Modul AjarBab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 4: Aku dan Lingkungan Sekitarku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 5 untuk Bab 4 "Aku dan Lingkungan Sekitarku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 4: Aku dan Lingkungan Sekitarku

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 4 — Aku dan Lingkungan Sekitarku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 4 — Aku dan Lingkungan Sekitarku
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  4. TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa nama kabupaten atau kota tempat tinggal dan sekolah kita berada?
  2. Di manakah letak kabupaten/kota kita jika dilihat pada peta Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  3. Jika kita berjalan terus ke arah utara dari kabupaten/kota kita, wilayah atau bentang alam apa yang akan kita jumpai?
  4. Mengapa setiap kabupaten atau kota di Indonesia memiliki batas wilayah yang jelas dengan daerah di sekitarnya?
  5. Jika wilayah kabupaten/kota diibaratkan sebuah pohon besar, apa sajakah bagian ranting dan daun di bawahnya?
  6. Bagaimana susunan tingkatan wilayah dari tempat tinggal kalian sampai menjadi satu kesatuan kabupaten/kota dalam NKRI?
  7. Apa saja bentang alam atau kenampakan khusus yang membedakan kabupaten dengan kota di Indonesia?
  8. Mengapa setiap kabupaten atau kota memiliki pusat pemerintahan dan batas daerah tersendiri dalam bingkai NKRI?
  9. Apakah nama provinsi tempat tinggal kita saat ini?
  10. Di pulau manakah provinsi tempat tinggal kita berada pada peta Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  11. Provinsi tempat tinggal kita terdiri atas beberapa kabupaten dan kota, apa sajakah batas wilayah provinsi kita di arah utara, selatan, timur, dan barat?
  12. Bagaimana posisi sebaran kabupaten atau kota tempat tinggal kita di dalam peta provinsi tempat tinggal kita?
  13. Apa saja bentang alam utama (seperti pegunungan, dataran rendah, atau pesisir) yang ada di provinsi tempat tinggal kita?
  14. Bagaimana bentang alam di provinsi kita menunjukkan kekayaan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  15. Di manakah posisi letak provinsi tempat tinggal kita pada peta Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  16. Bagaimana posisi provinsi tempat tinggal kita terhubung dengan provinsi lain di wilayah NKRI?
  17. Bagaimana suasana kelas ketika kita membersihkan ruangan secara bersama-sama dibanding sendirian?
  18. Mengapa kegiatan membersihkan ruang kelas bersama teman dapat mempererat persatuan dan menjadi wujud bela negara di sekolah?
  19. Bagaimana merawat tanaman dan halaman sekolah bersama teman dapat mempererat rasa persatuan di sekolah kita?
  20. Apa contoh tindakan nyata saat bergotong royong merawat taman sekolah yang menunjukkan sikap bela negara?
  21. Apa yang terjadi pada fasilitas belajar bersama di kelas kita jika semua orang membiarkannya berantakan?
  22. Bagaimana merapikan rak buku dan sudut belajar bersama teman dapat mempererat rasa persatuan di sekolah kita sebagai bentuk bela negara?
  23. Mengapa sudut kebersihan di sekolah perlu kita kelola secara bersama-sama?
  24. Bagaimana kerja sama merawat sudut kebersihan dapat mempererat persatuan dan membela kerukunan sekolah?
  25. Apa kegiatan yang biasa dilakukan bersama oleh warga di lingkungan RT atau RW pada hari Minggu pagi?
  26. Bagaimana ikut serta dalam kerja bakti di lingkungan sekitar dapat menjaga kerukunan dan menjadi wujud bela negara?
  27. Apa yang terjadi pada persatuan antarwarga jika saluran air di sekitar rumah tersumbat sampah dan dibiarkan begitu saja?
  28. Bagaimana bentuk perilaku gotong royong warga saat bersama-sama membersihkan saluran air di lingkungan sekitar?
  29. Fasilitas umum apa saja di lingkungan sekitar warga yang biasanya dipakai bersama-sama?
  30. Bagaimana warga bekerja sama menyiapkan fasilitas umum tersebut agar rukun dan bersatu?
  31. Apa yang biasanya dilakukan warga di sekitar rumahmu ketika ada tetangga yang sedang tertimpa musibah atau membutuhkan pertolongan?
  32. Bagaimana tindakan saling membantu antar-tetangga dapat memperkokoh persatuan warga sebagai bentuk bela negara?
  33. Apa contoh perilaku gotong royong yang dapat dilakukan warga sekitar agar lingkungan tempat tinggal tetap asri dan aman?
  34. Mengapa menjaga keasrian taman warga dan menjaga keamanan pos ronda bersama-sama merupakan bentuk bela negara?
  35. Bagaimana kita menunjukkan identitas wilayah kabupaten/kota dan provinsi kita sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI?
  36. Mengapa perilaku gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar merupakan wujud nyata bela negara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Nama dan Letak Geografis Wilayah Kabupaten/Kota Sendiri sebagai Bagian dari NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan letak wilayah pada peta NKRI untuk memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi nama dan letak geografis kabupaten/kota tempat tinggal dalam peta NKRI (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peta wilayah kabupaten/kota setempat yang ditampilkan di papan tulis (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kedudukan wilayah kabupaten/kota tempat tinggal sebagai bagian yang utuh dalam bingkai NKRI serta mengenali letak geografisnya (daratan, pesisir, pegunungan/dataran rendah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan aktivitas permainan edukatif 'Tebak Letak Daerahku' secara berpasangan dengan saling menunjuk letak pulau dan posisi perkiraan kabupaten/kota tempat tinggal pada peta buta Indonesia yang dibagikan guru (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja identifikasi wilayah untuk menuliskan nama kabupaten/kota tempat tinggal, pulau tempatnya berada, serta memilih karakteristik letak geografisnya (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi letak geografis kabupaten/kota pada peta induk NKRI (10 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan kembali nama dan letak kabupaten/kota tempat tinggal sebagai bagian integral dari NKRI (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat serta menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya tentang batas-batas wilayah kabupaten/kota (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta bertanda warna khusus dan peta kontur berlabel jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual lebih terarah.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara berpasangan atau langsung oleh guru saat menemukan letak pulau dan titik kabupaten/kota, sedangkan murid yang sudah mahir mengidentifikasi letak kabupaten/kota tetangga terdekat pada peta yang sama.
  • Produk: Murid dapat melingkari dan memberi tanda panah langsung pada peta buta atau melengkapi isian tabel identifikasi geografis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan singkat diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Sebutkan nama resmi kabupaten/kota tempat sekolah kita berada!' (acuan jawaban: menyebutkan nama kabupaten/kota setempat secara benar); (2) 'Di pulau manakah kabupaten/kota tempat tinggal kita berada dalam wilayah NKRI?' (acuan jawaban: menyebutkan nama pulau utama/kepulauan tempat kabupaten/kota berada secara tepat sesuai letak sekolah).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja mengidentifikasi 3 elemen wilayah kabupaten/kota: (1) Menuliskan nama resmi kabupaten/kota tempat tinggal (acuan: tepat sesuai nama daerah setempat); (2) Menunjukkan/menandai letak wilayah pada peta pulau/NKRI (acuan: titik/lingkaran berada pada posisi pulau dan bagian wilayah yang sesuai); (3) Menandai letak geografis utama wilayah (acuan: memilih tepat kategori daratan/pesisir/dataran tinggi sesuai kondisi nyata kabupaten/kota setempat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis di akhir pertemuan (2 butir): (1) 'Kabupaten/kota tempat tinggal kita merupakan bagian dari negara ...' (acuan jawaban: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI); (2) 'Tuliskan nama kabupaten/kota tempat tinggalmu dan sebutkan letak geografisnya (misal: di tepi pantai/pesisir, dataran rendah, atau pegunungan)!' (acuan jawaban: nama kabupaten/kota terisi benar dan kondisi bentang alam geografisnya sesuai kenyataan daerah setempat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menandai dan mengidentifikasi letak kabupaten/kota pada peta buta NKRI
  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi nama dan letak geografis kabupaten/kota

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi nama dan letak kabupaten/kota dalam bingkai NKRIBelum mampu menyebutkan nama resmi kabupaten/kota tempat tinggal dan belum dapat menunjuk letaknya pada peta wilayah NKRI.Mampu menyebutkan nama resmi kabupaten/kota tempat tinggal, namun belum tepat saat menunjuk letaknya pada peta wilayah NKRI secara mandiri.Mampu menyebutkan nama resmi kabupaten/kota tempat tinggal dan mampu menunjuk letak geografisnya pada peta pulau/NKRI dengan tepat secara mandiri.Mampu menyebutkan nama resmi kabupaten/kota tempat tinggal, menunjuk letak geografisnya pada peta NKRI secara tepat dan cepat, serta mengidentifikasi posisi bentang alamnya (pesisir/dataran rendah/pegunungan) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media peta NKRI dan peta lokal efektif membantu seluruh murid menemukan letak kabupaten/kotanya?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid selama kegiatan permainan berpasangan menemukan daerah di peta?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan letak kabupaten/kotamu pada gambar peta Indonesia?
  • Bagian mana dari kegiatan mengenali letak daerah tempat tinggal yang paling menarik bagimu?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Batas-Batas Wilayah Kabupaten/Kota dengan Wilayah Sekitarnya dalam Konteks NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyanyikan lagu nasional 'Dari Sabang Sampai Merauke' untuk menumbuhkan rasa persatuan NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menayangkan peta buta bertanda 4 arah mata angin dan meminta murid menunjukkan arah mata angin dasar: Utara (atas), Selatan (bawah), Barat (kiri), dan Timur (kanan) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi batas-batas wilayah kabupaten/kota tempat tinggal (utara, selatan, barat, timur) dengan wilayah sekitarnya dalam bingkai NKRI (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan peta resmi kabupaten/kota tempat tinggal yang dilengkapi garis batas administrasi dan tanda mata angin (5 menit).
  • Guru membimbing murid menelusuri batas wilayah berdasarkan 4 arah mata angin (sebelah utara, selatan, barat, dan timur), baik berupa batas darat/kabupaten/kota tetangga maupun batas alam seperti laut, selat, atau sungai besar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Batas Daerah' dengan mencocokkan kartu 4 arah mata angin pada peta kabupaten/kota yang dibagikan guru guna mengidentifikasi wilayah tetangga di sekelilingnya (10 menit).
  • Setiap pasangan murid melengkapi Lembar Kerja Identifikasi Batas Wilayah Kabupaten/Kota dengan menuliskan batas di 4 penjuru mata angin: batas sebelah utara, batas sebelah selatan, batas sebelah barat, dan batas sebelah timur sesuai peta yang diamati (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan batas wilayah yang telah diidentifikasi pada lembar kerja dan mendiskusikan bahwa wilayah kabupaten/kota mereka berdampingan secara damai dengan daerah lain dalam satu kesatuan NKRI (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama batas-batas wilayah kabupaten/kota di keempat arah mata angin (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan bahwa perbedaan wilayah dan batas daerah justru memperkaya serta memperkokoh keutuhan NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Peta kabupaten/kota disajikan dalam dua versi visual: peta dengan label nama kabupaten/kota tetangga yang jelas untuk kelompok yang membutuhkan perancah, dan peta garis batas tanpa label nama untuk kelompok yang sudah mahir.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan dituntun langsung oleh guru dalam membaca arah mata angin pada peta, sedangkan murid yang mandiri mengidentifikasi langsung batas wilayah secara berpasangan.
  • Produk: Murid dapat melengkapi identifikasi batas wilayah dalam bentuk tabel isian tertulis atau menempelkan label kartu nama daerah tetangga pada diagram arah mata angin.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/tunjuk cepat arah mata angin menggunakan peta panduan sederhana: Murid diminta menunjuk posisi Utara, Selatan, Barat, dan Timur pada diagram mata angin (acuan: Utara = atas, Selatan = bawah, Barat = kiri, Timur = kanan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 batas wilayah kabupaten/kota pada Lembar Kerja: (1) Batas sebelah utara, (2) Batas sebelah selatan, (3) Batas sebelah barat, dan (4) Batas sebelah timur berdasarkan peta daerah setempat (kriteria: murid tepat mengidentifikasi nama kabupaten/kota tetangga atau bentang alam pemisah di masing-masing 4 arah mata angin).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Guru menyebutkan satu arah mata angin (misalnya: 'Sebelah selatan kabupaten kita berbatasan dengan apa?'), dan murid secara serempak/bergantian menyebutkan batas wilayah yang tepat sesuai kesepakatan peta yang dipelajari.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menelusuri dan mencocokkan batas wilayah pada peta berpasangan
  • Pemeriksaan hasil pengisian Lembar Kerja Identifikasi Batas Wilayah Kabupaten/Kota

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi batas wilayah kabupaten/kota di 4 arah mata anginTepat mengidentifikasi 1 dari 4 batas wilayah kabupaten/kota (utara, selatan, barat, timur) dengan bantuan penuh guru.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 batas wilayah kabupaten/kota (utara, selatan, barat, timur) dengan arahan guru.Tepat mengidentifikasi 3 sampai 4 batas wilayah kabupaten/kota (utara, selatan, barat, timur) secara mandiri.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) batas wilayah kabupaten/kota (utara, selatan, barat, timur) secara mandiri dan dapat menunjukkan batas bentang alamnya pada peta.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media peta tematik kabupaten/kota mempermudah murid menemukan batas wilayah di keempat arah mata angin?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi batas wilayah yang paling menarik minat murid dan bagian mana yang membutuhkan bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menunjukkan arah utara, selatan, barat, dan timur pada peta daerah tempat tinggalmu?
  • Wilayah kabupaten/kota atau perairan apa yang berbatasan langsung dengan tempat tinggalmu?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Pembagian Administratif Kecamatan dan Kelurahan/Desa di Wilayah Kabupaten/Kota — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik awal: (1) 'Wilayah manakah yang posisinya berada langsung di bawah kabupaten/kota?' (acuan jawaban: kecamatan); (2) 'Wilayah manakah yang posisinya berada langsung di bawah kecamatan?' (acuan jawaban: kelurahan atau desa) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi pembagian administratif kecamatan dan kelurahan/desa sebagai bagian dari kabupaten/kota dalam bingkai NKRI (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak bagan hierarki pemerintahan daerah di papan tulis yang memperlihatkan tingkatan: Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Kelurahan/Desa sebagai kesatuan wilayah NKRI (6 menit).
  • Murid menelaah 4 kartu konsep administratif: Kartu 1 'Bupati/Walikota memimpin Kabupaten/Kota', Kartu 2 'Camat memimpin Kecamatan', Kartu 3 'Lurah memimpin Kelurahan', Kartu 4 'Kepala Desa memimpin Desa', untuk memahami struktur wilayah administratif (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan kuis tantangan 'Pasak Wilayah' (Joyful Learning) dengan mengurutkan 4 tingkat wilayah dari yang terluas ke terkecil: [1] Kabupaten/Kota, [2] Kecamatan, [3] Kelurahan/Desa, [4] Rukun Warga/Rukun Tetangga (RW/RT) (10 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi Lembar Kerja Identifikasi Administratif yang memuat 4 butir soal identifikasi: (1) Menyebutkan nama kabupaten/kota tempat sekolah berada; (2) Menyebutkan nama kecamatan tempat sekolah berada; (3) Menyebutkan nama kelurahan/desa tempat sekolah berada; (4) Menentukan urutan hierarki administratif dari tingkat terkecil ke tingkat kabupaten/kota (acuan urutan: Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> Kabupaten/Kota) (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi pada lembar kerja dan menyimpulkan bahwa setiap desa, kelurahan, dan kecamatan merupakan bagian utuh pembentuk kabupaten/kota dalam NKRI (6 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian mana dari pembagian wilayah (desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota) yang paling mudah dan paling menantang untuk dipahami (4 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid mengenai kedudukan kecamatan dan kelurahan/desa di dalam kabupaten/kota (5 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang karakteristik dan unsur wilayah kabupaten/kota serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bagan hierarki administratif bergambar alur panah jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan bertahap saat mengurutkan bagan, sedangkan murid yang sudah mahir dapat langsung menganalisis hubungan administratif hingga 3 kecamatan sekitar.
  • Produk: Format pengisian lembar kerja dapat berupa pengisian diagram alur kotak hierarki atau teks rincian berurutan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Wilayah manakah yang berada langsung di bawah kabupaten/kota?' (acuan: kecamatan); (2) 'Wilayah manakah yang berada langsung di bawah kecamatan?' (acuan: kelurahan atau desa).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi Administratif dengan 4 butir: (1) Nama kabupaten/kota tempat sekolah; (2) Nama kecamatan tempat sekolah; (3) Nama kelurahan/desa tempat sekolah; (4) Urutan tingkatan dari terkecil ke kabupaten/kota (acuan: Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> Kabupaten/Kota).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir singkat: (1) Sebutkan urutan tingkatan wilayah administratif dari unit kelurahan/desa sampai kabupaten/kota (acuan: Kelurahan/Desa -> Kecamatan -> Kabupaten/Kota); (2) Siapakah pemimpin wilayah administratif di tingkat kecamatan? (acuan: Camat).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi hierarki administratif kecamatan dan kelurahan/desa di wilayah kabupaten/kota.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Pembagian Administratif Kecamatan dan Kelurahan/DesaBelum mampu mengidentifikasi nama kecamatan, kelurahan/desa, maupun urutan hierarki wilayah administratif.Mampu mengidentifikasi 1-2 unsur pembagian administratif (misal: nama desa/kelurahan atau kecamatan) namun urutan hierarkinya belum tepat.Mampu mengidentifikasi nama kelurahan/desa, kecamatan, serta menyusun urutan hierarki administratif hingga kabupaten/kota dengan tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi seluruh pembagian administratif (desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota), menyusun urutan hierarki secara mandiri dan tepat, serta menunjukkan keterhubungannya sebagai bagian utuh NKRI.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan bagan hierarki membantu murid memahami posisi administratif kecamatan dan desa/kelurahan dalam kabupaten/kota?
  • Bagian mana dari langkah identifikasi pembagian wilayah yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa membedakan mana wilayah kecamatan dan mana wilayah kelurahan/desa?
  • Tingkatan wilayah administratif mana yang paling mudah aku kenali di sekitar tempat tinggalku?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Karakteristik dan Unsur Wilayah Kabupaten/Kota Tempat Tinggal sebagai Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi karakteristik dan unsur wilayah kabupaten/kota sebagai bagian dari NKRI (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 perbedaan utama ciri wilayah kabupaten dibanding kota!' (acuan: kabupaten umumnya memiliki wilayah pedesaan/lahan agraris lebih luas, sedangkan kota didominasi pemukiman padat/perdagangan/jasa) dan 'Sebutkan 1 unsur yang wajib ada pada suatu wilayah pemerintahan kabupaten/kota!' (acuan: wilayah/batas, penduduk/warga, atau pemerintah daerah/bupati/walikota) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan mengenai unsur pembentuk wilayah kabupaten/kota di NKRI, yang mencakup 3 unsur: (1) Wilayah darat/perairan dengan batas yang jelas, (2) Penduduk/masyarakat warga daerah, dan (3) Pusat pemerintahan daerah (bupati/walikota dan jajarannya) (10 menit).
  • Murid mencermati tabel komparasi karakteristik daerah: Kabupaten (wilayah relatif luas, sebagian besar agraris/pedesaan, dipimpin bupati) dan Kota (wilayah relatif padat, dominan perdagangan/jasa, dipimpin walikota), keduanya berkedudukan setara sebagai bagian dari NKRI (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan tebak kartu tantangan berpasangan 'Detektif Wilayah NKRI'. Setiap meja menerima Lembar Identifikasi berisi 4 profil wilayah berikut: Profil A: 'Wilayah didominasi persawahan luas dan perkebunan, dipimpin seorang bupati' -> (acuan: Karakteristik Kabupaten); Profil B: 'Pusat pertokoan rapat, gedung perkantoran jasa, dipimpin seorang walikota' -> (acuan: Karakteristik Kota); Profil C: 'Adanya batas patok resmi antara daerah X dengan daerah tetangga Y' -> (acuan: Unsur Wilayah/Batas Daerah); Profil D: 'Warga yang bermukim dan memiliki KTP di daerah setempat' -> (acuan: Unsur Penduduk Daerah). Murid mengidentifikasi dan mencocokkan setiap profil ke kategori yang tepat (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi Wilayah Kabupaten/Kota yang memuat 4 butir soal identifikasi karakteristik dan unsur wilayah tempat tinggal (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan menyadari pentingnya setiap unsur wilayah dalam menopang keutuhan NKRI (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran mengenai karakteristik pembeda kabupaten/kota serta unsur penting wilayahnya dalam bingkai NKRI (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap ketercapaian murid dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks visual bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual mengenali ciri kabupaten vs kota.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan membedakan unsur wilayah dengan karakteristik fisik, serta memberikan tambahan kartu profil analitis bagi murid yang cepat paham.
  • Produk: Murid cepat paham mengidentifikasi 4 profil disertai penunjukan unsur wilayah secara mandiri; murid yang sedang berkembang mengidentifikasi minimal 3 profil dengan bantuan tabel panduan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Sebutkan 1 perbedaan utama ciri wilayah kabupaten dibanding kota! (acuan: kabupaten berkarakter agraris/pedesaan luas, kota berkarakter jasa/pemukiman padat). (2) Sebutkan 1 unsur yang wajib ada pada wilayah kabupaten/kota! (acuan: wilayah/batas daerah, penduduk/warga, atau pemerintah daerah).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam mencocokkan 4 kartu profil 'Detektif Wilayah NKRI'. Acuan pasangan: Profil A = Karakteristik Kabupaten; Profil B = Karakteristik Kota; Profil C = Unsur Batas Wilayah; Profil D = Unsur Penduduk Wilayah.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir identifikasi: Butir 1 (karakteristik kabupaten), Butir 2 (karakteristik kota), Butir 3 (unsur pemerintahan/batas wilayah), Butir 4 (kedudukan kabupaten/kota dalam NKRI). Kriteria ketepatan: minimal 3 dari 4 butir teridentifikasi tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Murid menyebutkan status daerah tempat tinggal masing-masing (apakah kabupaten atau kota) beserta 2 ciri fisik/pemerintahan yang membuktikannya (acuan kriteria: menyebut status kabupaten/kota dengan benar sesuai daerah domisili murid beserta 2 ciri yang konsisten, misal: dipimpin bupati/walikota, dominan lahan hijau/fasilitas jasa).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik pada awal pembelajaran
  • Lembar Identifikasi profil wilayah (permainan berpasangan)
  • Lembar Kerja Mandiri identifikasi karakteristik dan unsur wilayah kabupaten/kota

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi karakteristik dan unsur wilayah kabupaten/kota sebagai bagian NKRIMurid belum mampu mengidentifikasi karakteristik maupun unsur wilayah kabupaten/kota secara tepat (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir acuan).Murid mampu mengidentifikasi sebagian kecil karakteristik atau unsur wilayah kabupaten/kota (tepat 2 butir dari 4 butir acuan).Murid mampu mengidentifikasi karakteristik dan unsur wilayah kabupaten/kota dengan tepat secara mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir acuan).Murid mampu mengidentifikasi seluruh karakteristik pembeda kabupaten/kota serta unsur wilayahnya secara lengkap dan tepat tanpa kesalahan (tepat 4 dari 4 butir acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap inti Mengaplikasi melalui permainan kartu detektif berjalan efektif dan teratur?
  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara unsur wilayah (wilayah, penduduk, pemerintah) dengan karakteristik fisiknya?

Murid:

  • Bagian mana dari ciri-ciri kabupaten dan kota yang paling mudah kamu kenali?
  • Mengapa daerah kabupaten maupun kota sama-sama penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Letak dan Nama Provinsi Tempat Tinggal sebagai Bagian dari Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenali dan menunjukkan letak serta nama provinsi tempat tinggal pada peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan memberikan pertanyaan diagnostik singkat: murid diminta menuliskan nama provinsi tempat tinggal dan nama pulau letak provinsi tersebut pada selembar kertas kecil (acuan: nama provinsi tempat sekolah/murid berada dan pulau tempat provinsi tersebut berada) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipajang di depan kelas, lalu menyimak penjelasan bahwa wilayah NKRI terbagi menjadi beberapa provinsi yang menaungi kabupaten dan kota (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan edukatif 'Tebak Pulau dan Provinsi' yang menggembirakan, di mana salah satu murid menyebutkan nama pulau besar di NKRI (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku) dan pasangannya berlomba menunjuk letak pulau tersebut pada peta dinding lalu menyebutkan minimal satu contoh nama provinsi di pulau itu (acuan: Sumatra: Aceh/Sumut/Riau/Sumbar/Jambi/Sumsel/Bengkulu/Lampung/Kep. Riau/Bangka Belitung; Jawa: Banten/DKI Jakarta/Jawa Barat/Jawa Tengah/DI Yogyakarta/Jawa Timur; Kalimantan: Kalbar/Kalteng/Kalsel/Kaltim/Kaltara; Sulawesi: Sulut/Gorontalo/Sulteng/Sulbar/Sulsel/Sultra; Nusa Tenggara: Bali/NTB/NTT; Maluku: Maluku/Maluku Utara; Papua: Papua/Papua Barat/Papua Selatan/Papua Tengah/Papua Pegunungan/Papua Barat Daya) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar kerja peta buta NKRI dan diminta mengidentifikasi provinsi tempat tinggalnya dengan melakukan 3 tugas: (1) memberi tanda silang (X) tepat pada lokasi provinsi tempat tinggalnya di peta; (2) menuliskan nama resmi provinsi tempat tinggalnya; (3) melingkari nama pulau besar tempat provinsi tersebut berada (acuan: tanda silang berada di batas wilayah provinsi sekolah setempat; nama provinsi sesuai provinsi sekolah setempat; pulau dilingkari sesuai pulau letak provinsi tersebut) (15 menit).
  • Murid mencocokkan hasil identifikasi letak provinsinya dengan peta rujukan yang ditampilkan guru di layar/papan tulis secara mandiri (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyadari posisinya sebagai warga provinsi yang merupakan bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bimbingan pertanyaan perenungan dari guru tentang pentingnya mengenal wilayah sendiri dalam kerangka NKRI (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali nama dan letak provinsi tempat tinggal sebagai salah satu kesatuan wilayah NKRI (5 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir pertemuan dan guru memberikan tindak lanjut untuk pembelajaran batas provinsi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta Indonesia berlabel nama provinsi jelas bagi murid yang memerlukan bantuan visual tambahan, serta peta buta tanpa label bagi murid yang membutuhkan tantangan.
  • Proses: Memberikan pendampingan langsung dengan menunjukkan letak pulau besar terlebih dahulu bagi murid yang kesulitan menemukan provinsinya, sementara murid yang sudah mahir dapat langsung menemukan letak provinsi secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menandai posisi provinsi dan menuliskan namanya, sedangkan murid yang cepat dapat menambahkan penanda letak ibu kota provinsi tempat tinggal pada peta.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat pada kertas kecil berisi 2 butir: (1) Sebutkan nama provinsi tempat tinggal kalian! (2) Di pulau apakah provinsi kalian berada? (acuan: butir 1 diisi nama provinsi domisili sekolah/murid; butir 2 diisi nama pulau lokasi provinsi tersebut, misalnya Jawa / Sumatra / Kalimantan / Sulawesi / Papua / Bali-Nusa Tenggara / Maluku).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pengisian lembar kerja peta: memeriksa ketepatan penandaan letak provinsi pada peta buta NKRI dan ketepatan penulisan nama provinsi tempat tinggal (acuan: tanda tepat pada wilayah provinsi setempat di peta NKRI; nama provinsi tertulis benar sesuai nama resmi provinsi tempat tinggal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat berisi 2 pertanyaan: (1) Tuliskan nama provinsi tempat tinggalmu dan nama ibu kotanya! (2) Berada di bagian pulau manakah provinsi tempat tinggalmu dalam peta NKRI? (acuan: butir 1 memuat nama provinsi tempat tinggal dan ibu kotanya secara benar; butir 2 menyebutkan nama pulau lokasi provinsi tersebut dengan benar).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan pada lembar kerja peta buta identifikasi letak dan nama provinsi tempat tinggal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Letak dan Nama Provinsi Tempat Tinggal dalam NKRIBelum mampu menunjukkan letak provinsi pada peta NKRI dan belum mampu menuliskan nama provinsi tempat tinggal dengan tepat meski telah dibimbing.Mampu menuliskan nama provinsi tempat tinggal dengan tepat, tetapi masih keliru atau membutuhkan bantuan penuh untuk menunjuk letaknya pada peta NKRI.Mampu menuliskan nama provinsi tempat tinggal secara tepat dan menandai letak provinsi pada peta NKRI secara tepat dengan sedikit bimbingan.Mampu menuliskan nama provinsi tempat tinggal secara tepat dan menandai letak provinsi pada peta NKRI secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan peta kepulauan Indonesia efektif membantu murid mengenali letak provinsi tempat tinggalnya?
  • Bagian mana dari langkah identifikasi peta yang masih menjadi kendala bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menunjukkan letak provinsi tempat tinggalmu pada peta Indonesia?
  • Hal menarik apa yang kamu pelajari tentang provinsi tempat tinggalmu hari ini?

Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Batas Wilayah dan Sebaran Kabupaten/Kota di Lingkup Provinsi Sendiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu mengidentifikasi batas-batas wilayah provinsi dan sebaran kabupaten/kota di lingkup provinsi tempat tinggal sebagai bagian NKRI (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai batas mata angin (utara, selatan, timur, barat) dan contoh kabupaten/kota tetangga pada peta provinsi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peta administrasi provinsi tempat tinggal yang ditampilkan guru di papan tulis untuk mencermati batas wilayah di keempat arah mata angin (utara, selatan, timur, barat) serta letak sebaran kabupaten dan kota (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan kartu arah mata angin dengan batas wilayah provinsi berdasarkan peta peraga kelas: batas utara, batas selatan, batas timur, dan batas barat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Jelajah Peta Provinsi' dengan mencocokkan 4 kartu petunjuk batas wilayah provinsi dan 4 kartu posisi sebaran kabupaten/kota ke bidang peta kerja (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi Batas dan Sebaran Wilayah Provinsi yang memuat 4 butir penentuan batas wilayah provinsi serta 4 butir penunjukan posisi sebaran kabupaten/kota pada peta (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi batas wilayah dan letak sebaran kabupaten/kota serta menyimpulkan bahwa seluruh kabupaten/kota bersatu membentuk wilayah provinsi dalam bingkai NKRI (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan identifikasi batas wilayah dan sebaran kabupaten/kota di provinsi (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengantar materi pertemuan berikutnya dan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta provinsi dengan penanda warna batas wilayah dan simbol arah mata angin yang lebih kontras untuk murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung menggunakan panduan kompas 4 arah mata angin saat membaca peta; murid yang sudah mahir mengidentifikasi sebaran kabupaten/kota tambahan yang saling bertetangga langsung.
  • Produk: Format penulisan lembar kerja dapat berupa pengisian tabel daftar nama wilayah batas atau penulisan label langsung pada peta buta provinsi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai arah mata angin dasar pada peta dan batas umum wilayah provinsi: (1) Menunjuk arah utara pada peta (acuan: arah atas peta menunjukkan arah utara); (2) Menyebutkan 1 wilayah atau perairan yang berbatasan langsung dengan provinsi tempat tinggal (acuan: menyebutkan tepat 1 entitas batas geografis provinsi setempat, misal laut/selat atau provinsi tetangga).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan pengerjaan lembar kerja identifikasi batas wilayah dan sebaran kabupaten/kota provinsi dengan 8 butir soal: Butir 1-4 menentukan batas utara, selatan, timur, dan barat provinsi; Butir 5-8 menentukan letak/posisi sebaran 4 kabupaten/kota (misal: kabupaten asal, kabupaten tetangga di sebelah barat, kota di bagian pesisir/tengah/timur) sesuai peta acuan provinsi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui 4 butir isian singkat batas wilayah provinsi: (1) Sebutkan batas wilayah provinsi di sebelah utara! (2) Sebutkan batas wilayah provinsi di sebelah selatan! (3) Sebutkan batas wilayah provinsi di sebelah timur! (4) Sebutkan batas wilayah provinsi di sebelah barat! (Acuan: disesuaikan dengan entitas resmi batas darat/laut provinsi sekolah berada; kriteria ketercapaian: murid menjawab tepat minimal 3 dari 4 batas mata angin yang ditanyakan).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif dan isian singkat mengidentifikasi 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, timur, barat) dan 4 posisi sebaran kabupaten/kota pada peta provinsi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Batas Wilayah ProvinsiBelum mampu mengidentifikasi batas wilayah provinsi di 4 arah mata angin (tepat 0-1 batas).Mampu mengidentifikasi 2 batas wilayah provinsi di arah mata angin dengan tepat.Mampu mengidentifikasi 3 batas wilayah provinsi di arah mata angin dengan tepat.Mampu mengidentifikasi seluruh (4) batas wilayah provinsi (utara, selatan, timur, barat) dengan tepat secara mandiri.
Identifikasi Sebaran Kabupaten/Kota di Lingkup ProvinsiBelum mampu mengidentifikasi letak dan sebaran kabupaten/kota pada peta provinsi (tepat 0-1 wilayah).Mampu mengidentifikasi posisi letak 2 kabupaten/kota pada peta provinsi dengan tepat.Mampu mengidentifikasi posisi letak 3 kabupaten/kota pada peta provinsi dengan tepat.Mampu mengidentifikasi posisi sebaran 4 kabupaten/kota pada peta provinsi dengan tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media peta administrasi provinsi membantu seluruh murid mengidentifikasi batas wilayah dan sebaran kabupaten/kota secara tepat?
  • Bagian langkah pembelajaran mana yang memerlukan penjelasan tambahan terkait orientasi arah mata angin pada peta provinsi?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menunjukkan batas wilayah provinsi tempat tinggalmu di arah utara, selatan, timur, dan barat pada peta?
  • Kabupaten atau kota apa saja yang posisinya berada di sekitar tempat tinggalmu di dalam wilayah provinsi?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Karakteristik Geografis Wilayah Provinsi Sendiri dalam Bingkai NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mengidentifikasi karakteristik geografis bentang alam provinsi sendiri sebagai bagian dari wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 3 bentang alam umum (pegunungan, dataran rendah, pantai/pesisir) pada peta/gambar provinsi untuk mengecek pemahaman awal murid (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati peta geografis provinsi dan mencermati 4 simbol karakteristik geografis: (1) warna hijau melambangkan dataran rendah, (2) warna kuning/oranye melambangkan dataran tinggi/perbukitan, (3) simbol segitiga melambangkan gunung/pegunungan, dan (4) warna biru melambangkan perairan/pesisir laut dalam bingkai NKRI (10 menit).
  • Murid mendengarkan penjelasan terarah guru mengenai karakteristik geografis bentang alam utama di provinsi tempat tinggal beserta perannya sebagai bagian dari kekayaan alam NKRI (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Bentang Alam Provinsi': murid menerima lembar kerja pencocokan berisi 4 nama objek geografis di provinsi dan mencocokkannya dengan jenis bentang alam yang tepat: (1) Wilayah pesisir/pantai -> bentang alam perairan laut; (2) Wilayah sawah/lembah landai -> bentang alam dataran rendah; (3) Wilayah perkebunan teh/lereng perbukitan -> bentang alam dataran tinggi; (4) Gunung berapi/puncak -> bentang alam pegunungan (15 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi tabel identifikasi 4 karakteristik geografis utama di provinsi tempat tinggalnya pada lembar kerja (nama bentang alam, jenis karakteristik, dan statusnya sebagai bagian dari NKRI) sesuai acuan kartu informasi yang disediakan (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil isian tabel identifikasi karakteristik geografis provinsinya dan mencocokkannya dengan acuan karakteristik bentang alam NKRI yang dipandu guru (7 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan 4 karakteristik geografis utama yang menjadi ciri bentang alam provinsi tempat tinggal dalam wilayah NKRI (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan identifikasi murid serta menutup pelajaran dengan doa dan salam penutup (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta tematik provinsi dengan kode visual warna yang jelas bagi murid yang memerlukan dukungan pengamatan visual.
  • Proses: Memberikan panduan bertahap (scaffolding) membaca legenda peta untuk murid yang membutuhkan bimbingan tambahan, serta memberikan peta kontur yang lebih detail bagi murid yang berpencapaian tinggi.
  • Produk: Murid dapat melengkapi identifikasi karakteristik geografis dengan menuliskan nama bentang alam secara langsung atau mencocokkan kartu label bentang alam pada tabel.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Guru menanyakan 3 bentang alam dasar. Acuan jawaban benar: (1) dataran rendah ditandai wilayah landai/dekat pantai, (2) pegunungan/dataran tinggi ditandai area berbukit/lereng tinggi, (3) perairan ditandai laut/sungai/danau.

Proses:

  • Observasi pengerjaan lembar kerja identifikasi 4 karakteristik geografis provinsi. Acuan jawaban benar tabel: (1) Karakteristik pesisir/pantai -> perairan/pantai provinsi; (2) Karakteristik dataran rendah -> area persawahan/pemukiman landai; (3) Karakteristik dataran tinggi -> perbukitan/pegunungan sejuk; (4) Seluruh bentang alam tersebut berada dalam kedaulatan wilayah NKRI.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat 2 butir di akhir pertemuan: (1) Sebutkan 2 bentang alam utama di provinsimu! (Acuan: menyebutkan 2 bentang alam nyata di provinsi sendiri, misal pantai/dataran rendah/pegunungan); (2) Apakah bentang alam provinsimu termasuk bagian dari wilayah NKRI? (Acuan: Ya, termasuk kekayaan alam wilayah NKRI).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja pengisian tabel identifikasi karakteristik geografis provinsi (lembar kerja mandiri).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi karakteristik geografis wilayah provinsi dalam bingkai NKRIMengidentifikasi kurang dari 2 karakteristik geografis bentang alam provinsi sendiri dengan tepat walau telah diberi bimbingan.Mengidentifikasi 2 dari 4 karakteristik geografis bentang alam provinsi sendiri dengan tepat menggunakan bantuan panduan simbol peta.Mengidentifikasi 3 sampai 4 karakteristik geografis bentang alam provinsi sendiri dalam bingkai NKRI dengan tepat secara mandiri.Mengidentifikasi 4 karakteristik geografis bentang alam provinsi sendiri dalam bingkai NKRI secara tepat, lengkap dengan letak dan keterhubungannya dengan wilayah sekitar secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan peta geografis provinsi efektif membantu murid mengenali ragam bentang alam daerahnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan pencocokan bentang alam provinsi berlangsung?

Murid:

  • Karakteristik geografis apa yang paling mudah kamu kenali di provinsi tempat tinggalmu?
  • Mengapa penting mengetahui bahwa bentang alam di provinsimu merupakan bagian dari wilayah NKRI?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Posisi Wilayah Provinsi Sendiri dan Keterhubungannya dengan Provinsi Lain di NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara berkesadaran (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan sarana belajar seperti buku tulis dan alat tulis (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: '1) Siapa yang dapat menyebutkan nama pulau tempat provinsi kita berada? 2) Sebutkan 1 nama provinsi lain yang posisinya paling dekat dengan provinsi kita!' (acuan: jawaban sesuai kondisi daerah murid, misalnya untuk DKI Jakarta -> Pulau Jawa; provinsi tetangga terdekat Jawa Barat atau Banten) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi posisi wilayah provinsi sendiri pada peta NKRI dan keterhubungannya dengan provinsi lain sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memajang peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di papan tulis dan memfasilitasi murid mengamati pulau-pulau besar dan posisi kepulauan Indonesia (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru secara terfokus mengenai cara membaca posisi geografis provinsi sendiri pada peta NKRI (arah mata angin: utara, selatan, barat, timur) dan keterhubungannya dengan provinsi-provinsi lain melalui jalur darat, penyeberangan selat, maupun laut (7 menit).
  • Murid diajak bermain 'Detektif Posisi Peta': guru menyebutkan arah mata angin dan petunjuk posisi (misal: 'Temukan provinsi di sebelah barat provinsi kita!'), murid berlomba menunjuk letaknya di peta dinding secara bergantian dan antusias (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Keterhubungan Provinsiku di NKRI' yang memuat peta buta sebagian wilayah NKRI beserta 4 butir tugas identifikasi: (1) Menandai posisi provinsi tempat tinggal sendiri dengan tanda silang (X); (2) Menuliskan 1 nama provinsi di sebelah barat/utara provinsi sendiri; (3) Menuliskan 1 nama provinsi di sebelah timur/selatan provinsi sendiri; (4) Mengidentifikasi sarana keterhubungan/penghubung wilayah (darat/jembatan/selat/laut) antara provinsi sendiri menuju provinsi tetangga tersebut (acuan: untuk Jawa Barat -> tetangga barat DKI Jakarta/Banten lewat jalan darat/tol; tetangga timur Jawa Tengah lewat jalan darat/kereta; untuk provinsi lain disesuaikan letak geografisnya) (5 menit).
  • Murid secara mandiri mencermati peta dan mengisi Lembar Kerja 'Keterhubungan Provinsiku di NKRI' dengan mengidentifikasi posisi provinsi dan keterhubungannya dengan tepat (12 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja murid, memberikan bimbingan individual bagi yang memerlukan penegasan letak mata angin pada peta (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua orang murid membacakan hasil pengisian lembar kerjanya mengenai posisi provinsi dan keterhubungannya dengan provinsi tetangga, sementara murid lain mencocokkan hasil identifikasinya (5 menit).
  • Guru memfasilitasi murid merenungkan makna keterhubungan wilayah: bahwa tidak ada provinsi yang berdiri sendiri, semua terhubung dan saling melengkapi sebagai satu kesatuan wilayah NKRI (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan singkat mengenai posisi provinsi sendiri dan posisinya yang terhubung erat dengan provinsi lain dalam wilayah NKRI (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas ketelitian murid dalam membaca posisi wilayah pada peta (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan peta regional pulau setempat dengan label nama provinsi yang jelas; murid yang telah mahir diberikan peta umum NKRI berskala lebih luas.
  • Proses: Murid yang kesulitan menentukan arah mata angin dibantu dengan penanda mata angin (U-S-B-T) langsung pada lembar petanya; murid yang cepat bekerja secara mandiri.
  • Produk: Murid mengidentifikasi minimal 2 provinsi tetangga dan jalur keterhubungannya (darat/laut); murid yang mahir dapat menambahkan identifikasi hingga 3-4 provinsi tetangga di sekitarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 1) 'Di pulau manakah provinsi tempat tinggal kita berada?' (acuan: nama pulau tempat domisili sekolah, misal Pulau Jawa / Sumatera / Kalimantan / Sulawesi / Papua / Bali-Nusa Tenggara / Maluku); 2) 'Sebutkan 1 provinsi lain yang paling dekat dengan provinsi kita!' (acuan: provinsi yang berbatasan langsung atau terdekat secara geografis).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menunjuk posisi provinsi pada peta NKRI dalam aktivitas 'Detektif Posisi Peta'.
  • Pemeriksaan ketercapaian identifikasi pada Lembar Kerja 'Keterhubungan Provinsiku di NKRI' yang meliputi: penandaan letak provinsi sendiri, penyebutan 2 provinsi sekitar sesuai arah mata angin, serta identifikasi jenis keterhubungan wilayah (darat/laut/selat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir lembar kerja: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif-konseptual: 'Mengapa posisi provinsi kita saling terhubung dan membutuhkan provinsi lain di Indonesia?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa provinsi-provinsi di Indonesia saling terhubung untuk saling membantu/melengkapi kebutuhan barang, transportasi, dan bersatu dalam NKRI).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai nama pulau dan provinsi terdekat.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Detektif Posisi Peta'.
  • Pemeriksaan lembar kerja tertulis 'Keterhubungan Provinsiku di NKRI' (identifikasi posisi dan keterhubungan dengan provinsi lain).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Posisi Wilayah Provinsi Sendiri pada Peta NKRIBelum mampu menunjukkan letak posisi provinsi tempat tinggal sendiri pada peta NKRI.Mampu menunjukkan letak posisi provinsi tempat tinggal sendiri pada peta NKRI dengan bimbingan dan arahan guru.Mampu mengidentifikasi dan menandai letak posisi wilayah provinsi tempat tinggal sendiri pada peta NKRI secara tepat dan mandiri.Mampu mengidentifikasi dan menandai letak posisi wilayah provinsi tempat tinggal sendiri pada peta NKRI dengan sangat cepat, tepat, dan menjelaskan posisinya terhadap pulau besar sekitarnya secara mandiri.
Identifikasi Keterhubungan Wilayah Provinsi Sendiri dengan Provinsi Lain di NKRIBelum mampu menyebutkan provinsi tetangga dan bentuk keterhubungannya dengan provinsi sendiri.Mampu menyebutkan 1 provinsi tetangga di sekitar provinsi sendiri namun belum tepat mengidentifikasi jalur keterhubungannya (darat/laut).Mampu mengidentifikasi minimal 2 provinsi lain di sekitarnya serta jalur keterhubungannya (darat/penyeberangan laut) dengan tepat.Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 provinsi lain di sekitarnya lengkap dengan arah mata angin dan seluruh jalur keterhubungannya (darat, laut, atau udara) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media peta NKRI sudah cukup jelas membantu murid melihat keterhubungan wilayah antarprovinsi?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling memicu antusiasme murid dalam memahami posisi geografis provinsinya?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menemukan letak provinsi tempat tinggalku pada peta Indonesia?
  • Provinsi apa saja yang berada di dekat provinsiku dan bagaimana kita bisa bepergian ke sana?

Pertemuan 9 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Membersihkan Ruang Kelas untuk Menjaga Persatuan Sekolah sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menampilkan 3 situasi: (1) Menyapu lantai kelas bersama regu piket; (2) Duduk diam membiarkan teman piket menyapu sendirian; (3) Membagi tugas mengelap papan tulis dan merapikan meja guru bersama teman. Murid diminta mengangkat kartu jempol ke atas untuk perilaku gotong royong dan jempol ke bawah untuk bukan gotong royong (acuan: situasi 1 dan 3 adalah perilaku gotong royong, situasi 2 bukan gotong royong) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan ruang kelas untuk menjaga persatuan sekolah sebagai wujud bela negara (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati teks singkat dan gambar situasi tentang piket kelas bersama serta mengamati penjelasan guru mengenai pembagian peran saat membersihkan kelas (menyapu, mengepel, mengelap meja, merapikan papan tulis) demi kenyamanan dan kerukunan bersama (acuan materi: gotong royong membersihkan kelas menciptakan persatuan dan mencerminkan bela negara di sekolah) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu tugas kebersihan dengan perannya dalam menjaga persatuan: (1) Menyapu lantai bersama -> lingkungan bebas debu dan adil; (2) Merapikan meja belajar bersama -> ruang belajar tertata rapi tanpa membebani satu orang; (3) Menghapus papan tulis dan membuang sampah bersama -> kelas siap pakai dan kompak; (4) Menata sudut baca bersama -> ruang bersama terawat dengan saling membantu (acuan: seluruh pasangan tepat mencerminkan kerja sama) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi kelas ke dalam 4 kelompok gotong royong dan meluncurkan tantangan permainan simulasi kooperatif 'Operasi Bersih Bersatu Kelas 5' selama 15 menit dengan pembagian zona: Zona Papan Tulis & Meja Guru, Zona Meja-Kursi Murid Bagian Depan, Zona Meja-Kursi Murid Bagian Belakang, dan Zona Sudut Baca & Tempat Sampah (15 menit).
  • Setiap kelompok mempraktikkan langsung pembagian peran gotong royong membersihkan zona masing-masing: ada yang menyapu lantai, merapikan letak meja-kursi, mengelap permukaan meja, serta memilah dan membuang sampah ke tempatnya secara rukun dan kompak tanpa saling menyalahkan (acuan pengamatan: setiap anggota mengambil satu peran aktif, bekerja sama tanpa bertengkar, dan zona bersih rapi) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap murid duduk melingkar dalam kelompok zona masing-masing, memeriksa kebersihan hasil kerja gotong royong mereka, dan mengungkapkan satu tindakan bantuan yang telah diberikan kepada teman saat membersihkan kelas (acuan kriteria refleksi: murid menyebutkan peran konkret saling membantu yang dilakukan di zonanya) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gotong royong membersihkan ruang kelas membuat pekerjaan cepat tuntas, menjaga persatuan antarwarga kelas, dan merupakan wujud nyata bela negara di sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kekompakan seluruh kelompok, mengingatkan pembiasaan piket setiap hari, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual daftar periksa (checklist) kebersihan zona berupa simbol/gambar bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan pembagian tugas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mengambil peran pembersihan tertentu, sedangkan murid yang mandiri membagi peran dalam kelompok secara swakelola.
  • Produk: Kelompok menunjukkan hasil kerja gotong royong secara langsung berupa zona kelas yang bersih, rapi, dan terawat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengidentifikasi 3 pernyataan situasi piket kelas dengan memilih 'Gotong Royong' atau 'Bukan Gotong Royong': (1) Menyapu ruang kelas bersama regu piket hingga tuntas; (2) Duduk bermain di sudut kelas saat teman lain mengangkat kursi; (3) Mengangkat dan merapikan meja bersama teman agar kelas tertata. Acuan jawaban benar: (1) Gotong Royong; (2) Bukan Gotong Royong; (3) Gotong Royong.

Proses:

  • Lembar observasi perilaku gotong royong saat simulasi pembersihan ruang kelas. Indikator yang diamati: (1) Mengambil peran aktif dalam tugas pembersihan di zonanya (menyapu/merapikan/mengelap/membuang sampah); (2) Bekerja sama membantu teman satu kelompok tanpa menimbulkan perselisihan demi persatuan kelas.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil lembar cek keterlaksanaan gotong royong kelas pada 3 butir tindakan nyata: (1) Apakah melaksanakan tugas kebersihan zona bersama teman? (2) Apakah membantu teman yang memerlukan bantuan saat merapikan kelas? (3) Apakah menjaga kerukunan saat membersihkan kelas? Kriteria penerimaan operasional: murid menandai 'Ya' pada ketiga butir disertai bukti zona kelas yang bersih dan rapi.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku gotong royong membersihkan ruang kelas menggunakan lembar amatan keterlibatan dan saling bantu
  • Cek diagnostik awal identifikasi situasi gotong royong membersihkan ruang kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku Gotong Royong Membersihkan Ruang Kelas untuk Menjaga PersatuanBelum menunjukkan keikutsertaan dalam kegiatan membersihkan ruang kelas bersama teman kelompok walau telah dibimbing guru.Menunjukkan perilaku membersihkan ruang kelas hanya bila diarahkan secara intensif dan sesekali masih bekerja terpisah dari kelompok.Menunjukkan perilaku gotong royong dengan mengambil peran aktif membersihkan ruang kelas dan bekerja sama menjaga kerukunan bersama teman secara mandiri.Menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan ruang kelas secara konsisten, aktif membantu teman yang kesulitan dalam tugas kebersihan zona, serta konsisten menjaga persatuan kelas tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam pembagian peran membersihkan ruang kelas?
  • Bagaimana dinamika kolaborasi murid saat bekerja sama di zona masing-masing, apakah terbangun rasa persatuan?

Murid:

  • Tugas apa yang saya lakukan bersama teman saat membersihkan ruang kelas hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya setelah melihat ruang kelas menjadi bersih dan rapi berkat kerja sama bersama teman?

Pertemuan 10 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Merawat Taman dan Halaman Sekolah untuk Menjaga Persatuan sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-10, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong merawat taman dan halaman sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai 3 tindakan gotong royong dalam merawat taman sekolah (acuan: mencabuti rumput liar bersama, menyiram tanaman bergantian/berbagi tugas, mengumpulkan sampah dedaunan kering ke tempat kompos) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan/gambar situasi tentang pembagian peran gotong royong merawat taman dan halaman sekolah yang mencakup 4 peran: (1) pembersih gulma/rumput liar, (2) penyiram tanaman, (3) pengumpul daun gugur, dan (4) penata pot tanaman (acuan: kerja sama saling melengkapi peran menjaga lingkungan sekolah tetap asri dan memupuk kerukunan) (10 menit).
  • Murid berpasangan mengidentifikasi hubungan antara perilaku gotong royong merawat taman dengan nilai persatuan sekolah dan wujud bela negara berdasarkan 3 butir pernyataan panduan: (1) Bekerja bersama tanpa membeda-bedakan teman mewujudkan persatuan, (2) Merawat sarana halaman sekolah menjaga aset bersama bangsa, (3) Menjalankan tugas kelompok dengan tertib membela kepentingan sekolah (acuan: ketiga pernyataan bernilai benar) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru memandu permainan tantangan beregu 'Oper Estafet Perawatan Taman' di halaman/taman sekolah; setiap regu (4-5 murid) berbagi tugas praktik nyata gotong royong merawat area taman sekolah yang telah dibagi: membersihkan daun kering, mencabut rumput liar di sekitar pot/bedengan, menyiram tanaman secara berantai, serta meletakkan sampah organik pada tempatnya secara kompak dan teratur (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya duduk melingkar di tepi taman untuk mengecek hasil kerja bersama dan mengidentifikasi bagaimana pembagian peran gotong royong tadi menghindarkan perselisihan serta memperkokoh persatuan antarwarga sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik perilaku gotong royong yang telah ditunjukkan murid sebagai wujud nyata bela negara di sekolah (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah merawat taman bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman langkah kerja.
  • Proses: Memberikan pendampingan berjarak bagi kelompok yang memerlukan bantuan pembagian peran kerja, serta memberikan keleluasaan mandiri penuh bagi kelompok yang sudah cekatan berkolaborasi.
  • Produk: Format unjuk kerja perilaku gotong royong diamati langsung selama praktik di taman sekolah sesuai pembagian area tugas masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 tindakan nyata gotong royong saat merawat taman atau halaman sekolah!' (Acuan jawaban: (1) bekerja sama mencabut rumput liar, (2) menyiram tanaman bersama/berbagi tugas ember/selang, (3) mengumpulkan dedaunan kering bersama ke tempat sampah/kompos).

Proses:

  • Pengamatan langsung perilaku gotong royong saat kegiatan estafet perawatan taman berdasarkan 3 indikator: (1) kesediaan berbagi tugas dalam kelompok, (2) kerja sama aktif merawat tanaman/halaman tanpa memilih-milih teman, (3) menjaga kerukunan selama menjalankan tugas bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menunjukkan wujud bela negara melalui gotong royong di taman sekolah (Acuan kriteria: murid mampu menyebutkan bahwa bekerja sama merawat tanaman sekolah menjaga keutuhan dan keharmonisan lingkungan belajar bersama sebagai warga sekolah).

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja perilaku gotong royong merawat taman dan halaman sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku gotong royong merawat taman dan halaman sekolah demi persatuan sebagai wujud bela negaraBelum menunjukkan perilaku gotong royong dalam merawat taman dan halaman sekolah; pasif atau enggan berbagi tugas dengan teman.Mulai menunjukkan perilaku gotong royong dalam merawat taman dan halaman sekolah, tetapi masih memerlukan arahan guru untuk bekerja sama dan berbagi peran dengan teman.Menunjukkan perilaku gotong royong secara aktif dalam merawat taman dan halaman sekolah bersama teman dengan pembagian peran yang teratur.Menunjukkan perilaku gotong royong secara konsisten dan mandiri dalam merawat taman dan halaman sekolah, serta aktif menjaga keharmonisan dan persatuan seluruh anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan menunjukkan perilaku gotong royong dalam merawat taman sekolah?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan praktik di luar kelas terkait penanaman rasa persatuan dan bela negara?

Murid:

  • Peran apa yang saya lakukan saat bergotong royong merawat taman sekolah bersama teman tadi?
  • Bagaimana perasaan saya ketika berhasil membuat taman sekolah menjadi rapi bersama-sama tanpa berselisih?

Pertemuan 11 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Merapikan Fasilitas Belajar Bersama di Sekolah sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan perilaku gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama di sekolah sebagai wujud menjaga persatuan dan bela negara (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab kuis lisan dengan memilih satu dari dua tindakan terkait merapikan fasilitas bersama: 'Tindakan A: Segera merapikan buku ensiklopedia ke rak bersama teman piket' vs 'Tindakan B: Membiarkan meja alat peraga berantakan karena merasa bukan milik sendiri' (acuan jawaban tepat: Tindakan A) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan gambar ilustrasi tentang pentingnya merapikan fasilitas belajar bersama (rak buku kelas, lemari alat tulis bersama, dan meja alat peraga) demi kenyamanan seluruh warga sekolah sebagai wujud menjaga persatuan (5 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi 3 area fasilitas belajar bersama di kelas yang membutuhkan penataan gotong royong: (1) Rak buku bacaan/sudut baca, (2) Meja dan lemari penyimpanan alat peraga matematika/IPA, dan (3) Meja penataan lembar portofolio bersama (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan tim menggembirakan 'Misi Kilat Sahabat Fasilitas': murid dibagi menjadi 3 kelompok kerja gotong royong sesuai 3 area fasilitas belajar bersama, di mana setiap kelompok menerima pembagian peran kerja sama yang setara (misal: pemilah buku/alat, pengelap/pembersih permukaan, dan penata susun fasilitas) (10 menit).
  • Setiap kelompok mempraktikkan perilaku gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama pada area tugasnya secara serempak, saling membantu, berbagi beban, dan memastikan seluruh barang tertata rapi tanpa membeda-bedakan tugas (10 menit).
  • Guru melakukan observasi langsung selama proses kerja bakti menggunakan lembar pengamatan perilaku gotong royong bela negara (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok bersama-sama memeriksa hasil kerapian fasilitas yang dirapikan kelompok lain secara berputar (keliling galeri fasilitas) dengan memberikan tanda apresiasi stiker bintang pada kerja sama yang solid (5 menit).
  • Murid mengungkapkan secara berkesadaran perasaan mereka setelah bergotong royong merapikan fasilitas bersama dan bagaimana kerja bersama tersebut menjaga keharmonisan dan kerukunan di kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menjaga dan merapikan fasilitas belajar bersama dengan gotong royong adalah tindakan nyata bela negara untuk menjaga persatuan sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas semangat kerja sama murid, memberikan informasi umum materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual urutan penataan fasilitas bagi kelompok yang memerlukan bantuan penataan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam pembagian peran kerja sama; murid yang mandiri mengoordinasikan pembagian tugas merapikan secara mandiri bersama rekan sekelompoknya.
  • Produk: Semua murid menunjukkan perilaku gotong royong langsung merapikan fasilitas bersama sesuai target area yang ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Manakah tindakan gotong royong yang tepat untuk menjaga persatuan di sekolah saat melihat rak buku bersama berantakan: A. Bersama teman merapikan buku kembali ke tempatnya, B. Menyalahkan teman yang membaca terakhir?' (Acuan jawaban benar: A. Bersama teman merapikan buku kembali ke tempatnya).

Proses:

  • Pengamatan langsung perilaku gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama di kelas dengan 3 indikator perilaku: (1) Berbagi tugas secara adil dengan teman sekelompok, (2) Membantu merapikan fasilitas belajar bersama hingga selesai, (3) Menjaga kerukunan dan tidak mengeluh selama bekerja bakti (Acuan ketercapaian: murid memenuhi ketiga indikator perilaku tersebut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: 'Sebutkan 1 contoh fasilitas belajar yang baru saja kalian rapikan bersama teman dan jelaskan manfaat gotong royong tersebut bagi kerukunan kelas!' (Kriteria penerimaan: menyebutkan salah satu fasilitas kelas yang dirapikan seperti rak buku/alat peraga dan menyebutkan manfaat menjaga kebersamaan/kerukunan/persatuan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama menggunakan lembar ceklis perilaku bela negara di sekolah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama di sekolah sebagai wujud bela negaraBelum menunjukkan perilaku gotong royong dalam merapikan fasilitas belajar bersama; cenderung pasif atau hanya melihat teman bekerja.Mulai menunjukkan perilaku gotong royong merapikan fasilitas belajar bersama hanya jika terus diarahkan dan diingatkan oleh guru.Menunjukkan perilaku gotong royong secara aktif merapikan fasilitas belajar bersama dan berbagi peran dengan teman kelompok hingga selesai secara mandiri.Menunjukkan perilaku gotong royong secara konsisten, penuh inisiatif merapikan fasilitas belajar bersama, serta sigap membantu teman lain yang membutuhkan bantuan demi menjaga kebersamaan dan persatuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kerja sama merapikan fasilitas belajar bersama?
  • Apakah pembagian peran dalam kelompok gotong royong sudah merata dan mendukung terwujudnya persatuan kelas?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merapikan fasilitas belajar kelas bersama-sama teman?
  • Apa manfaat yang kamu rasakan saat bekerja sama merapikan kelas dibandingkan bekerja sendirian?

Pertemuan 12 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Mengelola Sudut Kebersihan Sekolah Demi Menjaga Persatuan Warga Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan menanyakan pengalaman gotong royong di sekolah serta menyampaikan tujuan pembelajaran tentang mengelola sudut kebersihan sekolah sebagai wujud bela negara (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab secara lisan 2 pertanyaan identifikasi gotong royong di sudut kebersihan: (1) Apa alat kebersihan yang perlu dirapikan di sudut kelas/sekolah? (acuan: sapu, pel, kemoceng, atau tempat sampah); (2) Mengapa merapikan sudut kebersihan bersama teman dapat mencegah perselisihan warga sekolah? (acuan: pembagian kerja merata menciptakan keadilan dan kerukunan) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya mengelola sudut kebersihan sekolah secara bergotong royong guna menciptakan kenyamanan bersama dan menjaga persatuan warga sekolah sebagai tindakan bela negara nyata (7 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu tugas pengelolaan sudut kebersihan dengan dampaknya bagi persatuan warga sekolah: (1) Menyusun sapu dan pel dengan rapi -> menghindari saling menyalahkan saat alat dicari; (2) Memilah sampah basah dan kering -> menjaga kesehatan bersama seluruh warga sekolah; (3) Mengosongkan tempat sampah yang penuh secara bergantian -> melatih keadilan dan mencegah kecemburuan tugas; (4) Membersihkan rak sudut kebersihan bersama-sama -> mempererat kebersamaan dan kerukunan antarwarga sekolah (acuan: 4 pasangan tugas dan dampak tersebut tepat) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil dan memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Kelola Sudut Bersih': setiap kelompok secara bergiliran menunjukkan perilaku gotong royong dengan berbagi peran menata alat, memilah sampah buatan, dan membersihkan wadah sudut kebersihan secara kompak dan adil (15 menit).
  • Setiap kelompok melaksanakan praktik langsung gotong royong menata dan mengelola sudut kebersihan kelas/sekolah dengan pembagian tugas yang merata, saling membantu tanpa memilih-milih tugas, guna mewujudkan lingkungan sekolah yang rapi demi keharmonisan warga sekolah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok memeriksa hasil kerapian sudut kebersihan yang telah dikelola bersama dan mengamati bagaimana kerja sama mempercepat pekerjaan serta menjaga kerukunan antarteman (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa gotong royong mengelola sudut kebersihan sekolah merupakan wujud sederhana bela negara dalam menjaga keutuhan dan persatuan warga sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keaktifan murid dalam bergotong royong dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar visual langkah-langkah penataan sudut kebersihan, sedangkan murid cepat diberikan penugasan tambahan merumuskan jadwal rotasi peran gotong royong.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi kelompok yang belum merata dalam pembagian peran kerja, sementara kelompok mandiri langsung menjalankan tugas gotong royong sesuai kesepakatan.
  • Produk: Kelompok menunjukkan hasil keteraturan sudut kebersihan serta bukti pembagian peran kerja bersama yang adil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: Guru menanyakan (1) Sebutkan 2 alat yang ada di sudut kebersihan sekolah (acuan: sapu, alat pel, ember, pengki, kemoceng, tempat sampah); (2) Mengapa pengelolaan sudut kebersihan harus dilakukan secara gotong royong? (acuan: agar pekerjaan cepat selesai, adil, dan mencegah konflik/pertengkaran antarwarga sekolah).

Proses:

  • Lembar observasi perilaku gotong royong saat praktik mengelola sudut kebersihan sekolah (kriteria: pembagian tugas adil, kesediaan membantu rekan, dan menjaga keharmonisan saat bekerja).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir pertemuan: Murid menyebutkan 1 bentuk perilaku gotong royong yang baru saja dilakukan dalam merawat sudut kebersihan dan bagaimana perilaku itu menjaga persatuan sekolah (kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan tindakan nyata seperti merapikan sapu bersama atau membuang sampah bergantian, disertai alasan mencegah perselisihan atau menciptakan kenyamanan bersama).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja perilaku gotong royong dalam mengelola sudut kebersihan sekolah
  • Pemeriksaan ketepatan pencocokan kartu tugas dan dampak persatuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku Gotong Royong Mengelola Sudut Kebersihan SekolahBelum menunjukkan perilaku gotong royong dalam mengelola sudut kebersihan sekolah dan pasif saat kelompok bekerja.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam mengelola sudut kebersihan sekolah hanya ketika diarahkan dan diingatkan guru.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam mengelola sudut kebersihan sekolah secara aktif bersama rekan sekelompok.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam mengelola sudut kebersihan sekolah secara konsisten, berinisiatif membantu rekan yang membutuhkan tanpa diminta guna menjaga persatuan.
Perwujudan Persatuan Warga Sekolah sebagai Bela NegaraBelum menunjukkan tindakan menjaga persatuan dan keharmonisan bersama warga sekolah selama kegiatan bersama.Menunjukkan tindakan menjaga keharmonisan bersama warga sekolah saat diingatkan guru ketika terjadi perbedaan pendapat.Menunjukkan tindakan saling menghargai dan rukun dengan seluruh anggota kelompok selama mengelola sudut kebersihan.Menunjukkan tindakan menjaga kerukunan dan persatuan warga sekolah secara mandiri serta konsisten menengahi jika ada rekan yang berselisih tugas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong mengelola sudut kebersihan?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan estafet dan praktik langsung kerja sama dalam merawat fasilitas bersama?

Murid:

  • Apa hal paling menyenangkan saat merapikan sudut kebersihan bersama teman-teman?
  • Bagaimana perasaanmu setelah melihat sudut kebersihan kelas menjadi rapi dan bersih karena hasil kerja bersama?

Pertemuan 13 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong pada Kegiatan Kerja Bakti Lingkungan RT/RW sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong dalam kegiatan kerja bakti lingkungan RT/RW sebagai wujud bela negara demi menjaga persatuan warga (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan kerja bakti di lingkungan RT/RW dan 1 contoh perilaku yang mencerminkan gotong royong dalam kegiatan tersebut!' (acuan jawaban: contoh kerja bakti = membersihkan selokan/merapikan jalan/mengecat pos ronda; contoh perilaku = menyapu bersama/mengumpulkan sampah/menyediakan minuman bagi warga) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks singkat dan gambar situasi warga RT 03 yang sedang melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan jalan warga bersama-sama (7 menit).
  • Guru memandu murid membedakan perilaku yang menunjukkan gotong royong dan yang tidak menunjukkan gotong royong dalam situasi kerja bakti RT/RW melalui analisis 4 butir situasi konkret berikut: (1) Pak Joko membantu mengangkut karung sampah bersama pemuda RT; (2) Doni hanya duduk bermain gawai saat warga mencabuti rumput liar; (3) Bu Siti dan Siti membagikan air minum serta makanan ringan kepada warga yang bekerja bakti; (4) Edo melewati tumpukan dahan pohon yang menghalangi jalan tanpa mau membantu memindahkannya. Acuan: butir 1 dan 3 adalah perilaku gotong royong bela negara, butir 2 dan 4 bukan perilaku gotong royong (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Kartu Aksi Kerja Bakti RT/RW' yang menggembirakan, di mana setiap pasangan mengklasifikasikan 4 kartu skenario ke dalam kolom 'Perilaku Gotong Royong' atau 'Bukan Perilaku Gotong Royong': Kartu A = Ikut memungut sampah plastik di lapangan RT bersama warga; Kartu B = Menolak diajak kerja bakti karena merasa bukan halaman rumahnya sendiri; Kartu C = Mengumpulkan daun kering hasil sapuan warga ke tempat penampungan sampah sementara; Kartu D = Membiarkan tetangga lanjut usia mengangkat ember sampah sendirian (acuan: Kartu A dan C = Perilaku Gotong Royong; Kartu B dan D = Bukan Perilaku Gotong Royong) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja 'Perilaku Gotong Royongku di RT/RW' dengan memilih dan memberi tanda centang pada perilaku gotong royong yang dapat mereka tunjukkan saat kerja bakti lingkungan RT/RW dari 4 pernyataan tertulis: Pernyataan 1: Membantu menyapu dedaunan gugur di bahu jalan lingkungan RT; Pernyataan 2: Menonton dari teras rumah tanpa ikut menyapa atau membantu warga; Pernyataan 3: Membantu membagikan gelas air mineral kepada warga yang sedang membersihkan selokan; Pernyataan 4: Menolak membantu tetangga memasang tenda kegiatan warga karena malas (acuan: centang pada Pernyataan 1 dan Pernyataan 3) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa ketepatan klasifikasi pada lembar kerja dan merefleksikan bagaimana tindakan kecil saling membantu dalam kerja bakti RT/RW dapat mempererat persatuan warga dan menjadi wujud nyata bela negara (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa membela negara tidak harus dengan senjata, melainkan dapat diwujudkan melalui keikutsertaan aktif dalam gotong royong kerja bakti di RT/RW demi persatuan lingkungan (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat penutup, mengapresiasi partisipasi belajar murid, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpiktogram/bergambar situasi kerja bakti RT/RW, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu skenario narasi tertulis yang lebih rinci.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu berpasangan dengan bimbingan terarah dari guru saat memilah perilaku gotong royong, sedangkan murid yang sudah lancar bekerja secara mandiri mengidentifikasi dan menandai seluruh perilaku tepat.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti pemilahan perilaku gotong royong pada lembar kerja klasifikasi dengan jumlah butir target yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan kerja bakti di lingkungan RT/RW dan 1 contoh perilaku yang mencerminkan gotong royong dalam kegiatan tersebut!' (Acuan jawaban yang diterima: contoh kegiatan = membersihkan selokan, kerja bakti jalan, atau mengecat pos ronda; contoh perilaku gotong royong = ikut menyapu, mengangkut sampah bersama warga, atau menyediakan minuman untuk warga).

Proses:

  • Penilaian formatif ketepatan memilah 4 kartu skenario pada aktivitas tantangan berpasangan: Kartu A (memungut sampah lapangan) -> Gotong Royong; Kartu B (menolak kerja bakti) -> Bukan; Kartu C (mengumpulkan daun kering bersama warga) -> Gotong Royong; Kartu D (membiarkan tetangga tua mengangkat ember sendiri) -> Bukan. Skor dihitung dari ketepatan penempatan kartu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui lembar kerja 'Perilaku Gotong Royongku di RT/RW' dengan memberi tanda centang pada perilaku gotong royong bela negara di lingkungan RT/RW dari 4 pernyataan: (1) Membantu menyapu dedaunan di jalan RT [Centang/Benar]; (2) Menonton dari teras rumah tanpa ikut menyapa [Bukan/Salah]; (3) Membantu membagikan air mineral kepada warga yang kerja bakti [Centang/Benar]; (4) Menolak membantu tetangga memasang tenda kegiatan [Bukan/Salah]. Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 tanda ditentukan dengan tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja dan ketepatan pemilahan kartu skenario perilaku gotong royong dalam kerja bakti RT/RW saat aktivitas berpasangan
  • Pemeriksaan ketepatan tanda centang pada lembar kerja 'Perilaku Gotong Royongku di RT/RW' (4 butir pernyataan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong pada kegiatan kerja bakti lingkungan RT/RW sebagai wujud bela negaraMurid menunjukkan perilaku gotong royong kerja bakti RT/RW dengan tepat pada paling banyak 1 dari 4 butir skenario yang disediakan serta memerlukan bimbingan penuh guru (acuan: butir 1 centang, butir 2 kosong/silang, butir 3 centang, butir 4 kosong/silang).Murid menunjukkan perilaku gotong royong kerja bakti RT/RW dengan tepat pada 2 dari 4 butir skenario yang disediakan secara terbimbing (acuan: butir 1 centang, butir 2 kosong/silang, butir 3 centang, butir 4 kosong/silang).Murid menunjukkan perilaku gotong royong kerja bakti RT/RW dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir skenario yang disediakan secara mandiri (acuan: butir 1 centang, butir 2 kosong/silang, butir 3 centang, butir 4 kosong/silang).Murid menunjukkan perilaku gotong royong kerja bakti RT/RW dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir skenario yang disediakan secara konsisten dan mandiri tanpa keraguan (acuan: butir 1 centang, butir 2 kosong/silang, butir 3 centang, butir 4 kosong/silang).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran berbasis skenario dan kartu aksi telah efektif memfasilitasi murid memahami bentuk nyata gotong royong kerja bakti RT/RW sebagai wujud bela negara?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas Menggembirakan berpasangan dalam memilah perilaku gotong royong?

Murid:

  • Perilaku gotong royong apa saja yang paling mudah kamu lakukan ketika ada kerja bakti di lingkungan RT/RW tempat tinggalmu?
  • Mengapa ikut serta membantu warga saat kerja bakti bisa menjaga persatuan dan kerukunan tetangga?

Pertemuan 14 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Menjaga Kebersihan Saluran Air Lingkungan Sekitar untuk Menjaga Persatuan Warga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan saluran air lingkungan sekitar demi menjaga persatuan warga sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan warga yang menunjukkan gotong royong saat membersihkan saluran air yang tersumbat!' (acuan jawaban: warga bekerja sama mengangkat sampah/sedimen lumpur, membagi tugas pengerukan parit, atau menyediakan konsumsi bersama tanpa membeda-bedakan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks situasi narasi bergambar yang disajikan guru mengenai warga RT yang bersama-sama membersihkan parit/selokan menjelang musim hujan agar tidak banjir dan terhindar dari konflik antarwarga (7 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengidentifikasi 3 wujud perilaku gotong royong menjaga kebersihan saluran air yang memperkokoh persatuan warga berdasarkan teks bacaan (acuan: 1. Berbagi tugas mengeruk endapan lumpur dan memungut sampah plastik di selokan; 2. Saling membantu tanpa membeda-bedakan suku/latar belakang warga; 3. Menjaga kerukunan dan keharmonisan lingkungan agar terhindar dari banjir) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan simulasi permainan pemilahan kartu 'Aksi Saluran Air Bersih, Warga Bersatu' (5 menit).
  • Setiap kelompok menerima 4 kartu pernyataan situasi konkret berikut: Kartu 1: 'Pak Joko dan Pak Rudi bersama-sama mengangkut endapan lumpur selokan ke gerobak sampah'; Kartu 2: 'Warga membuang limbah plastik rumah tangga ke saluran air depan rumah tetangga'; Kartu 3: 'Ibu-ibu menyiapkan air minum dan makanan ringan bersama untuk warga yang mengeruk parit'; Kartu 4: 'Pak Andi menolak ikut kerja bakti membersihkan selokan karena merasa selokan di depan rumahnya sudah bersih'. Murid bekerja sama mengelompokkan kartu ke papan klasifikasi 'Perilaku Gotong Royong Saluran Air Penjaga Persatuan' atau 'Bukan Perilaku Gotong Royong' (acuan: Kartu 1 dan 3 masuk kelompok Gotong Royong Penjaga Persatuan; Kartu 2 dan 4 masuk kelompok Bukan Perilaku Gotong Royong) (10 menit).
  • Murid secara berkelompok memeragakan 1 adegan singkat (role play 1-2 menit per kelompok) yang menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan saluran air di lingkungan sekitar dan dampaknya bagi kebersamaan warga (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok menyimpulkan bahwa gotong royong membersihkan saluran air bukan sekadar menjaga lingkungan fisik, melainkan bentuk nyata membela negara dengan menjaga persatuan dan kerukunan antartetangga (5 menit).
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi di selembar kertas memo tentang perilaku gotong royong menjaga saluran air yang dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil kerja kelompok dan simulasi peran murid dalam menunjukkan perilaku gotong royong (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini, mengingatkan materi pertemuan berikutnya, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks disertai ikon visual bagi murid yang memerlukan dukungan membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi kelompok yang membutuhkan arahan dalam memilah kartu situasi gotong royong saluran air.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan perilaku gotong royong melalui simulasi peran langsung atau penyusunan peta perilaku gotong royong pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan 1 contoh tindakan warga yang menunjukkan perilaku gotong royong saat membersihkan saluran air di lingkungan sekitar. (Kriteria penerimaan: Jawaban menyebutkan aktivitas kerja sama membersihkan selokan/parit, misalnya bersama-sama mengeruk lumpur, mengangkat sampah parit, atau saling membantu memfasilitasi kerja bakti saluran air).

Proses:

  • Formatif klasifikasi 4 kartu pernyataan aksi saluran air: Mengukur ketepatan kelompok dalam memilah kartu perilaku gotong royong penjaga persatuan dan bukan gotong royong. Acuan kunci: Kartu 1 ('Pak Joko dan Pak Rudi bersama-sama mengangkut endapan lumpur...') = Gotong Royong; Kartu 2 ('Warga membuang limbah plastik...') = Bukan Gotong Royong; Kartu 3 ('Ibu-ibu menyiapkan air minum dan makanan bersama...') = Gotong Royong; Kartu 4 ('Pak Andi menolak ikut kerja bakti...') = Bukan Gotong Royong. Kriteria: Tepat mengelompokkan minimal 3 dari 4 kartu secara benar.
  • Observasi keterlibatan kelompok dalam peragaan/simulasi perilaku gotong royong membersihkan saluran air yang mencerminkan persatuan warga sekitar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Lembar ceklis mandiri berisi 1 butir refleksi terbuka: Murid menuliskan 1 tindakan gotong royong menjaga saluran air yang menjaga kerukunan warga (kriteria penerimaan: mencantumkan perilaku fisik membersihkan saluran air secara bersama-sama/saling membantu demi keharmonisan warga sekitar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat klasifikasi kartu perilaku gotong royong saluran air penjaga persatuan
  • Penilaian simulasi kelompok menunjukkan perilaku gotong royong menjaga kebersihan saluran air

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong menjaga saluran air untuk menjaga persatuan wargaBelum mampu memilah dan menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan saluran air yang menjaga persatuan warga (tepat memilah 0-1 kartu situasi).Mulai mampu menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan saluran air yang menjaga persatuan warga dengan bimbingan penuh guru (tepat memilah 2 kartu situasi).Mampu menunjukkan perilaku gotong royong membersihkan saluran air yang menjaga persatuan warga secara tepat dan mandiri dalam kelompok (tepat memilah 3-4 kartu situasi).Sangat konsisten menunjukkan dan memperagakan perilaku gotong royong membersihkan saluran air yang memperkokoh persatuan warga secara tepat, terperinci, dan mandiri (tepat memilah 4 kartu situasi dan memperagakannya dengan utuh).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain kartu situasi dan simulasi peran efektif memfasilitasi murid memahami kaitan gotong royong saluran air dengan persatuan warga?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok selama kegiatan menunjukkan perilaku gotong royong?

Murid:

  • Apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini tentang manfaat gotong royong membersihkan selokan bersama warga?
  • Tindakan gotong royong apa yang ingin saya lakukan jika melihat saluran air di dekat rumah saya kotor?

Pertemuan 15 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Menyiapkan Fasilitas Umum Warga di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan cepat tentang 3 fasilitas umum warga: 'Sebutkan 3 contoh fasilitas umum yang biasa dinikmati warga bersama-sama di lingkungan sekitar tempat tinggal!' (acuan jawaban: pos ronda/kamling, balai pertemuan warga/balai RW/RT, lapangan olahraga/taman bermain warga, tempat ibadah umum, jalan gang warga) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menyajikan narasi situasi warga: 'Warga RW 05 sedang menyiapkan pos ronda baru dan balai warga agar lingkungan aman dan warga guyub bersatu'. Murid mengamati teks cerita bergambar sederhana yang memuat 4 tindakan warga: (1) Pak Joko mengecat dinding pos ronda bersama Pak Budi; (2) Ibu-ibu menyiapkan minuman hangat untuk bapak-bapak yang bekerja; (3) Doni dan kawan-kawan membantu menyapu serpihan kayu dan menata bangku pos ronda; (4) Pak RT membagi tugas secara adil kepada seluruh warga tanpa membeda-bedakan (10 menit).
  • Guru memandu murid menelaah bahwa tindakan saling membantu menyiapkan pos ronda dan balai warga merupakan perilaku gotong royong di lingkungan sekitar untuk menjaga kerukunan dan persatuan sebagai bentuk bela negara sehari-hari (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Pilah Tindakan Fasilitas Bersama': setiap pasangan menerima lembar berisi 4 kartu pernyataan tindakan warga berikut: Kartu A: 'Ikut mengecat dinding pos ronda bersama tetangga' (Gotong Royong Bela Negara); Kartu B: 'Menolak diajak menata kursi di balai warga karena sedang asyik bermain gim' (Bukan Gotong Royong Bela Negara); Kartu C: 'Bahu-membahu memasang lampu penerangan di jalan gang umum bersama warga' (Gotong Royong Bela Negara); Kartu D: 'Mencoret-coret bangku taman umum warga yang baru selesai dipasang' (Bukan Gotong Royong Bela Negara). Setiap pasangan menandai pilihan 'Gotong Royong Bela Negara' atau 'Bukan Gotong Royong Bela Negara' pada masing-masing kartu (acuan: Kartu A = Gotong Royong Bela Negara, Kartu B = Bukan Gotong Royong Bela Negara, Kartu C = Gotong Royong Bela Negara, Kartu D = Bukan Gotong Royong Bela Negara) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Aksiku untuk Fasilitas Umum Warga' yang berisi tugas memilih 3 tindakan perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga di lingkungan sekitar yang dapat mereka lakukan dari daftar 5 opsi yang disediakan: (1) Membantu mengumpulkan sampah sisa renovasi pos ronda; (2) Duduk menonton tetangga bekerja berat; (3) Membantu mengangkat dan menata tikar balai warga menjelang musyawarah; (4) Menyediakan air minum untuk warga yang memperbaiki jembatan gang; (5) Merusak tanaman di sekitar lapangan warga (acuan pilihan benar: opsi 1, 3, dan 4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid mencocokkan hasil lembar kerja secara klasikal, lalu murid memeriksa ketepatan pilihannya secara berkesadaran (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan dan kesiapannya dalam ikut serta bergotong royong menyiapkan atau merawat fasilitas umum warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bergotong royong menyiapkan dan merawat fasilitas umum warga memperkokoh kebersamaan dan persatuan bangsa sebagai wujud bela negara nyata (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, mengingatkan materi praktik gotong royong berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi bergambar pos ronda dan balai warga dengan kalimat sederhana bagi murid yang memerlukan dukungan bacaan.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum membedakan tindakan gotong royong fasilitas umum, serta memberikan tantangan mandiri penuh bagi murid yang telah mahir.
  • Produk: Murid cepat menentukan 3 tindakan beserta rincian fasilitasnya secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan cukup melingkari 3 opsi yang tepat pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Murid menyebutkan minimal 2 dari 3 contoh fasilitas umum warga di sekitar tempat tinggal (acuan: pos ronda/kamling, balai pertemuan RT/RW, lapangan olahraga/taman bermain bersama, tempat ibadah umum, jalan/jembatan gang warga).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat memilah 4 kartu pernyataan tindakan gotong royong menyiapkan fasilitas umum pada aktivitas tantangan berpasangan (acuan: Kartu A = Gotong Royong Bela Negara, Kartu B = Bukan Gotong Royong Bela Negara, Kartu C = Gotong Royong Bela Negara, Kartu D = Bukan Gotong Royong Bela Negara).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja mandiri dalam memilih 3 perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga (acuan: nomor 1 'membantu mengumpulkan sampah sisa renovasi pos ronda', nomor 3 'membantu menata tikar balai warga', dan nomor 4 'menyediakan air minum untuk warga yang memperbaiki jembatan gang').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menunjukkan 1 perilaku nyata gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga di sekitar tempat tinggal yang siap dipraktikkan murid (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan membantu bersama orang lain secara sukarela pada sarana umum lingkungan sekitar seperti pos ronda, balai warga, jalan gang, atau lapangan umum demi kerukunan warga).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pemilahan 4 kartu tindakan fasilitas bersama (permainan tantangan berpasangan)
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Aksiku untuk Fasilitas Umum Warga' (pemilihan 3 tindakan gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga yang tepat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Menyiapkan Fasilitas Umum WargaBelum mampu menunjukkan perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga (hanya tepat memilih 0-1 tindakan dari 3 target acuan pada lembar kerja).Mulai mampu menunjukkan perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga dengan bantuan guru (tepat memilih 2 tindakan dari 3 target acuan pada lembar kerja).Mampu menunjukkan perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga secara mandiri (tepat memilih seluruh 3 tindakan dari 3 target acuan pada lembar kerja: nomor 1, 3, dan 4).Sangat konsisten dan tepat menunjukkan seluruh 3 perilaku gotong royong menyiapkan fasilitas umum warga dari target acuan secara mandiri dan cepat tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks fasilitas umum warga (pos ronda, balai RT/RW, lapangan) mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan murid sehari-hari?
  • Apakah permainan kartu berpasangan efektif memicu antusiasme murid dalam mengidentifikasi perilaku gotong royong bela negara?

Murid:

  • Tindakan gotong royong apa yang paling ingin kamu lakukan saat warga di sekitarmu menyiapkan fasilitas umum?
  • Mengapa bekerja sama menyiapkan fasilitas umum membuat warga merasa lebih bersatu dan rukun?

Pertemuan 16 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Membantu Tetangga dan Warga Sekitar untuk Memperkokoh Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar untuk memperkokoh persatuan sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 skenario perilaku warga untuk menguji kesiapan murid: Skenario A: 'Pak Joko sakit dan kebunnya terbengkalai, warga bersepakat bergiliran membersihkan dan menyiram tanamannya'; Skenario B: 'Warga membiarkan tetangga yang kerepotan memindahkan barang saat rumahnya bocor karena merasa bukan urusannya'. Murid diminta menentukan mana perilaku gotong royong yang memperkokoh persatuan (acuan: Skenario A adalah gotong royong memperkokoh persatuan; Skenario B bukan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai bentuk-bentuk perilaku gotong royong dalam membantu tetangga dan warga sekitar (misalnya: menjenguk tetangga sakit, membantu persiapan acara hajatan warga, membantu tetangga yang terkena musibah, dan berbagi makanan/tenaga) serta kaitannya dengan memperkokoh persatuan sebagai wujud bela negara (10 menit).
  • Murid secara berpasangan membaca dan menelaah lembar telaah berisi 4 contoh tindakan warga: (1) Bersama-sama membantu tetangga merapikan genting rumah yang bocor diterpa angin; (2) Membantu mengantarkan makanan bagi keluarga tetangga yang sedang menjalani isolasi mandiri/sakit; (3) Membantu tetangga memarkirkan kendaraan secara tertib saat ada hajatan warga; (4) Menonton saja saat tetangga kesulitan mengangkut belanjaan berat tanpa menawarkan bantuan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan permainan kelompok menggembirakan 'Misi Siaga Tetangga' di mana setiap kelompok menerima 4 kartu kasus kebutuhan tetangga dan harus memilih tindakan gotong royong yang tepat untuk tiap kasus: Kasus 1: 'Keluarga Pak Arman tertimpa pohon tumbang di pekarangannya'; Kasus 2: 'Nenek Siti tinggal sendiri dan kesulitan membersihkan halaman rumahnya yang kotor'; Kasus 3: 'Keluarga Bu Rini sedang menggelar acara syukuran warga'; Kasus 4: 'Pak RT mengumumkan ada warga baru yang sedang pindahan rumah membawa banyak perabot'. (Acuan pilihan tindakan: Kasus 1 -> Bergotong royong membersihkan dahan pohon dan membetulkan pagar bersama warga; Kasus 2 -> Menjenguk dan membantu menyapu halaman rumah Nenek Siti bersama teman tetangga; Kasus 3 -> Membantu menyusun tikar dan membagikan konsumsi kepada tamu warga; Kasus 4 -> Membantu mengangkat barang perabot ringan ke dalam rumah warga baru) (18 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar aksi 'Pilihan Perilakuku untuk Tetangga' dengan memberi tanda centang (V) pada tindakan yang menunjukkan gotong royong memperkokoh persatuan dan tanda silang (X) pada yang bukan, terhadap 4 butir: Butir 1: 'Menjenguk dan memberikan bantuan moril serta makanan kepada tetangga yang sedang dirawat sakit'; Butir 2: 'Menyalakan musik sangat keras ketika tetangga sebelah sedang berduka'; Butir 3: 'Membantu mengangkat jemuran milik tetangga yang sedang pergi saat hujan deras tiba'; Butir 4: 'Menolak diajak warga membagikan sembako kepada tetangga kurang mampu di lingkungan RT'. (Acuan kunci: Butir 1 = V; Butir 2 = X; Butir 3 = V; Butir 4 = X) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil kerjanya bersama bimbingan guru dan menyadari pentingnya memiliki kepedulian terhadap tetangga demi keutuhan persatuan lingkungan (5 menit).
  • Murid membagikan satu komitmen tindakan gotong royong sederhana yang akan dilakukan jika tetangganya membutuhkan bantuan (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa membantu tetangga dan warga sekitar dengan gotong royong adalah wujud nyata persatuan dan bela negara dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut singkat dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kasus bergambar situasi konkret warga; murid yang sudah mahir menelaah kartu kasus berbasis teks cerita kehidupan warga.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menganalisis kasus gotong royong; murid yang cepat bekerja mandiri menyelesaikan analisis 4 kasus secara langsung.
  • Produk: Murid menuangkan bukti perilaku gotong royong pada lembar centang terstruktur atau melengkapinya dengan satu kalimat tindakan nyata yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid menentukan perilaku gotong royong memperkokoh persatuan dari dua skenario: Skenario A: 'Warga bergiliran menyiram tanaman dan membersihkan kebun Pak Joko yang sedang sakit'; Skenario B: 'Warga mengabaikan tetangga yang rumahnya bocor saat hujan deras'. (Acuan: Skenario A = gotong royong menjaga persatuan; Skenario B = bukan).

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat memasangkan 4 kartu kasus kebutuhan warga dengan tindakan gotong royong yang tepat pada permainan 'Misi Siaga Tetangga'.
  • Pemeriksaan lembar aksi mandiri berisi 4 butir pernyataan sikap terhadap tetangga (Acuan kunci: Butir 1 'menjenguk tetangga sakit' = V; Butir 2 'menyalakan musik keras saat tetangga berduka' = X; Butir 3 'mengangkat jemuran tetangga saat hujan' = V; Butir 4 'menolak membagikan sembako ke tetangga' = X).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid secara lisan atau isian singkat memilih 1 tindakan gotong royong terbaik dari situasi: 'Tetangga sebelah rumah sedang merenovasi teras dan membutuhkan bantuan memindahkan tumpukan bata'. (Kriteria penerimaan operasional: Menyebutkan tindakan membantu mengangkat atau menata bata bersama warga secara sukarela).

Formatif:

  • Pengamatan keterlibatan dalam permainan 'Misi Siaga Tetangga'
  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar aksi mandiri 'Pilihan Perilakuku untuk Tetangga' berdasarkan acuan kunci jawaban

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar untuk memperkokoh persatuanMenunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar dengan tepat pada 1 dari 4 butir lembar aksi dengan bimbingan penuh guru.Menunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar dengan tepat pada 2 dari 4 butir lembar aksi dengan bimbingan guru.Menunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar dengan tepat pada 3 dari 4 butir lembar aksi secara mandiri.Menunjukkan perilaku gotong royong membantu tetangga dan warga sekitar dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir lembar aksi secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi dan menunjukkan tindakan gotong royong membantu tetangga?
  • Apakah skenario kasus kontekstual yang disajikan efektif membangun kesadaran persatuan warga sebagai wujud bela negara?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan membantu tetangga hari ini yang paling kamu pahami manfaatnya?
  • Tindakan gotong royong apa yang paling ingin kamu lakukan ketika melihat tetangga sekitar rumahmu membutuhkan pertolongan?

Pertemuan 17 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong dalam Menjaga Keasrian dan Keamanan Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong dalam menjaga keasrian dan keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat 'Angkat Kartu Hijau/Merah' untuk menilai kesiapan awal murid membedakan 4 tindakan gotong royong lingkungan sekitar: (1) Menanam bibit pohon pelindung bersama tetangga di lahan kosong warga; (2) Membuang sampah pembungkus makanan ke pekarangan tetangga; (3) Berbagi jadwal giliran ronda malam di pos kamling; (4) Menolak ikut kerja bakti memperbaiki pagar pembatas desa (acuan jawaban: 1 dan 3 = Gotong Royong/Hijau; 2 dan 4 = Bukan Gotong Royong/Merah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru menggunakan media gambar situasi tentang dua bentuk gotong royong di lingkungan sekitar: (1) Menjaga keasrian melalui penghijauan taman warga bersama dan merawat tanaman peneduh jalan; (2) Menjaga keamanan lingkungan melalui pos ronda bersama dan penerangan jalan lingkungan (10 menit).
  • Secara berpasangan dalam aktivitas interaktif gembira 'Tebak Kartu Peran Warga', murid mengambil 1 dari 4 kartu situasi dan memilih perilaku gotong royong yang sesuai: Kartu A 'Taman warga gersang' -> perilaku: kerja bakti menanam bunga dan menyiram tanaman bersama; Kartu B 'Pos ronda rusak' -> perilaku: gotong royong memperbaiki atap pos ronda dan membuat jadwal ronda; Kartu C 'Pohon tumbang menghalangi jalan gang' -> perilaku: gotong royong memotong dan menyingkirkan dahan bersama warga; Kartu D 'Lampu jalan lingkungan mati sehingga rawan kejahatan' -> perilaku: iuran dan kerja bakti memasang lampu penerangan jalan bersama warga (acuan: ketepatan memasangkan situasi dan perilaku gotong royong di atas) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 murid) untuk menyelesaikan Lembar Kerja Praktik 'Aksi Nyata Gotong Royong Lingkungan Sekitar' yang memuat 4 butir skenario keasrian dan keamanan lingkungan sekitar: (1) Skenario Keasrian Jalur Hijau; (2) Skenario Pemilahan Sampah Daun Warga; (3) Skenario Pemeliharaan Pos Keamanan Lingkungan; (4) Skenario Kerja Bakti Penutupan Lubang Jalan Gang agar warga aman melintas (10 menit).
  • Setiap kelompok menunjukkan perilaku gotong royong dengan menentukan tindakan konkret bersama serta mengaitkannya sebagai wujud bela negara menjaga persatuan warga pada lembar kerja: (1) Skenario 1 -> tindakan: gotong royong menanam dan merawat bibit pohon; (2) Skenario 2 -> tindakan: bersama mengumpulkan sampah daun untuk kompos taman; (3) Skenario 3 -> tindakan: kerja bakti mengecat dan melengkapi kentongan pos ronda; (4) Skenario 4 -> tindakan: bersama warga menimbun lubang jalan dengan kerikil (acuan: tindakan mencakup kerja sama warga untuk keasrian/keamanan lingkungan sekitar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompok menempelkan lembar hasil kerja di dinding kelas, berkeliling saling mencermati pilihan tindakan kelompok lain, dan memberikan tanda bintang pada perilaku gotong royong yang paling tepat dan nyata (5 menit).
  • Guru memandu murid merefleksikan makna keterlibatan dalam gotong royong lingkungan sekitar: menyadari bahwa tindakan menjaga keasrian dan keamanan bersama tetangga adalah wujud nyata bela negara dan perekat persatuan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gotong royong menjaga keasrian (taman/penghijauan) dan keamanan (pos ronda/penerangan) di lingkungan sekitar memperkokoh kerukunan antarwarga sebagai wujud bela negara (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan mandiri mengenai 2 wujud gotong royong lingkungan sekitar (keasrian dan keamanan) yang dapat dilakukan anak usia sekolah dasar (acuan: murid menyebutkan minimal 1 wujud menjaga keasrian dan 1 wujud menjaga keamanan lingkungan sekitar) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi kelompok yang memerlukan bantuan dalam merumuskan tindakan gotong royong yang realistis, serta memberikan tantangan mandiri bagi murid cepat.
  • Produk: Murid dapat menuangkan wujud perilaku gotong royong dalam bentuk tabel ceklis tindakan terstruktur atau daftar uraian tindakan konkret.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan 4 tindakan gotong royong di lingkungan sekitar: (1) Menanam bibit pohon pelindung bersama tetangga di lahan kosong warga; (2) Membuang sampah pembungkus makanan ke pekarangan tetangga; (3) Berbagi jadwal giliran ronda malam di pos kamling; (4) Menolak ikut kerja bakti memperbaiki pagar pembatas desa (acuan jawaban: 1 dan 3 = Gotong Royong; 2 dan 4 = Bukan Gotong Royong).

Proses:

  • Lembar observasi dan penilaian lembar kerja kelompok pada 4 skenario gotong royong lingkungan sekitar: (1) Skenario Keasrian Jalur Hijau -> gotong royong menanam dan merawat bibit pohon; (2) Skenario Pemilahan Sampah Daun Warga -> bersama mengumpulkan sampah daun untuk kompos taman; (3) Skenario Pemeliharaan Pos Ronda -> kerja bakti mengecat dan melengkapi kentongan pos ronda; (4) Skenario Kerja Bakti Penutupan Lubang Jalan Gang -> bersama warga menimbun lubang jalan dengan kerikil (acuan: ketepatan tindakan gotong royong pada 4 skenario).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri akhir sesi: Murid menyebutkan masing-masing 1 wujud perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitar dan 1 wujud menjaga keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara (acuan: keasrian = ikut kerja bakti menanam/merawat taman warga/membersihkan sampah lingkungan; keamanan = membantu menyiapkan fasilitas ronda/ikut menjaga penerangan gang/siskamling bersama warga).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Kuis 'Angkat Kartu Hijau/Merah' menentukan 4 tindakan gotong royong vs bukan gotong royong di lingkungan sekitar.
  • Asesmen formatif proses: Observasi unjuk kerja kelompok saat menganalisis 4 skenario gotong royong menjaga keasrian dan keamanan lingkungan sekitar pada lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitarBelum mampu menunjukkan contoh perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitar meskipun dengan bimbingan penuh pendidik.Mampu menunjukkan 1 contoh perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitar dengan bantuan dan bimbingan pendidik.Mampu menunjukkan minimal 2 contoh perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitar secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan seluruh contoh (3 atau lebih) perilaku gotong royong menjaga keasrian lingkungan sekitar secara tepat, rinci, dan mandiri.
Menunjukkan perilaku gotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negaraBelum mampu menunjukkan contoh perilaku gotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara.Mampu menunjukkan 1 contoh perilaku gotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara dengan bimbingan pendidik.Mampu menunjukkan minimal 2 contoh perilaku gotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan seluruh contoh (3 atau lebih) perilaku gotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar serta keterhubungannya dengan persatuan warga secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok menentukan wujud perilaku gotong royong menjaga keasrian dan keamanan lingkungan sekitar?
  • Apakah media skenario dan kartu peran memudahkan murid memahami kaitan gotong royong di lingkungan sekitar dengan bela negara menjaga persatuan?

Murid:

  • Kegiatan gotong royong menjaga keasrian atau keamanan apa yang pernah atau ingin kalian lakukan bersama tetangga di lingkungan sekitar?
  • Bagaimana perasaanmu ketika dapat bekerja sama menjaga lingkungan tempat tinggalmu agar tetap aman, asri, dan rukun?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • TP 5.4.2 Mengidentifikasi wilayahnya dalam konteks provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • TP 5.4.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  • TP 5.4.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta ruang kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan dan tata tertib asesmen sumatif gabungan bab 4 yang terdiri dari tiga sesi: presentasi peta wilayah, aksi kerja bakti kelas, dan pengisian jurnal refleksi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam 6 kelompok menyimak penjelasan rubrik unjuk kerja presentasi wilayah NKRI, aturan pembagian peran saat memaparkan peta kabupaten/kota dan provinsi, serta batas waktu tampil masing-masing kelompok selama 5 menit (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Secara bergantian, 6 kelompok menyajikan unjuk kerja paparan peta informasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari NKRI di depan kelas, di mana setiap kelompok mengidentifikasi nama kabupaten/kota, batas wilayah, pembagian kecamatan, serta posisi provinsi dalam bingkai NKRI (masing-masing 5 menit x 6 kelompok = 30 menit ditambah 2 menit transisi antar-kelompok) (32 menit).
  • Tugas 2: Murid secara serentak melaksanakan aksi gotong royong membersihkan dan merapikan ruang kelas serta sudut fasilitas belajar sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara, sementara guru melakukan observasi keterlibatan aktif murid menggunakan lembar observasi (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Tugas 3: Murid duduk di tempat masing-masing dan secara mandiri mengisi lembar refleksi terstruktur serta skala penilaian diri yang berisi deskripsi pengalaman dan peran nyata murid dalam aksi gotong royong di lingkungan RT/RW sekitar tempat tinggal sebagai wujud bela negara (8 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jurnal refleksi dan memberikan apresiasi atas kesungguhan serta kerja sama seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif bab 4 (3 menit).
  • Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar bab 'Aku dan Lingkungan Sekitarku' serta menutup pembelajaran dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan visual/artikulasi diberikan kesempatan menggunakan penunjuk peta (pointer) saat presentasi dan durasi membaca petunjuk tertulis yang disesuaikan tanpa mengubah kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis: verifikasi kelengkapan media peta informasi wilayah kelompok dan kesiapan alat kebersihan kelas sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan kontribusi anggota saat presentasi peta wilayah dan pelaksanaan aksi gotong royong kelas.

Sumatif Bab:

  • Asesmen gabungan unjuk kerja presentasi kelompok dan portofolio penugasan serta refleksi diri: Peta informasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi yang dipaparkan kelompok, lembar observasi keterlibatan gotong royong di sekolah, serta jurnal refleksi gotong royong di lingkungan sekitar
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Paparan peta informasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari NKRI yang disajikan secara berkelompok (6 kelompok, masing-masing tampil 5 menit termasuk tanya jawab ringkas) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi wilayah NKRI)
  • Penilaian kinerja gotong royong sekolah: Keterlibatan aktif murid dalam aksi bersama membersihkan dan merapikan kelas/sudut sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara yang dinilai guru secara serentak (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong)
  • Penilaian diri dan jurnal refleksi tertulis serentak: Catatan refleksi individual berisi deskripsi pengalaman dan peran murid dalam aksi gotong royong di lingkungan sekitar tempat tinggal sebagai wujud bela negara yang dikerjakan serentak di kelas (15 menit; individual; instrumen: lembar refleksi terstruktur dan skala penilaian diri)

Sumatif:

  • Asesmen gabungan unjuk kerja presentasi kelompok dan portofolio penugasan serta refleksi diri: Peta informasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi yang dipaparkan kelompok, lembar observasi keterlibatan gotong royong di sekolah, serta jurnal refleksi gotong royong di lingkungan sekitar
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Paparan peta informasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari NKRI yang disajikan secara berkelompok (6 kelompok, masing-masing tampil 5 menit termasuk tanya jawab ringkas) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi wilayah NKRI)
  • Penilaian kinerja gotong royong sekolah: Keterlibatan aktif murid dalam aksi bersama membersihkan dan merapikan kelas/sudut sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara yang dinilai guru secara serentak (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong)
  • Penilaian diri dan jurnal refleksi tertulis serentak: Catatan refleksi individual berisi deskripsi pengalaman dan peran murid dalam aksi gotong royong di lingkungan sekitar tempat tinggal sebagai wujud bela negara yang dikerjakan serentak di kelas (15 menit; individual; instrumen: lembar refleksi terstruktur dan skala penilaian diri)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi dalam NKRI (TP 5.4.1 & TP 5.4.2)Kelompok belum mampu mengidentifikasi nama, letak, batas wilayah kabupaten/kota maupun provinsi dalam konteks NKRI secara tepat (0-1 unsur tepat dari acuan 4 unsur: nama kabupaten/kota, batas wilayah, pembagian kecamatan, dan provinsi dalam NKRI).Kelompok mengidentifikasi sebagian wilayah kabupaten/kota dan provinsi (tepat 2 unsur dari acuan 4 unsur: nama kabupaten/kota, batas wilayah, pembagian kecamatan, dan provinsi dalam NKRI).Kelompok mengidentifikasi sebagian besar wilayah kabupaten/kota dan provinsi dengan tepat (tepat 3 unsur dari acuan 4 unsur: nama kabupaten/kota, batas wilayah, pembagian kecamatan, dan provinsi dalam NKRI).Kelompok mengidentifikasi seluruh wilayah kabupaten/kota dan provinsi secara lengkap dan tepat (tepat memenuhi seluruh 4 unsur: nama kabupaten/kota, batas wilayah, pembagian kecamatan, dan provinsi dalam NKRI).
Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekolah sebagai Bela Negara (TP 5.4.3)Murid pasif dan tidak menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan bersama membersihkan dan merapikan kelas/sekolah.Murid menunjukkan keterlibatan dalam aksi gotong royong membersihkan kelas hanya setelah berulang kali diarahkan guru.Murid menunjukkan perilaku gotong royong secara aktif membersihkan dan merapikan fasilitas kelas/sekolah bersama teman untuk menjaga persatuan.Murid menunjukkan perilaku gotong royong secara konsisten, berinisiatif membantu area kelas yang belum selesai, serta menjaga persatuan kelas secara mandiri.
Refleksi Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar sebagai Bela Negara (TP 5.4.4)Deskripsi refleksi belum memuat contoh perilaku gotong royong nyata di lingkungan RT/RW tempat tinggal.Deskripsi refleksi hanya menyebutkan contoh kegiatan gotong royong di lingkungan RT/RW tanpa menjelaskan peran diri sendiri.Deskripsi refleksi memuat contoh nyata kegiatan gotong royong di lingkungan RT/RW dan mendeskripsikan peran diri secara jelas sebagai wujud menjaga persatuan.Deskripsi refleksi memuat contoh nyata, peran aktif diri, serta menghubungkan keterlibatan gotong royong di lingkungan sekitar secara utuh dengan kesadaran bela negara.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang adil untuk menunjukkan kompetensi identifikasi wilayah dan aksi gotong royong?
  • Bagaimana ketercapaian murid pada tujuan pembelajaran Bab 4 secara keseluruhan berdasarkan hasil asesmen sumatif gabungan ini?

Murid:

  • Apa bagian dari wilayah kabupaten/kota dan provinsiku yang paling aku pahami posisinya dalam NKRI?
  • Aksi gotong royong apa yang sudah aku lakukan di sekolah dan lingkungan sekitar yang membantuku memahami arti bela negara?

SUMBER BELAJAR

  1. Peta Dinding Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  2. Peta Administrasi Kabupaten/Kota setempat
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  4. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 4 (Kemendikbudristek, 2023)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) Peta Buta Wilayah
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  7. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  8. Peta Administrasi Kabupaten/Kota setempat dan Atlas NKRI
  9. Kartu arah mata angin dan Lembar Kerja Identifikasi Batas Wilayah
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  11. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  12. Bagan struktur hierarki pemerintahan daerah (Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa)
  13. Peta atau skema pembagian administratif daerah setempat
  14. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  15. Peta administratif atau diagram unsur daerah kabupaten/kota
  16. Kartu permainan Detektif Wilayah NKRI
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
  18. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
  19. Peta Dinding Negara Kesatuan Republik Indonesia
  20. Lembar Kerja Peta Buta NKRI
  21. Peta Administrasi Wilayah Provinsi
  22. Atlas Indonesia atau replika peta digital provinsi
  23. Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD (Kemendikbudristek RI).
  24. Atlas/Peta Geografis dan Administrasi Provinsi.
  25. Lembar Kerja Siswa 'Karakteristik Geografis Provinsi Sendiri'.
  26. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) cetak/dinding
  27. Lembar Kerja 'Keterhubungan Provinsiku di NKRI' dan alat tulis/pensil warna
  28. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, Bab 4)
  29. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, Bab 4)
  30. Alat kebersihan ruang kelas: sapu lanta, kain pel, kemoceng/lap kain, pengki, dan tempat sampah
  31. Kartu tugas peran kebersihan zona kelas
  32. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V
  33. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V
  34. Taman dan halaman sekolah beserta peralatan kebersihan (alat penyiram tanaman, sarung tangan, sapu lidi, tempat sampah/karung daun)
  35. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V
  36. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V
  37. Fasilitas belajar bersama di ruang kelas (rak buku sudut baca, lemari alat peraga, meja bersama)
  38. Perlengkapan kebersihan dan kerapian kelas (lap kain, wadah alat tulis)
  39. Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V
  40. Peralatan kebersihan kelas (sapu, pengki, tempat sampah, kain lap)
  41. Kartu tugas dan dampak gotong royong sudut kebersihan
  42. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4)
  43. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4)
  44. Kartu Aksi Kerja Bakti RT/RW dan Lembar Kerja Siswa 'Perilaku Gotong Royongku di RT/RW'
  45. Set kartu pernyataan situasi kebersihan saluran air lingkungan sekitar
  46. Lembar kerja kelompok klasifikasi kartu aksi gotong royong
  47. Lembar 4 Kartu Pernyataan Tantangan Berpasangan Fasilitas Bersama
  48. Lembar Kerja Mandiri 'Aksiku untuk Fasilitas Umum Warga'
  49. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023).
  50. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023).
  51. Kartu Skenario 'Misi Siaga Tetangga' dan Lembar Kerja Siswa.
  52. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Bab 4: Aku dan Lingkungan Sekitarku)
  53. Kartu Skenario 'Keasrian dan Keamanan Lingkungan Sekitar'
  54. Lembar Kerja Kelompok 'Aksi Nyata Gotong Royong Lingkungan Sekitar'
  55. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  56. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  57. Peta NKRI, peta administratif kabupaten/kota dan provinsi karya kelompok
  58. Perlengkapan kebersihan kelas (sapu, kemoceng, tempat sampah, lap kain)
  59. Lembar observasi unjuk kerja dan lembar refleksi mandiri murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.