MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 5 — Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa suatu wilayah dan kumpulan manusia baru dapat disebut sebagai sebuah negara yang sah dan merdeka?
- Apa saja unsur pokok yang wajib dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia agar diakui kedaulatannya di dunia?
- Mengapa wilayah kedaulatan sebuah negara tidak hanya mencakup daratan, melainkan juga wilayah laut dan ruang udara di atasnya?
- Bagaimana konsep Wawasan Nusantara memandang laut dan udara yang menghubungkan ribuan pulau di Indonesia?
- Mengapa wilayah Indonesia yang sangat luas perlu dibagi menjadi tingkatan daerah provinsi hingga desa/kelurahan?
- Bagaimana pembagian wilayah administrasi membantu menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai Wawasan Nusantara?
- Mengapa wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau disatukan dalam bentuk negara kesatuan, bukan negara bagian atau federasi?
- Bagaimana wawasan nusantara memandang laut dan pulau-pulau di wilayah Indonesia: sebagai pemisah ataukah sebagai penghubung kesatuan bangsa?
- Mengapa ruang kelas kita dapat diumpamakan sebagai miniatur wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita jaga bersama?
- Tindakan nyata apa saja yang membuktikan bahwa kita ikut menjaga keutuhan dan kelestarian ruang kelas setiap hari?
- Apa saja fasilitas bersama di sekolah yang sering kita gunakan setiap hari?
- Bagaimana bentuk tindakan nyata kita untuk menjaga fasilitas bersama tersebut agar tidak rusak dan tetap utuh?
- Mengapa menjaga kerukunan dan ketertiban antarsiswa di sekolah merupakan bentuk nyata menjaga keutuhan NKRI?
- Tindakan apa saja yang dapat kita lakukan bersama teman untuk mencegah perselisihan dan menjaga suasana damai di sekolah?
- Bagaimana tindakan nyata kita dalam merawat kelas, fasilitas bersama, dan kerukunan di sekolah dapat dihimpun menjadi laporan aksi menjaga keutuhan lingkungan sekolah?
- Apa bukti konkret partisipasi aktif yang telah kalian tunjukkan untuk menjaga keutuhan lingkungan sekolah?
- Bagaimana batas dan pembagian wilayah NKRI dapat digambarkan secara runtut dalam konsep wawasan nusantara?
- Apa bukti konkret partisipasi aktif yang telah kalian lakukan dalam menjaga keutuhan dan ketertiban lingkungan sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Makna Negara dan Unsur-Unsur Pembentuk Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Murid bersama guru menyanyikan lagu wajib nasional 'Dari Sabang Sampai Merauke' untuk membangkitkan rasa kebangsaan terhadap keutuhan wilayah Indonesia (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengidentifikasi makna negara serta unsur-unsur pembentuk wilayah NKRI (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa kuis cepat 3 soal tanya-jawab lisan untuk memetakan kesiapan murid mengenai konsep dasar negara dan unsur-unsurnya: (1) Sebutkan pengertian negara secara sederhana! [Acuan: organisasi kekuasaan berdaulat yang menaungi rakyat di suatu wilayah]; (2) Sebutkan 3 unsur konstitutif (mutlak) berdirinya negara! [Acuan: wilayah, rakyat/penduduk, dan pemerintah yang berdaulat]; (3) Sebutkan 1 unsur deklaratif! [Acuan: pengakuan dari negara lain] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks ringkas tentang makna negara dan 4 unsur pembentuk negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat, serta pengakuan dari negara lain) pada Buku Siswa halaman 148-152 (12 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep melalui perumpamaan analogi wilayah: membandingkan miniatur kepengurusan kelurahan/desa atau lingkungan RT dengan unsur-unsur negara (wilayah RT = wilayah negara; warga RT = rakyat; pengurus RT = pemerintah) untuk memperdalam pemahaman murid (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Tantangan Cocok Unsur Negara': setiap murid menerima Lembar Kerja berisi 4 deskripsi rill kondisi Indonesia dan diminta mengidentifikasi pasangan unsur negara yang tepat. Butir Lembar Kerja: (1) 'Penduduk yang mendiami tanah air dari Sabang sampai Merauke serta memiliki status kewarganegaraan Indonesia' -> unsur: Rakyat; (2) 'Daratan seluas ±1,9 juta km², lautan perairan nusantara, dan ruang udara di atasnya' -> unsur: Wilayah; (3) 'Lembaga kepresidenan, kementerian, dan aparatur negara yang menjalankan hukum serta mengatur ketertiban nasional' -> unsur: Pemerintah yang berdaulat; (4) 'Dukungan resmi kemerdekaan RI dari negara Mesir, India, dan Australia pada awal proklamasi' -> unsur: Pengakuan dari negara lain (acuan: pasangan 1-Rakyat, 2-Wilayah, 3-Pemerintah berdaulat, 4-Pengakuan negara lain) (10 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi tabel identifikasi bukti pemenuhan 4 unsur negara pada Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Lembar Kerja Aktivitas 5.2 Buku Siswa: mengisi bukti konkret Indonesia memiliki (1) Wilayah, (2) Rakyat, (3) Pemerintah yang berdaulat, dan (4) Pengakuan negara lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi tabel pemenuhan unsur negara NKRI dan memeriksa apakah semua unsur telah teridentifikasi dengan tepat sesuai acuan materi (8 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi singkat pada secarik kertas tentang mengapa unsur wilayah sangat penting dijaga keutuhannya bagi keberlangsungan negara Indonesia (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat penuh karena telah memenuhi keempat unsur pembentuk negara secara lengkap (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut informasi materi untuk pertemuan berikutnya mengenai batas darat, laut, dan udara wilayah NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi glosarium istilah dan diagram visual unsur negara; murid yang lebih cepat diberikan teks rujukan tambahan mengenai perbedaan unsur konstitutif dan deklaratif.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengidentifikasi, guru memberikan scaffolding bertahap dengan memandu pencocokan nomor 1 dan 2 terlebih dahulu; bagi murid yang mahir, mereka mengerjakan mandiri dan menambahkan contoh kasus faktual pengakuan kemerdekaan Indonesia.
- Produk: Semua murid mengisi tabel identifikasi 4 unsur negara yang sama; murid cepat menambahkan identifikasi landasan yuridis pasal 1 ayat 1 UUD NRI 1945.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan dengan 3 butir pertanyaan: (1) Sebutkan pengertian negara secara sederhana! [Acuan jawaban benar: organisasi kekuasaan berdaulat yang menaungi rakyat di suatu wilayah tertentu]; (2) Sebutkan 3 unsur konstitutif (mutlak) berdirinya negara! [Acuan jawaban benar: wilayah, rakyat/penduduk, dan pemerintah yang berdaulat]; (3) Sebutkan 1 unsur deklaratif! [Acuan jawaban benar: pengakuan dari negara lain].
Proses:- Observasi formatif dan pemeriksaan lembar kerja pencocokan 4 unsur negara pada tahap inti Mengaplikasi: (1) 'Penduduk yang mendiami tanah air dari Sabang sampai Merauke' -> Rakyat; (2) 'Daratan seluas ±1,9 juta km², perairan, dan udara' -> Wilayah; (3) 'Presiden dan aparatur negara penegak hukum' -> Pemerintah yang berdaulat; (4) 'Dukungan resmi negara Mesir, India' -> Pengakuan dari negara lain. Kriteria ketepatan: tepat memasangkan minimal 3 dari 4 butir (acuan: pasangan 1-Rakyat, 2-Wilayah, 3-Pemerintah berdaulat, 4-Pengakuan negara lain).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil akhir tabel identifikasi bukti pemenuhan 4 unsur negara pada Indonesia di lembar kerja: (1) Wilayah: darat, laut, udara dari Sabang sampai Merauke; (2) Rakyat: seluruh WNI yang mendiami wilayah Indonesia; (3) Pemerintah berdaulat: pemerintah NKRI berdasarkan UUD 1945 yang memiliki kedaulatan ke dalam dan ke luar; (4) Pengakuan negara lain: diakui secara de facto dan de jure oleh negara lain di dunia internasional (kriteria ketepatan: tepat menuliskan bukti konkret untuk keempat unsur tersebut).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai pengertian negara dan 4 unsur negara di apersepsi pendahuluan
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja identifikasi 4 unsur pembentuk negara pada Indonesia selama tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi makna negara dan unsur pembentuk wilayah NKRI | Tepat mengidentifikasi 1 dari 4 unsur pembentuk negara pada kasus Indonesia dengan bimbingan penuh guru (acuan: Wilayah, Rakyat, Pemerintah yang berdaulat, Pengakuan dari negara lain). | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 unsur pembentuk negara pada kasus Indonesia dengan arahan guru (acuan: Wilayah, Rakyat, Pemerintah yang berdaulat, Pengakuan dari negara lain). | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 unsur pembentuk negara beserta deskripsi bukti pemenuhannya pada Indonesia secara mandiri (acuan: Wilayah, Rakyat, Pemerintah yang berdaulat, Pengakuan dari negara lain). | Tepat mengidentifikasi seluruh 4 unsur pembentuk negara (Wilayah, Rakyat, Pemerintah yang berdaulat, Pengakuan dari negara lain) beserta bukti pemenuhannya pada NKRI secara lengkap dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan analogi lingkungan sekitar (desa/RT) mempermudah murid memahami konsep abstrak unsur-unsur pembentuk negara?
- Apakah alokasi waktu 15 menit pada latihan identifikasi lembar kerja mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan tabel secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari unsur-unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah, pengakuan) yang paling mudah dan paling sulit kamu pahami maknanya?
- Mengapa menurutmu negara Indonesia tidak akan berdiri kokoh jika salah satu dari unsur tersebut hilang?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Batas Darat, Laut, dan Udara Wilayah NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi batas darat, laut, dan udara wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan cepat untuk mengecek kesiapan murid mengenai batas wilayah: (1) Sebutkan negara yang berbatasan darat langsung dengan Papua! (acuan: Papua Nugini); (2) Sebutkan konsep yang memandang laut Indonesia sebagai pemersatu, bukan pemisah! (acuan: Wawasan Nusantara/Deklarasi Djuanda); (3) Berapakah batas ketinggian ruang udara kedaulatan NKRI yang diakui secara teknis penerbangan? (acuan: 110 km di atas permukaan bumi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak paparan peta wilayah NKRI dan membaca teks ringkas tentang batas kedaulatan darat, batas wilayah perairan (Laut Teritorial 12 mil, Zona Tambahan 24 mil, ZEE 200 mil, dan Landas Kontinen), serta batas ruang udara vertikal (ketinggian 110 km) dalam kerangka wawasan nusantara (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu data batas wilayah NKRI yang dibagikan guru: (1) Batas Darat Utara: Malaysia di Pulau Kalimantan; (2) Batas Darat Timur: Papua Nugini di Pulau Papua; (3) Batas Darat Selatan: Timor Leste di Pulau Timor; (4) Batas Udara: ruang udara setinggi 110 km di atas daratan dan perairan teritorial Indonesia (acuan: keempat pernyataan adalah batas kedaulatan resmi NKRI) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bersama pasangannya mengikuti tantangan menjodohkan cepat 'Kartu Batas Wilayah NKRI' yang menggembirakan dengan memasangkan 4 kartu penjuru mata angin dengan negara/wilayah batas yang tepat: [Kartu A] Batas Darat Utara -> Malaysia; [Kartu B] Batas Darat Selatan -> Timor Leste; [Kartu C] Batas Darat Timur -> Papua Nugini; [Kartu D] Batas Laut Barat -> Samudra Hindia/Perairan India (acuan kunci: A-Malaysia, B-Timor Leste, C-Papua Nugini, D-Samudra Hindia) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Batas Wilayah NKRI dengan mengisi tabel 3 dimensi wilayah (Darat, Laut, Udara) beserta contoh batas negara/wilayahnya sesuai konteks wawasan nusantara: (1) Batas Darat: 3 negara yang berbatasan darat (Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini); (2) Batas Laut: batas perairan teritorial (12 mil laut) dan zona maritim ZEE (200 mil); (3) Batas Udara: ruang udara tegak lurus di atas wilayah darat dan laut hingga ketinggian 110 km (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa ketepatan hasil identifikasi batas wilayah darat, laut, dan udara secara mandiri menggunakan lembar kunci verifikasi yang ditampilkan di layar (10 menit).
- Murid menyimpulkan makna wawasan nusantara dalam memandang batas darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan wilayah yang utuh dan tidak terpisahkan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas hasil identifikasi batas wilayah NKRI yang telah dikerjakan murid dan menegaskan pentingnya wawasan nusantara (5 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang pembagian wilayah administrasi NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta navigasi batas maritim dan bagan ketinggian ruang udara bergambar bagi murid yang membutuhkan visualisasi konkret, serta dokumen pasal wilayah bagi murid yang siap telaah mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing bagi pasangan yang kesulitan membedakan batas zona perairan (laut teritorial vs ZEE), serta memberikan tantangan mandiri mengidentifikasi batas landas kontinen bagi murid yang lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menuangkan hasil identifikasi batas wilayah NKRI dalam format tabel komparasi atau bagan visual peta batas darat-laut-udara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik 3 butir: (1) Sebutkan negara yang berbatasan darat langsung dengan Papua! (acuan: Papua Nugini); (2) Sebutkan konsep yang memandang perairan Indonesia sebagai penghubung dan pemersatu pulau! (acuan: Wawasan Nusantara); (3) Sebutkan batas vertikal ruang udara kedaulatan negara! (acuan: batas ketinggian 110 km di atas darat dan laut teritorial).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi Batas Wilayah NKRI yang memuat 3 aspek: (1) Batas Darat (3 negara: Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini); (2) Batas Laut (Laut Teritorial 12 mil laut, ZEE 200 mil laut); (3) Batas Udara (ruang udara di atas darat dan laut teritorial hingga ketinggian 110 km).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir: (1) Sebutkan 3 negara yang berbatasan darat langsung dengan wilayah NKRI! (acuan: Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini); (2) Mengapa laut dalam wawasan nusantara tidak dianggap sebagai pemisah antarwilayah daratan di Indonesia? (acuan kriteria: jawaban memuat konsep laut sebagai perajut/penghubung kesatuan pulau-pulau dalam NKRI).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan tentang pemahaman awal batas NKRI
- Observasi unjuk kerja permainan pencocokan kartu batas wilayah
- Penilaian lembar identifikasi batas darat, laut, dan udara NKRI
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Batas Darat Wilayah NKRI | Belum mampu mengidentifikasi negara yang berbatasan darat langsung dengan wilayah NKRI secara tepat. | Mampu mengidentifikasi 1 negara yang berbatasan darat langsung dengan wilayah NKRI secara tepat (acuan: salah satu dari Malaysia, Timor Leste, atau Papua Nugini). | Mampu mengidentifikasi 2 negara yang berbatasan darat langsung dengan wilayah NKRI secara tepat (acuan: dua dari Malaysia, Timor Leste, atau Papua Nugini). | Mampu mengidentifikasi ketiga negara yang berbatasan darat langsung dengan wilayah NKRI secara lengkap dan tepat (acuan: Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini). | | Identifikasi Batas Laut dan Udara Wilayah NKRI | Belum mampu mengidentifikasi batas laut dan batas udara wilayah NKRI secara tepat. | Mampu mengidentifikasi batas laut (Laut Teritorial 12 mil / ZEE 200 mil) ATAU batas udara wilayah NKRI (ketinggian 110 km) dengan tepat namun belum lengkap. | Mampu mengidentifikasi batas laut (Laut Teritorial 12 mil dan ZEE 200 mil) SERTA batas udara (ketinggian 110 km di atas darat dan laut teritorial) secara tepat. | Mampu mengidentifikasi batas laut (Laut Teritorial 12 mil, Zona Tambahan 24 mil, ZEE 200 mil) dan batas ruang udara vertikal (110 km) secara lengkap, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu pada kegiatan menjodohkan kartu dan pengisian lembar identifikasi batas wilayah sudah efektif mencapai 80 menit?
- Bagian batas wilayah manakah (darat, laut, atau udara) yang paling banyak membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Batas wilayah NKRI mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kenali antara darat, laut, atau udara?
- Bagaimana pemahaman tentang batas wilayah ini membuatmu semakin menghargai keutuhan negara Indonesia?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Pembagian Wilayah Administrasi NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pembagian wilayah administrasi NKRI (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan untuk mengurutkan 4 tingkatan wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dari yang paling luas ke paling kecil: (1) Provinsi, (2) Kabupaten/Kota, (3) Kecamatan, (4) Desa/Kelurahan (acuan urutan tepat: Provinsi -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca bagan hierarki wilayah administrasi pemerintahan NKRI berdasarkan Pasal 18 UUD NRI 1945 dalam konteks Wawasan Nusantara (15 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Pasang Tingkat Administrasi' menggunakan 4 kartu unit wilayah berikut: (A) Jawa Barat, (B) Kabupaten Sleman, (C) Kecamatan Sukasari, (D) Kelurahan Menteng; lalu mengidentifikasi tingkatannya masing-masing (acuan jawaban: A = Provinsi, B = Kabupaten/Kota, C = Kecamatan, D = Kelurahan/Desa) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Pembagian Wilayah Administrasi NKRI yang berisi 4 butir penempatan tingkatan administrasi dan kedudukannya dalam Wawasan Nusantara: (1) Daerah otonom tingkat I yang dipimpin gubernur -> Provinsi; (2) Daerah otonom di bawah provinsi yang dipimpin bupati atau wali kota -> Kabupaten/Kota; (3) Wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota -> Kecamatan; (4) Pembagian wilayah terkecil di bawah kecamatan yang dipimpin kepala desa atau lurah -> Desa/Kelurahan (acuan kunci: 1 = Provinsi, 2 = Kabupaten/Kota, 3 = Kecamatan, 4 = Desa/Kelurahan) (20 menit).
- Murid melengkapi tabel identifikasi fungsi pembagian wilayah administrasi dalam konteks Wawasan Nusantara untuk butir: (1) Pemerataan pembangunan antarwilayah pulau dan pedalaman; (2) Efektivitas pelayanan publik di seluruh kepulauan; (3) Menjaga persatuan dan keutuhan wilayah kesatuan (acuan: mencakup aspek pemerataan, pelayanan publik, dan keutuhan/persatuan wilayah NKRI) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan menandai hierarki administrasi yang telah teridentifikasi dengan tepat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hierarki pembagian wilayah administrasi NKRI (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan) sebagai wujud pengelolaan wilayah kepulauan dalam bingkai Wawasan Nusantara (5 menit).
- Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman penutup dan guru menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan visual hierarki administrasi bertingkat bagi murid yang membutuhkan penguatan pemahaman konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata kunci tingkatan kepala daerah (Gubernur, Bupati/Wali Kota, Camat, Kades/Lurah), sedangkan murid cepat diminta mengidentifikasi hierarki administrasi pada kasus daerah otonomi khusus seperti D.I. Yogyakarta atau Aceh.
- Produk: Pengisian lembar identifikasi dapat berupa bagan berjenjang atau tabel klasifikasi hierarki.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan mengurutkan 4 hierarki pembagian wilayah administrasi NKRI dari cakupan terluas hingga terkecil (acuan: 1. Provinsi, 2. Kabupaten/Kota, 3. Kecamatan, 4. Desa/Kelurahan).
Proses:- Observasi ketepatan mengidentifikasi 4 tingkatan unit wilayah pada aktivitas berpasangan kuis 'Pasang Tingkat Administrasi' (acuan: A Jawa Barat = Provinsi; B Sleman = Kabupaten/Kota; C Sukasari = Kecamatan; D Menteng = Kelurahan/Desa).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja identifikasi 4 jenjang wilayah administrasi dan 3 fungsi pembagian wilayah administrasi dalam konteks Wawasan Nusantara (acuan: Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan; fungsi: pemerataan pembangunan, pelayanan publik, keutuhan kesatuan wilayah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: murid menuliskan 1 alasan mengapa NKRI dibagi menjadi daerah-daerah administrasi dalam konteks Wawasan Nusantara (kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat gagasan mempermudah pelayanan masyarakat di wilayah kepulauan, pemerataan pembangunan daerah, atau menjaga keutuhan wilayah negara).
Formatif:- Kuis cepat pasangan tingkat administrasi
- Lembar kerja identifikasi hierarki dan fungsi pembagian wilayah administrasi NKRI
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Hierarki Pembagian Wilayah Administrasi NKRI | Mengidentifikasi dengan tepat kurang dari 2 dari 4 tingkatan hierarki administrasi NKRI (acuan: Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 tingkatan hierarki administrasi NKRI sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 tingkatan hierarki administrasi NKRI sesuai acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 tingkatan hierarki administrasi NKRI (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan) sesuai acuan secara mandiri dan runtut. | | Identifikasi Fungsi Pembagian Wilayah Administrasi dalam Konteks Wawasan Nusantara | Belum mampu mengidentifikasi fungsi pembagian wilayah administrasi NKRI sesuai acuan konteks Wawasan Nusantara. | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 3 fungsi pembagian wilayah administrasi NKRI (acuan: pemerataan pembangunan, efektivitas pelayanan publik, menjaga persatuan/keutuhan wilayah). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 3 fungsi pembagian wilayah administrasi NKRI sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 3 fungsi pembagian wilayah administrasi NKRI dalam konteks Wawasan Nusantara sesuai acuan secara lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk memahami konsep hierarki administrasi wilayah NKRI?
- Apakah murid mengalami kesulitan membedakan kedudukan kecamatan dan kabupaten/kota dalam struktur pembagian wilayah?
Murid:- Tingkatan wilayah administrasi mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali urutannya?
- Mengapa penting bagi warga negara untuk mengenali pembagian wilayah administrasi tempat tinggalnya dalam bingkai NKRI?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Bentuk Negara Kesatuan pada Wilayah Indonesia Berdasarkan Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk negara kesatuan pada wilayah Indonesia dalam konteks wawasan nusantara (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan bunyi Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945! (acuan: Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik); (2) Dalam konsep wawasan nusantara, apakah laut memisahkan atau menyatukan daratan Indonesia? (acuan: laut menyatukan daratan/sebagai penghubung) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks ringkas tentang dasar yuridis Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 dan konsep wawasan nusantara yang memandang seluruh daratan, lautan, dan udara Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah yang utuh dan tidak terpecah-pecah (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep mengenai alasan para pendiri bangsa memilih bentuk negara kesatuan untuk menaungi wilayah kepulauan Indonesia berdasarkan wawasan nusantara (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti kuis tantangan berpasangan 'Tebak Status Kesatuan' dengan mencocokkan 4 kartu karakteristik wilayah/negara dengan status yang tepat: (1) Pernyataan 'Kedaulatan wilayah berada di satu pemerintahan pusat dan tidak terbagi atas negara-negara bagian' dipasangkan dengan 'Ciri Negara Kesatuan'; (2) Pernyataan 'Laut pedalaman dan selat dipandang sebagai pemersatu pulau-pulau' dipasangkan dengan 'Prinsip Wawasan Nusantara'; (3) Pernyataan 'Tiap daerah memiliki kedaulatan sendiri sebagai negara bagian' dipasangkan dengan 'Bukan Ciri NKRI'; (4) Pernyataan 'Wilayah kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan satu kesatuan hukum dan pertahanan' dipasangkan dengan 'Hakikat Kesatuan Wilayah NKRI' (acuan: seluruh pasangan 1-4 benar) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi lembar kerja identifikasi bentuk negara kesatuan yang memuat 3 butir analisis: (a) Mengidentifikasi landasan konstitusional bentuk negara kesatuan; (b) Mengidentifikasi makna laut dalam wawasan nusantara; (c) Mengidentifikasi konsekuensi bentuk negara kesatuan terhadap keutuhan wilayah pulau-pulau di Indonesia (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kebenaran konsep bentuk negara kesatuan dan wawasan nusantara untuk mengevaluasi pemahaman diri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai karakteristik bentuk negara kesatuan pada wilayah Indonesia dalam bingkai wawasan nusantara (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil pengerjaan lembar kerja serta menyampaikan gambaran umum materi pertemuan berikutnya mengenai partisipasi menjaga keutuhan lingkungan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan kata kunci landasan hukum dan wawasan nusantara yang ditandai tebal, sedangkan murid yang siap diberikan teks reguler.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menyelesaikan kuis dengan panduan guru, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis lembar kerja secara bertahap.
- Produk: Pada lembar kerja, murid berkembang menuliskan identifikasi dalam bentuk poin inti terstruktur, sedangkan murid mahir menuliskan identifikasi beserta penjelasan keterkaitan wawasan nusantara secara utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik 2 butir: (1) Sebutkan bunyi Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945! (acuan: Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik); (2) Apakah laut Indonesia berfungsi sebagai pemisah antarpulau atau penghubung kesatuan wilayah berdasarkan wawasan nusantara? (acuan: laut berfungsi sebagai penghubung/pemersatu wilayah).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan mencocokkan 4 kartu karakteristik: (1) Kedaulatan di pemerintah pusat -> Ciri Negara Kesatuan; (2) Laut sebagai pemersatu -> Prinsip Wawasan Nusantara; (3) Memiliki kedaulatan negara bagian -> Bukan Ciri NKRI; (4) Seluruh wilayah satu kesatuan hukum -> Hakikat Kesatuan Wilayah NKRI (acuan: 4 pasangan tepat).
- Pemeriksaan lembar kerja 3 butir: (1) Landasan Pasal 1 ayat 1 UUD NRI 1945; (2) Makna laut sebagai penghubung/kesatuan; (3) Konsekuensi bentuk negara kesatuan yaitu wilayah kepulauan tidak terpisah-pisah dan di bawah satu kedaulatan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi 2 butir: (1) Tuliskan dasar hukum bentuk negara kesatuan Indonesia! (acuan: Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945); (2) Tuliskan bagaimana wawasan nusantara memandang keberadaan ribuan pulau di Indonesia! (acuan: dipandang sebagai satu kesatuan wilayah darat, laut, dan udara yang utuh).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tentang landasan konstitusional dan konsep kesatuan wilayah.
- Kuis berpasangan mencocokkan 4 kartu karakteristik bentuk negara kesatuan dan wawasan nusantara.
- Lembar kerja tertulis identifikasi bentuk negara kesatuan pada wilayah Indonesia.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Bentuk Negara Kesatuan Berdasarkan Wawasan Nusantara | Belum mampu mengidentifikasi karakteristik bentuk negara kesatuan dan makna wawasan nusantara pada wilayah Indonesia (0 butir tepat dari 4 kartu kuis dan 3 butir lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi sebagian kecil karakteristik bentuk negara kesatuan dan wawasan nusantara dengan bimbingan (1-2 kartu kuis tepat dan 1 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian besar karakteristik bentuk negara kesatuan dan wawasan nusantara secara tepat (3 kartu kuis tepat dan 2 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi seluruh karakteristik bentuk negara kesatuan dan prinsip wawasan nusantara secara tepat dan mandiri (seluruh 4 kartu kuis tepat dan seluruh 3 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran membantu murid memahami konsep bentuk negara kesatuan dalam konteks wawasan nusantara secara konkret?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kuis berpasangan mencocokkan karakteristik negara kesatuan?
Murid:- Bagian mana dari konsep bentuk negara kesatuan dan wawasan nusantara yang paling jelas saya pahami?
- Apakah saya sudah memahami mengapa laut di Indonesia bukan pemisah, melainkan pemersatu pulau-pulau?
Pertemuan 5 — Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Ruang dan Lingkungan Kelas di Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu berpartisipasi aktif menjaga keutuhan ruang dan lingkungan kelas sebagai bentuk pengamalan menjaga keutuhan wilayah NKRI di lingkungan sekolah (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan lembar diagnostik cepat berupa klasifikasi 4 pernyataan perilaku di kelas: (1) Mengambil dan merapikan sampah di kolong meja sendiri, (2) Membiarkan coretan spidol di papan tulis dan meja kelas, (3) Menata kembali deretan meja dan kursi agar rapi sesuai denah kelas, (4) Mengabaikan sapu yang tergeletak patah di lantai. Murid menandai perilaku yang termasuk partisipasi menjaga keutuhan kelas (acuan: perilaku 1 dan 3 = partisipasi menjaga keutuhan; perilaku 2 dan 4 = bukan partisipasi menjaga keutuhan) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati analogi keutuhan wilayah NKRI yang dihadirkan guru melalui studi kondisi ruang kelas: batas dinding, lantai, perabot, dan kebersihan ruang kelas merupakan wilayah bersama yang wajib dirawat dan dijaga keutuhannya tanpa merusak satu bagian pun (10 menit).
- Murid berpasangan mengidentifikasi 4 zona fisik di dalam ruang kelas yang wajib dijaga keutuhannya: Zona Papan Tulis & Meja Guru, Zona Deretan Meja-Kursi Belajar, Zona Sudut Kebersihan, dan Zona Dinding/Mading Kelas (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Aksi Kelas 'Ruang Terjaga': Murid dibagi ke dalam 4 kelompok pos kerja kelas (Pos Papan Tulis, Pos Kerapian Meja-Kursi, Pos Sudut Kebersihan, Pos Dinding/Mading) untuk melakukan inspeksi serta tindakan langsung menjaga keutuhan fisik dan kerapian ruang kelas secara serempak dan kompetitif selama 15 menit dengan panduan lembar ceklist tindakan (15 menit).
- Setiap murid mengisi Lembar Partisipasi Individu yang memuat 3 tindakan nyata yang telah dilakukannya selama aksi: (1) jenis pembersihan/penataan yang dilakukan, (2) zona kelas yang dirawat, (3) kondisi fisik zona sebelum dan sesudah tindakan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kondisi seluruh ruang kelas yang kini bersih dan teratur, mengaitkan secara langsung bahwa menjaga batas fisik kelas yang aman dan utuh adalah wujud nyata kewargaan dalam menjaga keutuhan NKRI dari lingkup terkecil (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan ruang kelas secara konsisten setiap hari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap partisipasi aktif yang telah ditunjukkan seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar zona kelas dengan daftar periksa tindakan konkret (misal: menyapu lantai sudut, mengelap papan tulis). Murid yang mahir mengamati seluruh zona kelas dan mengoordinasikan pembagian tugas perawatan pos.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan diarahkan untuk merawat zona dengan area terbatas (misalnya area meja belajarnya sendiri), sedangkan murid yang mandiri merawat area fasilitas publik kelas (papan tulis, sudut alat kebersihan).
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti partisipasi berupa Lembar Partisipasi Individu terisi dan kondisi zona kelas yang tertata rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Klasifikasi 4 butir pernyataan sikap terhadap kebersihan dan keutuhan kelas: (1) Mengambil dan merapikan sampah di kolong meja sendiri, (2) Membiarkan coretan spidol di papan tulis dan meja kelas, (3) Menata kembali deretan meja dan kursi agar rapi sesuai denah kelas, (4) Mengabaikan sapu yang tergeletak patah di lantai. Acuan jawaban benar: pernyataan (1) dan (3) diklasifikasikan sebagai Partisipasi Menjaga; pernyataan (2) dan (4) diklasifikasikan sebagai Bukan Partisipasi.
Proses:- Lembar Observasi Partisipasi Langsung: Guru mengamati keterlibatan murid dalam aksi 'Ruang Terjaga' di pos masing-masing dengan indikator: (a) melakukan tindakan fisik nyata merawat fasilitas kelas, (b) tidak menimbulkan kerusakan pada fasilitas kelas, (c) menyelesaikan perawatan pada zona yang menjadi tanggung jawabnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Pengisian Lembar Partisipasi Individu berisi 3 butir tindakan yang telah diselesaikan. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat rincian tindakan fisik konkret yang telah dikerjakan, nama zona kelas yang dirawat, serta bukti perubahan kondisi fisik ruang kelas menjadi utuh, rapi, dan bersih.
Formatif:- Observasi unjuk kerja partisipasi aktif menjaga keutuhan dan kerapian ruang kelas menggunakan lembar amatan tindakan langsung.
- Penilaian Lembar Partisipasi Individu berdasarkan kelengkapan 3 tindakan nyata menjaga ruang kelas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi aktif menjaga keutuhan ruang dan lingkungan kelas | Belum melakukan tindakan nyata dalam merawat dan menjaga keutuhan ruang kelas walau telah diarahkan dan didampingi secara langsung oleh guru. | Melakukan 1 tindakan nyata menjaga keutuhan atau kebersihan ruang kelas namun masih memerlukan arahan berulang dari guru. | Melakukan 2 hingga 3 tindakan nyata menjaga keutuhan, kebersihan, dan kerapian zona ruang kelas secara mandiri sesuai pembagian tugas. | Melakukan lebih dari 3 tindakan nyata menjaga keutuhan dan kerapian ruang kelas secara mandiri, menyeluruh di beberapa zona, dan konsisten tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid terlibat secara langsung dan aktif dalam tindakan fisik menjaga keutuhan ruang kelas?
- Apakah pengaitan antara menjaga ruang kelas dan menjaga keutuhan NKRI telah dipahami secara mendalam oleh murid?
Murid:- Tindakan apa yang paling berkesan bagiku hari ini dalam membuat ruang kelas kita tetap utuh, rapi, dan bersih?
- Bagaimana aku akan terus menjaga fasilitas ruang kelas ini agar tidak rusak mulai besok hingga seterusnya?
Pertemuan 6 — Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Area dan Fasilitas Bersama di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berpartisipasi aktif menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama di lingkungan sekolah sebagai wujud menjaga keutuhan NKRI dalam skala sekolah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui tanya jawab diagnostik mengenai 3 fasilitas bersama di sekolah (perpustakaan, toilet sekolah, dan kantin) beserta tindakan penjagaan keutuhannya (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai makna menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah (seperti perpustakaan, kantin, lapangan, dan toilet) sebagai perwujudan tanggung jawab kewargaan menjaga keutuhan lingkungan NKRI (8 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar kerja berisi 3 skenario situasi fasilitas sekolah: (1) Meja perpustakaan tercoret, (2) Kran air toilet dibiarkan mengalir meluap, dan (3) Sampah plastik berserakan di meja kantin sekolah (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mengikuti aktivitas 'Tantangan Jelajah Aksi Rawat Fasilitas': setiap kelompok memilih satu area/fasilitas bersama di sekolah (Area Perpustakaan, Area Lapangan, Area Kantin, atau Area Koridor Sekolah) untuk melakukan aksi pemeliharaan langsung (10 menit).
- Murid melaksanakan tindakan partisipasi nyata di area yang dipilih selama 20 menit: merapikan buku dan meja baca di perpustakaan, memungut dan memilah sampah di lapangan, merapikan kursi dan meja makan di kantin, atau membersihkan papan pengumuman dan lantai di koridor sekolah secara tertib (20 menit).
- Murid mencatat daftar tindakan konkret yang telah dilakukan kelompoknya pada lembar ceklis partisipasi perawatan fasilitas bersama sekolah (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap perwakilan kelompok membacakan ringkasan catatan aksi partisipasi yang telah dilaksanakan dan menyebutkan manfaat langsung dari tindakan tersebut bagi keutuhan fasilitas bersama sekolah (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap tindakan partisipasi aktif yang telah dilakukan seluruh murid serta mengaitkannya dengan kesadaran menjaga keutuhan ruang NKRI (4 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan aksi terstruktur dengan langkah kerja bertahap bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, dan lembar pengamatan mandiri bagi kelompok yang sudah mandiri.
- Proses: Guru mendampingi secara berkala kelompok yang memerlukan arahan teknis pemeliharaan fasilitas, sementara kelompok mandiri melakukan aksi dengan pemantauan mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menyusun catatan aksi nyata dalam bentuk daftar ceklis tertulis atau tabel inventaris tindakan perawatan fasilitas sekolah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: Murid diminta menyebutkan contoh tindakan merawat 3 fasilitas bersama berikut: (1) Meja perpustakaan, (2) Kran air toilet, dan (3) Meja kantin. Acuan jawaban benar: (1) Tidak mencoret-coret meja/mengembalikan buku ke rak dengan rapi; (2) Mematikan kran air setelah digunakan agar tidak meluap/rusak; (3) Membuang sisa makanan dan merapikan kembali kursi kantin setelah makan.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aksi nyata menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah. Kriteria observasi: Murid melakukan minimal 2 tindakan konkret menjaga keutuhan fasilitas (acuan tindakan: membersihkan sampah, merapikan susunan meja/kursi/buku, atau memastikan peralatan fasilitas tidak dirusak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan satu tindakan partisipasi nyata yang telah dilakukan hari ini untuk menjaga keutuhan fasilitas sekolah beserta area fasilitasnya pada kartu keluar (exit slip). Acuan kriteria: Tindakan yang ditulis mencantumkan nama area fasilitas bersama sekolah (perpustakaan, lapangan, kantin, atau koridor) dan aksi perawatannya secara spesifik.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengenalan fasilitas bersama dan cara merawatnya.
- Lembar observasi partisipasi aktif murid saat melakukan aksi nyata menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama di lingkungan sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi aktif menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama di lingkungan sekolah | Belum berpartisipasi dalam tindakan menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah walau telah dibimbing guru. | Berpartisipasi melakukan 1 tindakan konkret menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah dengan arahan langsung dari guru atau teman sebaya. | Berpartisipasi aktif melakukan minimal 2 tindakan konkret menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah secara tertib dan mandiri. | Berpartisipasi aktif melakukan lebih dari 2 tindakan konkret menjaga keutuhan area dan fasilitas bersama sekolah secara konsisten serta mengajak teman dalam kelompoknya untuk menjaga ketertiban fasilitas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu aksi langsung selama 20 menit mencukupi bagi murid untuk merawat fasilitas bersama sekolah secara optimal?
- Bagaimana tingkat partisipasi aktif setiap murid dalam kelompok selama kegiatan pemeliharaan fasilitas berlangsung?
Murid:- Tindakan apa yang paling berkesan bagiku saat merawat fasilitas bersama sekolah hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika melihat fasilitas sekolah menjadi rapi, bersih, dan terjaga keutuhannya?
Pertemuan 7 — Berpartisipasi Aktif Menjaga Ketertiban dan Kerukunan Antarwarga di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mempraktikkan partisipasi aktif menjaga ketertiban dan kerukunan antarwarga di lingkungan sekolah sebagai wujud menjaga keutuhan NKRI (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis respon cepat 'Tindakan Rukun atau Mengganggu': guru membacakan 3 pernyataan situasi: (1) Menyapa dan mengajak teman yang sedang menyendiri untuk bergabung belajar bersama; (2) Mengejek logat bicara teman yang berasal dari daerah lain; (3) Mengantre dengan tenang di kantin sekolah tanpa saling menyerobot. Murid mengangkat kartu hijau (menjaga kerukunan/ketertiban) atau kartu merah (mengganggu kerukunan/ketertiban) (acuan: situasi 1 = hijau/menjaga kerukunan; situasi 2 = merah/mengganggu kerukunan; situasi 3 = hijau/menjaga ketertiban) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak ulasan guru mengenai keterkaitan antara menjaga ketertiban serta kerukunan antarwarga sekolah dengan upaya menjaga keutuhan NKRI dalam skala lingkungan belajar sehari-hari (10 menit).
- Murid mencermati Lembar Panduan Aksi Kerukunan yang memuat 4 pilar tindakan kewargaan di sekolah: (1) Mematuhi tata tertib bersama saat beraktivitas; (2) Menghargai perbedaan suku, agama, dan latar belakang antarteman; (3) Menyelesaikan kesalahpahaman antarteman secara damai tanpa kekerasan; (4) Menjaga suasana belajar dan interaksi tetap tenang dan menyenangkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Simulasi Solusi Kerukunan' (joyful learning): tiap pasangan mengambil 1 dari 4 kartu skenario tantangan kerukunan berikut: Kartu A: 'Dua teman berselisih karena berebut tempat duduk di perpustakaan'; Kartu B: 'Seorang teman ditertawakan saat berbicara menggunakan bahasa daerah asalnya'; Kartu C: 'Beberapa murid membuat kegaduhan di koridor saat jam pelajaran sekolah sedang berlangsung'; Kartu D: 'Dua murid berbeda pendapat hingga saling mendiamkan saat kerja kelompok'. Pasangan murid memilih dan menuliskan 1 tindakan partisipasi nyata untuk memulihkan ketertiban atau kerukunan sesuai skenario pada lembar kerja (acuan tindakan yang diterima: Kartu A = mengajak bergantian tempat duduk atau membagi tempat duduk secara adil; Kartu B = menegur teman yang menertawakan dan mengajak berteman tanpa membeda-bedakan asal daerah; Kartu C = mengingatkan teman untuk merendahkan suara dan menjaga ketenangan koridor; Kartu D = menjadi penengah yang netral dan mengajak berdialog mencari jalan tengah) (15 menit).
- Murid secara berkelompok (4 orang) melakukan aksi nyata 'Gerakan Duta Kerukunan Kelas': murid menyepakati dan menandatangani 3 komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kerukunan di lingkungan sekolah, lalu mempraktikkan ikrar kesepakatan tersebut secara serentak di hadapan kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi partisipasi dirinya dan kelompok selama simulasi serta ikrar komitmen, memeriksa apakah tindakan yang dipilih benar-benar dapat mencegah perpecahan dan menciptakan suasana rukun di sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan kerukunan antarwarga sekolah demi menjaga keutuhan lingkungan bersama (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap komitmen bersama yang telah ditandatangani murid dan menyampaikan bahwa hasil komitmen ini akan menjadi bagian dari bahan penyusunan laporan aksi nyata pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan pilihan tindakan pemantik yang tertera, sedangkan murid yang mahir diberikan skenario terbuka yang memerlukan perumusan solusi mandiri.
- Proses: Murid bekerja dalam pasangan heterogen untuk saling mendukung dalam menentukan tindakan partisipasi menjaga ketertiban dan kerukunan.
- Produk: Komitmen kerukunan dapat dituliskan dalam bentuk poin-poin ikrar ringkas atau pohon janji kerukunan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis respon cepat 'Tindakan Rukun atau Mengganggu' dengan 3 situasi: (1) Menyapa dan mengajak teman yang sedang menyendiri untuk belajar bersama; (2) Mengejek logat bicara teman dari daerah lain; (3) Mengantre dengan tertib di kantin sekolah. (acuan: situasi 1 = menjaga kerukunan; situasi 2 = mengganggu kerukunan; situasi 3 = menjaga ketertiban).
Proses:- Pengamatan keterlibatan aktif dan ketepatan tindakan partisipasi dalam menyelesaikan skenario tantangan kerukunan pada 4 skenario (Kartu A, B, C, D) serta keterlibatan dalam merumuskan 3 komitmen kerukunan kelas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif: murid menuliskan 1 tindakan konkret menjaga kerukunan dan 1 tindakan konkret menjaga ketertiban yang akan dipraktikkan langsung di sekolah hari ini (kriteria penerimaan: tindakan kerukunan memuat perilaku saling menghormati/menolong antarteman, tindakan ketertiban memuat kepatuhan pada aturan/ketenangan lingkungan sekolah).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja partisipasi aktif pada simulasi solusi kerukunan dan penandatanganan komitmen bersama menjaga ketertiban sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi aktif menjaga ketertiban dan kerukunan di lingkungan sekolah | Belum menunjukkan partisipasi dalam memberikan usulan tindakan kerukunan pada simulasi serta belum terlibat dalam komitmen kelas meski telah dibimbing guru. | Mulai berpartisipasi dengan memberikan usulan tindakan pada simulasi skenario namun masih membutuhkan dorongan dan bantuan dari pasangan/guru. | Berpartisipasi aktif secara mandiri dalam memberikan tindakan solusi yang tepat pada simulasi skenario serta ikut merumuskan dan melaksanakan komitmen kerukunan kelas. | Berpartisipasi sangat aktif secara konsisten dalam simulasi skenario dengan tindakan solutif yang tepat, memimpin perumusan komitmen kelas, serta secara proaktif menjaga interaksi rukun selama proses belajar tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi skenario tantangan kerukunan berhasil mendorong partisipasi aktif seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid yang biasanya pasif saat perumusan komitmen kerukunan kelas?
Murid:- Tindakan apa yang paling mudah dan paling menantang bagiku dalam menjaga kerukunan dengan teman di sekolah?
- Bagaimana perasaanku setelah menandatangani komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di kelas?
Pertemuan 8 — Berpartisipasi Aktif Menyusun Laporan Aksi Nyata Menjaga Keutuhan Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu berpartisipasi aktif menyusun laporan aksi nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah berdasarkan pengalaman aksi pada pertemuan 5, 6, dan 7 (3 menit).
- Asesmen awal diagnostik singkat: Guru menampilkan 3 cuplikan catatan tindakan dan meminta murid mengidentifikasi lingkup aksi keutuhan lingkungan sekolah: (1) Menyapu dan menata bangku kelas -> ruang kelas; (2) Mengembalikan buku ke perpustakaan dengan rapi -> area fasilitas bersama; (3) Melerai dan mendamaikan teman yang berselisih paham -> kerukunan antarwarga (acuan: ketepatan identifikasi ketiga lingkup tersebut) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati format instrumen laporan aksi nyata yang mencakup 3 pilar aksi menjaga keutuhan lingkungan sekolah: pilar ruang kelas, pilar fasilitas bersama, dan pilar kerukunan antarwarga sekolah (10 menit).
- Murid dalam kelompok kerja memeriksa kembali rekam jejak aksi nyata yang telah dilakukan secara langsung pada pertemuan-pertemuan sebelumnya untuk disiapkan ke dalam format laporan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas Menyenangkan 'Estafet Verifikasi Aksi': Setiap anggota kelompok secara bergantian dan bersemangat menuliskan satu kontribusi tindakan nyata yang telah dilakukannya pada lembar verifikasi aksi kelompok sebelum disahkan ke format utama laporan (10 menit).
- Setiap kelompok berpartisipasi aktif menyusun draf Laporan Aksi Nyata Menjaga Keutuhan Lingkungan Sekolah dengan mengisi data faktual tindakan pada lembar kerja: (a) Aksi menjaga ruang kelas (misal: piket rutin, menjaga papan tulis), (b) Aksi menjaga fasilitas bersama (misal: merawat kran air, menjaga buku perpustakaan), dan (c) Aksi menjaga ketertiban/kerukunan (misal: menghargai perbedaan, menaati tata tertib) (20 menit).
- Murid memfinalisasi dokumen laporan aksi nyata kelompok dan menyerahkan lembar laporan yang telah ditandatangani oleh seluruh anggota kelompok sebagai bukti partisipasi aktif bersama (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi kelompok mengenai seberapa konsisten dan aktif keterlibatan setiap anggota dalam menjaga keutuhan lingkungan sekolah yang telah dituangkan dalam laporan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik terhadap kelengkapan bukti partisipasi aktif murid yang dihimpun dalam laporan aksi nyata (3 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan portofolio laporan aksi nyata ini guna persiapan asesmen sumatif portofolio pada pertemuan berikutnya (2 JP pertemuan 9) tanpa menutup bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding disediakan templat laporan berstruktur rumpang dengan panduan kalimat bantu; murid yang mahir diberikan templat laporan terbuka yang meminta dokumentasi data aksi lebih mendalam.
- Proses: Guru memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang memerlukan bantuan dalam mengelompokkan catatan aksi ke dalam 3 pilar lingkungan sekolah, sementara kelompok yang mandiri bekerja terarah sesuai target waktu.
- Produk: Format pelaporan disesuaikan: kelompok dapat menyusun laporan tertulis formal di kertas folio atau format bagan visual lembar kerja dengan substansi bukti tindakan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi lingkup aksi keutuhan lingkungan sekolah berdasarkan 3 contoh: (1) 'Piket membersihkan lantai kelas' -> Ruang kelas; (2) 'Merawat tanaman di taman sekolah' -> Fasilitas bersama; (3) 'Menghindari perundungan dan menyapa teman baru' -> Kerukunan warga sekolah (acuan: ketepatan klasifikasi 3/3 contoh).
Proses:- Observasi partisipasi aktif selama proses kerja kelompok menyusun laporan: keterlibatan mencatat aksi ruang kelas, fasilitas bersama, dan kerukunan sekolah secara faktual dan lengkap.
Akhir Pertemuan:- Cek kelengkapan dokumen Laporan Aksi Nyata Menjaga Keutuhan Lingkungan Sekolah dengan kriteria penerimaan operasional: laporan memuat identitas kelompok, rincian tindakan nyata pada minimal 3 pilar (ruang kelas, area bersama, ketertiban/kerukunan), serta tanda tangan kontribusi seluruh anggota.
Formatif:- Penilaian Kinerja Kelompok: Lembar observasi partisipasi aktif murid dalam menyusun Laporan Aksi Nyata Menjaga Keutuhan Lingkungan Sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi Aktif Menyusun Laporan Aksi Nyata Keutuhan Lingkungan Sekolah | Hanya menyumbang 1 data tindakan nyata atau pasif saat penyusunan laporan sehingga laporan kelompok belum memuat ketiga lingkup aksi lingkungan sekolah. | Menyumbang data tindakan nyata pada 2 lingkup aksi (misal: ruang kelas dan fasilitas bersama) dengan bimbingan intensif guru. | Berpartisipasi aktif mendokumentasikan tindakan nyata secara lengkap mencakup 3 lingkup aksi (ruang kelas, fasilitas bersama, dan kerukunan warga sekolah) ke dalam laporan kelompok. | Berpartisipasi aktif secara penuh dan mandiri mendokumentasikan rincian tindakan nyata secara komprehensif pada seluruh lingkup aksi (ruang kelas, fasilitas bersama, dan kerukunan) dengan data faktual yang sangat terperinci tanpa bergantung pada arahan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penyusunan laporan memberi ruang merata bagi seluruh murid untuk membuktikan partisipasi aktifnya?
- Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas penyusunan laporan aksi nyata menjaga keutuhan sekolah?
Murid:- Bagian mana dari aksi nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah yang paling berkesan saat saya laporkan bersama kelompok?
- Apakah tindakan yang saya laporkan sudah mencerminkan peran nyata saya dalam menjaga keutuhan dan ketertiban sekolah?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.5.1 Mengidentifikasi batas dan pembagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
- TP 7.5.2 Berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif portofolio Bab 5 yang mengukur pemetaan wilayah NKRI dan dokumentasi tindakan nyata di lingkungan sekolah (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Portofolio Sumatif yang memuat dua bagian tugas individual serta menjelaskan alur pengerjaan mandiri dan rubrik penilaian (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis Bagian 1 (pemetaan konsep wilayah NKRI) dan Bagian 2 (penyusunan portofolio tindakan kewargaan di sekolah) serta memeriksa kelengkapan draf dokumentasi aksi nyata yang telah disiapkan dari pertemuan sebelumnya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 1: Melengkapi bagan konsep pemetaan batas dan pembagian wilayah NKRI dalam kerangka wawasan nusantara (35 menit). Bagan terdiri atas: (1) Batas Darat: sebutkan 3 negara yang berbatasan darat langsung dengan NKRI (acuan kunci: Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini); (2) Batas Laut: sebutkan 3 zona batas laut wilayah Indonesia berdasarkan UNCLOS 1982/Deklarasi Djuanda (acuan kunci: Laut Teritorial sejauh 12 mil laut, Zona Tambahan sejauh 24 mil laut, Zona Ekonomi Eksklusif/ZEE sejauh 200 mil laut); (3) Batas Udara: sebutkan batas ruang udara wilayah kedaulatan negara (acuan kunci: ruang udara tegak lurus di atas batas daratan dan batas laut teritorial sesuai Konvensi Chicago 1944); (4) Pembagian Wilayah Administrasi: sebutkan hierarki susunan administrasi wilayah NKRI dari tingkat pusat hingga lingkungan terkecil (acuan kunci urutan: Negara Kesatuan Republik Indonesia -> Provinsi -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa -> Rukun Warga/RW -> Rukun Tetangga/RT).
- Murid secara mandiri menyusun Tugas 2: Merapikan Laporan Portofolio Unjuk Kerja Tindakan Kewargaan di Lingkungan Sekolah (28 menit). Laporan mencakup: (a) Deskripsi 1 bentuk partisipasi aktif menjaga keutuhan lingkungan kelas/sekolah yang telah dilakukan (acuan pilihan tindakan: menjaga batas area belajar, merawat fasilitas bersama, atau memediasi perselisihan batas meja kelas secara damai); (b) Dokumentasi autentik pelaksanaan tindakan (catatan logbook/foto kegiatan); (c) Catatan konfirmasi wawancara singkat peran warga sekolah yang ditandatangani oleh guru/wali kelas/petugas kebersihan.
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek ulang kelengkapan isian bagan dan kerapian berkas laporan portofolio, kemudian menandatangani lembar komitmen integritas hasil pengerjaan mandiri (2 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan seluruh berkas portofolio sumatif kepada guru tepat waktu secara tertib (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian murid selama sesi sumatif serta menyampaikan ikhtisar penuntasan seluruh kompetensi Bab 5 (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: format lembar kerja sumatif disediakan dalam format cetak standar bergaris atau cetak dengan bidang bagan yang diperbesar sesuai kenyamanan visual murid, tanpa mengubah isi instrumen atau kriteria kompetensi yang diuji.
- Proses: Akomodasi proses: murid yang membutuhkan penyesuaian motorik diperbolehkan menuliskan laporan dalam bentuk cetak ketik atau tulisan tangan tegak bersambung yang terbaca jelas, dengan waktu pengerjaan tetap 80 menit.
- Produk: Standar produk portofolio tetap sama: bagan konsep pemetaan wilayah NKRI lengkap sesuai kunci acuan dan lembar portofolio tindakan kewargaan sekolah yang diverifikasi warga sekolah.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio pemetaan wilayah dan laporan unjuk kerja partisipasi kewargaan: Bagan pemetaan batas dan pembagian wilayah NKRI berdasarkan wawasan nusantara serta lembar laporan pelaksanaan tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah beserta lembar pengesahan peran warga sekolah
- penugasan pemetaan konsep terstruktur: Bagan konsep pemetaan batas darat, laut, udara, serta pembagian wilayah NKRI dalam kerangka wawasan nusantara yang diselesaikan murid secara mandiri dan serentak di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian pemetaan konsep)
- penyusunan laporan portofolio unjuk kerja kewargaan: Laporan tertulis berisi dokumentasi tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah (misal: penataan batas area kelas/sekolah, penyelesaian damai perselisihan ruang belajar) dan catatan wawancara singkat peran warga sekolah yang dirapikan secara serentak di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio tindakan kewargaan)
Sumatif:- Portofolio pemetaan wilayah dan laporan unjuk kerja partisipasi kewargaan: Bagan pemetaan batas dan pembagian wilayah NKRI berdasarkan wawasan nusantara serta lembar laporan pelaksanaan tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah beserta lembar pengesahan peran warga sekolah
- penugasan pemetaan konsep terstruktur: Bagan konsep pemetaan batas darat, laut, udara, serta pembagian wilayah NKRI dalam kerangka wawasan nusantara yang diselesaikan murid secara mandiri dan serentak di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian pemetaan konsep)
- penyusunan laporan portofolio unjuk kerja kewargaan: Laporan tertulis berisi dokumentasi tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah (misal: penataan batas area kelas/sekolah, penyelesaian damai perselisihan ruang belajar) dan catatan wawancara singkat peran warga sekolah yang dirapikan secara serentak di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio tindakan kewargaan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi batas darat, laut, dan udara wilayah NKRI (Tugas 1) | Mengidentifikasi paling banyak 1 dari 3 komponen batas wilayah (hanya batas darat, atau batas laut, atau batas udara) dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi 2 dari 3 komponen batas wilayah dengan tepat sesuai acuan kunci (batas darat: Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini; batas laut: Teritorial 12 mil, Zona Tambahan 24 mil, ZEE 200 mil; batas udara: ruang udara tegak lurus di atas darat dan laut teritorial). | Mengidentifikasi seluruh 3 komponen batas wilayah (batas darat: Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini; batas laut: Teritorial 12 mil, Zona Tambahan 24 mil, ZEE 200 mil; batas udara: ruang udara tegak lurus di atas darat dan laut teritorial) secara tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi seluruh 3 komponen batas wilayah secara tepat sesuai acuan kunci serta menyertakan rincian dasar konvensi/hukumnya secara lengkap dan tepat tanpa kekeliruan. | | Mengidentifikasi hierarki pembagian wilayah administrasi NKRI (Tugas 1) | Mengurutkan susunan wilayah administrasi NKRI dengan tepat kurang dari 4 tingkatan dari hierarki acuan (Pusat/NKRI -> Provinsi -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa -> RW -> RT). | Mengurutkan susunan wilayah administrasi NKRI dengan tepat sebanyak 4 hingga 5 tingkatan dari hierarki acuan (Pusat/NKRI -> Provinsi -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa -> RW -> RT). | Mengurutkan seluruh 7 tingkatan hierarki wilayah administrasi NKRI secara runtut dan tepat sesuai acuan (Pusat/NKRI -> Provinsi -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa -> RW -> RT). | Mengurutkan seluruh 7 tingkatan hierarki wilayah administrasi NKRI secara runtut dan tepat sesuai acuan serta mengelompokkan dengan tepat tingkatan daerah otonom dan tingkatan kelembagaan masyarakat. | | Berpartisipasi aktif menjaga keutuhan lingkungan sekolah (Tugas 2) | Laporan portofolio hanya memuat deskripsi rencana tindakan tanpa bukti autentik pelaksanaan fisik dan tanpa lembar pengesahan warga sekolah. | Laporan portofolio memuat deskripsi 1 tindakan nyata menjaga keutuhan/fasilitas kelas atau sekolah, namun dokumentasi bukti pelaksanaan kurang lengkap atau belum disertai lembar pengesahan warga sekolah. | Laporan portofolio memuat deskripsi lengkap 1 tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah (menjaga batas area kelas, merawat fasilitas bersama, atau merawat ketertiban ruang bersama), disertai dokumentasi bukti konkret dan lembar pengesahan peran warga sekolah yang sah. | Laporan portofolio memuat deskripsi lengkap lebih dari 1 tindakan nyata menjaga keutuhan lingkungan sekolah yang berdampak konsisten, disertai dokumentasi komprehensif serta lembar pengesahan dan catatan apresiasi tertulis dari warga sekolah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan pemetaan konsep dan merapikan portofolio tindakan secara mandiri?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 7 terhadap pemahaman batas kedaulatan NKRI dan pembiasaan menjaga keutuhan lingkungan sekolah?
Murid:- Bagian mana dari pemetaan wilayah NKRI yang berhasil saya kerjakan dengan paling tepat dan runtut?
- Apa tindakan nyata paling berkesan yang sudah saya lakukan untuk menjaga keutuhan dan ketertiban di lingkungan sekolah saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab 5 hlm. 144-152
- Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Teks Lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Unsur-Unsur Negara
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab 5
- Peta Dinding Wilayah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
- Set Kartu Batas Wilayah NKRI (Darat, Laut, Udara)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab 5
- Bagan Hierarki Pembagian Wilayah Administrasi Pemerintahan Republik Indonesia (Pasal 18 UUD NRI 1945)
- Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Naskah UUD NRI Tahun 1945 Pasal 1 ayat (1)
- Kartu aktivitas 'Tebak Status Kesatuan' (4 pasang kartu)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023 (Bab 5)
- Fasilitas dan sarana prasarana ruang kelas (meja, kursi, papan tulis, sudut kebersihan, dinding mading)
- Lembar Ceklist Inspeksi dan Lembar Partisipasi Individu
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023.
- Area dan fasilitas bersama lingkungan sekolah (perpustakaan, kantin, lapangan olah raga, dan koridor kelas).
- Lembar kerja 'Tantangan Jelajah Aksi Rawat Fasilitas' dan alat kebersihan sekolah.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023).
- Set kartu skenario tantangan kerukunan sekolah.
- Lembar Panduan Aksi Kerukunan dan Kertas Plano Komitmen Kelas.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII
- Lembar Kerja Laporan Aksi Nyata Menjaga Keutuhan Lingkungan Sekolah
- Catatan/Jurnal Rekam Jejak Aksi Nyata Murid dari Pertemuan 5, 6, dan 7
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2023
- Lembar Portofolio Sumatif Bab 5: Pemetaan Wilayah NKRI dan Laporan Tindakan Kewargaan Sekolah
- Peta NKRI dan data konvensi batas wilayah (UNCLOS 1982 dan batas darat RI)
|