MODUL AJAR PJOK — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Asyiknya Gerak di Tempat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Asyiknya Gerak di Tempat |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor menekuk dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
- TP 1.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor memilin dan mengayun dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
- TP 1.1.3 Mengeksplorasi berbagai strategi gerak meniru bentuk dalam aktivitas gerak di tempat
- TP 1.1.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak di tempat
- TP 1.1.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani permainan sederhana di tempat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagian tubuh mana saja yang bisa kita tekuk tanpa harus berpindah tempat?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita saat mencoba membungkuk menyentuh ujung kaki?
- Bagian tubuh mana saja yang bisa dipilin atau diputar tanpa berpindah tempat?
- Bagaimana rasanya saat mengayunkan lengan dan kaki seperti baling-baling atau bandul jam?
- Bagaimana caramu menggerakkan tubuh agar terlihat seperti pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi dan badai kencang tanpa berpindah tempat?
- Dapatkah tubuhmu ditekuk atau diluruskan di tempat hingga membentuk huruf T, Y, atau V?
- Apa yang terjadi jika kita bergerak mendahului aba-aba peluit guru saat bermain di tempat?
- Mengapa kita harus jujur mengaku dan diam saat tubuh kita bergoyang pada permainan patung?
- Bagaimana cara kita memindahkan bola bersama teman tanpa berpindah tempat?
- Mengapa kita perlu saling membantu dan membagi tugas saat bermain bersama teman?
- Bagaimana caramu menggerakkan tubuh di tempat tanpa berpindah posisi?
- Mengapa kita harus tetap berdiri di tempat dan bekerja sama saat mengoper balon ke teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Praktik Keterampilan Gerak Fundamental Nonlokomotor Menekuk Bagian Tubuh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor menekuk dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan pakaian olahraga murid rapi serta aman (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan yang berfokus pada peregangan leher, lengan, pinggang, dan tungkai (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes peragaan diagnostik cepat: meminta semua murid menekuk siku tangan seperti gerakan menggaruk hidung dan menekuk satu lutut ke depan (acuan peragaan benar: siku terlipat mendekati hidung dan satu lutut terangkat tertekuk stabil tanpa berpindah tempat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan konsep gerak nonlokomotor menekuk 4 bagian tubuh: (1) Menekuk kepala ke kanan dan ke kiri; (2) Menekuk siku tangan; (3) Menekuk pinggang/membungkuk ke depan hingga tangan menyentuh kaki; (4) Menekuk tungkai/lutut ke depan dan ke belakang dengan bertumpu pada satu kaki di tempat (15 menit).
- Murid mengamati dan menirukan secara bersama-sama setiap bentuk gerak menekuk dengan kesadaran posisi tubuh yang seimbang tanpa melangkah atau berpindah tempat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan secara mandiri rangkaian gerak menekuk 4 bagian tubuh dalam hitungan 1-8 untuk tiap gerakan: menekuk kepala ke samping kanan-kiri, menekuk siku, menekuk pinggang (membungkuk), dan menekuk lutut ke depan secara bergantian (20 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Patung Tekuk': guru menyebutkan salah satu dari 4 instruksi: (1) 'Tekuk Kepala!', (2) 'Tekuk Siku!', (3) 'Tekuk Pinggang!', atau (4) 'Tekuk Lutut!'; murid segera membentuk dan menahan posisi tekuk yang sesuai tanpa bergerak atau berpindah tempat selama 5 detik (acuan bentuk: (1) kepala miring ke samping; (2) siku terlipat di depan dada; (3) badan membungkuk ke bawah; (4) satu kaki ditekuk di depan/belakang bertumpu satu kaki) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pendinginan mandiri sambil mengidentifikasi bagian tubuh mana yang ditekuk selama aktivitas tadi (5 menit).
- Guru memfasilitasi murid mengevaluasi keseimbangan tubuhnya saat menekuk lutut dan pinggang dengan menanyakan bagian tubuh mana yang paling mudah dan paling sulit ditekuk di tempat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan praktik keterampilan gerak menekuk seluruh murid (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kemandirian murid dalam bergerak aktif menjaga kebugaran tubuh, memimpin doa penutup, dan mengarahkan murid berganti pakaian serta mencuci tangan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh peragaan visual langsung oleh guru untuk murid yang memerlukan panduan konkret posisi tekukan tubuh.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menjaga keseimbangan saat menekuk satu lutut, diperbolehkan menekuk lutut dengan merentangkan kedua tangan ke samping untuk menjaga kestabilan; bagi murid yang sudah mahir, diberikan tantangan menahan posisi tekuk lutut selama 8 hitungan penuh tanpa goyah.
- Produk: Variasi tingkat kemandirian dalam mempraktikkan 4 ragam gerak menekuk sesuai kemampuan koordinasi tubuh masing-masing anak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan diagnostik: Meminta murid melakukan 2 instruksi gerak menekuk: (1) Menekuk siku seperti menggaruk hidung; (2) Menekuk satu lutut ke depan di tempat. (Acuan: siku terlipat rapat ke arah hidung; lutut terangkat tertekuk di depan badan dengan tumpuan satu kaki stabil tanpa berpindah tempat).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat permainan 'Patung Tekuk' dan latihan mandiri terhadap 4 gerak nonlokomotor menekuk: (1) Menekuk kepala ke samping; (2) Menekuk siku tangan; (3) Menekuk pinggang ke depan (membungkuk); (4) Menekuk tungkai/lutut (ke depan/belakang bertumpu satu kaki). (Acuan: gerakan dilakukan di tempat tanpa melangkah dan posisi persendian tertekuk sesuai instruksi).
Akhir Pertemuan:- Cek keterampilan di akhir sesi: Meminta murid memperagakan kembali posisi menekuk pinggang membungkuk dan menekuk lutut bertumpu satu kaki selama 5 hitungan. (Acuan ketepatan: badan membungkuk tangan mengarah ke kaki; kaki tumpuan tidak bergeser dari posisi awal).
Formatif:- Unjuk kerja praktik keterampilan gerak menekuk (kepala, siku, pinggang, lutut) diamati melalui lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Keterampilan Gerak Nonlokomotor Menekuk Tubuh (Kepala, Siku, Pinggang, Lutut) | Hanya mampu mempraktikkan 1 dari 4 bentuk gerak menekuk dengan benar, atau masih berpindah tempat saat bergerak. | Mampu mempraktikkan 2 dari 4 bentuk gerak menekuk di tempat dengan benar, namun masih memerlukan bimbingan guru. | Mampu mempraktikkan 3 sampai 4 bentuk gerak menekuk (kepala, siku, pinggang, lutut) di tempat secara tepat dan mandiri. | Mampu mempraktikkan seluruh 4 bentuk gerak menekuk (kepala, siku, pinggang, lutut) di tempat secara tepat, seimbang, dan konsisten tanpa berpindah tempat sepanjang latihan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memfasilitasi seluruh murid mempraktikkan 4 ragam gerak menekuk?
- Bagian gerak menekuk mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan keseimbangan pada murid kelas 1?
Murid:- Gerakan menekuk bagian tubuh mana yang paling mudah kamu lakukan?
- Apakah kamu bisa berdiri tegak tanpa jatuh saat menekuk satu lutut?
Pertemuan 2 — Praktik Keterampilan Gerak Fundamental Nonlokomotor Memilin dan Mengayun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor memilin dan mengayun dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membariskan murid, memeriksa kesiapan fisik, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan yang berfokus pada peregangan otot pinggang, lengan, dan tungkai (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: meminta murid memperagakan 1 gerak memilin tubuh saat duduk dan 1 gerak mengayun lengan saat berdiri untuk memetakan kesiapan gerak dasar (acuan: memilin duduk = memutar pinggang ke samping tanpa menggeser pantat; mengayun lengan = menggerakkan lengan ke depan-belakang atau samping secara berulang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai keterampilan gerak fundamental nonlokomotor: (1) memilin tubuh saat posisi berdiri (kedua kaki dibuka selebar bahu, merentangkan lengan, memutar pinggang ke kanan dan kiri bergantian) dan (2) memilin tubuh saat posisi duduk selonjor (memutar pinggang ke samping dengan kedua tangan bertumpu di lantai) (10 menit).
- Murid mengamati peragaan guru mengenai gerak mengayun dalam berbagai variasi posisi: (1) ayunan kedua lengan ke depan-belakang, (2) ayunan kedua lengan ke samping kanan-kiri, (3) ayunan kaki kanan dan kiri ke depan-belakang, serta (4) ayunan kaki kanan dan kiri ke samping secara bergantian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mempraktikkan keterampilan gerak memilin tubuh secara mandiri di tempat masing-masing: memilin posisi berdiri 8 hitungan dan memilin posisi duduk selonjor 8 hitungan dengan menjaga posisi kaki dan tumpuan tetap stabil di tempat (15 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan gerak mengayun anggota tubuh: mengayun kedua lengan ke samping (8 hitungan), mengayun lengan ke depan-belakang (8 hitungan), mengayun tungkai ke depan-belakang secara bergantian (8 hitungan), dan mengayun tungkai ke samping secara bergantian (8 hitungan) (20 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Baling-baling dan Lonceng Jam' di tempat: saat guru menyebut 'baling-baling', murid mempraktikkan gerak memilin pinggang; saat guru menyebut 'lonceng jam', murid mempraktikkan gerak mengayun lengan atau tungkai sesuai aba-aba tanpa berpindah tempat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pendinginan ringan dengan mengatur napas sambil merelaksasikan ayunan lengan perlahan di tempat (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan gerakan yang telah dipraktikkan, mengecek stabilitas tubuh saat memilin dan kelancaran ayunan kaki/lengan tanpa kehilangan keseimbangan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa gerak memilin dan mengayun yang telah dilakukan murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan mengingatkan murid untuk menjaga kebersihan diri serta minum air putih (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih gerak mengayun lengan dan memilin duduk bersandar/berpegangan lantai sederhana; murid yang mahir mempraktikkan variasi ayunan kaki dengan rentang gerak penuh.
- Proses: Pemberian hitungan lambat dan pendampingan bertahap bagi murid yang koordinasi geraknya masih kaku, serta tantangan kombinasi 2 kali pilin diikuti 2 kali ayun bagi murid yang sudah lancar.
- Produk: Kesesuaian penguasaan 4 variasi gerak memilin dan mengayun fundamental sesuai kemampuan fisik murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik singkat: Guru menginstruksikan murid melakukan 1 gerak memilin (memutar pinggang ke samping saat duduk selonjor) dan 1 gerak mengayun (mengayunkan kedua lengan ke depan dan ke belakang saat berdiri). Guru mengelompokkan kesiapan murid ke dalam kategori mahir (mampu langsung memilin dan mengayun stabil tanpa berpindah tempat) atau butuh bimbingan (gerakan kaku atau kaki ikut bergeser).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat kegiatan inti: Pengamatan terhadap ketepatan mempraktikkan 4 variasi gerak: (1) memilin berdiri, (2) memilin duduk selonjor, (3) mengayun lengan (depan-belakang/samping), dan (4) mengayun tungkai (depan-belakang/samping). Acuan benar: poros tubuh tetap di tempat (kaki tidak melangkah), gerakan memilin memutar pinggang minimal 45 derajat, dan gerakan mengayun dilakukan berirama tanpa kehilangan keseimbangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan unjuk kerja akhir di penutup: Murid memperagakan secara acak 1 variasi gerak memilin dan 1 variasi gerak mengayun sesuai aba-aba guru (acuan: variasi memilin = memutar pinggang posisi duduk/berdiri; variasi mengayun = mengayunkan lengan/kaki ke depan-belakang/samping; dinilai dari kemampuan melakukan gerakan tanpa melangkah/berpindah tempat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak nonlokomotor memilin dan mengayun
- Lembar periksa diri (self-check) sederhana kemampuan memilin dan mengayun
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan gerak nonlokomotor memilin | Belum mampu mempraktikkan gerak memilin tubuh baik posisi berdiri maupun duduk, posisi tubuh goyah atau kaki berpindah tempat. | Mampu mempraktikkan 1 variasi gerak memilin (berdiri atau duduk) dengan bantuan arahan dan bimbingan guru. | Mampu mempraktikkan 2 variasi gerak memilin (posisi berdiri dan posisi duduk) secara mandiri dan stabil di tempat. | Mampu mempraktikkan seluruh variasi gerak memilin (berdiri dan duduk) secara konsisten, luwes, seimbang, dan mandiri tanpa berpindah tempat. | | Mempraktikkan gerak nonlokomotor mengayun | Belum mampu mempraktikkan gerak mengayun lengan maupun tungkai, gerakan kaku atau tubuh kehilangan keseimbangan. | Mampu mempraktikkan 1-2 variasi gerak mengayun (lengan atau tungkai) dengan bantuan hitungan dan arahan guru. | Mampu mempraktikkan 3-4 variasi gerak mengayun (lengan ke depan-belakang/samping, serta tungkai ke depan-belakang/samping) secara mandiri di tempat. | Mampu mempraktikkan seluruh variasi gerak mengayun lengan dan tungkai dengan irama ayunan yang lancar, seimbang, dan mandiri tanpa berpindah tempat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup untuk melatih gerak memilin dan mengayun secara merata pada seluruh murid?
- Bagian gerak mana yang paling menantang bagi murid kelas 1 (apakah memilin saat duduk atau mengayun tungkai dengan satu kaki bertumpu)?
- Bagaimana penyesuaian instruksi yang perlu diperbaiki agar murid tidak melangkah saat melakukan gerak di tempat?
Murid:- Gerakan mana yang paling kamu sukai: memutar pinggang seperti baling-baling atau mengayun lengan seperti lonceng jam?
- Apakah tubuhmu terasa lebih segar dan lentur setelah melakukan gerakan memilin dan mengayun tadi?
Pertemuan 3 — Eksplorasi Strategi Gerak Meniru Bentuk Pohon dan Huruf di Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Mengeksplorasi berbagai strategi gerak meniru bentuk dalam aktivitas gerak di tempat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membariskan murid di lapangan/aula berjarak aman, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis di tempat yang berpusat pada kelenturan lengan, leher, dan pinggang (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengeksplorasi strategi gerak meniru bentuk pohon dan huruf di tempat, serta mengajukan pertanyaan pemantik (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak sederhana: 'Rentangkan kedua tangan ke samping membentuk garis lurus seperti huruf T di tempat!' Guru mengamati kesiapan murid dalam memosisikan anggota tubuhnya tanpa melangkah berpindah tempat (acuan: kedua kaki berdiri tegak dan kedua lengan lurus sejajar ke samping kiri dan kanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan demonstrasi eksplorasi gerak meniru pohon tertiup angin dengan variasi tiupan: angin sepoi-sepoi (mengayunkan kedua lengan perlahan ke kiri dan kanan), angin kencang (meliukkan badan dan menekuk pinggang lebih rendah ke kiri dan kanan), dan angin badai (mengayunkan lengan memutar dan menekuk lutut sedikit di tempat) (10 menit).
- Murid mengamati gambar peraga kartu bentuk yang berisi 4 bentuk target: (1) Bentuk Pohon Tertiup Angin (lengan ke atas, badan meliuk ke samping); (2) Bentuk Huruf T (berdiri tegak, kedua lengan lurus direntangkan ke samping); (3) Bentuk Huruf Y (berdiri tegak, kedua lengan lurus diangkat miring ke atas membentuk corong); (4) Bentuk Huruf V (duduk di matras/lantai, kedua tungkai lurus diangkat membentuk sudut lancip dengan badan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri mencoba mengeksplorasi strategi gerak menirukan pohon tertiup angin dalam 3 tingkatan terpaan angin (sepoi-sepoi, kencang, badai) dengan menyesuaikan tekukan pinggang dan ayunan lengan tetap di titik berdirinya (15 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Tebak Bentuk Huruf Tubuh': Guru menunjukkan salah satu dari 3 kartu huruf target secara berurutan: Huruf T, Huruf Y, dan Huruf V; murid mengeksplorasi strategi menekuk, meluruskan, atau meregangkan lengan dan tungkai di tempat agar menyerupai bentuk huruf tersebut sesuai acuan posisi tubuh (15 menit).
- Murid melakukan eksplorasi gerak menirukan 4 bentuk gabungan (Pohon Angin Kencang, Huruf T, Huruf Y, Huruf V) secara berurutan sesuai aba-aba peluit guru tanpa melangkah atau berpindah dari matras/posisinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar di tempat masing-masing dan memikirkan strategi gerak mana yang paling mudah atau paling menantang dilakukan saat meniru bentuk pohon dan huruf (misalnya: menyeimbangkan badan saat mengangkat kaki untuk huruf V atau meliukkan pinggang untuk pohon) (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan statis di tempat sambil mengatur napas (5 menit).
- Guru dan murid melakukan cek pemahaman akhir dan menyimpulkan bersama strategi gerak di tempat (menekuk pinggang, merentangkan lengan, mengangkat tungkai) yang digunakan untuk meniru bentuk (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan apresiasi terhadap usaha murid, doa bersama, dan pembubaran barisan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu peraga visual dengan garis bantu arah panah gerak tubuh untuk memudahkan pemahaman murid yang memerlukan bimbingan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih kaku/sulit seimbang saat meniru huruf V di lantai, diperbolehkan menopang kedua tangan di lantai belakang pinggul; bagi murid yang sudah mahir, diberikan tantangan meniru bentuk huruf tambahan seperti huruf L (duduk selonjor tegak) atau huruf O (kedua lengan melingkar di atas kepala) di tempat.
- Produk: Variasi bentuk peragaan tubuh dinilai berdasarkan kemandirian dan kesesuaian eksplorasi posisi anggota tubuh terhadap bentuk target tanpa berpindah tempat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan gerak nonlokomotor dasar di pendahuluan: Guru memberikan instruksi 'Buatlah bentuk huruf T dengan kedua lenganmu tanpa melangkahkan kaki!'. Guru mencatat murid yang mampu memosisikan lengan dan kaki dengan tepat (acuan: berdiri tegak, kedua lengan lurus mendatar ke samping setinggi bahu, kaki tidak berpindah tempat).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat murid mengeksplorasi strategi gerak 4 bentuk target di aktivitas inti: (1) Pohon Tertiup Angin (kedua lengan diayun ke atas meliuk ke samping kanan/kiri di tempat); (2) Huruf T (berdiri tegak, kedua lengan direntangkan lurus ke samping); (3) Huruf Y (berdiri tegak, kedua lengan dibuka serong ke atas membentuk huruf V/corong); (4) Huruf V (posisi duduk di matras, tungkai diangkat lurus serong ke atas membentuk sudut lancip dengan badan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak di akhir sesi: Guru menyebutkan satu per satu 2 bentuk target ('Pohon tertiup badai' dan 'Huruf Y'), murid serentak mempraktikkan strategi geraknya di tempat dalam waktu 5 detik (acuan: pohon tertiup badai = lengan berayun lebar disertai liukan pinggang dan lutut menekuk di tempat; huruf Y = kedua lengan lurus serong ke atas di tempat).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja langsung saat murid mengeksplorasi strategi gerak meniru pohon tertiup angin dan meniru bentuk huruf di tempat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Strategi Gerak Menirukan Bentuk Pohon Tertiup Angin di Tempat (Acuan: mengayun lengan dan meliukkan badan/pinggang ke arah kiri dan kanan di tempat) | Belum mampu mengeksplorasi gerak menirukan pohon di tempat; anggota tubuh tidak digerakkan atau berpindah tempat saat mencoba. | Mengeksplorasi gerak menirukan pohon di tempat dengan bimbingan guru penuh, namun ayunan lengan dan liukan badan masih sangat kaku. | Mengeksplorasi strategi gerak menirukan pohon tertiup angin di tempat secara tepat (mengayun lengan dan meliukkan pinggang ke samping) dengan sedikit arahan. | Mengeksplorasi strategi gerak menirukan pohon tertiup angin di tempat secara mandiri, luwes, dan konsisten pada variasi angin sepoi-sepoi, kencang, maupun badai tanpa berpindah tempat. | | Eksplorasi Strategi Gerak Menirukan Bentuk Huruf di Tempat (Acuan: 3 bentuk target yaitu huruf T, Y, dan V) | Belum mampu mengeksplorasi strategi gerak untuk menirukan bentuk huruf di tempat (0 dari 3 bentuk target tepat). | Mampu mengeksplorasi strategi gerak menirukan 1 dari 3 bentuk huruf target di tempat secara tepat dengan bimbingan. | Mampu mengeksplorasi strategi gerak menirukan 2 dari 3 bentuk huruf target di tempat secara mandiri dan tepat sesuai acuan posisi anggota tubuh. | Mampu mengeksplorasi strategi gerak menirukan seluruh 3 bentuk huruf target (T, Y, dan V) di tempat secara mandiri, tepat, dan stabil tanpa berpindah tempat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan kartu gambar bentuk pohon serta huruf yang digunakan cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi ruang gerak di tempat tanpa melangkah atau berpindah posisi?
- Strategi diferensiasi apa yang paling efektif membantu murid yang kesulitan menjaga keseimbangan saat membentuk huruf di lantai?
Murid:- Gerakan meniru apa yang paling kamu sukai hari ini, meniru pohon atau membentuk huruf?
- Bagian tubuh mana (lengan, pinggang, atau kaki) yang terasa paling banyak bergerak saat menirukan pohon tertiup angin kencang?
Pertemuan 4 — Menaati Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dalam Aktivitas Gerak di Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak di tempat
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/ruang terbuka, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menyiapkan murid dalam lingkaran berjarak aman (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan ringan di tempat (meregangkan lengan dan tungkai) sambil mengaitkan aktivitas dengan keteraturan bergerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan menaati peraturan: guru memberikan aba-aba 'Pegang Kepala' tetapi guru sengaja memegang perut; murid diminta mematuhi kata aba-aba bukan gerakan tipuan guru (acuan: murid yang taat aturan hanya menyentuh kepala sendiri tanpa terpengaruh gerakan guru) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan sikap menaati peraturan demi terwujudnya kejujuran dan sportivitas (fair play) saat melakukan aktivitas gerak di tempat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan 3 aturan main 'Patung Beku di Tempat': (1) Bergerak meliuk/mengayun hanya saat musik berbunyi/peluit ditiup; (2) Wajib langsung berhenti mematung seketika saat musik berhenti/peluit ditiup dua kali; (3) Tetap berada di lingkaran masing-masing tanpa keluar batas (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan contoh perilaku fair play: jika tubuh goyang setelah tanda berhenti berbunyi, murid bersikap jujur mengangkat tangan sendiri dan duduk tenang satu putaran tanpa membantah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan 'Patung Beku di Tempat' putaran pertama dalam formasi ruang pribadi masing-masing, mempraktikkan ketaatan berhenti tepat saat tanda diberikan (15 menit).
- Guru meningkatkan tantangan permainan menjadi 'Patung Simon Berkata di Tempat': murid hanya boleh menirukan gerakan nonlokomotor jika diawali kata 'Simon Berkata' dan wajib mematuhi aturan tidak bergerak jika perintah tanpa kata pembuka tersebut (15 menit).
- Guru mengamati dan mencatat kepatuhan murid terhadap 3 aturan permainan serta kejujuran murid mengakui kesalahan gerak tanpa menyalahkan teman (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid dalam posisi duduk melingkar untuk merefleksikan pengalaman bermain: murid mengidentifikasi apakah mereka sudah menaati aturan aba-aba dan bersikap jujur saat bermain (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis di tempat untuk merelaksasi otot tubuh (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap sikap ketaatan pada aturan serta kejujuran (fair play) yang ditunjukkan murid selama bermain (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengingatkan murid untuk tetap tertib saat kembali ke kelas (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tanda visual (kartu bendera merah/hijau) selain suara peluit bagi murid yang membutuhkan penguatan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih sering mendahului aba-aba, guru memberikan bimbingan dekat di sampingnya; bagi murid yang sangat tertib, diberi tantangan variasi tempo aba-aba yang lebih cepat.
- Produk: Tingkat ketaatan diamati dari kemampuan bertahan mematuhi 3 aturan permainan secara konsisten.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan menaati aba-aba melalui instruksi perintah motorik cepat: guru menyerukan instruksi verbal 'sentuh lutut' sementara tangan guru menyentuh bahu. Acuan respon benar: murid menaati aturan verbal dengan menyentuh lutut sendiri, bukan mengikuti gerakan manipulasi guru.
Proses:- Pengamatan langsung selama permainan 'Patung Beku di Tempat' dan 'Patung Simon Berkata di Tempat' terhadap 3 indikator keteraturan: (1) Berhenti bergerak tepat saat aba-aba berhenti berbunyi; (2) Tidak berpindah dari lingkaran tempat berdiri; (3) Mengakui secara jujur/fair play bila tubuh bergerak saat harus mematung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 perilaku bermain: (1) 'Tetap mematung walau merasa geli' dan (2) 'Tetap bergerak padahal peluit berhenti sudah berbunyi'. Murid diminta memberi tanda jempol ke atas jika perilaku menaati aturan dan jempol ke bawah jika melanggar aturan (acuan: perilaku 1 = jempol ke atas/taat aturan; perilaku 2 = jempol ke bawah/melanggar aturan).
Formatif:- Observasi unjuk perilaku menaati peraturan (tidak curang, patuh aba-aba, jujur saat melanggar) selama permainan gerak di tempat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketaatan pada peraturan gerak di tempat | Belum mematuhi aba-aba permainan dan sering bergerak sebelum instruksi diberikan meskipun telah diingatkan. | Mematuhi peraturan permainan gerak di tempat namun masih perlu diingatkan guru ketika harus berhenti bergerak. | Konsisten mematuhi 3 peraturan permainan (memulai sesuai aba-aba, berhenti tepat waktu, dan tidak keluar area) secara mandiri. | Konsisten mematuhi seluruh peraturan permainan secara mandiri serta secara jujur (fair play) mengakui jika melakukan pelanggaran gerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi peraturan permainan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami murid kelas 1?
- Bagaimana respons murid ketika mereka harus mengakui kesalahan secara jujur dalam permainan?
Murid:- Apakah kamu berhasil berhenti mematung tepat saat peluit berbunyi?
- Bagaimana perasaanmu ketika bermain dengan jujur mengikuti semua aturan bersama teman?
Pertemuan 5 — Penerapan Strategi Kolaborasi dalam Permainan Sederhana di Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani permainan sederhana di tempat
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, menyapa, dan mengajak berdoa bersama dipimpin salah satu murid (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran, mengecek kesiapan fisik murid, dan melakukan pemanasan statis peregangan tubuh di tempat (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid berpasangan saling berhadapan tanpa berpindah tempat untuk mencoba memegang satu simpai bersama dan mengayunkannya serempak 3 kali hitungan (acuan: pasangan mampu memegang simpai bersama dan mengayun tanpa berebut atau melepaskan simpai) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan dan peragaan tentang 2 strategi kolaborasi dalam permainan sederhana di tempat: (1) pembagian peran secara jelas (siapa yang memegang dan siapa yang menerima objek), dan (2) memberi aba-aba waktu bersama ('satu, dua, tiga') agar gerak selaras (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 anak) berbaris sejajar di tempat dan menyepakati pembagian urutan operan bola dari anak pertama sampai anak terakhir tanpa berpindah posisi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mempraktikkan permainan sederhana di tempat 'Estafet Bola Berantai': setiap anak berdiri di tempat dalam lingkaran atau barisan berjarak rentangan tangan, lalu mengoper bola dari tangan ke tangan ke arah samping atau atas kepala dengan menerapkan strategi kolaborasi (menyesuaikan kecepatan operan dengan kesiapan teman penerima dan menggunakan aba-aba suara) tanpa melangkah berpindah kaki (25 menit).
- Murid memainkan variasi permainan kolaborasi di tempat 'Simpai Melingkar Bergandengan': murid melingkar sambil berpegangan tangan di tempat, lalu bekerja sama mengalirkan simpai melewati badan masing-masing dari anak pertama hingga anak terakhir tanpa melepaskan pegangan tangan dan tanpa melangkahkan kaki keluar dari titik berdiri (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengumpulkan murid dalam posisi duduk melingkar untuk melakukan pendinginan ringan di tempat sambil merefleksikan keberhasilan kerja sama kelompok (10 menit).
- Murid menyebutkan pengalaman menerapkan strategi kolaborasi saat bermain estafet (acuan respon murid: menyebutkan pentingnya aba-aba bersama atau memegang erat alat saat mengoper ke teman) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa strategi kolaborasi (berbagi peran dan saling memberi aba-aba) membuat permainan kelompok di tempat berjalan lancar dan kompak (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas kerja sama yang ditunjukkan, merapikan alat olahraga bersama, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi ukuran bola (bola plastik besar berdiameter 20 cm yang mudah ditangkap untuk kelompok yang butuh bimbingan, dan bola tenis/bola kecil untuk kelompok yang lebih mahir).
- Proses: Untuk kelompok yang membutuhkan bantuan, jarak antar-anak dibuat lebih dekat (setengah rentangan tangan) dengan aba-aba dipandu guru; untuk kelompok yang cepat tanggap, jarak rentangan tangan dibuat penuh dan operan dilakukan melalui atas kepala atau bawah di antara kedua kaki tetap di tempat.
- Produk: Kelompok menunjukkan keberhasilan menerapkan kolaborasi melalui kelancaran mengoperkan objek secara berantai tanpa menjatuhkan objek dan tanpa berpindah tempat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Praktik berpasangan memegang dan mengayunkan simpai bersama di tempat sebanyak 3 kali hitungan tanpa berebut atau melepaskan pegangan (acuan ketercapaian: kedua murid saling menyesuaikan ayunan secara serempak).
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas permainan estafet bola dan simpai di tempat dengan kriteria: (1) menerapkan pembagian peran/urutan menerima dan mengoper objek, (2) menyelaraskan gerak dengan memberi aba-aba atau menyesuaikan kesiapan teman tanpa meninggalkan posisi tempat berdiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan 'Apa yang kamu lakukan bersama teman kelompokmu agar bola tidak jatuh saat dioper?' (acuan jawaban: menunggu teman siap/melihat teman, memegang bola dengan kedua tangan sebelum teman melepas, atau mengucapkan aba-aba hitungan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan strategi kolaborasi (pembagian peran dan koordinasi gerak bersama) dalam permainan sederhana di tempat menggunakan lembar pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Strategi Kolaborasi dalam Permainan di Tempat | Belum menerapkan strategi kolaborasi; bergerak sendiri tanpa memperhatikan kesiapan teman atau berebut alat sehingga operan terputus. | Mulai menerapkan salah satu strategi kolaborasi (misalnya hanya menerima giliran operan) namun masih membutuhkan bimbingan guru secara intensif untuk menyelaraskan gerak. | Menerapkan strategi kolaborasi (berbagi peran giliran dan menyelaraskan gerak operan dengan aba-aba bersama) secara konsisten dan mandiri selama permainan di tempat. | Menerapkan strategi kolaborasi (berbagi peran, menyelaraskan gerak, dan sigap menyesuaikan tempo operan dengan kesiapan seluruh teman satu kelompok) secara konsisten pada setiap variasi permainan di tempat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah bentuk permainan sederhana di tempat yang dirancang sudah efektif melatih strategi kolaborasi murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan setiap anak dalam pembagian peran kelompok selama aktivitas berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari permainan bersama teman tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu dan teman kelompokmu berhasil mengoper bola bersama tanpa jatuh?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor menekuk dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
- TP 1.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor memilin dan mengayun dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
- TP 1.1.3 Mengeksplorasi berbagai strategi gerak meniru bentuk dalam aktivitas gerak di tempat
- TP 1.1.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani gerak di tempat
- TP 1.1.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani permainan sederhana di tempat
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan sekolah, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik seluruh murid untuk mengikuti asesmen (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis di tempat yang berfokus pada peregangan sendi leher, lengan, pinggang, dan tungkai (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan dan alur Asesmen Sumatif Bab 1 yang terdiri atas dua tugas: unjuk kerja peragaan gerak nonlokomotor serentak dan pengamatan permainan kolaboratif estafet balon di tempat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan dan mendemonstrasikan secara singkat 4 rangkaian gerak nonlokomotor tugas 1: (1) menekuk kepala ke samping kanan-kiri, menekuk siku tangan, menekuk lutut tungkai; (2) memilin badan memutar pinggang kanan-kiri dengan tangan direntangkan; (3) mengayun lengan ke depan-belakang dan mengayun tungkai ke kanan-kiri; (4) meniru bentuk pohon tertiup angin dan meniru bentuk huruf 'T' serta 'V' di tempat (5 menit).
- Guru menjelaskan aturan main tugas 2 (estafet balon di tempat): murid berbaris dalam kelompok kecil (4-5 murid), kedua kaki tidak boleh melangkah/berpindah dari lingkaran tempat berdiri (fair play), serta balon harus dioper beruntun dari depan ke belakang menggunakan variasi liukan badan atau ayunan tangan di tempat hingga ujung barisan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Pelaksanaan Tugas 1: Seluruh murid (28 murid) menempati ruang gerak masing-masing dan secara serentak memperagakan gerak nonlokomotor sesuai aba-aba guru: memperagakan gerak menekuk (kepala, siku tangan, lutut tungkai), gerak memilin pinggang, gerak mengayun lengan dan tungkai, serta mengeksplorasi gerak meniru pohon tertiup angin dan huruf 'T'/'V' di tempat; guru mengamati dan mencatat capaian pada rubrik unjuk kerja (35 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Murid dibagi menjadi 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) untuk memainkan estafet balon di tempat, di mana setiap murid mempraktikkan perilaku taat peraturan (fair play tidak memindahkan pijakan kaki) dan menerapkan strategi kolaborasi mengoper balon beruntun hingga anggota barisan paling belakang; guru mengobservasi pada lembar observasi perilaku (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu proses pendinginan ringan di tempat seraya mengajak murid duduk melingkar dan merefleksikan gerakan apa yang paling mudah atau menantang serta bagaimana kerja sama kelompok saat estafet balon tadi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi menyeluruh atas sportivitas, kepatuhan aturan, serta kerja sama yang ditunjukkan murid sepanjang asesmen (3 menit).
- Guru menutup sesi asesmen sumatif Bab 1 dengan doa penutup bersama dan membubarkan barisan secara tertib (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: Murid yang mengalami keterbatasan fisik atau koordinasi diberikan penanda visual batas kaki yang lebih jelas (misalnya gelang hula hoop) agar memudahkan menjaga posisi di tempat tanpa berpindah, tanpa mengubah indikator ketercapaian gerak maupun peraturan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan gerak di awal sesi melalui tanya jawab singkat dan peragaan singkat 1 gerakan menekuk siku dan 1 gerakan memilin pinggang untuk memastikan murid siap mengikuti asesmen.
Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan gerak berulang secara serentak dan pengamatan permainan kolaboratif di tempat: kinerja peragaan gerak menekuk, memilin, mengayun, dan meniru bentuk pohon/huruf secara serentak terpandu, serta perilaku mematuhi aturan dan bekerja sama dalam permainan estafet balon di tempat
- unjuk kerja gerak nonlokomotor serentak: seluruh murid (28 murid) memperagakan secara serentak di lapangan gerak menekuk (kepala, tangan, tungkai), memilin badan, mengayun lengan/tungkai, serta meniru bentuk pohon tertiup angin dan bentuk huruf sesuai aba-aba guru (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak nonlokomotor dan peniruan bentuk)
- pengamatan perilaku dan kolaborasi dalam permainan di tempat: perilaku menaati peraturan (tidak berpindah tempat/fair play) dan kerja sama mengoper balon beruntun antaranggota dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) pada permainan estafet balon di tempat (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kolaborasi tim)
Sumatif:- unjuk kerja peragaan gerak berulang secara serentak dan pengamatan permainan kolaboratif di tempat: kinerja peragaan gerak menekuk, memilin, mengayun, dan meniru bentuk pohon/huruf secara serentak terpandu, serta perilaku mematuhi aturan dan bekerja sama dalam permainan estafet balon di tempat
- unjuk kerja gerak nonlokomotor serentak: seluruh murid (28 murid) memperagakan secara serentak di lapangan gerak menekuk (kepala, tangan, tungkai), memilin badan, mengayun lengan/tungkai, serta meniru bentuk pohon tertiup angin dan bentuk huruf sesuai aba-aba guru (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak nonlokomotor dan peniruan bentuk)
- pengamatan perilaku dan kolaborasi dalam permainan di tempat: perilaku menaati peraturan (tidak berpindah tempat/fair play) dan kerja sama mengoper balon beruntun antaranggota dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) pada permainan estafet balon di tempat (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kolaborasi tim)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Menekuk (TP 1.1.1) | Hanya mampu melakukan 1 variasi gerak menekuk (acuan: tekuk kepala kanan/kiri, tekuk siku tangan, tekuk lutut tungkai) dan masih membutuhkan bimbingan fisik penuh. | Mampu mempraktikkan 2 variasi gerak menekuk secara mandiri tetapi posisi badan belum stabil di tempat. | Mampu mempraktikkan seluruh 3 variasi gerak menekuk (kepala, siku tangan, dan lutut tungkai) secara mandiri dengan posisi badan stabil di tempat. | Mampu mempraktikkan seluruh 3 variasi gerak menekuk secara mandiri, stabil, dan luwes dengan rentang gerak yang optimal di tempat. | | Keterampilan Gerak Memilin dan Mengayun (TP 1.1.2) | Belum mampu mempraktikkan gerak memilin pinggang atau mengayun lengan/tungkai tanpa bantuan bimbingan guru. | Mampu mempraktikkan salah satu dari gerak memilin pinggang atau mengayun lengan/tungkai secara mandiri di tempat. | Mampu mempraktikkan kedua gerak (memilin pinggang kanan-kiri serta mengayun lengan ke depan-belakang atau tungkai ke samping) secara mandiri dan seimbang di tempat. | Mampu mempraktikkan gerak memilin pinggang dan mengayun lengan/tungkai secara konsisten, ritmis, dan seimbang penuh di tempat. | | Eksplorasi Gerak Meniru Bentuk di Tempat (TP 1.1.3) | Belum mampu membentuk postur tubuh menirukan pohon tertiup angin maupun huruf (T atau V) di tempat. | Mampu menirukan salah satu bentuk (gerak pohon tertiup angin atau salah satu bentuk huruf T/V) dengan posisi kaki tetap di tempat. | Mampu mengeksplorasi dan memperagakan gerak meniru pohon tertiup angin serta meniru 2 bentuk huruf (T dan V) dengan tepat tanpa berpindah tempat. | Mampu mengeksplorasi gerak meniru pohon tertiup angin dan meniru bentuk huruf (T dan V) secara ekspresif, tepat, dan kokoh di tempat. | | Menaati Peraturan dan Fair Play (TP 1.1.4) | Sering melanggar aturan dengan berpindah tempat/melangkah saat mengoper balon dan perlu peringatan berulang. | Kadang masih melangkah atau berpindah posisi saat mengoper balon, namun segera membetulkan posisi setelah diingatkan. | Konsisten menaati peraturan permainan dengan menjaga kedua kaki tetap pada posisi tanpa melangkah/berpindah tempat (fair play) selama permainan estafet balon. | Konsisten menaati peraturan fair play tanpa melangkah sedikit pun sepanjang permainan dan menunjukkan sikap jujur secara mandiri. | | Penerapan Strategi Kolaborasi (TP 1.1.5) | Belum dapat bekerja sama dalam kelompok, menolak mengoper atau menerima balon dari teman dalam kelompok. | Mampu mengoper atau menerima balon namun koordinasi gerak operan beruntun masih sering terputus dalam kelompok. | Menerapkan strategi kolaborasi dengan siap menerima dan mengoper balon secara beruntun dan lancar kepada rekan satu kelompok. | Menerapkan strategi kolaborasi secara aktif, kompak, dan saling menyesuaikan tempo operan balon sehingga alur operan kelompok berlangsung sangat lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk peragaan serentak dan 60 menit untuk pengamatan estafet balon cukup efektif bagi seluruh 28 murid?
- Apakah seluruh aspek ketercapaian TP 1 sampai TP 5 teramati secara objektif menggunakan instrumen rubrik sumatif?
Murid:- Gerakan nonlokomotor mana yang paling kamu sukai saat diperagakan tadi?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil mengoper balon bersama teman sekelompok tanpa berpindah tempat?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas I (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek)
- Buku Siswa PJOK Kelas I Bab 1 'Serunya Gerak di Tempat'
- Peluit dan area lapangan atau ruangan terbuka yang datar dan aman
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa PJOK Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Peluit dan stopwatch untuk penanda waktu aktivitas
- Matras atau lantai aula/lapangan yang bersih dan aman
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Kartu bergambar contoh gerak meniru pohon tertiup angin dan bentuk huruf (T, Y, V)
- Matras senam / lantai aula / lapangan sekolah yang aman
- Peluit guru
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas I SD/MI Kemendikbudristek
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas I SD/MI Kemendikbudristek
- Peluit dan stopwatch
- Pita/tali penanda batas lingkaran gerak di lantai
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Alat bantu: Bola plastik sedang, simpai/hoop, peluit, dan stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa PJOK Kelas 1 SD/MI Bab 1 Serunya Gerak di Tempat
- Balon karet / bola plastik ringan
- Area lapangan sekolah yang aman dan rata
|