MODUL AJAR PJOK — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 4 — Bermain Bersama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Bermain Bersama |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.4.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani permainan sederhana
- TP 1.4.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani beregu
- TP 1.4.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak permainan beregu
- TP 1.4.4 Berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani permainan bersama
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa dalam permainan menjaga balon kita tidak boleh membiarkan balon jatuh ke lantai?
- Apa yang sebaiknya kita lakukan bila balon teman atau kelompok kita terjatuh saat bermain?
- Apa yang harus kita lakukan jika ada satu keranjang bola tetapi semua anak ingin bermain?
- Bagaimana cara kita menentukan siapa yang maju duluan agar semua teman merasa adil?
- Apa yang terjadi jika semua anak dalam regu ingin berdiri di barisan paling depan saat bermain estafet simpai?
- Bagaimana cara regumu membagi tugas agar simpai bisa berpindah dari anak pertama sampai anak terakhir tanpa terputus?
- Bagaimana posisi tubuh dan ayunan tangan saat kita berlari kencang ke depan?
- Bagaimana cara menekuk lutut saat melompat dan mendarat agar tidak terjatuh saat bermain bersama regu?
- Bagaimana rasanya ketika kita ikut bergerak aktif bersama teman dalam permainan?
- Mengapa kita perlu ikut berpartisipasi dan bergerak bersama saat bermain naga balon?
- Bagaimana cara regumu mengatur giliran agar semua teman dapat bermain dengan tertib?
- Mengapa kita harus berlari dan melompat rintangan sesuai aturan saat bermain bersama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menaati Peraturan Permainan Sederhana Menjaga Balon untuk Menumbuhkan Fair Play — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani permainan sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran dan kesiapan fisik murid, serta memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis ringan dalam formasi lingkaran agar otot siap beraktivitas (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar menaati peraturan permainan sederhana menjaga balon demi mewujudkan fair play (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan 2 contoh perilaku bermain: (1) 'Doni sengaja menahan balon di lantai agar tidak direbut teman'; (2) 'Siti memukul balon ke atas secara bergantian dan mengakui saat balon menyentuh lantai'. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika taat aturan atau jempol ke bawah jika melanggar (acuan: nomor 1 jempol ke bawah/melanggar; nomor 2 jempol ke atas/taat aturan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan cerita bergambar singkat 'Menaati Aturan Wasit dan Permainan' dari Buku Guru dan Buku Siswa mengenai pentingnya mengikuti aturan saat bermain balon (10 menit).
- Guru bersama murid menyepakati 2 aturan utama dalam permainan Menjaga Balon: (1) Balon harus tetap melayang di udara dan tidak boleh menyentuh lantai; (2) Setiap murid memukul balon ke atas secara bergantian dengan tangan tanpa menahannya (prinsip: Bermakna) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak dan berdiri melingkar di area permainan yang telah dibatasi kerucut/garis (5 menit).
- Murid mempraktikkan permainan 'Menjaga Balon di Udara' kelompok: menjaga balon tetap melayang dengan memukul ke atas secara bergantian dan tidak membiarkan balon menyentuh lantai sesuai 2 aturan yang telah disepakati bersama (prinsip: Menggembirakan) (15 menit).
- Guru memberikan tantangan ronde kedua: setiap kelompok menghitung berapa kali pukulan bergiliran yang berhasil dilakukan tanpa melanggar aturan; jika balon menyentuh lantai, murid dengan jujur menghentikan hitungan dan memulai kembali servis balon dari awal (prinsip: Berkesadaran) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok berkumpul duduk melingkar, lalu memeriksa diri apakah tim mereka berhasil menaati 2 aturan permainan: memukul bergantian dan mengakui dengan jujur saat balon terjatuh ke lantai tanpa menyalahkan teman (prinsip: Berkesadaran) (10 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan berupa peregangan ringan dan mengatur napas perlahan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap perilaku fair play yang ditunjukkan murid selama permainan menjaga balon serta mengapresiasi kejujuran kelompok yang mengakui pelanggaran aturan (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan merapikan peralatan balon bersama-sama dan berdoa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan balon berukuran lebih besar yang melayang lebih lambat, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan balon standar.
- Proses: Murid yang belum terbiasa bergiliran didampingi guru dengan aba-aba hitungan ketukan, sedangkan kelompok yang mandiri bermain dengan hitungan mandiri.
- Produk: Tercapainya kepatuhan terhadap 2 aturan menjaga balon yang ditunjukkan melalui perilaku bermain nyata di lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 contoh perilaku bermain: (1) 'Doni sengaja menahan balon di lantai agar tidak direbut teman'; (2) 'Siti memukul balon ke atas secara bergantian dan mengakui saat balon menyentuh lantai'. Murid diminta memberi tanda jempol ke atas jika taat aturan atau jempol ke bawah jika melanggar. Kriteria/acuan: nomor (1) jempol ke bawah (melanggar aturan); nomor (2) jempol ke atas (menaati aturan/fair play).
Proses:- Pengamatan langsung perilaku murid selama permainan Menjaga Balon dengan 2 indikator: (1) Memukul balon secara bergiliran tanpa merebut giliran teman; (2) Bersikap jujur mengakui dan menghentikan putaran saat balon menyentuh lantai atau keluar batas area permainan.
Akhir Pertemuan:- Cek refleksi diri singkat di akhir sesi: murid menyebutkan ya/tidak secara lisan atau gestur terhadap 2 butir pernyataan: (1) 'Saya memukul balon bergantian dengan teman satu kelompok'; (2) 'Saya jujur mengakui saat balon kelompok saya jatuh ke lantai'.
Formatif:- Observasi unjuk kerja perilaku menaati peraturan (memukul bergiliran dan mengakui saat balon jatuh ke lantai) selama permainan Menjaga Balon
- Lembar periksa diri (self-check) sederhana tentang kejujuran menaati aturan bermain
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menaati peraturan permainan menjaga balon untuk menumbuhkan fair play | Belum menaati 2 aturan permainan (masih sering memukul terus-menerus tanpa bergantian dan tidak mengakui saat balon jatuh ke lantai) meski telah diingatkan guru. | Mulai menaati 1 dari 2 aturan permainan (misalnya bersedia memukul bergantian, namun masih enggan mengakui saat balon menyentuh lantai) dengan bimbingan dan pengingat dari guru. | Menaati kedua aturan permainan secara konsisten (memukul balon secara bergantian dan dengan jujur mengakui saat balon jatuh ke lantai) dengan sedikit arahan. | Menaati kedua aturan permainan secara konsisten dan mandiri sepanjang permainan serta spontan bersikap jujur dan tenang saat balon terjatuh tanpa menyalahkan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ukuran balon dan pembatasan area bermain efektif membantu murid kelas 1 memahami pentingnya menaati aturan?
- Bagaimana respons murid saat balon kelompoknya jatuh ke lantai, apakah sikap fair play dan kejujuran sudah mulai terlihat?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain menjaga balon bersama teman-teman?
- Apakah kamu dan kelompokmu tadi bermain jujur dan mengikuti aturan permainan?
Pertemuan 2 — Menaati Peraturan dan Menentukan Giliran secara Adil dalam Permainan Bola Keranjang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani permainan sederhana
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa singkat, dan melakukan presensi kehadiran (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan dinamis ringan menirukan gerakan melempar bola dan melompat sambil bernyanyi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik perilaku menaati giliran dengan meminta murid berdiri berpasangan lalu melakukan suit batu-gunting-kertas sebanyak 1 kali; guru mengecek apakah murid yang kalah langsung menerima hasil dan memberikan kesempatan pertama kepada yang menang tanpa protes (acuan perilaku tepat: murid yang kalah suit menerima giliran kedua secara sukarela, murid yang menang mengambil giliran pertama) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan aturan permainan Bola Keranjang: murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 anak), menentukan urutan giliran mengambil bola menggunakan suit batu-gunting-kertas/hompimpa, dan wajib berdiri di belakang garis pembatas saat menunggu giliran (10 menit).
- Guru membimbing murid menyepakati 3 aturan fair play permainan: (1) menentukan urutan dengan suit/hompimpa secara jujur, (2) hanya mengambil 1 bola saat gilirannya tiba, dan (3) menunggu di belakang garis antrean tanpa menyerobot (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil mempraktikkan penentuan giliran menggunakan suit batu-gunting-kertas secara jujur untuk menetapkan pemain ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 (10 menit).
- Setiap kelompok memainkan permainan Bola Keranjang: pemain sesuai urutan berlari dari garis batas sejauh 5 meter, mengambil 1 bola warna-warni dari keranjang, lalu membawanya kembali ke pos kelompok, sementara anggota lain tertib menunggu di belakang garis antrean (15 menit).
- Kelompok melakukan putaran kedua dengan tantangan baru: murid yang selesai mengambil bola kembali ke barisan belakang dan melakukan tos sebagai tanda pergantian giliran secara adil tanpa berebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid duduk melingkar untuk merefleksikan kepatuhan aturan: murid memeriksa apakah tadi kelompoknya mematuhi giliran hasil suit dan tidak menyerobot barisan (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung atas sikap fair play dan kepatuhan aturan yang ditunjukkan oleh tiap kelompok selama permainan (5 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan statis sambil mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menaati aturan dan bergiliran secara adil agar permainan terasa menyenangkan bagi semua (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengarahkan murid merapikan peralatan keranjang serta bola (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan opsi cara penentuan giliran: suit batu-gunting-kertas untuk berpasangan atau hompimpa untuk kelompok kecil.
- Proses: Bagi murid yang masih tergesa-gesa menyerobot antrean, guru memberikan tanda tapak kaki di lantai sebagai penanda fisik posisi antre; bagi murid yang sudah tertib mandiri, diberikan jarak lintasan lari yang sedikit lebih panjang.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti kepatuhan yang sama: menaati urutan giliran hasil suit tanpa menyerobot antrean.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Simulasi suit 1 kali berpasangan sebelum bermain untuk melihat penerimaan urutan: murid melakukan suit batu-gunting-kertas; kriteria: murid yang kalah menerima giliran kedua tanpa protes, murid yang menang mengambil giliran pertama (acuan: menang = giliran 1, kalah = giliran 2; keduanya mematuhi hasil kesepakatan tanpa berselisih).
Proses:- Lembar observasi kepatuhan aturan Bola Keranjang yang mencatat 3 indikator: (1) menentukan urutan dengan suit/hompimpa secara jujur, (2) menunggu di belakang garis tanpa menyerobot, dan (3) hanya mengambil 1 bola saat gilirannya (acuan ketepatan: murid mematuhi ketiga aturan permainan secara konsisten selama giliran bermain berlangsung).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: guru menanyakan 'Apa yang harus kamu lakukan jika temanmu menang suit saat menentukan giliran main?' (acuan jawaban benar: membiarkan teman bermain lebih dulu / menunggu giliran berikutnya dengan tertib di belakang garis).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kepatuhan menaati aturan bergiliran adil (menggunakan lembar ceklis observasi saat bermain Bola Keranjang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menaati aturan bergiliran secara adil | Belum mampu menaati urutan giliran, menyerobot antrean, atau menolak hasil suit meskipun sudah diarahkan guru. | Mampu menaati urutan giliran dan menerima hasil suit, namun masih perlu diingatkan guru untuk tidak melangkah mendahului garis antrean. | Menaati seluruh aturan bergiliran (menerima hasil suit, menunggu di belakang garis, mengambil bola sesuai giliran) secara tertib dengan sedikit arahan. | Menaati seluruh aturan bergiliran secara mandiri dan konsisten sepanjang permainan tanpa perlu diingatkan guru sama sekali. | | Menaati aturan batasan permainan (fair play) | Belum menaati batasan bermain (misalnya mengambil lebih dari 1 bola atau berlari sebelum giliran tiba). | Menaati batasan bermain mengambil 1 bola tetapi sesekali masih memulai lari sebelum menerima tanda giliran. | Menaati batasan bermain dengan hanya mengambil 1 bola dan mulai berlari tepat saat gilirannya tiba sesuai aturan. | Menaati seluruh batasan bermain secara konsisten, jujur, dan tertib pada setiap putaran permainan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode penentuan giliran dengan suit batu-gunting-kertas efektif mencegah perselisihan antar-murid?
- Bagaimana respons murid yang kalah suit, apakah mereka dapat menunggu giliran dengan tertib di belakang garis pembatas?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menunggu giliran bermain di belakang garis?
- Apakah kamu dan teman-temanmu sudah bermain sesuai urutan giliran yang disepakati?
Pertemuan 3 — Menerapkan Strategi Kolaborasi Pembagian Peran dalam Aktivitas Estafet Simpai Beregu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani beregu
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan dalam formasi lingkaran, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis peregangan tubuh (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menerapkan strategi kolaborasi melalui pembagian peran dalam permainan estafet simpai beregu (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid merespons skenario bergambar: 'Jika regumu memiliki 4 anggota untuk estafet simpai, apa yang harus disepakati sebelum mulai?' (acuan jawaban: menyepakati urutan posisi berdiri dari anak ke-1 sampai ke-4 dan menjalankan tugas memegang/meloloskan simpai sesuai posisinya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi pemindahan simpai beregu yang diperagakan oleh 4 orang model murid bersama guru, di mana tangan bergandengan dan simpai digeser melewati tubuh secara berurutan (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terarah tentang 3 peran dalam regu estafet simpai: (1) Pelari/Pemberi awal yang meloloskan simpai pertama, (2) Penghubung tengah yang menerima lalu meneruskan simpai ke teman sebelahnya tanpa melepas pegangan tangan, dan (3) Penerima akhir yang menuntaskan simpai sampai batas akhir (acuan pemahaman peran: murid menyebutkan peran awal, tengah, dan akhir) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam regu yang beranggotakan 4 orang. Setiap regu berdiskusi menentukan pembagian perannya secara adil: menentukan siapa posisi 1 (awal), posisi 2 dan 3 (tengah), serta posisi 4 (akhir) (10 menit).
- Setiap regu mempraktikkan simulasi kolaborasi memindahkan 1 buah simpai secara estafet dalam barisan bergandengan tangan, menguji apakah peran yang dibagi dijalankan dengan tepat tanpa melepaskan tautan tangan (15 menit).
- Tantangan Beregu 'Estafet Simpai Ceria': Setiap regu bertanding memindahkan 2 simpai secara beruntun dari posisi awal hingga posisi akhir. Murid menerapkan strategi kolaborasi dengan menjaga kekompakan saat simpai melewati kepala, badan, dan kaki masing-masing anggota sesuai peran posisinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap regu duduk melingkar dan mengevaluasi pelaksanaan kolaborasi mereka: apakah setiap anggota menjalankan perannya, bagian mana simpai sempat tersangkut, dan bagaimana kesepakatan peran membantu regu menyelesaikan permainan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan relaksasi bersama seluruh regu (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir dan umpan balik lisan mengenai penerapan strategi kolaborasi pembagian peran beregu yang telah dipraktikkan (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup, mengingatkan bahwa bab bermain bersama masih akan berlanjut ke pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk regu yang membutuhkan panduan, diberikan penanda visual berupa gelang warna berbeda untuk menandai posisi 1 (merah-awal), 2-3 (kuning-tengah), dan 4 (hijau-akhir). Regu yang mahir menyepakati peran secara verbal mandiri.
- Proses: Regu yang masih canggung memindahkan simpai diberi kesempatan berlatih dengan simpai berdiameter lebih besar dan jarak berdiri lebih dekat. Regu yang sudah sangat kompak diberikan tantangan memindahkan 2 simpai berukuran standar secara beruntun.
- Produk: Semua regu menunjukkan unjuk kerja kolaborasi pembagian peran posisi 1-4; regu mahir dapat melakukan rotasi peran secara mandiri untuk putaran kedua.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai kesiapan murid berkolaborasi: Guru memberikan skenario lisan bergambar 'Jika regumu memiliki 4 anggota untuk estafet simpai, apa yang harus disepakati sebelum mulai?' (Kriteria acuan: Murid menjawab perlunya berbagi urutan posisi 1 sampai 4 dan menyepakati tugas masing-masing agar simpai tidak terhenti).
Proses:- Lembar observasi keterlibatan kolaborasi selama aktivitas inti estafet simpai. Indikator yang diamati: (1) Menyepakati pembagian peran (posisi awal, tengah, atau akhir) bersama anggota regu; (2) Menjalankan peran posisi yang telah disepakati tanpa meninggalkan tugas; (3) Meneruskan simpai secara terkoordinasi kepada anggota regu berikutnya tanpa melepas tautan tangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa tanya jawab reflektif terbimbing: 'Sebutkan 3 posisi peran yang regumu sepakati dan apa tugas masing-masing saat simpai lewat?' (Acuan penerimaan: Murid mampu menyebutkan minimal 2 dari 3 peran secara tepat, yaitu peran awal memasukkan simpai, peran tengah meneruskan simpai, atau peran akhir menuntaskan simpai).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kolaborasi regu dalam menyepakati dan menjalankan peran pada estafet simpai
- Tanya jawab lisan pemahaman pembagian peran kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Strategi Kolaborasi Pembagian Peran dalam Aktivitas Jasmani Beregu | Belum mampu menyepakati peran dalam regu dan belum menjalankan tugas memindahkan simpai sesuai posisi regu. | Mampu menyepakati peran posisi dalam regu dengan bantuan arahan guru, tetapi masih ragu menjalankan tugas posisinya saat simpai berpindah. | Mampu menyepakati dan menjalankan peran posisinya (awal, tengah, atau akhir) secara mandiri serta memindahkan simpai estafet secara terkoordinasi bersama regu. | Mampu menyepakati dan menjalankan peran posisinya secara konsisten, mampu beradaptasi berganti peran posisi pada putaran berikutnya, serta menjaga koordinasi estafet simpai tanpa terputus secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pembagian peran dan praktik estafet simpai sudah memberi ruang kolaborasi yang seimbang bagi semua anggota kelompok?
- Apakah murid kelas 1 memahami secara operasional arti pembagian peran di posisi awal, tengah, dan akhir dalam permainan beregu?
Murid:- Apa tugas yang kamu dapatkan dalam regumu saat bermain estafet simpai tadi?
- Bagaimana perasaanmu ketika regumu berhasil memindahkan simpai bersama-sama dari awal sampai akhir?
Pertemuan 4 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Berlari dan Melompat dalam Permainan Beregu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak permainan beregu
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membariskan murid di lapangan secara tertib, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan keterampilan gerak fundamental berlari dan melompat dalam lintasan permainan beregu (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis menirukan gerak hewan melompat dan berlari untuk menyiapkan otot tungkai dan persendian tubuh (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta setiap murid bergantian melakukan lari lurus 5 meter dan melompati satu garis pembatas di tanah, lalu mengelompokkan kesiapan gerak murid berdasarkan acuan teknik (badan condong saat lari, tolakan dua kaki saat lompat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan teknik gerak fundamental berlari (badan condong ke depan, langkah kaki cepat bergantian, lengan diayun selaras irama langkah) dan gerak melompat (kedua lutut ditekuk sedikit, menolak dengan kaki ke depan, mendarat mengeper dengan kedua kaki ditekuk) di hadapan murid (10 menit).
- Murid secara mandiri mengamati dan menirukan gerak dasar lari di tempat dilanjutkan ayunan lengan serta latihan melompat di tempat dengan pendaratan lutut mengeper berulang kali di pos masing-masing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam 4 regu seimbang dan menjelaskan alur permainan beregu 'Estafet Lari Lompat Rintangan' yang menggunakan lintasan berjarak 10 meter berisi 3 kardus rintangan rendah (tinggi 15 cm) (5 menit).
- Setiap murid dalam regu secara bergiliran mempraktikkan keterampilan berlari sejauh 5 meter, melompati 3 kardus berturut-turut dengan tolakan dan pendaratan kaki yang tepat, berlari memutar patok penanda, lalu menepuk telapak tangan anggota regu berikutnya untuk melanjutkan giliran (15 menit).
- Murid melakukan putaran kedua permainan beregu dengan variasi jarak rintangan yang sedikit berbeda, mempraktikkan kembali kombinasi lari cepat dan lompatan tanpa menyentuh kardus secara bergembira dan penuh semangat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh regu dalam lingkaran teduh, memandu murid melakukan teknik pernapasan menenangkan diri, dan menanyakan bagaimana tubuh mereka bergerak saat berpindah dari berlari ke melompat rintangan (acuan refleksi gerak: lutut harus ditekuk saat mendarat agar seimbang dan tidak jatuh) (10 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan peregangan otot kaki dan lengan bersama-sama di lapangan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas unjuk kerja gerak fundamental lari dan lompat beregu yang telah dipraktikkan murid (5 menit).
- Guru mengajak murid merapikan peralatan kardus dan patok kerucut secara tertib, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kardus rintangan dengan dua tingkat ketinggian: kardus tipis 10 cm untuk murid yang masih ragu melompat, dan kardus standar 15-20 cm untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Bagi murid yang masih kaku mendarat, guru memberikan panduan langsung dengan tanda garis pendaratan di lantai; bagi murid yang sudah lincah, diberikan tantangan lintasan dengan jarak antar-rintangan yang lebih rapat.
- Produk: Unjuk kerja dinilai berdasarkan ketepatan pola gerak fundamental (badan condong saat lari, tolakan kuat, pendaratan mengeper) sesuai kemampuan anatomis tubuh masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja singkat: Murid diminta berlari 5 meter lalu melompati 1 garis pembatas di tanah. Kriteria/acuan pemeriksaan: (1) Berlari: badan condong ke depan dan kaki melangkah bergantian cepat; (2) Melompat: tolakan kaki ke depan dan mendarat dengan kedua kaki ditekuk mengeper. Murid yang memenuhi 2 acuan masuk kelompok mandiri; yang memenuhi < 2 acuan didampingi pada latihan peragaan awal.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat permainan beregu 'Estafet Lari Lompat Rintangan': Guru mencatat ketercapaian 3 indikator gerak: (1) Ayunan lengan dan kecondongan badan saat berlari kencang menuju rintangan; (2) Tolakan kaki ke depan-atas saat melewati rintangan kardus; (3) Pendaratan kedua kaki dengan lutut ditekuk (mengeper) dan menjaga keseimbangan tubuh tanpa terjatuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan singkat pada akhir sesi: Murid secara bergiliran menunjukkan kembali 1 kali kombinasi gerak lari 3 langkah dilanjutkan 1 lompatan mendarat mengeper di hadapan guru (acuan: tolakan kaki mengangkat tubuh ke atas dan kedua lutut menekuk saat mendarat stabil).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak fundamental berlari (kecondongan badan dan ayunan lengan) dan melompat (tolakan kaki dan pendaratan mengeper) saat permainan beregu berlangsung menggunakan lembar ceklis amatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Berlari dalam Permainan Beregu | Belum mampu mempertahankan kecondongan badan dan ayunan lengan saat berlari dalam lintasan permainan beregu. | Mampu berlari dengan kecondongan badan yang cukup, tetapi ayunan lengan masih kaku dan langkah belum berirama konstan. | Mampu mempraktikkan gerak berlari dengan badan condong ke depan dan ayunan lengan yang selaras dengan langkah kaki secara konsisten. | Mampu mempraktikkan gerak berlari dengan kecepatan penuh, badan condong ke depan, serta koordinasi langkah dan ayunan lengan yang sangat lincah dan stabil. | | Keterampilan Gerak Melompat dan Mendarat dalam Permainan Beregu | Belum mampu menolak melewati rintangan dan mendarat kaku atau kehilangan keseimbangan saat bermain beregu. | Mampu menolak melewati rintangan kardus, namun pendaratan kaki masih sering bertumpu lurus tanpa menekuk lutut. | Mampu melakukan tolakan kaki melompati rintangan dan mendarat dengan kedua kaki ditekuk (mengeper) secara seimbang dalam alur permainan beregu. | Mampu melakukan tolakan melompat yang kuat melewati seluruh rintangan secara mulus serta mendarat mengeper dengan keseimbangan sempurna tanpa jeda ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ketinggian dan jarak kardus rintangan sudah aman dan sesuai dengan kemampuan fisik seluruh murid Fase A?
- Bagaimana keterlibatan aktif setiap murid saat menunggu dan menjalankan giliran lari-lompat dalam regunya?
Murid:- Bagian gerakan mana yang paling menyenangkan, saat berlari cepat atau saat melompati kardus?
- Apakah kamu menekuk kedua lututmu seperti per pegas saat mendarat di tanah tadi?
Pertemuan 5 — Berpartisipasi secara Mandiri dalam Aktivitas Jasmani Permainan Naga Balon Bersama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.4 Berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani permainan bersama
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan pakaian olahraga murid rapi serta aman (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang menyenangkan lewat gerakan menirukan liukan ekor naga secara bersama-sama (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan partisipasi murid melalui pertanyaan lisan: 'Siapa yang siap bergerak aktif dan berjalan bersama teman membawa balon tanpa berhenti di tengah jalan?' Murid merespons dengan acungan tangan dan langkah maju mandiri ke barisan (acuan: murid yang langsung maju menunjukkan kesiapan mandiri tinggi, murid yang ragu/diam membutuhkan pendampingan awal) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan cara berpartisipasi dalam permainan naga balon, yaitu berbaris berbanjar 3-4 anak dan menjepit balon di antara dada serta punggung tanpa memegangnya dengan tangan sambil bergerak maju (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya menjaga keterlibatan dan keaktifan bergerak dari garis awal hingga garis batas akhir permainan bersama tanpa memisahkan diri (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak, lalu secara aktif mempraktikkan permainan naga balon menempuh lintasan lurus sepanjang 10 meter (15 menit).
- Murid melakukan tantangan permainan naga balon putaran kedua dengan variasi lintasan yang sedikit berbelok secara bergembira dan menjaga keikutsertaannya dalam barisan hingga garis selesai (15 menit).
- Murid mengulang aktivitas permainan naga balon putaran ketiga secara mandiri dan antusias tanpa bergantung pada dorongan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan melakukan pendinginan ringan sambil merasakan denyut nadi dan perubahan tubuh setelah berpartisipasi aktif bergerak (5 menit).
- Murid mengungkapkan secara bergiliran mengenai keterlibatannya: apakah merasa senang dapat berpartisipasi penuh bergerak bersama teman dari awal sampai akhir permainan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan manfaat berpartisipasi aktif dalam permainan bersama bagi kebugaran tubuh (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keaktifan dan partisipasinya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran balon yang bervariasi (balon besar untuk kelompok yang memerlukan bidang jepit lebih luas, balon standar untuk kelompok yang siap).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan bermain dalam barisan 2-3 orang dengan jarak tempuh lebih pendek (5 meter), sedangkan murid yang mandiri bermain dalam kelompok 4 orang menempuh jarak penuh (10 meter).
- Produk: Tingkat keterlibatan murid dalam menyelesaikan lintasan permainan naga balon bersama (jarak pendek dengan pendampingan vs jarak penuh secara mandiri).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang siap ikut bergerak bersama kelompok membawa balon sampai garis akhir?' (Acuan kesiapan: Murid yang merespons cepat dan siap berbaris aktif dikelompokkan siap mandiri; murid yang ragu atau pasif diberi motivasi dan scaffolding pada barisan depan).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan jasmani murid selama permainan naga balon: mengamati apakah murid aktif bergerak bersama kelompok dari garis awal hingga garis akhir tanpa berhenti di tengah jalan atau menarik diri dari aktivitas (acuan: keaktifan fisik mengikuti langkah kelompok sepanjang lintasan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi partisipasi akhir sesi: murid menunjukkan gestur jempol ke atas jika mampu berpartisipasi penuh tanpa berhenti, atau jempol ke samping jika sempat berhenti/membutuhkan jeda (acuan: konfirmasi guru berdasarkan catatan keikutsertaan murid dalam 3 putaran permainan).
Formatif:- Observasi lembar amatan partisipasi aktif murid selama permainan naga balon bersama
- Cek partisipasi mandiri pada penutupan sesi aktivitas jasmani
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Permainan Bersama | Hanya diam atau tidak ikut bergerak bersama kelompok dalam permainan naga balon meskipun telah dibimbing guru. | Mulai ikut bergerak bersama kelompok dalam permainan naga balon, tetapi masih sering berhenti di tengah lintasan dan memerlukan dorongan guru. | Berpartisipasi aktif bergerak bersama kelompok menempuh lintasan permainan naga balon dari awal hingga akhir dengan arahan sesekali. | Berpartisipasi secara aktif dan mandiri bergerak bersama kelompok menyelesaikan seluruh putaran permainan naga balon dari awal hingga akhir tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif bergerak dalam permainan naga balon bersama?
- Bagaimana pengelolaan jarak lintasan dan jumlah anggota kelompok agar setiap anak terlibat penuh secara jasmani?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ikut bergerak bersama teman membawa balon sampai garis akhir?
- Bagian mana dari permainan naga balon yang paling membuat tubuhmu bersemangat bergerak?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani permainan sederhana
- TP 1.4.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani beregu
- TP 1.4.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak permainan beregu
- TP 1.4.4 Berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani permainan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen di lapangan dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran seluruh murid (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis sederhana yang berfokus pada peregangan tungkai kaki serta pergelangan tangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penjelasan alur dan aturan Asesmen Sumatif Bab 4: murid akan dibagi menjadi 4 regu bermain untuk menyelesaikan tantangan estafet gerak beregu (berlari memindahkan bola spons dan melompat rintangan tali setinggi 15 cm) sambil diamati keteraturan aturan dan kerja sama regunya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 Unjuk Kerja Gerak Beregu (TP 3): Murid dalam 4 regu secara serentak mempraktikkan keterampilan gerak fundamental berlari lurus sejauh 10 meter, melompat rintangan tali rendah (15 cm) dengan tolakan dua kaki mendarat seimbang, serta memindahkan bola spons ke keranjang sasaran secara bergiliran; guru mengamati dan mencatat unjuk kerja gerak menggunakan rubrik gerak fundamental (40 menit).
- Tugas 2 Observasi Perilaku dan Keterlibatan Bermain Bersama (TP 1, TP 2, TP 4): Murid memainkan rangkaian permainan estafet bola lanjutan beregu di mana guru mengobservasi perilaku kepatuhan pada garis batas start/pergantian giliran (fair play), penerapan pembagian peran/giliran dalam regu (kolaborasi), serta kemandirian berpartisipasi aktif menyelesaikan permainan dari awal hingga akhir tanpa dorongan berlebih dari guru (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru duduk melingkar untuk merefleksikan jalannya penilaian sumatif: murid memeriksa sendiri apakah tadi mereka mematuhi garis pembatas dan saling bergantian dengan adil (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan otot lengan dan tungkai serta mengatur napas relaksasi (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas sportivitas dan kejujuran semua regu selama asesmen, merangkum pencapaian Bab 4, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: tinggi rintangan tali dan keranjang bola dapat disesuaikan bagi murid dengan keterbatasan fisik ringan tanpa mengubah kompetensi gerak melompat dan berlari.
- Proses: Pemberian instruksi visual atau demonstrasi ulang lintasan bagi murid yang memerlukan kejelasan visual sebelum asesmen dimulai.
- Produk: Standar pembuktian kinerja gerak dan lembar observasi perilaku tetap sama dan objektif bagi seluruh murid sesuai rubrik acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan fisik dan pemahaman lintasan gerak: Guru menanyakan kesiapan anggota regu dan meminta seorang perwakilan menunjukkan garis batas start serta arah lintasan lari estafet (acuan kesiapan: murid mengenali garis batas start dan urutan arah lari ke keranjang sasaran).
Proses:- Pengamatan langsung dan pencatatan lembar observasi guru terhadap unjuk kerja gerak lari-lompat serta perilaku taat giliran saat asesmen sumatif berlangsung.
Sumatif Bab:- unjuk kerja dan observasi permainan beregu: kinerja gerak fundamental, kepatuhan aturan fair play, strategi kolaborasi tim, dan inisiatif keterlibatan mandiri dalam rangkaian permainan beregu
- unjuk kerja gerak beregu: kinerja ketepatan pola gerak dan koordinasi keterampilan gerak fundamental (berlari memindahkan benda dan melompat rintangan tali rendah) saat permainan estafet beregu yang dimainkan 4 kelompok secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak fundamental (kriteria: ketepatan pola lari, koordinasi tolakan melompat, dan kelancaran gerak memindahkan benda))
- observasi perilaku dan keterlibatan bermain bersama: catatan perilaku kepatuhan pada garis batas/giliran (fair play), tindakan pembagian giliran dan kerja sama anggota regu, serta inisiatif keterlibatan mandiri murid mengikuti aktivitas permainan dari awal hingga akhir tanpa dorongan berlebih guru (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi perilaku permainan (indikator: taat aturan permainan, berbagi peran dengan teman satu regu, dan kemandirian berpartisipasi aktif))
Sumatif:- unjuk kerja dan observasi permainan beregu: kinerja gerak fundamental, kepatuhan aturan fair play, strategi kolaborasi tim, dan inisiatif keterlibatan mandiri dalam rangkaian permainan beregu
- unjuk kerja gerak beregu: kinerja ketepatan pola gerak dan koordinasi keterampilan gerak fundamental (berlari memindahkan benda dan melompat rintangan tali rendah) saat permainan estafet beregu yang dimainkan 4 kelompok secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak fundamental (kriteria: ketepatan pola lari, koordinasi tolakan melompat, dan kelancaran gerak memindahkan benda))
- observasi perilaku dan keterlibatan bermain bersama: catatan perilaku kepatuhan pada garis batas/giliran (fair play), tindakan pembagian giliran dan kerja sama anggota regu, serta inisiatif keterlibatan mandiri murid mengikuti aktivitas permainan dari awal hingga akhir tanpa dorongan berlebih guru (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi perilaku permainan (indikator: taat aturan permainan, berbagi peran dengan teman satu regu, dan kemandirian berpartisipasi aktif))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Fundamental (TP 1.4.3: Berlari dan Melompat Rintangan Rendah) | Belum mampu berlari lurus pada lintasan dan ragu menolak saat melompati tali rintangan rendah sehingga rintangan sering tersenggol. | Mampu berlari lurus namun pendaratan saat melompati tali rintangan rendah belum seimbang (sering goyah/jatuh). | Mampu mempraktikkan pola gerak lari lurus dengan lancar dan melompati tali rintangan rendah dengan tolakan serta pendaratan seimbang secara konsisten. | Mampu mempraktikkan keterampilan lari cepat dengan koordinasi langkah yang tepat, melompati tali rintangan secara mulus dan terkontrol penuh, serta memindahkan bola ke keranjang tanpa menjatuhkannya. | | Menaati Peraturan Permainan/Fair Play (TP 1.4.1: Tertib Garis Batas dan Giliran) | Sering melanggar batas garis start atau mendahului giliran teman meski telah berulang kali diingatkan guru. | Menaati garis batas start dan menunggu giliran hanya saat berada dalam pengawasan langsung guru. | Konsisten menaati batas garis start, berdiri di barisan giliran secara adil, dan tidak mencuri start sepanjang permainan. | Secara mandiri dan konsisten selalu taat aturan garis batas serta giliran bermain, serta bersikap jujur dan sportif tanpa perlu diingatkan guru. | | Menerapkan Strategi Kolaborasi Beregu (TP 1.4.2: Pembagian Peran dan Kerja Sama Regu) | Belum mau bekerja sama atau enggan menerima urutan giliran bermain yang telah disepakati regu. | Menerima giliran dalam regu namun membutuhkan bantuan guru untuk mengatur urutan dan operan bermain. | Mampu menerapkan giliran dan berbagi peran dalam regu secara teratur sehingga alur estafet berjalan tertib. | Menerapkan kolaborasi beregu secara kompak, saling menyemangati teman dalam pergantian giliran dengan sangat rapi dan tertib. | | Partisipasi Aktif Mandiri (TP 1.4.4: Inisiatif Keterlibatan Bermain Bersama) | Pasif atau sering meninggalkan barisan regu dan memerlukan dorongan berulang dari guru untuk ikut bermain. | Berpartisipasi dalam aktivitas permainan bersama namun sesekali berhenti atau menunggu aba-aba khusus dari guru. | Berpartisipasi secara aktif dan mandiri mengikuti seluruh rangkaian permainan bersama dari awal hingga akhir tanpa dorongan berlebih guru. | Berpartisipasi secara antusias, mandiri, dan konsisten bergerak aktif menjaga ketertiban regunya dari awal hingga permainan selesai. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kriteria unjuk kerja gerak fundamental dan lembar observasi perilaku dapat diamati secara objektif pada setiap murid?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam mempraktikkan fair play dan kolaborasi beregu pada situasi penilaian nyata?
Murid:- Bagian mana dari permainan estafet tadi yang paling berhasil kamu lakukan bersama teman regumu?
- Apakah kamu tadi sudah tertib menunggu giliran di belakang garis batas?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021), Bab 4: Bermain Bersama
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021), Bab 4: Bermain Bersama
- Balon tiup warna-warni sejumlah kelompok murid
- Kerucut pembatas (cone) atau tali rafia penanda batas area permainan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD (Kemendikbudristek, Bab 4: Bermain Bersama)
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD (Kemendikbudristek, Bab 4: Bermain Bersama)
- Keranjang plastik / wadah bola
- Bola plastik kecil warna-warni
- Tali pembatas atau corong (cone) penanda garis antrean
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 4
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I, Bab 4 Bermain Bersama, Aktivitas 4.3 (Estafet Simpai)
- Peralatan: Simpai (hula hoop) plastik sejumlah regu, peluit, penanda lintasan (cone)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 2 dan Bab 4).
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas I SD/MI Kemendikbudristek 2021.
- Kardus rintangan rendah (tinggi 10–15 cm) sebanyak 12 buah.
- Kerucut penanda (cone) sebanyak 8 buah dan peluit peluit penanda waktu.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa PJOK Kelas I Bab 4: Bermain Bersama
- Balon karet dan pembatas/kerucut (cone) lintasan
- Peluit dan stopwatch/pengukur waktu lapangan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD (Kemendikbudristek 2021/2022)
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD
- Peralatan: bola spons/bola plastik kecil, keranjang bola/kardus sasaran, tali rintangan rendah (tinggi 15 cm), cone/pembatas lintasan, peluit, dan stopwatch
|