MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 8 (Fase D) Topik: Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Pelestarian Kearifan Lokal dan Budaya di Lingkungan Sekolah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dan budaya daerah yang dilestarikan di lingkungan sekolah
- Murid dapat mendiskusikan upaya nyata yang dapat dilakukan warga sekolah dalam melestarikan tradisi dan budaya daerah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Budaya daerah apa saja yang kalian temukan di lingkungan sekolah kita?
- Mengapa penting bagi kita sebagai warga sekolah untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah?
- Apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjaga agar budaya daerah tetap hidup di sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran murid
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid mengikuti kegiatan budaya di sekolah (contoh: pentas seni, upacara adat, lomba budaya)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari di sekolah
- Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menuliskan 3 contoh budaya daerah yang mereka ketahui ada di sekolah
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan video atau foto kegiatan budaya di sekolah (contoh: Olimpiade Humaniora Nusantara, pentas seni daerah, penggunaan bahasa daerah)
- Murid mengamati dan mencatat berbagai bentuk kearifan lokal dan budaya yang tampak dalam tayangan
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi kategori kearifan lokal di sekolah: bahasa, seni, tradisi, nilai-nilai lokal, kuliner, pakaian adat
- Murid membaca teks singkat tentang contoh pelestarian budaya di sekolah (contoh dari Bogor yang menyelenggarakan Olimpiade Humaniora Nusantara)
- Guru memberikan penguatan konsep tentang pentingnya sekolah sebagai ruang pelestarian budaya dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok 4-6 orang yang beragam latar belakang daerah asalnya
- Setiap anggota kelompok menceritakan kearifan lokal dan budaya dari daerah asal mereka masing-masing
- Kelompok berdiskusi untuk menyusun peta kekayaan budaya di kelas mereka (menggunakan kertas plano atau platform digital)
- Kelompok merancang minimal 3 upaya konkret pelestarian budaya yang bisa dilakukan di sekolah, seperti: pojok budaya di kelas, hari bahasa daerah, festival makanan tradisional, pentas seni rutin, pembelajaran kolaboratif lintas budaya
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan rancangan upaya pelestarian budaya mereka
- Kelompok lain memberikan tanggapan, masukan, dan apresiasi terhadap presentasi temannya
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid merefleksi proses diskusi: apa yang mereka pelajari tentang keberagaman budaya di kelas mereka?
- Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pentingnya melestarikan budaya daerah dan peran mereka sebagai generasi muda
- Guru mengajak murid mengevaluasi upaya pelestarian yang dirancang: mana yang paling mudah dilakukan? Apa tantangannya?
- Murid menentukan satu komitmen nyata yang akan mereka lakukan untuk melestarikan budaya di sekolah
- Guru memberikan penguatan tentang makna Persatuan Indonesia yang menghargai keberagaman budaya
Penutup:- Guru memfasilitasi kesimpulan pembelajaran bersama murid tentang pentingnya pelestarian budaya di sekolah
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi kuis reflektif atau lembar evaluasi singkat
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan kreatif dalam merancang upaya pelestarian
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid diminta mengamati satu kegiatan budaya di sekolah minggu depan dan mendokumentasikannya
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat mengeksplorasi contoh pelestarian budaya dari sekolah lain secara mandiri melalui riset internet. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan panduan terstruktur berupa checklist bentuk-bentuk budaya di sekolah
- Proses: Kelompok dibentuk heterogen dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan budaya. Murid yang pemalu difasilitasi untuk berbagi cerita dalam kelompok kecil terlebih dahulu sebelum presentasi kelas. Murid visual dapat menggunakan gambar/foto, sementara yang verbal dapat fokus pada cerita lisan
- Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: poster visual, narasi tertulis, video pendek, atau drama singkat. Kelompok dapat menyesuaikan kompleksitas rancangan upaya pelestarian sesuai kapasitas mereka, asalkan tetap konkret dan realistis
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menuliskan 3 contoh budaya daerah yang mereka ketahui ada di sekolah untuk mengukur pengetahuan awal
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: Pernahkah kalian terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya di sekolah?
Proses:- Observasi keaktifan murid dalam mengamati tayangan dan mengidentifikasi kearifan lokal (tahap Memahami)
- Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan berkolaborasi, menghargai pendapat teman, dan menyusun ide (tahap Mengaplikasi)
- Catatan anekdotal terhadap kontribusi murid dalam merancang upaya pelestarian
- Penilaian sejawat menggunakan lembar penilaian sederhana saat presentasi kelompok
Akhir:- Penilaian produk kelompok: peta kekayaan budaya dan rancangan upaya pelestarian (rubrik terlampir)
- Refleksi tertulis individu tentang pembelajaran hari ini dan komitmen pribadi
- Kuis singkat berisi 5 pertanyaan pilihan ganda dan 2 uraian tentang bentuk kearifan lokal di sekolah dan upaya pelestariannya
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
- Penilaian proses saat murid mengidentifikasi dan mendiskusikan kearifan lokal
- Tanya jawab lisan selama kegiatan pembelajaran
- Penilaian sejawat terhadap presentasi kelompok
Sumatif:- Penilaian hasil diskusi kelompok: peta kekayaan budaya dan rancangan upaya pelestarian
- Penilaian refleksi tertulis individu
- Kuis akhir tentang identifikasi kearifan lokal dan upaya pelestarian di sekolah
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi kearifan lokal dan budaya di sekolah | Murid belum mampu menyebutkan bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan tepat | Murid mampu menyebutkan 1-2 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah tetapi masih memerlukan bimbingan | Murid mampu mengidentifikasi 3-4 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan cukup tepat | Murid mampu mengidentifikasi minimal 5 bentuk kearifan lokal dan budaya di sekolah dengan tepat dan memberikan contoh konkret | | Kemampuan mendiskusikan upaya pelestarian | Murid belum mampu menyampaikan ide upaya pelestarian budaya di sekolah | Murid mampu menyampaikan 1 ide upaya pelestarian namun masih sangat umum dan belum konkret | Murid mampu mendiskusikan 2-3 upaya pelestarian yang cukup konkret dan realistis untuk diterapkan di sekolah | Murid mampu mendiskusikan minimal 3 upaya pelestarian yang konkret, realistis, kreatif, dan disertai rencana implementasi yang jelas | | Kolaborasi dalam kelompok | Murid pasif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi | Murid mulai terlibat dalam diskusi namun kontribusinya masih terbatas | Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi ide | Murid sangat aktif berkolaborasi, menghargai keberagaman pendapat, memfasilitasi diskusi, dan memastikan semua anggota terlibat | | Sikap menghargai keberagaman budaya | Murid menunjukkan sikap kurang menghargai budaya daerah lain | Murid mulai menunjukkan sikap menghargai namun masih memerlukan pengingat | Murid menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya dengan baik selama pembelajaran | Murid menunjukkan sikap sangat menghargai keberagaman budaya, antusias belajar budaya lain, dan menjadi teladan bagi teman |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa buktinya?
- Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif mengaktifkan murid?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?
- Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terwujud dalam pembelajaran ini?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
- Budaya daerah apa yang baru kamu ketahui dari teman-temanmu?
- Dari upaya pelestarian yang didiskusikan, mana yang paling ingin kamu wujudkan? Mengapa?
- Apa tantangan yang kamu rasakan saat berdiskusi tentang budaya dengan teman sekelompok?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui keberagaman budaya di kelasmu? Apa komitmenmu untuk melestarikan budaya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VIII Kurikulum Merdeka
- Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas VIII Kurikulum Merdeka
- Video dokumentasi kegiatan budaya di sekolah atau video contoh pelestarian budaya dari internet
- Foto-foto kegiatan budaya daerah di lingkungan sekolah
- Kertas plano, spidol warna, dan alat tulis untuk membuat peta budaya
- Laptop/proyektor untuk presentasi
- Lembar kerja murid (LKPD) untuk panduan diskusi kelompok
- Platform digital opsional (Padlet, Canva, PowerPoint) untuk kelompok yang ingin presentasi digital
|