Modul AjarBab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 7 Bab 1: Sejarah Kelahiran Pancasila

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 7 untuk Bab 1 "Sejarah Kelahiran Pancasila", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 7 Bab 1: Sejarah Kelahiran Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 7

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 1 — Sejarah Kelahiran Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 1 — Sejarah Kelahiran Pancasila
Alokasi Waktu14 JP (14 x 40 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.1.1 Mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK dalam sejarah kelahiran Pancasila
  2. TP 7.1.2 Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPK pada sejarah kelahiran Pancasila
  3. TP 7.1.3 Mendeskripsikan proses perumusan rancangan dasar negara oleh Panitia Sembilan dalam sejarah kelahiran Pancasila
  4. TP 7.1.4 Mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila
  5. TP 7.1.5 Mengidentifikasi peristiwa detik-detik proklamasi sebagai titik penentu dalam sejarah kelahiran Pancasila
  6. TP 7.1.6 Mendeskripsikan penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI pada sejarah kelahiran Pancasila

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa pihak Jepang yang sedang menjajah Indonesia pada tahun 1945 akhirnya memutuskan untuk membentuk BPUPK?
  2. Apa tujuan utama didirikannya BPUPK bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia?
  3. Siapa sajakah tokoh perumus dasar negara yang menyampaikan pidato gagasannya dalam sidang pertama BPUPK?
  4. Bagaimana gagasan rumusan dasar negara yang diusulkan oleh para pendiri bangsa tersebut?
  5. Mengapa setelah sidang pertama BPUPK selesai, masih perlu dibentuk Panitia Sembilan?
  6. Bagaimana Panitia Sembilan menyelaraskan pandangan yang berbeda hingga menghasilkan rancangan dasar negara Piagam Jakarta?
  7. Mengapa setelah BPUPK dibubarkan, bangsa Indonesia memerlukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)?
  8. Apa peran penting pembentukan PPKI dalam meneruskan rangkaian sejarah kelahiran Pancasila?
  9. Mengapa peristiwa proklamasi kemerdekaan menjadi titik penentu yang memungkinkan Pancasila berlaku resmi sebagai dasar negara merdeka?
  10. Peristiwa penting apa saja yang terjadi menjelang pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56?
  11. Bagaimana rumusan sila pertama Pancasila dalam Piagam Jakarta disepakati untuk diubah dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945?
  12. Mengapa para pendiri bangsa rela mengubah kalimat 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' demi persatuan Indonesia?
  13. Bagaimana rangkaian peristiwa sejarah dari pembentukan BPUPK hingga sidang PPKI saling berkaitan dalam melahirkan dasar negara Pancasila?
  14. Mengapa sikap kompromi para pendiri bangsa dalam Panitia Sembilan dan sidang PPKI menjadi kunci persatuan Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mendeskripsikan Latar Belakang Pembentukan BPUPK — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.1 Mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK dalam sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK dalam sejarah kelahiran Pancasila (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan mengajukan pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan nama badan yang dibentuk pada 1 Maret 1945 untuk menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan dan negara penjajah yang membentuknya!' (acuan: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan / BPUPK / Dokuritsu Junbi Cosakai, dibentuk oleh tentara pendudukan militer Jepang) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bahan bacaan singkat tentang situasi terdesaknya Jepang dalam Perang Pasifik 1944–1945 dan janji kemerdekaan Perdana Menteri Koiso (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru terkait 3 faktor utama latar belakang pembentukan BPUPK: (1) posisi militer Jepang yang kian terdesak oleh pasukan Sekutu, (2) upaya Jepang menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan, dan (3) realisasi maklumat pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada pada 1 Maret 1945 (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan mengikuti permainan cepat 'Tantangan Detektif Sejarah' untuk mencocokkan 3 kartu peristiwa dengan 3 kartu latar belakang yang telah disediakan guru di meja: Kartu A 'Pasukan Sekutu menekan posisi pertahanan Jepang di Perang Asia Timur Raya' dipasangkan dengan Keterangan 1 'Kondisi militer Jepang semakin terdesak'; Kartu B 'Pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso pada September 1944' dipasangkan dengan Keterangan 2 'Janji kemerdekaan untuk menarik simpati rakyat Indonesia'; Kartu C 'Pengumuman Panglima Tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakichi Harada pada 1 Maret 1945' dipasangkan dengan Keterangan 3 'Realisasi pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPK)' (acuan pasangan tepat: A-1, B-2, C-3) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan deskripsi singkat latar belakang pembentukan BPUPK pada lembar tugas yang memuat 3 aspek utama: kondisi militer Jepang, janji kemerdekaan kepada Indonesia, dan peresmian maklumat pembentukan BPUPK (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna peristiwa pembentukan BPUPK bahwa kemerdekaan Indonesia bukan semata hadiah Jepang, melainkan kesempatan strategis yang dimanfaatkan para pendiri bangsa untuk merumuskan dasar negara (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru merumuskan kesimpulan bersama mengenai 3 poin pokok latar belakang pembentukan BPUPK (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks bacaan dengan poin-poin bertanda tebal bagi murid yang membutuhkan panduan visual lebih sederhana.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan posisi terdesaknya Jepang dengan pembentukan BPUPK; bagi murid cepat, diminta mendeskripsikan keterkaitan antara kekalahan perang Jepang dengan percepatan pembentukan BPUPK secara lebih mendalam dan mandiri.
  • Produk: Format penulisan deskripsi disesuaikan: murid reguler menulis dalam bentuk 3 poin deskriptif, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan dapat menggunakan format kalimat rumpang terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan nama badan persiapan kemerdekaan yang dibentuk tanggal 1 Maret 1945 dan negara yang menjanjikan pembentukannya!' (acuan jawaban: BPUPK / Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan / Dokuritsu Junbi Cosakai, dibentuk oleh penjajah Jepang).

Proses:

  • Pengecekan hasil permainan pencocokan kartu 'Tantangan Detektif Sejarah': Murid mencocokkan 3 pasangan kartu peristiwa dan latar belakang (acuan kunci: A-1, B-2, C-3).
  • Pemeriksaan lembar kerja tertulis mandiri: Murid mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK yang memuat 3 aspek historis lengkap (kondisi militer Jepang terdesak Sekutu, janji kemerdekaan PM Koiso untuk menarik simpati rakyat, dan maklumat peresmian oleh Kumakichi Harada).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: 'Sebutkan secara singkat 2 alasan mengapa Jepang mengumumkan pembentukan BPUPK pada awal tahun 1945!' (acuan jawaban: (1) posisi militer Jepang kian terdesak Sekutu dalam Perang Pasifik, (2) Jepang membutuhkan bantuan dan simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja mencocokkan kartu pada permainan Tantangan Detektif Sejarah
  • Penilaian lembar kerja mandiri mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPKBelum mampu mendeskripsikan faktor latar belakang pembentukan BPUPK atau hanya menyebutkan 1 faktor secara tidak tepat walaupun dengan bimbingan penuh guru.Mampu mendeskripsikan 1 faktor latar belakang pembentukan BPUPK dengan tepat (dari 3 faktor acuan: kondisi terdesak Jepang di Perang Pasifik, janji kemerdekaan Koiso, maklumat pembentukan oleh Letjen Kumakichi Harada) dengan bimbingan guru.Mampu mendeskripsikan 2 hingga 3 faktor latar belakang pembentukan BPUPK secara tepat (dari 3 faktor acuan: kondisi terdesak Jepang di Perang Pasifik, janji kemerdekaan Koiso, maklumat pembentukan oleh Letjen Kumakichi Harada) secara mandiri.Mampu mendeskripsikan seluruh 3 faktor latar belakang pembentukan BPUPK (kondisi terdesak Jepang di Perang Pasifik, janji kemerdekaan Koiso, dan maklumat pembentukan oleh Letjen Kumakichi Harada) secara lengkap, runtut, dan tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami keterkaitan antara situasi terdesaknya tentara Jepang dengan pembentukan BPUPK?
  • Apakah aktivitas permainan kartu 'Tantangan Detektif Sejarah' efektif membantu murid mendeskripsikan latar belakang sejarah BPUPK secara aktif dan menyenangkan?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pahami tentang alasan Jepang membentuk BPUPK?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantu saya mendeskripsikan sejarah pembentukan BPUPK?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Gagasan Rumusan Dasar Negara dalam Sidang BPUPK — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.2 Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPK pada sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran murid, serta memimpin doa (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang pembentukan BPUPK dengan agenda sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945 yang membahas dasar negara (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPK (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan/cepat untuk mengenali nama tiga tokoh pengusul dasar negara dalam sidang BPUPK: Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati infografik/teks ringkas yang memuat kutipan gagasan pokok rumusan dasar negara dalam sidang pertama BPUPK dari tiga tokoh: Mohammad Yamin (29 Mei 1945), Soepomo (31 Mei 1945), dan Soekarno (1 Juni 1945) (10 menit).
  • Murid menelaah pokok gagasan masing-masing tokoh dengan bimbingan guru agar menyadari keragaman pemikiran para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas tantangan interaktif 'Pilah dan Pasangkan Gagasan Tokoh' menggunakan LKPD yang berisi 6 kartu kutipan gagasan untuk dipasangkan ke tokoh yang tepat: (1) Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat -> Mohammad Yamin; (2) Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, Keadilan rakyat -> Soepomo; (3) Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau peri-kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan -> Ir. Soekarno; (4) Usulan istilah 'Pancasila' pada tanggal 1 Juni 1945 -> Ir. Soekarno; (5) Teori Negara Integralistik / Kekeluargaan pada tanggal 31 Mei 1945 -> Soepomo; (6) Usulan tertulis maupun lisan pada sidang hari pertama 29 Mei 1945 -> Mohammad Yamin (acuan: pasangan 1-M. Yamin, 2-Soepomo, 3-Soekarno, 4-Soekarno, 5-Soepomo, 6-M. Yamin) (22 menit).
  • Pasangan murid saling mencocokkan hasil identifikasi mereka dengan konfirmasi dari guru untuk memastikan ketepatan pasangan gagasan dan tokoh pengusulnya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyimpulkan persamaan fokus dari seluruh gagasan tokoh dalam sidang BPUPK, yaitu berakar pada cita-cita kemerdekaan, persatuan, dan ketuhanan (8 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid merefleksikan proses pembelajaran mengenai pentingnya menghargai keberagaman gagasan para pendiri bangsa demi persatuan (5 menit).
  • Murid menyelesaikan cek pemahaman akhir singkat untuk mengidentifikasi tokoh pengusul dari butir gagasan yang dibacakan guru, lalu guru menyampaikan rencana materi sidang Panitia Sembilan untuk pertemuan berikutnya dan menutup kelas dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa bagan alur sidang 29 Mei - 1 Juni 1945 bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan panduan berupa kata kunci tanggal sidang; bagi murid yang cepat paham, diberikan tantangan tambahan mengidentifikasi perbedaan istilah lima asas yang diajukan Soekarno dan Mohammad Yamin.
  • Produk: Hasil identifikasi dituangkan pada lembar kerja berpasangan dengan format mencocokkan kartu atau mengisi tabel padanan tokoh dan gagasan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat: 'Sebutkan 3 tokoh pendiri bangsa yang menyampaikan gagasan rumusan dasar negara pada sidang pertama BPUPK!' (Acuan jawaban benar: Mohammad Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan hasil identifikasi pasangan tokoh dan gagasan pada LKPD: Memasangkan 6 pernyataan/kartu: (1) Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat -> Mohammad Yamin; (2) Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir batin, Musyawarah, Keadilan rakyat -> Soepomo; (3) Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau peri-kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan -> Ir. Soekarno; (4) Istilah Pancasila 1 Juni 1945 -> Ir. Soekarno; (5) Negara Integralistik 31 Mei 1945 -> Soepomo; (6) Usulan dasar negara 29 Mei 1945 -> Mohammad Yamin (acuan: kunci pasangan di atas, minimal 5 tepat untuk kriteria berkembang).

Akhir Pertemuan:

  • Kuis cepat lisan/tertulis 2 butir: (1) Siapa tokoh yang mengusulkan lima asas dasar negara yang diberi nama Pancasila pada 1 Juni 1945? (Acuan: Ir. Soekarno); (2) Tokoh yang mengemukakan gagasan negara kesatuan berlandaskan paham integralistik/kekeluargaan pada 31 Mei 1945 adalah... (Acuan: Dr. Soepomo).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja berpasangan pada lembar kerja 'Pilah dan Pasangkan Gagasan Tokoh' (identifikasi 6 butir gagasan rumusan dasar negara sidang BPUPK)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Gagasan Rumusan Dasar Negara Tokoh Sidang BPUPKMengidentifikasi dengan tepat 1–2 dari 6 butir gagasan tokoh (Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno) dalam sidang BPUPK dengan bantuan penuh guru.Mengidentifikasi dengan tepat 3–4 dari 6 butir gagasan tokoh (Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno) dalam sidang BPUPK dengan sedikit arahan.Mengidentifikasi dengan tepat 5 dari 6 butir gagasan tokoh (Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno) dalam sidang BPUPK secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (6 dari 6) butir gagasan tokoh (Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno) dalam sidang BPUPK secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas berpasangan 'Pilah dan Pasangkan Gagasan Tokoh' berhasil membantu murid membedakan gagasan ketiga tokoh sidang BPUPK secara akurat?
  • Bagian mana dari gagasan tokoh (Mohammad Yamin, Soepomo, Soekarno) yang paling sering tertukar oleh murid, dan bagaimana penguatan yang perlu disiapkan?

Murid:

  • Apakah saya dapat mengenali dengan tepat tokoh yang mengusulkan masing-masing gagasan dasar negara dalam sidang BPUPK?
  • Gagasan atau asas dari tokoh mana yang paling mudah atau paling menantang untuk saya ingat?

Pertemuan 3 — Mendeskripsikan Proses Perumusan Rancangan Dasar Negara oleh Panitia Sembilan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.3 Mendeskripsikan proses perumusan rancangan dasar negara oleh Panitia Sembilan dalam sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai akhir Sidang Pertama BPUPK dengan pembentukan Panitia Sembilan serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik singkat secara lisan untuk memetakan pemahaman awal mengenai Panitia Sembilan: (1) Siapakah ketua Panitia Sembilan? (acuan: Ir. Sukarno); (2) Kapan naskah Piagam Jakarta disepakati? (acuan: 22 Juni 1945) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks bahan ajar mengenai latar belakang pembentukan Panitia Sembilan di masa reses BPUPK, susunan 9 anggotanya yang mewakili golongan kebangsaan dan Islam, serta dinamika pembahasan rumusan dasar negara di kediaman Ir. Sukarno (12 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 poin peristiwa kunci perumusan: (1) pembentukan Panitia Sembilan tanggal 1 Juni/reses, (2) pertemuan tanggal 22 Juni 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, (3) perdebatan dan kompromi sila ketuhanan, dan (4) lahirnya naskah Mukaddimah/Piagam Jakarta (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan mengikuti tantangan menyusun kartu kronologi bertajuk 'Jejak Panitia Sembilan' yang berisi 4 kartu peristiwa acak: Kartu A (Pembentukan panitia kecil di masa reses setelah sidang pertama BPUPK), Kartu B (Musyawarah 9 tokoh di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta), Kartu C (Kompromi dan mufakat antargolongan kebangsaan dan Islam terkait rumusan dasar negara), Kartu D (Penandatanganan naskah Mukaddimah atau Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945) untuk disusun dalam urutan kronologis yang tepat (acuan urutan benar: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C -> Kartu D) (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri melengkapi Lembar Kerja Deskripsi Proses Perumusan Dasar Negara yang memuat 4 butir deskripsi: (1) Latar belakang dibentuknya Panitia Sembilan, (2) Komposisi keanggotaan 9 tokoh, (3) Inti perdebatan dan titik temu kompromi, dan (4) Hasil akhir naskah rancangan dasar negara 22 Juni 1945 (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereview kembali ketepatan deskripsi alur proses perumusan dasar negara oleh Panitia Sembilan berdasarkan acuan materi (5 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat satu kalimat tentang makna musyawarah mufakat yang diteladankan para tokoh Panitia Sembilan dalam buku catatan masing-masing (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar kerja murid dan mengapresiasi kerja sama selama proses pembelajaran (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik materi untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 4 mengenai Peran Pembentukan PPKI) dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan (proses lambat), guru menyediakan lembar panduan runtutan alur dengan kata kunci pembantu (scaffolding). Bagi murid yang cepat, diberikan tugas mendeskripsikan secara mendalam bagaimana peran kompromi antara golongan kebangsaan dan Islam dalam teks deskripsinya tanpa bantuan kata kunci pembantu.
  • Produk: Format deskripsi dapat dituangkan dalam bagan alur kronologis bernarasi atau paragraf naratif terstruktur sesuai kenyamanan murid pada cakupan kompetensi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 pertanyaan: (1) Siapakah ketua dari Panitia Sembilan? (acuan: Ir. Sukarno), (2) Pada tanggal berapakah rumusan rancangan dasar negara Piagam Jakarta disepakati oleh Panitia Sembilan? (acuan: 22 Juni 1945)

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja tantangan kartu kronologi 'Jejak Panitia Sembilan' menyusun 4 kartu peristiwa dengan acuan urutan benar: Kartu A (pembentukan masa reses) -> Kartu B (pertemuan Pegangsaan Timur) -> Kartu C (kompromi antargolongan) -> Kartu D (penandatanganan Piagam Jakarta 22 Juni 1945)
  • Penilaian Lembar Kerja Deskripsi Murid pada 4 butir: (1) Latar belakang dibentuknya Panitia Sembilan (acuan: menampung dan merumuskan usul-usul dasar negara dari masa sidang pertama BPUPK), (2) Komposisi anggota (acuan: 9 tokoh gabungan golongan kebangsaan dan golongan Islam), (3) Proses kompromi (acuan: menyepakati rumusan ketuhanan secara musyawarah mufakat), (4) Hasil naskah (acuan: lahirnya Piagam Jakarta/Jakarta Charter yang memuat 5 butir rancangan dasar negara)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menuliskan deskripsi singkat 2-3 kalimat mengenai proses lahirnya Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan. Kriteria penerimaan: memuat keterangan waktu (22 Juni 1945), tokoh/panitia perumus (Panitia Sembilan dipimpin Sukarno), serta hasil berupa rancangan dasar negara Piagam Jakarta.

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tanya jawab lisan diagnostik kesiapan pengetahuan tentang Panitia Sembilan
  • Asesmen proses berupa pengamatan aktivitas tantangan penyusunan kartu kronologi perumusan dan penilaian lembar kerja deskripsi proses perumusan oleh Panitia Sembilan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan proses perumusan rancangan dasar negara oleh Panitia SembilanMurid hanya mampu mendeskripsikan 1 dari 4 unsur proses perumusan (latar belakang, komposisi anggota, proses kompromi, atau hasil naskah) secara tepat sesuai acuan materi.Murid mampu mendeskripsikan 2 dari 4 unsur proses perumusan (latar belakang, komposisi anggota, proses kompromi, atau hasil naskah) secara tepat sesuai acuan materi.Murid mampu mendeskripsikan 3 dari 4 unsur proses perumusan (latar belakang, komposisi anggota, proses kompromi, dan hasil naskah) secara tepat sesuai acuan materi.Murid mampu mendeskripsikan seluruh 4 unsur proses perumusan (latar belakang, komposisi anggota, proses kompromi, dan hasil naskah) secara lengkap, runut, dan tepat sesuai acuan materi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tantangan kartu kronologi dan pengisian lembar kerja deskripsi berjalan efektif?
  • Bagian mana dari proses perumusan oleh Panitia Sembilan yang masih sulit dideskripsikan oleh sebagian murid?

Murid:

  • Tahapan apa dalam proses kerja Panitia Sembilan yang paling berkesan bagi saya?
  • Apakah saya sudah dapat mendeskripsikan urutan peristiwa perumusan rancangan dasar negara dari awal hingga lahirnya Piagam Jakarta?

Pertemuan 4 — Mendeskripsikan Peran Pembentukan PPKI dalam Sejarah Kelahiran Pancasila — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.4 Mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran serta kesiapan fisik dan psikis murid untuk belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan kesiapan pemahaman latar pembentukan PPKI: (1) 'Apa nama badan yang dibentuk pada 7 Agustus 1945 setelah BPUPK dibubarkan?' (acuan: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia/PPKI/Dokuritsu Zyunbi Iinkai); (2) 'Siapa ketua PPKI yang ditunjuk?' (acuan: Ir. Soekarno) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan video ringkas atau membaca teks Buku Siswa materi pembentukan PPKI (halaman 20), mencatat 3 informasi kunci pembentukan PPKI: waktu pembentukan (7 Agustus 1945), tokoh pemimpin (Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta), serta tugas pokok PPKI meneruskan hasil kerja BPUPK mempersiapkan kemerdekaan Indonesia (12 menit).
  • Guru memandu curah gagasan (brainstorming) di papan tulis tentang hubungan antara pembubaran BPUPK dan pembentukan PPKI dalam rangkaian persiapan kemerdekaan dan dasar negara (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk memainkan kuis tantangan kartu 'Fakta PPKI' yang menggembirakan, di mana kelompok secara cepat mencocokkan 4 kartu pernyataan peran dan fakta PPKI berikut dengan keterangannya: (1) Kartu 'Waktu Pembentukan' -> Pasangan: '7 Agustus 1945 menggantikan BPUPK'; (2) Kartu 'Kepemimpinan' -> Pasangan: 'Ir. Soekarno sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketua'; (3) Kartu 'Tugas Utama' -> Pasangan: 'Mempersiapkan segala hal terkait pemindahan kekuasaan dan kelengkapan negara merdeka'; (4) Kartu 'Peran terhadap Pancasila' -> Pasangan: 'Menerima dan mengesahkan rancangan dasar negara hasil perumusan BPUPK dan Panitia Sembilan' (acuan kunci: pasangan 1-4 di atas) (15 menit).
  • Secara berkelompok, murid mendiskusikan dan mengisi Lembar Kerja Diskusi untuk mendeskripsikan 3 peran utama pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila: (1) peran sebagai penerus mandat perumusan dasar negara dari BPUPK; (2) peran representasi bangsa Indonesia dalam menyiapkan kemerdekaan; (3) peran wadah resmi pengesahan dasar negara (acuan: deskripsi mencakup peralihan tugas BPUPK, penyiapan perangkat negara berdasar Pancasila, dan pengesahan final) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok menyampaikan secara lisan ringkasan deskripsi peran pembentukan PPKI dan saling mengonfirmasi hasil temuannya dengan panduan penguatan dari guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran Pancasila sebagai jembatan resmi yang melanjutkan dan menetapkan dasar negara (3 menit).
  • Murid menjawab 1 butir pertanyaan cek pemahaman akhir: 'Deskripsikan peran pembentukan PPKI dalam menjamin keberlanjutan perumusan dasar negara Pancasila!' (acuan: PPKI berperan melanjutkan tugas BPUPK untuk mempersiapkan kemerdekaan serta mengesahkan rancangan dasar negara yang telah dirumuskan) (1 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca materi detik-detik proklamasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks bacaan bergaris bawah untuk kata kunci bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, serta menyediakan teks sumber sejarah tambahan mengenai keanggotaan PPKI bagi kelompok yang lebih cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi kelompok yang kesulitan menguraikan peran PPKI, sementara kelompok mandiri langsung menganalisis keterkaitan peran PPKI dengan dasar negara.
  • Produk: Format pelaporan deskripsi peran PPKI pada lembar kerja dapat dituangkan dalam bentuk tabel matriks peran atau paragraf deskriptif terstruktur sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: (1) 'Apa nama badan yang dibentuk pada 7 Agustus 1945 setelah BPUPK dibubarkan?' (acuan: Dokuritsu Zyunbi Iinkai / Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia / PPKI); (2) 'Siapa ketua PPKI yang ditunjuk?' (acuan: Ir. Soekarno)

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pencocokan 4 kartu fakta peran PPKI pada saat kuis kelompok (acuan: Kartu 1: 7 Agustus 1945; Kartu 2: Ir. Soekarno & Drs. Moh. Hatta; Kartu 3: Mempersiapkan pemindahan kekuasaan dan kelengkapan negara; Kartu 4: Menerima dan mengesahkan rancangan dasar negara)
  • Penilaian lembar kerja kelompok: ketepatan mendeskripsikan 3 peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila (acuan peran: (1) Meneruskan hasil kerja BPUPK/Panitia Sembilan terkait rancangan dasar negara, (2) Wadah representasi bangsa Indonesia dalam persiapan kemerdekaan, (3) Lembaga yang berwenang menetapkan dan mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di penutup: 'Deskripsikan peran pembentukan PPKI dalam menjamin keberlanjutan perumusan dasar negara Pancasila!' (acuan kriteria: jawaban memuat peran PPKI sebagai penerus mandat BPUPK yang mempersiapkan kemerdekaan dan wadah pengesahan rancangan dasar negara)

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk memetakan pengetahuan awal mengenai pembentukan PPKI
  • Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan kartu fakta peran PPKI
  • Penilaian lembar kerja deskripsi peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran Pancasila

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran PancasilaBelum mampu mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran Pancasila (hanya menyebutkan nama badan tanpa mendeskripsikan perannya).Mendeskripsikan 1 peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran Pancasila secara tepat sesuai acuan materi dengan bantuan penuh dari guru.Mendeskripsikan 2 peran pembentukan PPKI dalam sejarah kelahiran Pancasila secara tepat (sebagai penerus perumusan BPUPK dan persiapan kelengkapan negara merdeka) secara mandiri.Mendeskripsikan seluruh 3 peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila secara lengkap dan tepat (penerus mandat BPUPK, penyiapan kemerdekaan, dan pengesahan dasar negara) secara mandiri dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas kuis pencocokan kartu fakta PPKI efektif membangkitkan keterlibatan aktif dan antusiasme murid?
  • Bagian mana dari deskripsi peran PPKI yang masih sulit dipahami oleh sebagian besar murid dan memerlukan penekanan ulang?

Murid:

  • Hal baru apa yang paling menarik yang kamu pelajari tentang pembentukan PPKI hari ini?
  • Mengapa pembentukan PPKI sangat penting bagi kelanjutan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara kita?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.5 Mengidentifikasi peristiwa detik-detik proklamasi sebagai titik penentu dalam sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengidentifikasi peristiwa detik-detik proklamasi sebagai titik penentu dalam sejarah kelahiran Pancasila (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Di manakah teks Proklamasi dirumuskan? (acuan: Rumah Laksamana Maeda); (2) Siapa yang mengetik naskah proklamasi tersebut? (acuan: Sayuti Melik) untuk mengecek pengetahuan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca dan menyimak teks/infografis materi 'Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan' pada buku siswa halaman 28 mengenai peristiwa perumusan naskah di rumah Maeda, kesepakatan penandatanganan naskah oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia, pengetikan oleh Sayuti Melik, hingga pembacaan teks di Pegangsaan Timur No. 56 (15 menit).
  • Murid menyimak penegasan guru mengenai kedudukan proklamasi sebagai gerbang kemerdekaan dan titik penentu yang mengesahkan lahirnya negara berdaulat yang berlandaskan Pancasila (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid mengikuti tantangan 'Kuis Kartu Kronologi Detik Proklamasi' dengan menyusun dan mengidentifikasi 4 kartu peristiwa secara urut: Kartu 1 (Penyusunan naskah proklamasi oleh Sukarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo di rumah Laksamana Maeda), Kartu 2 (Usulan Sukarni bahwa naskah ditandatangani Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia), Kartu 3 (Pengetikan naskah proklamasi oleh Sayuti Melik), Kartu 4 (Pembacaan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta) (acuan urutan runtut: 1-2-3-4) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 4 butir soal identifikasi fakta peristiwa detik-detik proklamasi: (1) Tokoh perumus konsep teks proklamasi (acuan: Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Achmad Soebardjo); (2) Tokoh yang mengusulkan penandatangan naskah atas nama bangsa Indonesia (acuan: Sukarni); (3) Tokoh juru ketik naskah proklamasi (acuan: Sayuti Melik); (4) Alasan proklamasi menjadi titik penentu kedudukan Pancasila (acuan: proklamasi menandai lahirnya negara berdaulat sehingga Pancasila dapat ditetapkan secara resmi sebagai dasar negara) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Bersama guru, murid mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci jawaban dan mengidentifikasi bagian alur peristiwa yang sudah dipahami dengan tepat maupun yang masih perlu diperjelas (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan sebagai peristiwa penting kelahiran Indonesia merdeka yang berdasar Pancasila (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk mempelajari materi sidang PPKI 18 Agustus 1945 pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi bagan alur rincian tokoh-peran; murid mahir menggunakan teks bacaan naratif penuh.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca kartu kunci; murid yang sudah mahir langsung menyusun dan mengidentifikasi kaitan proklamasi dengan dasar negara secara mandiri.
  • Produk: Format jawaban lembar kerja dapat berupa tabel isian singkat maupun bagan urutan peristiwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai: (1) Tempat perumusan naskah proklamasi (acuan: Rumah Laksamana Maeda); (2) Tokoh pengetik teks naskah proklamasi (acuan: Sayuti Melik).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Kuis Kartu Kronologi Detik Proklamasi (acuan urutan tepat: Kartu 1 - Kartu 2 - Kartu 3 - Kartu 4).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Fakta Peristiwa Detik Proklamasi dengan 4 butir: (1) Tokoh perumus konsep teks (acuan: Sukarno, Moh. Hatta, Achmad Soebardjo); (2) Tokoh pengusul penandatangan naskah (acuan: Sukarni); (3) Tokoh juru ketik (acuan: Sayuti Melik); (4) Alasan proklamasi menjadi titik penentu kedudukan Pancasila (acuan: proklamasi melahirkan negara merdeka sehingga Pancasila resmi dijadikan dasar negara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan 1 peristiwa penting pada malam 16-17 Agustus 1945 sebelum pembacaan teks Proklamasi!' (acuan: perumusan konsep naskah di rumah Maeda / pengetikan teks oleh Sayuti Melik / penandatanganan naskah oleh Sukarno-Hatta).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada Kuis Kartu Kronologi Detik Proklamasi
  • Tes tertulis objektif singkat pada Lembar Kerja Identifikasi Detik-Detik Proklamasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Fakta Peristiwa Detik-Detik Proklamasi KemerdekaanMampu mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 butir fakta peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan (tokoh perumus, pengusul penandatangan, juru ketik, makna proklamasi bagi Pancasila).Mampu mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir fakta peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan.Mampu mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir fakta peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan secara mandiri.Mampu mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 butir fakta peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan secara lengkap dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran detik-detik proklamasi membantu murid memahami kaitan erat antara proklamasi kemerdekaan dengan sejarah kelahiran Pancasila?
  • Apakah kegiatan tantangan kuis kartu kronologi efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman murid?

Murid:

  • Peristiwa atau tokoh mana dalam detik-detik proklamasi yang paling berkesan bagi kalian?
  • Mengapa menurut kalian Indonesia harus memproklamasikan kemerdekaan sebelum menetapkan Pancasila sebagai dasar negara?

Pertemuan 6 — Mendeskripsikan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.6 Mendeskripsikan penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI pada sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik kesiapan: (1) Kapan sidang PPKI menetapkan Pancasila dan UUD 1945? (acuan: 18 Agustus 1945); (2) Apa bunyi sila pertama sebelum diubah pada sidang PPKI? (acuan: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks materi penetapan dasar negara dalam sidang PPKI pada Buku Siswa (halaman 39-41), lalu mencermati 3 peristiwa kunci penetapan: (1) Latar belakang aspirasi tokoh Indonesia bagian timur melalui opsir Kaigun yang disampaikan kepada Drs. Mohammad Hatta; (2) Musyawarah pendahuluan Hatta bersama tokoh Islam (Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, Teuku Moh. Hasan); (3) Pengesahan rumusan Pembukaan UUD 1945 yang memuat lima sila Pancasila yang sah dan final (15 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan fakta sejarah mengenai perubahan kalimat sila pertama menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' sebagai wujud komitmen persatuan nasional (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Menyusun Kronologi dan Fakta Sidang PPKI' menggunakan 4 kartu peristiwa: Kartu A (Pemberitahuan keberatan warga Indonesia timur terkait 7 kata sila pertama), Kartu B (Musyawarah lobi tokoh Islam oleh Mohammad Hatta sebelum sidang pleno), Kartu C (Rapat pleno pengesahan Pembukaan UUD 1945 yang memuat rumusan Pancasila resmi), Kartu D (Pengesahan Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden). Setiap pasangan mengurutkan kartu kronologis dan melengkapi deskripsi peran tokoh dalam lembar kerja (acuan urutan: A -> B -> C -> D) (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri menuliskan refleksi deskriptif singkat 1 paragraf mengenai hikmah musyawarah dan sikap kebesaran hati para pendiri bangsa dalam penetapan dasar negara pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan alur penetapan Pancasila sebagai dasar negara yang sah dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945 (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pembelajaran, menyampaikan rencana asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, serta menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi kronologis terstruktur untuk kelompok yang memerlukan scaffolding dan dokumen notula historis ringkas sidang PPKI untuk kelompok mahir.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyusun kartu berurutan kronologis, sedangkan murid mahir mendeskripsikan dampak perubahan redaksi sila pertama secara mandiri.
  • Produk: Format deskripsi hasil rekonstruksi dapat disajikan dalam bentuk bagan urutan kronologis berpola panah atau paragraf deskripsi sistematis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik singkat lisan: (1) Pada tanggal berapa PPKI menetapkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945? (acuan: 18 Agustus 1945); (2) Sebutkan 7 kata rumusan Piagam Jakarta yang diubah pada sidang PPKI! (acuan: 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya').

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja LKPD aktivitas berpasangan mengurutkan 4 kartu peristiwa (A, B, C, D) dan mendeskripsikan penetapan Pancasila dalam sidang PPKI. Kunci acuan: Urutan benar A-B-C-D; Tokoh musyawarah lobi: Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, Teuku Moh. Hasan; Hasil kesepakatan: Sila pertama diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dan disahkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal uraian: (1) Deskripsikan latar belakang perubahan sila pertama dari rumusan Piagam Jakarta menuju rumusan final PPKI! (acuan: adanya keberatan pemeluk agama lain di Indonesia bagian timur yang disampaikan opsir Kaigun kepada Hatta, sehingga diputuskan musyawarah demi menjaga persatuan); (2) Deskripsikan hasil keputusan sidang PPKI 18 Agustus 1945 terkait dasar negara! (acuan: Menetapkan UUD 1945 yang di dalam alinea keempat Pembukaannya termaktub lima sila Pancasila yang sah).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja penyusunan urutan kronologis 4 kartu peristiwa sidang PPKI
  • Pemeriksaan lembar kerja deskripsi penetapan Pancasila dalam sidang PPKI

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Deskripsi Penetapan Pancasila dalam Sidang PPKIBelum mampu mendeskripsikan kronologi dan latar belakang perubahan rumusan dasar negara dalam sidang PPKI (0-1 peristiwa tepat dari 3 peristiwa acuan).Mampu mendeskripsikan latar belakang perubahan rumusan sila pertama atau pengesahan dasar negara dalam sidang PPKI namun belum runtut (2 peristiwa tepat dari 3 peristiwa acuan: latar belakang keberatan Indonesia timur, musyawarah tokoh Islam, pengesahan Pembukaan UUD 1945).Mampu mendeskripsikan seluruh 3 peristiwa kunci penetapan Pancasila dalam sidang PPKI (latar belakang keberatan, musyawarah kompromi tokoh, dan penetapan resmi dalam Pembukaan UUD 1945) secara runtut dan tepat sesuai acuan materi.Mampu mendeskripsikan seluruh 3 peristiwa kunci penetapan Pancasila dalam sidang PPKI secara runtut, tepat, mandiri, serta mengaitkan peran kompromi para tokoh bangsa secara mendalam tanpa bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mendeskripsikan secara runtut perubahan rumusan sila pertama dalam sidang PPKI?
  • Apakah tantangan berpasangan mengurutkan kartu peristiwa efektif membantu murid memahami jalannya sidang PPKI 18 Agustus 1945?

Murid:

  • Apa hal paling penting yang saya pelajari tentang sikap para tokoh bangsa saat sidang PPKI menetapkan dasar negara?
  • Bagian mana dari proses sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yang paling berkesan bagi saya?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.1 Mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK dalam sejarah kelahiran Pancasila
  • TP 7.1.2 Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPK pada sejarah kelahiran Pancasila
  • TP 7.1.3 Mendeskripsikan proses perumusan rancangan dasar negara oleh Panitia Sembilan dalam sejarah kelahiran Pancasila
  • TP 7.1.4 Mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam rangkaian sejarah kelahiran Pancasila
  • TP 7.1.5 Mengidentifikasi peristiwa detik-detik proklamasi sebagai titik penentu dalam sejarah kelahiran Pancasila
  • TP 7.1.6 Mendeskripsikan penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI pada sejarah kelahiran Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid dan ketertiban ruang kelas untuk menciptakan suasana tertib dan fokus (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab Sejarah Kelahiran Pancasila serta membagikan Lembar Jawaban dan Naskah Asesmen Tertulis Terpadu (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk pengerjaan Bagian 1 (Proses Perumusan: BPUPK, Tokoh Dasar Negara, dan Panitia Sembilan) dan Bagian 2 (Pengesahan dan Penetapan: PPKI, Proklamasi, dan Sidang PPKI 18 Agustus 1945) serta mengecek kelengkapan naskah secara mandiri (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara individual dan serentak mengerjakan Asesmen Tertulis Bagian 1 selama 33 menit dengan rincian soal: (1) Esai latar belakang BPUPK (acuan: janji Koiso, posisi Jepang terdesak Perang Pasifik, pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai pada 1 Maret 1945 dan diresmikan 29 April 1945 untuk menyelidiki hal penting kemerdekaan); (2) Tabel identifikasi gagasan rumusan 3 tokoh pendiri bangsa (acuan: M. Yamin 29 Mei 1945: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat; Soepomo 31 Mei 1945: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, Keadilan rakyat; Sukarno 1 Juni 1945: Kebangsaan Indonesia/Nasionalisme, Internasionalisme/Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan); (3) Uraian kompromi Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 (acuan: penjembatan kelompok kebangsaan dan Islam terkait sila Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) (33 menit).
  • Murid secara individual dan serentak mengerjakan Asesmen Tertulis Bagian 2 selama 33 menit dengan rincian soal: (4) Uraian peran pembentukan PPKI pada 7 Agustus 1945 (acuan: menggantikan BPUPK yang dibubarkan, mempersiapkan kemerdekaan secara konkret sebagai badan representasi bangsa Indonesia); (5) Refleksi tertulis arti penting peristiwa detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945 bagi kelahiran dasar negara (acuan: peristiwa Rengasdengklok mendesak kemerdekaan mandiri tanpa campur tangan Jepang, pembacaan teks proklamasi menandai lahirnya negara berdaulat yang memerlukan dasar hukum/negara yang sah); (6) Analisis telaah penetapan Pancasila dalam Sidang PPKI 18 Agustus 1945 (acuan: perubahan sila pertama atas usul warga Indonesia Timur demi persatuan bangsa, pengesahan UUD 1945 yang memuat Pancasila sah dalam Pembukaan Alinea IV) (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan lembar jawaban yang telah selesai dan melakukan refleksi singkat berkesadaran tentang pengalaman belajar sepanjang bab Sejarah Kelahiran Pancasila serta kejujuran dalam menyelesaikan asesmen sumatif (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi pelaksanaan asesmen, mengapresiasi integritas murid selama asesmen berlangsung, dan memberikan gambaran materi bab berikutnya tentang penerapan nilai-nilai Pancasila (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Naskah asesmen sumatif menggunakan tata letak berjarak lega dan cetakan jelas agar dapat diakses murid dengan keterbatasan daya lihat tanpa mengubah substansi soal.
  • Proses: Penyediaan meja baris depan dan pendampingan pembacaan instruksi bagi murid dengan hambatan konsentrasi atau sensori tanpa memberi bantuan jawaban.
  • Produk: Format respons seragam berupa lembar jawaban tertulis sesuai acuan ATP.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Tes tertulis terpadu berbasis lembar kerja asesmen: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat uraian latar belakang BPUPK, tabel identifikasi gagasan para tokoh dasar negara, uraian kompromi Panitia Sembilan, peran pembentukan PPKI, refleksi singkat makna proklamasi bagi dasar negara, serta telaah penetapan Pancasila dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945
  • tes tertulis serentak bagian 1 (proses perumusan): Lembar jawaban tertulis yang memuat esai singkat latar belakang BPUPK, tabel isian identifikasi gagasan rumusan para pendiri bangsa, dan uraian kompromi kebangsaan Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta yang dikerjakan serentak seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik dan pedoman penskoran tertulis)
  • tes tertulis serentak bagian 2 (pengesahan dan penetapan): Lembar jawaban tertulis yang memuat uraian peran pembentukan PPKI, refleksi tertulis arti penting peristiwa detik-detik Proklamasi bagi lahirnya dasar negara, dan analisis penetapan Pancasila pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 yang dikerjakan serentak seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik dan pedoman penskoran tertulis)

Sumatif:

  • Tes tertulis terpadu berbasis lembar kerja asesmen: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat uraian latar belakang BPUPK, tabel identifikasi gagasan para tokoh dasar negara, uraian kompromi Panitia Sembilan, peran pembentukan PPKI, refleksi singkat makna proklamasi bagi dasar negara, serta telaah penetapan Pancasila dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945
  • tes tertulis serentak bagian 1 (proses perumusan): Lembar jawaban tertulis yang memuat esai singkat latar belakang BPUPK, tabel isian identifikasi gagasan rumusan para pendiri bangsa, dan uraian kompromi kebangsaan Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta yang dikerjakan serentak seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik dan pedoman penskoran tertulis)
  • tes tertulis serentak bagian 2 (pengesahan dan penetapan): Lembar jawaban tertulis yang memuat uraian peran pembentukan PPKI, refleksi tertulis arti penting peristiwa detik-detik Proklamasi bagi lahirnya dasar negara, dan analisis penetapan Pancasila pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 yang dikerjakan serentak seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik dan pedoman penskoran tertulis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan latar belakang pembentukan BPUPK (TP 7.1.1)Belum mampu mendeskripsikan alasan pembentukan BPUPK (0 unsur tepat).Mendeskripsikan 1 unsur latar belakang pembentukan BPUPK (tepat 1 dari 3 unsur: posisi terdesak Jepang dalam Perang Pasifik, janji kemerdekaan Perdana Menteri Koiso, atau tugas penyelidikan persiapan kemerdekaan).Mendeskripsikan 2 unsur latar belakang pembentukan BPUPK (tepat 2 dari 3 unsur: posisi terdesak Jepang dalam Perang Pasifik, janji kemerdekaan Perdana Menteri Koiso, atau tugas penyelidikan persiapan kemerdekaan).Mendeskripsikan secara lengkap 3 unsur latar belakang pembentukan BPUPK (posisi terdesak Jepang dalam Perang Pasifik, janji kemerdekaan Perdana Menteri Koiso, dan tugas penyelidikan persiapan kemerdekaan secara tepat).
Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPK (TP 7.1.2)Belum mampu mengidentifikasi gagasan dari ketiga tokoh dasar negara secara tepat (0 tokoh tepat).Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara secara tepat dari 1 tokoh (tepat 1 dari 3 tokoh: M. Yamin [Peri Kebangsaan, Kemanusiaan, Ketuhanan, Kerakyatan, Kesejahteraan], Soepomo [Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir-batin, Musyawarah, Keadilan rakyat], atau Sukarno [Kebangsaan, Internasionalisme, Mufakat, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan]).Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara secara tepat dari 2 tokoh (tepat 2 dari 3 tokoh: M. Yamin, Soepomo, atau Sukarno).Mengidentifikasi gagasan rumusan dasar negara secara tepat dan lengkap dari seluruh 3 tokoh (M. Yamin, Soepomo, dan Sukarno).
Mendeskripsikan kompromi perumusan rancangan dasar negara Panitia Sembilan (TP 7.1.3)Belum mampu mendeskripsikan proses kompromi Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta.Mendeskripsikan perumusan rancangan oleh Panitia Sembilan namun belum menyebutkan titik kompromi antargolongan kebangsaan dan Islam.Mendeskripsikan proses perumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dengan menyebutkan kompromi antargolongan kebangsaan dan Islam namun uraian rumusan sila ketuhanan belum lengkap.Mendeskripsikan secara tepat kompromi antargolongan kebangsaan dan Islam dalam Panitia Sembilan yang melahirkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 (termasuk rumusan ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya).
Mendeskripsikan peran pembentukan PPKI (TP 7.1.4)Belum mampu mendeskripsikan peran pembentukan PPKI dalam sejarah Pancasila.Mendeskripsikan pembentukan PPKI hanya sebatas tanggal pembentukan (7 Agustus 1945) tanpa mengaitkan perannya menggantikan BPUPK.Mendeskripsikan peran PPKI menggantikan BPUPK untuk mempersiapkan kemerdekaan namun belum menguraikan posisinya sebagai badan perwakilan bangsa.Mendeskripsikan secara lengkap peran PPKI menggantikan BPUPK dalam mempersiapkan kemerdekaan dan kelengkapan negara sebagai representasi bangsa Indonesia.
Mengidentifikasi peristiwa detik-detik Proklamasi bagi lahirnya dasar negara (TP 7.1.5)Belum mampu mengidentifikasi kaitan peristiwa Proklamasi dengan urgensi dasar negara.Mengidentifikasi peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 sebatas waktu dan pembacaan teks tanpa mengaitkan dengan status dasar negara.Mengidentifikasi peristiwa Proklamasi sebagai titik peralihan berdirinya negara merdeka yang menuntut segera ditetapkannya dasar negara.Mengidentifikasi secara komprehensif peristiwa Proklamasi (Rengasdengklok hingga pembacaan teks 17 Agustus 1945) sebagai titik penentu berdirinya negara berdaulat yang mewajibkan pengesahan dasar negara secara formal.
Mendeskripsikan penetapan Pancasila dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945 (TP 7.1.6)Belum mampu mendeskripsikan hasil penetapan Pancasila dalam sidang PPKI.Mendeskripsikan sidang PPKI 18 Agustus 1945 sebatas mengesahkan UUD tanpa menyebut perubahan rumusan sila Pancasila.Mendeskripsikan pengesahan Pembukaan UUD 1945 Alinea IV dan menyebut perubahan sila pertama tetapi belum menjelaskan latar belakang perubahan demi persatuan bangsa.Mendeskripsikan secara utuh penetapan Pancasila dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945, mencakup perubahan sila pertama demi menjaga persatuan bangsa Indonesia serta pengesahan Pembukaan UUD 1945 sebagai rumusan yuridis sah dasar negara.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit (2 x 40 menit) cukup bagi seluruh murid untuk menuntaskan kedua bagian asesmen sumatif tertulis?
  • Bagian soal manakah yang menunjukkan tingkat pemahaman konsep paling mendalam atau paling banyak memicu miskonsepsi pada murid?

Murid:

  • Materi mana dari proses kelahiran Pancasila (BPUPK, Panitia Sembilan, Proklamasi, atau PPKI) yang paling saya kuasai dan jelaskan dengan lancar?
  • Sikap teladan apa dari para pendiri bangsa yang paling menginspirasi saya saat mempelajari sejarah lahirnya Pancasila?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
  3. Set kartu berpasangan peristiwa sejarah pembentukan BPUPK
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Deskripsi Latar Belakang BPUPK
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023
  6. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023
  7. Lembar Kerja Pasangan Kartu Gagasan Tokoh BPUPK (Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno)
  8. Kartu Kronologi Peristiwa 'Jejak Panitia Sembilan'
  9. Lembar Kerja Murid (LKPD) Deskripsi Panitia Sembilan
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023)
  11. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023, Bab 1 Halaman 20)
  12. Set kartu tantangan fakta PPKI
  13. Lembar Kerja Diskusi Peran Pembentukan PPKI
  14. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1 hlm. 26-28
  15. Salinan Gambar/Foto Teks Proklamasi Otentik tulisan tangan dan ketikan Sayuti Melik
  16. Set kartu kronologi peristiwa detik-detik proklamasi
  17. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023)
  18. Set Kartu Kronologis Sidang PPKI 18 Agustus 1945
  19. Lembar Kerja Murid (LKPD) Penetapan Dasar Negara
  20. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  21. Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  22. Naskah Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 1 Sejarah Kelahiran Pancasila Bagian 1 dan Bagian 2

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.