MODUL AJAR PJOK — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bergiliran Secara Adil dalam Permainan Engklek INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bergiliran Secara Adil dalam Permainan Engklek |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempraktikkan perilaku bergiliran secara adil dan menghargai lawan dalam permainan engklek bersama kelompok
- Murid dapat mempraktikkan keterampilan gerak fundamental (melompat dengan satu kaki) dalam permainan engklek
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah pernah ada temanmu yang tidak sabar menunggu giliran saat bermain? Bagaimana perasaanmu?
- Bagaimana cara kita menentukan siapa yang bermain lebih dulu agar adil untuk semua teman?
- Apa yang akan terjadi jika kita tidak bergiliran dengan adil saat bermain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan fisik murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah bermain engklek? Bagaimana cara kalian menentukan siapa yang bermain duluan?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: bergiliran secara adil dan melompat dengan satu kaki dalam permainan engklek
- Guru melakukan pemanasan dengan gerakan peregangan kaki dan melompat di tempat secara bersama-sama
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan arena permainan engklek yang telah disiapkan (8 kotak dengan gambar gunung) dan menjelaskan aturan mainnya
- Guru mendemonstrasikan cara bermain engklek: melempar gaco, melompat dengan satu kaki melewati kotak yang ada gaco, dan mengambil gaco saat kembali
- Guru memperkenalkan 4 cara menentukan giliran secara adil: hom pim pa, batu gunting kertas, suit gajah semut manusia, dan melempar dadu
- Murid mempraktikkan cara-cara menentukan giliran bersama teman sebangku
- Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Mengapa kita perlu menentukan giliran dengan cara yang adil? Bagaimana perasaanmu jika tidak mendapat giliran?'
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang
- Setiap kelompok menentukan urutan giliran bermain menggunakan hom pim pa atau cara lain yang disepakati
- Murid bermain engklek secara bergiliran dalam kelompoknya, mempraktikkan melompat dengan satu kaki dan menjaga keseimbangan
- Guru berkeliling memberi bimbingan, mengamati perilaku bergiliran, dan memberikan umpan balik positif kepada kelompok yang bermain dengan adil
- Murid yang menunggu giliran memberikan dukungan kepada temannya yang sedang bermain dengan tepuk tangan
- Setiap anggota kelompok mendapat kesempatan bermain minimal 2 putaran
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengumpulkan murid dan meminta mereka duduk melingkar
- Guru memfasilitasi diskusi kelompok dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat menunggu giliran? Apakah teman-temanmu bermain dengan adil?'
- Murid menceritakan pengalaman mereka saat bermain engklek dan apa yang mereka rasakan
- Guru membimbing murid mengidentifikasi perilaku positif yang muncul: sabar menunggu, menghargai lawan, dan menaati aturan
- Murid menyimpulkan bersama pentingnya bergiliran secara adil agar semua teman merasa senang dan dihargai
Penutup:- Guru melakukan pendinginan dengan gerakan peregangan dan mengatur napas
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan cara-cara menentukan giliran yang adil
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap sportif, sabar, dan menghargai teman
- Murid melakukan refleksi diri dengan mengangkat tangan: 'Siapa yang hari ini sudah bergiliran dengan adil dan menghargai temannya?'
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah mahir dapat bermain engklek dengan pola yang lebih kompleks (kotak ganda). Murid yang masih kesulitan dapat bermain di arena engklek yang lebih sederhana (6 kotak) dengan jarak lebih pendek.
- Proses: Murid yang kesulitan melompat dengan satu kaki dapat didampingi guru secara khusus dan diberi latihan tambahan melompat sambil berpegangan. Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya untuk membantu temannya.
- Produk: Murid yang mahir dapat mendemonstrasikan cara bermain engklek di depan kelas. Murid yang masih belajar dapat menunjukkan pemahaman melalui menceritakan cara bergiliran yang adil secara lisan.
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman murid bermain engklek atau permainan bergiliran lainnya
- Observasi kemampuan awal murid dalam melompat dengan satu kaki saat pemanasan
Proses:- Observasi sikap bergiliran secara adil selama bermain (sabar menunggu, tidak memaksa, menerima urutan yang disepakati)
- Observasi keterampilan gerak melompat dengan satu kaki (keseimbangan, koordinasi, ketepatan mendarat)
- Catatan anekdot tentang perilaku positif atau yang perlu diperbaiki
Akhir:- Tanya jawab lisan tentang cara-cara menentukan giliran secara adil
- Penilaian praktik bermain engklek menggunakan rubrik
- Refleksi diri murid tentang perilaku yang telah ditunjukkan selama pembelajaran
Formatif:- Observasi guru selama proses bermain engklek: perilaku bergiliran, kesabaran menunggu, dan penghargaan terhadap lawan
- Penilaian keterampilan melompat dengan satu kaki menggunakan checklist sederhana
Sumatif:- Penilaian praktik bermain engklek secara menyeluruh menggunakan rubrik holistik
- Refleksi lisan murid tentang pengalaman bermain secara adil
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perilaku Bergiliran Secara Adil | Murid tidak mau menunggu giliran, memaksa untuk bermain lebih dulu, atau tidak menerima hasil penentuan giliran | Murid mulai mau menunggu giliran tetapi masih sering mengeluh atau tidak sabar, perlu diingatkan guru berkali-kali | Murid mau menunggu giliran dengan sabar, menerima hasil penentuan giliran, dan sesekali masih perlu diingatkan | Murid dengan sabar menunggu giliran, menerima hasil penentuan giliran dengan lapang dada, dan mendukung teman yang sedang bermain | | Menghargai Lawan | Murid mengejek, menertawakan, atau bersikap tidak sopan kepada lawan yang melakukan kesalahan | Murid mulai menahan diri untuk tidak mengejek tetapi belum menunjukkan dukungan kepada lawan | Murid tidak mengejek lawan dan kadang memberikan dukungan seperti tepuk tangan | Murid menunjukkan sikap menghargai lawan dengan memberikan dukungan, tepuk tangan, dan kata-kata positif | | Keterampilan Melompat dengan Satu Kaki | Murid belum mampu melompat dengan satu kaki atau selalu menggunakan dua kaki untuk menopang tubuh | Murid dapat melompat dengan satu kaki untuk 1-2 kotak tetapi sering kehilangan keseimbangan atau menggunakan kaki lain | Murid dapat melompat dengan satu kaki hingga 3-5 kotak dengan keseimbangan cukup baik, sesekali kehilangan keseimbangan | Murid dapat melompat dengan satu kaki di semua kotak dengan keseimbangan baik, koordinasi tepat, dan mendarat dengan stabil |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid sudah memahami pentingnya bergiliran secara adil? Indikator apa yang muncul?
- Kendala apa yang muncul saat pembelajaran dan bagaimana saya mengatasinya?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan pembelajaran agar lebih bermakna dan menggembirakan di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu saat bermain engklek hari ini?
- Apakah kamu sudah bergiliran dengan adil dan menghargai temanmu? Ceritakan!
- Apa yang paling sulit saat bermain engklek? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Apa yang akan kamu lakukan agar lebih baik saat bermain dengan teman-teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 1 Kurikulum Merdeka halaman 117-122
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas 1 Kurikulum Merdeka halaman 150-152
- Arena permainan engklek (8 kotak dengan gambar gunung) yang digambar di lantai atau halaman
- Gaco (pecahan genteng, batu pipih, atau penggaris)
- Peluit untuk mengatur permainan
- Dadu (opsional untuk penentuan giliran)
- Lembar observasi dan catatan anekdot untuk guru
|