Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 1: Mengenal Gerak Berpindah Tempat: Merangkak dan Berjalan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 1 dengan topik "Mengenal Gerak Berpindah Tempat: Merangkak dan Berjalan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 1: Mengenal Gerak Berpindah Tempat: Merangkak dan Berjalan

PJOK - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Gerak Berpindah Tempat: Merangkak dan Berjalan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Gerak Berpindah Tempat: Merangkak dan Berjalan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bagian tubuh yang digunakan saat merangkak dan mempraktikkan gerak merangkak ke depan sejauh 5 meter
  2. Murid dapat menjelaskan bagian tubuh yang digunakan saat berjalan dan mempraktikkan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat bayi merangkak untuk mengambil mainan?
  2. Bagian tubuh apa saja yang kamu gunakan saat berjalan ke sekolah?
  3. Apa perbedaan antara merangkak dan berjalan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang cara mereka berangkat ke sekolah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal dan mempraktikkan gerak merangkak dan berjalan
  • Guru melakukan pemanasan dengan permainan sederhana: menirukan gerakan hewan (kucing, bebek) selama 5 menit

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar atau video bayi yang sedang merangkak untuk mengambil mainan
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Bagaimana cara bayi bergerak mendekati mainannya?
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi bagian tubuh yang digunakan saat merangkak (mata, tangan, lutut, kaki)
  • Guru mendemonstrasikan gerak merangkak dengan benar: kedua tangan dan lutut bertumpu, gerakkan tangan dan kaki secara bergantian
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan saksama
  • Guru menunjukkan aktivitas berjalan sehari-hari (gambar anak berangkat sekolah)
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi bagian tubuh yang digunakan saat berjalan (mata, badan, lengan, kaki)
  • Guru mendemonstrasikan gerak berjalan yang benar: badan tegak, pandangan ke depan, ayunkan lengan bergantian dengan langkah kaki

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta murid mencoba gerak merangkak di tempat untuk merasakan gerakan tubuhnya
  • Murid mempraktikkan gerak merangkak ke depan sejauh 5 meter secara bergantian
  • Guru memberikan umpan balik kepada setiap murid: Bagaimana tubuhmu bergerak saat merangkak?
  • Guru mengamati dan mencatat kemampuan setiap murid dalam melakukan gerak merangkak
  • Murid mencoba gerak berjalan di tempat dengan badan tegak dan ayunan lengan yang benar
  • Murid mempraktikkan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter secara bergantian
  • Guru memberikan umpan balik: Bagaimana tubuhmu bergerak saat berjalan?
  • Murid melakukan pengulangan gerak merangkak dan berjalan 2-3 kali untuk memperkuat keterampilan
  • Guru mengamati dan mencatat perkembangan setiap murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: Bagian tubuh mana yang paling banyak bekerja saat merangkak? Saat berjalan?
  • Murid berbagi pengalaman: gerakan mana yang lebih mudah atau lebih sulit
  • Guru membimbing murid membandingkan perbedaan antara merangkak dan berjalan
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha dan pencapaian setiap murid
  • Guru menanyakan kapan murid bisa menggunakan gerak ini dalam kehidupan sehari-hari

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan bagian tubuh yang digunakan saat merangkak dan berjalan
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: merangkak menggunakan tangan dan lutut, berjalan menggunakan kaki dengan badan tegak
  • Guru melakukan pendinginan dengan gerakan peregangan ringan
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktifnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat mempelajari variasi gerak (merangkak mundur, berjalan dengan jinjit). Murid yang membutuhkan bantuan dapat fokus pada gerakan dasar dengan jarak lebih pendek (3 meter)
  • Proses: Murid yang cepat menguasai dapat membantu teman sebagai tutor sebaya. Murid yang lambat mendapat bimbingan ekstra dari guru dengan pengulangan lebih banyak dan umpan balik lebih sering
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat mendemonstrasikan gerakan di depan kelas dengan jarak lebih jauh (10 meter) atau dengan kombinasi gerakan. Murid yang masih belajar cukup menunjukkan gerakan dasar dengan jarak standar

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang cara berangkat ke sekolah (jalan kaki, naik sepeda, diantar)
  • Guru meminta murid menunjukkan gerakan berjalan di tempat untuk mengecek pemahaman awal

Proses:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi bagian tubuh yang digunakan untuk merangkak dan berjalan
  • Observasi saat murid mempraktikkan gerak merangkak sejauh 5 meter (posisi tubuh, gerakan tangan dan kaki)
  • Observasi saat murid mempraktikkan gerak berjalan sejauh 5 meter (postur tubuh, ayunan lengan, langkah kaki)
  • Pemberian umpan balik langsung untuk perbaikan gerakan

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: setiap murid mendemonstrasikan gerak merangkak ke depan sejauh 5 meter
  • Unjuk kerja individu: setiap murid mendemonstrasikan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter
  • Tes lisan singkat: murid menyebutkan bagian tubuh yang digunakan saat merangkak (tangan, lutut, kaki) dan berjalan (kaki, lengan, badan)

Formatif:

  • Observasi selama murid mempraktikkan gerak merangkak dan berjalan
  • Tanya jawab tentang bagian tubuh yang digunakan
  • Umpan balik lisan saat murid melakukan gerakan

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mendemonstrasikan gerak merangkak dan berjalan sejauh 5 meter
  • Tes lisan: murid menyebutkan bagian tubuh yang digunakan saat merangkak dan berjalan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menjelaskan bagian tubuh yang digunakan saat merangkakBelum dapat menyebutkan bagian tubuh yang digunakan saat merangkakDapat menyebutkan 1-2 bagian tubuh yang digunakan saat merangkak dengan bantuan guruDapat menyebutkan 3 bagian tubuh yang digunakan saat merangkak (tangan, lutut, kaki) secara mandiriDapat menyebutkan semua bagian tubuh yang digunakan saat merangkak dan menjelaskan fungsinya
Kemampuan mempraktikkan gerak merangkakBelum dapat melakukan gerak merangkak dengan benar atau menolak mencobaDapat melakukan gerak merangkak tetapi posisi tubuh belum tepat (hanya menggunakan tangan atau lutut tidak bertumpu)Dapat melakukan gerak merangkak sejauh 5 meter dengan posisi tubuh yang benar (tangan dan lutut bertumpu, gerakan bergantian)Dapat melakukan gerak merangkak sejauh 5 meter dengan posisi tubuh sempurna, gerakan terkoordinasi, dan dapat melakukan pengulangan dengan konsisten
Kemampuan menjelaskan bagian tubuh yang digunakan saat berjalanBelum dapat menyebutkan bagian tubuh yang digunakan saat berjalanDapat menyebutkan 1-2 bagian tubuh yang digunakan saat berjalan dengan bantuan guruDapat menyebutkan 3 bagian tubuh yang digunakan saat berjalan (kaki, lengan, badan) secara mandiriDapat menyebutkan semua bagian tubuh yang digunakan saat berjalan dan menjelaskan cara kerjanya (kaki melangkah, lengan berayun, badan tegak)
Kemampuan mempraktikkan gerak berjalanBelum dapat melakukan gerak berjalan dengan benar atau kehilangan keseimbanganDapat berjalan tetapi postur tubuh belum tepat (badan membungkuk, lengan tidak berayun, pandangan ke bawah)Dapat berjalan sejauh 5 meter dengan postur tubuh tegak, lengan berayun bergantian dengan kaki, dan pandangan ke depanDapat berjalan sejauh 5 meter dengan postur sempurna, koordinasi gerakan yang baik, langkah teratur, dan dapat melakukan pengulangan dengan konsisten

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami dan mempraktikkan gerak merangkak dan berjalan sesuai tujuan pembelajaran?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa saja kendala yang dihadapi dalam pembelajaran ini dan bagaimana solusinya?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk semua kegiatan pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang gerak merangkak dan berjalan?
  • Gerakan mana yang menurutmu lebih mudah, merangkak atau berjalan? Mengapa?
  • Bagian tubuh mana yang paling kamu rasakan bekerja saat merangkak dan berjalan?
  • Apa yang menurutmu masih sulit dari gerakan hari ini?
  • Apakah kamu senang belajar hari ini? Apa yang paling menyenangkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I
  2. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I
  3. Lapangan atau halaman sekolah yang aman dan bersih
  4. Matras atau alas untuk kegiatan merangkak
  5. Cone atau pembatas jarak 5 meter
  6. Gambar atau video gerakan merangkak dan berjalan
  7. Peluit untuk mengatur giliran murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.