Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8: Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 8 dengan topik "Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8: Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah

Pendidikan Pancasila - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dan budaya daerah yang dilestarikan di lingkungan sekolah
  2. Murid dapat mendiskusikan upaya nyata yang dapat dilakukan warga sekolah dalam melestarikan tradisi dan budaya daerah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Budaya daerah apa saja yang kalian temukan di lingkungan sekolah kita?
  2. Mengapa penting bagi kita sebagai warga sekolah untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah?
  3. Apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjaga agar budaya daerah tetap hidup di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran murid
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid mengikuti kegiatan budaya di sekolah (contoh: pentas seni, upacara adat, lomba budaya)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari di sekolah
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menuliskan 3 contoh budaya daerah yang mereka ketahui ada di sekolah
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video atau foto kegiatan budaya di sekolah (contoh: Olimpiade Humaniora Nusantara, pentas seni daerah, penggunaan bahasa daerah)
  • Murid mengamati dan mencatat berbagai bentuk kearifan lokal dan budaya yang tampak dalam tayangan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi kategori kearifan lokal di sekolah: bahasa, seni, tradisi, nilai-nilai lokal, kuliner, pakaian adat
  • Murid membaca teks singkat tentang contoh pelestarian budaya di sekolah (contoh dari Bogor yang menyelenggarakan Olimpiade Humaniora Nusantara)
  • Guru memberikan penguatan konsep tentang pentingnya sekolah sebagai ruang pelestarian budaya dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok 4-6 orang yang beragam latar belakang daerah asalnya
  • Setiap anggota kelompok menceritakan kearifan lokal dan budaya dari daerah asal mereka masing-masing
  • Kelompok berdiskusi untuk menyusun peta kekayaan budaya di kelas mereka (menggunakan kertas plano atau platform digital)
  • Kelompok merancang minimal 3 upaya konkret pelestarian budaya yang bisa dilakukan di sekolah, seperti: pojok budaya di kelas, hari bahasa daerah, festival makanan tradisional, pentas seni rutin, pembelajaran kolaboratif lintas budaya
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan rancangan upaya pelestarian budaya mereka
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, masukan, dan apresiasi terhadap presentasi temannya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid merefleksi proses diskusi: apa yang mereka pelajari tentang keberagaman budaya di kelas mereka?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pentingnya melestarikan budaya daerah dan peran mereka sebagai generasi muda
  • Guru mengajak murid mengevaluasi upaya pelestarian yang dirancang: mana yang paling mudah dilakukan? Apa tantangannya?
  • Murid menentukan satu komitmen nyata yang akan mereka lakukan untuk melestarikan budaya di sekolah
  • Guru memberikan penguatan tentang makna Persatuan Indonesia yang menghargai keberagaman budaya

Penutup:

  • Guru memfasilitasi kesimpulan pembelajaran bersama murid tentang pentingnya pelestarian budaya di sekolah
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi kuis reflektif atau lembar evaluasi singkat
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan kreatif dalam merancang upaya pelestarian
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid diminta mengamati satu kegiatan budaya di sekolah minggu depan dan mendokumentasikannya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat mengeksplorasi contoh pelestarian budaya dari sekolah lain secara mandiri melalui riset internet. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan panduan terstruktur berupa checklist bentuk-bentuk budaya di sekolah
  • Proses: Kelompok dibentuk heterogen dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan budaya. Murid yang pemalu difasilitasi untuk berbagi cerita dalam kelompok kecil terlebih dahulu sebelum presentasi kelas. Murid visual dapat menggunakan gambar/foto, sementara yang verbal dapat fokus pada cerita lisan
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: poster visual, narasi tertulis, video pendek, atau drama singkat. Kelompok dapat menyesuaikan kompleksitas rancangan upaya pelestarian sesuai kapasitas mereka, asalkan tetap konkret dan realistis

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan 3 contoh budaya daerah yang mereka ketahui ada di sekolah untuk mengukur pengetahuan awal
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: Pernahkah kalian terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya di sekolah?

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam mengamati tayangan dan mengidentifikasi kearifan lokal (tahap Memahami)
  • Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan berkolaborasi, menghargai pendapat teman, dan menyusun ide (tahap Mengaplikasi)
  • Catatan anekdotal terhadap kontribusi murid dalam merancang upaya pelestarian
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar penilaian sederhana saat presentasi kelompok

Akhir:

  • Penilaian produk kelompok: peta kekayaan budaya dan rancangan upaya pelestarian (rubrik terlampir)
  • Refleksi tertulis individu tentang pembelajaran hari ini dan komitmen pribadi
  • Kuis singkat berisi 5 pertanyaan pilihan ganda dan 2 uraian tentang bentuk kearifan lokal di sekolah dan upaya pelestariannya

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses saat murid mengidentifikasi dan mendiskusikan kearifan lokal
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan pembelajaran
  • Penilaian sejawat terhadap presentasi kelompok

Sumatif:

  • Penilaian hasil diskusi kelompok: peta kekayaan budaya dan rancangan upaya pelestarian
  • Penilaian refleksi tertulis individu
  • Kuis akhir tentang identifikasi kearifan lokal dan upaya pelestarian di sekolah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi kearifan lokal dan budaya di sekolahMurid belum mampu menyebutkan bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan tepatMurid mampu menyebutkan 1-2 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah tetapi masih memerlukan bimbinganMurid mampu mengidentifikasi 3-4 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan cukup tepatMurid mampu mengidentifikasi minimal 5 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan tepat dan memberikan contoh konkret
Kemampuan mendiskusikan upaya pelestarianMurid belum mampu menyampaikan ide upaya pelestarian budaya di sekolahMurid mampu menyampaikan 1 ide upaya pelestarian namun masih sangat umum dan belum konkretMurid mampu mendiskusikan 2-3 upaya pelestarian yang cukup konkret dan realistis untuk diterapkan di sekolahMurid mampu mendiskusikan minimal 3 upaya pelestarian yang konkret, realistis, kreatif, dan disertai rencana implementasi yang jelas
Kolaborasi dalam kelompokMurid pasif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusiMurid mulai terlibat dalam diskusi namun kontribusinya masih terbatasMurid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi ideMurid sangat aktif berkolaborasi, menghargai keberagaman pendapat, memfasilitasi diskusi, dan memastikan semua anggota terlibat
Sikap menghargai keberagaman budayaMurid menunjukkan sikap kurang menghargai budaya daerah lainMurid mulai menunjukkan sikap menghargai namun masih memerlukan pengingatMurid menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya dengan baik selama pembelajaranMurid menunjukkan sikap sangat menghargai keberagaman budaya, antusias belajar budaya lain, dan menjadi teladan bagi teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa buktinya?
  • Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif mengaktifkan murid?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?
  • Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terwujud dalam pembelajaran ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Budaya daerah apa yang baru kamu ketahui dari teman-temanmu?
  • Dari upaya pelestarian yang didiskusikan, mana yang paling ingin kamu wujudkan? Mengapa?
  • Apa tantangan yang kamu rasakan saat berdiskusi tentang budaya dengan teman sekelompok?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui keberagaman budaya di kelasmu? Apa komitmenmu untuk melestarikan budaya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VIII Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas VIII Kurikulum Merdeka
  3. Video dokumentasi kegiatan budaya di sekolah atau video contoh pelestarian budaya dari internet
  4. Foto-foto kegiatan budaya daerah di lingkungan sekolah
  5. Kertas plano, spidol warna, dan alat tulis untuk membuat peta budaya
  6. Laptop/proyektor untuk presentasi
  7. Lembar kerja murid (LKPD) untuk panduan diskusi kelompok
  8. Platform digital opsional (Padlet, Canva, PowerPoint) untuk kelompok yang ingin presentasi digital

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.