Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8: Fungsi dan Kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar Negara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 8 dengan topik "Fungsi dan Kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar Negara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8: Fungsi dan Kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar Negara

Pendidikan Pancasila - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Fungsi dan Kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikFungsi dan Kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar Negara
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan fungsi UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang menjadi pedoman penyelenggaraan negara.
  2. Murid dapat menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 dalam tata urutan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika di negara kita tidak ada aturan tertinggi yang menjadi pedoman bersama, apa yang mungkin terjadi ketika pemerintah membuat kebijakan yang merugikan warga?
  2. Menurutmu, mengapa ada aturan yang kedudukannya lebih tinggi dari aturan lain? Apa tujuannya?
  3. Pernahkah kalian mendengar bahwa sebuah undang-undang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi? Kira-kira atas dasar apa undang-undang itu bisa dibatalkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menayangkan dua pernyataan di papan tulis — (1) 'UUD NRI Tahun 1945 adalah aturan biasa seperti aturan sekolah' dan (2) 'Setiap undang-undang yang dibuat pemerintah tidak boleh bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945' — lalu meminta murid mengacungkan tangan untuk menyatakan setuju atau tidak setuju beserta alasan singkat. Guru mencatat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan penekanan materi.
  • Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan manfaat yang akan diperoleh murid: memahami mengapa UUD NRI Tahun 1945 menjadi pedoman utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara spontan guna membangun rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis sederhana (bisa digambar di papan tulis atau ditayangkan) berupa piramida tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia sesuai UU No. 12 Tahun 2011, dengan UUD NRI Tahun 1945 di posisi puncak.
  • Guru menjelaskan secara ringkas tiga fungsi UUD NRI Tahun 1945: (a) alat kontrol — menguji apakah peraturan di bawahnya sesuai atau tidak; (b) pedoman penyelenggaraan negara; (c) pedoman penyusunan peraturan perundang-undangan. Penjelasan dikaitkan dengan contoh nyata: kasus ojek online yang perlu diatur undang-undang tersendiri dan harus sesuai UUD.
  • Guru menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertinggi, sumber hukum bagi seluruh peraturan di bawahnya, dan perbedaannya dengan konstitusi tidak tertulis.
  • Murid membaca mandiri teks singkat pada buku siswa halaman yang memuat fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 selama ±5 menit, lalu mencatat 3 poin utama yang mereka temukan di buku catatan masing-masing (teknik 'catatan aktif' untuk mendorong berkesadaran).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi 5–6 kelompok kecil (4–5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 3 kasus singkat, contoh: (1) Sebuah Peraturan Daerah melarang warga berpendapat di muka umum; (2) Peraturan Presiden mewajibkan pendidikan 12 tahun; (3) Undang-Undang mengatur hak pekerja mendapat upah layak. Kelompok diminta menganalisis: apakah peraturan tersebut sesuai atau bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945, dan di posisi mana peraturan itu berada dalam tata urutan perundang-undangan.
  • Kelompok berdiskusi selama ±10 menit dan menuliskan hasil analisis pada lembar kerja dengan menyertakan alasan berdasarkan fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945.
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu kasus yang ditugaskan kepada mereka (±2 menit per kelompok). Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan singkat.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas, meluruskan kesalahpahaman, dan memperkuat pemahaman tentang fungsi UUD NRI Tahun 1945 sebagai alat kontrol melalui contoh-contoh yang disampaikan kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: 'Dari kegiatan tadi, apa satu hal paling penting yang baru kamu pahami tentang UUD NRI Tahun 1945?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan dalam format 'Dulu aku pikir… sekarang aku tahu…' (±3 menit). Format ini membantu murid menyadari perubahan pemahaman mereka.
  • Guru meminta 2–3 sukarelawan membacakan refleksinya, lalu merespons dengan apresiasi dan penguatan konsep.
  • Guru mengaitkan materi dengan nilai kewargaan: sebagai warga negara yang baik, memahami dan menghormati UUD NRI Tahun 1945 adalah bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menjaga tertib hukum Indonesia.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: UUD NRI Tahun 1945 berfungsi sebagai alat kontrol, pedoman penyelenggaraan negara, dan pedoman penyusunan peraturan; kedudukannya adalah tertinggi dan menjadi sumber hukum bagi seluruh peraturan di bawahnya.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 2 soal kuis lisan atau tertulis singkat — (1) Sebutkan tiga fungsi UUD NRI Tahun 1945; (2) Mengapa UUD NRI Tahun 1945 menempati urutan pertama dalam tata urutan peraturan perundang-undangan? Murid menjawab secara individual di selembar kertas atau lisan (pilihan guru sesuai waktu).
  • Guru memberikan umpan balik singkat terhadap jawaban murid dan mengapresiasi partisipasi aktif selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya, yaitu tentang sikap berani menjalankan UUD NRI Tahun 1945 dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami, guru menyediakan ringkasan materi satu halaman dengan bahasa yang lebih sederhana dan visual piramida perundangan yang sudah dilengkapi keterangan. Bagi murid yang sudah cepat memahami, guru memberikan artikel singkat kasus nyata pembatalan undang-undang oleh Mahkamah Konstitusi untuk dibaca dan dianalisis secara mandiri.
  • Proses: Pada kegiatan kelompok, murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan bersama teman sebaya yang lebih kuat pemahamannya. Guru juga memberikan scaffolding berupa pertanyaan pemandu di LKPD khusus ('Menurutmu, apakah peraturan ini membatasi hak warga yang dijamin UUD?') untuk membantu murid yang kesulitan memulai analisis.
  • Produk: Murid yang lebih cepat dapat mengembangkan hasil analisis LKPD menjadi paragraf argumentatif singkat. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu cukup mengisi poin-poin jawaban pada LKPD tanpa harus mengembangkannya menjadi paragraf.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua pernyataan tentang UUD NRI Tahun 1945 di papan tulis dan meminta murid menyatakan setuju atau tidak setuju dengan mengacungkan tangan beserta alasan singkat. Tujuannya untuk memetakan pemahaman awal sebelum materi disampaikan.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling memantau kedalaman diskusi, mencatat murid yang aktif dan yang perlu didorong.
  • Penilaian LKPD: ketepatan identifikasi fungsi UUD NRI Tahun 1945 sebagai alat kontrol dalam menganalisis kasus peraturan perundang-undangan.
  • Tanya-jawab saat presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman individual secara langsung.

Akhir:

  • Kuis tertulis 2 soal esai pendek yang dikerjakan secara individual di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (aktif bertanya, memberikan pendapat, mendengarkan).
  • Penilaian LKPD kelompok berdasarkan ketepatan analisis fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 pada tiga kasus yang diberikan.
  • Kuis lisan saat presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan singkat kepada perwakilan kelompok untuk mengecek pemahaman individu.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat di akhir pertemuan: 2 pertanyaan esai pendek — (1) Jelaskan tiga fungsi UUD NRI Tahun 1945; (2) Mengapa UUD NRI Tahun 1945 disebut sebagai hukum dasar tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia?

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan fungsi UUD NRI Tahun 1945 (TP 8.2.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau menjelaskan fungsi UUD NRI Tahun 1945, atau jawaban tidak relevan dengan topik.Murid dapat menyebutkan 1 fungsi UUD NRI Tahun 1945 namun belum dapat menjelaskannya dengan contoh atau penjelasan yang tepat.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan 2 fungsi UUD NRI Tahun 1945 dengan penjelasan yang cukup jelas, meskipun contoh yang diberikan kurang tepat.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketiga fungsi UUD NRI Tahun 1945 (alat kontrol, pedoman penyelenggaraan negara, pedoman penyusunan peraturan) dengan penjelasan yang jelas dan disertai contoh yang relevan.
Menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 dalam tata urutan perundang-undangan (TP 8.2.3.2)Murid tidak dapat menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 dalam tata urutan peraturan perundang-undangan, atau menyatakan kedudukan yang salah.Murid dapat menyebutkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 berada di urutan pertama, namun belum dapat menjelaskan implikasi atau alasannya.Murid dapat menjelaskan bahwa UUD NRI Tahun 1945 adalah hukum dasar tertinggi dan menjadi sumber hukum bagi peraturan di bawahnya, namun penjelasan kurang lengkap atau masih ada bagian yang kurang tepat.Murid dapat menjelaskan secara lengkap bahwa UUD NRI Tahun 1945 menempati urutan tertinggi dalam tata urutan perundang-undangan, merupakan sumber hukum bagi seluruh peraturan di bawahnya, dan seluruh peraturan tidak boleh bertentangan dengannya, disertai penjelasan yang logis dan sistematis.
Kemampuan analisis kasus (LKPD — Mengaplikasi)Murid tidak dapat menganalisis kasus yang diberikan atau analisis tidak ada kaitannya dengan fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945.Murid mencoba menganalisis kasus namun hanya memberikan pendapat pribadi tanpa mengaitkan dengan fungsi atau kedudukan UUD NRI Tahun 1945 secara tepat.Murid dapat menganalisis kasus dan mengaitkannya dengan salah satu fungsi UUD NRI Tahun 1945, serta menentukan posisi peraturan dalam tata urutan perundang-undangan meskipun penalaran belum sepenuhnya sistematis.Murid dapat menganalisis kasus secara kritis, mengidentifikasi kesesuaian atau ketidaksesuaian peraturan dengan UUD NRI Tahun 1945, menentukan posisinya dalam tata urutan perundang-undangan, dan memberikan alasan yang logis berdasarkan konsep fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Mana yang perlu mendapat penguatan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh kasus yang digunakan dalam LKPD cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 8?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan sudah seimbang? Tahap mana yang perlu disesuaikan durasinya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Dulu aku pikir UUD NRI Tahun 1945 itu… sekarang aku tahu bahwa…
  • Satu hal baru yang paling penting aku pelajari hari ini tentang fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 adalah…
  • Bagian mana dari materi hari ini yang masih membuatku bingung dan ingin aku pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek), Bab 2: Pedoman Negaraku, halaman 40–58.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek), Bab 2.
  3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (sebagai referensi tata urutan perundang-undangan).
  4. Infografis piramida tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia (dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya).
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 3 kasus analisis peraturan perundang-undangan (disiapkan guru).
  6. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk menampilkan infografis dan poin-poin kunci.
  7. Alat tulis murid untuk catatan aktif dan kuis tertulis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.