MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C) Topik: Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan di Lingkungan Sekitarku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan di Lingkungan Sekitarku |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan pentingnya musyawarah sebagai cara membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan keluarga dan sekolah
- Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan dan membuat aturan bersama di lingkungan sekitarnya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat keluarga atau teman-teman di sekolah berselisih pendapat? Bagaimana cara menyelesaikannya?
- Apakah semua keputusan harus diambil oleh satu orang saja, atau bisa diputuskan bersama-sama?
- Mengapa musyawarah penting untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang musyawarah di rumah atau sekolah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami pentingnya musyawarah dan mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan
- Guru menyampakan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang musyawarah
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau menceritakan contoh kasus sederhana: keluarga ingin memilih tempat liburan, atau kelas ingin memilih ketua kelas baru
- Murid diminta mengamati dan mengidentifikasi bagaimana keputusan diambil dalam kasus tersebut
- Guru membimbing diskusi kelas tentang pengertian musyawarah: proses pembahasan bersama untuk mencapai keputusan bersama
- Murid mencatat pentingnya musyawarah: mendapatkan keputusan yang adil, menghormati pendapat setiap orang, menciptakan kesepakatan yang diterima semua pihak
- Guru menjelaskan langkah-langkah musyawarah: menyampaikan persoalan, mendengarkan pendapat semua pihak, mencari solusi bersama, membuat kesepakatan
- Murid membaca contoh musyawarah di buku siswa dan mengidentifikasi sikap-sikap yang diperlukan saat bermusyawarah
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
- Setiap kelompok diminta memilih satu tema musyawarah yang relevan dengan kehidupan mereka, misalnya: membuat jadwal piket kelas, menentukan aturan permainan di jam istirahat, atau merencanakan kegiatan ulang tahun teman
- Murid dalam kelompok membagi peran: pemimpin musyawarah (moderator), notulen, dan peserta musyawarah
- Setiap kelompok merancang skenario musyawarah: tema persoalan, pendapat yang berbeda, dan proses mencapai kesepakatan
- Kelompok menuliskan skenario di kertas: tema, peran masing-masing anggota, dan alur musyawarah yang akan dipraktikkan
- Setiap kelompok mempraktikkan simulasi musyawarah sesuai skenario yang telah dirancang
- Kelompok lain mengamati dan mencatat hal-hal penting dari simulasi musyawarah yang dipresentasikan
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah simulasi selesai, guru memfasilitasi diskusi kelas tentang praktik musyawarah yang sudah dilakukan
- Murid dari kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan terhadap simulasi musyawarah yang ditampilkan
- Guru membimbing murid merefleksikan pengalaman: Apa yang mudah? Apa yang sulit saat bermusyawarah? Sikap apa yang perlu diperbaiki?
- Murid menuliskan refleksi pribadi: Bagaimana saya bisa menerapkan musyawarah di rumah dan sekolah? Apa manfaat musyawarah bagi kehidupan bersama?
- Guru menegaskan pentingnya melibatkan musyawarah dalam pengambilan keputusan bersama, baik di keluarga maupun di sekolah
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: musyawarah adalah cara demokratis untuk mencapai kesepakatan yang adil dan diterima semua pihak
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan pentingnya musyawarah dan sikap yang diperlukan
- Guru memberikan penguatan positif terhadap partisipasi dan kerja sama murid selama pembelajaran
- Guru memberikan tugas rumah: murid diminta mempraktikkan musyawarah di rumah untuk menyelesaikan satu persoalan keluarga, lalu menuliskan pengalamannya
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan memberi salam
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan contoh kasus musyawarah yang lebih kompleks (misalnya konflik kepentingan di lingkungan RT). Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih, guru menyediakan panduan langkah musyawarah tertulis dan contoh kalimat untuk menyampaikan pendapat.
- Proses: Murid yang cepat dapat langsung merancang skenario musyawarah secara mandiri. Murid yang memerlukan bimbingan dapat bekerja dengan pendampingan guru lebih intensif dan diberikan template skenario musyawarah sederhana.
- Produk: Murid yang cepat dapat membuat skenario musyawarah dalam bentuk naskah drama yang lebih lengkap dengan dialog dan catatan ekspresi. Murid yang memerlukan dukungan dapat membuat skenario dalam bentuk poin-poin sederhana dengan bimbingan guru.
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid: Apa yang kalian ketahui tentang musyawarah?
- Guru meminta murid menceritakan pengalaman mereka tentang pengambilan keputusan bersama di rumah atau sekolah
- Guru mengamati pemahaman awal murid tentang konsep musyawarah melalui jawaban lisan
Proses:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas saat tahap Memahami
- Penilaian kerja kelompok saat merancang skenario musyawarah: pembagian peran, tema yang dipilih, dan kelengkapan skenario
- Observasi kinerja murid saat mempraktikkan simulasi musyawarah: kemampuan menyampaikan pendapat, mendengarkan, dan mencapai kesepakatan
- Penilaian antarteman: murid memberikan masukan terhadap simulasi kelompok lain
Akhir:- Guru meminta murid menjelaskan secara lisan: Mengapa musyawarah penting? Apa saja langkah-langkah musyawarah?
- Penilaian hasil refleksi tertulis murid tentang pengalaman mempraktikkan musyawarah dan rencana penerapannya di kehidupan sehari-hari
- Penilaian sikap murid selama pembelajaran melalui lembar observasi: kerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan tanggung jawab
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas tentang pentingnya musyawarah
- Penilaian kinerja saat murid mempraktikkan simulasi musyawarah dalam kelompok
- Penilaian proses kerja kelompok dalam merancang dan mempraktikkan musyawarah
Sumatif:- Penilaian penugasan: murid menjelaskan secara lisan atau tertulis pentingnya musyawarah dan langkah-langkahnya
- Penilaian kinerja simulasi musyawarah kelompok berdasarkan rubrik
- Penilaian refleksi tertulis murid tentang pengalaman mempraktikkan musyawarah
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman konsep musyawarah | Murid belum dapat menjelaskan pengertian musyawarah dan pentingnya dalam kehidupan | Murid dapat menjelaskan pengertian musyawarah tetapi belum memahami pentingnya secara jelas | Murid dapat menjelaskan pengertian dan pentingnya musyawarah dengan cukup baik | Murid dapat menjelaskan pengertian, pentingnya, dan memberikan contoh konkret musyawarah dalam kehidupan sehari-hari dengan lengkap dan jelas | | Praktik musyawarah (keterampilan bermusyawarah) | Murid belum dapat mempraktikkan musyawarah dan cenderung memaksakan pendapat sendiri | Murid dapat mengikuti musyawarah tetapi masih pasif dan jarang menyampaikan pendapat | Murid dapat menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan berpartisipasi aktif dalam musyawarah | Murid dapat memimpin atau berpartisipasi aktif dalam musyawarah, menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan dengan baik, dan membantu mencapai kesepakatan bersama | | Sikap menghargai pendapat orang lain | Murid tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan cenderung mendominasi | Murid mulai mendengarkan pendapat orang lain tetapi masih sulit menerima pendapat yang berbeda | Murid dapat mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda dengan pendapatnya | Murid secara konsisten mendengarkan, menghargai, dan merespons pendapat orang lain dengan sopan serta terbuka terhadap perbedaan pendapat | | Kerja sama dalam kelompok | Murid tidak dapat bekerja sama dalam kelompok dan cenderung bekerja sendiri | Murid mulai bekerja sama tetapi masih memerlukan bimbingan terus-menerus | Murid dapat bekerja sama dengan anggota kelompok dan menjalankan peran yang diberikan | Murid aktif bekerja sama, membantu anggota kelompok lain, dan berkontribusi maksimal dalam menyelesaikan tugas kelompok |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
- Apakah strategi pembelajaran sudah efektif memfasilitasi murid memahami dan mempraktikkan musyawarah?
- Bagaimana partisipasi murid selama pembelajaran? Apakah semua murid terlibat aktif?
- Apakah diferensiasi pembelajaran sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa tantangan yang dihadapi selama pembelajaran dan bagaimana mengatasinya di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang sudah saya pelajari hari ini tentang musyawarah?
- Apa yang mudah dan apa yang sulit saat mempraktikkan musyawarah?
- Sikap apa yang perlu saya perbaiki agar dapat bermusyawarah dengan baik?
- Bagaimana saya bisa menerapkan musyawarah di rumah dan sekolah?
- Apa manfaat musyawarah bagi kehidupan bersama?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V, Kemendikbudristek 2023
- Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas V, Kemendikbudristek 2023
- Kertas plano atau kertas HVS untuk menulis skenario musyawarah
- Spidol atau alat tulis
- Video atau cerita ilustrasi tentang contoh musyawarah di keluarga dan sekolah (jika tersedia)
- Lembar kerja kelompok untuk merancang skenario musyawarah
- Lembar observasi dan rubrik penilaian
|