Modul AjarPertemuan 10Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPraktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuan dan bela negara di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar
  2. Murid dapat mempraktikkan kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah sebagai wujud nyata menjaga persatuan di tengah keberagaman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau terlibat dalam kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Mengapa gotong royong penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia?
  3. Kegiatan gotong royong apa yang bisa kalian lakukan di sekolah untuk mewujudkan bela negara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kegiatan gotong royong yang pernah mereka lihat atau lakukan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari murid di lingkungan sekolah dan masyarakat

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar atau video tentang berbagai praktik gotong royong di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat
  • Murid secara individu mengidentifikasi contoh-contoh praktik gotong royong yang mereka lihat dalam tayangan tersebut
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membahas pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuan dan bela negara
  • Murid mencatat pemahaman mereka tentang makna gotong royong dan kaitannya dengan nilai persatuan di tengah keberagaman
  • Guru memberikan penguatan tentang bagaimana gotong royong menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga NKRI

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen berdasarkan kemampuan dan latar belakang
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang satu kegiatan gotong royong yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah
  • Murid dalam kelompok menyusun rencana kegiatan meliputi: nama kegiatan, tujuan, langkah pelaksanaan, pembagian tugas, dan waktu pelaksanaan
  • Setiap kelompok mempraktikkan kegiatan gotong royong yang telah dirancang (misalnya: piket kebersihan kelas, penataan taman sekolah, kerja bakti halaman, atau kegiatan lain yang disepakati)
  • Guru mendampingi dan mengobservasi proses kerja sama, komunikasi, dan pembagian peran dalam setiap kelompok
  • Murid mendokumentasikan kegiatan gotong royong yang mereka lakukan melalui foto atau catatan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan pengalaman mereka dalam mempraktikkan gotong royong di depan kelas
  • Murid lain memberikan tanggapan dan apresiasi terhadap presentasi kelompok
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: Apa pengalaman dan perasaan kalian saat bergotong royong? Apa tantangan yang dihadapi? Bagaimana cara mengatasinya?
  • Murid secara individu menuliskan refleksi pribadi tentang pembelajaran yang mereka dapatkan dan komitmen untuk terus mempraktikkan gotong royong
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai wujud bela negara dalam kehidupan sehari-hari

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuan dan bela negara
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan pengalaman praktik gotong royong mereka
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif dalam pembelajaran
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid diminta melakukan satu kegiatan gotong royong di rumah bersama keluarga dan menuliskan pengalamannya
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dan menutup dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberikan artikel atau bacaan tambahan tentang sejarah gotong royong di Indonesia, sementara murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan gambar visual sederhana dengan penjelasan singkat
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru saat berdiskusi kelompok dan menyusun rencana kegiatan. Murid yang lebih cepat dapat menjadi tutor sebaya untuk membantu teman yang membutuhkan
  • Produk: Murid dengan kemampuan tinggi dapat membuat dokumentasi kegiatan dalam bentuk poster digital atau video pendek, sedangkan murid lain dapat membuat laporan tertulis sederhana atau gambar ilustrasi kegiatan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid terkait kegiatan gotong royong di lingkungan mereka
  • Mengecek pemahaman awal murid tentang makna gotong royong dan kaitannya dengan persatuan

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati dan mengidentifikasi praktik gotong royong
  • Observasi diskusi kelompok dalam merancang kegiatan gotong royong
  • Observasi praktik gotong royong yang dilakukan murid (kerja sama, pembagian tugas, komunikasi, sikap)
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Akhir:

  • Presentasi kelompok tentang pengalaman praktik gotong royong
  • Refleksi tertulis individu tentang pembelajaran dan komitmen mempraktikkan gotong royong
  • Penilaian pemahaman murid tentang pentingnya gotong royong sebagai wujud bela negara

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas dan kerja kelompok
  • Penilaian proses saat murid mempraktikkan gotong royong (kerja sama, komunikasi, tanggung jawab)
  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman murid tentang pentingnya gotong royong

Sumatif:

  • Penilaian hasil rancangan kegiatan gotong royong kelompok
  • Penilaian praktik gotong royong (sikap, partisipasi, kerja sama)
  • Penilaian refleksi tertulis individu tentang pengalaman bergotong royong

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep gotong royong dan kaitannya dengan persatuanBelum dapat menjelaskan pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuanDapat menjelaskan pentingnya gotong royong dengan bantuan guruDapat menjelaskan pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuan dengan cukup baikDapat menjelaskan pentingnya gotong royong sebagai wujud persatuan dan bela negara dengan lengkap dan memberikan contoh konkret
Partisipasi dalam praktik gotong royongBelum terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong kelompokMulai terlibat dalam kegiatan gotong royong namun masih pasifAktif terlibat dalam kegiatan gotong royong dan mengerjakan tugas yang diberikanSangat aktif dalam kegiatan gotong royong, berinisiatif membantu teman, dan menunjukkan tanggung jawab tinggi
Kerja sama dan komunikasi dalam kelompokKesulitan bekerja sama dan berkomunikasi dengan anggota kelompokMulai dapat bekerja sama namun komunikasi masih terbatasDapat bekerja sama dengan baik dan berkomunikasi secara efektif dalam kelompokBekerja sama dengan sangat baik, komunikasi efektif, menghargai pendapat teman, dan membantu menyelesaikan konflik
Refleksi dan komitmen mempraktikkan gotong royongBelum dapat merefleksikan pengalaman dan belum menunjukkan komitmenDapat merefleksikan pengalaman dengan bantuan namun komitmen masih lemahDapat merefleksikan pengalaman dengan baik dan menunjukkan komitmen untuk mempraktikkan gotong royongMerefleksikan pengalaman secara mendalam, menunjukkan komitmen kuat, dan merencanakan tindak lanjut konkret

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif memfasilitasi murid memahami dan mempraktikkan gotong royong?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid selama pembelajaran?
  • Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana solusinya untuk pembelajaran selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang gotong royong?
  • Bagaimana perasaanmu saat bergotong royong bersama teman-teman?
  • Apa tantangan yang kamu hadapi saat bekerja dalam kelompok? Bagaimana cara mengatasinya?
  • Kegiatan gotong royong apa yang akan kamu lakukan di rumah atau di sekolah setelah pembelajaran ini?
  • Mengapa gotong royong penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V Kemendikbudristek
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas V Kemendikbudristek
  3. Video atau gambar tentang praktik gotong royong di berbagai lingkungan
  4. Alat kebersihan untuk praktik gotong royong (sapu, pel, kain lap, ember, dll)
  5. Lembar kerja untuk merancang kegiatan gotong royong
  6. Alat dokumentasi (kamera/HP untuk mendokumentasikan kegiatan)
  7. Papan tulis/flipchart untuk presentasi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.