Modul AjarBab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 1 Bab 5: Sehat dan Bugar

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 1 untuk Bab 5 "Sehat dan Bugar", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 1 Bab 5: Sehat dan Bugar

PJOK - Kelas 1

Bab 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Sehat dan Bugar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 5 — Sehat dan Bugar
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.5.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas aerobik
  2. TP 1.5.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas kekuatan dan kelincahan
  3. TP 1.5.3 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kebugaran
  4. TP 1.5.4 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran
  5. TP 1.5.5 Mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh
  6. TP 1.5.6 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas kebugaran jasmani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagian kaki mana yang menyentuh tanah saat kita berjalan jinjit melewati lantai yang basah?
  2. Bagaimana gerakan kaki dan napas kita saat berlari kecil mengikuti garis lingkaran di lapangan?
  3. Bagaimana posisi kedua tangan dan kakimu saat menarik beban agar badanmu tidak mudah terjatuh?
  4. Bagaimana rasanya tangan dan lututmu saat berjalan menumpu menirukan binatang seperti buaya atau kepiting?
  5. Bagaimana gerakan kakimu agar bisa melompati rintangan tanpa menyentuhnya?
  6. Mengapa tubuh kita harus cepat mengubah arah saat bergerak melewati rintangan?
  7. Bagaimana cara kita bekerja sama dengan teman agar bisa menyelesaikan lintasan kebugaran bersama-sama?
  8. Mengapa kita perlu ikut bergerak aktif dalam permainan kebugaran bersama kelompok?
  9. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu setelah berolahraga atau banyak bergerak?
  10. Di antara bermain bola di halaman atau tiduran sambil bermain gawai, mana yang membuat tubuhmu sehat dan bugar?
  11. Bagaimana gerakan tubuh kita saat melewati pos rintangan kebugaran bersama teman?
  12. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu setelah selesai bergerak aktif?
  13. Kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan setiap hari agar tubuh tetap sehat dan bugar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental dalam Aktivitas Aerobik Jalan Jinjit dan Lari Berpola — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama di lapangan, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan dinamis sambil mengecek kesiapan fisik: menggerakkan pergelangan kaki, mengangkat tumit, dan berjalan di tempat (7 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta setiap murid mencoba mengangkat tumit dan berjalan jinjit sejauh 3 meter untuk melihat kemampuan menumpu pada ujung kaki (acuan diagnostik: tumit terangkat dari lantai, bertumpu pada ujung kaki depan, dan badan seimbang tidak terjatuh) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan konkret mengenai keterampilan gerak fundamental dalam aktivitas aerobik jalan jinjit (tumit diangkat, tumpuan pada bola kaki/ujung kaki depan, pandangan ke depan) dan lari berpola (langkah pendek berirama mengikuti garis) (10 menit).
  • Murid mengamati dan bersama-sama mencoba menirukan posisi berdiri jinjit di tempat selama hitungan 1 sampai 8, merasakan tumpuan pada ujung kaki dan ketegangan otot betis secara sadar (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan keterampilan jalan jinjit lurus ke depan menempuh jarak 5 meter secara mandiri bergantian di lintasan yang telah disiapkan guru (10 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan jalan jinjit dengan tantangan arah: berjalan jinjit menyamping ke kanan sejauh 3 meter dan menyamping ke kiri sejauh 3 meter (15 menit).
  • Murid mempraktikkan lari berpola melalui permainan menggembirakan 'Jelajah Garis Bangun Datar': murid berlari kecil (joging santai) mengikuti 3 lintasan pola yang digambar di lapangan, yaitu pola lingkaran (keliling 10 meter), pola persegi (sisi 3 meter), dan pola segitiga (sisi 4 meter) tanpa keluar jalur garis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar di bawah pohon/lapangan teduh, meletakkan telapak tangan di dada kiri, merasakan perubahan detak jantung dan ritme napas setelah melakukan jalan jinjit dan lari berpola (10 menit).
  • Guru memandu murid membandingkan secara langsung kemudahan menjaga keseimbangan tubuh saat berjalan jinjit lurus dibandingkan saat berjalan jinjit menyamping dan berlari melengkung pada lingkaran (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan statis untuk meregangkan otot betis, paha, dan pinggang setelah aktivitas aerobik (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa keterampilan gerak murid hari ini serta memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian bergerak (3 menit).
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan mencuci tangan serta merapikan perlengkapan olahraga (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi lebar garis lintasan (garis selebar 20 cm untuk murid yang butuh bantuan keseimbangan dan garis sempit selebar 5 cm untuk murid yang telah stabil).
  • Proses: Bagi murid yang masih sering menjatuhkan tumit saat jinjit, diberikan latihan bertahap dengan jarak lebih pendek (2-3 meter) dengan rentangan tangan untuk menjaga keseimbangan; murid yang sudah terampil diberikan tantangan lintasan zig-zag atau meningkatkan tempo lari berpola.
  • Produk: Unjuk kerja gerakan dinilai dari keberhasilan menjaga posisi jinjit dan ketepatan melintasi pola garis sesuai kemampuan stabilitas gerak masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan gerak jalan jinjit sejauh 3 meter pada tahap pendahuluan (acuan observasi: kedua tumit terangkat penuh dari lantai, tumpuan bertumpu pada ujung kaki depan, dan badan tetap seimbang tanpa jatuh atau langsung menurunkan tumit sebelum garis akhir).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan 3 tugas gerak: (1) Jalan jinjit lurus 5 meter, (2) Jalan jinjit menyamping kanan-kiri masing-masing 3 meter, dan (3) Lari berpola mengikuti garis bangun datar lingkaran, persegi, segitiga. (Acuan ketercapaian: kedua tumit terangkat konsisten selama melangkah dan kaki mendarat tepat mengikuti pola garis).

Akhir Pertemuan:

  • Cek keterampilan di akhir sesi inti: Setiap murid memperagakan kombinasi gerak jalan jinjit lurus 3 meter dilanjutkan lari kecil memutari satu pola lingkaran penuh tanpa keluar dari jalur lintasan (acuan keberhasilan: tumit terangkat saat jinjit dan rute lingkaran terlalui tepat di atas pola).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak fundamental jalan jinjit (lurus dan menyamping) menggunakan lembar ceklis ketercapaian.
  • Observasi unjuk kerja gerak lari berpola (mengikuti garis lingkaran, persegi, dan segitiga) menggunakan rubrik penilaian performa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Jalan Jinjit (Lurus dan Menyamping)Belum mampu mengangkat kedua tumit secara konsisten; tumit langsung menyentuh lantai saat melangkah maju kurang dari 2 meter.Mampu berjalan jinjit lurus sejauh 2-3 meter dengan tumit terangkat, namun masih sering goyah dan belum stabil saat berjalan jinjit menyamping.Mampu mempraktikkan gerak jalan jinjit lurus sejauh 5 meter dan jalan jinjit menyamping kanan-kiri sejauh 3 meter dengan tumit terangkat konsisten dan badan seimbang.Mampu mempraktikkan gerak jalan jinjit lurus 5 meter dan menyamping kanan-kiri secara mandiri dengan langkah stabil, tumit terangkat tinggi secara konsisten sepanjang lintasan tanpa hilang keseimbangan.
Keterampilan Gerak Lari BerpolaBerlari keluar jauh dari lintasan pola bangun datar (lingkaran, persegi, atau segitiga) dan ritme lari terputus-putus.Mampu berlari kecil mengikuti salah satu pola (misal lingkaran), namun sering keluar jalur pada sudut pola persegi atau segitiga.Mampu mempraktikkan lari kecil dengan langkah berirama lancar mengikuti ketiga lintasan pola (lingkaran, persegi, dan segitiga) tepat di atas atau dekat jalur garis.Mampu mempraktikkan lari berpola mengikuti ketiga bentuk bangun datar (lingkaran, persegi, dan segitiga) secara mandiri, berirama stabil, dan tepat menelusuri garis pola tanpa melenceng.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi media lintasan garis bangun datar di lapangan sudah memfasilitasi seluruh murid bergerak aktif dan menggembirakan?
  • Bagian keterampilan gerak mana (jalan jinjit atau lari berpola) yang paling banyak membutuhkan bimbingan keseimbangan bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Bagian tubuh mana yang terasa pegal atau kencang setelah berjalan jinjit tadi?
  • Apakah kamu merasa senang saat berlari kecil berkeliling mengikuti bentuk bangun datar di lapangan?

Pertemuan 2 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental dalam Aktivitas Kekuatan Menarik Beban dan Jalan Menumpu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas kekuatan dan kelincahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan seragam olahraga murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi pergelangan tangan, lengan, bahu, dan tungkai kaki (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik keterampilan gerak dasar kekuatan: meminta setiap murid mencoba satu kali posisi menumpu dengan kedua telapak tangan dan kedua lutut di lantai (posisi merangkak stabil) serta tarikan tangan berpasangan ringan untuk memeriksa kesiapan tumpuan tangan dan posisi kaki (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memeragakan dan menjelaskan 2 bentuk aktivitas gerak kekuatan fundamental: (1) Menarik beban (kardus beralas kain atau ban kecil dengan seutas tali tambang) dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk (kuda-kuda rendah), badan condong sedikit ke belakang, dan kedua tangan menggenggam tali erat; (2) Jalan menumpu menirukan buaya/merangkak bertumpu pada kedua telapak tangan dan ujung kaki/lutut secara bergantian dan terkontrol (15 menit).
  • Murid secara bergiliran mengamati peragaan guru dan menirukan posisi kuda-kuda menarik serta tumpuan tangan di tempat tanpa beban terlebih dahulu dengan arahan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan aktivitas menarik beban: setiap murid menarik beban (kardus berisi buku seberat 2 kg beralas kain licin) sejauh 5 meter menggunakan seutas tali secara bergantian dalam lintasan lurus dengan posisi kuda-kuda kaki kokoh dan tarikan lengan stabil (20 menit).
  • Murid mempraktikkan aktivitas permainan menggembirakan 'Jalan Buaya dan Menarik Kereta Mainan': murid menempuh lintasan 5 meter pertama dengan jalan menumpu tangan-kaki menirukan buaya, lalu di ujung lintasan mengambil tali beban dan menarik beban kembali ke garis start dengan semangat dan gembira (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan murid dalam lingkaran sambil duduk santai dan meminta murid merasakan bagian tubuh mana yang bekerja keras saat menarik beban dan menumpu (otot lengan, bahu, dan tungkai kaki terasa kencang/hangat) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) untuk mengendurkan otot lengan, pergelangan tangan, dan paha disertai pengaturan napas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menarik beban yang aman dan posisi tumpuan tangan yang benar agar tubuh semakin kuat dan bugar, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi berat beban (1 kg untuk murid pemula, 2-3 kg untuk murid yang sudah kuat) dan variasi tumpuan (menumpu dengan lutut dan telapak tangan, atau menumpu dengan ujung kaki dan telapak tangan).
  • Proses: Bagi murid yang masih lemah pada pergelangan tangan, jalan menumpu dilakukan dengan jarak lebih pendek (3 meter) dengan tumpuan lutut beralas matras busa; bagi murid yang kuat, jarak lintasan ditambah menjadi 7 meter secara mandiri.
  • Produk: Unjuk kerja gerak dinilai berdasarkan ketepatan postur tarikan (kuda-kuda kaki dan genggaman lengan) serta kestabilan tumpuan tangan saat bergerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menguji kesiapan gerak tumpuan dan posisi tarikan murid melalui 2 tugas gerak: (1) Menahan tubuh dalam posisi merangkak 4 titik tumpu (kedua telapak tangan dan kedua lutut di matras) selama 5 detik (acuan: telapak tangan menapak penuh di lantai, siku lurus menopang badan, tidak goyah); (2) Posisi kuda-kuda menarik tali tanpa beban selama 5 detik (acuan: satu kaki di depan, lutut sedikit ditekuk, badan condong sedikit ke belakang).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja gerak fundamental kekuatan selama latihan dan permainan (terdiri dari 2 indikator kinerja): (1) Praktik menarik beban sejauh 5 meter: kedua tangan memegang tali erat, kedua kaki membentuk kuda-kuda kokoh, badan condong ke belakang, beban tertarik lancar hingga garis batas tanpa terjatuh; (2) Praktik jalan menumpu sejauh 5 meter: kedua telapak tangan menapak kuat bergantian menopang berat badan ke depan secara seimbang dan terkontrol.

Akhir Pertemuan:

  • Cek penguasaan gerak langsung di akhir latihan: murid memperagakan kembali 1 kali tarikan beban 3 meter dan 3 langkah jalan menumpu buaya; guru memberikan umpan balik langsung mengenai kekuatan tarikan dan keamanan posisi tumpuan tangan (acuan: telapak tangan terbuka menumpu penuh, lengan menarik terkoordinasi dengan langkah kaki).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja langsung saat murid mempraktikkan gerak menarik beban dan gerak jalan menumpu.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Menarik BebanBelum mampu memegang tali dengan kuat dan posisi kaki belum membentuk kuda-kuda sehingga beban belum berhasil ditarik.Mampu memegang tali dan menarik beban sejauh 5 meter tetapi posisi kaki masih sejajar/kaku dan sering kehilangan keseimbangan.Mampu mempraktikkan gerak menarik beban sejauh 5 meter dengan kuda-kuda kaki ditekuk stabil dan tarikan kedua tangan kuat secara mandiri.Mampu mempraktikkan gerak menarik beban sejauh 5 meter dengan kuda-kuda kaki sangat kokoh, posisi badan condong seimbang, dan tarikan tangan konsisten lancar tanpa ragu.
Keterampilan Gerak Jalan MenumpuBelum mampu menopang berat badan pada kedua telapak tangan saat bergerak maju (badan langsung rebah ke lantai).Mampu menumpu pada kedua tangan dan lutut maju 2-3 langkah tetapi tumpuan masih goyah dan sering berhenti.Mampu mempraktikkan gerak jalan menumpu menirukan buaya sejauh 5 meter secara berkelanjutan dengan koordinasi tangan dan kaki yang seimbang.Mampu mempraktikkan gerak jalan menumpu menirukan buaya sejauh 5 meter dengan tumpuan tangan kokoh, langkah stabil, ritme teratur, dan postur tubuh terjaga sempurna.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi alat beban (kardus beralas kain) dan jarak lintasan tumpuan aman dan efektif melatih kekuatan otot murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan kegembiraan seluruh murid saat mengikuti aktivitas menirukan buaya dan menarik kereta beban?

Murid:

  • Apakah tangan dan kakimu terasa kuat saat menarik beban dan berjalan menumpu?
  • Gerakan mana yang paling seru dan menantang untuk kamu lakukan hari ini?

Pertemuan 3 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental dalam Aktivitas Kelincahan Lompat Rintangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas kekuatan dan kelincahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid di lapangan, dan mengondisikan barisan (5 menit).
  • Guru memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas fisik agar pembelajaran berjalan lancar dan aman (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik gerak: setiap murid diminta mempraktikkan 1 kali lompatan ke depan melewati seutas tali karet di tanah setinggi 10 cm dengan tumpuan dua kaki dan mendarat mengeper (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis berkesadaran melalui permainan gerak 'Kelinci dan Ranting': murid melompat-lompat kecil di tempat dan mengubah arah lompatan (maju, mundur, ke samping) sesuai aba-aba peluit guru (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan keterampilan gerak fundamental lompat rintangan: menolak dengan kedua kaki, mengangkat lutut saat melewati rintangan kardus setinggi 15 cm, mendarat dengan kedua lutut mengeper, dan segera berlari berbelok ke samping cone (10 menit).
  • Murid mengamati dan secara bergiliran mencoba gerak dasar melompati 1 rintangan kardus rendah di tempat dengan fokus menjaga keseimbangan tubuh saat mendarat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan keterampilan gerak fundamental kelincahan dalam sirkuit lompat rintangan sederhana: melompati 3 rintangan kardus kecil berurutan (jarak antar-kardus 1 meter) lalu berlari zig-zag melewati 3 buah cone tanpa menyentuh rintangan (20 menit).
  • Murid melakukan tantangan permainan kelincahan menggembirakan 'Lompat Katak Cepat': murid melompat melewati 3 rintangan bilah busa lalu mengubah arah secara cepat mengikuti tanda panah di lantai menuju garis finis (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk merefleksikan gerakan tubuh yang baru dilakukan: mengamati apakah posisi lutut sudah mengeper saat mendarat dan bagaimana tubuh tetap seimbang saat berganti arah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin aktivitas pendinginan (stretching statis) untuk merilekskan otot-otot tungkai dan mengatur pernapasan (5 menit).
  • Guru memberikan cek ketercapaian dan umpan balik atas praktik lompat rintangan yang telah dilakukan murid (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengingatkan murid untuk minum air putih serta mengganti pakaian (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi tinggi rintangan (kardus/bilah busa setinggi 10 cm untuk yang membutuhkan penyesuaian dan setinggi 20 cm untuk yang sudah terampil).
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada posisi tumpuan dan tolakan bagi murid yang ragu-ragu saat melompat, serta memberi jarak rintangan yang lebih rapat bagi murid yang sudah lincah.
  • Produk: Unjuk kerja dinilai berdasarkan ketepatan teknik tolakan, melewati rintangan, dan pendaratan mengeper sesuai kemampuan koordinasi fisik murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji petik gerak diagnostik: murid melompat melewati 1 tali karet setinggi 10 cm. Acuan kriteria: (1) menolak dengan kedua kaki, (2) melompat tanpa menginjak tali, (3) mendarat dengan kedua kaki mengeper.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja gerak kelincahan lompat rintangan: pengamatan terhadap 3 elemen gerak: (1) tolakan kedua kaki saat melompat, (2) melewati 3 kardus rintangan tanpa menyenggol, (3) pendaratan kedua kaki mengeper dan kelincahan mengubah arah lari melewati 3 cone.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan ulang singkat: murid menunjukkan secara mandiri 1 kali gerakan mendarat mengeper setelah melompati rintangan (acuan: lutut ditekuk sedikit/mengeper, badan condong ke depan, tidak terjatuh).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja praktik lompat rintangan dan kelincahan zig-zag selama sirkuit gerak menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Keterampilan Gerak Kelincahan Lompat RintanganBelum mampu menolak dengan kedua kaki dan menyenggol seluruh rintangan saat melompat.Mampu melompat tetapi menolak dengan satu kaki, menyenggol sebagian rintangan, dan mendarat kaku (tidak mengeper).Mampu mempraktikkan lompatan dengan tolakan dua kaki, berhasil melewati 3 rintangan tanpa menyenggol, dan mendarat dengan lutut mengeper secara mandiri.Mampu mempraktikkan lompatan melewati rintangan secara konsisten dengan tolakan mantap, mendarat mengeper sempurna, dan langsung bergerak lincah mengubah arah melewati rintangan berikutnya dengan mulus.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan merasa aman saat mempraktikkan lompat rintangan?
  • Apakah modifikasi ketinggian dan jarak rintangan sudah sesuai dengan rentang kemampuan motorik murid kelas 1?

Murid:

  • Bagian mana yang paling seru saat melompat melewati rintangan tadi?
  • Apakah kakimu terasa mengeper dan tidak sakit saat mendarat di lantai?

Pertemuan 4 — Menerapkan Strategi Kolaborasi dan Berpartisipasi dalam Rangkaian Aktivitas Jasmani Kebugaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.3 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kebugaran
  • TP 1.5.4 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan terpadu berupa permainan 'Ikuti Jejak Pasangan' dalam formasi lingkaran (7 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai strategi kolaborasi sederhana saat bermain kelompok (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan strategi kolaborasi (berbagi tugas memegang simpai bersama dan menyesuaikan kecepatan melangkah dengan teman) dalam rangkaian aktivitas kebugaran (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (masing-masing 3-4 murid) menyimak aturan permainan kebugaran beregu 'Kereta Sehat' yang menuntut kerja sama dan keikutsertaan penuh (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan kolaborasi berpasangan membawa bola kebugaran secara berdampingan tanpa jatuh melewati jalur lurus sepanjang 5 meter (20 menit).
  • Secara beregu, murid berpartisipasi dalam permainan sirkuit kebugaran 'Estafet Simpai Bugar' di mana seluruh anggota kelompok bekerja sama memindahkan simpai bersama melewati seluruh anggota tanpa melepaskan pegangan tangan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan merefleksikan bagaimana pembagian peran dan kerja sama kelompok membantu mereka menyelesaikan aktivitas kebugaran secara seru (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan ringan berpasangan untuk mengendurkan otot (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap penerapan kolaborasi serta keaktifan partisipasi seluruh murid selama sirkuit kebugaran (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan perlengkapan bersama, berdoa bersama, dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan jarak lintasan berpasangan yang lebih dekat (3 meter), sedangkan murid yang lebih mahir mencoba lintasan berkelok sepanjang 7 meter.
  • Proses: Guru memberikan aba-aba hitungan ketukan irama langkah bagi kelompok yang masih kesulitan menyelaraskan gerak.
  • Produk: Partisipasi ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dan penerapan kolaborasi sesuai kapasitas kesiapan motorik masing-masing kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) 'Apa yang harus kamu lakukan jika berjalan berdua memegang satu simpai bersama teman?' (acuan jawaban: berjalan bersama, menyamakan langkah, tidak saling menarik); (2) 'Mengapa kita tidak boleh diam saja saat kelompok kita bermain?' (acuan jawaban: agar permainan selesai, ikut membantu kelompok, tubuh jadi bugar).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid melakukan aktivitas 'Estafet Simpai Bugar' dan 'Membawa Bola Berdampingan' menggunakan lembar ceklis keterlibatan aktif (apakah murid ikut bergerak aktif sepanjang lintasan) dan kolaborasi (apakah murid menyelaraskan langkah dan menjaga kerja sama tim tanpa mendahului/meninggalkan pasangan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 3 murid secara acak untuk menyebutkan 1 hal yang dilakukan saat berkolaborasi membawa simpai bersama teman (acuan jawaban yang diterima: memegang simpai bersama, melangkah bersama, memberi aba-aba berjalan).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja kolaborasi kelompok selama sirkuit kebugaran
  • Lembar observasi partisipasi aktif murid dalam rangkaian aktivitas jasmani kebugaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan strategi kolaborasi dalam aktivitas jasmani kebugaranBelum menerapkan strategi kolaborasi; bergerak sendiri-sendiri tanpa memedulikan rekan pasangan/kelompok.Mulai menerapkan strategi kolaborasi dengan bimbingan dan arahan konstan dari guru saat berpasangan/kelompok.Menerapkan strategi kolaborasi secara konsisten (menyelaraskan langkah, membagi tugas memegang alat) bersama rekan kelompok dengan mandiri.Menerapkan strategi kolaborasi secara konsisten, mandiri, dan mampu menyesuaikan gerak secara responsif mengikuti ritme teman kelompoknya.
Partisipasi dalam aktivitas jasmani kebugaranPasif atau menolak ikut serta dalam rangkaian aktivitas jasmani kebugaran yang dijalankan kelompok.Berpartisipasi dalam sebagian aktivitas kebugaran jasmani setelah dimotivasi dan diarahkan guru.Berpartisipasi aktif dan konsisten mengikuti seluruh rangkaian aktivitas jasmani kebugaran dari awal hingga akhir.Berpartisipasi penuh dengan antusiasme tinggi di setiap pos aktivitas jasmani kebugaran tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk bekerja sama dan terlibat aktif dalam permainan kebugaran?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi kolaborasi gerak berpasangan dan kelompok yang diberikan?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bermain rangkaian kebugaran bersama teman-temanmu hari ini?
  • Bagian mana dari kerja sama kelompok tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Manfaat Aktivitas Jasmani bagi Tubuh dan Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.5 Mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh
  • TP 1.5.6 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama menurut agama masing-masing, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat jempol ke atas jika gambar yang ditunjukkan guru termasuk gaya hidup aktif dan menyehatkan, atau jempol ke bawah jika pasif/kurang sehat; acuan: gambar anak berjalan/bersepeda = jempol atas, gambar anak tiduran sambil main gawai dan makan camilan = jempol bawah (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi manfaat bergerak bagi tubuh serta mengenali kebiasaan hidup aktif dan sehat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid diajak melakukan pemanasan gerak aktif ringan melompat kecil dan jogging di tempat, lalu diajak meletakkan tangan di dada untuk merasakan denyut jantung yang bekerja lebih cepat serta merasakan tubuh yang menjadi lebih hangat dan bugar (10 menit).
  • Guru memperlihatkan 4 kartu gambar aktivitas harian: Kartu 1: Anak bersepeda di luar; Kartu 2: Anak tiduran menonton gawai; Kartu 3: Anak membantu menyapu lantai; Kartu 4: Anak bermain video game berjam-jam di sofa. Murid bersama guru mencermati ciri aktivitas aktif yang menggerakkan tubuh dan aktivitas pasif yang kurang bergerak (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain 'Pojok Bugar'. Guru menyiapkan dua pojok di ruangan: Pojok Hijau (Gaya Hidup Aktif dan Sehat) dan Pojok Merah (Gaya Hidup Pasif/Tidak Sehat). Guru membacakan satu per satu dari 4 situasi aktivitas: (1) Berjalan kaki ke sekolah, (2) Duduk seharian bermain telepon genggam, (3) Bermain petak umpet di lapangan, (4) Menonton televisi sambil rebahan dan malas bergerak. Murid bergerak lari kecil menuju pojok yang tepat (acuan: nomor 1 dan 3 menuju Pojok Hijau; nomor 2 dan 4 menuju Pojok Merah) (15 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja visual 'Pilih dan Pasangkan': Murid mengelompokkan 4 kartu aktivitas: Kartu A (Bermain lompat tali), Kartu B (Tidur-tiduran sepanjang hari), Kartu C (Berjalan santai bersama teman), Kartu D (Duduk diam seharian bermain tablet) ke dalam dua kolom: 'Aktif & Sehat' atau 'Pasif & Malas Bergerak' (acuan: kolom Aktif & Sehat = Kartu A dan C; kolom Pasif = Kartu B dan D) (15 menit).
  • Murid melingkari 3 manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh pada lembar gambar dengan 4 pilihan manfaat: (1) Jantung berdetak sehat dan kuat, (2) Tubuh menjadi cepat sakit dan lemah, (3) Otot menjadi kuat dan bugar, (4) Tubuh tidak mudah lelah dan bersemangat (acuan: manfaat benar yang dilingkari adalah nomor 1, 3, dan 4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak duduk melingkar dan merefleksikan kembali apa yang dirasakan tubuh saat aktif berolahraga dibanding berdiam diri seharian, serta menunjuk stiker ekspresi tubuh bugar (senang/bertenaga) atau tubuh lemas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa banyak bergerak melalui aktivitas jasmani membuat tubuh kuat, bugar, dan sehat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan pesan untuk membatasi bermain gawai dan memperbanyak bermain aktif di rumah, memimpin doa penutup, serta mengucapkan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar aktivitas dengan simbol visual warna (hijau = sehat/aktif, merah = pasif); murid yang sudah cepat memahami diberikan kartu gambar situasi aktivitas yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dengan menunjuk langsung gambar dan mengarahkan respons fisik; murid mandiri dapat langsung memilih dan menempelkan kartu pada kolom yang sesuai secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan menunjuk gambar/mengangkat kartu simbol atau melingkari lembar kerja visual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di pendahuluan: Guru menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak bersepeda di luar) dan Gambar B (anak tiduran menonton gawai sambil makan camilan). Murid diminta mengangkat jempol ke atas jika aktivitas menyehatkan dan jempol ke bawah jika tidak menyehatkan (acuan: Gambar A = jempol ke atas; Gambar B = jempol ke bawah).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan 'Pojok Bugar' dengan 4 situasi: (1) Berjalan kaki ke sekolah, (2) Duduk seharian bermain telepon genggam, (3) Bermain petak umpet di lapangan, (4) Menonton televisi sambil rebahan (acuan kunci: situasi 1 dan 3 = Pojok Hijau/Aktif; situasi 2 dan 4 = Pojok Merah/Pasif).
  • Pemeriksaan lembar kerja visual melingkari manfaat aktivitas jasmani dari 4 pilihan: (1) Jantung sehat dan kuat, (2) Tubuh cepat sakit, (3) Otot kuat dan bugar, (4) Tubuh tidak mudah lelah (acuan kunci: nomor 1, 3, dan 4 dilingkari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau dengan menunjukkan kartu memilih 1 manfaat utama bergerak aktif dari 2 pilihan kartu pernyataan: Kartu X ('Tubuh jadi kuat dan bugar') vs Kartu Y ('Tubuh jadi cepat lemas dan mengantuk') (acuan jawaban benar: Kartu X).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja permainan klasifikasi 'Pojok Bugar' dan pemeriksaan hasil lembar kerja visual 'Pilih dan Pasangkan'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Manfaat Aktivitas Jasmani bagi Tubuh (TP 1.5.5)Belum dapat mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh (belum mampu melingkari pilihan yang tepat dari 3 acuan manfaat: jantung sehat dan kuat, otot kuat dan bugar, tubuh tidak mudah lelah) walau telah dibimbing.Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 acuan manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh (jantung sehat dan kuat, otot kuat dan bugar, tubuh tidak mudah lelah) secara tepat.Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 acuan manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh (jantung sehat dan kuat, otot kuat dan bugar, tubuh tidak mudah lelah) secara tepat.Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) acuan manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh (jantung sehat dan kuat, otot kuat dan bugar, tubuh tidak mudah lelah) secara mandiri dan tepat.
Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat (TP 1.5.6)Belum dapat mengenali gaya hidup aktif dan sehat (hanya mampu mengelompokkan 0-1 dari 4 kartu aktivitas: Bermain lompat tali, Tidur-tiduran sepanjang hari, Berjalan santai bersama teman, Duduk diam bermain tablet).Mampu mengenali gaya hidup aktif dan sehat dengan mengelompokkan 2 dari 4 kartu aktivitas secara tepat sesuai acuan.Mampu mengenali gaya hidup aktif dan sehat dengan mengelompokkan 3 dari 4 kartu aktivitas secara tepat sesuai acuan.Mampu mengenali gaya hidup aktif dan sehat dengan mengelompokkan seluruh (4 dari 4) kartu aktivitas secara tepat dan mandiri (acuan: lompat tali dan berjalan santai = aktif/sehat; tidur-tiduran dan duduk main tablet = pasif/tidak sehat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar dan permainan Pojok Bugar efektif membantu murid kelas 1 membedakan aktivitas fisik aktif dengan kebiasaan pasif?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama mengenali denyut jantung dan rasa bugar pada tubuh mereka sendiri?

Murid:

  • Bagaimana perasaan tubuhmu setelah banyak bergerak dan berolahraga?
  • Aktivitas aktif apa yang ingin kamu lakukan di rumah agar badanmu tetap sehat dan bugar?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas aerobik
  • TP 1.5.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas kekuatan dan kelincahan
  • TP 1.5.3 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kebugaran
  • TP 1.5.4 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran
  • TP 1.5.5 Mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh
  • TP 1.5.6 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan dalam formasi lingkaran, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk mengikuti asesmen sumatif (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis terpadu (memutar sendi, lompat kecil, dan peregangan dinamis) untuk mempersiapkan otot dan denyut jantung (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur penilaian unjuk kerja sirkuit kebugaran jasmani pada 4 pos terpadu, pembagian kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid / 2 pasang per pos), serta aturan keselamatan dan ketertiban giliran (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Asesmen Tugas 1 (Unjuk Kerja Sirkuit Kebugaran): Murid secara bergantian per kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid / 2 pasang) melaksanakan unjuk kerja di 4 pos: Pos 1 (jalan jinjit tumit terangkat sepanjang 5 meter & lari kecil melintasi 3 cone pola segitiga), Pos 2 (menarik tali/beban berpasangan dengan posisi kaki kokoh tanpa berebut tali), Pos 3 (jalan menumpu tangan-kaki/merangkak menumpu sejauh 5 meter), dan Pos 4 (melompat 3 rintangan bilah busa rendah 15 cm dengan tolakan dua kaki dan mendarat mengeper); guru menilai unjuk kerja teknik gerak, kolaborasi berpasangan, dan kemandirian alur pos (60 menit).
  • Pelaksanaan Asesmen Tugas 2 (Tanya Jawab Lisan Terstruktur): Saat aktivitas pendinginan melingkar, setiap murid secara individual menjawab 2 pertanyaan pemantik guru (1 menit per murid x 28 murid = 28 menit): (1) 'Sebutkan 1 perubahan fisik atau manfaat yang kamu rasakan setelah berolahraga tadi!' (Acuan jawaban yang diterima: tubuh terasa hangat, berkeringat, napas lebih kencang/jantung berdetak cepat, badan terasa segar/ringan, otot terasa bekerja); (2) 'Sebutkan 1 contoh kebiasaan bergerak atau olahraga yang bisa kamu lakukan sehari-hari di rumah atau sekolah agar sehat bugar!' (Acuan jawaban yang diterima: jalan kaki ke sekolah, bermain lompat tali sore hari, senam pagi di sekolah, bersepeda, bermain kejar-kejaran/bola bersama teman di luar rumah, membantu menyapu/piket) (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan peregangan statis sambil menata kembali napas secara tenang dan berkesadaran (1 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi menyeluruh atas kejujuran, kerja sama, dan usaha seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian bab Sehat dan Bugar (1 menit).
  • Murid merapikan kembali peralatan bersama-sama, berdoa penutup, dan kembali ke kelas dengan tertib (0 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang memerlukan bantuan koordinasi ruang gerak, guru memberikan aba-aba visual tambahan (tanda garis pembatas cone) tanpa mengubah kompetensi, teknik, jarak, maupun kriteria unjuk kerja yang diukur.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja sirkuit kebugaran jasmani terpadu dan tanya jawab lisan: peragaan teknik gerak berjalan jinjit dan lari kecil berlintasan, menarik beban, jalan menumpu tangan-kaki, melompat rintangan, kerja sama berpasangan, pengelolaan diri menyelesaikan pos mandiri, serta jawaban lisan tentang manfaat gerak dan contoh gaya hidup aktif sehat
  • unjuk kerja sirkuit kebugaran berpasangan: peragaan teknik gerak fundamental pada 4 pos berurutan (pos 1: jalan jinjit tumit terangkat & lari kecil berlintasan segitiga; pos 2: menarik tali/beban berpasangan dengan tumpuan kaki kokoh; pos 3: merangkak/jalan menumpu tangan dan kaki; pos 4: melompat rintangan rendah dengan tolakan dua kaki mendarat mengeper), kerja sama berbagi peran dengan pasangan tanpa berebut, serta kemandirian menyelesaikan seluruh pos sesuai urutan tanpa perlu diarahkan berulang kali; dinilai secara kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid / 2 pasang bergerak serentak di stasiun pos) selama 65 menit (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik gerak fundamental, lembar observasi kolaborasi berpasangan, dan lembar cek kemandirian pengelolaan alur pos)
  • tanya jawab lisan terstruktur saat pendinginan: jawaban lisan setiap murid atas 2 pertanyaan pemantik guru saat pendinginan melingkar (1 menit per murid, 28 murid x 1 menit = 28 menit, menyisakan 12 menit pengondisian/umpan balik kelas): menyebutkan minimal satu perubahan fisik/manfaat setelah bergerak (misal: tubuh hangat, berkeringat, jantung berdetak lebih cepat, badan segar) dan menyebutkan minimal satu contoh kebiasaan beraktivitas jasmani teratur dalam kehidupan sehari-hari (misal: jalan kaki ke sekolah, bermain lompat tali sore hari, senam pagi) (40 menit; individual; instrumen: pedoman pertanyaan lisan dan lembar ceklis respon pemahaman manfaat serta gaya hidup aktif)

Sumatif:

  • unjuk kerja sirkuit kebugaran jasmani terpadu dan tanya jawab lisan: peragaan teknik gerak berjalan jinjit dan lari kecil berlintasan, menarik beban, jalan menumpu tangan-kaki, melompat rintangan, kerja sama berpasangan, pengelolaan diri menyelesaikan pos mandiri, serta jawaban lisan tentang manfaat gerak dan contoh gaya hidup aktif sehat
  • unjuk kerja sirkuit kebugaran berpasangan: peragaan teknik gerak fundamental pada 4 pos berurutan (pos 1: jalan jinjit tumit terangkat & lari kecil berlintasan segitiga; pos 2: menarik tali/beban berpasangan dengan tumpuan kaki kokoh; pos 3: merangkak/jalan menumpu tangan dan kaki; pos 4: melompat rintangan rendah dengan tolakan dua kaki mendarat mengeper), kerja sama berbagi peran dengan pasangan tanpa berebut, serta kemandirian menyelesaikan seluruh pos sesuai urutan tanpa perlu diarahkan berulang kali; dinilai secara kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid / 2 pasang bergerak serentak di stasiun pos) selama 65 menit (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik gerak fundamental, lembar observasi kolaborasi berpasangan, dan lembar cek kemandirian pengelolaan alur pos)
  • tanya jawab lisan terstruktur saat pendinginan: jawaban lisan setiap murid atas 2 pertanyaan pemantik guru saat pendinginan melingkar (1 menit per murid, 28 murid x 1 menit = 28 menit, menyisakan 12 menit pengondisian/umpan balik kelas): menyebutkan minimal satu perubahan fisik/manfaat setelah bergerak (misal: tubuh hangat, berkeringat, jantung berdetak lebih cepat, badan segar) dan menyebutkan minimal satu contoh kebiasaan beraktivitas jasmani teratur dalam kehidupan sehari-hari (misal: jalan kaki ke sekolah, bermain lompat tali sore hari, senam pagi) (40 menit; individual; instrumen: pedoman pertanyaan lisan dan lembar ceklis respon pemahaman manfaat serta gaya hidup aktif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Gerak Aktivitas Aerobik di Pos 1 (TP 1.5.1)Belum mampu mengangkat tumit saat berjalan jinjit dan belum mampu berlari melintasi pola segitiga cone.Mampu berjalan jinjit tetapi tumit sering menyentuh lantai, atau lari berpola segitiga masih keluar dari lintasan cone.Mampu melakukan jalan jinjit dengan tumit terangkat stabil sejauh 5 meter dan lari kecil melintasi 3 cone pola segitiga secara tepat.Mampu melakukan jalan jinjit dengan tumit terangkat tinggi dan seimbang penuh sejauh 5 meter serta lari kecil melintasi 3 cone pola segitiga secara mulus, lincah, dan mandiri.
Teknik Gerak Kekuatan & Kelincahan di Pos 2, 3, dan 4 (TP 1.5.2)Belum mampu mempraktikkan tarikan bertumpu kokoh di Pos 2, jalan menumpu di Pos 3, dan lompat rintangan di Pos 4.Mampu mempraktikkan 1 dari 3 gerakan (tarik beban kaki kokoh, jalan menumpu tangan-kaki sejauh 5 m, lompat rintangan tolakan dua kaki mendarat mengeper) secara tepat.Mampu mempraktikkan 2-3 gerakan di pos kekuatan dan kelincahan (menarik beban dengan tumpuan kokoh, jalan menumpu 5 m, serta melompat 3 rintangan busa 15 cm dengan tolakan dua kaki dan mendarat mengeper) secara tepat.Mampu mempraktikkan seluruh gerakan di Pos 2 (menarik seimbang kokoh), Pos 3 (jalan menumpu koordinatif), dan Pos 4 (lompat tolakan 2 kaki mendarat mengeper sempurna) secara konsisten dan mandiri.
Strategi Kolaborasi Berpasangan & Partisipasi Kebugaran (TP 1.5.3 & TP 1.5.4)Belum berpartisipasi aktif dalam sirkuit dan berebut alat/peran saat aktivitas berpasangan di pos.Berpartisipasi dalam sirkuit namun sesekali masih berebut atau memerlukan pengingat guru untuk berbagi peran dengan pasangan di pos.Berpartisipasi aktif menyelesaikan seluruh pos sirkuit dan menerapkan kolaborasi berbagi peran dengan pasangan secara tertib tanpa berebut.Berpartisipasi penuh dengan antusias dan konsisten berkolaborasi secara kompak, adil berbagi giliran peran dengan pasangan sepanjang sirkuit.
Mengidentifikasi Manfaat Aktivitas Jasmani (TP 1.5.5)Belum mampu menyebutkan perubahan fisik atau manfaat aktivitas jasmani bagi tubuh saat ditanya.Menyebutkan respon fisik namun tidak sesuai konteks perubahan tubuh setelah bergerak.Mampu menyebutkan minimal 1 perubahan fisik/manfaat setelah bergerak sesuai acuan (tubuh hangat, berkeringat, napas/detak jantung lebih cepat, badan segar/ringan, atau otot bekerja).Mampu menyebutkan 2 atau lebih perubahan fisik/manfaat setelah bergerak sesuai acuan dengan tepat dan yakin.
Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat (TP 1.5.6)Belum mampu menyebutkan contoh kebiasaan beraktivitas jasmani dalam kehidupan sehari-hari.Menyebutkan kegiatan pasif yang tidak tergolong kebiasaan aktif fisik (misal: tidur, menonton tv).Mampu menyebutkan minimal 1 contoh kebiasaan beraktivitas jasmani sehari-hari sesuai acuan (jalan kaki ke sekolah, main lompat tali, senam pagi, bersepeda, lari/main bola di luar rumah, membantu menyapu/piket).Mampu menyebutkan 2 atau lebih contoh kebiasaan aktivitas jasmani sehari-hari sesuai acuan dengan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu sirkuit unjuk kerja dan tanya jawab lisan terstruktur berjalan tertib dan mencukupi untuk seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian keterampilan gerak fundamental murid kelas 1 dalam memadukan kekuatan, kelincahan, dan aerobik?
  • Apakah murid sudah mampu mengaitkan gerak jasmani dengan perubahan rasa di tubuhnya dan kebiasaan hidup aktif?

Murid:

  • Pos gerakan mana yang paling kamu sukai saat sirkuit tadi?
  • Bagaimana perasaan tubuhmu setelah selesai berolahraga hari ini?
  • Kegiatan aktif apa yang ingin kamu lakukan di rumah nanti sore agar tubuhmu bugar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2021, Bab 5: Sehat dan Bugar).
  2. Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2021, Aktivitas 5.1).
  3. Kapur lapangan / lakban pembatas garis / cone pembentuk bangun datar.
  4. Peluit dan stopwatch.
  5. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5: Sehat dan Bugar)
  6. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (Aktivitas Kekuatan)
  7. Peralatan: Tali tambang plastik halus (panjang 2-3 meter), kardus beban beralas kain, matras senam, peluit, dan cone/penanda lintasan.
  8. Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD/MI Kemendikbudristek RI 2021
  9. Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI Kemendikbudristek RI 2021 (Bab 5: Sehat dan Bugar)
  10. Peralatan: Kardus bekas/kotak busa rendah (tinggi 10-15 cm), cone/kerucut plastik, peluit, matras/lapangan terbuka yang rata.
  11. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2024)
  12. Buku Siswa PJOK Kelas I (Kemendikbudristek 2024)
  13. Simpai rotan/plastik (sejumlah kelompok)
  14. Bola spons/kebugaran
  15. Peluit dan kerucut marka (cone)
  16. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2024)
  17. Set kartu gambar aktivitas harian (bersepeda, bermain bola, bermain gawai, menonton TV)
  18. Penanda Pojok Bugar (kertas/simbol warna merah dan hijau)
  19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2024. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I.
  20. Buku Siswa PJOK Kelas 1 Bab 5 'Sehat dan Bugar'.
  21. Cone/corong pembatas lintasan segitiga (3 buah).
  22. Tali tambang/tali penarik beban berpasangan.
  23. Bilah busa rintangan rendah tinggi 15 cm (3 buah).
  24. Peluit, stopwatch, dan lembar observasi penilaian unjuk kerja.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.