Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Pertunjukan Seni Budaya Daerah sebagai Wujud Pelestarian Budaya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Pertunjukan Seni Budaya Daerah sebagai Wujud Pelestarian Budaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Pertunjukan Seni Budaya Daerah sebagai Wujud Pelestarian Budaya

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pertunjukan Seni Budaya Daerah sebagai Wujud Pelestarian Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPertunjukan Seni Budaya Daerah sebagai Wujud Pelestarian Budaya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan pertunjukan seni budaya daerah (tarian, lagu, atau alat musik tradisional) sebagai bentuk nyata menjaga dan melestarikan keragaman budaya Indonesia
  2. Murid dapat menunjukkan sikap menghargai dan mengapresiasi penampilan budaya daerah teman sebagai cerminan semboyan Bhinneka Tunggal Ika

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian rasakan ketika melihat teman menampilkan budaya daerahnya?
  2. Mengapa pertunjukan seni budaya daerah penting untuk dilestarikan?
  3. Bagaimana cara kita menghargai keragaman budaya yang ditampilkan teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan bertanya tentang pengalaman murid menyaksikan pertunjukan budaya daerah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyajikan pertunjukan seni budaya daerah dan saling menghargai penampilan teman
  • Asesmen awal: guru mengajukan pertanyaan diagnostik untuk mengukur pemahaman awal murid tentang budaya daerah yang akan ditampilkan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video singkat tentang berbagai pertunjukan seni budaya daerah dari berbagai provinsi di Indonesia
  • Murid mengamati video dan mengidentifikasi keragaman seni budaya (tarian, lagu, alat musik) yang ditampilkan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: mengapa keragaman budaya perlu dilestarikan dan bagaimana pertunjukan seni menjadi cara melestarikannya
  • Murid merefleksikan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keragaman budaya yang baru saja diamati
  • Guru menjelaskan kriteria pertunjukan yang baik: ekspresif, menghormati budaya asli, dan penuh apresiasi

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menyiapkan properti dan formasi untuk pertunjukan seni budaya daerah yang telah dipersiapkan sebelumnya (tarian, lagu, atau alat musik tradisional)
  • Kelompok 1-4 tampil secara bergiliran menyajikan pertunjukan seni budaya daerah masing-masing (setiap kelompok 5-7 menit)
  • Murid penonton mengisi lembar apresiasi sederhana: mencatat nama kelompok, jenis seni yang ditampilkan, dan satu hal yang mereka hargai dari penampilan tersebut
  • Setelah setiap penampilan, murid memberikan tepuk tangan apresiasi dan satu kelompok sukarelawan memberikan komentar positif
  • Guru memfasilitasi suasana saling menghargai dengan memberi contoh komentar yang membangun

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi refleksi dengan pertanyaan: Apa yang kalian rasakan saat menampilkan budaya daerah kalian? Apa yang kalian pelajari dari penampilan teman-teman?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dalam jurnal: pengalaman menampilkan, perasaan saat melihat keragaman budaya, dan komitmen untuk melestarikan budaya
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka secara sukarela di depan kelas
  • Guru menguatkan bahwa setiap budaya daerah berharga dan pertunjukan hari ini adalah bukti nyata Bhinneka Tunggal Ika
  • Murid secara berkelompok mendiskusikan cara-cara lain untuk melestarikan budaya daerah di kehidupan sehari-hari

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran: pertunjukan seni budaya adalah cara nyata melestarikan keragaman budaya Indonesia
  • Asesmen akhir: murid mengisi kuesioner refleksi tentang pengalaman pertunjukan dan sikap menghargai keragaman
  • Guru memberikan penguatan positif kepada semua kelompok atas usaha dan kerja sama mereka
  • Guru memberikan pesan moral: terus lestarikan budaya daerah dan hargai budaya daerah lain sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kurang percaya diri boleh memilih peran pendukung dalam pertunjukan (penabuh alat musik sederhana, penari belakang), sementara murid yang lebih percaya diri mengambil peran utama
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru saat persiapan, sedangkan murid yang mandiri diberi kebebasan berkreasi dalam interpretasi budaya
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk refleksi: tulisan naratif, gambar ilustrasi pengalaman, atau rekaman video testimoni singkat tentang pengalaman pertunjukan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Budaya daerah apa yang akan kalian tampilkan hari ini? Apa yang sudah kalian siapkan?
  • Guru mengamati kesiapan properti dan formasi kelompok sebelum pertunjukan dimulai

Proses:

  • Observasi guru saat murid menampilkan pertunjukan: ekspresi, kerja sama, penghayatan budaya
  • Observasi sikap murid penonton: memberi perhatian, apresiasi, dan komentar positif
  • Lembar apresiasi antar kelompok yang diisi selama pertunjukan berlangsung

Akhir:

  • Jurnal refleksi pribadi murid: ceritakan pengalaman kalian saat pertunjukan dan apa yang kalian pelajari tentang menghargai keragaman
  • Penilaian rubrik pertunjukan kelompok oleh guru
  • Kuesioner singkat: Mengapa melestarikan budaya daerah penting? Bagaimana cara menghargai budaya daerah teman?

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat menyaksikan pertunjukan teman (menghargai, memberi apresiasi, tidak mengganggu)
  • Penilaian proses saat murid menampilkan pertunjukan (keberanian, kerja sama kelompok, penghayatan budaya)
  • Lembar apresiasi yang diisi murid untuk kelompok lain

Sumatif:

  • Penilaian pertunjukan seni budaya kelompok menggunakan rubrik (penguasaan budaya, ekspresi, kerja sama)
  • Jurnal refleksi murid tentang pengalaman pertunjukan dan komitmen pelestarian budaya
  • Kuesioner akhir tentang pemahaman makna Bhinneka Tunggal Ika dan sikap menghargai keragaman

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyajian Pertunjukan Seni BudayaMurid belum dapat menampilkan pertunjukan dengan baik, tidak sesuai budaya daerah, dan tidak menunjukkan penghayatanMurid mulai dapat menampilkan pertunjukan namun masih ragu-ragu, kurang sesuai dengan budaya daerah asliMurid dapat menampilkan pertunjukan dengan cukup baik, sesuai budaya daerah, dan menunjukkan penghayatanMurid dapat menampilkan pertunjukan dengan sangat ekspresif, sangat sesuai budaya daerah asli, penuh penghayatan, dan menginspirasi
Kerja Sama KelompokMurid tidak bekerja sama dalam kelompok, bermain sendiri saat pertunjukanMurid mulai bekerja sama namun masih sering tidak kompak dengan anggota kelompok lainMurid bekerja sama dengan baik, kompak dengan anggota kelompok dalam pertunjukanMurid bekerja sama dengan sangat solid, kompak, saling mendukung, dan menciptakan pertunjukan yang harmonis
Sikap Menghargai Keragaman BudayaMurid tidak menunjukkan sikap menghargai, tidak memberi perhatian saat teman tampilMurid mulai memberi perhatian namun sesekali masih mengganggu atau tidak fokus saat teman tampilMurid menunjukkan sikap menghargai dengan memberi perhatian, tepuk tangan, dan komentar positif kepada temanMurid sangat menghargai keragaman dengan antusias memberi apresiasi, komentar membangun, dan mengakui keunikan setiap budaya daerah
Refleksi dan Pemahaman Bhinneka Tunggal IkaMurid belum dapat merefleksikan pengalaman dan tidak memahami makna Bhinneka Tunggal Ika dalam pertunjukanMurid mulai merefleksikan pengalaman namun pemahaman Bhinneka Tunggal Ika masih terbatasMurid dapat merefleksikan pengalaman dengan baik dan memahami bahwa keragaman budaya adalah kekayaan IndonesiaMurid dapat merefleksikan secara mendalam, memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, dan berkomitmen untuk melestarikan budaya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam pertunjukan dan proses apresiasi?
  • Apakah suasana pembelajaran menciptakan rasa saling menghargai dan memuliakan antar murid?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk memfasilitasi murid yang kurang percaya diri?
  • Apakah tujuan pembelajaran tentang pelestarian budaya dan sikap menghargai tercapai?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pertunjukan budaya hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat menampilkan budaya daerahmu di depan teman-teman?
  • Apa yang kamu pelajari tentang budaya daerah teman-temanmu?
  • Mengapa kita perlu menghargai keragaman budaya daerah di Indonesia?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk terus melestarikan budaya daerahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 3 Keragaman Budaya Indonesiaku
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas 5 Kurikulum Merdeka
  3. Video pertunjukan tarian tradisional berbagai daerah di Indonesia
  4. Lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi (audio/video)
  5. Alat musik tradisional atau replika sederhana (angklung, gamelan mainan, rebana, dll)
  6. Properti tarian: selendang, kipas, topi daerah, atau properti sederhana lainnya
  7. Kertas A4 untuk lembar apresiasi dan jurnal refleksi
  8. Laptop dan LCD proyektor untuk menayangkan video
  9. Speaker untuk audio lagu daerah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.