Modul AjarBab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 3: Keragaman Budaya Indonesiaku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 5 untuk Bab 3 "Keragaman Budaya Indonesiaku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 3: Keragaman Budaya Indonesiaku

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 3 — Keragaman Budaya Indonesiaku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 3 — Keragaman Budaya Indonesiaku
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  2. TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  3. TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  4. TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar teman atau tetangga berbicara menggunakan bahasa daerah yang berbeda dengan bahasamu?
  2. Bagaimana sikap yang baik ketika kita mendengarkan orang lain sedang berbicara dengan bahasa daerahnya?
  3. Bagaimana caramu bersikap saat melihat teman mengenakan pakaian adat daerah lain saat acara sekolah?
  4. Mengapa kita tidak boleh mencoret-coret atau merusak replika rumah tradisional yang kita jumpai di lingkungan sekitar?
  5. Bagaimana sikap kita saat menyaksikan upacara adat atau pertunjukan seni dari daerah lain?
  6. Mengapa kita perlu bersikap tenang dan menghargai ketika warga sekitar sedang melangsungkan ritual atau upacara adat?
  7. Bagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam pertemanan kita di sekolah yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda?
  8. Sikap apa saja yang menunjukkan rasa saling menghormati keragaman budaya antarwarga sekolah?
  9. Apa makanan khas daerah asalmu atau daerah lain yang pernah kamu coba di sekitar tempat tinggalmu?
  10. Bagaimana caramu menunjukkan sikap menjaga dan menyukai makanan tradisional agar tidak terlupakan di tengah banyaknya makanan modern?
  11. Apa saja lagu daerah dan alat musik tradisional Indonesia yang pernah kalian dengar di lingkungan sekitar?
  12. Tindakan apa saja yang menunjukkan sikap menjaga dan melestarikan lagu daerah serta alat musik tradisional agar tidak punah?
  13. Permainan tradisional apa (seperti gobak sodor atau egrang) atau seni tari daerah apa yang pernah kalian lihat atau mainkan di sekitar tempat tinggal?
  14. Tindakan apa saja yang menunjukkan sikap menjaga dan melestarikan permainan tradisional serta seni tari daerah agar tidak punah?
  15. Apa yang terjadi jika warga masyarakat tidak mau lagi merawat tradisi dan kesenian daerahnya?
  16. Bagaimana cara kita melestarikan keberagaman budaya di tengah masyarakat yang majemuk sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
  17. Bagaimana cara kita menyusun daftar sikap menghormati perbedaan budaya di rumah dan sekolah agar mudah dipahami orang lain?
  18. Mengapa penting mengelompokkan sikap menghormati keragaman budaya berdasarkan tempat terjadinya, yaitu keluarga dan sekolah?
  19. Bagaimana caramu menyajikan sikap menghormati keberagaman budaya teman-teman di sekolah agar mudah dipahami bersama?
  20. Mengapa hasil identifikasi keragaman budaya teman sebaya perlu disajikan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika?
  21. Apa saja wujud sikap menghormati keberagaman budaya yang biasa kita jumpai dalam kehidupan masyarakat di sekitar kita?
  22. Bagaimana cara kita menyajikan contoh-contoh sikap menghormati tradisi masyarakat agar mudah dipahami oleh orang lain?
  23. Bagaimana cara kita mengetahui apakah suatu tindakan sehari-hari sudah mencerminkan sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
  24. Bagaimana cara menyajikan hasil evaluasi terhadap sikap menghormati budaya agar teman-teman dapat membedakan sikap yang sesuai dan belum sesuai?
  25. Bagaimana cara kita menyusun ringkasan tindakan menjaga budaya lokal agar mudah dipahami orang lain?
  26. Apa saja bentuk tindakan nyata menjaga tradisi sekitar yang perlu kita masukkan ke dalam bahan penyajian?
  27. Kesenian tradisional apa saja yang pernah kalian saksikan atau ikuti di sekolah?
  28. Bagaimana cara kita menyajikan sikap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di lingkungan sekolah agar teman-teman ikut peduli?
  29. Tindakan nyata apa saja yang pernah kalian lakukan untuk melestarikan budaya daerah di sekitar kita?
  30. Bagaimana cara kita menyajikan daftar tindakan nyata pelestarian budaya tersebut agar dapat menginspirasi orang lain sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika?
  31. Apa saja bentuk tindakan nyata yang dapat kita lakukan untuk melestarikan keberagaman budaya bangsa?
  32. Bagaimana cara menyajikan laporan tertulis tentang sikap melestarikan budaya agar isi dan bentuk tindakannya tersampaikan secara jelas?
  33. Bagaimana cara kita menyajikan sikap menghormati dan melestarikan keragaman budaya bersama teman satu kelompok di kelas?
  34. Apa contoh tindakan nyata menghormati dan melestarikan budaya di lingkungan sekitar yang dapat kita tampilkan bersama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika?
  35. Bagaimana cara kita membuktikan pemahaman tentang sikap menghormati keragaman budaya di sekitar kita?
  36. Apa bentuk karya terbaik yang dapat kita sajikan untuk mengajak orang lain menjaga dan melestarikan budaya lokal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Keragaman Bahasa Daerah di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi sikap menghormati keragaman bahasa daerah di lingkungan sekitar sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menampilkan 2 pernyataan singkat: (1) Menertawakan teman yang berbicara dengan dialek daerahnya; (2) Mendengarkan dengan tenang saat teman berbicara bahasa daerah. Murid diminta mengidentifikasi mana tindakan yang menghormati (acuan: nomor 1 = tidak menghormati; nomor 2 = menghormati) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru mengenai keberagaman bahasa daerah di Indonesia serta pentingnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman untuk saling menghormati perbedaan bahasa di lingkungan sekitar (7 menit).
  • Guru memodelkan cara mengidentifikasi sikap menghormati dan tidak menghormati keragaman bahasa daerah melalui 2 contoh tindakan konkret di sekolah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan detektif bahasa: guru membagikan lembar kerja berisi 5 pernyataan perilaku terkait keragaman bahasa daerah di lingkungan sekitar (21 menit). Lembar kerja berisi: (1) Menyela dan mengejek teman yang berlogat daerah saat bertanya di kelas; (2) Mempersilakan tetangga menyapa keluarganya dengan bahasa daerah asalnya secara santun; (3) Menggunakan bahasa Indonesia yang santun saat berbicara dengan teman yang berbeda bahasa daerah agar saling memahami; (4) Memaksa semua orang di lingkungan bermain hanya boleh menggunakan bahasa daerah suku sendiri; (5) Memberikan kesempatan kepada teman untuk memperkenalkan arti satu kata salam dari bahasa daerahnya (acuan jawaban: sikap menghormati = nomor 2, 3, dan 5; sikap tidak menghormati = nomor 1 dan 4).
  • Murid secara mandiri memberi tanda centang pada kolom 'Menghormati' atau 'Tidak Menghormati' untuk kelima pernyataan tersebut (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil identifikasi dan membahas alasan mengapa perilaku nomor 2, 3, dan 5 mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sedangkan nomor 1 dan 4 melanggar kerukunan (6 menit).
  • Murid merenungkan pengalaman diri dalam berinteraksi sehari-hari dengan teman atau tetangga yang berbeda bahasa daerah (4 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan kembali contoh-contoh sikap menghormati keragaman bahasa daerah di lingkungan sekitar (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid serta menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai pakaian adat dan rumah tradisional (2 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pernyataan dengan huruf berukuran besar dan ikon visual pendukung bagi murid yang membutuhkan scaffolding keterbacaan.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan pendampingan terarah dengan membacakan kalimat pernyataan satu per satu; bagi murid berkemampuan cepat, murid diminta mengidentifikasi 2 contoh tambahan tindakan menghormati keragaman bahasa daerah di lingkungan pasar/tempat ibadah.
  • Produk: Format identifikasi tetap sama (menentukan sikap menghormati atau tidak menghormati pada tabel), dengan variasi jumlah butir analisis sesuai kesiapan belajar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik singkat untuk menguji kesiapan murid membedakan sikap menghormati dan tidak menghormati terhadap keragaman bahasa daerah melalui 2 pernyataan: (1) Menertawakan teman yang berbicara dengan dialek daerahnya; (2) Mendengarkan dengan tenang saat teman berbicara bahasa daerah. (acuan: pernyataan 1 = sikap tidak menghormati; pernyataan 2 = sikap menghormati).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan pemeriksaan lembar kerja murid pada tahap Mengaplikasi dengan mencocokkan klasifikasi 5 pernyataan perilaku terhadap acuan kunci (pernyataan 1 = tidak menghormati; pernyataan 2 = menghormati; pernyataan 3 = menghormati; pernyataan 4 = tidak menghormati; pernyataan 5 = menghormati).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir pembelajaran: murid menjawab secara lisan 1 contoh tindakan menghormati bahasa daerah ketika ada teman baru dari luar daerah yang berbicara dengan dialek khasnya di kelas (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan mendengarkan dengan baik, menghargai, tidak mengejek, atau mengajak berkomunikasi dengan ramah).

Formatif:

  • Penilaian lembar kerja identifikasi sikap menghormati keberagaman bahasa daerah di lingkungan sekitar berdasarkan ketepatan klasifikasi 5 pernyataan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Sikap Menghormati Keragaman Bahasa DaerahTepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 5 pernyataan perilaku menghormati/tidak menghormati keragaman bahasa daerah sesuai acuan kunci.Tepat mengidentifikasi 2 sampai 3 dari 5 pernyataan perilaku menghormati/tidak menghormati keragaman bahasa daerah sesuai acuan kunci.Tepat mengidentifikasi 4 dari 5 pernyataan perilaku menghormati/tidak menghormati keragaman bahasa daerah sesuai acuan kunci secara mandiri.Tepat mengidentifikasi seluruh (5 dari 5) pernyataan perilaku menghormati/tidak menghormati keragaman bahasa daerah sesuai acuan kunci secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap kegiatan inti sudah berjalan efektif sesuai rencana?
  • Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi perbedaan sikap menghormati dan tidak menghormati keragaman bahasa daerah?

Murid:

  • Sikap menghormati apa yang sudah kamu lakukan ketika mendengar teman berbicara menggunakan bahasa daerahnya?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantumu memahami keragaman bahasa daerah hari ini?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Pakaian Adat dan Rumah Tradisional di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 2 gambar (A: Anak memuji baju adat teman; B: Anak mengejek topi adat teman) dan menanyakan mana yang mencerminkan sikap menghormati (acuan benar: gambar A) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman pakaian adat dan rumah tradisional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 4 kartu situasi tentang keberagaman pakaian adat dan rumah tradisional yang dibagikan guru: Kartu 1 (Edo mengenakan baju Bodo pada pawai sekolah dan dipuji teman), Kartu 2 (Dina menertawakan ikat kepala khas daerah teman), Kartu 3 (Rian menjaga kebersihan saat mengunjungi anjungan Rumah Gadang), Kartu 4 (Beni mencoret tiang replika Rumah Tongkonan) (8 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menelaah setiap kartu untuk memilah mana tindakan yang menghormati keberagaman budaya dan mana tindakan yang tidak menghormati keberagaman budaya (acuan: Kartu 1 dan 3 adalah sikap menghormati; Kartu 2 dan 4 adalah sikap tidak menghormati) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti tantangan 'Detektif Budaya': secara berpasangan murid menerima Lembar Kerja yang memuat 4 pernyataan perilaku di lingkungan sekitar: (1) Menyapa teman yang mengenakan baju Ulos saat festival tanpa mencela, (2) Mengejek bentuk atap rumah Honai yang unik, (3) Menjaga ketertiban dan tidak menyentuh sembarangan benda sakral di rumah adat, (4) Menolak berfoto bersama teman karena memakai pakaian adat berbeda (12 menit).
  • Murid secara mandiri memberi tanda centang pada kolom 'Sikap Menghormati' atau 'Bukan Sikap Menghormati' untuk 4 pernyataan tersebut (acuan kunci: Pernyataan 1 = Sikap Menghormati, Pernyataan 2 = Bukan Sikap Menghormati, Pernyataan 3 = Sikap Menghormati, Pernyataan 4 = Bukan Sikap Menghormati) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi dan mengonfirmasi mengapa sikap menghormati pakaian adat dan rumah tradisional penting untuk persatuan Bhinneka Tunggal Ika (7 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan poin penting bahwa menghormati pakaian adat dan rumah tradisional dapat diwujudkan dengan tidak mengejek, memuji keunikannya, dan menjaga kelestarian fisiknya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang memerlukan pendampingan saat menentukan sikap menghormati; memberi kesempatan murid yang cepat untuk mengidentifikasi 2 contoh situasi tambahan.
  • Produk: Format identifikasi tetap sama berupa pemilihan sikap menghormati pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: Guru menampilkan 2 gambar (A: Anak memuji pakaian adat temannya; B: Anak mengejek topi adat temannya). Kriteria kesiapan: Murid tepat memilih gambar A sebagai wujud sikap menghormati (acuan: Gambar A = sikap menghormati, Gambar B = bukan sikap menghormati).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam memilah 4 kartu situasi (Kartu 1 s.d. 4) pada tahap Memahami dan lembar identifikasi 4 pernyataan perilaku pada tahap Mengaplikasi dengan acuan kunci yang telah ditetapkan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui 4 butir lembar kerja: (1) Menyapa teman berbusana adat tanpa mencela (Menghormati), (2) Mengejek atap rumah tradisional (Bukan), (3) Menjaga ketertiban di rumah adat (Menghormati), (4) Menolak foto karena busana adat berbeda (Bukan). Acuan skor: 4 benar = tuntas penuh.

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar identifikasi sikap menghormati keberagaman pakaian adat dan rumah tradisional

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Sikap Menghormati Pakaian Adat dan Rumah TradisionalBelum tepat mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya pakaian adat dan rumah tradisional (0-1 dari 4 pernyataan tepat).Mulai dapat mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya pakaian adat dan rumah tradisional dengan bantuan (2 dari 4 pernyataan tepat sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya pakaian adat dan rumah tradisional secara tepat (3-4 dari 4 pernyataan tepat sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) sikap menghormati keberagaman budaya pakaian adat dan rumah tradisional secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu situasi konkret membantu murid mengidentifikasi sikap menghormati pakaian adat dan rumah tradisional secara tepat?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan Detektif Budaya?

Murid:

  • Sikap apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman memakai pakaian adat daerah lain?
  • Bagaimana caramu bersikap saat berkunjung ke rumah tradisional atau anjungan daerah?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Upacara Adat dan Kesenian Daerah di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai sikap menghormati upacara adat serta kesenian daerah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 2 situasi lisan, yaitu (1) Berbicara keras saat prosesi upacara adat berlangsung dan (2) Memberi tepuk tangan apresiatif saat pementasan tari daerah selesai, lalu murid mengangkat tangan untuk mengidentifikasi mana yang mencerminkan sikap menghormati (acuan: situasi 1 = tidak menghormati; situasi 2 = menghormati) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam menghormati upacara adat (seperti Sekaten, Ngaben, Rambu Solo) dan kesenian daerah (seperti Tari Saman, Reog, Ondel-ondel) yang ada di lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu studi kasus tertulis di papan: (1) Menonton pertunjukan wayang kulit dengan tenang dan tertib; (2) Mengejek gerak tari tradisional daerah lain di media sosial; (3) Menjaga ketenangan dan tidak melintas sembarangan saat tetangga menggelar upacara adat kematian; (4) Menolak menyaksikan parade kesenian daerah karena menganggap budayanya sendiri paling hebat (acuan identifikasi: kartu 1 dan 3 = sikap menghormati; kartu 2 dan 4 = bukan sikap menghormati) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan memainkan kuis kartu bergambar 'Tepat Memilih': murid menerima 4 kartu pernyataan tindakan terhadap upacara adat dan kesenian daerah, yaitu (A) Menjaga kebersihan area tempat berlangsungnya upacara adat adat bersih desa; (B) Menertawakan busana penari daerah yang sedang tampil di panggung kelurahan; (C) Bertepuk tangan dengan sopan setelah pementasan musik angklung selesai; (D) Menghidupkan musik modern dengan volume keras saat tetangga melangsungkan ritual adat syukuran (acuan identifikasi: tindakan menghormati = A dan C; bukan tindakan menghormati = B dan D) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Mandiri berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan kategori 'Menghormati' atau 'Tidak Menghormati' sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika: (1) Menyaksikan pementasan kesenian daerah lain hingga selesai tanpa membuat gaduh; (2) Mengganggu ketertiban jalan saat ada arak-arakan upacara adat; (3) Memuji keindahan atraksi tari piring dari daerah Minangkabau; (4) Meremehkan alat musik tradisional gamelan yang dimainkan sanggar setempat (acuan jawaban: 1 = Menghormati, 2 = Tidak Menghormati, 3 = Menghormati, 4 = Tidak Menghormati) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan menyadari pentingnya menjaga keharmonisan hidup berdampingan melalui sikap menghormati setiap upacara adat dan kesenian daerah di lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan mengaitkan sikap menghormati keberagaman seni serta tradisi dengan pengamalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan berdoa bersama dan mengingatkan topik pertemuan berikutnya tentang keberagaman budaya di sekolah (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu studi kasus dengan teks singkat disertai gambar visual upacara adat/kesenian daerah bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah saat mengklasifikasikan 4 kartu tindakan, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diberikan tambahan 2 studi kasus kontekstual untuk dianalisis kategorinya.
  • Produk: Format penyajian identifikasi pada lembar kerja dapat berupa penandaan simbol centang/silang atau penulisan kategori 'Menghormati'/'Tidak Menghormati'.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat dengan 2 contoh situasi konkret: (1) Berbicara keras saat upacara adat berlangsung (acuan: bukan sikap menghormati); (2) Memberi tepuk tangan apresiatif saat pementasan tari daerah selesai (acuan: sikap menghormati).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan hasil pengerjaan 4 butir Lembar Kerja Identifikasi Mandiri: (1) Menyaksikan pementasan kesenian tanpa gaduh (Menghormati); (2) Mengganggu arak-arakan upacara adat (Tidak Menghormati); (3) Memuji keindahan atraksi tari piring (Menghormati); (4) Meremehkan musik gamelan sanggar setempat (Tidak Menghormati).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan pemahaman akhir melalui konfirmasi jawaban terhadap 4 butir lembar kerja: murid dinyatakan tuntas jika mengidentifikasi dengan benar minimal 3 dari 4 pernyataan sikap menghormati keberagaman budaya upacara adat dan kesenian daerah sesuai kunci acuan.

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi mandiri berisi 4 butir pernyataan sikap menghormati upacara adat dan kesenian daerah
  • Observasi ketepatan mengidentifikasi sikap pada kuis kartu berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya (upacara adat dan kesenian daerah)Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 pernyataan sikap menghormati upacara adat dan kesenian daerah berdasarkan acuan.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 pernyataan sikap menghormati upacara adat dan kesenian daerah berdasarkan acuan.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 pernyataan sikap menghormati upacara adat dan kesenian daerah berdasarkan acuan.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) pernyataan sikap menghormati upacara adat dan kesenian daerah berdasarkan acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh situasi upacara adat dan kesenian daerah yang diberikan cukup dekat dan mudah dipahami oleh murid kelas 5?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kuis permainan kartu berpasangan berlangsung?

Murid:

  • Sikap menghormati apa yang paling mudah kamu terapkan saat menonton pertunjukan seni tradisional di sekitarmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman membuat gaduh saat upacara adat berlangsung?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 pernyataan lisan lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika merupakan sikap menghormati keberagaman budaya di sekolah atau jempol ke bawah jika bukan. Pernyataan 1: 'Mau berteman saat kerja kelompok dengan teman yang logat bicaranya berbeda' (acuan: benar/menghormati). Pernyataan 2: 'Mengejek pakaian adat teman saat peringatan hari besar di sekolah' (acuan: salah/tidak menghormati) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemaparan singkat guru mengenai makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekolah, yaitu berbeda-beda latar belakang budaya (suku, bahasa, kebiasaan daerah) tetapi tetap satu kesatuan warga sekolah yang saling menghargai (10 menit).
  • Guru membagikan Lembar Telaah Perilaku berisi 4 situasi di sekolah untuk dicermati bersama: (1) Situasi A: Menertawakan bekal makanan khas daerah yang dibawa teman; (2) Situasi B: Memberi kesempatan teman berbicara tanpa menyela walau dialek daerahnya berbeda; (3) Situasi C: Memilih-milih teman bermain hanya yang berasal dari satu suku daerah yang sama; (4) Situasi D: Menyaksikan dan bertepuk tangan saat kelompok lain menampilkan tarian tradisional di pentas sekolah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kuis interaktif 'Detektif Bhinneka di Sekolah': murid secara mandiri menganalisis 4 situasi pada Lembar Telaah Perilaku dengan mengklasifikasikan situasi mana yang merupakan 'Sikap Menghormati' dan 'Sikap Tidak Menghormati', lalu melingkari bukti perilakunya (15 menit).
  • Guru dan murid membahas hasil telaah 4 situasi tersebut. Acuan kunci jawaban: Situasi A = 'Sikap Tidak Menghormati' (bukti: menertawakan bekal khas); Situasi B = 'Sikap Menghormati' (bukti: memberi kesempatan berbicara); Situasi C = 'Sikap Tidak Menghormati' (bukti: memilih teman berdasarkan suku); Situasi D = 'Sikap Menghormati' (bukti: menyaksikan dan bertepuk tangan pada penampilan tarian daerah) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali lembar jawabannya secara berkesadaran untuk mengenali apakah dirinya sudah mampu membedakan perilaku menghormati dan tidak menghormati keragaman budaya di sekolah (5 menit).
  • Murid menjawab secara lisan contoh satu tindakan menghormati keragaman budaya yang paling sering atau pernah mereka lakukan sendiri di kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di sekolah dibuktikan melalui sikap nyata menghargai teman yang berbeda latar belakang budaya (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari sikap menjaga keragaman makanan tradisional (1 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan salam dan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar telaah situasi dengan kalimat berilustrasi visual sederhana bagi murid yang membutuhkan dukungan pemahaman membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar mengidentifikasi bukti perilaku, serta memberikan stimulus pengayaan berupa analisis 2 situasi tambahan di lingkungan ekstrakulikuler sekolah bagi murid yang cepat.
  • Produk: Format penandaan identifikasi dapat berupa memberi tanda centang/lingkaran atau menuliskan kode huruf situasi pada kolom tabel klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan lisan dengan 2 butir pernyataan: (1) 'Mau berteman saat kerja kelompok dengan teman yang logat bicaranya berbeda' (acuan: sikap menghormati / respon jempol ke atas); (2) 'Mengejek pakaian adat teman saat peringatan hari besar di sekolah' (acuan: bukan sikap menghormati / respon jempol ke bawah).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan hasil identifikasi klasifikasi 4 situasi pada Lembar Telaah Perilaku dengan daftar acuan: Situasi A = Tidak Menghormati; Situasi B = Menghormati; Situasi C = Tidak Menghormati; Situasi D = Menghormati.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan kategori sikap menghormati atau tidak menghormati pada situasi spontan: 'Mengajak siswa baru dari daerah lain untuk bermain bersama di jam istirahat' (acuan: sikap menghormati keragaman budaya di sekolah sesuai bingkai Bhinneka Tunggal Ika).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan dengan respon jempol di awal pembelajaran.
  • Penugasan mandiri telaah klasifikasi 4 situasi keragaman budaya di sekolah pada Lembar Telaah Perilaku.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di sekolahTepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 situasi sikap menghormati/tidak menghormati keragaman budaya di sekolah sesuai acuan.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 situasi sikap menghormati/tidak menghormati keragaman budaya di sekolah sesuai acuan.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 situasi sikap menghormati/tidak menghormati keragaman budaya di sekolah sesuai acuan.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) situasi sikap menghormati/tidak menghormati keragaman budaya di sekolah sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario situasi keragaman budaya di sekolah yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas mengidentifikasi sikap menghormati keragaman budaya selama sesi kuis interaktif?

Murid:

  • Situasi menghormati keragaman budaya mana di sekolah yang paling mudah kamu kenali?
  • Apakah kamu sudah dapat membedakan sikap yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika dan sikap yang merusak kerukunan di sekolah?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Sikap Menjaga Keberagaman Makanan Tradisional di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan suasana belajar yang menyenangkan (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai aneka makanan khas daerah dan melakukan asesmen awal lisan: murid diminta memilih mana yang termasuk tindakan menjaga kuliner tradisional dari 2 pilihan tindakan (acuan: mau mencicipi dan membeli jajanan pasar tradisional adalah tindakan menjaga; menolak dan mengejek makanan daerah teman bukan tindakan menjaga) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman makanan tradisional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak paparan guru melalui kartu visual contoh keragaman kuliner nusantara (seperti kerak telor, rendang, papeda, gudeg, pempek) dan mengamati teks narasi singkat tentang keberadaan penjual makanan tradisional di lingkungan sekitar (7 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 4 contoh tindakan nyata dalam menjaga keberagaman makanan tradisional: (1) Gemar mengonsumsi dan membeli makanan tradisional lokal, (2) Mempelajari resep atau cara membuat panganan tradisional bersama keluarga, (3) Memperkenalkan makanan daerah kepada teman yang berbeda suku, (4) Menghargai dan tidak mencela makanan khas daerah lain yang belum pernah dicoba (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tebak cepat 'Pilah Kartu Sikap': setiap pasangan menerima 6 kartu pernyataan untuk dikelompokkan ke dalam kategori 'Sikap Menjaga Keberagaman Makanan Tradisional' atau 'Bukan Sikap Menjaga': (1) Membeli kue lumpur dan lemper di pasar tradisional, (2) Mengatakan bahwa makanan khas daerah lain aneh dan tidak enak, (3) Belajar membuat nagasari bersama nenek di rumah, (4) Hanya mau memakan makanan cepat saji impor dan menolak makanan lokal, (5) Mengajak teman mencicipi pempek khas Palembang saat jam istirahat, (6) Mencela bau terasi pada sambal khas daerah tetangga (acuan: kartu 1, 3, 5 = Sikap Menjaga; kartu 2, 4, 6 = Bukan Sikap Menjaga) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 skenario situasi lingkungan sekitar dan menentukan tindakan menjaga kelestarian makanan tradisional yang tepat sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika: Skenario 1: Di kantin sekolah tersedia gado-gado dan mi ayam, tindakan menjaga: memilih membeli gado-gado untuk makan siang; Skenario 2: Ibu tetangga dari suku Sunda membagikan surabi, tindakan menjaga: menerima dan mencicipinya dengan senang hati; Skenario 3: Ada festival kuliner jajanan pasar di balai warga, tindakan menjaga: mengunjungi gerai dan mencoba jajanan pasar daerah; Skenario 4: Teman membawa bekal papeda berkuah kuning, tindakan menjaga: menghormati dan tidak mengejek aroma atau tampilan makanan tersebut (acuan: tindakan menjaga sesuai kunci di atas) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa ketepatan hasil pengelompokan kartu dan skenario pada lembar kerja, mendiskusikan mengapa sikap menjaga makanan tradisional penting bagi persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
  • Murid memikirkan satu tindakan nyata menjaga makanan tradisional yang akan dibiasakan di lingkungan rumah atau sekolah (misalnya mau mencicipi jajanan tradisional lokal) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melestarikan makanan tradisional adalah bagian dari mencintai keberagaman budaya bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid, memberikan tindak lanjut untuk membiasakan mengonsumsi makanan lokal di rumah, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar makanan tradisional dengan penjelasan sederhana bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks terpandu.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan membedakan tindakan menjaga dan bukan menjaga, serta memberikan kartu studi kasus ekstra bagi murid yang sudah cepat memahami.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dengan cara menceklis tabel kategori, menempelkan kartu sikap, atau menuliskan nomor pernyataan yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Guru menyebutkan 2 tindakan: (A) Mau mencoba jajanan klepon yang dibawa teman, (B) Mengejek makanan daerah lain karena baunya asing. Murid diminta memilih mana tindakan yang mencerminkan sikap menjaga budaya (acuan: tindakan A adalah sikap menjaga budaya; tindakan B bukan).

Proses:

  • Formatif pada permainan 'Pilah Kartu Sikap': guru mencatat ketepatan murid mengelompokkan 6 kartu sikap ke dalam dua kategori dengan acuan: Kartu 1 (membeli kue lumpur/lemper), Kartu 3 (belajar buat nagasari), Kartu 5 (mengajak teman cicipi pempek) = Sikap Menjaga; Kartu 2 (mengatakan makanan khas lain aneh), Kartu 4 (hanya mau makan makanan cepat saji impor), Kartu 6 (mencela bau sambal khas) = Bukan Sikap Menjaga.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Kerja Identifikasi pada tahap Mengaplikasi dengan acuan 4 skenario: Skenario 1 = membeli makanan lokal/tradisional di kantin; Skenario 2 = menerima dan mencicipi makanan daerah pemberian tetangga; Skenario 3 = menghadiri dan membeli kuliner lokal di festival warga; Skenario 4 = menghargai bekal makanan khas teman tanpa mengejek.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat memilah 6 kartu sikap menjaga keberagaman makanan tradisional
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi Sikap (4 skenario)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sikap menjaga keberagaman makanan tradisional dalam bingkai Bhinneka Tunggal IkaTepat mengidentifikasi 1 dari 4 tindakan menjaga makanan tradisional pada skenario yang diberikan secara terbimbing penuh.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 tindakan menjaga makanan tradisional pada skenario yang diberikan dengan sedikit arahan guru.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 tindakan menjaga makanan tradisional pada skenario yang diberikan secara mandiri.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) tindakan menjaga makanan tradisional pada skenario yang diberikan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan pilah kartu efektif membantu murid mengidentifikasi sikap menjaga keragaman makanan tradisional?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menghubungkan sikap menjaga makanan lokal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara menghargai dan melestarikan makanan tradisional hari ini?
  • Sikap menjaga makanan tradisional apa yang paling mudah kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah atau sekolah?

Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Sikap Melestarikan Lagu Daerah dan Alat Musik Tradisional di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi sikap melestarikan lagu daerah dan alat musik tradisional di lingkungan sekitar dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan tes diagnostik lisan singkat kepada murid dengan mengajukan 2 pertanyaan klasifikasi sikap: 'Manakah yang mencerminkan sikap melestarikan lagu daerah dan alat musik tradisional: (1) Menertawakan teman yang menyanyikan lagu daerah atau ikut mempelajari lagunya? (acuan: ikut mempelajari lagunya); (2) Membiarkan alat musik angklung berdebu atau belajar memainkannya di ekstrakurikuler sekolah? (acuan: belajar memainkannya di ekstrakurikuler sekolah)' (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan audiovisual singkat mengenai contoh lagu daerah (seperti Gundhul-Gundhul Pacul, Yamko Rambe Yamko) dan alat musik tradisional (seperti angklung, gamelan, kolintang, sasando) serta cara-cara menjaganya di lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid mencermati dan menelaah daftar contoh sikap nyata melestarikan lagu daerah dan alat musik tradisional: mempelajari notasinya, mendengarkan lagunya dengan rasa bangga, merawat fisik instrumen musik, dan ikut menyaksikan pentas seni tradisional (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tebak Kartu Sikap Budaya': murid membaca kartu pernyataan dan mengidentifikasi apakah pernyataan tersebut termasuk 'Sikap Melestarikan' atau 'Bukan Sikap Melestarikan' pada papan klasifikasi kelas (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Identifikasi yang berisi 4 pernyataan situasi terkait lagu daerah dan alat musik tradisional: (1) Doni rajin berlatih alat musik kolintang di sanggar dekat rumah; (2) Rina menolak mendengarkan lagu daerah karena merasa kuno; (3) Kelas 5 menyanyikan lagu daerah saat pentas seni sekolah; (4) Edo membiarkan gendang tradisional sekolah kehujanan dan rusak (acuan klasifikasi: nomor 1 dan 3 adalah Sikap Melestarikan; nomor 2 dan 4 adalah Bukan Sikap Melestarikan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar identifikasi berdasarkan acuan yang telah ditetapkan dan mengonfirmasi ketepatan pemilahan sikap pelestarian (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya tindakan nyata dalam melestarikan lagu daerah dan alat musik tradisional sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil identifikasi murid, mengingatkan rencana pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks pernyataan disertai ilustrasi gambar alat musik/kegiatan bernyanyi, sedangkan murid mahir diberikan teks studi kasus lingkungan masyarakat.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pemodelan kata kunci tindakan (misal: merawat vs merusak), sedangkan murid yang lebih cepat bekerja secara mandiri penuh.
  • Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi pada 4 butir situasi dengan standar pengelompokan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Pilihlah tindakan yang tepat: (1) Menyanyikan lagu daerah saat upacara atau mengejek bahasa lagunya? (acuan: menyanyikan lagu daerah saat upacara); (2) Ikut merawat alat musik gamelan di sekolah atau mencoret-coretnya? (acuan: ikut merawat alat musik gamelan di sekolah)'

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan 'Tebak Kartu Sikap Budaya'
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Identifikasi 4 pernyataan situasi: (1) Doni rajin berlatih kolintang (Sikap Melestarikan); (2) Rina menolak mendengar lagu daerah (Bukan Sikap Melestarikan); (3) Kelas 5 menyanyikan lagu daerah (Sikap Melestarikan); (4) Edo membiarkan gendang rusak (Bukan Sikap Melestarikan)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 2 butir penutup: sebutkan 2 contoh tindakan menjaga lagu daerah dan alat musik tradisional di lingkungan sekolah (kriteria penerimaan: jawaban memuat tindakan nyata seperti berlatih menyanyi lagu daerah, merawat/memainkan alat musik tradisional, atau menonton pementasan seni tanpa meremehkan)

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan pemilahan sikap
  • Lembar Identifikasi Sikap berisi 4 butir pernyataan klasifikasi sikap melestarikan lagu daerah dan alat musik tradisional

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Sikap Melestarikan Lagu Daerah dan Alat Musik TradisionalMengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 pernyataan sikap pelestarian lagu daerah dan alat musik tradisional (daftar acuan: butir 1 Pelestarian, 2 Bukan, 3 Pelestarian, 4 Bukan).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pernyataan sikap pelestarian lagu daerah dan alat musik tradisional sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pernyataan sikap pelestarian lagu daerah dan alat musik tradisional sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat seluruhnya (4 dari 4 pernyataan) sikap pelestarian lagu daerah dan alat musik tradisional secara mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu dan studi situasi berhasil membantu murid membedakan sikap melestarikan dan yang merusak kelestarian budaya?
  • Bagian langkah manakah yang membutuhkan alokasi bimbingan lebih intensif bagi murid yang belum berkembang?

Murid:

  • Sikap melestarikan lagu daerah atau alat musik tradisional apa yang paling mudah kamu lakukan di sekolah?
  • Apakah kamu dapat membedakan tindakan yang menjaga kelestarian musik tradisional dengan tindakan yang merugikannya?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Sikap Menjaga Permainan Tradisional dan Seni Tari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan permainan tradisional dan seni tari di lingkungan sekitar dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan memilih sikap: 'Manakah tindakan yang menjaga budaya: (A) Mengganti semua permainan tradisional dengan game ponsel, atau (B) Menyediakan waktu bermain gobak sodor bersama teman di sekolah?' Murid menjawab serentak (acuan jawaban benar: B) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak tayangan gambar atau penjelasan guru mengenai contoh permainan tradisional (seperti gobak sodor, egrang, congklak) dan seni tari daerah (seperti tari Saman, tari Piring, tari Jaipong) serta pentingnya menjaga keberadaannya di lingkungan sekitar (7 menit).
  • Murid menyimak dan mencermati pemodelan cara mengidentifikasi sikap menjaga vs sikap mengabaikan permainan tradisional dan seni tari berdasarkan contoh konkret di kehidupan sehari-hari (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif cepat 'Pilah Kartu Sikap Budaya': tiap pasangan menerima lembar berisi 4 butir pernyataan sikap: (1) Menyisihkan waktu untuk bermain bentengan atau gobak sodor di jam istirahat; (2) Menertawakan teman yang sedang berlatih tari daerah; (3) Mengikuti ekstrakurikuler seni tari daerah di sekolah dengan tekun; (4) Menolak mempelajari gerak tari tradisional karena dianggap kuno (acuan: butir 1 dan 3 adalah sikap menjaga/melestarikan; butir 2 dan 4 adalah sikap mengabaikan/tidak menjaga) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 4 pernyataan sikap pelestarian seni tari dan permainan tradisional untuk ditentukan kategorinya (Sikap Menjaga atau Bukan Sikap Menjaga): (1) Mempelajari aturan permainan congklak dan memainkannya bersama teman; (2) Hanya mau memainkan permainan modern dan mencela permainan tradisional; (3) Menonton pertunjukan seni tari daerah yang diselenggarakan di lingkungan warga dengan tertib dan apresiatif; (4) Malu mengakui tarian daerah asal sendiri di depan teman-teman (acuan: butir 1 = Sikap Menjaga, butir 2 = Bukan Sikap Menjaga, butir 3 = Sikap Menjaga, butir 4 = Bukan Sikap Menjaga) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa kecocokan hasil identifikasi lembar kerja dengan acuan bersama, membahas alasan mengapa sikap tertentu menjaga kelestarian budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi kesadaran pribadi di buku tulis mengenai satu sikap menjaga permainan tradisional atau seni tari yang paling mudah mereka lakukan di lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari sikap menjaga dan melestarikan permainan tradisional dan seni tari daerah di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika, menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya mengenai melestarikan keberagaman budaya di masyarakat, dan menutup kelas dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pernyataan bergambar ikonik; murid yang lebih cepat diberikan kartu pernyataan situasi kontekstual yang lebih kompleks di lingkungan warga.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu memilah sikap diberikan pendampingan langsung oleh guru melalui pertanyaan panduan; murid yang mahir mengidentifikasi secara mandiri langsung menyelesaikan 4 butir lembar kerja.
  • Produk: Semua murid mengidentifikasi 4 butir pernyataan sikap pada lembar kerja; murid berpencapaian tinggi menambahkan 1 contoh sikap menjaga permainan tradisional atau seni tari dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: 'Manakah tindakan yang menjaga budaya: (A) Mengganti semua permainan tradisional dengan game ponsel, atau (B) Menyediakan waktu bermain gobak sodor bersama teman di sekolah?' (acuan jawaban: B).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas permainan 'Pilah Kartu Sikap Budaya' dan pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir pernyataan: (1) Mempelajari aturan permainan congklak dan memainkannya bersama teman [Sikap Menjaga]; (2) Hanya mau memainkan permainan modern dan mencela permainan tradisional [Bukan Sikap Menjaga]; (3) Menonton pertunjukan seni tari daerah yang diselenggarakan di lingkungan warga dengan tertib dan apresiatif [Sikap Menjaga]; (4) Malu mengakui tarian daerah asal sendiri di depan teman-teman [Bukan Sikap Menjaga].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan secara acak sikap yang benar ketika ada pementasan seni tari di lingkungan tempat tinggal (acuan kriteria: menyebutkan menonton/mengapresiasi dengan tertib atau tidak mengganggu pementasan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja mandiri: mengidentifikasi 4 butir pernyataan sikap menjaga dan bukan menjaga permainan tradisional dan seni tari di lingkungan sekitar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan permainan tradisional dan seni tari di lingkungan sekitarMengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 butir pernyataan sikap menjaga permainan tradisional dan seni tari pada lembar kerja (acuan: butir 1=Menjaga, butir 2=Bukan, butir 3=Menjaga, butir 4=Bukan).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir pernyataan sikap menjaga permainan tradisional dan seni tari pada lembar kerja (acuan: butir 1=Menjaga, butir 2=Bukan, butir 3=Menjaga, butir 4=Bukan).Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir pernyataan sikap menjaga permainan tradisional dan seni tari pada lembar kerja (acuan: butir 1=Menjaga, butir 2=Bukan, butir 3=Menjaga, butir 4=Bukan).Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) butir pernyataan sikap menjaga permainan tradisional dan seni tari pada lembar kerja secara mandiri (acuan: butir 1=Menjaga, butir 2=Bukan, butir 3=Menjaga, butir 4=Bukan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan memilah kartu sikap pelestarian budaya?
  • Apakah langkah pembelajaran berhasil membantu murid membedakan sikap menjaga dan sikap mengabaikan permainan tradisional serta seni tari?

Murid:

  • Permainan tradisional atau seni tari apa yang paling ingin aku jaga keberadaannya di sekitarku?
  • Tindakan apa yang akan aku lakukan jika ada teman yang mengajak memainkan permainan tradisional atau berlatih tari daerah?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika di Masyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan masyarakat (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat dengan menanyakan 2 tindakan: (1) Menyaksikan pawai budaya daerah lain di lingkungan tempat tinggal; (2) Mengejek pertunjukan reog yang melintas di depan rumah; murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika merupakan sikap melestarikan budaya dan jempol ke bawah jika bukan (acuan: tindakan 1 = sikap melestarikan budaya; tindakan 2 = bukan sikap melestarikan budaya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan guru mengenai 4 bentuk sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya di masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika: (1) Mendukung penyelenggaraan festival budaya desa/kelurahan, (2) Mempelajari kesenian daerah lain di sanggar masyarakat, (3) Mempromosikan produk kerajinan/kuliner tradisional lokal, dan (4) Menciptakan kerukunan antarwarga yang berbeda latar belakang budaya (10 menit).
  • Murid bertanya jawab dengan guru untuk mengidentifikasi ciri-ciri tindakan pelestarian budaya yang memperkuat persatuan dan yang justru memicu perpecahan di masyarakat berdasarkan 4 contoh situasi konkret yang disampaikan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan 'Detektif Budaya': setiap pasangan menerima lembar kerja yang memuat 4 cuplikan narasi kegiatan warga di masyarakat: Narasi A: 'Pak RT mengajak warga mengadakan bazar kuliner tradisional nusantara saat perayaan HUT RI'; Narasi B: 'Sekelompok pemuda menolak latihan gamelan di balai warga karena menganggap kuno'; Narasi C: 'Warga lintas suku bergotong royong membersihkan panggung pentas seni tari daerah'; Narasi D: 'Warga melarang tetangga menampilkan kesenian asal daerah asalnya' (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengidentifikasi dan mengelompokkan mana narasi yang mencerminkan sikap menjaga/melestarikan budaya dan mana yang tidak, serta memberi tanda centang pada tabel klasifikasi (acuan: Narasi A dan C = Sikap melestarikan; Narasi B dan D = Bukan sikap melestarikan) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar identifikasi mandiri berisi 4 pernyataan tindakan di masyarakat untuk menentukan kategori 'Melestarikan' atau 'Tidak Melestarikan': (1) Mengikuti pelatihan membatik di balai RW; (2) Mengabaikan undangan pentas musik daerah di kelurahan; (3) Membeli cenderamata khas daerah setempat saat festival warga; (4) Menertawakan pakaian adat tetangga saat karnaval (acuan: nomor 1 dan 3 = Melestarikan; nomor 2 dan 4 = Tidak Melestarikan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi mandiri dan menyimpulkan pentingnya peran warga masyarakat dalam menjaga keragaman budaya demi keutuhan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil identifikasi murid dan mengapresiasi keaktifan seluruh murid (3 menit).
  • Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai manfaat mempelajari sikap pelestarian budaya dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan visual untuk memahami narasi kegiatan masyarakat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung oleh guru saat mencermati cuplikan narasi; murid yang cepat diberikan lembar analisis tambahan berisi 2 narasi kasus kompleks untuk diidentifikasi.
  • Produk: Format penyampaian identifikasi dapat berupa penandaan centang pada tabel atau melingkari kata kunci tindakan pelestarian budaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab cepat diagnostik dengan 2 stimulus tindakan di masyarakat: (1) Menyaksikan pawai budaya daerah lain di lingkungan tempat tinggal; (2) Mengejek pertunjukan reog yang melintas di depan rumah (acuan: tindakan 1 = sikap melestarikan; tindakan 2 = bukan sikap melestarikan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam mengidentifikasi 4 narasi kegiatan masyarakat pada aktivitas 'Detektif Budaya' (acuan kunci: Narasi A dan C = Sikap melestarikan keberagaman budaya; Narasi B dan D = Bukan sikap melestarikan keberagaman budaya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis dengan menentukan status 'Melestarikan' atau 'Tidak Melestarikan' pada 4 butir pernyataan: (1) Mengikuti pelatihan membatik di balai RW; (2) Mengabaikan undangan pentas musik daerah di kelurahan; (3) Membeli cenderamata khas daerah setempat saat festival warga; (4) Menertawakan pakaian adat tetangga saat karnaval (acuan kunci: butir 1 = Melestarikan; butir 2 = Tidak Melestarikan; butir 3 = Melestarikan; butir 4 = Tidak Melestarikan).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Berpasangan: Lembar identifikasi klasifikasi narasi kegiatan masyarakat (Tantangan 'Detektif Budaya')
  • Tes Tertulis Format Singkat: Lembar identifikasi mandiri 4 pernyataan sikap melestarikan keberagaman budaya di masyarakat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya di masyarakatMengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 pernyataan sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya di masyarakat.Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pernyataan sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya di masyarakat.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pernyataan sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya di masyarakat.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) pernyataan sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya di masyarakat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas berpasangan 'Detektif Budaya' efektif membantu murid mengidentifikasi sikap pelestarian budaya di masyarakat?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi waktu atau bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Sikap melestarikan budaya apa yang paling mudah kamu temukan di lingkungan masyarakat sekitarmu?
  • Kegiatan mana dalam pembelajaran hari ini yang paling membantumu memahami sikap menjaga keberagaman budaya?

Pertemuan 9 — Menyusun Bahan Penyajian Sikap Menghormati Keragaman Budaya di Lingkungan Keluarga dan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu menyusun bahan penyajian berupa tabel pengelompokan hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menandai secara cepat apakah 2 pernyataan sikap berikut termasuk lingkup keluarga atau sekolah: (1) Menghormati makanan khas daerah asal orang tua saat acara kumpul keluarga (acuan: keluarga); (2) Mau berteman tanpa mengejek dialek bahasa daerah teman baru di kelas (acuan: sekolah) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan bagan bahan penyajian tentang sikap menghormati keragaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati lembar bahan berisi 4 kartu pernyataan sikap menghormati budaya: (1) Menyapa kakek dan nenek menggunakan bahasa daerah yang santun; (2) Memperhatikan teman yang mengenakan pakaian adat saat peringatan Hari Kartini di sekolah tanpa mencela; (3) Menghargai resep masakan tradisional warisan ibu di meja makan rumah; (4) Menghargai teman yang membawa bekal makanan khas suku asalnya di jam istirahat kelas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Sortir Budaya': murid memilah dan memasangkan secara tepat 4 kartu pernyataan tersebut ke dalam 2 kolom bahan penyajian: Lingkup Keluarga dan Lingkup Sekolah (acuan: kartu 1 dan 3 masuk kolom Keluarga; kartu 2 dan 4 masuk kolom Sekolah) (10 menit).
  • Dalam kelompok kecil (3-4 orang), murid menyusun draf lembar bahan penyajian tertulis yang memuat hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya: menuliskan minimal 2 contoh sikap konkret di lingkungan keluarga dan 2 contoh sikap konkret di lingkungan sekolah berdasarkan pengamatan sekitar (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok saling bertukar lembar bahan penyajian antarmeja untuk saling memeriksa kelengkapan pengelompokan sikap menghormati budaya di keluarga dan sekolah (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana bahan penyajian yang terstruktur membantu menyampaikan pesan saling menghormati perbedaan budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap draf bahan penyajian yang telah disusun tiap kelompok (5 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa bahan penyajian ini akan digunakan untuk sesi penyajian hasil identifikasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci pembeda latar ('di rumah/keluarga' vs 'di kelas/sekolah'); murid berkemampuan cepat diberikan ruang menambah butir sikap menghormati tradisi upacara adat keluarga.
  • Proses: Penyusunan bahan dilakukan secara berpasangan dan kelompok heterogen agar murid saling melengkapi identifikasi sikap.
  • Produk: Bahan penyajian disajikan dalam bentuk tabel dua kolom terstruktur (Keluarga dan Sekolah) pada kertas lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan penempatan sikap: Murid mengklasifikasikan 2 pernyataan cepat: (1) Menghormati makanan khas daerah asal orang tua saat acara kumpul keluarga (acuan: lingkungan keluarga); (2) Mau berteman tanpa mengejek dialek bahasa daerah teman baru di kelas (acuan: lingkungan sekolah).

Proses:

  • Observasi pengerjaan 'Tantangan Sortir Budaya' memilah 4 kartu pernyataan sikap menghormati keberagaman ke dalam kolom Keluarga dan Sekolah (acuan: Kartu 1 [bahasa daerah santun ke kakek/nenek] = Keluarga; Kartu 2 [memperhatikan pakaian adat teman di sekolah] = Sekolah; Kartu 3 [menghargai resep warisan ibu di rumah] = Keluarga; Kartu 4 [menghargai bekal khas teman di kelas] = Sekolah).
  • Pemeriksaan draf lembar kerja bahan penyajian: ketepatan isi minimal 2 sikap di keluarga dan 2 sikap di sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Murid memeriksa kesesuaian draf penyajian kelompoknya terhadap kriteria penerimaan operasional (apakah memuat minimal 2 contoh sikap menghormati budaya di keluarga yang relevan dengan kehidupan rumah tangga dan 2 contoh sikap menghormati budaya di sekolah yang relevan dengan pertemanan/kegiatan sekolah).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyusunan lembar bahan penyajian hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya di keluarga dan sekolah menggunakan lembar ceklis kriteria.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyusunan Bahan Penyajian Sikap Menghormati Keragaman Budaya di Lingkungan Keluarga dan SekolahBelum mampu menyusun bahan penyajian atau hanya mencantumkan 1 sikap menghormati budaya yang relevan secara tepat.Menyusun bahan penyajian dengan memuat 2 sikap menghormati budaya secara tepat pada salah satu lingkungan (keluarga atau sekolah saja).Menyusun bahan penyajian secara tepat memuat minimal 2 sikap di lingkungan keluarga dan 2 sikap di lingkungan sekolah sesuai acuan pengelompokan.Menyusun bahan penyajian secara tepat memuat lebih dari 2 sikap di lingkungan keluarga dan lebih dari 2 sikap di lingkungan sekolah secara mandiri dan terstruktur rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah penyusunan draf tabel bahan penyajian dapat dipahami dan diselesaikan murid tepat waktu?
  • Apakah aktivitas permainan sortir kartu berhasil membuat murid membedakan konteks sikap di keluarga dan sekolah secara menyenangkan?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa membedakan sikap menghormati keragaman budaya di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah?
  • Bagian mana dari tabel penyajian yang paling mudah aku lengkapi bersama teman sekelompok?

Pertemuan 10 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keragaman Budaya Teman Sebaya di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan kelas, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya teman sebaya di sekolah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh sikap menghormati keragaman teman sebaya: (1) Mendengarkan teman bercerita dengan dialek/bahasa daerahnya tanpa mengejek, (2) Tidak mencela bekal makanan tradisional yang dibawa teman, (3) Memberi kesempatan teman beribadah/berpakaian adat saat kegiatan budaya sekolah (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati format tabel penyajian hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya teman sebaya yang memuat kolom: Jenis Keragaman (Bahasa Daerah, Makanan Khas, Pakaian Adat), Situasi di Sekolah, dan Bentuk Sikap Menghormati Sesuai Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
  • Murid berpasangan memilih dan memeriksa kelengkapan draf data identifikasi keragaman budaya teman sekelas yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana tantangan yang menggembirakan 'Galeri Budaya Sahabat', setiap pasangan menyusun lembar penyajian hasil identifikasi sikap menghormati 3 jenis keragaman teman sebaya (bahasa, makanan khas, pakaian tradisional) ke dalam bagan tabel pameran kelas secara rapi dan runtut (15 menit).
  • Setiap pasangan menyajikan bagan hasil identifikasinya kepada pasangan lain melalui metode berputar kunjung karya (gallery walk) dengan membacakan butir-butir sikap menghormati yang telah dituangkan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali apakah seluruh sikap yang disajikan sudah benar-benar mencerminkan prinsip saling menghargai perbedaan latar belakang teman sesuai Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan satu poin penyajian teman yang paling tepat dan jelas dalam menggambarkan sikap rukun antarbudaya di sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya teman sebaya membantu mewujudkan persatuan dan rasa saling menghargai di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan dan kelengkapan penyajian tiap pasangan serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan format tabel dengan kalimat rumpang pembantu, sedangkan murid yang mahir menyajikan data identifikasi mencakup 4 hingga 5 jenis keragaman budaya teman.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun redaksi penyajian; murid yang mandiri langsung menata sajian dalam bagan pameran.
  • Produk: Penyajian dapat berupa bagan tabel gantung atau selebaran info grafis ringkas yang memuat identifikasi keragaman dan sikap menghormati teman sebaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis tanya jawab diagnostik mengenai 3 contoh sikap menghormati keberagaman teman sebaya: (1) Mendengarkan teman bercerita dengan bahasa/logat asalnya tanpa menertawakan (acuan: menghormati bahasa daerah); (2) Menghargai dan mau mencicipi makanan tradisional daerah teman (acuan: menghormati makanan khas); (3) Mengapresiasi teman yang mengenakan pakaian daerahnya saat peringatan hari besar (acuan: menghormati busana adat). Kriteria: murid siap jika mampu menjawab minimal 2 dari 3 situasi dengan tepat.

Proses:

  • Observasi formatif saat penyusunan dan penyajian bagan hasil identifikasi. Kriteria yang diamati: (1) Kelengkapan data identifikasi keragaman teman sebaya (minimal 3 aspek: bahasa daerah, makanan khas, pakaian adat), (2) Kejelasan bentuk sikap menghormati yang disajikan sesuai bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan (3) Kerapian penyajian informasi dalam bagan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui pemeriksaan lembar penyajian kelompok: setiap pasangan menyajikan minimal 3 butir sikap menghormati keragaman budaya teman sebaya (acuan kunci: [a] Aspek Bahasa: tidak mengejek logat daerah teman; [b] Aspek Makanan: menghormati teman saat mengonsumsi bekal khas daerahnya; [c] Aspek Tradisi/Pakaian: memuji dan menghargai pakaian daerah yang dikenakan teman). Kriteria: tercapai jika ketiga aspek memuat sikap menghormati yang logis dan sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyajian bagan hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya teman sebaya di sekolah
  • Catatan observasi kelengkapan komponen sajian saat kunjung karya (gallery walk)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan aspek keragaman yang disajikanMenyajikan kurang dari 2 aspek keragaman budaya teman sebaya dalam bagan penyajian.Menyajikan 2 aspek keragaman budaya teman sebaya dengan informasi draf yang cukup.Menyajikan 3 aspek keragaman budaya teman sebaya (bahasa daerah, makanan khas, pakaian adat) secara lengkap.Menyajikan lebih dari 3 aspek keragaman budaya teman sebaya secara lengkap dan terstruktur.
Ketepatan penyajian sikap menghormati sesuai Bhinneka Tunggal IkaSikap yang disajikan belum mencerminkan penghormatan terhadap keragaman teman sebaya atau masih keliru.Menyajikan bentuk sikap menghormati yang tepat hanya pada 1 atau 2 aspek keragaman budaya teman sebaya.Menyajikan bentuk sikap menghormati yang tepat pada 3 aspek keragaman budaya teman sebaya sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika.Menyajikan bentuk sikap menghormati yang sangat tepat, jelas, dan kontekstual pada seluruh aspek keragaman budaya teman sebaya sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Keteraturan dan kejelasan bagan penyajianBagan penyajian belum tertata dan sulit dibaca keterkaitan antara keragaman dan sikap menghormatinya.Bagan penyajian cukup tertata, namun beberapa keterangan sikap menghormati masih belum runtut dengan jenis keragamannya.Bagan penyajian tertata runtut, rapi, dan dengan jelas menghubungkan jenis keragaman dengan sikap menghormatinya.Bagan penyajian tertata sangat sistematis, terstruktur rapi, jelas, dan mudah dipahami seluruh pembaca.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tahap penyusunan bagan dan penyajian kunjung karya terlaksana secara efektif?
  • Bagaimana keterlibatan aktif setiap murid saat menyajikan hasil identifikasi keragaman budaya teman sebayanya?
  • Langkah perbaikan apa yang diperlukan untuk mendampingi pasangan murid yang masih kesulitan merumuskan kalimat sikap menghormati?

Murid:

  • Bagian mana dari penyajian keragaman budaya teman sebaya yang paling menarik untukmu?
  • Sikap menghormati apa yang paling mudah kamu terapkan kepada teman sebaya yang berbeda budaya di sekolah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyajikan hasil identifikasi budaya teman sebaya di depan kelas?

Pertemuan 11 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-11, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta murid memilih mana yang merupakan sikap menghormati keragaman budaya masyarakat di antara 2 pernyataan: (A) Tidak mengganggu tetangga yang sedang menyelenggarakan upacara adat kematian/pernikahan daerah; (B) Meminta tetangga menghentikan pentas kesenian daerah karena berbeda dari sukunya sendiri (acuan: jawaban benar A) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati 3 teks skenario peristiwa kehidupan bertetangga di lingkungan masyarakat multikultural yang disajikan guru di papan tulis: Skenario 1 (Keluarga Pak Made dari Bali sedang menyiapkan sesaji Hari Raya Galungan di pekarangan rumah), Skenario 2 (Warga keturunan Betawi sedang mengadakan prosesi Palang Pintu pada acara pernikahan di aula balai warga), dan Skenario 3 (Warga suku Toraja menggelar pertunjukan musik bambu pa'pompang pada syukuran peresmian rumah baru) (7 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak memainkan permainan tantangan mencocokkan 'Pasang Kartu Sikap': memasangkan ketiga skenario di atas dengan kartu bentuk sikap menghormati yang tepat: Kartu A (Menjaga ketenangan dan tidak melintas sembarangan di depan pekarangan saat upacara keagamaan/adat berlangsung -> pasangan Skenario 1); Kartu B (Menyaksikan pertunjukan silat dan pantun dengan tertib serta ikut bertepuk tangan memberi selamat -> pasangan Skenario 2); Kartu C (Turut hadir memenuhi undangan syukuran dan mengapresiasi alunan alat musik tradisional tanpa mencela -> pasangan Skenario 3) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Penyajian 'Tabel Harmoni Masyarakat' yang memuat tugas menyajikan hasil identifikasi 3 bentuk sikap menghormati keberagaman budaya di masyarakat beserta konteks acaranya (upacara adat, kesenian daerah, dan tradisi warga) secara mandiri (13 menit).
  • Murid menuliskan penyajian hasil identifikasinya ke dalam lembar kerja dengan memuat minimal 3 pasang data yang memuat: nama konteks tradisi/budaya di masyarakat dan tindakan sikap menghormati yang konkret sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membacakan hasil isian lembar kerja penyajian miliknya di hadapan teman sebangku secara bergiliran untuk saling memeriksa kelengkapan isi identifikasi sikap menghormati keragaman budaya di masyarakat (7 menit).
  • Murid menyadari pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai tradisi tetangga dan warga sekitar demi terciptanya kerukunan hidup bermasyarakat yang damai (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil penyajian murid mengenai sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan daftar contoh tradisi masyarakat sekitar (perayaan sedekah laut, upacara sekaten, pesta adat bakar batu) bagi murid yang memerlukan inspirasi konteks.
  • Proses: Memberikan bimbingan terstruktur berupa templat kalimat rumpang bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam menyusun teks penyajian.
  • Produk: Murid yang telah terampil dapat menyajikan lebih dari 3 bentuk sikap menghormati keragaman budaya masyarakat dengan rincian konteks yang lebih mendalam pada tabel penyajian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih pernyataan benar: Murid diminta menentukan sikap menghormati keragaman adat di masyarakat dari 2 pilihan: (1) Menertawakan pakaian adat tetangga saat pawai budaya; (2) Menyapa dengan sopan dan memberi jalan kepada warga yang sedang melaksanakan arak-arakan adat (acuan: jawaban benar adalah pernyataan 2).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mengisi Lembar Kerja Penyajian Sikap Menghormati Keberagaman Budaya di Lingkungan Masyarakat (acuan kriteria: ketepatan dan kelengkapan menyajikan 3 sikap menghormati tradisi/budaya masyarakat: (1) Menghormati pelaksanaan upacara adat/hari besar daerah tetangga dengan tidak membuat kegaduhan; (2) Mengapresiasi pertunjukan seni tradisi warga dengan menonton secara tertib; (3) Menerima dan menghargai hantaran kuliner tradisional tetangga yang sedang mengadakan syukuran adat).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil penyajian pada lembar kerja murid: memastikan lembar kerja terisi minimal 3 bentuk sikap menghormati keberagaman budaya masyarakat dengan deskripsi tindakan konkret yang selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (acuan penerimaan: memuat konteks tradisi masyarakat dan tindakan sikap menghormati yang nyata tanpa nada mencela/mendiskriminasi).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian lembar kerja penyajian hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyajian Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya di MasyarakatBelum mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat, atau hanya menyajikan 1 sikap dengan bimbingan penuh.Mampu menyajikan hasil identifikasi 1 sampai 2 sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat dengan tepat.Mampu menyajikan hasil identifikasi 3 sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat (terkait upacara adat, kesenian, dan tradisi warga) secara tepat dan mandiri.Mampu menyajikan hasil identifikasi lebih dari 3 sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat secara tepat, lengkap dengan contoh tindakan nyata, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menuangkan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di masyarakat ke dalam tabel penyajian secara runtut?
  • Bagian mana dari aktivitas menyajikan sikap menghormati ini yang paling efektif membangun kesadaran warga murid terhadap semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

Murid:

  • Sikap menghormati keberagaman budaya apa saja di lingkungan masyarakat yang sudah berhasil saya sajikan hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui cara-cara menghargai tradisi warga dan tetangga di sekitar tempat tinggal saya?

Pertemuan 12 — Menyajikan Evaluasi Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya Sesuai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-12, yaitu menyajikan evaluasi hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam tabel evaluasi (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru menampilkan 2 pernyataan singkat di papan tulis: (1) 'Menertawakan teman yang berbicara menggunakan logat daerahnya' dan (2) 'Mendengarkan dengan tenang saat teman bercerita tentang tradisi keluarganya'. Murid diminta mengangkat kartu hijau jika sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau kartu merah jika belum sesuai (acuan: nomor 1 = merah/belum sesuai, nomor 2 = hijau/sesuai). Guru memetakan kesiapan murid dalam mengevaluasi kesesuaian sikap (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati penjelasan guru dan contoh format Tabel Evaluasi Sikap Menghormati Budaya yang memuat kolom Tindakan, Status Evaluasi (Sesuai/Belum Sesuai Bhinneka Tunggal Ika), dan Alasan Evaluasi (10 menit).
  • Permainan Tebak Evaluasi (Joyful): Guru membagikan 3 strip pernyataan situasi berikut: (1) Edo mengajak teman yang berbeda suku bermain bersama saat istirahat, (2) Siti menolak memakan kue tradisional titipan tetangga karena dianggap aneh, (3) Made mengapresiasi pertunjukan tari piring yang dibawakan kelompok lain. Murid berlomba menentukan kesesuaiannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (acuan: situasi 1 = sesuai karena tidak membeda-bedakan suku; situasi 2 = belum sesuai karena meremehkan makanan daerah lain; situasi 3 = sesuai karena menghargai kesenian daerah lain) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berpasangan menyusun dan menyajikan hasil evaluasi terhadap 4 kasus sikap menghormati keberagaman budaya ke dalam Lembar Evaluasi Sikap Bhinneka Tunggal Ika (20 menit).
  • Empat kasus yang dievaluasi dan disajikan murid adalah: Kasus A: 'Dono mengejek pakaian adat yang dipakai temannya saat pawai budaya'; Kasus B: 'Lani memuji keindahan rumah adat Tongkonan yang dipresentasikan teman sekelas'; Kasus C: 'Budi melarang teman berbahasa daerah di luar jam pelajaran sekolah'; Kasus D: 'Dayu bersedia belajar gerakan tarian daerah lain bersama teman sebaya' (acuan evaluasi: Kasus A = belum sesuai, alasan: menghina identitas budaya lain; Kasus B = sesuai, alasan: mengapresiasi keragaman budaya; Kasus C = belum sesuai, alasan: membatasi kebebasan merawat identitas bahasa daerah teman; Kasus D = sesuai, alasan: terbuka mempelajari budaya Nusantara) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan menempelkan lembar penyajian tabel evaluasi di dinding kelas, lalu melakukan saling silang periksa dengan pasangan lain untuk mencocokkan ketepatan evaluasi keempat kasus berdasarkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil penyajian evaluasi sikap menghormati keberagaman budaya bahwa Bhinneka Tunggal Ika menuntut kita menerima dan menghargai perbedaan tanpa merendahkan budaya lain (3 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini serta menginformasikan bahwa pertemuan ke-13 akan membahas penyusunan bahan penyajian sikap menjaga budaya lokal di lingkungan sekitar, lalu pelajaran ditutup dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata kunci alasan ('menghargai', 'mengejek', 'menerima perbedaan'), sedangkan murid yang cepat diberikan 2 kasus tambahan (Kasus E: Anton memilih hanya berteman dengan orang sesuku; Kasus F: Rina ikut meramaikan pawai budaya daerah lain) untuk dievaluasi dan disajikan.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding bekerja dengan bimbingan langsung guru pada penulisan alasan evaluasi, sedangkan murid mahir berdiskusi mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Format penyajian evaluasi dapat berupa tabel isian berkolom rapi atau diagram alur perbandingan sikap sesuai/belum sesuai Bhinneka Tunggal Ika.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/respons cepat menggunakan 2 kartu warna terhadap pernyataan sikap: (1) 'Menertawakan teman yang berbicara menggunakan logat daerahnya' dan (2) 'Mendengarkan dengan tenang saat teman bercerita tentang tradisi keluarganya'. Kriteria ketepatan: murid tepat menunjukkan kartu merah untuk nomor 1 (belum sesuai) dan kartu hijau untuk nomor 2 (sesuai Bhinneka Tunggal Ika).

Proses:

  • Observasi keterlibatan diskusi dan ketepatan pengisian lembar evaluasi 4 kasus sikap budaya (Kasus A, B, C, D) selama tahap Mengaplikasi menggunakan lembar ceklis observasi guru.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil akhir penyajian tabel evaluasi 4 kasus (Kasus A, B, C, D). Acuan ketepatan: Kasus A = belum sesuai (merendahkan pakaian adat); Kasus B = sesuai (memuji/mengapresiasi rumah adat); Kasus C = belum sesuai (melarang bahasa daerah); Kasus D = sesuai (terbuka mempelajari tarian daerah).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyajian tabel evaluasi hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Evaluasi Kesesuaian Sikap terhadap Semboyan Bhinneka Tunggal IkaTepat mengevaluasi status kesesuaian pada paling banyak 1 dari 4 kasus yang disajikan (Kasus A, B, C, D) dengan bantuan penuh guru.Tepat mengevaluasi status kesesuaian pada 2 dari 4 kasus yang disajikan (Kasus A, B, C, D) secara terbimbing.Tepat mengevaluasi status kesesuaian pada minimal 3 dari 4 kasus yang disajikan (Kasus A, B, C, D) secara mandiri sesuai acuan.Tepat mengevaluasi seluruh 4 kasus (Kasus A, B, C, D) secara mandiri sesuai acuan dan menyertakan alasan yang logis pada setiap kasus.
Kelengkapan Penyajian Hasil Evaluasi Sikap Menghormati Keberagaman BudayaMenyajikan hasil evaluasi dalam format tabel yang hanya memuat tindakan tanpa status evaluasi dan tanpa alasan.Menyajikan hasil evaluasi dalam tabel yang memuat tindakan dan status evaluasi, namun belum memuat alasan evaluasi.Menyajikan hasil evaluasi dalam tabel secara lengkap memuat komponen tindakan, status evaluasi (sesuai/belum sesuai), dan alasan evaluasi untuk minimal 3 kasus.Menyajikan hasil evaluasi dalam tabel secara lengkap, rapi, dan sistematis mencakup tindakan, status evaluasi, serta alasan evaluasi untuk seluruh 4 kasus secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara sikap yang menghormati keberagaman budaya dan sikap yang mencederai semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit efektif memfasilitasi murid dalam menyajikan evaluasi hasil identifikasi secara berpasangan?

Murid:

  • Mengapa penting bagi kita untuk mengevaluasi tindakan sehari-hari agar selalu sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
  • Bagian mana dari penyajian tabel evaluasi sikap tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan bersama pasanganmu?

Pertemuan 13 — Menyusun Rangkuman Bahan Penyajian Sikap Menjaga Budaya Lokal di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai sikap menjaga budaya lokal dengan kegiatan menyusun rangkuman bahan penyajian yang akan dipelajari hari ini (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid memilih 1 dari 2 pernyataan tindakan menjaga budaya lokal di papan tulis (Pernyataan A: 'Mempelajari cara membuat makanan khas daerah setempat'; Pernyataan B: 'Menolak menonton pertunjukan seni tradisional lokal') yang paling tepat sebagai wujud menjaga budaya (acuan: Pernyataan A adalah sikap menjaga budaya lokal) serta menyampaikan tujuan pembelajaran (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang format kerangka rangkuman bahan penyajian sikap menjaga budaya lokal yang mencakup 3 aspek utama: (1) Nama budaya lokal (misal: kuliner tradisional, seni tari daerah, atau bahasa daerah sekitar), (2) Sikap/tindakan nyata menjaganya di lingkungan sekitar, dan (3) Alasan menjaga budaya tersebut sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
  • Murid mengamati 1 contoh model bagan rangkuman terisi yang ditampilkan guru tentang 'Pelestarian Permainan Tradisional Egrang/Bakiak' untuk memahami bagaimana menyajikan informasi tindakan pelestarian budaya secara runtut dan ringkas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Kartu Budaya Lokal' di mana murid mencocokkan kartu nama budaya lokal dengan kartu sikap pelestariannya (Kartu 1: 'Makanan Getuk/Kue Cucur' dipasangkan dengan 'Membeli dan belajar membuatnya di rumah'; Kartu 2: 'Permainan Gobak Sodor' dipasangkan dengan 'Memainkannya bersama teman di sore hari'; Kartu 3: 'Lagu Gundhul Pacul/Kicir-Kicir' dipasangkan dengan 'Menyanyikannya bersama saat kegiatan sekolah'; Kartu 4: 'Batik Motif Lokal' dipasangkan dengan 'Mengenakannya dengan bangga pada hari tertentu') sebagai latihan mengelompokkan bahan (10 menit).
  • Secara mandiri atau berpasangan, murid menyusun lembar rangkuman bahan penyajian sikap menjaga dan melestarikan budaya lokal pada format tabel yang disediakan, memuat minimal 3 ragam budaya lokal sekitar beserta tindakan nyata pelestariannya dan kaitannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (15 menit).
  • Murid saling menukarkan lembar rangkuman bahan penyajian dengan pasangan sebangku untuk memeriksa keterpenuhan 3 komponen bahan penyajian (nama budaya, tindakan menjaga, alasan persatuan Bhinneka Tunggal Ika) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan pentingnya menyusun rangkuman bahan penyajian yang runtut dan jelas sebelum menyajikan informasi pelestarian budaya di hadapan umum (5 menit).

Penutup:

  • Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman lisan: 'Sebutkan 3 komponen yang harus ada dalam rangkuman bahan penyajian sikap menjaga budaya lokal yang kalian susun!' (acuan jawaban: nama budaya lokal, tindakan/sikap nyata menjaganya, dan alasan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok murid, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (menyajikan hasil identifikasi menjaga kesenian tradisional), serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan isian rumpang dengan pilihan kata kunci nama budaya dan tindakan pelestariannya; murid yang cepat menyusun rangkuman untuk 4 jenis keragaman budaya lokal secara mandiri.
  • Proses: Penyusunan rangkuman bahan penyajian dapat dilakukan secara mandiri atau berpasangan sesuai kesiapan murid.
  • Produk: Rangkuman bahan penyajian dapat dituangkan dalam bentuk tabel matriks ringkas atau bagan peta pikiran (mind map).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman awal memilih tindakan nyata menjaga budaya: Murid diminta menentukan dari 2 pernyataan berikut manakah yang mencerminkan sikap menjaga budaya lokal: (A) 'Mempelajari cara membuat makanan khas daerah setempat', (B) 'Menolak menonton pertunjukan seni tradisional lokal' (acuan kunci: Pernyataan A adalah tindakan yang benar).

Proses:

  • Formatif proses saat penyusunan lembar rangkuman bahan penyajian: Guru memeriksa bahwa murid mencantumkan minimal 3 budaya lokal beserta tindakan pelestariannya dan kaitan persatuan Bhinneka Tunggal Ika pada tabel rangkuman (acuan komponen: 1. Nama budaya lokal, 2. Tindakan nyata menjaganya, 3. Alasan penguatan Bhinneka Tunggal Ika).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 3 unsur pokok bahan penyajian sikap menjaga budaya lokal yang telah disusun (acuan kunci: nama jenis budaya lokal, tindakan menjaga/melestarikannya di lingkungan sekitar, dan alasan sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja: Lembar kerja penyusunan rangkuman bahan penyajian sikap menjaga budaya lokal
  • Pengamatan: Pemeriksaan keterisian 3 komponen bahan penyajian selama aktivitas mandiri/berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen Rangkuman Bahan PenyajianMenyusun rangkuman bahan penyajian hanya memuat 1 komponen (hanya nama budaya lokal) dan membutuhkan bantuan penuh guru.Menyusun rangkuman bahan penyajian dengan memuat 2 komponen (nama budaya dan tindakan menjaganya), namun belum menyertakan alasan Bhinneka Tunggal Ika.Menyusun rangkuman bahan penyajian dengan memuat lengkap 3 komponen (nama budaya lokal, tindakan menjaganya di lingkungan sekitar, dan alasan sesuai Bhinneka Tunggal Ika) untuk 3 jenis budaya.Menyusun rangkuman bahan penyajian secara mandiri dan runtut dengan memuat lengkap 3 komponen untuk lebih dari 3 jenis budaya lokal secara jelas.
Ketepatan Tindakan Pelestarian Budaya Lokal dalam RangkumanMenuliskan tindakan pelestarian yang tidak relevan dengan upaya menjaga budaya lokal.Menuliskan 1 tindakan nyata pelestarian yang tepat sesuai jenis budaya lokal pada rangkuman.Menuliskan minimal 3 tindakan nyata pelestarian yang tepat dan logis sesuai masing-masing budaya lokal yang dipilih pada rangkuman.Menuliskan lebih dari 3 tindakan nyata pelestarian yang tepat, logis, dan mencakup konteks lingkungan rumah maupun sekolah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penyusunan rangkuman bahan penyajian cukup bagi semua murid?
  • Bagian mana dari format rangkuman yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Bagian apa yang paling mudah dan paling menantang saat menyusun rangkuman tindakan menjaga budaya lokal?
  • Apakah format tabel membantuku menyiapkan bahan penyajian dengan lebih rapi?

Pertemuan 14 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Menjaga Kesenian Tradisional di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka singkat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh tindakan menjaga kesenian tradisional di sekolah dari daftar pilihan yang dibacakan guru: (1) Mengikuti ekstrakurikuler tari daerah, (2) Mengejek alat musik tradisional yang sedang dimainkan teman, (3) Menonton pentas seni sekolah dengan tertib dan mengapresiasi. Murid diminta memilih mana yang termasuk sikap menjaga kesenian tradisional (acuan jawaban: butir 1 dan 3) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di lingkungan sekolah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang format penyajian tabel identifikasi sikap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di sekolah yang mencakup 4 aspek: (1) Nama kesenian tradisional di sekolah (misal: Tari Saman, Gamelan/Angklung, Hadrah/Rebana), (2) Situasi kegiatan sekolah (misal: ekstrakurikuler, upacara bendera, pentas seni sekolah), (3) Bentuk tindakan menjaga/melestarikan yang nyata, dan (4) Manfaat tindakan tersebut bagi kerukunan sekolah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
  • Guru memodelkan contoh pengisian satu baris tabel penyajian: Kesenian Angklung -> Situasi: Pelatihan ekstrakurikuler musik -> Tindakan: Merawat alat musik angklung setelah selesai latihan bersama -> Manfaat: Menjaga kelestarian alat musik tradisional daerah lain dengan rukun di sekolah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Berpasangan 'Kartu Estafet Budaya': Murid berpasangan memilih satu set kartu tantangan yang berisi 3 nama kesenian tradisional di sekolah untuk diidentifikasi sikap pelestariannya (Set A: Tari Piring, Pantun Daerah, Kolintang; Set B: Tari Gambyong, Rampak Gendang, Wayang Kancil; Set C: Tari Jaipong, Angklung, Teater Lenong) lalu secara bergembira mencocokkan tindakan pelestariannya ke lembar penyajian (10 menit).
  • Murid secara berpasangan menyusun dan menuliskan lembar penyajian hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan 3 kesenian tradisional di lingkungan sekolah sesuai kartu pilihan kelompoknya ke dalam lembar format tabel penyajian yang dibagikan guru (acuan kriteria: setiap kesenian memuat tindakan konkret menjaga di sekolah dan manfaatnya dalam persatuan) (15 menit).
  • Perwakilan pasangan membacakan atau memajang lembar penyajian hasil identifikasi sikap menjaga kesenian tradisional di hadapan kelas secara bergantian, sementara pasangan lain menyimak (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan lembar penyajian yang telah disusun: mengecek apakah tindakan yang disajikan benar-benar dapat dilakukan langsung oleh murid di lingkungan sekolah untuk menjaga kesenian tradisional (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil penyajian murid bahwa melestarikan kesenian daerah di sekolah merupakan pengamalan nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup sesi dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh tindakan menjaga kesenian di sekolah; murid yang mahir diberikan kartu skenario kesenian yang beragam dari berbagai daerah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun penyajian dengan panduan langsung guru secara bertahap; murid mahir menyusun lembar penyajian secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Penyajian dapat berupa tabel tertulis berilustrasi sederhana atau bagan daftar periksa tindakan pelestarian kesenian di sekolah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis lisan awal: Guru membacakan 3 pernyataan: (1) Mengikuti ekstrakurikuler tari daerah, (2) Mengejek alat musik tradisional yang sedang dimainkan teman, (3) Menonton pentas seni sekolah dengan tertib dan mengapresiasi. Kriteria ketercapaian: Murid tepat menyebutkan 2 tindakan menjaga kesenian tradisional (acuan: butir 1 dan 3).

Proses:

  • Observasi kerja pasangan saat menyusun dan menyajikan lembar identifikasi sikap menjaga dan melestarikan 3 kesenian tradisional di lingkungan sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan kelengkapan lembar penyajian hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di sekolah yang memuat 3 nama kesenian, bentuk tindakan menjaga di lingkungan sekolah, dan manfaatnya bagi persatuan.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyajian lembar identifikasi sikap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di lingkungan sekolah menggunakan rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyajian Hasil Identifikasi Sikap Menjaga Kesenian Tradisional di SekolahMenyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan kurang dari 2 kesenian tradisional di sekolah, atau tindakan yang disajikan belum sesuai konteks lingkungan sekolah.Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan 2 kesenian tradisional di sekolah dengan tindakan nyata yang sesuai konteks sekolah secara terbimbing.Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan 3 kesenian tradisional di sekolah dengan tindakan nyata dan manfaatnya bagi persatuan secara tepat dan mandiri.Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan lebih dari 3 kesenian tradisional di sekolah dengan tindakan nyata, rincian situasi sekolah, dan manfaat persatuan secara lengkap dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam menyusun dan menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga kesenian tradisional di sekolah?
  • Apakah permainan kartu berpasangan efektif memandu murid menemukan tindakan pelestarian yang kontekstual di sekolah?

Murid:

  • Kesenian tradisional apa di sekolah yang paling ingin kamu jaga dan lestarikan?
  • Sikap apa yang akan kamu lakukan mulai besok saat ada penampilan atau latihan kesenian tradisional di sekolah?

Pertemuan 15 — Menyajikan Hasil Identifikasi Tindakan Nyata Melestarikan Budaya Daerah di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menyajikan hasil identifikasi tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 3 pernyataan tindakan lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika merupakan tindakan nyata melestarikan budaya daerah atau jempol ke bawah jika bukan: (1) Mengikuti pawai baju adat daerah dengan gembira [acuan: benar/tindakan nyata pelestarian]; (2) Menolak mencoba tarian daerah lain karena dianggap kuno [acuan: salah/bukan tindakan pelestarian]; (3) Belajar memainkan alat musik tradisional angklung di sanggar sekolah [acuan: benar/tindakan nyata pelestarian] (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai format tabel penyajian hasil identifikasi tindakan nyata melestarikan budaya daerah yang memuat 4 unsur pokok: bentuk budaya daerah, tindakan nyata pelestarian, lingkungan pelaksanaan (rumah/sekolah/masyarakat), dan alasan pelestarian dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (6 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 1 contoh pengisian tabel tindakan pelestarian: (1) Bentuk budaya: Tari Tradisional; Tindakan nyata: Ikut latihan tari daerah di sanggar RT; Lingkungan: Masyarakat; Alasan: Menjaga warisan leluhur agar tidak punah dan mempererat kebersamaan (4 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Tindakan Nyata', di mana satu murid menyebutkan 1 bentuk budaya daerah (misal: makanan tradisional, bahasa daerah, permainan tradisional, atau lagu daerah) dan pasangannya menyebutkan 1 tindakan nyata pelestariannya secara bergantian dan menyenangkan (10 menit).
  • Secara mandiri, murid menyusun lembar penyajian hasil identifikasi dengan menuliskan minimal 4 tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar beserta lingkungan pelaksanaannya dan alasan pelestariannya sesuai bingkai Bhinneka Tunggal Ika (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling bertukar lembar penyajian dengan teman sebangku untuk memeriksa kelengkapan isi penyajian (bentuk budaya, tindakan nyata, lingkungan, dan alasan) serta memberikan tanda centang apresiasi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai beragam tindakan nyata dalam melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil penyajian murid, mengingatkan rencana pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi contoh kata kerja tindakan pelestarian (belajar, memakai, merawat, memainkan). Murid yang mahir diberikan pilihan untuk menyajikan tindakan pelestarian dari minimal dua lingkungan yang berbeda (sekolah dan masyarakat).
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan scaffolding bertahap dalam merumuskan kalimat tindakan. Murid yang mahir bekerja mandiri dan menyelesaikan tabel secara lengkap.
  • Produk: Penyajian dapat disajikan dalam bentuk tabel identifikasi tertulis rapi atau bagan visual pohon tindakan pelestarian budaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat respon gerak jempol terhadap 3 pernyataan tindakan pelestarian budaya: (1) Mengikuti pawai baju adat daerah dengan gembira (acuan: benar); (2) Menolak mencoba tarian daerah lain karena dianggap kuno (acuan: salah); (3) Belajar memainkan alat musik tradisional angklung di sanggar sekolah (acuan: benar)

Proses:

  • Penilaian formatif saat murid menyusun lembar penyajian 4 tindakan nyata pelestarian budaya daerah (acuan 4 aspek lengkap: menyebutkan bentuk budaya daerah, tindakan nyata pelestarian yang dapat dilakukan, lingkungan pelaksanaan, dan alasan pelestarian sesuai bingkai Bhinneka Tunggal Ika)

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan kelengkapan tabel penyajian identifikasi pada tahap penutup: kriteria penerimaan operasional adalah lembar kerja memuat minimal 4 tindakan nyata pelestarian budaya daerah yang realistis di lingkungan keluarga/sekolah/masyarakat beserta alasan yang mencerminkan kerukunan Bhinneka Tunggal Ika

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja penyajian hasil identifikasi tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar menggunakan rubrik penilaian
  • Observasi partisipasi aktif selama kuis tantangan berpasangan 'Tebak Tindakan Nyata'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Penyajian Tindakan NyataMenyajikan 1 tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar dengan bimbingan penuh guru.Menyajikan 2 tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar dengan bimbingan guru.Menyajikan 3 tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar secara mandiri beserta lingkungan pelaksanaannya.Menyajikan 4 atau lebih tindakan nyata melestarikan budaya daerah di lingkungan sekitar secara mandiri dan lengkap beserta lingkungan dan alasan pelestariannya.
Kesesuaian Tindakan dengan Bingkai Bhinneka Tunggal IkaTindakan pelestarian yang disajikan belum mencerminkan sikap menjaga budaya dalam bingkai keberagaman.Menyajikan sebagian tindakan pelestarian yang relevan, namun alasan pelestarian belum mengaitkan semangat menghargai keberagaman.Menyajikan tindakan pelestarian yang relevan dan menyertakan alasan menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.Menyajikan seluruh tindakan pelestarian secara tepat, aplikatif di lingkungan sekitar, dan secara konsisten menunjukkan komitmen menjaga keberagaman budaya Bhinneka Tunggal Ika.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran telah memfasilitasi murid menyajikan tindakan nyata pelestarian budaya secara terstruktur?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan dan penyusunan lembar kerja penyajian?

Murid:

  • Tindakan nyata pelestarian budaya daerah apa yang paling mudah aku terapkan di rumah atau di sekolah?
  • Bagian mana dari penyusunan tabel tindakan pelestarian ini yang paling menarik bagiku?

Pertemuan 16 — Menyajikan Laporan Hasil Identifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menyajikan laporan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan dengan menampilkan 2 pernyataan sikap pelestarian budaya berikut: (1) 'Mempelajari tarian tradisional daerah lain di sanggar sekolah', (2) 'Mengejek masakan khas daerah lain karena aromanya asing'. Murid diminta menentukan mana pernyataan yang mencerminkan sikap melestarikan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (acuan: pernyataan 1 benar mencerminkan sikap melestarikan budaya; pernyataan 2 salah karena merupakan sikap tidak menghargai keberagaman) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati format tabel laporan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya yang ditayangkan guru, yang memuat 3 kolom komponen: (a) Bentuk Budaya Daerah, (b) Sikap/Tindakan Melestarikan, dan (c) Alasan Pelestarian dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika (acuan contoh: Bentuk Budaya: Musik Angklung; Tindakan Melestarikan: Ikut serta dalam latihan ekstrakurikuler musik tradisional; Alasan: Menjaga warisan seni nusantara agar tetap lestari dan mempererat persatuan antarsuku) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan kelompok berpasangan bernama 'Teka Pasangan Pelestarian' di mana murid mencocokkan 4 kartu ragam budaya dengan kartu tindakan pelestarian yang tepat sebelum dituangkan ke format laporan (kartu 1: Alat Musik Sasando -> pasangan tindakan: Mengikuti kelas pelatihan memainkan alat musik tradisional; kartu 2: Tari Saman -> pasangan tindakan: Menampilkan tarian daerah bersama teman saat pentas seni sekolah; kartu 3: Batik Tradisional -> pasangan tindakan: Memakai pakaian motif daerah pada hari kebudayaan; kartu 4: Makanan Rendang -> pasangan tindakan: Mempelajari resep dan mengenalkan kuliner nusantara kepada teman) (12 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun lembar laporan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan menuliskan minimal 3 butir laporan lengkap berisi ragam budaya, tindakan pelestarian, dan keterkaitannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (acuan target isi laporan: memilih 3 dari 4 ragam budaya yang tersedia atau ragam budaya di lingkungan sekitar yang relevan dengan tindakan pelestarian nyata dan tujuan menjaga persatuan) (23 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali isi lembar laporan yang telah dibuatnya menggunakan daftar periksa mandiri: kelengkapan nama ragam budaya, kejelasan tindakan pelestarian, serta kaitan dengan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan lembar laporan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya yang telah disusun (3 menit).
  • Guru bersama murid melakukan ulasan singkat terhadap inti kegiatan penyusunan laporan hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi contoh kata kunci tindakan pelestarian; murid yang mahir diberikan kesempatan menyajikan 4 atau lebih ragam budaya beserta tindakan pelestariannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat memindahkan kartu tindakan ke format laporan; murid yang mahir menyusun kalimat laporan secara mandiri.
  • Produk: Format laporan disajikan dalam bentuk lembar tabel berstruktur atau format bagan ringkasan dengan isi komponen yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: Guru membacakan 2 pernyataan sikap: (1) 'Mempelajari tarian tradisional daerah lain di sanggar sekolah', (2) 'Mengejek masakan khas daerah lain karena aromanya asing'. Murid menunjukkan sikap melestarikan budaya yang tepat (acuan: pernyataan 1 benar; pernyataan 2 salah).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam memasangkan kartu pada tantangan 'Teka Pasangan Pelestarian' (acuan pasangan kartu: Sasando -> Mengikuti kelas pelatihan musik; Tari Saman -> Menampilkan tarian pada pentas sekolah; Batik -> Memakai pakaian motif daerah; Rendang -> Mengenalkan kuliner nusantara).
  • Pemeriksaan kemajuan pengerjaan lembar laporan identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya (keberadaan bentuk budaya, tindakan pelestarian, dan alasan Bhinneka Tunggal Ika).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar laporan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya (kriteria penerimaan: memuat minimal 3 bentuk budaya daerah, 3 tindakan pelestarian nyata, dan penjelasan keterkaitannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga keutuhan persatuan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyusunan laporan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika menggunakan rubrik analitis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Penyajian LaporanMenyajikan laporan dengan memuat kurang dari 2 butir identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dengan bantuan penuh guru.Menyajikan laporan dengan memuat 2 butir identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dengan arahan guru.Menyajikan laporan dengan memuat minimal 3 butir identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya secara mandiri (acuan: memuat bentuk budaya daerah, tindakan pelestarian, dan alasan Bhinneka Tunggal Ika).Menyajikan laporan dengan memuat 4 butir atau lebih identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya secara mandiri dan lengkap (acuan: memuat bentuk budaya daerah, tindakan pelestarian konkret, dan alasan Bhinneka Tunggal Ika secara tepat).
Kesesuaian Isi Tindakan Pelestarian BudayaBelum menyajikan tindakan pelestarian budaya yang sesuai dengan bentuk budaya daerah yang dituliskan.Menyajikan sebagian tindakan pelestarian budaya yang sesuai (hanya 1 tindakan tepat dari ragam budaya yang dipilih).Menyajikan tindakan pelestarian budaya yang seluruhnya sesuai dan nyata untuk minimal 3 bentuk budaya yang dipilih sesuai acuan.Menyajikan tindakan pelestarian budaya yang seluruhnya sesuai, operasional, dan jelas untuk 4 atau lebih bentuk budaya yang dipilih sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menuangkan hasil identifikasi sikap pelestarian budaya ke dalam format laporan yang disediakan?
  • Bagian mana dari langkah penyusunan laporan yang memerlukan penjelasan tambahan bagi murid yang masih kesulitan?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pelajari tentang cara menyajikan laporan sikap pelestarian budaya hari ini?
  • Apakah saya sudah menuliskan tindakan nyata melestarikan budaya daerah dalam laporan saya secara jelas?

Pertemuan 17 — Menyajikan Kolaborasi Hasil Identifikasi Sikap Menghormati dan Melestarikan Keberagaman Budaya di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu menyajikan secara kolaboratif hasil identifikasi sikap menghormati serta sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menyebutkan 1 contoh sikap menghormati budaya dan 1 contoh sikap melestarikan budaya di lingkungan sekitar (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mencermati lembar panduan kolaborasi penyajian yang memuat format klasifikasi dua sikap utama: (1) sikap menghormati keberagaman budaya dan (2) sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (7 menit).
  • Murid bersama kelompok menyelaraskan hasil identifikasi yang telah dikumpulkan dari pertemuan sebelumnya untuk digabungkan menjadi bahan penyajian kelompok yang utuh (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Melalui aktivitas permainan edukatif 'Galeri Bhinneka' yang menyenangkan, setiap kelompok menyusun dan menyajikan lembar bagan kolaborasi mereka pada dinding pajang kelas yang memuat minimal 2 contoh sikap menghormati dan 2 contoh sikap melestarikan budaya (15 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan hasil identifikasi kolaboratifnya kepada kelompok pengunjung saat berkeliling galeri, membacakan sikap menghormati dan melestarikan budaya sesuai acuan yang telah disusun bersama (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama anggota kelompoknya mengecek kembali ketepatan dan kelengkapan penyajian sikap menghormati dan melestarikan budaya berdasarkan umpan balik keterbacaan dari kelompok lain (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari penyajian bersama mengenai sikap menghormati dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kerja sama kelompok dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan asesmen sumatif bab berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh sikap, sedangkan kelompok yang mahir menyajikan contoh tindakan yang mencakup lingkup sekolah sekaligus masyarakat luas.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun urutan penyajian bagan, sementara kelompok mandiri berbagi peran penyajian secara langsung.
  • Produk: Penyajian bagan dapat berwujud tabel matriks sederhana atau peta konsep tematik sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat kesiapan murid: sebutkan 1 contoh sikap menghormati keragaman budaya dan 1 contoh sikap melestarikan keragaman budaya (acuan jawaban: sikap menghormati = tidak mencela bahasa/makanan/pakaian daerah teman; sikap melestarikan = mau belajar tarian daerah/memakai pakaian batik/memainkan alat musik tradisional).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kelengkapan isi penyajian kolaborasi kelompok menggunakan lembar ceklis bagan: (1) Menyajikan minimal 2 sikap menghormati keberagaman budaya (acuan: menghargai logat daerah teman, tidak mengolok pakaian adat, menghormati upacara adat teman, mengapresiasi makanan khas teman); (2) Menyajikan minimal 2 sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya (acuan: mempelajari lagu daerah, memainkan permainan tradisional egrang/gobak sodor, menonton pertunjukan wayang/tari daerah, menyukai kuliner lokal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman kelompok di akhir penyajian: memeriksa lembar bagan kolaborasi akhir kelompok yang telah memuat 2 kategori sikap (menghormati dan melestarikan) sesuai kriteria acuan minimal masing-masing 2 butir tindakan nyata.

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyajian bagan kolaborasi kelompok sikap menghormati dan melestarikan budaya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal IkaBelum mampu menyajikan sikap menghormati keberagaman budaya dalam kelompok meski dengan bimbingan penuh.Menyajikan 1 contoh sikap menghormati keberagaman budaya dengan bimbingan guru (acuan: menghargai bahasa/pakaian/upacara adat teman).Menyajikan minimal 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya secara tepat dan mandiri dalam kelompok (acuan: tidak mengolok bahasa daerah, mengapresiasi pakaian adat teman).Menyajikan 3 contoh atau lebih sikap menghormati keberagaman budaya secara tepat, lengkap, dan mandiri dalam kelompok (acuan: tidak mengolok bahasa daerah, mengapresiasi pakaian adat, menghargai perbedaan tradisi upacara adat teman).
Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal IkaBelum mampu menyajikan sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam kelompok meski dengan bimbingan penuh.Menyajikan 1 contoh sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dengan bimbingan guru (acuan: belajar tarian/lagu/alat musik tradisional).Menyajikan minimal 2 contoh sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya secara tepat dan mandiri dalam kelompok (acuan: ikut menyanyikan lagu daerah, aktif memainkan permainan tradisional).Menyajikan 3 contoh atau lebih sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya secara tepat, lengkap, dan mandiri dalam kelompok (acuan: ikut menyanyikan lagu daerah, aktif bermain permainan tradisional, mengonsumsi makanan khas daerah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok berhasil berkolaborasi menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati dan melestarikan budaya secara jelas?
  • Bagian mana dari aktivitas penyajian kolaboratif yang paling efektif memfasilitasi keterlibatan aktif semua murid?

Murid:

  • Sikap menghormati dan melestarikan budaya apa yang paling berkesan saat disajikan bersama teman kelompok?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama menyajikan hasil karya di galeri kelas hari ini?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  • TP 5.3.2 Mengidentifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  • TP 5.3.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
  • TP 5.3.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ke-18 adalah sesi asesmen sumatif bab untuk mengukur pencapaian TP 1, TP 2, TP 3, dan TP 4 melalui dua bagian tugas: penugasan tertulis mandiri dan pameran unjuk kerja kelompok (3 menit).
  • Guru membacakan tata tertib asesmen sumatif serta alokasi waktu pengerjaan: 27 menit untuk tes tertulis individual dan 35 menit untuk penyajian pameran unjuk kerja kelompok (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembagian lembar kerja sumatif tertulis dan mendengarkan penjelasan 4 butir soal identifikasi sikap menghormati serta melestarikan keberagaman budaya: Butir 1 (menentukan 2 contoh sikap menghormati keragaman bahasa dan upacara adat di lingkungan sekitar), Butir 2 (menentukan 2 contoh sikap yang bertentangan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika), Butir 3 (mengidentifikasi 2 tindakan nyata menjaga makanan tradisional lokal), dan Butir 4 (mengidentifikasi 2 tindakan nyata melestarikan alat musik atau seni tari tradisional di lingkungan sekitar) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan penugasan tertulis sumatif secara mandiri dan hening selama 24 menit; kunci jawaban acuan guru: Butir 1 (menerima/tidak mengejek dialek teman, menghargai jalannya upacara adat tetangga tanpa mengganggu), Butir 2 (merendahkan adat suku lain, menolak berteman karena beda asal daerah), Butir 3 (membeli jajanan tradisional di kantin/pasar lokal, mempelajari cara memasak makanan tradisional), Butir 4 (mengikuti latihan kesenian daerah di sekolah/lingkungan, membagikan informasi positif pertunjukan seni tari daerah); guru mengumpulkan lembar jawaban murid tepat waktu (24 menit).
  • Murid menata media informasi poster infografis mini yang telah disusun pada meja kelompok masing-masing, kemudian melaksanakan pameran karya di mana secara bergantian 6 kelompok menyajikan paparan lisan singkat selama 5 menit per kelompok (6 kelompok x 5 menit = 30 menit) mengenai hasil identifikasi sikap menghormati dan melestarikan budaya lokal di hadapan guru dan teman sekelas (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi mandiri terpandu dengan memeriksa sejauh mana ketuntasan tugas tertulis dan ketepatan penyajian materi pelestarian budaya yang telah mereka tampilkan selama sesi asesmen sumatif berlangsung (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penutup atas keterlaksanaan seluruh rangkaian asesmen sumatif bab, menyampaikan apresiasi atas integritas pengerjaan tugas mandiri dan penyajian kelompok, serta merangkum pencapaian pembelajaran Bab 3 'Keragaman Budaya Indonesiaku' secara menyeluruh (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar soal tertulis dengan format ukuran huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Pemberian penegasan petunjuk secara lisan satu kali pada meja kerja murid yang membutuhkan kejelasan instruksi tanpa memberikan petunjuk jawaban substansial.
  • Produk: Format penyajian poster unjuk kerja pameran disepakati sama sesuai acuan ATP tanpa perubahan kriteria kompetensi penyajian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan media poster kelompok di atas meja pameran sebelum pengerjaan asesmen dimulai.

Proses:

  • Pengamatan keteraturan dan kemandirian pengerjaan lembar kerja sumatif tertulis individual murid selama alokasi waktu berlangsung.

Sumatif Bab:

  • penugasan tertulis dan unjuk kerja pameran karya kelompok: lembar kerja identifikasi tertulis sikap menghormati serta melestarikan keberagaman budaya di lingkungan sekitar, dilanjutkan pembuatan dan penyajian media informasi poster kelompok serta pemaparan lisan singkat saat pameran kelas
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja murid berisi hasil identifikasi tertulis contoh sikap menghormati keberagaman budaya serta tabel tindakan nyata menjaga dan melestarikan budaya lokal di lingkungan sekitar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja pameran karya dan presentasi kelompok: media informasi visual (poster infografis mini) tentang pelestarian budaya lokal yang dipajang pada meja kelompok serta paparan lisan bergantian selama 5 menit per kelompok (6 kelompok x 5 menit = 30 menit) di hadapan guru dan teman saat pameran karya (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian lisan dan media informasi)

Sumatif:

  • penugasan tertulis dan unjuk kerja pameran karya kelompok: lembar kerja identifikasi tertulis sikap menghormati serta melestarikan keberagaman budaya di lingkungan sekitar, dilanjutkan pembuatan dan penyajian media informasi poster kelompok serta pemaparan lisan singkat saat pameran kelas
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja murid berisi hasil identifikasi tertulis contoh sikap menghormati keberagaman budaya serta tabel tindakan nyata menjaga dan melestarikan budaya lokal di lingkungan sekitar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja pameran karya dan presentasi kelompok: media informasi visual (poster infografis mini) tentang pelestarian budaya lokal yang dipajang pada meja kelompok serta paparan lisan bergantian selama 5 menit per kelompok (6 kelompok x 5 menit = 30 menit) di hadapan guru dan teman saat pameran karya (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian lisan dan media informasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Sikap Menghormati dan Melestarikan Budaya (Tertulis)Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 butir soal tertulis (acuan butir: Butir 1 menghormati dialek/upacara, Butir 2 contoh bertentangan Bhinneka Tunggal Ika, Butir 3 menjaga makanan tradisional, Butir 4 melestarikan alat musik/tari).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir soal tertulis sesuai daftar acuan butir 1 sampai butir 4.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir soal tertulis sesuai daftar acuan butir 1 sampai butir 4.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 butir soal tertulis (Butir 1, Butir 2, Butir 3, dan Butir 4) secara lengkap sesuai daftar acuan.
Penyajian Sikap Menghormati dan Melestarikan Keberagaman Budaya (Unjuk Kerja)Menyajikan materi sikap menghormati dan melestarikan budaya yang memuat 1 komponen (hanya memuat contoh sikap menghormati, atau hanya tindakan melestarikan) pada media/paparan lisan.Menyajikan materi sikap menghormati dan melestarikan budaya dengan memuat 2 komponen (contoh sikap menghormati dan tindakan melestarikan budaya) pada media/paparan lisan secara sederhana.Menyajikan hasil identifikasi yang memuat secara jelas contoh sikap menghormati keberagaman budaya dan tindakan nyata pelestariannya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika pada poster dan paparan lisan kelompok.Menyajikan hasil identifikasi secara runtut dan lengkap mencakup seluruh contoh sikap menghormati serta rincian tindakan nyata pelestarian budaya lokal dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika pada poster visual dan paparan lisan kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 27 menit untuk tes tertulis dan 35 menit untuk presentasi 6 kelompok terlaksana secara tertib dan proporsional?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid pada kompetensi mengidentifikasi serta menyajikan sikap pelestarian budaya berdasarkan hasil asesmen sumatif bab ini?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen sumatif hari ini (menulis mandiri atau memaparkan karya poster) yang paling berhasil saya selesaikan dengan baik?
  • Sikap menghormati dan melestarikan budaya apa yang paling ingin saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah menyelesaikan bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Identifikasi Sikap Menghormati Bahasa Daerah'
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  5. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 3
  6. Kartu situasi dan lembar kerja bergambar tentang pakaian adat dan rumah tradisional Indonesia
  7. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  8. Kartu studi kasus dan gambar kesenian serta upacara adat daerah di Indonesia
  9. Lembar Kerja Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya
  10. Lembar Telaah Perilaku 'Detektif Bhinneka di Sekolah' berisi 4 teks situasi interaksi teman sebaya
  11. Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023 (Bab 3: Keragaman Budaya Indonesiaku)
  12. Kartu bergambar aneka makanan tradisional nusantara (rendang, kerak telor, papeda, gudeg, lemper)
  13. Set kartu pernyataan sikap dan lembar kerja skenario kontekstual
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
  15. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
  16. Set kartu pernyataan situasi pelestarian lagu daerah dan alat musik tradisional
  17. Lembar Identifikasi Sikap Murid
  18. Media audio/video lagu daerah dan alat musik tradisional Nusantara
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023).
  20. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023).
  21. Kartu dan Lembar Kerja Sikap Pelestarian Permainan Tradisional dan Seni Tari.
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek, 2023
  23. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek, 2023
  24. Lembar Kerja 'Detektif Budaya' berisi 4 narasi kegiatan pelestarian budaya di masyarakat
  25. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
  26. Kartu Pernyataan Sikap Menghormati Budaya dan Lembar Kerja Tabel Penyajian 2 Kolom
  27. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  28. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  29. Format lembar kerja bagan penyajian keragaman budaya teman sebaya
  30. Kertas manila/karton A3, spidol warna, dan perekat kertas untuk pameran kelas
  31. Kartu Skenario Budaya dan Kartu Sikap Menghormati Tradisi Masyarakat
  32. Lembar Kerja 'Tabel Harmoni Masyarakat'
  33. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 3 'Keragaman Budaya Indonesiaku' (Kemendikbudristek, 2023)
  34. Lembar Kerja/Tabel Evaluasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya Bhinneka Tunggal Ika
  35. Kartu strip pernyataan situasi keragaman budaya
  36. Set kartu tebak pasangan budaya lokal dan tindakan pelestarian
  37. Format tabel lembar rangkuman bahan penyajian
  38. Kartu Estafet Budaya berisi ragam kesenian tradisional dan lembar kerja format penyajian tabel identifikasi
  39. Lembar Kerja Penyajian Tindakan Nyata Pelestarian Budaya Daerah
  40. Set kartu 'Teka Pasangan Pelestarian' (kartu budaya daerah dan kartu tindakan pelestarian)
  41. Lembar Kerja Laporan Identifikasi Sikap Melestarikan Budaya
  42. Kertas manila/plano dan lembar panduan penyajian kolaborasi kelompok
  43. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 3 Pendidikan Pancasila Kelas 5
  44. Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Pameran dan Kunci Jawaban Asesmen Guru
  45. Karya Media Poster Infografis Mini Kelompok Murid Bab 3

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.