Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Bab 5: Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 8 untuk Bab 5 "Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Bab 5: Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku

Pendidikan Pancasila - Kelas 8

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 5 — Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.5.1 Menjelaskan konsep wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  2. TP 8.5.2 Menganalisis karakteristik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  3. TP 8.5.3 Menentukan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan sekolah dan masyarakat
  4. TP 8.5.4 Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan gotong royong

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa laut di antara pulau-pulau Indonesia dipandang sebagai penghubung, bukan pemisah wilayah?
  2. Bagaimana wawasan nusantara memandu kita dalam memandang kedudukan dan fungsi wilayah NKRI?
  3. Apa dasar hukum dan tujuan utama bangsa Indonesia memandang seluruh wilayah daratan dan lautan sebagai satu kesatuan utuh?
  4. Mengapa lautan di antara pulau-pulau Indonesia bukan berfungsi sebagai pemisah, melainkan sebagai penghubung keutuhan wilayah?
  5. Bagaimana karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memengaruhi pandangan wawasan nusantara tentang kesatuan wilayah?
  6. Mengapa kekayaan alam di suatu daerah di Indonesia dianggap sebagai modal bersama seluruh bangsa, bukan hanya milik daerah tersebut semata?
  7. Bagaimana ancaman keamanan di suatu pulau terluar dapat berdampak langsung terhadap keutuhan seluruh wilayah Indonesia?
  8. Mengapa menjaga kerukunan dan ketertiban di lingkungan sekolah menjadi wujud nyata menjaga keutuhan wilayah NKRI?
  9. Tindakan apa saja yang dapat kamu tentukan di sekolah agar tidak terjadi perpecahan antarwarga sekolah?
  10. Peristiwa atau masalah apa di sekitar tempat tinggalmu yang berpotensi merusak kerukunan dan persatuan warga?
  11. Tindakan nyata apa yang dapat kamu pilih dan tentukan sebagai warga masyarakat untuk mencegah perpecahan serta menjaga keutuhan wilayah lingkungan sekitar?
  12. Bagaimana gotong royong merawat lingkungan dapat menjaga keutuhan wilayah negara kita?
  13. Apa saja langkah konkret yang perlu kita rencanakan bersama sebelum melaksanakan kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah?
  14. Bagaimana partisipasi langsung kita dalam gotong royong merawat lingkungan sekolah mencerminkan komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI?
  15. Apa peran nyata yang dapat kamu ambil hari ini agar lingkungan sekolah kita tetap terawat, aman, dan bersatu?
  16. Bagaimana wawasan nusantara memandu kita dalam memandang kesatuan tanah air dan keutuhan NKRI?
  17. Apa bukti nyata keterlibatanmu dalam merawat keutuhan lingkungan sekolah melalui tindakan gotong royong?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Definisi, Kedudukan, dan Fungsi Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.1 Menjelaskan konsep wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada peta kepulauan Indonesia (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat mengenai konsep dasar wilayah (acuan tercantum pada instrumen asesmen awal) untuk memetakan kesiapan belajar (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan definisi, kedudukan, dan fungsi wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati paparan materi dan tayangan visual mengenai definisi Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang serba beragam serta berkedudukan sebagai visi nasional, serta fungsi wilayah NKRI sebagai satu kesatuan utuh (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid mengikuti kuis interaktif berpasangan 'Tebak Konsep Wilayah' mencocokkan 4 kartu konsep (Definisi, Kedudukan, Fungsi Pembina Ketahanan, dan Fungsi Kesatuan Wilayah) dengan penjelasannya untuk membangun suasana gembira (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas untuk menjelaskan dengan kalimat sendiri 3 aspek konsep wilayah NKRI: (1) Definisi wilayah NKRI dalam wawasan nusantara (acuan: kesatuan wilayah darat, laut, udara yang menyatu bukan terpisah); (2) Kedudukan wawasan nusantara (acuan: landasan visional bangsa); dan (3) Fungsi wilayah NKRI dalam wawasan nusantara (acuan: mewujudkan kesatuan wadah kehidupan nasional dan ketahanan wilayah) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan hasil penjelasannya dan mengonfirmasi ketepatan pemahaman konsep definisi, kedudukan, dan fungsi wilayah NKRI sesuai acuan materi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipelajari serta memfasilitasi murid merumuskan simpulan pembelajaran hari ini (5 menit).
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai tujuan, landasan, dan arti penting wilayah NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks bacaan ringkas bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan artikel konseptual tentang wawasan nusantara bagi murid yang siap belajar mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan terstruktur (scaffolding petunjuk rincian konsep) kepada murid yang kesulitan, serta memberi kesempatan murid berkemampuan cepat menjelaskan keterkaitan antara kedudukan dan fungsi secara lebih mendalam.
  • Produk: Penjelasan konsep wilayah dapat disajikan dalam bentuk lembar isian terstruktur atau bagan alur konsep tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat (3 butir): (1) Apa yang dimaksud dengan wilayah negara? (acuan: ruang atau daerah yang meliputi daratan, lautan, dan udara tempat suatu bangsa menetap dan berdaulat); (2) Apakah lautan di Indonesia memisahkan atau menghubungkan pulau-pulau? (acuan: menghubungkan pulau-pulau menjadi satu kesatuan); (3) Apa istilah cara pandang bangsa Indonesia mengenai keutuhan wilayahnya? (acuan: Wawasan Nusantara).

Proses:

  • Formatif saat pengerjaan Lembar Aktivitas: memeriksa ketepatan murid dalam menjelaskan 3 aspek konsep wilayah NKRI: (1) Definisi wilayah NKRI dalam wawasan nusantara (kesatuan wilayah daratan, perairan pedalaman, dan laut nusantara sebagai satu kesatuan utuh); (2) Kedudukan wawasan nusantara (sebagai landasan visional dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara); (3) Fungsi wilayah NKRI dalam wawasan nusantara (sebagai wadah kesatuan ruang hidup dan pembina ketahanan nasional).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup berupa lembar cek mandiri 3 butir: Murid menuliskan kembali secara ringkas: (1) Definisi wawasan nusantara terkait wilayah; (2) Kedudukannya bagi bangsa Indonesia; (3) Fungsi keutuhan wilayah bagi pertahanan negara (kriteria penerimaan: ketiga unsur terisi sesuai konsep materi yang dipelajari).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal pembelajaran berupa 3 pertanyaan tertulis singkat tentang konsep dasar wilayah
  • Lembar Aktivitas tertulis menjelaskan definisi, kedudukan, dan fungsi wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Definisi Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan NusantaraBelum mampu menuliskan definisi wilayah NKRI dalam wawasan nusantara sesuai acuan materi.Menuliskan definisi wilayah NKRI tetapi hanya menyebutkan aspek daratan dan belum memuat prinsip laut sebagai penghubung/kesatuan.Menjelaskan definisi wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara secara tepat bahwa seluruh daratan, lautan, dan udara merupakan satu kesatuan utuh.Menjelaskan definisi wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara secara tepat, utuh, dan mandiri tanpa bimbingan guru.
Menjelaskan Kedudukan dan Fungsi Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan NusantaraBelum mampu menjelaskan kedudukan maupun fungsi wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara.Menjelaskan salah satu antara kedudukan (landasan visional) atau fungsi (wadah kesatuan/ketahanan) wilayah NKRI secara tepat.Menjelaskan kedudukan (landasan visional) dan fungsi (wadah kesatuan dan ketahanan) wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara secara tepat.Menjelaskan kedudukan dan fungsi wilayah NKRI secara tepat, lengkap, serta menguraikan hubungan keduanya secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas apersepsi dan kuis berpasangan efektif membangkitkan minat belajar murid?
  • Bagian mana dari konsep definisi, kedudukan, dan fungsi wilayah yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang arti laut bagi keutuhan wilayah Indonesia?
  • Apakah saya sudah dapat menjelaskan kedudukan dan fungsi wawasan nusantara dengan kalimat saya sendiri?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Tujuan, Landasan, dan Arti Penting Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.1 Menjelaskan konsep wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan tujuan, landasan, dan arti penting wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) Sebutkan landasan idiil dan landasan konstitusional wawasan nusantara! (acuan: idiil = Pancasila; konstitusional = UUD NRI Tahun 1945); (2) Mengapa Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 sangat penting bagi keutuhan wilayah NKRI? (acuan: menyatukan pulau-pulau dan laut di antaranya menjadi satu kesatuan wilayah yang utuh, bukan terpisah oleh laut bebas) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati bacaan ringkas tentang tujuan (ke luar: menjamin kepentingan nasional; ke dalam: menjamin persatuan dan kesatuan bangsa), landasan (idiil: Pancasila; konstitusional: UUD NRI 1945; visional: Wawasan Nusantara), serta arti penting kesatuan wilayah NKRI (Deklarasi Djuanda 1957) dengan panduan pertanyaan fokus dari guru (15 menit).
  • Murid dalam pasangan menjawab kuis tantangan cepat 'Benar atau Salah' yang menggembirakan berisi 3 pernyataan: (1) Deklarasi Djuanda menetapkan bahwa laut di antara pulau Indonesia adalah wilayah kedaulatan NKRI (Benar); (2) Landasan idiil wawasan nusantara adalah peraturan pemerintah (Salah, landasan idiil adalah Pancasila); (3) Tujuan ke dalam wawasan nusantara adalah menjamin persatuan dan kesatuan seluruh aspek kehidupan bangsa (Benar) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Aktivitas Penjelasan Konsep yang memuat 3 tugas penulisan penjelasan: (1) Menjelaskan 2 tujuan wawasan nusantara bagi keutuhan NKRI; (2) Menjelaskan 2 landasan wawasan nusantara (landasan idiil dan landasan konstitusional); (3) Menjelaskan arti penting persatuan wilayah darat, laut, dan udara bagi keutuhan NKRI berdasarkan Deklarasi Djuanda (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengoreksi dan menyimpulkan kembali poin-poin penjelasan tentang tujuan, landasan, dan arti penting keutuhan wilayah NKRI, mengidentifikasi hal yang sudah dipahami dengan baik dan hal yang masih keliru (10 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman singkat tertulis mengenai tujuan dan landasan wilayah NKRI dalam wawasan nusantara (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum, menyampaikan pengantar materi karakteristik kewilayahan untuk pertemuan berikutnya, serta menutup pelajaran dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpemandu dengan petunjuk kata kunci (misal: 'Pancasila', 'UUD 1945', 'persatuan', 'Deklarasi Djuanda'), sedangkan murid cepat diberikan teks rujukan Deklarasi Djuanda yang lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang masih ragu dapat berkonsultasi langsung dengan guru pada saat pengisian tabel penjelasan, sedangkan murid mandiri bekerja langsung dengan pasangannya.
  • Produk: Tingkat kedalaman elaborasi penjelasan pada lembar aktivitas: murid yang belum berkembang minimal memuat poin inti definisi/landasan, sedangkan murid yang berkembang menyertakan kaitan antar-komponen secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan landasan idiil dan landasan konstitusional wawasan nusantara! (acuan: idiil = Pancasila; konstitusional = UUD NRI Tahun 1945); (2) Mengapa Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 sangat penting bagi keutuhan wilayah NKRI? (acuan: menyatukan kepulauan dan lautan di antaranya menjadi satu kesatuan kedaulatan wilayah NKRI yang utuh, menghapus aturan laut internasional pemisah antar-pulau).

Proses:

  • Observasi ketercapaian penjelasan pada Lembar Aktivitas murid, dengan kriteria ketepatan: (1) Penjelasan tujuan wawasan nusantara (tujuan ke dalam: menjamin kesatuan bangsa; tujuan ke luar: menjamin kepentingan nasional); (2) Penjelasan landasan (idiil = Pancasila, konstitusional = UUD NRI 1945); (3) Penjelasan arti penting Deklarasi Djuanda (laut sebagai penghubung dan pemersatu wilayah kepulauan Indonesia).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal: (1) Jelaskan landasan idiil dan landasan konstitusional wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara! (acuan: Landasan idiil adalah Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa; landasan konstitusional adalah UUD NRI Tahun 1945 khususnya pasal 25A); (2) Jelaskan arti penting konsepsi wawasan nusantara bagi keutuhan wilayah kepulauan Indonesia! (acuan: Memandang laut bukan sebagai pemisah melainkan sebagai penghubung dan pemersatu pulau-pulau, sehingga seluruh wilayah darat, laut, dan udara merupakan satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar aktivitas penjelasan konsep wilayah NKRI (tujuan, landasan, dan arti penting wawasan nusantara)
  • Kuis berpasangan 'Benar atau Salah' pada tahap memahami

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Tujuan, Landasan, dan Arti Penting Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan NusantaraMenjelaskan kurang dari 2 komponen (dari tujuan, landasan, dan arti penting wilayah NKRI) dengan penjelasan yang belum tepat sesuai materi.Menjelaskan 2 komponen (dari tujuan, landasan, atau arti penting wilayah NKRI) dengan tepat, namun 1 komponen lainnya belum dijelaskan atau masih keliru.Menjelaskan seluruh 3 komponen (tujuan ke dalam/luar, landasan idiil/konstitusional, dan arti penting Deklarasi Djuanda/kesatuan perairan) secara tepat dengan bantuan panduan kata kunci.Menjelaskan seluruh 3 komponen (tujuan ke dalam/luar, landasan idiil/konstitusional, dan arti penting Deklarasi Djuanda/kesatuan perairan) secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa memerlukan bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan landasan idiil dan landasan konstitusional wawasan nusantara secara tepat?
  • Apakah aktivitas kuis berpasangan efektif memotivasi murid dalam memahami arti penting kesatuan wilayah NKRI?

Murid:

  • Apa makna penting Deklarasi Djuanda yang baru kamu pahami bagi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan?
  • Bagian mana dari penjelasan tujuan dan landasan wawasan nusantara yang menurutmu paling mudah dipahami?

Pertemuan 3 — Menganalisis Karakteristik Kewilayahan dan Kepulauan NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.2 Menganalisis karakteristik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis karakteristik kewilayahan dan kepulauan NKRI dalam konteks wawasan nusantara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan mengenai ciri fisik kepulauan Indonesia: (1) 'Berdasarkan Pasal 25A UUD NRI 1945, sebutan apa yang disematkan bagi bentuk kepulauan Indonesia?' (acuan: negara kepulauan yang berciri Nusantara); (2) 'Sebelum Deklarasi Djuanda 1957, laut di antara pulau Indonesia dianggap sebagai apa dan sesudahnya berubah menjadi apa?' (acuan: sebelumnya laut bebas/internasional pemisah pulau, sesudahnya menjadi laut pedalaman/penghubung wilayah nasional) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks materi tentang karakteristik kepulauan Indonesia (memiliki 16.772 pulau, batas wilayah kepulauan, dan Deklarasi Djuanda) serta mengamati peta wilayah NKRI untuk mengidentifikasi unsur-unsur ruang darat, laut, dan udara dalam konteks wawasan nusantara (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab terarah untuk membedakan konsep kepulauan zaman kolonial (ordonansi 1939: laut pemisah sejauh 3 mil) dengan konsep wawasan nusantara (Deklarasi Djuanda & Pasal 25A: laut pemersatu dan penghubung) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan cepat berpasangan 'Teka Peta Karakteristik Nusantara' di mana setiap pasangan menganalisis kartu fakta geografis dan memasangkannya pada lembar analisis (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Karakteristik Kewilayahan NKRI yang berisi 3 kasus karakteristik: (1) Kasus Deklarasi Djuanda (analisis fungsi laut sebagai penghubung versus pemisah); (2) Kasus batas wilayah pulau terluar Miangas dan Rote (analisis keutuhan kedaulatan laut pedalaman); (3) Kasus posisi silang geografis (analisis peluang dan kerentanan kesatuan wilayah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil analisisnya dengan lembar kunci analisis wawasan nusantara yang ditampilkan guru, lalu memeriksa ketepatan argumen analisisnya (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kesadaran kritis di buku catatan tentang bagaimana posisi geografis kepulauan Indonesia menuntut kesatuan wilayah yang utuh dan tidak boleh terpecah-belah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari analisis karakteristik kewilayahan dan kepulauan NKRI dalam konteks wawasan nusantara (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal analisis tertulis singkat dan memberikan umpan balik (5 menit).
  • Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Menganalisis Karakteristik Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Pertahanan Keamanan) lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, disediakan infografik peta ringkas yang menandai garis batas laut teritorial Deklarasi Djuanda. Untuk murid cepat, disediakan data tambahan berupa teks perbandingan Ordonansi Laut Teritorial 1939 dengan UU No. 4/Prp/1960 untuk dianalisis implikasi kedaulatannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan analisis langkah-demi-langkah (scaffolding pertanyaan pemandu). Murid cepat menganalisis langsung secara mandiri tanpa pertanyaan pemandu.
  • Produk: Seluruh murid menghasilkan lembar analisis kasus yang sama, dengan kedalaman argumen analisis sesuai tingkat kesiapan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi untuk memetakan pemahaman dasar bentuk wilayah: (1) Sebutan yuridis bentuk wilayah Indonesia menurut Pasal 25A UUD NRI 1945 (Acuan benar: negara kepulauan yang berciri Nusantara); (2) Makna laut sebelum vs sesudah Deklarasi Djuanda 1957 (Acuan benar: dari laut pemisah/bebas menjadi perairan pedalaman penghubung pulau).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan analisis lembar kerja 3 kasus karakteristik kewilayahan NKRI: (1) Kasus Djuanda: tepat menganalisis perubahan status laut dari pemisah 3 mil menjadi kesatuan perairan pedalaman nusantara; (2) Kasus Pulau Terluar (Miangas & Rote): tepat menganalisis kedudukan pulau terluar sebagai titik pangkal batas kedaulatan laut utuh NKRI; (3) Kasus Posisi Silang: tepat menganalisis dampak geografis kepulauan di antara dua benua dan dua samudra terhadap pentingnya kesatuan pertahanan dan ekonomi maritim nusantara.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal: (1) 'Mengapa karakteristik kepulauan Indonesia dalam wawasan nusantara memandang laut sebagai penghubung, bukan pemisah?' (Acuan jawaban: Karena wilayah kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan tanah air yang utuh, di mana laut pedalaman merekatkan ribuan pulau menjadi kesatuan kedaulatan yang tidak terpisahkan); (2) 'Bagaimana bunyi dan makna Pasal 25A UUD NRI 1945 terhadap karakteristik wilayah NKRI?' (Acuan jawaban: Pasal 25A menegaskan bahwa NKRI adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang, yang bermakna batas kedaulatan diakui secara utuh meliputi darat, laut, dan udara).

Formatif:

  • Penilaian proses analisis lembar kerja berbasis 3 studi kasus karakteristik kewilayahan NKRI menggunakan rubrik analitis
  • Cek pemahaman tertulis singkat pada akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Karakteristik Kewilayahan dan Kepulauan NKRI dalam Konteks Wawasan NusantaraBelum mampu menganalisis 3 kasus karakteristik kewilayahan (hanya menyebutkan fakta geografis tanpa mengaitkan dengan status keutuhan wilayah nusantara).Mampu menganalisis 1 dari 3 kasus karakteristik kewilayahan NKRI secara tepat sesuai acuan (kasus Djuanda, pulau terluar, atau posisi silang).Mampu menganalisis 2 dari 3 kasus karakteristik kewilayahan NKRI secara tepat sesuai acuan kaitan kewilayahan dan wawasan nusantara.Mampu menganalisis seluruh 3 kasus karakteristik kewilayahan NKRI (Deklarasi Djuanda, pulau terluar, dan posisi silang) secara tepat, runtut, dan mandiri sesuai acuan kesatuan wawasan nusantara.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain studi kasus karakteristik kewilayahan berhasil membimbing murid bernalar kritis tentang konsep laut sebagai penghubung keutuhan negara?
  • Bagian mana dari analisis karakteristik kepulauan yang masih dirasa membingungkan bagi sebagian murid dan memerlukan penguatan perancah (scaffolding)?

Murid:

  • Bagian karakteristik wilayah kepulauan Indonesia mana yang paling membuka wawasan saya tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI?
  • Apakah saya sudah mampu menganalisis mengapa laut antarpulau di Indonesia dipandang sebagai perekat pemersatu bangsa?

Pertemuan 4 — Menganalisis Karakteristik Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Pertahanan Keamanan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.2 Menganalisis karakteristik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis karakteristik wilayah NKRI sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Poleksosbudhankam) dalam konteks wawasan nusantara (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terstruktur mengenai 4 pernyataan situasi untuk memetakan pemahaman murid mengenai dimensi perwujudan kepulauan nusantara (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati bagan dan teks ringkas mengenai 4 aspek perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Pertahanan Keamanan (10 menit).
  • Dalam kelompok kecil, murid melakukan permainan 'Kuis Kilat Kartu Matriks': setiap kelompok mencocokkan 4 kartu skenario ke dalam 4 kotak dimensi yang tepat pada papan matriks, yaitu: Kartu 1: 'Hukum nasional berlaku sama bagi seluruh warga negara dari Sabang sampai Merauke' -> Politik; Kartu 2: 'Distribusi beras dari lumbung pangan daerah ke pulau yang kekurangan bahan pangan' -> Ekonomi; Kartu 3: 'Masyarakat lintas daerah mengapresiasi keragaman tarian daerah seperti Tari Saman dan Tari Cakalele sebagai warisan nasional' -> Sosial Budaya; Kartu 4: 'Patroli bersama menjaga batas laut di Natuna karena ancaman pada satu perairan adalah ancaman seluruh bangsa' -> Pertahanan Keamanan (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menganalisis Lembar Kerja Analisis Kasus Kewilayahan yang berisi 4 kasus nyata kewilayahan: Kasus A (kebijakan satu sistem hukum pemilu nasional), Kasus B (kebijakan BBM satu harga di wilayah 3T), Kasus C (pelestarian festival budaya antarsuku), dan Kasus D (penanganan gangguan kapal asing di perbatasan laut Miangas) dengan menguraikan karakteristik perwujudannya serta dampak keterpaduan antarwilayahnya (18 menit).
  • Kelompok saling menukar hasil analisis untuk memeriksa ketepatan analisis aspek dan penjelasan dampaknya menggunakan rubrik panduan analisis (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi kesadaran kewarganegaraan tentang bagaimana keterikatan antardaerah dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan memperkuat keutuhan wilayah NKRI (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan esensi perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan utuh Poleksosbudhankam (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis kelompok dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan analisis yang memuat kata kunci pembeda tiap bidang (Politik: hukum/pemerintahan; Ekonomi: kebutuhan hidup/sumber daya; Sosial Budaya: budaya/kebinekaan; Pertahanan Keamanan: kedaulatan/ancaman), sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus tambahan mengenai keterkaitan antarbidang.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terarah saat membedah skenario kasus, sementara kelompok mandiri menyelesaikan analisis secara bertahap dalam kelompok.
  • Produk: Format penyajian analisis kasus dapat disajikan dalam bentuk tabel analisis berstruktur atau peta jejaring hubungan antarbidang sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan awal: Murid mengklasifikasikan 4 pernyataan berikut ke dalam aspek Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, atau Pertahanan Keamanan: (1) 'Pemberlakuan UUD NRI 1945 di seluruh wilayah Indonesia' (Acuan: Politik); (2) 'Pemanfaatan hasil tambang untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia' (Acuan: Ekonomi); (3) 'Penghormatan terhadap keanekaragaman adat istiadat suku bangsa' (Acuan: Sosial Budaya); (4) 'Kewajiban membela negara saat ada pelanggaran kedaulatan di pulau terluar' (Acuan: Pertahanan Keamanan). Target ketercapaian: mengidentifikasi minimal 3 dari 4 aspek secara tepat.

Proses:

  • Formatif analisis kasus: Penilaian hasil analisis Lembar Kerja Kasus Kewilayahan pada 4 aspek perwujudan wilayah NKRI. Acuan kunci analisis: (1) Kasus A (sistem pemilu serentak nasional) dianalisis sebagai perwujudan kesatuan Politik (satu kesatuan hukum dan kedaulatan nasional); (2) Kasus B (BBM satu harga di daerah 3T) dianalisis sebagai perwujudan kesatuan Ekonomi (pemerataan kemakmuran dan kekayaan wilayah adalah milik bersama); (3) Kasus C (festival budaya nusantara) dianalisis sebagai perwujudan kesatuan Sosial Budaya (kekayaan budaya daerah memperkaya kebudayaan nasional yang serasi); (4) Kasus D (patroli pengamanan laut perbatasan) dianalisis sebagai perwujudan kesatuan Pertahanan Keamanan (ancaman terhadap satu pulau hakikatnya ancaman terhadap seluruh bangsa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir pembelajaran: Murid menentukan perwujudan kesatuan dan konsekuensinya dari 2 butir pernyataan: (1) 'Bencana gagal panen di suatu pulau dibantu oleh suplai pangan pulau lain' (Acuan: Kesatuan Ekonomi, karena kebutuhan hidup seluruh warga negara menjadi tanggung jawab bersama); (2) 'Penyusupan kapal asing di perairan Natuna direspons oleh TNI bersama seluruh komponen bangsa' (Acuan: Kesatuan Pertahanan Keamanan, karena ancaman terhadap satu wilayah merupakan ancaman bagi seluruh bangsa).

Formatif:

  • Penilaian kinerja analisis kasus kelompok menggunakan lembar observasi dan rubrik ketercapaian analisis perwujudan kepulauan nusantara.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Karakteristik Perwujudan Kesatuan Wilayah NKRI (Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan)Menganalisis kurang dari 2 kasus secara tepat berdasarkan karakteristik bidangnya dan belum menguraikan keterpaduan wilayah NKRI.Menganalisis 2 dari 4 kasus secara tepat berdasarkan karakteristik bidangnya dengan penjelasan keterpaduan wilayah NKRI yang masih bersifat umum.Menganalisis 3 sampai 4 kasus secara tepat berdasarkan karakteristik bidangnya (Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan) disertai penjelasan keterpaduan wilayah NKRI yang sesuai acuan kasus.Menganalisis seluruh 4 kasus secara tepat dan mendalam berdasarkan karakteristik bidangnya (Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan) serta menguraikan keterkaitan antaraspek dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI secara komprehensif dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah analisis kasus kontekstual membantu murid memahami bahwa perwujudan wilayah NKRI mencakup dimensi politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan?
  • Bagian kegiatan mana yang memerlukan penguatan lebih lanjut agar seluruh murid mampu menghubungkan karakteristik kewilayahan dengan keutuhan bangsa?

Murid:

  • Bagian mana dari analisis kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang paling mudah dan paling menantang untuk saya pahami?
  • Bagaimana pemahaman tentang perwujudan kepulauan nusantara ini mengubah cara pandang saya terhadap pentingnya persatuan antardaerah di Indonesia?

Pertemuan 5 — Menentukan Tindakan Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.3 Menentukan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan sekolah dan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menentukan tindakan berpartisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dengan meminta murid memilih mana yang termasuk tindakan menjaga keutuhan wilayah di sekolah dari 3 opsi situasi: (A) Membentuk geng eksklusif berdasarkan asal daerah, (B) Menghormati teman yang berbeda suku dan agama saat belajar kelompok, (C) Mengabaikan tata tertib sekolah (acuan jawaban benar: Opsi B) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemaparan guru dan bahan bacaan mengenai arti penting menjaga keutuhan wilayah NKRI yang dimulai dari lingkup mikro sekolah, seperti menegakkan disiplin, merawat fasilitas bersama, serta mencegah perundungan dan diskriminasi (12 menit).
  • Murid mengikuti kuis kilat interaktif 'Pilah Tindakan': guru membacakan 4 butir situasi dan murid mengangkat tanda Setuju (jika mendukung keutuhan) atau Tidak Setuju (jika merusak keutuhan): (1) Menolak berteman dengan siswa pindahan dari luar pulau (Tidak Setuju), (2) Merawat taman dan fasilitas kelas bersama-sama tanpa membedakan teman (Setuju), (3) Menyebarkan kabar bohong yang memicu pertengkaran antarkelas (Tidak Setuju), (4) Mematuhi tata tertib sekolah demi ketertiban bersama (Setuju) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Tindakan Sekolah yang menyajikan 4 studi kasus situasi di sekolah: Kasus 1: Terjadi perselisihan antarkelompok murid karena perbedaan latar belakang kedaerahan; Kasus 2: Adanya perusakan fasilitas bersama di perpustakaan sekolah; Kasus 3: Penyebaran ujaran kebencian/ejekan fisik di grup percakapan kelas; Kasus 4: Sikap enggan bergaul dengan murid baru dari suku minoritas (10 menit).
  • Secara mandiri, murid menentukan 1 tindakan konkret penyelesaian/pencegahan untuk setiap kasus yang berfokus pada menjaga persatuan dan keutuhan lingkungan sekolah sesuai daftar acuan tindakan: Kasus 1: Mengajak mediasi damai dan mengutamakan kesetaraan sesama murid; Kasus 2: Menghentikan perusakan, melapor kepada guru, dan ikut menjaga fasilitas umum sekolah; Kasus 3: Menegur penyebar ujaran kebencian serta menghentikan penyebaran kabar pemecah belah; Kasus 4: Menyambut dan merangkul murid baru dalam pertemanan tanpa membeda-bedakan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penentuan tindakannya dengan panduan cek mandiri guru untuk memastikan tindakan yang ditentukan relevan dengan keutuhan lingkungan sekolah (6 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan tindakan yang dipilihnya, dan guru memberikan konfirmasi serta apresiasi terhadap ketepatan tindakan yang ditentukan (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai bentuk-bentuk tindakan berpartisipasi aktif menjaga keutuhan NKRI di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat mengenai tindakan nyata di sekolah, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar kata kunci tindakan positif di sekolah, sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus situasi sekolah yang memuat konflik antarkelompok yang lebih kompleks.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan kasus perselisihan di sekolah dengan konsep keutuhan wilayah NKRI.
  • Produk: Semua murid menentukan tindakan tertulis pada LKPD; murid berpencapaian tinggi menuliskan hingga 2 alternatif tindakan pada masing-masing kasus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan 3 opsi situasi di awal pertemuan untuk mengetahui kemampuan awal murid dalam memilih tindakan yang menjaga keutuhan di sekolah: (A) Membentuk geng eksklusif berdasarkan asal daerah, (B) Menghormati teman yang berbeda suku dan agama saat belajar kelompok, (C) Mengabaikan tata tertib sekolah (acuan jawaban benar: Opsi B).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri murid dalam menentukan tindakan menjaga keutuhan wilayah NKRI pada 4 studi kasus sekolah. Kunci acuan: Kasus 1: Tindakan mendamaikan/menghargai keberagaman suku; Kasus 2: Tindakan menjaga/merawat sarana prasarana sekolah; Kasus 3: Tindakan menghentikan perundungan/ujaran permusuhan; Kasus 4: Tindakan merangkul/berteman tanpa diskriminasi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis di penutup pertemuan: (1) Sebutkan 1 tindakan konkret yang dapat kamu lakukan saat melihat temanmu mengejek logat kedaerahan teman lain! (Kriteria penerimaan: Menegur/mengingatkan teman agar tidak mengejek dan mengajak saling menghormati); (2) Mengapa menaati tata tertib sekolah termasuk menjaga keutuhan wilayah NKRI? (Kriteria penerimaan: Menjelaskan bahwa tata tertib menjaga kedamaian dan keteraturan bersama sehingga mencegah konflik/perpecahan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja mandiri penentuan tindakan menjaga keutuhan wilayah NKRI pada 4 studi kasus lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan Tindakan Menjaga Keutuhan di SekolahMenentukan 1 tindakan yang tepat dari 4 kasus sekolah yang disajikan.Menentukan 2 tindakan yang tepat dari 4 kasus sekolah yang disajikan.Menentukan 3 tindakan yang tepat dari 4 kasus sekolah yang disajikan sesuai acuan.Menentukan seluruh 4 tindakan yang tepat dari 4 kasus sekolah yang disajikan secara tepat dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit cukup bagi murid untuk menelaah kasus dan menentukan tindakan penjagaan keutuhan sekolah secara mandiri?
  • Bagian studi kasus mana yang paling menantang bagi murid dalam merumuskan tindakan pemersatu?

Murid:

  • Tindakan menjaga keutuhan apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu terapkan di sekolahmu sendiri?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa ketertiban di sekolah merupakan wujud menjaga keutuhan NKRI?

Pertemuan 6 — Menentukan Tindakan Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.3 Menentukan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan sekolah dan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menentukan tindakan berpartisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI di lingkungan masyarakat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai contoh tindakan warga yang mendukung keutuhan masyarakat, lalu mencatat kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemaparan guru dan bahan bacaan mengenai bentuk-bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keutuhan lingkungan wilayah tempat tinggal dari ancaman konflik horizontal, penyebaran berita bohong pemecah belah, dan pengabaian keamanan bersama (10 menit).
  • Murid secara individu membaca dan menelaah 4 kartu studi kasus situasi masyarakat: Kasus A (perselisihan batas tanah antarwarga), Kasus B (penyebaran isu SARA melalui grup pesan warga), Kasus C (pos ronda/siskamling yang terbengkalai dan marak pencurian), dan Kasus D (keengganan kerja bakti membersihkan saluran air antar-RT) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Pilah Tindakan Cepat' di mana murid mencocokkan kartu situasi masyarakat dengan kartu opsi tindakan partisipasi aktif yang tepat dalam suasana kompetisi yang menyenangkan (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk menentukan tindakan yang tepat beserta alasan penentuannya untuk mengatasi keempat kasus masyarakat tersebut: Kasus A (menentukan tindakan mediasi musyawarah mufakat melibatkan ketua RT), Kasus B (menentukan tindakan verifikasi fakta dan tidak meneruskan pesan provokatif), Kasus C (menentukan tindakan revitalisasi siskamling dan mengaktifkan ronda malam warga), dan Kasus D (menentukan tindakan menyepakati jadwal kerja bakti berkala lintas RT) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi kesesuaian tindakan partisipasi yang telah ditentukannya terhadap keempat kasus dengan membandingkannya pada kunci acuan tindakan tepat yang dibuka oleh guru (7 menit).
  • Murid menuliskan satu kesadaran pribadi di lembar refleksi mengenai pentingnya kesadaran mengambil tindakan konkret demi menjaga keutuhan persatuan di lingkungan tempat tinggal sendiri (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang ragam tindakan berpartisipasi aktif dalam memelihara kerukunan dan keutuhan wilayah di lingkungan masyarakat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan LKS murid dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya mengenai perencanaan gotong royong, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci pilihan tindakan, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan bahan kasus dengan kompleksitas dinamika sosial yang lebih beragam.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah diberikan pendampingan langsung melalui penuntun pemantik dalam menentukan tindakan, sementara murid yang telah mahir bekerja mandiri secara penuh.
  • Produk: Semua murid menentukan tindakan untuk 4 kasus; murid berpencapaian tinggi menambahkan pertimbangan dampak positif jangka panjang dari tindakan yang dipilihnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata warga di sekitar rumahmu yang berfungsi menjaga kerukunan dan keutuhan lingkungan warga!' Kriteria penerimaan operasional: Jawaban diterima benar jika menyebutkan tindakan nyata yang relevan menjaga kerukunan/keamanan bersama (contoh acuan jawaban: ikut ronda malam/siskamling, musyawarah warga saat terjadi perselisihan, kerja bakti membersihkan lingkungan, saling menghormati perayaan hari besar keagamaan tetangga).

Proses:

  • Penilaian penugasan mandiri pada LKS: Murid menentukan tindakan partisipasi aktif yang tepat untuk 4 kasus lingkungan masyarakat. Butir dan kunci acuan jawaban: (1) Kasus A (perselisihan batas tanah warga) -> Tindakan: Musyawarah mufakat difasilitasi ketua RT/tokoh masyarakat setempat; (2) Kasus B (isu SARA provokatif di grup pesan warga) -> Tindakan: Melakukan verifikasi fakta, tidak menyebarkan pesan, serta mengimbau warga tetap tenang dan rukun; (3) Kasus C (pos ronda terbengkalai dan rawan pencurian) -> Tindakan: Menghidupkan kembali jadwal ronda malam bersama/siskamling warga; (4) Kasus D (keengganan kerja bakti saluran air antar-RT) -> Tindakan: Menyepakati jadwal kerja bakti bersama antar-RT secara bergotong royong.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): 'Jika di lingkungan RT tempat tinggalmu timbul pertengkaran antarwarga akibat salah paham tentang parkir kendaraan, tentukan 1 tindakan partisipasi aktif yang paling tepat untuk menjaga keutuhan kerukunan lingkungan!' Kriteria penerimaan operasional: Tindakan memuat upaya damai tanpa kekerasan, musyawarah/mediasi melalui pengurus RT/RW, dan menolak memperkeruh suasana (acuan jawaban: melaporkan kepada ketua RT untuk difasilitasi musyawarah damai antarpihak).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Penilaian kinerja penentuan tindakan pada Lembar Kerja Siswa (LKS) berdasarkan 4 kasus masyarakat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan Tindakan Partisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI di Lingkungan MasyarakatTepat menentukan tindakan pada paling banyak 1 dari 4 kasus masyarakat sesuai kunci acuan jawaban (Kasus A: musyawarah batas tanah; Kasus B: cegah hoaks/isu SARA; Kasus C: aktifkan siskamling; Kasus D: kerja bakti antar-RT).Tepat menentukan tindakan pada 2 dari 4 kasus masyarakat sesuai kunci acuan jawaban (Kasus A: musyawarah batas tanah; Kasus B: cegah hoaks/isu SARA; Kasus C: aktifkan siskamling; Kasus D: kerja bakti antar-RT).Tepat menentukan tindakan pada 3 dari 4 kasus masyarakat sesuai kunci acuan jawaban (Kasus A: musyawarah batas tanah; Kasus B: cegah hoaks/isu SARA; Kasus C: aktifkan siskamling; Kasus D: kerja bakti antar-RT).Tepat menentukan tindakan pada seluruh 4 kasus masyarakat secara lengkap dan tepat sesuai kunci acuan jawaban (Kasus A: musyawarah batas tanah; Kasus B: cegah hoaks/isu SARA; Kasus C: aktifkan siskamling; Kasus D: kerja bakti antar-RT).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario kasus lingkungan masyarakat yang disajikan cukup kontekstual dan memfasilitasi murid dalam menentukan tindakan partisipasi aktif?
  • Bagaimana keterlibatan dan kemandirian murid saat menentukan tindakan pemecahan masalah sosial dalam aktivitas pembelajaran?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mencegah konflik atau perpecahan di lingkungan masyarakat?
  • Tindakan menjaga keutuhan lingkungan masyarakat mana yang paling siap kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar rumahmu?

Pertemuan 7 — Mempraktikkan Perilaku Partisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI Melalui Perencanaan Gotong Royong Lingkungan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.4 Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan gotong royong

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merancang rencana aksi gotong royong lingkungan sebagai wujud perilaku menjaga keutuhan wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid merespons pertanyaan tentang 3 unsur pokok dalam merencanakan gotong royong lingkungan (pembagian peran, penentuan zona kerja, dan kesepakatan alat) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya perilaku gotong royong dalam merawat lingkungan sebagai bentuk nyata komitmen menjaga keutuhan ruang hidup dan wilayah NKRI (10 menit).
  • Murid berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tepat Sasaran Gotong Royong' dengan mencocokkan 4 kebutuhan lingkungan fisik sekolah dengan tindakan kerja bakti yang relevan: (1) saluran air tersumbat -> membersihkan sedimen/sampah selokan; (2) taman kelas gersang -> mencabut gulma dan menggemburkan tanah; (3) sampah plastik berserakan -> pemilahan sampah organik dan anorganik; (4) dinding batas berlumut -> pembersihan dan sikat dinding batas (acuan kunci: pasangan 1-4 tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok kerja (4-5 murid) untuk mempraktikkan penyusunan matriks 'Rencana Aksi Gotong Royong Lingkungan Sekolah' yang memuat: nama kegiatan, zona/lokasi lingkungan, pembagian tugas anggota, serta daftar peralatan yang diperlukan guna menjaga keutuhan lingkungan belajar (25 menit).
  • Setiap kelompok saling menukarkan draf lembar rencana aksi gotong royong antarkelompok untuk saling memeriksa kelengkapan pembagian tugas dan kesesuaian target area kerja bakti (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya meninjau kembali komitmen kesiapan peran masing-masing anggota dalam rencana gotong royong yang telah disusun agar siap diimplementasikan pada aksi nyata pertemuan berikutnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap rencana kerja yang telah disepakati tiap kelompok dan mengingatkan persiapan perlengkapan yang disepakati untuk dibawa pada pertemuan berikutnya (3 menit).
  • Guru memimpin doa penutup dan mengakhiri sesi pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh format matriks rencana kerja dengan panduan rincian tugas untuk kelompok yang memerlukan bimbingan bertahap.
  • Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat dapat merancang rincian pembagian zona lingkungan yang lebih luas (mencakup area luar pagar kelas/selokan depan).
  • Produk: Format perencanaan dapat berupa tabel matriks isian langsung atau bagan alur kerja tertulis sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 hal penting yang harus disiapkan sebelum melakukan gotong royong di lingkungan sekolah!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 dari 3 unsur acuan berikut: [1] penentuan lokasi/zona lingkungan, [2] pembagian peran/tugas anggota, [3] alat/perlengkapan kerja bakti).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja matriks 'Rencana Aksi Gotong Royong Lingkungan Sekolah' per kelompok dengan kriteria: (1) menetapkan minimal 1 zona lingkungan sekolah yang jelas, (2) memuat pembagian tugas konkret untuk seluruh anggota kelompok, (3) mendaftar alat kebersihan yang sesuai dengan target area (acuan: matriks kelompok memuat ketiga kriteria tersebut secara lengkap).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan satu tugas spesifik yang menjadi tanggung jawab pribadinya dalam rencana aksi gotong royong kelompok serta menyebutkan alat yang akan digunakannya (kriteria penerimaan: memuat peran pribadi spesifik dan alat kebersihan yang relevan dengan tugas tersebut).

Formatif:

  • Penilaian kinerja kelompok dalam menyusun lembar rencana aksi gotong royong lingkungan sekolah (kelengkapan zona, pembagian peran, dan daftar alat).
  • Lembar ceklis observasi partisipasi aktif murid selama musyawarah kelompok merencanakan gotong royong.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Perencanaan Gotong Royong Menjaga Keutuhan LingkunganBelum mampu menyusun pembagian tugas dan penentuan zona lingkungan dalam lembar rencana gotong royong meskipun telah diarahkan.Menyusun draf rencana gotong royong namun pembagian tugas anggota belum merata atau penentuan zona lingkungan belum spesifik.Menyusun rencana gotong royong lingkungan secara lengkap mencakup target zona, pembagian tugas seluruh anggota, dan daftar kebutuhan alat secara mandiri.Menyusun rencana gotong royong lingkungan secara lengkap, terperinci pada langkah operasional tiap anggota, serta mengantisipasi kebutuhan pembagian beban kerja secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur perencanaan gotong royong lingkungan berjalan tertib dan memfasilitasi keterlibatan seluruh murid?
  • Apakah instrumen format perencanaan cukup praktis untuk dipraktikkan murid sebelum masuk ke aksi nyata?

Murid:

  • Bagaimana perasaan saya setelah ikut bermusyawarah membagi tugas gotong royong bersama kelompok?
  • Apakah peran yang saya ambil dalam rencana kegiatan sudah sesuai dengan kesiapan dan komitmen saya untuk menjaga lingkungan sekolah?

Pertemuan 8 — Mempraktikkan Perilaku Partisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI Melalui Aksi Nyata Gotong Royong Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.4 Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan gotong royong

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan rencana aksi gotong royong yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dengan tujuan pertemuan hari ini, yaitu mempraktikkan langsung gotong royong di lingkungan sekolah sebagai wujud menjaga keutuhan wilayah NKRI (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan alat kerja dan pembagian tugas gotong royong yang telah direncanakan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak arahan guru tentang zona kerja aksi gotong royong (taman sekolah, selasar kelas, dan area sudut baca) serta prosedur keselamatan kerja dalam merawat lingkungan fisik sekolah (5 menit).
  • Murid bersama kelompoknya memeriksa kembali lembar pembagian peran gotong royong dan kesiapan perlengkapan kerja masing-masing (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan 'Tantangan 30 Menit Aksi Nyata': setiap kelompok bergotong royong membersihkan, merapikan, dan merawat zona lingkungan sekolah yang telah ditentukan secara serentak dan penuh semangat (30 menit).
  • Guru memantau dan mencatat praktik partisipasi aktif murid dalam gotong royong menggunakan lembar observasi perilaku (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok memeriksa hasil kerja penataan dan kebersihan zonanya bersama guru untuk memastikan seluruh tugas terlaksana dengan tuntas (10 menit).
  • Murid menyampaikan satu refleksi singkat mengenai bagaimana aksi kerja sama merawat lingkungan sekolah ini memperkuat rasa persatuan dan kepedulian terhadap keutuhan bangsa (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pelaksanaan aksi nyata gotong royong hari ini sebagai bukti nyata komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI dari lingkup sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas dedikasi kerja sama seluruh murid, menyampaikan agenda evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Pembagian zona kerja aksi gotong royong disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesiapan peralatan masing-masing kelompok.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langsung oleh guru dalam penuntasan tugas spesifiknya, sedangkan murid yang mandiri mengoordinasikan pembagian tugas teknis secara mandiri.
  • Produk: Hasil unjuk kerja diukur dari keterlibatan nyata murid dan tuntasnya area zona lingkungan yang dibersihkan/dirawat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan partisipasi gotong royong melalui 3 pertanyaan cepat: (1) Apa peran spesifikmu dalam aksi hari ini? (2) Alat apa yang kamu bawa/gunakan? (3) Di zona mana kelompokmu bertugas? (Kriteria siap: murid dapat menyebutkan peran, alat, dan zonanya dengan tepat).

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif saat 'Tantangan 30 Menit Aksi Nyata' dengan indikator: (1) mengambil peran aktif dalam kegiatan fisik gotong royong, (2) bekerja sama dengan anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman, (3) menuntaskan tanggung jawab pembersihan/penataan di zonanya hingga selesai.

Akhir Pertemuan:

  • Cek penuntasan unjuk kerja: verifikasi hasil pembersihan dan penataan zona sekolah oleh guru bersama kelompok (Kriteria tuntas: zona bersih dari sampah, tertata rapi, dan seluruh anggota berpartisipasi aktif hingga selesai).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik gotong royong merawat lingkungan sekolah menggunakan lembar observasi keterlibatan aktif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi Aktif Gotong RoyongHanya mengamati teman bekerja atau pasif dan membutuhkan dorongan terus-menerus untuk ikut melakukan tindakan gotong royong di zona sekolah.Melaksanakan tugas gotong royong merawat lingkungan sekolah namun sesekali masih berhenti sebelum tugas selesai atau memerlukan pengingat guru.Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif dalam gotong royong merawat lingkungan sekolah secara konsisten dan menuntaskan tugas bagiannya bersama kelompok.Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif dalam gotong royong secara mandiri, tuntas, dan sigap membantu merapikan bagian lain di zona kerjanya tanpa menunggu instruksi.
Ketuntasan Perilaku Merawat Lingkungan SekolahTugas pembersihan dan penataan zona lingkungan sekolah tidak tuntas atau ditinggalkan dalam keadaan belum selesai.Menuntaskan sebagian tugas pembersihan/penataan zona lingkungan sekolah dengan pendampingan guru.Menuntaskan seluruh tugas pembersihan dan penataan zona lingkungan sekolah sesuai rencana bersama kelompok.Menuntaskan seluruh tugas pembersihan dan penataan zona lingkungan sekolah dengan sangat bersih, rapi, dan mengembalikan peralatan kerja ke tempatnya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan memiliki peran konkret dalam aksi nyata gotong royong hari ini?
  • Bagaimana suasana kerja sama antar-murid selama kegiatan berlangsung, dan apakah ada kendala teknis pengelolaan zona kerja?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan gotong royong hari ini yang paling membuatmu merasa bangga berkontribusi untuk sekolah?
  • Mengapa bekerja sama merawat lingkungan sekolah penting untuk menumbuhkan rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.1 Menjelaskan konsep wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  • TP 8.5.2 Menganalisis karakteristik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  • TP 8.5.3 Menentukan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan sekolah dan masyarakat
  • TP 8.5.4 Mempraktikkan perilaku berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan gotong royong

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kesiapan fisik kelas, dan memimpin doa pembuka (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 5 yang mencakup pengerjaan lembar kerja tertulis individual serta praktik langsung gotong royong terpadu merawat ruang kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan naskah Tugas 1 Asesmen Sumatif Individual dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan, memastikan seluruh murid memahami bahwa lembar kerja memuat 3 soal uraian analisis konsep wilayah NKRI dan 1 tabel rancangan tindakan nyata menjaga keutuhan wilayah di sekolah dan masyarakat (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri dan serentak di meja masing-masing selama 42 menit (total durasi pengerjaan tertulis 45 menit bersama penjelasan awal), menjawab 3 butir soal uraian: (1) Menjelaskan konsep wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara (acuan kunci: konsep tanah air kepulauan yang menyatukan darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan utuh bulat, bukan pemisah, yang didasari visi geopolitik bangsa); (2) Menganalisis karakteristik kewilayahan NKRI sebagai perwujudan kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (acuan kunci: wilayah kepulauan berciri nusantara dengan batas dan hak berdaulat yang diatur hukum laut/UU, seluruh kekayaan alam dikelola bersama untuk kemakmuran rakyat, keanekaragaman budaya sebagai kekayaan nasional, dan ancaman terhadap satu wilayah merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa); (3) Menentukan 2 tindakan nyata menjaga keutuhan NKRI di lingkungan sekolah (acuan kunci: menghargai teman tanpa diskriminasi suku/agama dan mematuhi tata tertib/menjaga kebersihan sekolah) serta 2 tindakan nyata di masyarakat (acuan kunci: ikut kerja bakti lingkungan RT/RW dan menjaga kerukunan antarwarga). Setelah selesai, lembar kerja dikumpulkan (32 menit).
  • Murid berkumpul dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) yang telah dibagi rata sesuai denah kelas, lalu melaksanakan Tugas 2 yaitu praktik gotong royong serentak merawat dan menata keutuhan lingkungan kelas (membersihkan jendela, menyapu, menata bangku, memilah sampah, dan merapikan sudut baca), sementara guru berkeliling mengobservasi keterlibatan aktif setiap murid menggunakan lembar observasi keterlibatan gotong royong (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menghentikan aktivitas praktik gotong royong, menginstruksikan murid duduk kembali dengan tenang, dan memfasilitasi refleksi singkat tentang bagaimana kerja sama nyata di kelas memperkuat keutuhan kebangsaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan keaktifan murid selama seluruh rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut hasil sumatif Bab 5 serta menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan format lembar soal dengan ukuran teks lebih besar bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengubah rumusan butir soal tertulis.
  • Proses: Memberikan bimbingan verbal instruksional ulang terkait pembagian zona gotong royong bagi kelompok yang memerlukan penegasan tugas tanpa mengurangi tuntutan unjuk kerja.
  • Produk: Standar capaian tetap sama bagi seluruh murid sesuai kriteria penskoran tertulis dan rubrik kinerja keterlibatan gotong royong.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan peralatan gotong royong (sapu, lap, kantong sampah) sebelum pengerjaan asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Pengamatan langsung keterlibatan aktif, pembagian peran, dan kesungguhan perilaku gotong royong merawat lingkungan kelas menggunakan lembar observasi sumatif.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis uraian-analitis dan lembar rancangan aksi partisipasi, dilanjutkan simulasi unjuk kerja gotong royong terpadu: Lembar kerja tertulis individual berisi telaah konsep, analisis karakteristik wilayah NKRI dalam wawasan nusantara, dan rancangan tindakan menjaga keutuhan wilayah, serta lembar observasi keterlibatan aktif perilaku gotong royong kelompok menjaga lingkungan kelas
  • tes tertulis dan lembar rancangan tindakan: lembar jawaban tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi uraian konsep wilayah NKRI, analisis karakteristik wilayah dalam konteks wawasan nusantara, serta penentuan rencana tindakan nyata menjaga keutuhan wilayah di sekolah dan masyarakat (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian rencana tindakan)
  • pengamatan kinerja praktik gotong royong serentak: kinerja keterlibatan aktif seluruh murid dalam praktik gotong royong merawat dan menata keutuhan lingkungan kelas yang dilakukan serentak dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) yang diobservasi guru berkeliling (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis uraian-analitis dan lembar rancangan aksi partisipasi, dilanjutkan simulasi unjuk kerja gotong royong terpadu: Lembar kerja tertulis individual berisi telaah konsep, analisis karakteristik wilayah NKRI dalam wawasan nusantara, dan rancangan tindakan menjaga keutuhan wilayah, serta lembar observasi keterlibatan aktif perilaku gotong royong kelompok menjaga lingkungan kelas
  • tes tertulis dan lembar rancangan tindakan: lembar jawaban tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi uraian konsep wilayah NKRI, analisis karakteristik wilayah dalam konteks wawasan nusantara, serta penentuan rencana tindakan nyata menjaga keutuhan wilayah di sekolah dan masyarakat (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian rencana tindakan)
  • pengamatan kinerja praktik gotong royong serentak: kinerja keterlibatan aktif seluruh murid dalam praktik gotong royong merawat dan menata keutuhan lingkungan kelas yang dilakukan serentak dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) yang diobservasi guru berkeliling (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan konsep wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara (TP 8.5.1)Belum mampu menjelaskan konsep wilayah NKRI atau penjelasan keliru dan tidak memuat konsep kesatuan laut dan daratan.Menjelaskan konsep wilayah NKRI sebatas batas fisik pulau secara terpisah tanpa mengaitkan laut sebagai penghubung dan pemersatu dalam wawasan nusantara.Menjelaskan konsep wilayah NKRI sebagai satu kesatuan tanah air yang utuh bulat meliputi darat, laut, dan udara dalam konteks wawasan nusantara secara tepat sesuai acuan materi.Menjelaskan konsep wilayah NKRI secara mendalam dan komprehensif, mencakup aspek kesatuan wadah, isi, dan tata laku kewilayahan wawasan nusantara secara utuh dan terstruktur mandiri.
Analisis karakteristik wilayah NKRI (TP 8.5.2)Belum mampu menganalisis karakteristik wilayah NKRI atau analisis tidak sesuai konteks kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.Menganalisis 1-2 aspek karakteristik kewilayahan (politik/ekonomi/sosial budaya/hankam) secara tepat sesuai acuan, namun aspek lainnya terlewat.Menganalisis 3-4 aspek karakteristik perwujudan kepulauan nusantara (kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan) secara tepat sesuai acuan materi.Menganalisis seluruh 4 aspek karakteristik perwujudan kepulauan nusantara secara tepat, runtut, dan menguraikan keterkaitan antargatra secara mendalam.
Penentuan tindakan berpartisipasi menjaga keutuhan wilayah (TP 8.5.3)Belum mampu menentukan tindakan menjaga keutuhan wilayah, atau tindakan yang dituliskan tidak relevan dengan konteks sekolah maupun masyarakat.Menentukan masing-masing hanya 1 tindakan nyata yang relevan untuk lingkungan sekolah dan masyarakat, atau hanya tepat di salah satu lingkungan.Menentukan secara tepat 2 tindakan nyata menjaga keutuhan wilayah di sekolah dan 2 tindakan nyata di masyarakat sesuai acuan tindakan partisipatif.Menentukan lebih dari 2 tindakan nyata di sekolah dan masyarakat secara tepat, terperinci, realistis, dan menunjukkan komitmen kewargaan yang kuat.
Praktik perilaku gotong royong menjaga keutuhan lingkungan (TP 8.5.4)Pasif selama kegiatan praktik gotong royong dan tidak melakukan tindakan merawat lingkungan kelas bersama kelompok.Terlibat dalam kegiatan gotong royong merawat lingkungan kelas hanya jika diperintah berulang kali oleh guru atau teman sekelompok.Terlibat aktif, berinisiatif mengambil peran tugas, dan bekerja sama secara konsisten merawat lingkungan kelas bersama kelompok sesuai pembagian tugas.Sangat aktif, menunjukkan inisiatif tinggi, konsisten bekerja sama, serta sigap menuntaskan perawatan dan penataan lingkungan kelas hingga bersih dan rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tugas tertulis dan 35 menit untuk praktik gotong royong mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran di Bab 5 ini?

Murid:

  • Bagian mana dari pemahaman tentang wilayah NKRI dan wawasan nusantara yang paling saya kuasai?
  • Bagaimana pengalaman saya bergotong royong membersihkan kelas hari ini membantu saya memahami pentingnya menjaga keutuhan bangsa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  3. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Kartu Kuis Konsep Wilayah NKRI
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021, Bab 5)
  6. Buku Teks Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021, Bab 5 hlm. 133-143)
  7. Peta Wilayah NKRI dan Naskah Sejarah Ringkas Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Bab 5 hlm. 146-147)
  9. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Bab 5 hlm. 133-144)
  10. UUD NRI Tahun 1945 (Pasal 25A)
  11. Peta Dinding Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, Bab 5)
  13. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, Bab 5 hlm. 140-149)
  14. Lembar Kerja Analisis Kasus Kewilayahan NKRI
  15. Peta Tematik Kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2023)
  17. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 (Kemendikbudristek, 2023)
  18. Lembar Kerja Studi Kasus Tindakan Menjaga Keutuhan Sekolah
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2023)
  20. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 (Kemendikbudristek, 2023)
  21. Kartu Studi Kasus Lingkungan Masyarakat dan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021).
  23. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021) Bab 5: Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku.
  24. Lembar Kerja Matriks Perencanaan Gotong Royong Lingkungan Sekolah.
  25. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 (Kemendikbudristek 2021).
  26. Perlengkapan kebersihan sekolah (sapu, kantong sampah, kain lap, cangkul kecil/alat taman).
  27. Lembar kerja perencanaan gotong royong dari Pertemuan 7.
  28. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
  29. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
  30. Lembar Soal dan Lembar Jawab Asesmen Sumatif Bab 5
  31. Lembar Observasi Praktik Gotong Royong
  32. Perlengkapan kebersihan kelas (sapu, kain lap, kemoceng, tempat sampah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.