MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 3 — Patuh Terhadap Norma INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Patuh Terhadap Norma |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.3.1 Mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat
- TP 7.3.2 Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar
- TP 7.3.3 Menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari
- TP 7.3.4 Menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa dalam hidup bermasyarakat kita memerlukan aturan atau norma?
- Apa perbedaan utama antara aturan yang bersumber dari hati nurani, pergaulan, agama, dan hukum negara?
- Mengapa seseorang yang tahu aturan membuang sampah tetap melemparkan sampah sembarangan ketika tidak ada yang melihat?
- Apakah dorongan melanggar aturan lebih sering berasal dari dalam diri sendiri atau dari orang lain?
- Mengapa seseorang terkadang terpaksa melanggar aturan karena desakan atau ajakan teman sebaya?
- Bagaimana situasi di luar diri kita, seperti aturan yang membingungkan atau minimnya pengawasan, dapat memicu pelanggaran norma?
- Bagaimana caramu bersikap ketika berpapasan dengan tetangga atau guru di jalan?
- Apa tindakan konkret yang kamu lakukan saat teman sedang berbicara dalam interaksi sehari-hari?
- Mengapa tata tertib di sekolah harus dibuat secara tertulis dan disepakati bersama?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu telah menerapkan aturan tertulis sekolah dalam rutinitas harianmu?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita telah memahami macam-macam norma serta penyebab terjadinya pelanggaran di sekitar kita?
- Dalam situasi apa saja di sekolah kita dapat menunjukkan penerapan nyata norma sosial dan aturan tertulis secara konsisten?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menanyakan 2 contoh perilaku sehari-hari: (1) 'Beribadah tepat waktu sesuai ajaran agama' dan (2) 'Mengucapkan salam/permisi saat lewat di depan orang tua', lalu meminta murid menyebutkan termasuk jenis aturan apa perilaku tersebut (acuan: butir 1 = norma agama; butir 2 = norma kesopanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan singkat guru dan membaca materi tentang 4 macam norma dalam masyarakat (norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum) beserta sumber dan sanksinya (10 menit).
- Guru mengadakan permainan tebak gambar ceria 'Kartu Norma Bergambar' di mana perwakilan murid menebak jenis norma dari 4 kartu yang ditunjukkan guru: Kartu A (orang sedang salat/berdoa di tempat ibadah), Kartu B (anak merasa bersalah setelah berbohong), Kartu C (anak mencium tangan guru saat berpapasan), Kartu D (pengendara motor memakai helm dan berhenti di lampu merah) (acuan: Kartu A = Norma Agama; Kartu B = Norma Kesusilaan; Kartu C = Norma Kesopanan; Kartu D = Norma Hukum) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) untuk mengerjakan Lembar Aktivitas Identifikasi Norma yang berisi 4 kartu pernyataan situasi nyata: (1) 'Andi senantiasa berkata jujur dan tidak menyontek saat ujian meskipun tidak diawasi', (2) 'Siti menyapa dan membungkukkan badan saat lewat di hadapan warga yang sedang duduk di pos ronda', (3) 'Keluarga Pak Budi menjalankan ibadah puasa dan kebaktian sesuai ketentuan agamanya', (4) 'Pengendara motor wajib membawa SIM dan STNK serta memakai helm berstandar SNI di jalan raya' (acuan pasangan: Pernyataan 1 = Norma Kesusilaan; Pernyataan 2 = Norma Kesopanan; Pernyataan 3 = Norma Agama; Pernyataan 4 = Norma Hukum) (10 menit).
- Setiap kelompok mencocokkan setiap pernyataan dengan jenis norma, sumber norma (Tuhan YME, hati nurani, pergaulan masyarakat, atau lembaga negara), serta bentuk sanksinya (dosa/pahala, penyesalan/gelisah, teguran/dikucilkan masyarakat, atau denda/penjara) pada lembar kerja (acuan: Norma Agama sumber Tuhan sanksi dosa; Norma Kesusilaan sumber hati nurani sanksi penyesalan batin; Norma Kesopanan sumber pergaulan masyarakat sanksi celaan/teguran sosial; Norma Hukum sumber badan resmi negara sanksi denda/kurungan tegas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas hasil klasifikasi kelompok dan memberikan klarifikasi langsung apabila terjadi kekeliruan pengelompokan macam norma (10 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimpulkan mengapa keempat macam norma tersebut penting untuk menjaga ketertiban bersama di masyarakat (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merangkum 4 macam norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) yang telah diidentifikasi (3 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman singkat (exit slip) berupa 2 butir soal identifikasi cepat untuk dijawab mandiri oleh murid sebelum kelas usai (acuan tercantum pada asesmen akhir) (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (faktor internal pelanggaran norma) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu ilustrasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks deskripsi narasi peristiwa bagi murid yang lebih siap.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang kesulitan membedakan antara norma kesusilaan dan norma kesopanan, sedangkan kelompok mahir langsung mengidentifikasi sumber dan sanksi dari 4 norma secara mandiri.
- Produk: Hasil identifikasi dapat dituangkan dalam bentuk tabel matriks klasifikasi atau bagan pohon norma sesuai kesepakatan kelompok tanpa mengubah konten identifikasi 4 norma.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat 2 butir soal: (1) Mengidentifikasi jenis norma pada contoh 'beribadah tepat waktu' (acuan jawaban: norma agama); (2) Mengidentifikasi jenis norma pada contoh 'menyapa guru saat berpapasan di lorong' (acuan jawaban: norma kesopanan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu situasi norma pada Lembar Aktivitas: (1) Menyontek/jujur -> Norma Kesusilaan; (2) Membungkukkan badan saat lewat -> Norma Kesopanan; (3) Beribadah/puasa -> Norma Agama; (4) Kelengkapan berkendara/SIM -> Norma Hukum (acuan: tepat mengidentifikasi minimal 3 dari 4 situasi norma).
Akhir Pertemuan:- Exit slip individu (2 butir): (1) 'Rani merasa hatinya gelisah dan bersalah setelah mengambil uang kembalian belanja milik ibunya tanpa izin. Kasus ini berkaitan dengan pelanggaran norma ...' (acuan jawaban: norma kesusilaan); (2) 'Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai ketentuan undang-undang lalu lintas. Aturan ini merupakan contoh dari norma ...' (acuan jawaban: norma hukum).
Formatif:- Observasi partisipasi dan ketepatan identifikasi saat permainan tebak gambar
- Penilaian kinerja kelompok pada Lembar Aktivitas Identifikasi Norma (pencocokan 4 situasi dengan macam norma, sumber, dan sanksi)
- Exit slip identifikasi norma di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi macam-macam norma di masyarakat | Tepat mengidentifikasi 1 dari 4 macam norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) berdasarkan contoh situasi yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 macam norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) berdasarkan contoh situasi yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 macam norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) beserta sumber dan sanksinya secara tepat. | Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) macam norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) beserta sumber dan sanksinya secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan tebak gambar efektif membantu murid membedakan keempat macam norma?
- Bagian mana dari macam norma yang masih sering tertukar oleh murid (misalnya antara kesusilaan dan kesopanan)?
Murid:- Norma apa yang paling sering kamu temui dan patuhi dalam kehidupan sehari-hari?
- Apa hal baru yang kamu pahami tentang perbedaan sanksi pada norma kesusilaan dan norma hukum?
Pertemuan 2 — Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan belajar murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menganalisis faktor internal penyebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 pertanyaan pilihan pada papan tulis: 'Seseorang menyontek saat ujian karena malas belajar dan ingin nilai tinggi tanpa usaha. Apakah penyebab utamanya berasal dari faktor internal (dalam diri) atau eksternal (luar diri)?' Murid mengangkat tangan untuk memilih (acuan: faktor internal karena bersumber dari kemalasan dan ketidakmampuan mengendalikan diri sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan konsep tentang 3 faktor internal penyebab pelanggaran norma: (1) ketidakmampuan mengendalikan diri/tergesa-gesa, (2) kebiasaan buruk yang dibiarkan/dianggap sepele, dan (3) rendahnya kesadaran/meremehkan aturan (10 menit).
- Murid menyimak ulasan guru mengenai contoh konkret dari Buku Siswa: seseorang yang membuang sampah di kolong meja karena tidak sabar mencari tempat sampah, serta murid yang meremehkan sanksi keterlambatan sekolah hingga menjadi kebiasaan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Analisis Kasus 'Detektif Faktor Internal' yang memuat 3 skenario pelanggaran norma berikut: Skenario 1: 'Rudi mencoret-coret meja kelas dengan bolpoin karena merasa bosan dan menganggap aturan menjaga fasilitas sekolah tidak berlaku ketat untuk dirinya'. Skenario 2: 'Sinta menerobos antrean kantin secara terburu-buru tanpa memikirkan hak siswa lain yang sudah berdiri lama'. Skenario 3: 'Bayu selalu datang terlambat 10 menit setiap pagi karena sudah menganggap sanksi teguran ringan sebagai hal biasa yang tidak perlu diubah' (10 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis ketiga skenario tersebut untuk menentukan bentuk faktor internal yang melatarbelakangi masing-masing pelanggaran (acuan jawaban: Skenario 1 = Rendahnya kesadaran/meremehkan norma; Skenario 2 = Tidak mampu mengendalikan diri/tergesa-gesa; Skenario 3 = Terbiasa melakukan pelanggaran/meremehkan sanksi) (10 menit).
- Murid memainkan kuis cepat 'Tunjuk Faktor': guru membacakan 2 situasi tambahan di papan tulis: Kasus A: 'Dina makan di dalam kelas saat pelajaran karena tidak tahan lapar dan enggan menunggu jam istirahat' (acuan: ketidakmampuan mengendalikan diri); Kasus B: 'Eko membiarkan seragamnya keluar tidak rapi karena merasa sanksi teguran guru tidak berdampak padanya' (acuan: rendahnya kesadaran terhadap aturan). Murid menuliskan jawaban faktor internalnya pada kartu mini secara serentak (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kecocokan hasil analisis kasus mandiri mereka dengan kunci acuan yang dikonfirmasi bersama guru (5 menit).
- Murid mengidentifikasi satu kecenderungan dorongan internal dalam diri mereka sendiri yang pernah memicu keinginan melanggar aturan sekolah (misalnya rasa malas, terburu-buru, atau menyepelekan) dan mencatatkannya pada jurnal belajar singkat (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa pelanggaran norma sering kali berakar dari faktor internal diri sendiri seperti kurangnya pengendalian diri, kebiasaan buruk, dan rendahnya kesadaran aturan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir tertulis singkat untuk memeriksa ketercapaian analisis faktor internal (acuan jawaban tertulis lengkap pada instrumen) (3 menit).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari faktor eksternal penyebab pelanggaran norma, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata kunci faktor internal (pengendalian diri, kebiasaan, kesadaran norma) bagi murid yang membutuhkan bantuan pemahaman.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, analisis skenario diarahkan dengan pertanyaan penuntun; bagi murid yang cepat selesai, diberikan skenario kasus tambahan yang memuat gabungan dua pemicu internal untuk dianalisis secara mendalam.
- Produk: Analisis dituangkan dalam bentuk tabel identifikasi sebab internal berformat ringkas atau uraian rinci sesuai tingkat kemandirian murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan kompetensi: Murid menjawab 1 pertanyaan pemantik penentuan faktor: 'Seseorang menyontek saat ujian karena malas belajar dan ingin nilai tinggi tanpa usaha. Apakah penyebab utamanya berasal dari faktor internal (dalam diri) atau eksternal (luar diri)?' (Kriteria ketercapaian: Menjawab tepat faktor internal dengan alasan bersumber dari kemalasan/dorongan diri sendiri).
Proses:- Penilaian lembar kerja mandiri menganalisis 3 skenario faktor internal pelanggaran norma: Skenario 1 (Rudi mencoret meja karena menganggap aturan tidak mengikatnya - acuan: rendahnya kesadaran/meremehkan norma); Skenario 2 (Sinta menerobos antrean kantin terburu-buru - acuan: ketidakmampuan mengendalikan diri/impulsif); Skenario 3 (Bayu terbiasa terlambat karena mengabaikan sanksi ringan - acuan: sudah terbiasa melanggar/kebiasaan buruk). Kriteria: Menentukan tepat faktor internal untuk minimal 2 dari 3 skenario.
- Observasi respon kuis cepat 'Tunjuk Faktor' untuk Kasus A (Dina tidak tahan lapar - acuan: ketidakmampuan mengendalikan diri) dan Kasus B (Eko baju tidak rapi meremehkan sanksi - acuan: rendahnya kesadaran terhadap aturan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 butir di penutup: 'Joni membuang bungkus permen ke bawah laci meja karena malas berjalan ke tempat sampah di depan kelas. Analisislah apa faktor internal yang menyebabkan pelanggaran norma Joni tersebut!' (Acuan jawaban: Ketidakmampuan mengendalikan diri/dorongan malas diri sendiri yang mementingkan kenyamanan pribadi di atas aturan kebersihan).
Formatif:- Penilaian analisis lembar kerja 'Detektif Faktor Internal' (3 skenario)
- Kuis cepat 'Tunjuk Faktor' (2 situasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma | Belum mampu menentukan faktor internal sebab pelanggaran norma pada skenario yang disajikan (0 dari 3 skenario tepat sesuai acuan). | Mampu menentukan faktor internal sebab pelanggaran norma secara tepat pada 1 dari 3 skenario sesuai acuan. | Mampu menganalisis dan menentukan faktor internal sebab pelanggaran norma secara tepat pada minimal 2 dari 3 skenario sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menganalisis dan menentukan faktor internal sebab pelanggaran norma secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 skenario sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu analisis kasus mandiri cukup memberikan ruang bagi murid membedakan ketiga jenis faktor internal?
- Bagian skenario mana yang paling menantang bagi murid dalam mengidentifikasi faktor internal pelanggaran aturan?
Murid:- Faktor internal apa yang menurutmu paling sering membuat seseorang tergoda melanggar aturan di sekolah?
- Apa hal penting yang kamu pelajari hari ini tentang cara mengendalikan diri agar tidak melanggar norma?
Pertemuan 3 — Menganalisis faktor eksternal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana belajar yang tertib dan berkesadaran (3 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang faktor internal (seperti pengendalian diri dan kebiasaan) dengan menanyakan apakah pelanggaran norma juga bisa dipicu oleh pengaruh dari luar diri seseorang (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis faktor eksternal penyebab pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengangkat kartu pilihan 'A' (Faktor Internal) atau 'B' (Faktor Eksternal) saat guru membacakan 2 situasi: (1) Seseorang menerobos lampu merah karena terburu-buru dan tidak sabar [Kunci: A/Internal], (2) Seorang murid ikut bolos karena diancam akan dijauhi oleh kelompok bermainnya [Kunci: B/Eksternal] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati pemaparan konsep mengenai 3 kategori faktor eksternal penyebab pelanggaran norma berdasarkan Buku Siswa: (1) Tekanan lingkungan/pengaruh teman sebaya (peer pressure), (2) Kurangnya sosialisasi aturan secara rinci/aturan multitafsir, dan (3) Lemahnya sanksi serta minimnya pengawasan di lingkungan (10 menit).
- Murid secara berpasangan membaca teks kasus faktual tentang pelanggaran norma di lingkungan sekitar dan mengidentifikasi bagian kalimat yang menunjukkan desakan dari faktor luar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Detektif Faktor Eksternal': menganalisis 3 kartu kasus pelanggaran norma untuk menentukan faktor eksternal dominan penyebabnya beserta bukti pemicunya: Kasus 1: Dedi memakai seragam yang tidak sesuai ukuran baku karena sekolah belum pernah membagikan panduan tata tertib tertulis secara terperinci (Acuan: faktor kurangnya sosialisasi/ketidakjelasan aturan); Kasus 2: Rina terpaksa ikut menyontek saat ulangan karena diancam akan dikucilkan oleh teman satu mejanya (Acuan: faktor tekanan lingkungan/teman sebaya); Kasus 3: Pengendara motor sering melawan arah di gang sempit karena tidak pernah ada petugas atau sanksi penegakan aturan di lokasi tersebut (Acuan: faktor lemahnya pengawasan/penegakan sanksi) (20 menit).
- Setiap pasangan murid bertukar lembar kerja analisis dengan pasangan di sebelahnya untuk saling memeriksa ketepatan identifikasi faktor eksternal dan bukti pemicu berdasarkan kunci acuan analisis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil analisisnya dan membedakan secara jernih mengapa situasi pada ketiga kasus tersebut murni dipicu faktor eksternal (lingkungan, teman, kejelasan aturan, penegakan) dan bukan sekadar kehendak pribadi (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 3 faktor eksternal utama yang kerap menyebabkan pelanggaran norma di lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman analisis cepat sebelum mengakhiri kelas serta mengingatkan persiapan pertemuan berikutnya tentang penerapan norma sosial (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kasus dengan kata kunci pemicu yang dicetak tebal, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kasus deskriptif naratif yang utuh tanpa penanda khusus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan faktor eksternal dipandu langsung oleh guru dengan pertanyaan arahan, sedangkan murid yang mandiri langsung mendiskusikan bukti pemicu bersama pasangannya.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel dengan tingkat kerincian bukti tekstual yang disesuaikan kesiapan murid tanpa mengurangi kompetensi analisis faktor eksternal.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan konsep faktor internal vs eksternal dengan respon kartu pilihan terhadap 2 situasi: (1) Seseorang menerobos lampu merah karena tergesa-gesa (Kunci: Faktor Internal); (2) Murid ikut mencoret meja karena dipaksa dan diancam oleh teman kelompoknya (Kunci: Faktor Eksternal).
Proses:- Observasi formatif dan penilaian lembar kerja 'Detektif Faktor Eksternal' yang menilai ketepatan analisis murid pada 3 kasus: Kasus 1 (Acuan: Kurangnya sosialisasi aturan secara terperinci); Kasus 2 (Acuan: Tekanan lingkungan pergaulan/desakan teman sebaya); Kasus 3 (Acuan: Lemahnya pengawasan dan sanksi di lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman analisis akhir sesi: Murid menentukan faktor eksternal penyebab pelanggaran pada 2 soal singkat: Soal 1: 'Warga membuang sampah di tanah kosong karena tidak ada tempat sampah dan tidak ada teguran sama sekali dari pengurus lingkungan' (Acuan: Lemahnya fasilitas pengawasan dan ketegasan sanksi); Soal 2: 'Seorang anak ikut membolos karena takut dicap pengecut oleh kelompok bermainnya' (Acuan: Tekanan lingkungan sosial/desakan kelompok teman sebaya).
Formatif:- Asesmen diagnostik kartu pilihan internal-eksternal pada awal pembelajaran
- Lembar kerja analisis faktor eksternal 'Detektif Faktor Eksternal' (3 kasus)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis faktor eksternal penyebab pelanggaran norma | Belum mampu menganalisis faktor eksternal; hanya mampu mengidentifikasi 0 dari 3 kasus secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menganalisis faktor eksternal penyebab pelanggaran norma secara tepat pada 1 dari 3 kasus yang disajikan sesuai acuan kunci. | Mampu menganalisis faktor eksternal penyebab pelanggaran norma secara tepat pada 2 dari 3 kasus yang disajikan sesuai acuan kunci. | Mampu menganalisis faktor eksternal penyebab pelanggaran norma secara tepat pada seluruh (3 dari 3) kasus yang disajikan beserta bukti pemicunya sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus faktor eksternal yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 7?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan analisis kasus berpasangan?
Murid:- Apa perbedaan paling mendasar antara faktor internal dan faktor eksternal penyebab pelanggaran norma?
- Faktor luar apa yang menurutmu paling sering membuat seseorang terpaksa atau terdorong melanggar aturan di lingkungan sekitar?
Pertemuan 4 — Menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.3 Menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana kelas yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang tindakan penerapan norma sosial terhadap 2 situasi: (1) Berpapasan dengan guru di koridor; (2) Meminjam barang teman (acuan jawaban: 1 = menyapa/mengucapkan salam dan tersenyum; 2 = meminta izin secara sopan sebelum mengambil dan mengucapkan terima kasih) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid membaca teks singkat di Buku Siswa mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan norma sosial (kesopanan dan kesusilaan) agar interaksi berlangsung tertib dan harmonis (8 menit).
- Murid bersama guru mencermati 4 skenario interaksi sosial harian: (1) Bertamu ke rumah orang lain; (2) Berkomunikasi dengan teman sebaya; (3) Berinteraksi dengan orang yang lebih tua; (4) Menghadiri acara rukun warga/lingkungan (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Simulasi Respon Norma Sosial', di mana setiap pasangan mengambil satu kartu situasi lalu secara bergantian langsung mempraktikkan tindakan respon interaksi yang sesuai norma sosial (12 menit).
- Murid secara berkelompok menerima Lembar Kerja Aplikasi Norma Sosial yang memuat 4 studi kasus interaksi harian berikut: (1) Skenario A: Saat berjalan di depan orang tua yang sedang duduk mengobrol (tindakan tepat: membungkukkan badan sedikit sambil mengucapkan 'permisi'); (2) Skenario B: Ketika tidak sengaja menyenggol dan menjatuhkan buku teman (tindakan tepat: segera meminta maaf dan membantu merapikan buku); (3) Skenario C: Ketika ingin menyampaikan sanggahan pendapat teman saat berbicara santai (tindakan tepat: menunggu teman selesai bicara lalu berbicara dengan nada tenang); (4) Skenario D: Saat menerima bantuan atau pemberian dari orang lain (tindakan tepat: menerima dengan tangan kanan dan mengucapkan terima kasih) (10 menit).
- Setiap kelompok mendemonstrasikan tindakan penerapan norma sosial berdasarkan skenario yang telah diselesaikan di hadapan kelompok lain sesuai acuan tindakan tepat (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kemudahan dan hambatan diri dalam mempraktikkan norma sosial kesopanan dan kesusilaan dalam keseharian melalui lembar periksa diri (5 menit).
- Murid merumuskan 2 komitmen tindakan nyata penerapan norma sosial yang akan dilakukan secara mandiri di rumah dan lingkungan pergaulan mulai hari ini (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menarik kesimpulan bersama mengenai wujud nyata penerapan norma sosial dalam menjaga keharmonisan interaksi harian (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi contoh frasa sopan (maaf, tolong, terima kasih, permisi), sedangkan murid yang cepat diberikan skenario interaksi dengan kompleksitas situasi yang lebih beragam.
- Proses: Pada simulasi tindakan, murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru atau pasangan sebaya dalam memilih tindakan respon, sementara murid mahir langsung mempraktikkan respon norma sosial secara mandiri tanpa arahan tambahan.
- Produk: Format hasil penentuan tindakan penerapan norma sosial dapat disajikan secara lisan langsung melalui demonstrasi peran atau tertulis pada tabel tindakan di lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik 2 butir sebelum inti materi: (1) Apa yang kamu lakukan saat berpapasan dengan guru di jalan? (acuan: menyapa/mengucapkan salam, tersenyum, atau menundukkan kepala sopan); (2) Apa tindakanmu saat ingin menggunakan penghapus milik teman? (acuan: meminta izin terlebih dahulu secara santun dan mengembalikannya dengan ucapan terima kasih).
Proses:- Observasi tindakan murid saat simulasi berpasangan dan demonstrasi kelompok dalam merespons 4 skenario interaksi sosial harian: Skenario A (membungkuk dan mengucap permisi saat lewat di depan orang tua), Skenario B (meminta maaf dan membantu merapikan barang teman yang terjatuh), Skenario C (menunggu giliran bicara dan menyampaikan pendapat tanpa memotong pembicaraan), Skenario D (menerima dengan tangan kanan dan mengucapkan terima kasih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir: (1) Tuliskan tindakan norma sosial saat kamu terlambat masuk ke ruang pertemuan kelompok! (acuan: mengetuk pintu/mengucap salam, meminta maaf dengan sopan, dan duduk tertib); (2) Tuliskan tindakan norma sosial ketika melihat tetangga membawa barang belanjaan berat! (acuan: menyapa dengan ramah dan menawarkan bantuan membawakan barang).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja demonstrasi respon tindakan interaksi sesuai norma sosial
- Pemeriksaan lembar kerja penerapan norma sosial pada 4 skenario interaksi harian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari | Belum mampu menerapkan tindakan sesuai norma sosial pada 4 skenario interaksi harian meskipun telah diberikan bimbingan langsung. | Mampu menerapkan tindakan sesuai norma sosial secara tepat pada 1–2 dari 4 skenario interaksi harian (Skenario A, B, C, D) dengan panduan guru. | Mampu menerapkan tindakan sesuai norma sosial secara tepat pada 3–4 skenario interaksi harian (Skenario A, B, C, D) secara mandiri. | Mampu menerapkan tindakan sesuai norma sosial secara tepat pada seluruh 4 skenario interaksi harian (Skenario A, B, C, D) secara konsisten dan mandiri serta memberikan alternatif tindakan sopan santun lainnya secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi interaksi berpasangan efektif membantu murid memahami cara menerapkan norma sosial secara nyata?
- Bagian skenario interaksi mana yang masih sulit diterapkan secara spontan oleh murid dalam interaksi di kelas?
Murid:- Tindakan norma sosial apa yang paling sering dan mudah saya lakukan dalam interaksi harian?
- Tindakan norma sosial apa yang masih perlu saya biasakan agar interaksi dengan orang lain lebih santun dan harmonis?
Pertemuan 5 — Menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.4 Menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 pernyataan aturan sekolah: (1) 'Memakai seragam sesuai jadwal hari', (2) 'Makan sambil berjalan di koridor', (3) 'Hadir di kelas sebelum bel pukul 07.00 berbunyi'. Murid diminta memberi tanda centang jika merupakan aturan tertulis yang wajib diterapkan di sekolah (acuan: butir 1 dan 3 benar, butir 2 bukan aturan tertulis yang diwajibkan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati kutipan teks tata tertib tertulis sekolah yang mencakup 4 area aturan: (1) aturan kehadiran dan waktu belajar, (2) aturan kerapian seragam dan atribut, (3) aturan ketertiban di dalam kelas, dan (4) aturan penggunaan sarana/fasilitas sekolah (10 menit).
- Murid mengidentifikasi tindakan nyata yang sesuai dengan masing-masing dari 4 area aturan tertulis tersebut melalui lembar telaah aturan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Aksi Patuh Aturan' (Joyful/Menggembirakan): tiap pasangan mengambil 4 kartu skenario situasi sekolah: Kartu 1 (Saat bel masuk berbunyi dan murid masih berada di luar kelas), Kartu 2 (Saat seragam robek kancingnya atau atribut topi/dasi tertinggal di rumah), Kartu 3 (Saat jam istirahat selesai dan sampah bekas makanan masih di meja), Kartu 4 (Saat guru belum memasuki ruangan kelas pada jam pergantian pelajaran) (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan keputusan tindakan penerapan aturan tertulis untuk menyelesaikan ke-4 skenario tersebut pada lembar kerja: Tindakan 1 (langsung masuk kelas dan duduk dengan tenang), Tindakan 2 (melapor secara jujur kepada guru piket/wali kelas dan merapikan pakaian sesuai ketentuan), Tindakan 3 (membuang sampah ke tempat sampah sebelum pelajaran berikutnya dimulai), Tindakan 4 (tetap berada di dalam kelas dan membaca buku/menunggu dengan tertib tanpa membuat kegaduhan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar pemantauan diri 'Komitmen Penerapan Aturan Sekolah' berisi daftar periksa tindakan penerapan aturan tertulis yang telah konsisten dilakukan dan yang masih perlu ditingkatkan dalam kehidupan sekolah (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kesadaran mematuhi aturan tertulis demi terciptanya ketertiban bersama di sekolah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap komitmen penerapan aturan tertulis sekolah dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks tata tertib tertulis sekolah dalam format teks poin-poin sederhana untuk murid yang memerlukan bimbingan membaca dan format tabel terperinci untuk murid yang siap membaca teks reguler.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh pemodelan tindakan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan skenario, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis dan memutuskan tindakan secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan bentuk tindakan penerapan aturan tertulis dalam lembar kerja berupa tabel tindakan terstruktur atau uraian langkah tindakan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat: Murid memilih mana yang termasuk penerapan aturan tertulis sekolah dari 3 butir pernyataan: (1) Memakai seragam sesuai jadwal hari, (2) Makan sambil berjalan di koridor, (3) Hadir di kelas sebelum bel pukul 07.00 berbunyi (acuan kunci: pernyataan 1 dan 3 benar, pernyataan 2 salah).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menentukan tindakan penerapan aturan tertulis pada 4 kartu skenario: (1) skenario bel masuk, (2) skenario kelengkapan seragam/atribut, (3) skenario kebersihan kelas pasca-istirahat, (4) skenario ketertiban saat pergantian jam pelajaran (acuan tindakan: (1) segera masuk dan duduk tertib, (2) melapor jujur kepada petugas/guru piket dan merapikan pakaian, (3) membuang sampah ke tempat sampah, (4) tetap di dalam kelas dan menjaga ketertiban).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan 2 contoh tindakan konkret penerapan aturan tertulis sekolah yang akan mereka lakukan secara disiplin esok hari (kriteria penerimaan: tindakan sesuai dengan aturan tertulis sekolah yang sah, seperti disiplin waktu datang atau memakai seragam lengkap beserta atribut).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan aturan tertulis sekolah melalui lembar kerja pemecahan 4 kartu skenario situasi sekolah.
- Lembar pemantauan diri komitmen penerapan aturan tertulis sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan aturan tertulis di lingkungan sekolah | Mampu menentukan tindakan penerapan aturan tertulis sekolah dengan tepat pada 1 dari 4 skenario situasi sekolah. | Mampu menentukan tindakan penerapan aturan tertulis sekolah dengan tepat pada 2 dari 4 skenario situasi sekolah. | Mampu menentukan tindakan penerapan aturan tertulis sekolah dengan tepat pada 3 dari 4 skenario situasi sekolah secara mandiri. | Mampu menentukan tindakan penerapan aturan tertulis sekolah dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) skenario situasi sekolah secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan tantangan kartu aksi efektif memfasilitasi murid dalam menerapkan aturan tertulis sekolah secara kontekstual?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam menentukan tindakan yang patuh aturan pada skenario situasi sekolah yang diberikan?
Murid:- Aturan tertulis sekolah mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya terapkan secara konsisten setiap hari?
- Apa tindakan nyata yang akan saya lakukan jika melihat situasi di mana aturan tertulis sekolah perlu ditegakkan?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat
- TP 7.3.2 Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar
- TP 7.3.3 Menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari
- TP 7.3.4 Menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi sumatif dengan salam, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 yang mencakup 3 bagian tugas: tes tertulis telaah kasus (TP 1 & TP 2), unjuk kerja peragaan kelompok norma sosial (TP 3), dan lembar penilaian diri kepatuhan aturan tertulis sekolah (TP 4) beserta alokasi waktunya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan naskah Tugas 1 (Tes Tertulis serentak) dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 4 butir soal: Butir 1 identifikasi 4 macam norma beserta sanksinya; Butir 2 penentuan norma yang dilanggar pada 2 ilustrasi; Butir 3 analisis faktor internal penyebab pelanggaran pada Kasus A (menyontek); Butir 4 analisis faktor eksternal penyebab pelanggaran pada Kasus B (membolos bersama teman sebaya) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis serentak) secara individual dan mandiri (37 menit). Soal dan kunci jawaban acuan: Soal 1 mengidentifikasi 4 macam norma dan sanksinya (kunci acuan: Norma Agama - sanksi dosa/hukuman Tuhan kelak; Norma Kesusilaan - sanksi rasa bersalah/penyesalan hati nurani; Norma Kesopanan - sanksi celaan/teguran/dikucilkan masyarakat; Norma Hukum - sanksi tegas dan nyata berupa denda/hukuman penjara oleh penegak hukum). Soal 2 mengidentifikasi jenis norma pada situasi berikut: (a) Berbicara kasar dan memotong pembicaraan orang yang lebih tua (kunci: Norma Kesopanan); (b) Mengambil barang milik teman tanpa izin (kunci: Norma Kesusilaan dan Norma Hukum). Soal 3 menganalisis faktor internal Kasus A (murid menyontek saat ujian karena malas belajar dan ingin nilai tinggi instan; kunci acuan: faktor internal meliputi sikap malas, kurangnya rasa tanggung jawab pribadi, dan krisis kejujuran/moral diri). Soal 4 menganalisis faktor eksternal Kasus B (sekelompok murid nongkrong di warung saat jam sekolah karena ajakan teman sebaya dan kurangnya pengawasan lingkungan sekitar sekolah; kunci acuan: faktor eksternal meliputi tekanan/pengaruh negatif pergaulan teman sebaya serta lemahnya pengawasan lingkungan fisik sekolah/masyarakat). Setelah 35 menit, lembar jawaban dikumpulkan.
- Guru memandu pelaksanaan Tugas 2 (Unjuk Kerja Kelompok) untuk TP 3, di mana 7 kelompok (masing-masing 4 murid) secara bergiliran tampil selama 4 menit memperagakan tindakan patuh terhadap norma kesopanan dan norma kesusilaan dalam interaksi di sekolah (28 menit). Skenario peragaan kelompok: Skenario 1 (Kelompok 1-4): Mempraktikkan norma kesopanan saat bertegur sapa, mencium tangan/mengucapkan salam kepada guru di koridor, dan berbicara santun tanpa menyela. Skenario 2 (Kelompok 5-7): Mempraktikkan norma kesusilaan saat menemukan dompet/uang jatuh di area kantin lalu bersama-sama mengembalikannya kepada pemilik melalui pos satpam/guru piket dengan jujur tanpa mengambil isinya. Guru mengobservasi menggunakan lembar observasi ketercapaian tindakan.
- Murid secara serentak dan individual mengisi lembar Tugas 3 (Penilaian Diri Reflektif Kepatuhan Aturan Tertulis Sekolah) untuk TP 4 dengan mengisi daftar periksa (ceklis) pada 5 butir aturan tertulis sekolah dan menuliskan 1 catatan refleksi rencana perbaikan diri (4 menit). Butir daftar periksa: (1) Mengenakan seragam lengkap dan rapi sesuai jadwal hari; (2) Hadir di kelas tepat waktu sebelum bel pukul 07.00 berbunyi; (3) Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempat pemilahan; (4) Menaruh gawai di loker kelas selama jam pelajaran berlangsung; (5) Membawa buku pelajaran dan perlengkapan belajar sesuai jadwal pelajaran hari itu.
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk merefleksikan kejujuran dalam mengerjakan tes tertulis, kesungguhan saat peragaan kelompok, dan komitmen pribadi dalam mematuhi seluruh aturan tertulis sekolah ke depan (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban Tugas 1 dan lembar refleksi diri Tugas 3 yang telah lengkap (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama evaluasi sumatif, merangkum pencapaian belajar Bab 3 'Patuh Terhadap Norma', serta menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan naskah tes tertulis dengan huruf ukuran lebih besar (large print) bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi kasus maupun indikator kompetensi yang diuji.
- Proses: Memberikan pendampingan pembacaan instruksi soal secara lisan bagi murid dengan hambatan membaca permulaan, dengan batas waktu dan kriteria penilaian yang tetap sama.
- Produk: Format penyampaian jawaban tes tertulis dapat berupa tulisan tangan standar atau pengetikan langsung pada lembar digital bagi murid dengan kendala motorik halus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan asesmen sumatif: Guru menanyakan kesiapan naskah, alat tulis, dan pembagian urutan kelompok peragaan (acuan kesiapan: seluruh murid membawa alat tulis, menempati tempat duduk mandiri, dan kelompok 1 sampai 7 telah siap urutan tampilnya).
Proses:- Observasi keterlibatan, ketertiban, dan kemandirian murid selama mengerjakan tes tertulis individual dan peragaan kepatuhan norma sosial.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis telaah kasus, unjuk kerja simulasi pergaulan kelompok, dan penilaian diri reflektif kepatuhan aturan sekolah: lembar jawaban tes tertulis analisis norma dan pelanggarannya, lembar observasi peragaan kepatuhan norma sosial secara berkelompok, serta lembar instrumen penilaian diri kepatuhan tata tertib sekolah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi macam norma beserta sanksinya dan telaah 2 kasus pelanggaran norma beserta faktor penyebabnya di lingkungan sekitar (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian uraian telaah kasus)
- unjuk kerja kelompok: peragaan tindakan patuh terhadap norma kesopanan dan kesusilaan dalam situasi interaksi pergaulan di sekolah oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid tampil 3-4 menit) (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kepatuhan norma sosial dalam interaksi)
- penilaian diri serentak: lembar penilaian diri berisi daftar ceklis dan catatan refleksi kepatuhan menjalankan aturan tertulis di lingkungan sekolah yang diisi seluruh murid serentak (12 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri daftar periksa kepatuhan tata tertib sekolah)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis telaah kasus, unjuk kerja simulasi pergaulan kelompok, dan penilaian diri reflektif kepatuhan aturan sekolah: lembar jawaban tes tertulis analisis norma dan pelanggarannya, lembar observasi peragaan kepatuhan norma sosial secara berkelompok, serta lembar instrumen penilaian diri kepatuhan tata tertib sekolah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi macam norma beserta sanksinya dan telaah 2 kasus pelanggaran norma beserta faktor penyebabnya di lingkungan sekitar (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian uraian telaah kasus)
- unjuk kerja kelompok: peragaan tindakan patuh terhadap norma kesopanan dan kesusilaan dalam situasi interaksi pergaulan di sekolah oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid tampil 3-4 menit) (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kepatuhan norma sosial dalam interaksi)
- penilaian diri serentak: lembar penilaian diri berisi daftar ceklis dan catatan refleksi kepatuhan menjalankan aturan tertulis di lingkungan sekolah yang diisi seluruh murid serentak (12 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri daftar periksa kepatuhan tata tertib sekolah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi macam-macam norma dan aturan di masyarakat (TP 7.3.1 - Tugas 1) | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 macam norma beserta sanksinya (acuan: norma agama, kesusilaan, kesopanan, hukum beserta masing-masing sanksinya). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 macam norma beserta sanksinya sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 macam norma beserta sanksinya sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruhnya (4 dari 4) macam norma beserta sanksinya secara lengkap sesuai kunci acuan. | | Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar (TP 7.3.2 - Tugas 1) | Belum mampu menganalisis faktor internal maupun eksternal penyebab pelanggaran norma pada kedua kasus yang disajikan sesuai kunci acuan. | Menganalisis dengan tepat faktor penyebab pelanggaran pada salah satu kasus saja (hanya faktor internal Kasus A atau hanya faktor eksternal Kasus B). | Menganalisis faktor internal Kasus A dan faktor eksternal Kasus B secara tepat sesuai kunci acuan namun penjelasannya masih terbatas. | Menganalisis faktor internal Kasus A (sikap malas, krisis moral/tanggung jawab) dan faktor eksternal Kasus B (pengaruh teman sebaya, lemahnya pengawasan) secara tepat, utuh, dan mendalam sesuai kunci acuan. | | Menerapkan norma sosial dalam interaksi kehidupan sehari-hari (TP 7.3.3 - Tugas 2) | Menampilkan tindakan norma sosial yang belum sesuai dengan situasi skenario yang ditentukan. | Menampilkan salah satu tindakan norma sosial (kesopanan atau kesusilaan) namun masih ragu-ragu dan membutuhkan arahan langsung dari guru saat peragaan. | Menerapkan tindakan patuh terhadap norma kesopanan atau kesusilaan secara tepat dan wajar sesuai skenario interaksi sekolah. | Menerapkan tindakan patuh terhadap norma kesopanan dan kesusilaan secara tepat, konsisten, dan alami dalam interaksi pergaulan sekolah tanpa bimbingan guru. | | Menerapkan aturan tertulis di lingkungan sekolah (TP 7.3.4 - Tugas 3) | Mengisi kurang dari 3 butir daftar periksa kepatuhan tata tertib sekolah dan tidak menyertakan catatan refleksi rencana perbaikan diri. | Mengisi 3-4 butir daftar periksa kepatuhan aturan sekolah, namun catatan refleksi perbaikan diri belum realistis. | Mengisi lengkap 5 butir daftar periksa kepatuhan aturan sekolah (seragam, ketepatan waktu, kebersihan, gawai, perlengkapan) disertai catatan refleksi rencana perbaikan diri yang operasional. | Mengisi lengkap 5 butir daftar periksa kepatuhan aturan sekolah dengan kejujuran tinggi serta menyusun catatan refleksi rencana aksi perbaikan diri yang konkret, terukur, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk masing-masing instrumen (tes tertulis, unjuk kerja, penilaian diri) berjalan efektif dan proporsional sesuai target jadwal?
- Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid kelas 7 terhadap pemahaman konsep norma serta penerapannya dalam kehidupan nyata sekolah?
- Langkah tindak lanjut apa yang perlu disiapkan bagi murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada materi Bab 3 ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi (tes telaah kasus, peragaan kelompok, atau ceklis kepatuhan aturan) yang paling menantang bagimu?
- Komitmen nyata apa yang akan kamu lakukan mulai besok untuk selalu patuh terhadap norma sosial dan aturan tertulis di sekolah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Patuh Terhadap Norma)
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Patuh Terhadap Norma)
- Kartu Bergambar Norma (Agama, Kesusilaan, Kesopanan, Hukum)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Macam Norma
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 3 Patuh Terhadap Norma)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 90-91)
- Lembar Analisis Kasus 'Detektif Faktor Internal' dan Kartu Mini Kuis
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 90-91
- Lembar Kerja Kasus 'Detektif Faktor Eksternal'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Kartu skenario interaksi sosial harian (keluarga, sekolah, dan masyarakat)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023.
- Dokumen Buku Tata Tertib dan Kode Etik Murid Satuan Pendidikan.
- Kartu skenario situasi aturan tertulis sekolah.
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023)
- Naskah Lembar Soal Tes Tertulis Telaah Kasus Pelanggaran Norma
- Rubrik Observasi Unjuk Kerja Interaksi Norma Sosial
- Lembar Instrumen Penilaian Diri Kepatuhan Tata Tertib Sekolah
|