Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Simulasi Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Simulasi Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Simulasi Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Simulasi Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSimulasi Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan kelas melalui kegiatan simulasi bermusyawarah
  2. Murid dapat mensimulasikan kegiatan musyawarah yang mencerminkan penerapan norma, hak menyampaikan pendapat, dan kewajiban menghormati hasil keputusan bersama

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami perbedaan pendapat dengan teman? Bagaimana kalian menyelesaikannya?
  2. Apa yang terjadi jika dalam sebuah kelompok semua orang memaksakan pendapatnya sendiri?
  3. Mengapa musyawarah penting dalam mengambil keputusan bersama di kelas kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama, menanamkan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman murid terkait perbedaan pendapat dan cara penyelesaiannya
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang norma, hak, dan kewajiban dengan kegiatan hari ini tentang musyawarah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan belajar mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui simulasi
  • Guru menyampaikan manfaat pembelajaran: agar kita bisa menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara adil dan demokratis

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video atau menceritakan ilustrasi tentang pelaksanaan musyawarah di lingkungan RT atau sekolah, membantu murid mengamati prosesnya secara konkret
  • Guru mengajak murid melakukan diskusi reflektif: Apa yang kalian lihat dalam video? Bagaimana orang-orang menyampaikan pendapatnya? Apakah semua pendapat didengarkan?
  • Guru menjelaskan konsep musyawarah: proses pembahasan bersama untuk mencapai keputusan yang adil melalui kesepakatan, dengan menghormati hak setiap orang untuk berbicara dan kewajiban menerima keputusan bersama
  • Murid mengidentifikasi elemen penting dalam musyawarah: tema/masalah yang dibahas, pembagian peran (pemimpin, notulen, peserta), tahapan (pembukaan, penyampaian pendapat, pembahasan, pengambilan keputusan, penutup)
  • Guru menjelaskan bahwa musyawarah mencerminkan penerapan norma kesopanan dalam berbicara, hak menyampaikan pendapat, dan kewajiban menghormati hasil keputusan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok yang telah dibentuk sebelumnya (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok diminta memilih satu contoh situasi musyawarah yang dekat dengan kehidupan mereka, misalnya: menentukan jadwal piket kelas, memilih tema karya wisata, membuat aturan kebersihan kelas, atau memilih permainan untuk acara kelas
  • Kelompok merancang skenario simulasi musyawarah dengan menentukan: tema musyawarah, pembagian peran (pemimpin, notulen, peserta dengan pendapat berbeda), dan alur skenario dari pembukaan hingga keputusan
  • Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memastikan skenario mencerminkan penerapan norma, hak, dan kewajiban dalam bermusyawarah
  • Setiap kelompok menuliskan rancangan mereka di kertas (tema, peran, dan poin-poin skenario)
  • Secara bergiliran, setiap kelompok mempresentasikan tema dan rancangan musyawarah mereka di depan kelas (2-3 menit per kelompok)
  • Murid dari kelompok lain memberikan apresiasi dan mengajukan pertanyaan atau saran perbaikan secara demokratis
  • Setiap kelompok melakukan simulasi musyawarah sesuai skenario yang telah dirancang (5-7 menit per kelompok), menampilkan proses musyawarah dari pembukaan, penyampaian berbagai pendapat, pembahasan, hingga pengambilan keputusan bersama
  • Guru mengamati dan mencatat proses simulasi dengan fokus pada: cara murid menyampaikan pendapat, sikap menghargai pendapat orang lain, proses pengambilan keputusan, dan sikap menerima hasil keputusan

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi refleksi bersama dengan mengajukan pertanyaan: Bagaimana perasaan kalian saat menyampaikan pendapat? Bagaimana perasaan kalian saat pendapat kalian tidak dipilih? Apa yang paling sulit dalam bermusyawarah?
  • Murid diminta menyampaikan refleksi secara lisan, berbagi pengalaman dan pembelajaran mereka selama simulasi
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi norma, hak, dan kewajiban apa saja yang diterapkan dalam simulasi musyawarah tadi
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dalam buku catatan: Apa yang sudah saya lakukan dengan baik? Apa yang perlu saya perbaiki dalam bermusyawarah?
  • Guru memberikan penguatan bahwa musyawarah adalah cara demokratis dan adil untuk mengambil keputusan bersama, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: musyawarah adalah cara demokratis untuk mencapai kesepakatan dengan menghormati hak berbicara dan kewajiban menerima keputusan bersama
  • Guru memberikan penguatan pentingnya melibatkan musyawarah dalam pengambilan berbagai keputusan baik di sekolah maupun di rumah
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan: satu hal yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini dan satu komitmen untuk menerapkan musyawarah di kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dalam simulasi
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah paham: diberikan situasi musyawarah yang lebih kompleks dengan konflik kepentingan yang lebih nyata. Untuk murid yang memerlukan dukungan: diberikan template skenario musyawarah yang lebih terstruktur dengan panduan langkah demi langkah
  • Proses: Untuk murid yang cepat: diberikan peran sebagai pemimpin musyawarah atau diminta mengamati dan memberikan feedback untuk kelompok lain. Untuk murid yang lambat: diberikan waktu lebih banyak untuk merancang skenario dan didampingi guru lebih intensif, serta diberikan peran yang lebih sederhana dalam simulasi
  • Produk: Untuk murid yang lebih mampu: diminta membuat catatan refleksi yang lebih mendalam dengan analisis penerapan norma, hak, dan kewajiban dalam simulasi. Untuk murid yang memerlukan dukungan: cukup menuliskan poin-poin sederhana atau menyampaikan refleksi secara lisan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid terkait perbedaan pendapat dan cara menyelesaikannya
  • Mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang musyawarah

Proses:

  • Observasi saat murid merancang skenario musyawarah: kemampuan memahami konsep, kolaborasi kelompok, dan pembagian peran
  • Observasi selama simulasi musyawarah: penerapan norma kesopanan, penggunaan hak berbicara, sikap menghormati pendapat orang lain, dan kemauan menerima keputusan bersama
  • Mendengarkan diskusi dan refleksi lisan murid setelah simulasi untuk menangkap pemahaman dan perasaan mereka

Akhir:

  • Penilaian kinerja simulasi musyawarah menggunakan rubrik yang mencakup 4 aspek: penerapan norma, hak menyampaikan pendapat, kewajiban menghormati keputusan, dan kolaborasi
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang hal berkesan dan komitmen penerapan musyawarah
  • Penilaian diri dan antarteman: murid menilai kontribusi diri dan teman dalam kelompok selama simulasi

Formatif:

  • Observasi selama proses perancangan skenario musyawarah: kemampuan kolaborasi, pembagian peran, dan kreativitas dalam merancang
  • Observasi selama simulasi musyawarah: cara menyampaikan pendapat, sikap menghargai pendapat orang lain, dan sikap menerima keputusan bersama
  • Tanya jawab dan diskusi kelas untuk mengecek pemahaman konsep musyawarah dan penerapan norma, hak, kewajiban

Sumatif:

  • Penilaian kinerja simulasi musyawarah menggunakan rubrik: aspek penerapan norma, hak menyampaikan pendapat, kewajiban menghormati keputusan, dan kolaborasi kelompok
  • Penilaian refleksi tertulis: kemampuan mengidentifikasi pembelajaran dan komitmen penerapan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Norma dalam MusyawarahTidak menunjukkan sikap sopan dalam berbicara, sering memotong pembicaraan orang lain, dan tidak mengikuti tata tertib musyawarahKadang-kadang menunjukkan sikap sopan, masih perlu diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan, dan belum konsisten mengikuti tata tertibMenunjukkan sikap sopan dalam berbicara, tidak memotong pembicaraan orang lain, dan mengikuti tata tertib musyawarah dengan baikSecara konsisten menunjukkan sikap sangat sopan, aktif menjaga suasana musyawarah tetap tertib, dan menjadi contoh penerapan norma bagi teman
Hak Menyampaikan PendapatTidak berani atau tidak mau menyampaikan pendapat sama sekali selama musyawarahMenyampaikan pendapat hanya ketika diminta dan dengan ragu-ragu, belum jelas dalam menyampaikan gagasanAktif menyampaikan pendapat dengan jelas dan percaya diri, serta memberikan alasan yang logisSangat aktif menyampaikan pendapat dengan jelas, percaya diri, disertai alasan logis dan contoh konkret, serta mendorong teman lain untuk berpendapat
Kewajiban Menghormati Keputusan BersamaMenolak atau tidak menerima hasil keputusan musyawarah, menunjukkan sikap kecewa atau protesMenerima keputusan musyawarah tetapi masih menunjukkan sikap kurang ikhlas atau setengah hatiMenerima dan menghormati hasil keputusan musyawarah dengan sikap positif, meskipun berbeda dengan pendapat pribadiMenerima dan menghormati hasil keputusan dengan sikap sangat positif, bahkan mendukung implementasi keputusan bersama dan mengajak teman untuk menaatinya
Kolaborasi dalam KelompokTidak berkontribusi dalam kelompok, bekerja sendiri atau pasif tidak membantu temanBerkontribusi minimal dalam kelompok, sesekali membantu tetapi belum konsistenAktif berkolaborasi dengan teman, berbagi tugas, dan saling membantu dalam merancang dan melaksanakan simulasiSangat aktif memimpin kolaborasi, memastikan semua anggota kelompok terlibat, dan menciptakan suasana kerja sama yang harmonis

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan efektif membantu murid memahami konsep musyawarah dan penerapan norma, hak, kewajiban?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid selama simulasi? Apakah semua murid terlibat aktif atau ada yang masih pasif?
  • Apa tantangan yang saya hadapi dalam membimbing kelompok-kelompok selama merancang dan melaksanakan simulasi?
  • Diferensiasi apa yang perlu saya perbaiki atau tambahkan untuk pembelajaran berikutnya agar lebih inklusif?
  • Apa yang bisa saya perbaiki dari segi pengelolaan waktu dan alokasi kegiatan di pertemuan ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku dari kegiatan simulasi musyawarah hari ini?
  • Bagaimana perasaanku saat menyampaikan pendapat di depan teman-teman? Apakah aku merasa didengar?
  • Bagaimana perasaanku saat pendapat yang aku sampaikan tidak dipilih menjadi keputusan bersama?
  • Apa yang sudah aku lakukan dengan baik dalam bermusyawarah? Apa yang masih perlu aku perbaiki?
  • Di mana aku bisa menerapkan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V (Kemdikbudristek, 2023), Bab 2: Norma dalam Kehidupanku, halaman 64-70
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas V (Kemdikbudristek, 2023), halaman 77-78
  3. Video atau film pendek tentang pelaksanaan musyawarah di lingkungan RT, sekolah, atau keluarga
  4. Laptop dan alat bantu audio untuk menayangkan video
  5. Kertas HVS atau kertas plano untuk merancang skenario musyawarah
  6. Pulpen, spidol, dan alat tulis lainnya
  7. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin-poin penting
  8. Lembar refleksi untuk murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.