Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 1 Bab 2: Serunya Gerak Berpindah Tempat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 1 untuk Bab 2 "Serunya Gerak Berpindah Tempat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 1 Bab 2: Serunya Gerak Berpindah Tempat

PJOK - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Serunya Gerak Berpindah Tempat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Serunya Gerak Berpindah Tempat
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor merangkak, berjalan, dan berlari
  2. TP 1.2.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor melompat dan berguling
  3. TP 1.2.3 Menerapkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak yang berbeda berupa tiruan gerak dan permainan sederhana
  4. TP 1.2.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat
  5. TP 1.2.5 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat
  6. TP 1.2.6 Mengidentifikasi manfaat berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu berpindah tempat dari pintu kelas menuju ke lapangan?
  2. Bagian tubuh mana saja yang menempel di lantai saat adik bayi bergerak mengambil mainannya?
  3. Apa yang kamu lakukan jika di depanmu ada genangan air atau lubang?
  4. Bagaimana caramu menggerakkan tubuh agar bisa menggelinding seperti botol di atas matras?
  5. Bagaimana cara katak atau kanguru berpindah tempat?
  6. Gerak lokomotor apa yang kita pakai saat menirukan mobil berjalan atau pohon tertiup angin yang berpindah?
  7. Apa yang terjadi jika saat bermain balap lari atau mengejar teman ada yang mulai berlari sebelum aba-aba dibunyikan?
  8. Bagaimana perasaanmu jika temanmu mematuhi batas garis permainan dan bersalaman dengan ramah setelah selesai bermain?
  9. Bagaimana rasanya napas dan detak jantungmu setelah kamu aktif bergerak berpindah tempat?
  10. Mengapa tubuh kita merasa lebih segar, bertenaga, dan bersemangat setelah berolahraga?
  11. Gerakan berpindah tempat apa saja yang sudah kita pelajari dan paling kamu sukai di Bab 2 ini?
  12. Mengapa saat bermain estafet rintangan kita harus tertib bergiliran dan tidak boleh mendahului teman?
  13. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu setelah bergerak merangkak, berlari, dan melompat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor Merangkak, Berjalan, dan Berlari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor merangkak, berjalan, dan berlari

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di tepi lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan menanyakan pengalaman murid saat berangkat ke sekolah (berjalan atau berlari) dan menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu mempraktikkan gerak merangkak, berjalan, dan berlari (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta murid melakukan 1 langkah berjalan ke depan lalu kembali mundur (acuan pengamatan: kaki melangkah bergantian dan pandangan ke depan) untuk memetakan kesiapan gerak dasar murid (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot kaki, lutut, dan lengan agar tubuh siap bergerak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 3 gerak lokomotor satu per satu di hadapan murid: (1) merangkak (tumpuan kedua tangan dan lutut di matras, gerak silang tangan kanan maju bersama lutut kiri), (2) berjalan (badan tegak, pandangan ke depan, ayunan lengan berlawanan dengan langkah kaki), dan (3) berlari (langkah lebih panjang dan cepat, ada fase kedua kaki melayang sesaat, siku ditekuk di samping badan) (10 menit).
  • Murid mengamati dan secara terbimbing bersama guru mengeksplorasi posisi awal masing-masing gerak di tempat (sikap merangkak di matras, posisi berdiri tegak untuk jalan, dan posisi condong siap lari) dengan kesadaran posisi tubuh yang benar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan keterampilan gerak merangkak di atas matras menempuh jarak 5 meter secara mandiri bergantian sesuai antrean lintasan (5 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter dengan postur tegak, pandangan lurus ke depan, dan ayunan lengan yang selaras dengan langkah kaki (15 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan gerak berlari lurus ke depan menempuh jarak 5 meter menuju garis kerucut dengan ayunan lengan menekuk dan langkah yang mantap (15 menit).
  • Murid mempraktikkan permainan menyenangkan 'Estafet Gerak Tiga Pos' berjarak total 15 meter secara bergantian: Pos 1 menempuh 5 meter dengan merangkak di matras, Pos 2 menempuh 5 meter dengan berjalan, dan Pos 3 menempuh 5 meter dengan berlari cepat menuju garis akhir (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengumpulkan murid duduk melingkar dan mengajak murid merasakan perubahan pada detak jantung serta napas setelah mempraktikkan gerak merangkak, berjalan, dan berlari (5 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan perbedaan gerak yang telah dipraktikkan: saat merangkak tumpuan memakai tangan dan lutut, saat berjalan kaki melangkah bergantian selalu menempel lantai, dan saat berlari langkah lebih cepat serta ada fase melayang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin gerakan pendinginan (pelemasan otot tungkai dan lengan serta pengaturan napas) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa gerak lokomotor merangkak, berjalan, dan berlari murid, menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan keaktifan murid selama latihan, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lintasan matras datar yang empuk dan bersih untuk latihan merangkak, serta jalur lintasan berjalan dan berlari dengan pembatas kerucut warna-warni yang jelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih merangkak dengan jarak lebih pendek (3 meter) dengan pendampingan irama langkah oleh guru; murid yang sudah mahir mempraktikkan gerak berjalan dan berlari dengan lintasan sedikit melengkung atau menambah frekuensi pengulangan.
  • Produk: Kualitas penguasaan teknik dasar lokomotor (merangkak, berjalan, dan berlari sejauh 5 meter) dinilai berdasarkan kelancaran dan ketepatan koordinasi anggota tubuh sesuai rubrik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja singkat: Murid diminta memperagakan gerak melangkah berjalan 1 langkah ke depan lalu mundur 1 langkah di tempat saat berbaris (acuan ketercapaian: kaki melangkah bergantian ke depan, badan tidak membungkuk berlebihan, dan pandangan lurus ke depan).

Proses:

  • Observasi formatif saat latihan mempraktikkan gerak fundamental: (1) Gerak merangkak 5 meter (acuan: tumpuan tangan dan lutut di matras secara bergantian silang kanan-kiri menuju garis batas); (2) Gerak berjalan 5 meter (acuan: badan tegak, pandangan ke depan, ayunan lengan bergantian berlawanan dengan langkah kaki); (3) Gerak berlari 5 meter (acuan: siku menekuk di samping tubuh, langkah kaki cepat dan terdapat fase melayang sebelum mendarat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman unjuk kerja akhir pada permainan 'Estafet Gerak Tiga Pos': Mengamati kemampuan murid melakukan rangkaian 3 gerak secara berurutan: merangkak 5 meter, berjalan 5 meter, dan berlari 5 meter (acuan: murid menyelesaikan seluruh rute 15 meter dengan memperagakan ketiga jenis gerak lokomotor tersebut tanpa berhenti di tengah lintasan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik gerak lokomotor merangkak 5 meter, berjalan 5 meter, dan berlari 5 meter menggunakan lembar ceklis rubrik penilaian performa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan gerak merangkakBelum mampu menumpukan tangan dan lutut secara bergantian di atas matras, gerakan berhenti sebelum menempuh 5 meter walau dibimbing.Mampu merangkak menempuh jarak 5 meter di atas matras, namun koordinasi tangan dan lutut belum silang (masih tersendat atau bertumpu pada perut) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu mempraktikkan gerak merangkak menempuh jarak 5 meter secara mandiri dengan koordinasi tangan dan lutut yang bergantian dan lancar.Mampu mempraktikkan gerak merangkak menempuh jarak 5 meter secara mandiri, stabil, lurus pada lintasan, dan koordinasi silang tangan-lutut sangat luwes.
Mempraktikkan gerak berjalanBelum mampu melangkahkan kaki secara bergantian dengan seimbang sejauh 5 meter.Mampu melangkah sejauh 5 meter, tetapi posisi badan membungkuk atau pandangan menunduk ke bawah dan ayunan lengan belum selaras dengan langkah kaki.Mampu mempraktikkan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter secara mandiri dengan badan tegak, pandangan ke depan, dan ayunan lengan bergantian berlawanan kaki.Mampu mempraktikkan gerak berjalan ke depan sejauh 5 meter secara mandiri dengan postur tegap sempurna, langkah berirama stabil, dan arah jalan lurus konsisten.
Mempraktikkan gerak berlariBelum mampu berlari menempuh jarak 5 meter (masih berjalan lambat atau kehilangan keseimbangan saat mempercepat langkah).Mampu berlari menempuh jarak 5 meter, namun posisi siku masih lurus kaku ke bawah atau langkah kaki belum menunjukkan fase melayang.Mampu mempraktikkan gerak berlari menempuh jarak 5 meter secara mandiri dengan ayunan siku menekuk di samping badan dan langkah cepat berfase melayang.Mampu mempraktikkan gerak berlari menempuh jarak 5 meter secara mandiri dengan kecepatan stabil, dorongan kaki kuat, ayunan lengan seirama, dan pendaratan kaki terkontrol rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid kelas 1 untuk mendapatkan giliran mempraktikkan ketiga gerak lokomotor?
  • Bagian gerak manakah (merangkak, berjalan, atau berlari) yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling kamu sukai hari ini, merangkak, berjalan, atau berlari?
  • Bagian tubuh mana yang terasa bekerja paling keras saat kamu berlari kencang?

Pertemuan 2 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor Melompat dan Berguling — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor melompat dan berguling

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik murid dengan pakaian olahraga lengkap (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan tungkai, pergelangan kaki, lutut, dan otot leher/punggung untuk mencegah cedera (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik peragaan: meminta setiap murid mencoba 1 kali tolakan melompat dua kaki di tempat dan 1 kali posisi jongkok memeluk lutut di atas matras (acuan peragaan benar: melompat bertumpu dan mendarat dengan kedua kaki mengeper; posisi jongkok memeluk lutut dengan dagu merapat ke dada) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan teknik gerak melompat ke depan melewati rintangan kardus kecil (sikap awal: lutut ditekuk, ayunan lengan ke depan, tolakan kedua kaki serentak, dan mendarat mengeper) serta melompat ke atas menyentuh balon gantung (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan teknik gerak berguling ke samping di atas matras (sikap awal: jongkok di ujung matras, kedua tangan memeluk lutut erat, dagu mendekat ke dada, menggulingkan badan ke samping secara terkontrol) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan gerak melompat melewati 3 buah kardus setinggi 15 cm yang ditata berjarak 1 meter secara berulang sebanyak 3 putaran (15 menit).
  • Dalam suasana tantangan 'Lompat Balon Ceria', murid berpasangan bergantian melompat vertikal ke atas untuk menyentuh balon yang digantung setinggi jangkauan lompatan sebanyak 5 kali percobaan (15 menit).
  • Murid mempraktikkan gerak berguling ke samping di atas matras busa: memulai dari posisi jongkok, memeluk lutut, dan menggulingkan badan ke samping kanan serta samping kiri secara berulang sebanyak 4 kali putaran matras (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid melakukan pendinginan ringan sambil duduk meluruskan kaki di atas matras dan mengatur napas (5 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi gerak dengan meminta murid merasakan bagian tubuh mana yang bekerja keras saat melompat (tungkai/lutut) dan bagaimana posisi badan yang aman saat berguling (membulat dan lutut dipeluk erat) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik atas keberhasilan seluruh murid dalam mempraktikkan keterampilan gerak melompat dan berguling secara aman (5 menit).
  • Guru menyampaikan rencana aktivitas pertemuan berikutnya (meniru gerak hewan dan benda), memimpin doa penutup, dan murid merapikan matras bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi tinggi kardus rintangan lompat (kardus rendah 10 cm untuk murid yang masih ragu, kardus 15-20 cm untuk murid yang sudah mantap melompat).
  • Proses: Untuk murid yang belum percaya diri berguling ke samping, guru memberikan bimbingan langsung dengan menjaga posisi genggaman tangan pada lutut di atas matras miring/datar; bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan melakukan 3 kali gulingan samping berturut-turut tanpa jeda.
  • Produk: Tingkat keberhasilan peragaan gerak melompat (mendarat seimbang mengeper) dan berguling (posisi badan membulat terkontrol) disesuaikan dengan kelancaran masing-masing murid tanpa mengurangi esensi gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan gerak awal: Murid diminta memperagakan (1) satu kali lompatan di tempat dengan tolakan dua kaki dan mendarat lutut mengeper; (2) posisi duduk/jongkok memeluk lutut rapat di matras (acuan peragaan: kaki menolak bersamaan dan mendarat tidak jatuh/kaku; kedua tangan mengunci lutut dan dagu mendekati dada).

Proses:

  • Lembar observasi peragaan melompat rintangan kardus dan lompat meraih balon (acuan indikator: tolakan 2 kaki serentak, lengan mengayun ke atas/depan, mendarat dengan 2 kaki ditekuk mengeper seimbang).
  • Lembar observasi peragaan berguling ke samping di atas matras (acuan indikator: posisi awal jongkok, kedua tangan memeluk lutut erat, dagu ditekuk ke arah dada, badan berguling ke samping dengan mulus tanpa membuka lutut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek penguasaan gerak di akhir sesi: Setiap murid memperagakan 1 rangkaian kombinasi sederhana: melompat melewati 1 kardus lalu langsung bersiap jongkok memeluk lutut dan berguling 1 kali ke samping di atas matras (acuan ketepatan: berhasil mendarat dua kaki mengeper stabil dan berguling ke samping dengan posisi lutut tetap terpeluk).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak fundamental lokomotor melompat (tolakan dua kaki, ayunan lengan, pendaratan mengeper) menggunakan lembar ceklis amatan.
  • Observasi unjuk kerja gerak berguling ke samping di atas matras (posisi jongkok memeluk lutut, dagu menempel dada, gulingan membulat terkontrol).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak MelompatMelompat hanya dengan tolakan satu kaki atau mendarat dengan lutut lurus kaku sehingga hilang keseimbangan.Mampu melompat dengan tolakan dua kaki, namun pendaratan belum mengeper atau masih dibantu pegangan oleh guru.Mampu melompat dengan tolakan dua kaki serentak, lengan mengayun ke depan/atas, dan mendarat dengan kedua kaki mengeper secara mandiri.Mampu melompat dengan tolakan dua kaki yang kuat, lintasan lompatan terarah melewati rintangan, serta mendarat mengeper sempurna secara konsisten pada setiap pengulangan.
Keterampilan Gerak Berguling ke SampingBelum mampu mempertahankan posisi memeluk lutut saat berguling sehingga kaki terlepas dan badan terbentur.Mampu memeluk lutut dalam posisi jongkok, namun saat berguling ke samping masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan/bantuan guru.Mampu berguling ke samping di atas matras dengan posisi jongkok memeluk lutut erat dan dagu merapat ke dada secara mandiri.Mampu berguling ke samping ke arah kanan dan kiri dengan putaran membulat yang mulus, posisi lutut terkunci rapat, dan kembali ke posisi duduk seimbang secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penataan rintangan kardus dan matras sudah menjamin keselamatan gerak seluruh murid?
  • Bagaimana respons dan rasa percaya diri murid saat melakukan gerak berguling ke samping di atas matras?
  • Apakah alokasi waktu praktik mandiri dan berpasangan mencukupi untuk setiap murid mencapai kriteria gerak melompat dan berguling?

Murid:

  • Bagian gerakan mana yang paling kamu sukai, melompati kardus atau berguling di matras?
  • Apakah kamu merasa kakimu mengeper seperti pegas saat mendarat dari lompatan?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil berguling seperti botol menggelinding di atas matras?

Pertemuan 3 — Menerapkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor dalam Situasi Gerak Tiruan Hewan dan Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menerapkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak yang berbeda berupa tiruan gerak dan permainan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid dengan menanyakan kondisi kesehatan (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan terpadu bertema 'Hutan Rimba' dengan menggerakkan seluruh persendian tubuh sambil berjalan keliling lingkaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memperagakan 2 contoh gerak lokomotor tiruan secara serempak: menirukan katak melompat dan menirukan gajah berjalan (acuan diagnostik: tiruan katak = melompat bertumpu dua kaki dan mendarat mengeper; tiruan gajah = berjalan merangkak/membungkuk langkah lebar mantap berpindah tempat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan kartu visual atau mendemonstrasikan 4 bentuk gerak tiruan hewan dan benda berpindah tempat: (1) Katak melompat (melompat dengan tolakan kaki berpindah ke depan), (2) Kepiting berjalan (berjalan menyamping ke kiri/kanan dengan lutut ditekuk), (3) Ulat merayap/merangkak (merangkak bertumpu tangan dan lutut/kaki berpindah ke depan), dan (4) Mobil berjalan (berlari pelan/berjalan cepat dengan kedua tangan di depan seolah memegang setir) (10 menit).
  • Murid mengamati dan secara berkesadaran mengidentifikasi bagaimana anggota tubuh berpindah tempat pada masing-masing dari 4 gerak tiruan tersebut melalui demonstrasi bersama guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mempraktikkan 4 gerak tiruan hewan dan benda melintasi lintasan berjarak 5 meter bolak-balik: (1) melompat seperti katak, (2) berjalan menyamping seperti kepiting, (3) merangkak maju seperti ulat, dan (4) berjalan/berlari terkontrol seperti mobil (20 menit).
  • Murid memainkan permainan menggembirakan 'Kebun Binatang Bergerak': Guru meniup peluit dan menyebutkan 1 dari 4 nama hewan/benda (katak, kepiting, ulat, mobil), lalu murid dengan riang gembira segera berpindah tempat menirukan gerak lokomotor yang sesuai dari batas garis awal menuju garis seberang sejauh 8 meter (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam suasana tenang, mengambil napas teratur, lalu mengamati dan menyadari bagian tubuh mana yang bekerja paling keras saat menirukan gerak melompat katak dan merangkak ulat (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan pola perpindahan tempat pada 4 ragam gerak tiruan yang telah dilakukan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan tungkai serta lengan untuk mengembalikan kelenturan otot (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai penerapan gerak lokomotor dalam menirukan hewan dan benda, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama tanpa menyimpulkan keseluruhan bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar hewan dan benda bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dalam mengingat pola gerak.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku melakukan lompatan katak, diberikan ruang melompat dengan jarak lebih pendek; bagi murid yang sudah lincah, diberikan tantangan menirukan gerak kanguru dengan lompatan lebih jauh atau menirukan kepiting berpindah arah secara cepat.
  • Produk: Unjuk kerja dinilai berdasarkan ketepatan pola gerak lokomotor tiruan (melompat, berjalan menyamping, merangkak, berjalan/berlari) melintasi jarak yang ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan diagnostik singkat gerak tiruan katak dan gajah. Acuan: (1) Tiruan katak = melompat dengan tolakan dua kaki berpindah tempat ke depan; (2) Tiruan gajah = melangkah/berjalan merangkak dengan langkah berpindah tempat. Pemetaan: murid yang belum mampu mengoordinasikan tolakan diarahkan latihan bertahap, murid yang sudah mampu langsung mempraktikkan variasi tiruan.

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian penerapan 4 gerak lokomotor tiruan selama kegiatan inti: (1) Katak (melompat ke depan bertumpu 2 kaki), (2) Kepiting (berjalan menyamping dengan lutut ditekuk), (3) Ulat (merangkak bertumpu tangan dan lutut/kaki ke depan), (4) Mobil (berjalan/berlari terkontrol ke depan). Indikator: Murid berhasil memindahkan tubuh dari titik awal ke titik akhir sejauh 5 meter menggunakan pola gerak masing-masing tiruan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek penguasaan gerak di akhir sesi: Guru menyebutkan 2 situasi secara acak dari 4 target ('katak melompat' dan 'kepiting berjalan'), murid langsung memperagakan gerak berpindah tempat sejauh 3 meter (acuan: katak = melompat ke depan dengan tolakan kaki; kepiting = melangkah menyamping ke sisi kiri atau kanan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak lokomotor tiruan hewan dan benda saat aktivitas mandiri dan permainan 'Kebun Binatang Bergerak'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Lokomotor Tiruan Hewan dan Benda (Katak melompat, Kepiting berjalan menyamping, Ulat merangkak, Mobil berjalan/berlari)Belum mampu menerapkan 4 gerak lokomotor tiruan secara tepat; gerakan belum berpindah tempat secara berkesinambungan tanpa bimbingan penuh guru.Mampu menerapkan 1 sampai 2 dari 4 gerak lokomotor tiruan secara tepat berpindah tempat melintasi lintasan yang ditentukan.Mampu menerapkan 3 dari 4 gerak lokomotor tiruan secara tepat berpindah tempat melintasi lintasan yang ditentukan secara mandiri.Mampu menerapkan seluruh (4 dari 4) gerak lokomotor tiruan secara tepat berpindah tempat melintasi lintasan yang ditentukan dengan lancar, konsisten, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk permainan 'Kebun Binatang Bergerak' cukup memfasilitasi seluruh murid mempraktikkan gerak tiruan?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi gerak tiruan hewan dan benda dalam membantu pemahaman gerak berpindah tempat?

Murid:

  • Gerakan hewan apa yang paling seru kamu tirukan saat berpindah tempat?
  • Apakah kamu merasa tubuhmu menjadi lebih segar dan sehat setelah bergerak tadi?

Pertemuan 4 — Menerapkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor serta Menaati Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dalam Permainan Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menerapkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak yang berbeda berupa tiruan gerak dan permainan sederhana
  • TP 1.2.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis dengan permainan gerak berpindah tempat sederhana 'Lampu Merah Berhenti, Lampu Hijau Berjalan' mengelilingi area lapangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kombinasi gerak berpindah tempat (berjalan, berlari, melompat) dalam permainan beregu sederhana serta belajar menaati peraturan permainan agar tercipta fair play (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes peragaan singkat: meminta murid berdiri di belakang garis lalu bergerak sesuai instruksi: 'Berjalan 3 langkah ke depan, lalu melompat dengan 2 kaki mendarat bersamaan, dan segera berhenti saat peluit berbunyi' untuk memetakan kesiapan murid dalam melakukan gerak lokomotor serta kepatuhan pada tanda berhenti (acuan: murid mampu melompat dengan tolakan dua kaki dan berhenti seketika di belakang tanda cone tanpa mendahului aba-aba) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan 3 aturan utama dalam permainan sederhana 'Estafet Gerak Ceria': (1) Memulai gerak hanya setelah aba-aba peluit berbunyi; (2) Melakukan gerak berpindah tempat sesuai pos (Pos A ke B: berjalan cepat; Pos B ke C: melompat dengan dua kaki melewati rintangan bilah bambu/tali; Pos C ke D: berlari cepat); (3) Melakukan pergantian giliran dengan melakukan tos telapak tangan tanpa mendorong atau memotong antrean teman (15 menit).
  • Guru meminta 4 orang perwakilan murid untuk memperagakan alur lintasan dan aturan pergantian tersebut di depan kelas, sementara murid lain mengamati dan mengidentifikasi apakah giliran sudah dilakukan sesuai aturan garis mulai (acuan: murid peraga tidak melewati garis batas sebelum menerima tos telapak tangan dari rekannya) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam 4 kelompok barisan (masing-masing 6-7 murid) untuk mempraktikkan permainan sederhana 'Estafet Gerak Ceria' ronde 1: murid bergiliran menerapkan kombinasi gerak berjalan cepat, melompat rintangan rendah (tinggi 10 cm), dan berlari sambil menaati peraturan garis mulai dan pergantian giliran secara jujur (15 menit).
  • Murid memainkan ronde 2 dengan variasi tantangan lintasan berbelok (zig-zag): murid menerapkan gerak berlari zig-zag di antara 4 cone, melompat melewati 2 gelang kardus, dan kembali berjalan cepat ke garis awal, dengan penekanan ketat pada sikap fair play: mengakui jika menyenggol cone, merapikannya kembali, dan memberikan tos sportif kepada regu kawan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dalam suasana tenang untuk melakukan pendinginan sambil merefleksikan jalannya permainan: guru menanyakan apa yang dirasakan saat menaati antrean dan bagaimana sikap regu saat menang atau belum menang (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bermain tertib dengan menaati peraturan (tidak mencuri start, mengikuti rute lokomotor yang ditentukan, dan bersikap jujur) membuat permainan menjadi aman, adil, dan menyenangkan bagi semua teman (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui tanya jawab singkat mengenai aturan fair play permainan hari ini (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas sikap tertib dan sportivitas selama permainan, kemudian memimpin doa penutup serta mengarahkan murid berganti pakaian dan mencuci tangan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rintangan lompat dengan dua pilihan ketinggian (rintangan datar di lantai berupa gelang simpai bagi murid yang membutuhkan penyesuaian keseimbangan, dan bilah busa 10 cm untuk murid yang sudah mahir).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan visual berupa tanda panah di lantai lintasan dan aba-aba hitungan ketukan; murid yang sudah mahir diberikan tantangan lintasan melompat satu kaki (engklek) sebelum berlari.
  • Produk: Murid dinilai dari konsistensi melakukan gerak lokomotor (berjalan, melompat, berlari) pada lintasan serta kepatuhan menaati aturan mulai/pergantian giliran secara fair play.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan gerak dan kepatuhan aba-aba di awal sesi: Murid berbaris di belakang garis batas lalu diminta berjalan 3 langkah ke depan, melompat 1 kali dengan tumpuan dua kaki, dan berhenti seketika di tempat saat peluit berbunyi 1 kali (Acuan penilaian kesiapan: Murid dinyatakan siap jika mampu mendarat dengan seimbang tanpa terjatuh dan berhenti tepat di tempat tanpa melangkah maju setelah peluit dibunyikan).

Proses:

  • Pengamatan langsung selama permainan 'Estafet Gerak Ceria': Menilai kemampuan murid menerapkan minimal 3 gerak lokomotor (berjalan cepat di jalur lurus, melompat dua kaki melewati rintangan busa, dan berlari cepat menuju garis akhir) sesuai rute permainan.
  • Pencatatan daftar ceklis kepatuhan aturan fair play: Menilai 3 indikator perilaku taat aturan, yaitu (1) Memulai lari hanya setelah menerima tepukan tangan/tos dari rekan; (2) Melewati rute secara lengkap tanpa memotong jalur lompatan; (3) Mengakui kesalahan jika menyenggol cone dan memperbaikinya tanpa mengeluh.

Akhir Pertemuan:

  • Tanya jawab lisan cek pemahaman akhir pertemuan: Guru mengajukan 2 pertanyaan langsung kepada murid: (1) 'Apa yang harus kita lakukan jika tidak sengaja menyenggol rintangan cone saat berlari?' (Kriteria penerimaan: Menjawab berhenti sejenak untuk membenarkan cone atau mengakuinya dengan jujur); (2) 'Kapan waktu yang tepat bagi pelari kedua untuk mulai bergerak?' (Kriteria penerimaan: Menjawab setelah pelari pertama sampai di garis dan melakukan tos tangan, tidak mendahului sebelum disentuh).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penerapan keterampilan gerak lokomotor (berjalan, melompat, berlari) dalam permainan sederhana.
  • Lembar observasi perilaku ketaatan terhadap peraturan dan fair play (memulai tepat waktu aba-aba, tidak memotong rute, melakukan tos giliran dengan tertib, menerima hasil permainan tanpa protes berlebihan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Lokomotor dalam Permainan (TP 1.2.3)Belum mampu menerapkan variasi gerak lokomotor (hanya berjalan acak atau sering salah pola gerak di setiap pos rintangan).Mampu menerapkan 1 atau 2 bentuk gerak lokomotor (misalnya hanya berjalan dan berlari), namun masih ragu atau salah pola saat melakukan gerakan melompat rintangan.Mampu menerapkan ketiga gerak lokomotor (berjalan cepat, melompat rintangan, dan berlari) secara tepat sesuai lintasan permainan sederhana.Mampu menerapkan seluruh variasi gerak lokomotor (berjalan cepat, melompat seimbang, dan berlari gesit) secara tepat, lancar, dan konsisten di setiap putaran permainan secara mandiri.
Penaatan Peraturan dan Perilaku Fair Play (TP 1.2.4)Belum menaati peraturan permainan (sering mencuri start sebelum aba-aba, memotong rute lompatan, atau menyerobot giliran teman).Mulai menaati peraturan permainan namun masih perlu diingatkan oleh guru saat pergantian giliran atau saat tidak sengaja keluar lintasan.Menaati seluruh peraturan permainan sederhana (menunggu giliran di belakang garis, memulai setelah tos, dan menuntaskan rute) secara sadar dan konsisten.Menaati seluruh peraturan permainan secara konsisten tanpa diingatkan, menunjukkan sikap jujur mengakui kesalahan rute sendiri, serta memberikan apresiasi sportif berupa tos kepada lawan main.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan dan rute permainan sederhana dapat memfasilitasi seluruh murid mempraktikkan gerak berjalan, melompat, dan berlari dengan aman?
  • Bagaimana respons murid terhadap aturan pergantian giliran dan fair play? Apakah terdapat murid yang kesulitan mengendalikan dorongan untuk mendahului teman?

Murid:

  • Bagian gerak mana yang paling kamu sukai saat bermain estafet tadi (berjalan cepat, melompat rintangan, atau berlari)?
  • Apakah kamu tadi sudah menunggu giliran dengan tertib dan melakukan tos tangan dengan temanmu sebelum berlari?

Pertemuan 5 — Berpartisipasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani Gerak Berpindah Tempat dan Mengidentifikasi Manfaatnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.5 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat
  • TP 1.2.6 Mengidentifikasi manfaat berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/ruang terbuka, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran, dan memastikan kondisi fisik seluruh murid siap beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berpartisipasi aktif dalam rangkaian aktivitas jasmani gerak berpindah tempat dan mengenali manfaatnya bagi tubuh (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar kartu situasi tubuh: Gambar A (anak duduk lesu bermain gawai terus-menerus), Gambar B (anak aktif berlari riang di taman), Gambar C (anak tertidur lemas di lantai); lalu bertanya kepada murid: 'Manakah gambar yang menunjukkan tubuh yang aktif bergerak dan apa rasanya jika tubuh kita aktif bergerak?' (acuan jawaban: Gambar B; tubuh menjadi sehat/segar/bertenaga/bersemangat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memimpin pemanasan dinamis berpindah tempat melalui permainan ringan 'Lampu Merah, Lampu Hijau': saat guru berseru 'Hijau' murid berjalan santai, saat berseru 'Kuning' murid merangkak perlahan, dan saat berseru 'Merah' murid berhenti di tempat (10 menit).
  • Guru mengajak murid meletakkan tangan kanan di dada kiri untuk merasakan detak jantung dan memperhatikan tarikan napas setelah bergerak, lalu menjelaskan bahwa aktif bergerak berpindah tempat membuat jantung bekerja dengan baik, tubuh menjadi bugar, otot kaki kuat, serta pikiran menjadi gembira (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi lapangan menjadi 3 pos aktivitas berpindah tempat bertajuk 'Jelajah Gerak Ceria': Pos 1 (jalur berjalan cepat dan merangkak melewati lintasan kerucut sepanjang 10 meter), Pos 2 (jalur berlari zig-zag melintasi 5 rintangan corong), dan Pos 3 (jalur melompat 4 kotak simpai berurutan) (10 menit).
  • Murid berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian aktivitas jasmani di Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 secara bergantian dengan antusias dan tertib mengikuti alur jelajah (20 menit).
  • Setelah menyelesaikan 2 putaran pos, murid berkumpul di area teduh, kembali memegang dada untuk merasakan perubahan fisik (tubuh berkeringat, napas terasa hangat, detak jantung berdenyut aktif) sebagai bukti tubuh telah berpartisipasi jasmani (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Ceklis Manfaat Gerak bergambar kepada setiap murid yang berisi 4 kartu pernyataan visual: (1) 'Tubuh terasa lebih bugar dan segar', (2) 'Kaki dan otot menjadi lebih kuat', (3) 'Perasaan menjadi senang dan ceria', (4) 'Tubuh menjadi lemas dan sakit-sakitan' (acuan jawaban tepat: murid memilih/mencentang pernyataan 1, 2, dan 3 sebagai manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat, serta mengosongkan pernyataan 4) (15 menit).
  • Murid secara mandiri memilih dan menandai gambar manfaat yang mereka rasakan langsung setelah beraktivitas jasmani gerak berpindah tempat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan santai untuk mengembalikan denyut nadi serta merilekskan otot-otot tubuh (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa berpartisipasi aktif dalam gerak berpindah tempat membuat tubuh sehat, kuat, dan hati riang (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan seluruh murid, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab gerak berpindah tempat, serta menutup pelajaran dengan doa dan cuci tangan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar visual penjelas manfaat gerak bagi murid yang membutuhkan penguatan pemahaman konkret.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan jeda energi, tempo di Pos Jelajah Gerak disesuaikan dengan berjalan ritmis; bagi murid yang sangat aktif dan berenergi tinggi, diperbolehkan menambah satu putaran lintasan pos jelajah secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi manfaat gerak melalui tanda centang pada lembar bergambar atau secara lisan menyebutkan/menunjuk gambar yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 3 gambar situasi tubuh: Gambar A (duduk lesu main gawai), Gambar B (aktif berlari riang di taman), Gambar C (tidur lemas di lantai). Guru menanyakan: 'Manakah gambar yang menunjukkan tubuh yang aktif bergerak dan apa rasanya jika tubuh kita aktif bergerak?' (acuan: murid menunjuk Gambar B; menyebutkan rasa segar/sehat/semangat/kuat).

Proses:

  • Pengamatan langsung partisipasi murid dalam melakukan aktivitas jasmani gerak berpindah tempat di Pos 1, 2, dan 3 (indikator: murid bersedia dan aktif bergerak melintasi pos-pos kegiatan tanpa menolak).
  • Pengecekan kesadaran tubuh: kemampuan murid merasakan perubahan fisik (detak jantung dan keringat) setelah berpartisipasi dalam gerak jasmani.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman melalui Lembar Ceklis Manfaat Gerak berisi 4 pernyataan visual: (1) 'Tubuh terasa lebih bugar dan segar', (2) 'Kaki dan otot menjadi lebih kuat', (3) 'Perasaan menjadi senang dan ceria', (4) 'Tubuh menjadi lemas dan sakit-sakitan'. Kriteria ketepatan: murid mencentang pernyataan (1), (2), dan (3) serta tidak mencentang pernyataan (4).

Formatif:

  • Observasi lembar ceklis keikutsertaan/partisipasi murid dalam aktivitas jasmani gerak berpindah tempat di pos jelajah
  • Pemeriksaan lembar kerja ceklis bergambar identifikasi manfaat gerak berpindah tempat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam aktivitas jasmani gerak berpindah tempat (TP 1.2.5)Belum bersedia ikut serta dan pasif dalam aktivitas gerak berpindah tempat di pos jelajah meskipun telah dimotivasi guru.Berpartisipasi dalam sebagian kecil aktivitas gerak berpindah tempat di pos jelajah dengan dorongan berkelanjutan dari guru.Berpartisipasi secara aktif dan konsisten mengikuti seluruh rangkaian aktivitas gerak berpindah tempat di Pos 1, 2, dan 3.Berpartisipasi secara aktif, konsisten, dan mandiri menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas gerak berpindah tempat di seluruh pos dengan penuh antusias.
Mengidentifikasi manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat (TP 1.2.6)Belum mampu mengidentifikasi manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat pada lembar ceklis bergambar (0 dari 3 acuan benar).Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 acuan manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat secara tepat.Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 acuan manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat secara tepat (acuan: bugar/segar, otot kuat, perasaan senang).Mampu mengidentifikasi seluruh 3 acuan manfaat berpartisipasi gerak berpindah tempat secara tepat dan membedakannya dari pernyataan yang keliru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat dan aktif berpartisipasi dalam setiap pos aktivitas jasmani gerak berpindah tempat?
  • Apakah instruksi dan media visual yang digunakan cukup memudahkan murid kelas 1 mengenali manfaat gerak bagi tubuhnya?

Murid:

  • Bagaimana perasaan tubuhmu setelah berolahraga melintasi pos-pos gerak tadi?
  • Apa manfaat bergerak berpindah tempat yang paling kamu rasakan hari ini?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor merangkak, berjalan, dan berlari
  • TP 1.2.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor melompat dan berguling
  • TP 1.2.3 Menerapkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak yang berbeda berupa tiruan gerak dan permainan sederhana
  • TP 1.2.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat
  • TP 1.2.5 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat
  • TP 1.2.6 Mengidentifikasi manfaat berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid, memeriksa kehadiran, dan mengecek kesiapan fisik serta seragam olahraga murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis secara klasikal yang melibatkan peregangan otot tungkai, lengan, dan leher untuk menyiapkan tubuh beraktivitas fisik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur penilaian sirkuit gerak berpindah tempat yang terdiri dari 5 pos rintangan estafet: Pos 1 (berjalan cepat lalu merangkak di bawah tali setinggi 50 cm), Pos 2 (berlari lurus menuju kardus), Pos 3 (melompat dengan dua kaki melewati 2 rintangan kardus rendah setinggi 20 cm), Pos 4 (berguling ke samping/log roll di atas matras senam), dan Pos 5 (menirukan gerak melompat seperti katak atau kelinci hingga garis akhir) (5 menit).
  • Guru membacakan aturan main dan peraturan fair play yang wajib ditaati: menunggu giliran di belakang garis antrean, tidak memotong lintasan teman, melakukan tos tangan sebagai tanda pergantian giliran, dan bersikap jujur saat menyelesaikan tiap pos (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 Asesmen Sumatif (Kinerja Sirkuit Lokomotor Kelompok): Murid dibagi ke dalam regu berisi 4-5 anak secara paralel di 2 lintasan sirkuit rintangan, lalu secara bergiliran mempraktikkan keterampilan merangkak, berjalan/berlari, melompati rintangan rendah, berguling di matras, dan menirukan gerak katak/kelinci dalam permainan estafet rintangan ceria; guru menilai performa gerak tiap murid menggunakan rubrik unjuk kerja gerak fundamental (40 menit).
  • Tugas 2 Asesmen Sumatif (Observasi Perilaku dan Keaktifan): Bersamaan dengan pelaksanaan sirkuit estafet, guru mengamati dan mencatat perilaku murid serentak seluruh kelas pada lembar ceklis observasi afektif yang memuat ketaatan aturan/antre tanpa curang (fair play) serta keterlibatan aktif berpartisipasi bergerak tanpa pasif menolak giliran (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Tugas 3 Asesmen Sumatif (Tes Lisan Manfaat Gerak saat Pendinginan): Guru memandu peregangan pendinginan dalam formasi lingkaran santai, lalu melakukan tanya jawab lisan secara bergiliran (1 menit per murid, total 20 menit) dengan pertanyaan: 'Sebutkan apa manfaat yang dirasakan tubuhmu setelah berpartisipasi melakukan gerak berpindah tempat hari ini?' (kriteria penerimaan jawaban lisan murid: menyebutkan minimal 1 respon fisik yang relevan seperti: badan terasa segar/hangat, berkeringat, otot kaki/tangan terasa kuat, jantung berdetak lebih cepat, atau tubuh menjadi sehat/bugar) (20 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, sportivitas, dan kerja keras seluruh murid dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen sumatif sirkuit gerak berpindah tempat (3 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran Bab 2, memimpin doa penutup bersama, dan mengarahkan murid untuk mencuci tangan serta minum air putih (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; media lintasan sirkuit ditata seragam dengan ukuran rintangan aman untuk seluruh murid Fase A.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pendampingan verbal dan pemberian tanda visual warna terang pada garis batas antrean bagi murid yang memerlukan panduan spasial tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Standar unjuk kerja gerak, observasi fair play, dan kriteria jawaban manfaat gerak berlaku sama untuk seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan fisik dan pengamatan singkat kemampuan murid melakukan gerak pemanasan lokomotor di tempat (acuan: murid mampu mengikuti gerak peregangan tungkai dan lengan tanpa kendala fisik).

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja sirkuit gerak berpindah tempat, observasi keterlibatan dan ketaatan aturan, serta tanya jawab lisan: kinerja kombinasi gerak lokomotor pada lintasan rintangan ceria, rekaman lembar observasi partisipasi aktif dan kepatuhan aturan fair play, serta jawaban lisan singkat mengenai manfaat gerak bagi tubuh
  • unjuk kerja sirkuit lokomotor kelompok: kinerja kelompok (dinilai per regu 4-5 murid secara paralel di lintasan) dalam mempraktikkan merangkak, berlari, melompati rintangan rendah, berguling di matras, dan menirukan gerak katak/kelinci dalam permainan estafet rintangan (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak fundamental)
  • observasi perilaku dan keaktifan: lembar amatan perilaku murid selama permainan estafet yang mencatat ketaatan antre/tidak curang (fair play) serta keterlibatan aktif berpartisipasi tanpa pasif menolak gerak secara serentak seluruh kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku afektif dan partisipasi)
  • tes lisan bergiliran saat pendinginan: jawaban lisan langsung 1 menit per murid saat melingkar di sesi pendinginan mengenai manfaat yang dirasakan tubuh (misal: badan terasa segar, berkeringat, otot kaki kuat; 28 murid x 1 menit = 28 menit, muat dalam alokasi 30 menit) (30 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek jawaban)

Sumatif:

  • unjuk kerja sirkuit gerak berpindah tempat, observasi keterlibatan dan ketaatan aturan, serta tanya jawab lisan: kinerja kombinasi gerak lokomotor pada lintasan rintangan ceria, rekaman lembar observasi partisipasi aktif dan kepatuhan aturan fair play, serta jawaban lisan singkat mengenai manfaat gerak bagi tubuh
  • unjuk kerja sirkuit lokomotor kelompok: kinerja kelompok (dinilai per regu 4-5 murid secara paralel di lintasan) dalam mempraktikkan merangkak, berlari, melompati rintangan rendah, berguling di matras, dan menirukan gerak katak/kelinci dalam permainan estafet rintangan (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak fundamental)
  • observasi perilaku dan keaktifan: lembar amatan perilaku murid selama permainan estafet yang mencatat ketaatan antre/tidak curang (fair play) serta keterlibatan aktif berpartisipasi tanpa pasif menolak gerak secara serentak seluruh kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku afektif dan partisipasi)
  • tes lisan bergiliran saat pendinginan: jawaban lisan langsung 1 menit per murid saat melingkar di sesi pendinginan mengenai manfaat yang dirasakan tubuh (misal: badan terasa segar, berkeringat, otot kaki kuat; 28 murid x 1 menit = 28 menit, muat dalam alokasi 30 menit) (30 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek jawaban)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Lokomotor Sirkuit (TP 1.2.1, TP 1.2.2, TP 1.2.3)Mempraktikkan kurang dari 2 pola gerak pada sirkuit (merangkak, berlari, melompat, berguling, tiruan katak/kelinci) dengan benar serta membutuhkan bantuan penuh guru.Mempraktikkan 2-3 pola gerak pada sirkuit (merangkak bertumpu tangan-lutut, berlari, melompat dua kaki, berguling samping, tiruan katak) secara tepat dengan sesekali arahan.Mempraktikkan 4 pola gerak pada sirkuit (merangkak, berlari, melompat rintangan, berguling samping, tiruan hewan) secara tepat dan mandiri.Mempraktikkan seluruh (5) pola gerak pada sirkuit rintangan (merangkak, berlari, melompati rintangan, berguling samping di matras, dan tiruan katak/kelinci) secara tepat, lancar, dan mandiri.
Penaatan Peraturan Fair Play dan Partisipasi Aktif (TP 1.2.4, TP 1.2.5)Pasif menolak melakukan giliran gerak dan melanggar aturan antrean (menyerobot atau tidak menunggu giliran).Mulai berpartisipasi melakukan gerak namun masih perlu diingatkan guru untuk menaati aturan antre dan tidak memotong lintasan.Berpartisipasi aktif melakukan setiap giliran gerak serta menaati aturan fair play (antre tertib, melakukan tos pergantian) secara mandiri.Berpartisipasi sangat aktif dan konsisten menaati seluruh peraturan fair play tanpa pernah melanggar serta konsisten menjaga ketertiban barisan.
Identifikasi Manfaat Berpartisipasi dalam Aktivitas Gerak (TP 1.2.6)Belum mampu menyebutkan manfaat yang dirasakan tubuh setelah berpartisipasi melakukan gerak berpindah tempat walau dipandu pertanyaan lisan.Menyebutkan 1 manfaat gerak bagi tubuh dengan bantuan bimbingan guru (acuan: badan segar, berkeringat, otot kaki kuat, tubuh sehat/bugar).Mengidentifikasi dan menyebutkan secara lisan 1 manfaat gerak bagi tubuh secara mandiri sesuai acuan jawaban.Mengidentifikasi dan menyebutkan secara lisan lebih dari 1 manfaat gerak bagi tubuh (misalnya menyebutkan badan berkeringat dan otot kaki bertambah kuat) secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh pos rintangan pada sirkuit asesmen sumatif aman dan dapat diakses dengan baik oleh setiap murid kelas 1?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada penguasaan kombinasi gerak lokomotor dan kepatuhan fair play di Bab 2?

Murid:

  • Bagian pos rintangan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang dan tertib saat bermain estafet bersama teman sekelompokmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2024)
  2. Buku Teks Siswa PJOK Kelas I Bab 2: Asyiknya Gerak Berpindah Tempat
  3. Matras senam/olahraga (minimal 2 unit)
  4. Kerucut pembatas (cones)
  5. Peluit dan stopwatch
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2024, Bab 2).
  7. Buku Siswa PJOK Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2024, Bab 2).
  8. Matras senam busa.
  9. Kardus bekas/bilah rintangan aman ukuran 10-15 cm.
  10. Balon karet yang digantung dengan tali rafia.
  11. Peluit dan stopwatch.
  12. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
  13. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
  14. Peluit dan cone/pembatas lintasan
  15. Kartu gambar hewan (katak, kepiting, ulat) dan benda (mobil)
  16. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2024)
  17. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2024, Bab 2)
  18. Peralatan: Peluit, cone/kerucut pembatas (8 buah), gelang simpai/bilah busa rintangan lompat (4 buah), stopwatch/penanda waktu.
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024.
  20. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2024.
  21. Kerucut pembatas (cone), simpai (hula hoop), dan peluit.
  22. Kartu gambar situasi tubuh dan Lembar Ceklis Bergambar Manfaat Gerak.
  23. Buku Siswa PJOK Kelas I Bab 2 'Asyiknya Gerak Berpindah Tempat' (Kemendikbudristek, 2024)
  24. Peralatan sirkuit rintangan: matras senam, kardus rintangan rendah (tinggi 20 cm), tali rentang (tinggi 50 cm), peluit, cone penanda lintasan, dan lembar ceklis asesmen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.