MODUL AJAR PJOK — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 3 — Bergerak Menggunakan Benda INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Bergerak Menggunakan Benda |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 1.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental menendang dan menggiring menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 1.3.3 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
- TP 1.3.4 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagian tubuh mana yang kita gunakan untuk melempar dan menangkap bola?
- Bagaimana posisi kedua tanganmu agar bola yang dilempar teman tidak jatuh ke tanah?
- Bagaimana caramu mengarahkan lemparan agar bola bisa mengenai sasaran yang sedang bergerak?
- Mengapa tangan dan pandangan mata kita harus selalu bersiap mengikuti arah datangnya bola saat menangkap?
- Bagian kaki mana yang kamu gunakan saat menendang bola agar bolanya menggelinding lurus ke depan?
- Bagaimana caramu menjaga bola agar tetap dekat dengan kaki saat berjalan atau berlari ke depan?
- Bagaimana caramu mengarahkan bola dengan kaki agar bisa melewati rintangan tanpa menabrak?
- Mengapa kita harus bergantian dan mengikuti aturan saat bermain menggiring dan menendang bola?
- Mengapa saat bermain estafet memindahkan bola kita harus menunggu giliran dan tidak boleh mendahului garis?
- Apa yang terjadi pada kelompok kita jika ada satu teman yang memegang bola sendiri tanpa mau berbagi ke teman di depannya?
- Bagaimana cara kita melempar dan menangkap atau menendang dan menggiring bola dengan tepat saat bermain bersama teman?
- Mengapa kita harus tertib menunggu giliran dan bekerja sama dengan teman satu regu agar permainan berjalan lancar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Melempar dan Menangkap Bola secara Berpasangan di Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap bola secara berpasangan di tempat (3 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, lengan, pergelangan tangan, dan tungkai (7 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: setiap murid secara mandiri melambungkan bola plastik berukuran sedang ke atas setinggi kepala lalu berusaha menangkapnya kembali sebanyak 3 kali percobaan di tempat; guru mengamati kesiapan koordinasi mata-tangan murid (acuan: menangkap bola menggunakan kedua tangan tanpa terjatuh minimal 2 dari 3 percobaan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan 2 teknik melempar bola besar/sedang di tempat: (1) lemparan lurus mendatar dari depan dada dengan mendorong kedua lengan ke depan, dan (2) lemparan melambung dengan mengayunkan kedua lengan dari atas kepala ke arah depan (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan 2 teknik menangkap bola besar/sedang di tempat: (1) menangkap bola lurus mendatar dengan membuka kedua telapak tangan merapat membentuk mangkuk di depan dada, dan (2) menangkap bola melambung dengan mengangkat kedua tangan terbuka di atas depan wajah menyongsong bola (5 menit).
- Murid melakukan gerakan tiruan melempar dan menangkap bola di tempat tanpa menggunakan bola (shadow movement) mengikuti aba-aba hitungan guru secara berulang dengan penuh kesadaran posisi tangan dan pandangan mata ke arah datangnya sasaran (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan berhadapan pada jarak awal 2 meter di tempat; secara bergantian mempraktikkan 5 kali lemparan lurus dari depan dada dan menangkap bola berpasangan menggunakan kedua tangan di depan dada (15 menit).
- Murid berpasangan tetap di tempat mempraktikkan 5 kali lemparan melambung dari atas kepala dan menangkap bola melambung menggunakan kedua tangan menyongsong bola di atas dada/depan wajah (15 menit).
- Tantangan Menyenangkan 'Estafet Tangkap Beruntun': secara berpasangan di tempat pada jarak 2-3 meter, pasangan murid melakukan kombinasi lempar-tangkap bola (pilihan lemparan lurus atau melambung) dan menghitung berapa kali tangkapan berhasil berturut-turut tanpa bola menyentuh tanah dalam waktu yang ditentukan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar di lapangan, guru meminta murid mengecek bagian tubuh mana yang paling berperan saat mengarahkan bola ke pasangan dan saat menahan laju bola agar tidak terjatuh (5 menit).
- Murid secara bergantian menyampaikan gerakan mana yang terasa paling mudah dikuasai di tempat (lemparan lurus atau lemparan melambung) serta kendala yang dialami saat menangkap bola dari pasangan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan (pelemasan otot lengan, pundak, dan kaki) sambil mengatur napas berirama (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap praktik melempar dan menangkap bola berpasangan di tempat yang telah dilakukan seluruh murid (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (melempar dan menangkap ke sasaran bergerak), memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran dan tekstur bola yang bervariasi: bola spons/plastik berukuran besar yang ringan dan mudah digenggam untuk pemula, serta bola karet standar untuk yang sudah siap.
- Proses: Menyesuaikan jarak lempar-tangkap di tempat: pasangan yang masih kesulitan menangkap dapat berdiri berhadapan pada jarak 1,5 meter; pasangan yang sudah terampil dapat berdiri berhadapan pada jarak 3 meter.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mempraktikkan lempar-tangkap lurus di tempat dengan fokus tangkapan bola dada; murid yang lebih mahir mempraktikkan variasi lemparan lurus dan melambung secara bergantian dengan target tangkapan bersih tanpa bola jatuh berturut-turut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja mandiri di pendahuluan: Setiap murid melambungkan bola plastik/spons ke atas setinggi kepala dan berusaha menangkapnya dengan kedua tangan di tempat sebanyak 3 kali percobaan. Kriteria kesiapan: menguasai koordinasi bila berhasil menangkap minimal 2 dari 3 percobaan tanpa bola jatuh ke tanah (acuan: percobaan 1 tangkap, percobaan 2 tangkap, percobaan 3 tangkap; minimal 2 sukses).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan di tempat pada tahap Mengaplikasi dengan acuan ketercapaian: (1) Melempar lurus: posisi awal bola di depan dada, kedua lengan mendorong lurus ke arah dada pasangan; (2) Melempar melambung: ayunan kedua lengan dari atas kepala ke arah depan melengkung; (3) Menangkap bola lurus: kedua tangan terbuka menyambut bola di depan dada dan mengunci bola; (4) Menangkap bola melambung: kedua tangan menyongsong bola di atas depan dada/wajah dengan jari-jari terbuka. Dinilai berdasarkan keberhasilan melakukan minimal 3 dari 5 lemparan tepat sasaran dan 3 dari 5 tangkapan berhasil tanpa bola jatuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan singkat pada tahap penutup: Guru menguji 3 murid acak untuk memperagakan sikap tangan saat menyambut bola lurus (acuan benar: kedua telapak tangan terbuka menghadap ke depan sejajar dada) dan sikap tangan saat menyambut bola melambung (acuan benar: kedua tangan terbuka di atas depan dada/wajah menyongsong arah datangnya bola).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: unjuk kerja melambungkan dan menangkap bola mandiri di tempat 3 kali.
- Asesmen formatif proses: lembar observasi unjuk kerja gerak fundamental melempar (lurus dan melambung) dan menangkap bola secara berpasangan di tempat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Melempar Bola di Tempat | Belum mampu mengarahkan lemparan lurus maupun melambung ke arah pasangan; bola terlepas tanpa dorongan/ayunan lengan yang terarah (kurang dari 2 lemparan sampai ke arah pasangan dari 5 percobaan). | Mampu melakukan lemparan lurus atau melambung tetapi dorongan lengan belum konsisten sehingga bola sering meleset atau jatuh sebelum mencapai pasangan (2 sampai 3 lemparan tepat mengarah ke pasangan dari 5 percobaan). | Mampu mempraktikkan keterampilan melempar bola secara lurus dan melambung dengan dorongan/ayunan lengan yang terarah ke pasangan di tempat secara konsisten (4 lemparan tepat mengarah ke pasangan dari 5 percobaan). | Mampu mempraktikkan keterampilan melempar bola lurus dan melambung di tempat dengan dorongan lengan yang sangat stabil, tepat ke arah dada/tangan pasangan pada seluruh (5 dari 5) percobaan secara mandiri. | | Keterampilan Gerak Menangkap Bola di Tempat | Belum mampu menyongsong bola dengan kedua tangan; bola selalu memantul lepas atau jatuh ke tanah (kurang dari 2 tangkapan berhasil dari 5 percobaan). | Mampu menyambut bola dengan kedua tangan tetapi pegangan belum kuat sehingga bola sering terlepas setelah menyentuh telapak tangan (2 sampai 3 tangkapan berhasil dari 5 percobaan). | Mampu mempraktikkan keterampilan menangkap bola lurus dan melambung menggunakan kedua tangan di tempat secara konsisten tanpa bola terjatuh (4 tangkapan berhasil dari 5 percobaan). | Mampu mempraktikkan keterampilan menangkap bola lurus dan melambung di tempat dengan kedua tangan secara luwes, tepat menyongsong bola, dan menguasai bola sepenuhnya pada seluruh (5 dari 5) percobaan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit memadai untuk memberikan kesempatan latihan lempar-tangkap yang merata bagi seluruh pasangan murid?
- Apakah modifikasi ukuran bola dan penyesuaian jarak membantu murid yang mengalami kesulitan menangkap bola di tempat?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat berhasil menangkap bola lemparan temanmu tanpa jatuh?
- Bagian mana yang paling menantang: melempar bola lurus atau menangkap bola yang melambung tinggi?
Pertemuan 2 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Melempar dan Menangkap Bola ke Sasaran Bergerak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan dalam barisan bersaf, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik serta seragam olahraga murid (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kelenturan persendian bahu, pergelangan tangan, serta kelincahan langkah kaki (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan lempar tangkap bola dengan situasi sasaran yang bergerak, lalu mengaitkannya dengan pembelajaran sebelumnya (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: guru menggelindingkan 1 bola besar secara perlahan melintasi garis selebar 3 meter, lalu meminta tiap murid secara bergiliran melempar bola kecil untuk mengenai bola besar yang menggelinding tersebut sebanyak 1 kali (acuan observasi: ayunan lengan terarah dan bola terlepas mengarah ke jalur lintasan sasaran) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan gerak fundamental melempar bola ke sasaran yang bergerak (mengayun lengan dari samping/atas dengan memperkirakan arah gerak sasaran) dan menangkap bola saat bergerak berpindah tempat (mengejar laju bola, membuka kedua telapak tangan menyongsong bola, lalu menariknya ke arah dada) (10 menit).
- Murid secara mandiri menirukan gerak tanpa bola (shadow movement) berupa ayunan lengan melempar serta membuka dan menutup kedua telapak tangan menyongsong bola sambil bergerak melangkah ke kanan dan ke kiri sebanyak 5 kali pengulangan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Latihan 1: Murid berpasangan dalam jarak 3 meter; satu murid bergerak berjalan perlahan ke samping kiri/kanan sebagai sasaran bergerak, sementara pasangannya mempraktikkan lemparan bola besar mendatar ke arah dada pasangannya, dan murid sasaran menangkap bola tersebut menggunakan kedua tangan (dilakukan bergantian sebanyak 8 kali lempar-tangkap tiap pasangan) (10 menit).
- Latihan 2 (Permainan Menggembirakan 'Kereta Bola Melintas'): Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 anak); satu anak membawa kardus/keranjang terbuka sambil berjalan pelan membentuk garis lurus bolak-balik, sementara anak lainnya berbaris berjarak 3 meter melempar bola kecil secara bergantian untuk memasukkan bola ke dalam wadah berjalan tersebut, lalu bergantian peran pembawa wadah (15 menit).
- Latihan 3: Murid berpasangan mempraktikkan lempar tangkap bola sambil bergerak maju perlahan sejauh 10 meter (melempar bola lambung sedang dan menangkap bola sebelum jatuh ke tanah) sebanyak 3 kali putaran bolak-balik (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar di tepi lapangan, mempraktikkan kembali posisi siap kedua tangan saat menangkap bola yang bergerak datang, lalu merasakan bagian tubuh (bahu, lengan, dan tungkai) yang paling aktif bergerak selama aktivitas (10 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan berupa pelemasan otot lengan, pinggang, dan tungkai disertai pengaturan napas teratur (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pengamatan langsung: guru meminta 4 murid peraga menunjukkan gerak melempar bola tepat ke arah teman yang sedang melangkah dan teman tersebut menangkapnya dengan kedua tangan, lalu guru memberikan umpan balik korektif (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan aktivitas gerak murid, mengingatkan murid minum air putih untuk menjaga kesehatan tubuh, memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola bervariasi (bola besar berbahan spon empuk/plastik untuk murid yang memerlukan adaptasi kontrol tangkapan, dan bola tenis/bola kecil plastik untuk murid yang telah mahir).
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, jarak lemparan diatur lebih dekat (1,5 - 2 meter) dan kecepatan gerak sasaran diperlambat (berjalan santai). Bagi murid yang cepat menguasai gerak, jarak ditingkatkan menjadi 4 meter dan kecepatan gerak sasaran ditambah (berjalan cepat/joging pelan).
- Produk: Keberhasilan melempar dan menangkap diukur berdasarkan ketepatan arah gerak dan kontrol bola pada tingkat jarak/kecepatan yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik melempar bola ke sasaran bergerak: Murid melempar 1 kali bola kecil ke arah bola besar yang sedang digelindingkan guru melintasi lintasan 3 meter. Kriteria acuan: (1) ayunan lengan terarah ke arah sasaran, (2) bola lepas dengan lintasan menuju area pergerakan bola besar.
Proses:- Pengamatan langsung selama Latihan 1 dan Latihan 3 terhadap 2 komponen unjuk kerja: (1) Gerak melempar: ayunan lengan terarah dan bola mengarah tepat ke jangkauan pasangan yang bergerak; (2) Gerak menangkap: kedua tangan terbuka menyongsong bola dan menguasai bola tanpa terjatuh saat bergerak.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja penutup: Praktik berpasangan 1 kali lempar-tangkap sambil bergerak melangkah. Kriteria ketercapaian: pelempar mampu mengarahkan bola tepat ke area dada/tangan pasangan yang sedang bergerak melangkah, dan penangkap mampu menangkap bola menggunakan kedua tangan tanpa bola terlepas ke tanah.
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik melempar bola ke sasaran bergerak menggunakan lembar ceklis gerak manipulatif.
- Observasi unjuk kerja praktik menangkap bola yang bergerak datang saat murid berpindah tempat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan gerak fundamental melempar bola ke sasaran bergerak | Belum mampu mengayunkan lengan ke arah sasaran bergerak sehingga lemparan bola selalu melenceng jauh dari jalur gerak sasaran. | Mampu mengayunkan lengan ke arah sasaran bergerak, namun pelepasan bola masih terlambat atau terlalu cepat sehingga bola jarang mengarah ke sasaran. | Mampu mempraktikkan ayunan lengan dan melepaskan bola dengan tepat mengarah ke sasaran yang bergerak secara konsisten pada jarak 3 meter. | Mampu mempraktikkan gerak melempar dengan ayunan terarah dan akurasi tinggi ke sasaran bergerak pada jarak lebih dari 3 meter secara mandiri dan konsisten. | | Mempraktikkan gerak fundamental menangkap bola dalam situasi bergerak | Belum mampu menyongsong bola dengan kedua tangan saat bergerak sehingga bola luput atau mengenai tubuh tanpa tertangkap. | Mampu menyongsong bola dengan kedua tangan saat bergerak, namun bola masih sering lepas dari genggaman kedua tangan. | Mampu menyongsong bola dan menangkap bola yang bergerak datang menggunakan kedua tangan dengan kontrol baik tanpa bola terjatuh. | Mampu menyongsong dan menangkap bola yang bergerak datang dari berbagai arah lintasan (lurus/lambung) secara tanggap dan terkontrol penuh sambil berpindah posisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi jarak lemparan dan ukuran bola sudah membantu seluruh murid mempraktikkan gerak melempar dan menangkap sasaran bergerak?
- Apakah alokasi waktu untuk latihan berpasangan dan permainan bergerak sudah mencukupi bagi setiap murid untuk mencoba gerak secara berulang?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain lempar tangkap bola sambil bergerak?
- Apa yang harus kamu lakukan agar bola yang kamu tangkap tidak mudah jatuh ke tanah?
Pertemuan 3 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Menendang dan Menggiring Bola secara Lurus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental menendang dan menggiring menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga murid (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi kaki, pergelangan kaki, dan tungkai melalui gerakan meniru jalan bebek dan lompat kecil di tempat (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik keterampilan gerak: setiap murid diminta melakukan 1 kali tendangan bola ke arah dinding berjarak 3 meter untuk memetakan kesiapan posisi kaki tumpu di samping bola dan perkenaan kaki penendang pada bola (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan gerak dasar menendang bola lurus: posisi badan di belakang bola, satu kaki menjadi tumpuan di samping bola (jarak 10-15 cm), ayunkan kaki penendang dari belakang ke depan dengan perkenaan kaki bagian dalam atau punggung kaki tepat di tengah bola (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan gerak dasar menggiring bola secara lurus: mendorong bola perlahan ke depan menggunakan kaki bagian dalam atau punggung kaki, langkah kaki mengikuti bola secara terkontrol di lintasan lurus dengan jarak bola tidak lebih dari 1 meter dari kaki (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mempraktikkan keterampilan menendang bola secara lurus berpasangan: berdiri berhadapan pada jarak 4 meter, murid A menendang bola lurus ke arah sasaran teman (murid B), murid B menghentikan bola dengan telapak kaki lalu menendang kembali secara bergantian sebanyak 6 kali per anak (15 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan menggiring bola dengan kaki pada lintasan lurus sepanjang 8 meter: murid mendorong bola perlahan sambil berjalan ke depan sampai garis batas, memutar, lalu menggiring kembali ke titik awal secara mandiri sebanyak 3 kali pengulangan (15 menit).
- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Kereta Bola Cepat': secara bergiliran dalam lajur masing-masing, murid menggiring bola lurus sejauh 6 meter lalu melakukan tendangan bola lurus ke sasaran gawang mini (lebar 1 meter) berjarak 3 meter dari titik akhir giringan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid duduk melingkar untuk merefleksikan gerakan: guru meminta murid memperagakan kembali posisi kaki tumpu yang tepat dan merasakan sentuhan kaki saat menggiring bola agar bola tidak meluncur terlalu jauh (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan untuk melemaskan otot tungkai dan pergelangan kaki sambil mengatur napas (5 menit).
- Guru dan murid melakukan tanya jawab singkat terkait pengalaman menendang dan menggiring bola lurus, memberikan umpan balik apresiatif atas kemandirian murid selama berlatih, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran dan jenis bola yang bervariasi (bola busa/plastik ringan untuk murid yang masih ragu menendang, dan bola sepak ukuran 3 atau 4 standar anak untuk murid yang sudah siap).
- Proses: Untuk murid yang belum lancar mengontrol arah bola, jarak menendang didekatkan menjadi 2-3 meter dan menggiring dilakukan dengan berjalan lambat. Untuk murid yang sudah lancar, jarak menendang diperpanjang menjadi 5-6 meter dan menggiring dilakukan dengan variasi tempo berjalan cepat menuju berlari pelan.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena seluruh murid mempraktikkan unjuk kerja gerak menendang dan menggiring bola secara langsung di lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik praktik langsung di awal pertemuan: Murid menendang bola 1 kali ke arah dinding berjarak 3 meter. Kriteria kesiapan: Murid dinyatakan siap jika menempatkan kaki tumpu di samping bola dan mengayunkan kaki penendang tepat mengenai bagian tengah bola (acuan: kaki tumpu tidak menginjak atau berada di belakang bola, ayunan kaki mengenai bola sehingga bola bergulir lurus ke depan).
Proses:- Observasi formatif unjuk kerja saat latihan berpasangan dan lajur lurus: (1) Keterampilan menendang bola secara lurus (acuan: kaki tumpu di samping bola, perkenaan kaki bagian dalam/punggung kaki tepat mengenai bola, arah bola lurus menuju pasangan pada 4 dari 6 kali percobaan); (2) Keterampilan menggiring bola secara lurus (acuan: bola didorong secara terkontrol menggunakan kaki di lintasan lurus sepanjang 8 meter tanpa bola lepas lebih dari 1 meter dari jangkauan kaki).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak di akhir sesi: Murid secara mandiri memperagakan tanpa bola (shadow movement) posisi kaki tumpu saat menendang dan sentuhan kaki saat mendorong bola lurus ke depan (acuan: menunjukkan kaki tumpu berada di samping posisi bola dan mengayunkan kaki penendang lurus ke depan).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerak menendang bola berpasangan secara lurus menggunakan lembar observasi.
- Pengamatan unjuk kerja gerak menggiring bola di lintasan lurus menggunakan lembar observasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan gerak fundamental menendang bola secara lurus | Belum mampu memposisikan kaki tumpu di samping bola dan ayunan kaki sering meleset dari bola meski dengan bantuan guru. | Mampu memposisikan kaki tumpu di samping bola, tetapi perkenaan kaki belum konsisten sehingga laju bola belum terarah lurus (berhasil 1-2 kali dari 6 kesempatan). | Mampu menendang bola dengan kaki tumpu di samping bola dan ayunan kaki tepat mengenai bola sehingga bola meluncur lurus ke arah pasangan/sasaran secara konsisten (berhasil 4-5 kali dari 6 kesempatan). | Mampu menendang bola dengan teknik yang tepat dan konsisten meluncur lurus tepat ke sasaran secara mandiri pada seluruh percobaan (6 kali dari 6 kesempatan). | | Mempraktikkan gerak fundamental menggiring bola secara lurus | Belum mampu menggiring bola di lintasan lurus, bola sering terlepas jauh atau terpental keluar lintasan. | Mampu mendorong bola dengan kaki pada lintasan lurus sambil berjalan, namun kontrol bola sesekali masih terlepas lebih dari 1 meter dari jangkauan kaki. | Mampu menggiring bola secara lurus sepanjang 8 meter dengan mendorong bola secara teratur dan menjaga bola tetap dalam jangkauan kaki (jarak bola maksimal 1 meter). | Mampu menggiring bola secara lurus sepanjang lintasan secara mandiri dan lancar dengan kontrol bola yang sangat dekat di kaki tanpa kehilangan kendali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan berpasangan dan lintasan lurus cukup memberikan kesempatan gerak bagi seluruh murid?
- Bagaimana respons murid terhadap variasi ukuran bola yang diberikan dalam latihan menendang dan menggiring?
Murid:- Bagian mana dari gerakan menendang atau menggiring bola lurus yang paling mudah dan paling menantang bagimu hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menendang dan menggiring bola lurus sampai ke garis batas?
Pertemuan 4 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Menendang dan Menggiring Bola Melewati Rintangan serta Menaati Peraturan Permainan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental menendang dan menggiring menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 1.3.3 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid di lapangan, dan berdoa bersama dipimpin salah satu murid (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan pemanasan dinamis berbentuk permainan 'Lampu Lalu Lintas' untuk melatih kontrol gerak berhenti dan melangkah dengan riang (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan gerak menggiring dan menendang bola melewati rintangan serta menaati aturan fair play dalam permainan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta setiap murid mencoba menendang bola diam ke arah target gawang mini berjarak 3 meter untuk memetakan kesiapan gerak kaki tumpu dan ayunan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan cara menggiring bola secara perlahan menggunakan kaki bagian dalam di sela-sela 3 buah kerucut (cone) dan dilanjutkan menendang bola ke sasaran gawang kecil di ujung lintasan (10 menit).
- Guru menjelaskan dan menyepakati aturan permainan fair play: (1) Menggiring secara bergantian tanpa mendahului teman di depannya, (2) Tidak sengaja menjatuhkan rintangan kerucut, (3) Menunggu aba-aba sebelum menendang bola, dan (4) Mengambil kembali bola sendiri dengan tertib (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam 4 pos lintasan rintangan, kemudian berlatih secara mandiri menggiring bola zig-zag melewati 3 kerucut berjarak masing-masing 1,5 meter dengan sentuhan kaki yang terkontrol (15 menit).
- Murid mempraktikkan kelanjutan gerak dengan menendang bola ke arah sasaran gawang berjarak 3 meter tepat setelah melewati kerucut terakhir, sambil mematuhi aturan giliran bermain secara jujur (15 menit).
- Murid melakukan aktivitas permainan tantangan ceria 'Petualang Bola Rintangan': setiap murid berusaha menggiring bola meliuk melewati 4 rintangan kardus/kerucut lalu menendang bola ke gawang kecil dengan menerapkan seluruh kesepakatan aturan permainan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan gerakan pendinginan santai sambil mengatur napas (5 menit).
- Murid diajak mengevaluasi praktik gerak dan sikap fair play yang telah dilakukan melalui pertanyaan panduan guru mengenai kesulitan saat menggiring bola melewati kerucut dan pengalaman menaati giliran permainan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran gerak menggiring meliuk, menendang terarah, dan pentingnya menaati aturan fair play demi kenyamanan bersama (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi spesifik atas kejujuran dan ketertiban murid dalam mengikuti aturan rintangan hari ini, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola plastik ringan/bola spon untuk adaptasi awal dan bola sepak nomor 3 bagi yang sudah terbiasa).
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan menggiring meliuk, jarak antar-kerucut diperlebar menjadi 2 meter; bagi murid yang sudah lincah, jarak antar-kerucut dirapatkan menjadi 1 meter atau ditambah rintangan menjadi 4 kerucut.
- Produk: Penilaian performa disesuaikan dengan kelancaran kontrol bola melewati rintangan dan kepatuhan pada 4 aturan permainan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan unjuk kerja menendang bola diam ke arah target berjarak 3 meter (acuan ketercapaian: kaki tumpu berada di samping bola dan kaki penendang mengayun dari belakang mengenai bola hingga meluncur ke depan mengarah ke target gawang mini).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan gerak fundamental menggiring bola melewati 3 rintangan kerucut secara meliuk tanpa kehilangan kontrol bola (acuan: bola disentuh perlahan dengan kaki dan tidak terlepas lebih dari 1 meter dari badan).
- Pengamatan keterlaksanaan gerak menendang bola ke sasaran gawang setelah melewati rintangan (acuan: bola ditendang menggunakan kaki bagian dalam/kura-kura kaki ke arah bidang gawang).
- Pencatatan kepatuhan terhadap 4 aturan permainan: (1) antre berurutan, (2) tidak menyenggol kerucut dengan sengaja, (3) menunggu aba-aba menendang, dan (4) mengambil bola sendiri dengan tertib.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi langsung melalui acuan pertanyaan lisan di akhir sesi: Guru menanyakan bagian kaki yang dipakai menyentuh bola saat melewati rintangan (acuan: kaki bagian dalam/ujung kaki/kaki dekat mata kaki) dan 2 contoh aturan permainan yang telah ditaati (acuan: antre menunggu giliran, tidak menyenggol kerucut, atau menunggu aba-aba).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerak menggiring dan menendang bola melewati rintangan dengan lembar observasi.
- Ceklis observasi perilaku kepatuhan terhadap aturan permainan (fair play).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan gerak menggiring bola melewati rintangan | Belum mampu membawa bola melewati rintangan, bola sering terlepas jauh atau rintangan selalu tertabrak dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mampu menggiring bola melewati 1-2 rintangan kerucut dengan dorongan kaki namun bola masih sesekali terlepas dari jangkauan kontrol kaki. | Mampu menggiring bola secara meliuk melewati 3 rintangan kerucut secara mandiri dengan sentuhan kaki yang terkontrol. | Mampu menggiring bola secara lincah dan terkontrol meliuk melewati 4 rintangan kerucut dengan sentuhan kaki yang konsisten dan ritme stabil. | | Mempraktikkan gerak menendang bola ke sasaran | Belum mampu mengayunkan kaki untuk menendang bola ke arah sasaran gawang dan memerlukan bantuan fisik dari guru. | Mampu menendang bola setelah rintangan namun arah bola masih sering melenceng jauh dari bidang sasaran gawang. | Mampu menendang bola ke arah sasaran gawang secara terarah setelah menyelesaikan lintasan rintangan. | Mampu menendang bola secara akurat dan terarah tepat masuk ke dalam bidang sasaran gawang secara konsisten pada setiap giliran. | | Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play | Belum menaati 4 aturan permainan yang disepakati (sering menyerobot giliran, sengaja menabrak rintangan, atau menendang sebelum giliran) walau telah diingatkan. | Menaati 1 sampai 2 aturan permainan fair play, namun masih perlu diingatkan guru untuk menjaga giliran dan ketertiban. | Menaati 3 sampai 4 aturan permainan fair play (antre berurutan, menjaga rintangan, menendang sesuai aba-aba, dan mengambil bola dengan tertib) secara konsisten. | Menaati seluruh (4) aturan permainan fair play secara mandiri dan konsisten tanpa perlu diingatkan guru sepanjang sesi latihan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi setiap murid kelas 1 untuk mempraktikkan menggiring dan menendang melewati rintangan?
- Bagaimana respons murid terhadap aturan fair play yang ditetapkan, apakah aturan tersebut mudah dipahami dan diterapkan oleh anak fase A?
- Apakah modifikasi jarak kerucut sudah efektif memfasilitasi perbedaan kemampuan motorik gerak kaki murid?
Murid:- Bagian mana yang paling seru saat kamu menggiring bola melewati rintangan kerucut tadi?
- Apakah kamu berhasil menaati giliran dan antre dengan sabar bersama teman-temanmu?
Pertemuan 5 — Menerapkan Strategi Kolaborasi dan Menaati Peraturan Fair Play dalam Aktivitas Jasmani Menggunakan Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.3 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
- TP 1.3.4 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang dikemas melalui permainan tepuk tangan berpasangan untuk melatih kesiapan tubuh (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menaati peraturan permainan agar tercipta fair play serta menerapkan kerja sama kelompok saat memindahkan bola (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal kesiapan menaati aturan dan kolaborasi: guru menunjukkan 2 gambar perilaku bermain, yaitu Gambar A (anak menyerobot antrean teman saat memindahkan bola) dan Gambar B (anak menunggu giliran dengan tertib di belakang garis pembatas). Murid diminta mengacungkan satu jari untuk Gambar A atau dua jari untuk Gambar B yang menunjukkan perilaku menaati peraturan. (Acuan diagnostik: pilihan benar adalah Gambar B) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan 3 peraturan dasar permainan Estafet Bola Berantai: (1) Berdiri tegak di belakang garis pembatas dan hanya bergerak saat giliran tiba, (2) Memindahkan bola hanya dengan menyerahkan dari tangan ke tangan tanpa melempar secara liar, (3) Menghargai hasil akhir dengan menjabat tangan kelompok kawan/lawan (10 menit).
- Guru memodelkan strategi kolaborasi beregu: mengatur jarak berdiri antaranggota sejauh satu rentangan tangan dan memastikan teman di depannya sudah siap menerima bola sebelum melepaskan pegangan tangan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 anak) untuk mempraktikkan permainan menyenangkan 'Estafet Oper Bola Berantai': anggota kelompok berbaris lurus ke belakang, lalu bola dioperkan dari anak paling belakang ke anak paling depan menggunakan kedua tangan melalui atas kepala atau samping badan secara bergiliran hingga bola masuk keranjang sasaran (20 menit).
- Setiap kelompok mengulang permainan dengan tantangan variasi jarak berdiri antaranggota; murid menerapkan kesepakatan strategi kelompok (menjaga fokus posisi tangan dan aba-aba 'siap tangkap') serta disiplin menaati aturan tanpa menjatuhkan bola dengan sengaja ataupun keluar dari garis pembatas (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh kelompok dalam lingkaran pendinginan, lalu mengajak murid mengevaluasi apakah ada aturan yang dilanggar dan bagaimana kerja sama kelompok berlangsung selama permainan (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan gerakan pendinginan ringan berupa ayunan lengan dan napas teratur sambil duduk melingkar (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menaati aturan dan saling membantu dalam kelompok membuat permainan menjadi tertib, seru, dan menyenangkan untuk semua anak (5 menit).
- Guru memandu doa penutup dan memberi salam pembubaran barisan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bola plastik ukuran besar dan ringan dengan lintasan yang lebih pendek, sedangkan kelompok yang sudah mahir menggunakan bola spons berukuran sedang.
- Proses: Kelompok yang masih kesulitan bergiliran didampingi langsung oleh guru dengan aba-aba verbal hitungan, sedangkan kelompok mandiri menentukan sendiri aba-aba serah-terima bola di dalam kelompoknya.
- Produk: Semua kelompok dinilai dari ketercapaian perilaku menaati aturan lintasan/giliran serta penerapan kolaborasi mengoper bola hingga garis akhir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di pendahuluan: Murid mengamati 2 gambar pilihan, yaitu Gambar A (anak menyerobot antrean operan) dan Gambar B (anak berdiri tertib di belakang garis batas menunggu giliran operan). Kriteria: Murid memilih Gambar B sebagai tindakan yang menaati aturan (acuan benar: Gambar B).
Proses:- Observasi keterlaksanaan 2 indikator perilaku selama permainan Estafet Bola Berantai: (1) Menaati peraturan: tidak melompati/menyerobot garis pembatas dan menerima giliran secara tertib; (2) Menerapkan kolaborasi: mengoper bola tepat ke tangan teman seregu dengan posisi siap tanpa berebut bola sendiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan 2 pertanyaan refleksi ketercapaian aturan dan kolaborasi: (1) 'Apa yang harus dilakukan saat giliran kita belum tiba?' (acuan jawaban: menunggu tertib di barisan/belakang garis), (2) 'Bagaimana cara memindahkan bola agar tidak jatuh dan cepat sampai ke depan?' (acuan jawaban: mengoper bola dengan kedua tangan ke tangan teman/bekerja sama).
Formatif:- Observasi unjuk perilaku ketaatan peraturan fair play dan penerapan strategi kolaborasi menggunakan lembar ceklis amatan selama permainan estafet bola
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menaati peraturan fair play dalam aktivitas menggunakan benda | Belum mematuhi peraturan permainan; kerap menyerobot giliran dan keluar dari garis pembatas meski telah diingatkan guru. | Mulai mematuhi peraturan permainan (bergiliran dan di belakang garis batas), namun masih membutuhkan 2-3 kali teguran/arahan dari guru. | Konsisten menaati peraturan permainan (bergiliran secara tertib dan tidak melewati garis pembatas) secara mandiri. | Konsisten menaati seluruh peraturan permainan secara mandiri tanpa pelanggaran serta menjunjung tinggi sikap fair play saat kawan/lawan menyelesaikan permainan. | | Menerapkan strategi kolaborasi dalam aktivitas jasmani menggunakan benda | Belum menerapkan strategi kolaborasi; memegang bola sendiri atau tidak siap menerima operan dari teman seregu. | Mulai menerapkan strategi operan bola bersama teman seregu, namun masih sering ragu dalam menyerahkan atau menerima bola. | Menerapkan strategi kolaborasi secara teratur dengan menyerahkan bola tepat ke tangan teman seregu dalam lintasan permainan. | Konsisten menerapkan strategi kolaborasi dengan menjaga jarak yang tepat dan melakukan serah-terima bola secara lancar bersama seluruh anggota kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu permainan estafet bola memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh kelompok untuk mempraktikkan kolaborasi?
- Bagaimana respons murid terhadap penerapan aturan permainan, dan apakah ada murid yang masih kesulitan menunggu giliran?
Murid:- Bagian mana dari permainan memindahkan bola tadi yang paling kamu sukai bersama temanmu?
- Apakah kamu dan teman sekelompokmu sudah berhasil memindahkan bola secara bergiliran tanpa melanggar garis?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 1.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental menendang dan menggiring menggunakan benda dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 1.3.3 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
- TP 1.3.4 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani menggunakan benda
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memandu pemanasan statis serta dinamis yang berfokus pada kelenturan tangan dan kaki (8 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-6 sebagai sesi asesmen sumatif unjuk kerja Bab 3 untuk menunjukkan kemampuan gerak manipulatif (melempar-menangkap serta menendang-menggiring) dan perilaku kerja sama serta fair play (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan pengarahan dan mendemonstrasikan alur 2 pos sirkuit (Pos A: melempar dan menangkap bola berpasangan jarak 2-3 meter; Pos B: menendang dan menggiring bola melewati 3 rintangan kerucut) serta aturan permainan beregu modifikasi estafet lempar-tangkap dan giring bola tanpa merebut kasar dan menaati batas garis (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid berpasangan melaksanakan unjuk kerja di 2 pos sirkuit gerak fundamental manipulatif secara bergiliran (14 pasangan bergantian, dinilai menggunakan rubrik unjuk kerja: Pos A melakukan melempar bola lambung/lurus dan menangkap bola dengan 2 tangan sebanyak 5 kali ulangan; Pos B melakukan menggiring bola lurus dan menendang bola ke arah gawang kecil melewati 3 kerucut; guru mengamati dan mencatat skor gerak) (42 menit).
- Tugas 2: Murid dibagi menjadi 4 regu bermain dalam 2 sesi permainan beregu modifikasi lempar-tangkap dan tendang-giring bola (sesi 1: Regu A vs Regu B; sesi 2: Regu C vs Regu D; tiap sesi 18 menit), di mana setiap murid menerapkan kolaborasi mengoper bola ke rekan seregu serta menaati aturan fair play seperti menunggu giliran, tidak keluar garis batas area, dan menghargai keputusan wasit/guru tanpa protes kasar (36 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar untuk melakukan pendinginan mandiri sambil mengidentifikasi keberhasilan gerak yang telah dilakukan (apakah lemparan/tangkapan dan tendangan/giringan bola sudah terkontrol) serta mengevaluasi apakah diri sendiri sudah mematuhi aturan dan bekerja sama dengan teman regunya (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas kejujuran, sportivitas, dan kerja keras seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab 3 (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi ukuran bola yang digunakan: murid dapat menggunakan bola plastik ukuran standar yang memantul stabil dan aman.
- Proses: Akomodasi akses: penempatan jarak lempar atau jarak rintangan disesuaikan secara ergonomis sesuai panduan lapangan bagi murid yang memerlukan penyesuaian motorik kasar tanpa mengubah indikator penilaian.
- Produk: Kriteria penilaian unjuk kerja dan lembar observasi tetap seragam mengukur 4 TP sesuai rubrik sumatif yang ditetapkan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja sirkuit gerak fundamental dan permainan bola beregu modifikasi: kinerja praktik melempar, menangkap, menendang, dan menggiring bola serta catatan observasi kepatuhan aturan fair play dan kerja sama kelompok
- unjuk kerja sirkuit gerak manipulatif berpasangan: kinerja berpasangan di 2 pos paralel (pos melempar-menangkap bola dan pos menendang-menggiring bola melewati rintangan sederhana); dinilai secara paralel dalam kelompok kecil (14 pasang/kelompok bergiliran, rata-rata 3,5 menit per giliran pasang, seluruh 28 murid selesai dalam 50 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak manipulatif)
- observasi perilaku dan kolaborasi dalam permainan beregu modifikasi: lembar observasi keterlibatan murid dalam bekerja sama mengoper bola ke rekan satu regu serta kepatuhan menaati giliran dan batas area permainan tanpa melanggar aturan dalam permainan kelompok (4 regu bermain bergantian dalam 2 sesi pertandingan modifikasi) (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kolaborasi beregu)
Sumatif:- unjuk kerja sirkuit gerak fundamental dan permainan bola beregu modifikasi: kinerja praktik melempar, menangkap, menendang, dan menggiring bola serta catatan observasi kepatuhan aturan fair play dan kerja sama kelompok
- unjuk kerja sirkuit gerak manipulatif berpasangan: kinerja berpasangan di 2 pos paralel (pos melempar-menangkap bola dan pos menendang-menggiring bola melewati rintangan sederhana); dinilai secara paralel dalam kelompok kecil (14 pasang/kelompok bergiliran, rata-rata 3,5 menit per giliran pasang, seluruh 28 murid selesai dalam 50 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak manipulatif)
- observasi perilaku dan kolaborasi dalam permainan beregu modifikasi: lembar observasi keterlibatan murid dalam bekerja sama mengoper bola ke rekan satu regu serta kepatuhan menaati giliran dan batas area permainan tanpa melanggar aturan dalam permainan kelompok (4 regu bermain bergantian dalam 2 sesi pertandingan modifikasi) (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kolaborasi beregu)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Melempar dan Menangkap Bola (TP 1.3.1) | Belum mampu melempar ke arah pasangan dan bola selalu terlepas saat berusaha menangkap (0-1 kali berhasil dari 5 ulangan). | Mampu melempar ke arah pasangan namun tangkapan bola masih sering lepas (2-3 kali berhasil dari 5 ulangan). | Mampu mempraktikkan gerak melempar bola lurus/melambung terarah dan menangkap bola dengan kedua tangan secara terkontrol (4 kali berhasil dari 5 ulangan). | Mampu mempraktikkan gerak melempar dengan arah akurat serta menangkap bola dengan kedua tangan secara konsisten tanpa menjatuhkan bola (5 kali berhasil dari 5 ulangan). | | Keterampilan Menendang dan Menggiring Bola (TP 1.3.2) | Belum mampu menggiring bola melewati kerucut dan tendangan bola melenceng jauh dari sasaran gawang. | Mampu menggiring bola tetapi bola lepas jauh melebihi 1 meter dari kaki atau menyentuh kerucut rintangan, serta tendangan belum tepat sasaran. | Mampu menggiring bola melewati 3 kerucut rintangan dengan jarak bola terkontrol dekat kaki dan menendang bola masuk/mengarah tepat ke gawang kecil. | Mampu menggiring bola dengan lincah dan terkontrol melewati seluruh rintangan tanpa menyentuh kerucut serta menendang bola tepat ke sasaran gawang secara konsisten dan lancar. | | Kepatuhan Menaati Peraturan Fair Play (TP 1.3.3) | Sering melanggar aturan permainan (keluar batas area, merebut bola secara kasar, tidak mau antre) meskipun telah ditegur berulang kali. | Menaati aturan fair play setelah mendapatkan pengingat atau teguran dari guru/wasit selama permainan. | Menaati peraturan fair play (bermain tertib, menunggu giliran, tidak mendorong lawan, berada dalam batas area) secara mandiri sepanjang permainan. | Secara konsisten menunjukkan sikap fair play penuh, mematuhi semua aturan permainan tanpa peringatan, dan menunjukkan sportivitas kepada teman seregu maupun lawan. | | Penerapan Strategi Kolaborasi Beregu (TP 1.3.4) | Bermain sendiri tanpa mau mengoper bola kepada teman seregu atau menolak ikut serta dalam barisan kelompok. | Menerapkan kolaborasi hanya ketika diinstruksikan teman atau guru untuk mengoper bola ke rekan seregu. | Menerapkan strategi kolaborasi dengan aktif bersiap menerima bola dan membagikan/mengoper bola kepada rekan regu selama permainan modifikasi. | Menerapkan strategi kolaborasi secara aktif dan konsisten, memposisikan diri untuk bekerja sama mengalirkan bola bersama seluruh anggota regu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pos sirkuit dan manajemen waktu bermain beregu modifikasi berjalan efektif untuk mengamati seluruh murid?
- Bagaimana tingkat ketercapaian keterampilan gerak manipulatif dan sportivitas murid kelas 1 pada akhir bab 3 ini?
Murid:- Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit dilakukan hari ini: melempar, menangkap, menggiring, atau menendang bola?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga sudah bermain jujur serta kompak bekerja sama dengan teman regumu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 3: Bergerak Menggunakan Benda, hlm. 111-115).
- Buku Panduan Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek, 2021 (Bab 3, hlm. 77-86).
- Peralatan: bola plastik/bola spons ukuran sedang, bola karet, peluit, dan cone/pembatas jarak.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab III: Bergerak Menggunakan Benda)
- Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI
- Bola plastik besar/bola voli spon (10-15 buah)
- Bola kecil plastik/bola tenis (15-20 buah)
- Keranjang/kardus sasaran bergerak (4 buah)
- Peluit dan cone pembatas lintasan
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 3 Bergerak Menggunakan Benda, hlm. 119-126).
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 3 Bergerak Menggunakan Benda, hlm. 91-95).
- Peluit, kerucut pembatas (cones), bola sepak ukuran anak/bola plastik/bola busa, dan gawang mini.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I.
- Bola sepak mini / bola plastik / bola busa (sejumlah kelompok/pasangan).
- Kerucut pembatas (cones) / rintangan kardus kecil.
- Gawang mini atau penanda tiang sasaran.
- Peluit dan stopwatch.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Bola plastik/bola spons ukuran sedang (sejumlah kelompok)
- Keranjang/wadah penampung bola (4-6 buah)
- Cone/garis pembatas lintasan (tali rafia atau kapur lapangan)
- Peluit dan lembar observasi guru
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas I.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021. Buku Panduan Siswa PJOK SD/MI Kelas I.
- Peralatan: bola plastik/bola spon, kerucut pembatas (cones), gawang kecil/sasaran, peluit, stopwatch, dan lembar observasi sumatif.
|