Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Gotong Royong dalam Menjaga Keragaman Budaya dan Persatuan Bangsa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Gotong Royong dalam Menjaga Keragaman Budaya dan Persatuan Bangsa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Gotong Royong dalam Menjaga Keragaman Budaya dan Persatuan Bangsa

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Gotong Royong dalam Menjaga Keragaman Budaya dan Persatuan Bangsa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikGotong Royong dalam Menjaga Keragaman Budaya dan Persatuan Bangsa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan perilaku gotong royong dalam kegiatan pelestarian budaya daerah di lingkungan sekolah sebagai wujud menjaga persatuan bangsa
  2. Murid dapat mengaitkan semangat gotong royong dalam melestarikan keragaman budaya dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah bergotong royong bersama teman-teman di sekolah? Kegiatan apa saja yang dilakukan?
  2. Mengapa gotong royong penting untuk menjaga persatuan bangsa yang memiliki keragaman budaya?
  3. Bagaimana kaitan antara gotong royong dengan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kegiatan gotong royong di sekolah atau lingkungan rumah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari murid
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang hubungan gotong royong dengan pelestarian budaya dan persatuan bangsa

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar atau video praktik gotong royong dalam pelestarian budaya daerah (contoh: kerja bakti membersihkan sanggar tari, persiapan pentas budaya sekolah, atau pelestarian permainan tradisional)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gotong royong dalam pelestarian budaya yang pernah mereka lihat atau alami
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang makna gotong royong sebagai wujud persatuan bangsa dan mengaitkannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
  • Murid mencatat hasil diskusi pada lembar kerja yang telah disediakan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok merancang satu kegiatan pelestarian budaya daerah yang dapat dilakukan di sekolah dengan menerapkan nilai gotong royong
  • Murid mengidentifikasi peran setiap anggota kelompok dalam kegiatan tersebut dan mengaitkannya dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara (contoh: hak untuk melestarikan budaya, kewajiban untuk menjaga persatuan)
  • Kelompok membuat rencana sederhana berisi: nama kegiatan, tujuan, cara kerja gotong royong, dan manfaat bagi persatuan bangsa
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kegiatan mereka di depan kelas menggunakan poster atau media sederhana

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu merefleksikan pengalaman mereka dalam merancang kegiatan pelestarian budaya dengan nilai gotong royong
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dengan menjawab pertanyaan: Apa yang saya pelajari tentang gotong royong? Bagaimana gotong royong membantu menjaga persatuan? Apa yang akan saya lakukan untuk mempraktikkan gotong royong di sekolah?
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya gotong royong dalam melestarikan keragaman budaya dan menjaga persatuan sebagai wujud pengamalan Pancasila

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang gotong royong dalam pelestarian budaya dan persatuan bangsa
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan kuis singkat atau lembar evaluasi tentang kaitan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negara
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap partisipasi murid dalam pembelajaran
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berkomitmen mempraktikkan gotong royong di kehidupan sehari-hari
  • Berdoa bersama dan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru menyediakan contoh konkret praktik gotong royong dengan gambar atau cerita sederhana. Untuk murid yang lebih cepat, guru memberikan tantangan untuk menganalisis kaitan antara gotong royong dengan pasal-pasal dalam UUD 1945
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama dapat menggunakan template lembar kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur. Murid yang lebih cepat dapat membuat rancangan kegiatan yang lebih kompleks dengan timeline dan pembagian tugas yang detail
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi sesuai kekuatan mereka: poster, role play sederhana, atau presentasi lisan. Untuk murid yang lebih cepat, mereka dapat membuat proposal kegiatan yang lebih lengkap dengan lampiran jadwal dan daftar kebutuhan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang kegiatan gotong royong yang pernah dilakukan di sekolah atau rumah
  • Guru mengajukan pertanyaan sederhana: Apa yang kalian ketahui tentang gotong royong? Mengapa gotong royong penting?

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok saat mengidentifikasi praktik gotong royong
  • Penilaian keterampilan kolaborasi murid dalam merancang kegiatan pelestarian budaya
  • Mengamati kemampuan murid dalam mengaitkan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negara
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan lembar observasi

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis individu menggunakan rubrik
  • Kuis singkat berisi 3-5 pertanyaan tentang kaitan gotong royong, pelestarian budaya, dan persatuan bangsa
  • Penilaian diri murid tentang pemahaman dan sikap mereka terhadap gotong royong

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan identifikasi praktik gotong royong
  • Penilaian proses saat murid merancang kegiatan pelestarian budaya
  • Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid

Sumatif:

  • Penilaian hasil rancangan kegiatan pelestarian budaya dengan rubrik
  • Evaluasi refleksi tertulis murid tentang kaitan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negara
  • Kuis singkat di akhir pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang gotong royong dalam pelestarian budayaMurid belum mampu menjelaskan kaitan antara gotong royong dengan pelestarian budayaMurid dapat menyebutkan contoh gotong royong tetapi belum dapat mengaitkannya dengan pelestarian budayaMurid dapat menjelaskan kaitan gotong royong dengan pelestarian budaya dengan contoh yang relevanMurid dapat menjelaskan secara rinci kaitan gotong royong dengan pelestarian budaya dan persatuan bangsa disertai contoh konkret dari berbagai konteks
Kemampuan mengaitkan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negaraMurid belum mampu mengaitkan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negaraMurid dapat menyebutkan hak atau kewajiban tetapi belum dapat mengaitkannya dengan gotong royongMurid dapat mengaitkan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negara dengan penjelasan yang logisMurid dapat mengaitkan gotong royong dengan hak dan kewajiban warga negara secara mendalam dan memberikan contoh implementasi dalam kehidupan sehari-hari
Keterampilan merancang kegiatan pelestarian budayaMurid belum mampu merancang kegiatan pelestarian budaya yang jelasMurid dapat menyebutkan ide kegiatan tetapi rancangan belum lengkap dan kurang jelasMurid dapat merancang kegiatan pelestarian budaya dengan langkah-langkah yang jelas dan menunjukkan nilai gotong royongMurid dapat merancang kegiatan pelestarian budaya secara lengkap, sistematis, dengan pembagian peran yang jelas dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang nilai gotong royong
Sikap kolaborasi dalam kerja kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan kerja kelompokMurid ikut serta dalam kelompok tetapi kontribusi masih minimalMurid aktif berpartisipasi, memberikan ide, dan bekerja sama dengan anggota kelompokMurid sangat aktif, menunjukkan kepemimpinan, menghargai pendapat teman, dan memastikan semua anggota kelompok berkontribusi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pembelajaran hari ini berhasil membantu murid memahami kaitan gotong royong dengan pelestarian budaya dan persatuan bangsa?
  • Bagaimana partisipasi murid dalam kegiatan diskusi dan merancang kegiatan? Apakah ada murid yang memerlukan dukungan tambahan?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang gotong royong dalam menjaga keragaman budaya?
  • Bagaimana perasaan saya ketika bekerja sama dengan teman-teman dalam kelompok?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk mempraktikkan gotong royong di sekolah dan di rumah?
  • Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang kaitan gotong royong dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V Kemdikbudristek
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas V Kemdikbudristek
  3. Video atau gambar tentang praktik gotong royong dalam pelestarian budaya daerah
  4. Lembar kerja diskusi kelompok dan lembar refleksi individu
  5. Kertas plano, spidol warna, dan alat tulis untuk membuat poster
  6. UUD 1945 (ringkasan pasal terkait hak dan kewajiban warga negara)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.