebih lambat tanpa mengubah isi maupun acuan jawaban pertanyaan lisan.
- Produk: Tuntutan produk asesmen tetap sama untuk seluruh murid, yaitu lembar kerja visual terisi dan tuturan lisan dua butir pertanyaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman simbol centang dan lingkaran sebelum asesmen dimulai (acuan: murid mampu membedakan simbol centang [v] dan lingkaran [o]).
Proses:- Observasi ketertiban dan kemandirian murid saat mengerjakan lembar kerja visual tanpa mencontek pekerjaan teman.
Sumatif Bab:- penugasan visual berbasis gambar serentak dan wawancara lisan terpandu secara bergiliran: lembar kerja bergambar berisi tanda identifikasi perilaku hidup bersih-sehat dan situasi berisiko di lingkungan sekitar, serta tuturan lisan murid dalam menyebutkan risiko aktivitas fisik dan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya
- penugasan lembar kerja gambar serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan bersamaan seluruh kelas dengan memberi tanda centang pada gambar kebiasaan hidup bersih-sehat serta melingkari gambar situasi berisiko cedera di lingkungan sekitar sekolah dan rumah (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan rubrik penskoran identifikasi gambar)
- tanya jawab lisan bergiliran: jawaban lisan setiap murid dinilai 2 menit per anak melalui rotasi ke meja guru saat murid lain mewarnai lembar kerja (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid kelas 1), mencakup penyebutan situasi berisiko di jalan/kolam dan penyebutan sosok dewasa serta cara meminta bantuan (60 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan terstruktur dan lembar cek ketercapaian)
Sumatif:- penugasan visual berbasis gambar serentak dan wawancara lisan terpandu secara bergiliran: lembar kerja bergambar berisi tanda identifikasi perilaku hidup bersih-sehat dan situasi berisiko di lingkungan sekitar, serta tuturan lisan murid dalam menyebutkan risiko aktivitas fisik dan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya
- penugasan lembar kerja gambar serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan bersamaan seluruh kelas dengan memberi tanda centang pada gambar kebiasaan hidup bersih-sehat serta melingkari gambar situasi berisiko cedera di lingkungan sekitar sekolah dan rumah (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan rubrik penskoran identifikasi gambar)
- tanya jawab lisan bergiliran: jawaban lisan setiap murid dinilai 2 menit per anak melalui rotasi ke meja guru saat murid lain mewarnai lembar kerja (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid kelas 1), mencakup penyebutan situasi berisiko di jalan/kolam dan penyebutan sosok dewasa serta cara meminta bantuan (60 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan terstruktur dan lembar cek ketercapaian)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Gaya Hidup Bersih dan Sehat (TP 1.6.1) | Hanya tepat menandai 0-1 gambar kebiasaan hidup bersih-sehat (acuan: mencuci tangan pakai sabun, menyikat gigi sebelum tidur, memotong kuku rapi). | Tepat menandai 2 gambar kebiasaan hidup bersih-sehat (acuan: mencuci tangan pakai sabun, menyikat gigi sebelum tidur, memotong kuku rapi). | Tepat menandai seluruh 3 gambar kebiasaan hidup bersih-sehat secara mandiri (acuan: mencuci tangan pakai sabun, menyikat gigi sebelum tidur, memotong kuku rapi). | Tepat menandai seluruh 3 gambar kebiasaan hidup bersih-sehat secara cepat, mandiri, dan konsisten tanpa keraguan sama sekali (acuan: mencuci tangan pakai sabun, menyikat gigi sebelum tidur, memotong kuku rapi). | | Menunjukkan Situasi Berisiko di Lingkungan Sekitar (TP 1.6.3) | Hanya tepat melingkari 0-1 gambar situasi berisiko keselamatan lingkungan (acuan: berlari di tangga licin, memanjat pagar berduri, menyeberang jalan tanpa menengok). | Tepat melingkari 2 gambar situasi berisiko keselamatan lingkungan (acuan: berlari di tangga licin, memanjat pagar berduri, menyeberang jalan tanpa menengok). | Tepat melingkari seluruh 3 gambar situasi berisiko keselamatan lingkungan secara mandiri (acuan: berlari di tangga licin, memanjat pagar berduri, menyeberang jalan tanpa menengok). | Tepat melingkari seluruh 3 gambar situasi berisiko keselamatan lingkungan secara tepat dan mandiri tanpa bantuan guru (acuan: berlari di tangga licin, memanjat pagar berduri, menyeberang jalan tanpa menengok). | | Menyebutkan Situasi Berisiko Aktivitas Jasmani dan Kehidupan Sehari-hari (TP 1.6.2) | Belum mampu menyebutkan situasi berisiko terhadap kesehatan/keselamatan secara tepat. | Mampu menyebutkan 1 situasi berisiko saat beraktivitas jasmani atau di jalan/kolam (acuan: berlari di pinggir kolam licin, menyeberang sembarangan, bermain dorong-dorongan saat olahraga, terjun ke kolam dalam tanpa pelampung). | Mampu menyebutkan 2 situasi berisiko saat beraktivitas jasmani atau di jalan/kolam secara mandiri (acuan: berlari di pinggir kolam licin, menyeberang sembarangan, bermain dorong-dorongan saat olahraga, terjun ke kolam dalam tanpa pelampung). | Mampu menyebutkan lebih dari 2 situasi berisiko saat beraktivitas jasmani atau di jalan/kolam secara runtut dan mandiri (acuan: berlari di pinggir kolam licin, menyeberang sembarangan, bermain dorong-dorongan saat olahraga, terjun ke kolam dalam tanpa pelampung). | | Menyebutkan Strategi Mencari Bantuan kepada Orang Dewasa Terpercaya (TP 1.6.4) | Belum mampu menyebutkan sosok dewasa terpercaya maupun cara meminta bantuan saat menghadapi bahaya. | Hanya menyebutkan sosok dewasa terpercaya ATAU cara meminta bantuan saja (acuan sosok: guru/orang tua/penjaga kolam/polisi; acuan cara: berteriak tolong / melapor langsung). | Mampu menyebutkan sosok dewasa terpercaya DAN strategi/cara meminta bantuan secara tepat dan mandiri (acuan sosok: guru/orang tua/penjaga kolam/polisi; acuan cara: berteriak tolong / melapor langsung). | Mampu menyebutkan sosok dewasa terpercaya beserta strategi meminta bantuan secara lengkap pada situasi cedera maupun bahaya air dengan runtut (acuan sosok: guru/orang tua/penjaga kolam/polisi; acuan cara: berteriak tolong / melapor langsung). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu wawancara lisan 2 menit per murid berjalan efektif dan tertib?
- Bagian materi mana dalam Bab 6 yang masih memerlukan penguatan bagi sebagian besar murid?
Murid:- Apakah kamu merasa percaya diri saat menjawab pertanyaan guru tentang cara meminta bantuan?
- Apakah kamu sudah tahu apa saja yang harus dihindari agar tubuh tetap aman dan tidak cedera?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021), Bab 6
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI, Bab 6: Sehat dan Aman
- Set kartu gambar aktivitas fisik, kebiasaan mencuci tangan, menyikat gigi, dan istirahat
- Lembar Identifikasi Kebiasaan Sehat bergambar
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI, Bab 6 Sehat dan Aman
- Set kartu gambar situasi aman dan situasi berisiko (lantai licin, memanjat pagar, tali sepatu lepas, stopkontak basah)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab 6)
- Buku Siswa PJOK Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Aktivitas 6.2 Halaman 169-171)
- Set kartu gambar situasi keselamatan di jalan raya dan kolam renang
- Lembar Aktivitas Lingkungan Aman dan stiker penanda merah
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI Bab 6 (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu gambar profesi orang dewasa terpercaya (polisi, satpam, petugas toko/informasi)
- Gambar ilustrasi situasi keramaian (pasar/taman hiburan)
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 6)
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 6)
- Gambar ilustrasi profesi penolong (petugas UKS, dokter, penjaga kolam renang/life guard)
- Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa PJOK SD Kelas I Bab 6 'Sehat dan Aman'
- Lembar kerja visual asesmen sumatif Bab 6
- Instrumen dan pedoman wawancara lisan terstruktur guru
|