Modul AjarBab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 2: Norma dalam Kehidupanku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 5 untuk Bab 2 "Norma dalam Kehidupanku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Bab 2: Norma dalam Kehidupanku

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 2 — Norma dalam Kehidupanku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 2 — Norma dalam Kehidupanku
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara
  2. TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
  3. TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
  4. TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa dalam kehidupan bersama kita memerlukan aturan atau norma?
  2. Apa tanda atau ciri utama yang membedakan suatu aturan dinamakan norma bagi warga negara?
  3. Mengapa kita harus menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan tidak boleh berbohong kepada sesama warga?
  4. Apa perbedaan antara aturan yang berasal dari firman Tuhan dengan aturan yang bersumber dari suara hati nurani manusia?
  5. Apa yang membedakan aturan menyapa orang yang lebih tua dengan aturan pengendara wajib memakai helm?
  6. Mengapa pelanggaran rambu lalu lintas mendapat sanksi denda polisi, sedangkan tidak mengucapkan salam hanya ditegur masyarakat?
  7. Aturan apa saja yang harus kita patuhi saat berada di jalan raya atau lingkungan tempat tinggal?
  8. Mengapa contoh aturan di lingkungan masyarakat berbeda ruang lingkupnya dengan aturan resmi bernegara?
  9. Pernahkah kalian menerima sesuatu yang memang seharusnya kalian dapatkan, atau melakukan sesuatu yang wajib kalian kerjakan?
  10. Menurut kalian, apa beda utama antara sesuatu yang berhak kita terima dengan sesuatu yang wajib kita lakukan sebagai warga negara?
  11. Apa saja hal yang berhak kalian terima dan nikmati selama belajar di sekolah sebagai anak dan warga negara?
  12. Mengapa setiap murid memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan perlindungan di sekolah?
  13. Apa saja hal yang wajib kamu lakukan setiap hari di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu?
  14. Mengapa seorang anak yang berstatus murid dan warga negara harus menjalankan kewajiban terlebih dahulu sebelum menuntut haknya?
  15. Mengapa kita harus merapikan buku perpustakaan setelah selesai membacanya?
  16. Apa yang terjadi jika seseorang hanya ingin menikmati haknya sebagai warga negara tanpa mau menjalankan kewajibannya?
  17. Apa yang akan kamu lakukan ketika melihat uang kembalian belanja berlebih atau menemukan barang teman yang tertinggal di meja kelas?
  18. Bagaimana caramu bersikap dan berbicara ketika berpapasan atau meminta tolong kepada orang yang lebih tua di lingkungan tempat tinggalmu?
  19. Mengapa saat berkendara di jalan raya kita wajib mematuhi lampu lalu lintas?
  20. Bagaimana sikap kita sebagai warga negara ketika teman yang berbeda agama sedang menjalankan ibadahnya?
  21. Bagaimana caramu memanfaatkan hak bermain tanpa mengganggu ketenangan teman yang sedang belajar?
  22. Mengapa saat kita menggunakan hak diri, kita juga wajib menghargai hak yang dimiliki orang lain?
  23. Apa saja kewajiban utama yang harus kita laksanakan sebagai murid di lingkungan sekolah?
  24. Bagaimana wujud tindakan nyata melaksanakan kewajiban sekolah secara bertanggung jawab tanpa harus disuruh?
  25. Bagaimana hubungan antara menaati norma, melaksanakan kewajiban, dan mendapatkan hak saat kita berada di tempat umum?
  26. Apa yang terjadi jika seseorang menuntut haknya tetapi mengabaikan kewajiban dan norma yang berlaku di sekitarnya?
  27. Bagaimana cara keluargamu memutuskan pembagian tugas membersihkan rumah di hari libur?
  28. Apa yang sebaiknya kita lakukan jika usul atau pendapat kita berbeda dengan anggota keluarga lainnya saat bermusyawarah?
  29. Bagaimana caramu dan keluargamu menentukan jadwal mematikan televisi atau gawai di rumah?
  30. Mengapa aturan di dalam rumah sebaiknya dibuat melalui musyawarah bersama seluruh anggota keluarga?
  31. Bagaimana cara kelas kita menentukan aturan bersama agar suasana belajar tetap tertib dan nyaman?
  32. Apa yang harus kita lakukan jika ada teman yang memiliki pendapat berbeda saat merumuskan aturan kelas?
  33. Apa yang harus kita lakukan setelah sebuah aturan atau kesepakatan bersama berhasil diputuskan melalui musyawarah di kelas?
  34. Mengapa aturan hasil musyawarah wajib diterapkan secara bertanggung jawab oleh seluruh warga sekolah?
  35. Bagaimana pemahaman tentang norma, hak, dan kewajiban membimbing kita bertindak tertib di sekolah dan masyarakat?
  36. Mengapa musyawarah merupakan cara terbaik dalam menghasilkan kesepakatan dan aturan bersama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Pengertian dan Ciri-Ciri Bentuk Norma sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Maju Tak Gentar' untuk membangkitkan semangat kebangsaan sebelum memulai pelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali pengertian norma dan ciri-ciri norma dalam kehidupan warga negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab secara lisan apakah dua pernyataan ini merupakan norma/aturan atau bukan: (1) Menyeberang jalan raya di zebra cross demi keselamatan; (2) Memilih warna sepatu kesukaan saat bermain di rumah. Guru mengonfirmasi acuan jawaban: pernyataan (1) adalah norma/aturan bersama warga negara, sedangkan (2) adalah preferensi pribadi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan bagan tentang pengertian norma (kaidah/aturan yang mengikat warga masyarakat/warga negara) serta 4 ciri utama norma: (1) Berisi petunjuk tingkah laku (perintah/larangan), (2) Ditaati dan mengikat warga masyarakat/negara, (3) Memiliki sanksi bagi pelanggarnya, (4) Dibuat untuk menciptakan ketertiban bersama (12 menit).
  • Murid membaca teks komik singkat di buku mengenai situasi warga yang mematuhi rambu lalu lintas dan antre di fasilitas publik untuk menemukan ciri-ciri aturan yang berlaku (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan aktivitas permainan 'Detektif Norma' berpasangan: setiap pasangan menerima lembar tantangan berisi 4 pernyataan situasi nyata warga negara untuk diidentifikasi apakah memenuhi ciri-ciri norma atau bukan. Butir situasi: (1) Menggunakan helm standar saat mengendarai motor di jalan umum; (2) Bangun pagi jam 05.00 karena ingin menggambar; (3) Membayar barang belanjaan di kasir sebelum dibawa pulang; (4) Memilih makan nasi uduk daripada roti. Pasangan menandai tanda centang (V) pada pernyataan yang memenuhi ciri norma dan silang (X) jika bukan (acuan kunci: nomor 1 dan 3 = V norma warga negara; nomor 2 dan 4 = X bukan norma melainkan kebiasaan pribadi) (13 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengidentifikasi 4 ciri norma berdasarkan 1 kasus nyata: 'Warga desa wajib menjaga kebersihan selokan lingkungan bersama'. Murid mencocokkan kasus dengan 4 ciri: perintah/larangan (larangan membuang sampah sembarangan), sifat mengikat (berlaku untuk semua warga desa), sanksi (ditegur warga/denda kebersihan), tujuan (lingkungan bersih dan tertib) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi ciri norma dan merumuskan kesimpulan makna norma sebagai pedoman ketertiban warga negara (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Sebutkan pengertian norma dengan bahasamu sendiri! (acuan: aturan/kaidah yang mengatur tingkah laku manusia dan mengikat warga); (2) Sebutkan minimal 2 ciri norma! (acuan: memuat perintah/larangan, mengikat/ditaati bersama, memiliki sanksi, menciptakan ketertiban) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi, memberikan pengantar singkat bahwa pertemuan berikutnya akan mengidentifikasi bentuk norma agama dan kesusilaan, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan kartu bantuan visual yang memuat kata kunci 4 ciri norma; bagi murid cepat, disediakan teks kasus tambahan dengan variasi aturan tertulis dan tidak tertulis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing dalam kelompok kecil saat permainan Detektif Norma; murid yang mahir mengidentifikasi mandiri secara cepat.
  • Produk: Pada LKS, murid yang memerlukan bimbingan cukup menghubungkan garis panah antara ciri dan bukti kasus; murid yang mandiri menuliskan penjelasan singkat bukti cirinya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran untuk membedakan antara norma/aturan bersama warga negara dengan preferensi pribadi: (1) Menyeberang jalan raya di zebra cross demi keselamatan (acuan: norma/aturan bersama); (2) Memilih warna sepatu kesukaan saat bermain di rumah (acuan: preferensi pribadi/bukan norma).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam mengidentifikasi 4 butir pernyataan pada aktivitas Detektif Norma dengan ketepatan kunci: butir (1) dan (3) = norma; butir (2) dan (4) = bukan norma.
  • Pemeriksaan LKS identifikasi 4 ciri norma pada kasus menjaga kebersihan selokan desa (acuan: perintah/larangan membersihkan dan tidak mengotori, mengikat seluruh warga, sanksi teguran/denda, tujuan ketertiban dan kebersihan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis di akhir pertemuan: (1) Pengertian norma warga negara (acuan: aturan/kaidah tingkah laku yang mengikat anggota masyarakat/warga negara); (2) Dua ciri norma (acuan: ada perintah/larangan, memiliki sanksi, ditaati/mengikat warga, menciptakan ketertiban).

Formatif:

  • Penilaian proses keaktifan saat permainan berpasangan Detektif Norma
  • Penilaian hasil LKS mengidentifikasi ciri-ciri norma pada kasus nyata warga negara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri norma sebagai warga negaraBelum mampu mengidentifikasi pengertian norma maupun ciri-ciri norma (0-1 ciri tepat dari 4 ciri acuan) meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Mampu mengidentifikasi pengertian norma secara sederhana dan menentukan 2 ciri norma dengan tepat dari 4 ciri acuan (perintah/larangan, mengikat warga, memiliki sanksi, menciptakan ketertiban) dengan bantuan guru.Mampu mengidentifikasi pengertian norma secara tepat serta menentukan 3-4 ciri norma dengan tepat dari 4 ciri acuan secara mandiri.Mampu mengidentifikasi pengertian norma dan seluruh 4 ciri norma secara tepat dan konsisten pada seluruh contoh kasus warga negara yang diberikan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan Detektif Norma efektif membantu murid memahami perbedaan norma dan preferensi pribadi?
  • Bagian langkah mana yang membutuhkan waktu lebih banyak dalam membedakan ciri-ciri norma warga negara?

Murid:

  • Apa yang kamu ketahui sekarang tentang pentingnya norma bagi seorang warga negara?
  • Ciri norma mana yang paling mudah kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Bentuk Norma Agama dan Kesusilaan dalam Kehidupan Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi norma agama dan norma kesusilaan beserta ciri dan contohnya dalam kedudukan sebagai warga negara (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 contoh perilaku: (1) 'Melaksanakan salat/sembahyang tepat waktu' dan (2) 'Mengakui kesalahan saat tidak sengaja merusak pensil teman'. Murid mengidentifikasi sumber aturan masing-masing contoh tersebut (acuan: butir 1 bersumber dari wahyu/perintah Tuhan YME atau norma agama; butir 2 bersumber dari hati nurani atau norma kesusilaan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan di papan tulis mengenai pengertian dan sumber dua norma: norma agama (bersumber dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa/kitab suci, sanksi berupa dosa/pahala dari Tuhan) dan norma kesusilaan (bersumber dari hati nurani manusia, sanksi berupa rasa bersalah, malu, atau penyesalan) (10 menit).
  • Murid membaca 2 kartu kasus tertera di papan: Kasus A 'Ahmad berpamitan dan melaksanakan ibadah sesuai ajaran agamanya di sela kegiatan warga' dan Kasus B 'Siti mengembalikan uang lebih kembalian belanja di koperasi sekolah karena hatinya merasa bersalah jika mengambil hak orang lain' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan aktivitas kuis klasifikasi cepat 'Kartu Norma'. Setiap murid menerima lembar kerja klasifikasi yang berisi 4 pernyataan perilaku warga negara untuk diidentifikasi ke dalam norma agama atau norma kesusilaan (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan pengelompokan 4 pernyataan berikut: (1) 'Menjaga kejujuran saat mengerjakan ulangan tanpa menyontek', (2) 'Melaksanakan ibadah harian sesuai tata cara agama masing-masing', (3) 'Merasa menyesal dan meminta maaf karena telah berbohong kepada orang tua', (4) 'Menghormati teman pemeluk agama lain yang sedang berpuasa' (acuan kunci: nomor 1 = Norma Kesusilaan, nomor 2 = Norma Agama, nomor 3 = Norma Kesusilaan, nomor 4 = Norma Agama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dengan mencocokkan alasan pengelompokan berdasarkan sumber aturan (perintah Tuhan vs suara hati nurani) (10 menit).
  • Murid mengungkapkan pemahaman mengenai bagaimana norma agama dan kesusilaan membimbing sikap jujur dan taat dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran mengenai norma agama (aturan berdasar wahyu Tuhan) dan norma kesusilaan (aturan berdasar bisikan hati nurani) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan hasil identifikasi murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (norma kesopanan dan norma hukum), dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual bergambar simbol rumah ibadah (ciri norma agama) dan simbol hati bersinar (ciri norma kesusilaan); murid yang cepat diberikan 2 butir pernyataan tambahan yang lebih kontekstual.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah dibimbing langsung oleh guru dalam membaca kata kunci pernyataan (misal: 'ibadah' atau 'menyesal/jujur'); murid cepat langsung mengerjakan klasifikasi 4 pernyataan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti klasifikasi yang sama pada 4 butir pernyataan di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menyebutkan 2 perilaku: (1) 'Berdoa sebelum belajar' dan (2) 'Mengembalikan dompet temuan milik orang lain'. Murid diminta menyebutkan dari mana asal aturan tersebut berasal (acuan: (1) bersumber dari perintah Tuhan Yang Maha Esa / norma agama; (2) bersumber dari hati nurani manusia / norma kesusilaan).

Proses:

  • Observasi dan pemeriksaan lembar klasifikasi perilaku murid pada 4 butir pernyataan: (1) Menjaga kejujuran saat mengerjakan ulangan tanpa menyontek [Norma Kesusilaan], (2) Melaksanakan ibadah harian sesuai tata cara agama masing-masing [Norma Agama], (3) Merasa menyesal dan meminta maaf karena telah berbohong kepada orang tua [Norma Kesusilaan], (4) Menghormati teman pemeluk agama lain yang sedang berpuasa [Norma Agama].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid secara acak untuk menyebutkan sumber utama dari norma agama (acuan: wahyu/perintah Tuhan Yang Maha Esa / kitab suci) dan norma kesusilaan (acuan: hati nurani manusia / suara batin).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengelompokan tertulis pada lembar kerja klasifikasi 4 contoh perilaku ke dalam Norma Agama dan Norma Kesusilaan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Bentuk Norma Agama dan KesusilaanMengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 butir pernyataan contoh norma agama dan norma kesusilaan (acuan: Butir 1 = Kesusilaan, Butir 2 = Agama, Butir 3 = Kesusilaan, Butir 4 = Agama).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir pernyataan contoh norma agama dan norma kesusilaan sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir pernyataan contoh norma agama dan norma kesusilaan sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 dari 4 butir pernyataan contoh norma agama dan norma kesusilaan secara mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan dengan jelas antara sumber norma agama (Tuhan) dan sumber norma kesusilaan (hati nurani)?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap mengaplikasi kuis klasifikasi mencukupi bagi murid yang membutuhkan pendampingan khusus?

Murid:

  • Apa tanda di dalam hatiku saat aku mematuhi norma kesusilaan (contohnya bersikap jujur)?
  • Bagaimana caraku mengenali suatu aturan di lingkungan sekitar sebagai bagian dari norma agama?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi bentuk norma kesopanan dan norma hukum beserta ciri dan sanksinya (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat dengan menanyakan: 'Jika seseorang lewat di depan orang tua tanpa membungkuk atau permisi, aturan apa yang dilanggar?' (acuan jawaban: norma kesopanan) dan 'Jika pengendara sepeda motor menerobos lampu merah, aturan apa yang dilanggar?' (acuan jawaban: norma hukum) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pengertian dan ciri pembeda norma kesopanan (bersumber dari pergaulan/kebiasaan masyarakat, sanksi sosial berupa celaan/teguran) dan norma hukum (dibuat lembaga resmi negara, bersifat memaksa, sanksi tegas berupa denda/hukuman fisik/penjara) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mencermati lembar pengamatan yang memuat 4 contoh perilaku: (1) Menyapa tetangga dengan sopan saat berpapasan; (2) Memakai helm berstandar SNI saat naik motor; (3) Berbicara santun tidak memotong pembicaraan orang lain; (4) Menyeberang jalan melalui zebra cross (acuan: perilaku 1 & 3 = norma kesopanan; perilaku 2 & 4 = norma hukum) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan klasifikasi 'Kartu Norma': secara berpasangan, murid menerima 4 kartu kasus dan memasangkannya ke kantong 'Norma Kesopanan' atau 'Norma Hukum'. Empat kasus: (A) Tidak makan sambil berjalan (Norma Kesopanan); (B) Membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu (Norma Hukum); (C) Membungkukkan badan saat lewat di depan guru (Norma Kesopanan); (D) Mematuhi rambu larangan berhenti di jalan raya (Norma Hukum) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Norma secara mandiri untuk mengelompokkan 4 pernyataan dan menentukan jenis sanksinya: (1) Mengucapkan 'permisi' saat melintas (Norma Kesopanan - sanksi: teguran/cemoohan masyarakat); (2) Membawa SIM saat berkendara (Norma Hukum - sanksi: tilang/denda oleh pihak berwenang); (3) Menerima sesuatu dengan tangan kanan (Norma Kesopanan - sanksi: teguran/dianggap tidak santun); (4) Menjual barang curian (Norma Hukum - sanksi: hukuman pidana/penjara) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan menganalisis mengapa norma hukum memiliki sanksi yang lebih tegas dan tertulis dibanding norma kesopanan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan 2 butir soal kepada perwakilan murid: Soal 1: 'Sebutkan sumber norma hukum!' (acuan: negara/pemerintah/lembaga berwenang); Soal 2: 'Sebutkan sanksi bila melanggar norma kesopanan!' (acuan: celaan, teguran, atau dikucilkan masyarakat) (5 menit).
  • Guru menyimpulkan pembelajaran mengenai norma kesopanan dan norma hukum serta menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu contoh perilaku dengan gambar ilustrasi pendukung, sedangkan murid cepat langsung membaca teks narasi kasus singkat.
  • Proses: Murid cepat mengidentifikasi 4 kasus beserta rincian alasan pembeda sanksinya secara mandiri, sedangkan murid lambat dipandu dengan pertanyaan penuntun mengenai siapa pembuat aturannya.
  • Produk: Semua murid mengelompokkan perilaku ke dalam kolom norma kesopanan atau norma hukum pada lembar kerja yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika seseorang lewat di depan orang tua tanpa membungkuk atau permisi, aturan apa yang dilanggar?' (acuan: norma kesopanan) dan 'Jika pengendara sepeda motor menerobos lampu merah, aturan apa yang dilanggar?' (acuan: norma hukum).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan klasifikasi 4 kartu norma: Kartu A 'Tidak makan sambil berjalan' -> Norma Kesopanan; Kartu B 'Membayar pajak kendaraan' -> Norma Hukum; Kartu C 'Membungkuk di depan guru' -> Norma Kesopanan; Kartu D 'Mematuhi rambu dilarang berhenti' -> Norma Hukum.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Norma berisi 4 butir: (1) Mengucapkan permisi (Kesopanan, sanksi teguran); (2) Membawa SIM (Hukum, sanksi tilang/denda); (3) Menerima dengan tangan kanan (Kesopanan, sanksi teguran); (4) Menjual barang curian (Hukum, sanksi pidana/penjara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir di akhir kegiatan: (1) Sumber norma hukum (acuan: badan/lembaga resmi negara); (2) Bentuk sanksi norma kesopanan (acuan: teguran, rasa malu, celaan masyarakat).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja klasifikasi kartu norma
  • Penilaian Lembar Kerja Identifikasi Norma Kesopanan dan Norma Hukum

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma HukumTepat mengidentifikasi 1 dari 4 contoh perilaku norma kesopanan dan norma hukum pada lembar kerja.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 contoh perilaku norma kesopanan dan norma hukum pada lembar kerja.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 contoh perilaku norma kesopanan dan norma hukum pada lembar kerja.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) contoh perilaku norma kesopanan dan norma hukum pada lembar kerja secara mandiri (Acuan: butir 1 Kesopanan, butir 2 Hukum, butir 3 Kesopanan, butir 4 Hukum).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan sumber dan sanksi antara norma kesopanan dan norma hukum secara jelas?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif memfasilitasi pemahaman murid mengenai ketegasan sanksi norma hukum?

Murid:

  • Apa perbedaan utama sanksi norma kesopanan dengan sanksi norma hukum yang kamu temukan hari ini?
  • Contoh norma hukum apa yang paling sering kamu lihat ditaati oleh orang tuamu di jalan raya?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Ragam Contoh Bentuk Norma di Lingkungan Masyarakat dan Bernegara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menyapa murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi ragam contoh bentuk norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) di lingkungan masyarakat dan bernegara (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh tindakan: (A) Mengikuti kerja bakti membersihkan selokan RT, (B) Memiliki akta kelahiran resmi dari pemerintah. Murid diminta mengangkat kartu atau menyebutkan lingkup norma tersebut: contoh A adalah norma di lingkungan masyarakat dan contoh B adalah norma dalam kehidupan bernegara (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai pemilahan 4 bentuk norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) pada ruang lingkup lingkungan masyarakat (seperti tata krama ronda malam, gotong royong, menjaga ketenangan lingkungan) dan ruang lingkup bernegara (seperti mematuhi rambu lalu lintas jalan raya, membayar pajak, memiliki identitas kependudukan) (10 menit).
  • Murid mencermati 4 kartu contoh situasi konkret yang dibagikan guru: (1) Warga bergotong royong memperbaiki jembatan desa, (2) Pengendara sepeda motor wajib memakai helm standar SNI, (3) Mengetuk pintu dan mengucap salam saat bertamu ke rumah tetangga, (4) Menghormati perayaan hari besar keagamaan di kampung tanpa membuat kegaduhan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Lingkup & Bentuk Norma': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus dan diminta mengelompokkan ke dalam tabel matriks (apakah lingkup Masyarakat atau Bernegara, serta bentuk normanya Agama/Kesusilaan/Kesopanan/Hukum) secara bersemangat (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja secara mandiri berisi 4 pernyataan contoh norma berikut: (1) 'Warga wajib melapor ke ketua RT jika menerima tamu menginap 1x24 jam' -> Lingkup: Masyarakat, Bentuk: Norma Kesopanan/Sosial; (2) 'Setiap warga negara wajib mematuhi lampu pengatur lalu lintas' -> Lingkup: Bernegara, Bentuk: Norma Hukum; (3) 'Membantu tetangga yang tertimpa musibah kebakaran dengan tulus tanpa pamrih' -> Lingkup: Masyarakat, Bentuk: Norma Kesusilaan; (4) 'Menjaga ketertiban dan ketenangan saat warga sekitar melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid atau ibadah minggu di gereja' -> Lingkup: Masyarakat/Bernegara, Bentuk: Norma Agama (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan lembar kerja dan mengoreksi pemahaman tentang perbedaan ragam contoh norma di tingkat masyarakat sekitar versus peraturan formal bernegara (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa bentuk norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum hadir nyata dalam lingkungan masyarakat lokal maupun kehidupan bernegara secara luas (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil identifikasi murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi dengan petunjuk kata kunci (misal kata 'RT/kampung' untuk lingkup masyarakat, kata 'Undang-Undang/helm SNI' untuk lingkup bernegara); murid yang lebih cepat diberikan kartu situasi yang memadukan dua aspek.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing dalam mengidentifikasi kata kunci lingkup norma, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis kartu kasus.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja identifikasi 4 contoh norma dengan target ketepatan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan: Guru mengajukan 2 contoh tindakan: (A) 'Mengikuti kerja bakti membersihkan selokan RT' dan (B) 'Memiliki akta kelahiran resmi dari pemerintah'. Kriteria/Acuan: Tindakan A teridentifikasi sebagai contoh norma di lingkungan masyarakat; Tindakan B teridentifikasi sebagai contoh norma dalam kehidupan bernegara.

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam memasangkan kartu kasus dalam kuis berpasangan sesuai ruang lingkup dan bentuk norma.
  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi ragam contoh bentuk norma pada tahap Mengaplikasi dengan acuan: Butir 1 (Lapor RT 1x24 jam = Norma Kesopanan/Masyarakat), Butir 2 (Lampu lalu lintas = Norma Hukum/Bernegara), Butir 3 (Membantu tetangga tulus = Norma Kesusilaan/Masyarakat), Butir 4 (Menjaga ketenangan ibadah tetangga = Norma Agama/Masyarakat & Bernegara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid mengidentifikasi 1 contoh norma hukum di tingkat bernegara (acuan yang diterima: mematuhi rambu lalu lintas / menyeberang di zebra cross / membawa helm ber-SNI / tidak merusak fasilitas umum) dan 1 contoh norma kesopanan di lingkungan masyarakat (acuan yang diterima: menyapa tetangga / mengetuk pintu saat bertamu / menggunakan bahasa sopan kepada warga yang lebih tua).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan menentukan ruang lingkup norma (masyarakat vs bernegara)
  • Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan berpasangan
  • Penilaian tes tertulis lembar kerja identifikasi ragam contoh bentuk norma

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Ragam Contoh Bentuk Norma di Lingkungan Masyarakat dan BernegaraBelum mampu mengidentifikasi contoh bentuk norma pada lingkungan masyarakat maupun bernegara (0 atau 1 butir tepat dari 4 butir acuan LK).Mampu mengidentifikasi sebagian contoh bentuk norma pada lingkungan masyarakat dan bernegara dengan bimbingan (tepat 2 butir dari 4 butir acuan LK).Mampu mengidentifikasi contoh bentuk norma di lingkungan masyarakat dan bernegara dengan tepat secara mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir acuan LK).Mampu mengidentifikasi seluruh contoh bentuk norma di lingkungan masyarakat dan bernegara dengan tepat tanpa kesalahan (seluruh 4 butir tepat dari 4 butir acuan LK: Lapor RT, Lampu lalu lintas, Membantu tetangga tulus, Menjaga ketenangan ibadah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas contoh norma di lingkungan masyarakat lokal dan tingkat bernegara?
  • Apakah aktivitas permainan kartu efektif membantu pemahaman identifikasi bentuk norma?

Murid:

  • Contoh norma apa di masyarakat dan negara yang paling sering kamu jumpai sehari-hari?
  • Bagian mana dari pengelompokan norma tadi yang menurutmu paling mudah atau menantang?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Pengertian Hak dan Kewajiban dalam Kedudukannya sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi pengertian hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika ada kalimat: (1) Menikmati udara bersih dan rasa aman, serta (2) Membersihkan selokan desa bersama-sama, manakah yang merupakan sesuatu yang kita terima (hak) dan manakah yang harus kita kerjakan (kewajiban)?' Murid menjawab secara lisan (acuan jawaban: nomor 1 adalah hak/sesuatu yang diterima; nomor 2 adalah kewajiban/sesuatu yang harus dikerjakan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan di papan tulis mengenai pengertian hak (segala sesuatu yang berhak diterima atau diperoleh seseorang sejak lahir atau dalam kedudukannya sebagai warga negara) dan kewajiban (segala sesuatu yang wajib dilakukan atau ditunaikan dengan penuh tanggung jawab sebagai warga negara) (10 menit).
  • Murid mencermati 2 contoh situasi warga negara: (A) Warga memperoleh layanan kesehatan di puskesmas (hak), dan (B) Warga mematuhi rambu lalu lintas di jalan raya (kewajiban), kemudian mengidentifikasi ciri pembeda bahwa hak bersifat menerima manfaat sedangkan kewajiban bersifat melakukan tindakan keharusan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Kartu Hak atau Kewajiban' dengan mengklasifikasikan 4 kartu situasi berikut ke dalam kantong Hak atau kantong Kewajiban: Kartu 1: 'Mendapatkan perlindungan hukum dari kepolisian', Kartu 2: 'Membayar pajak bumi dan bangunan tepat waktu', Kartu 3: 'Memperoleh pendidikan yang layak di sekolah', Kartu 4: 'Menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan tempat tinggal' (acuan kunci klasifikasi: Kartu 1 = Hak; Kartu 2 = Kewajiban; Kartu 3 = Hak; Kartu 4 = Kewajiban) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan pengertian/kategori: (1) Sesuatu yang semestinya diterima oleh warga negara disebut ... [Acuan: Hak]; (2) Keharusan melakukan sesuatu yang diatur oleh peraturan perundang-undangan disebut ... [Acuan: Kewajiban]; (3) Menikmati jalan raya yang beraspal mulus merupakan contoh ... [Acuan: Hak]; (4) Ikut serta menjaga kebersihan fasilitas umum di taman kota merupakan contoh ... [Acuan: Kewajiban] (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar identifikasi dan mencocokkannya dengan acuan definisi hak dan kewajiban untuk memastikan tidak tertukar (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pengertian hak sebagai sesuatu yang diterima/dimiliki warga negara dan kewajiban sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan warga negara (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengidentifikasi bentuk-bentuk hak murid sebagai warga negara, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks tebal disertai simbol penanda visual (ikon menerima hadiah untuk hak dan ikon tangan bekerja untuk kewajiban) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan hak dan kewajiban diberikan bimbingan terfokus dengan pertanyaan penuntun 'Apakah ini yang kamu terima atau yang harus kamu lakukan?'. Bagi murid yang sudah cepat memahami diberikan 2 kartu tantangan tambahan: Kartu A 'Menyampaikan pendapat di muka umum secara tertib' [Hak] dan Kartu B 'Menghargai pendapat orang lain saat bermusyawarah' [Kewajiban].
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi secara tertulis mengisi lembar atau dengan menunjuk dan menempatkan langsung kartu pada tabel hak/kewajiban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: Menentukan status 2 situasi: (1) Menikmati udara bersih dan rasa aman, (2) Membersihkan selokan desa bersama-sama. Acuan jawaban: (1) Hak (sesuatu yang diterima); (2) Kewajiban (sesuatu yang harus dilakukan).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam kuis pasangan 'Tebak Kartu Hak atau Kewajiban' mengelompokkan 4 kartu situasi: Kartu 1 'Mendapatkan perlindungan hukum' (Hak), Kartu 2 'Membayar pajak' (Kewajiban), Kartu 3 'Memperoleh pendidikan' (Hak), Kartu 4 'Menjaga ketertiban lingkungan' (Kewajiban).

Akhir Pertemuan:

  • Pengerjaan Lembar Identifikasi 4 butir: (1) Sesuatu yang semestinya diterima warga negara (Acuan: Hak); (2) Keharusan melakukan sesuatu sesuai aturan bagi warga negara (Acuan: Kewajiban); (3) Menikmati jalan raya beraspal mulus (Acuan: Hak); (4) Ikut serta menjaga kebersihan fasilitas umum (Acuan: Kewajiban). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik pada tahap pendahuluan
  • Kuis cepat pasangan kartu situasi Hak dan Kewajiban
  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi Pengertian Hak dan Kewajiban

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pengertian dan bentuk hak serta kewajiban warga negaraMengidentifikasi tepat 0-1 dari 4 butir pada Lembar Identifikasi (Acuan: 1=Hak, 2=Kewajiban, 3=Hak, 4=Kewajiban).Mengidentifikasi tepat 2 dari 4 butir pada Lembar Identifikasi (Acuan: 1=Hak, 2=Kewajiban, 3=Hak, 4=Kewajiban).Mengidentifikasi tepat 3 dari 4 butir pada Lembar Identifikasi (Acuan: 1=Hak, 2=Kewajiban, 3=Hak, 4=Kewajiban).Mengidentifikasi seluruh 4 butir secara tepat pada Lembar Identifikasi (Acuan: 1=Hak, 2=Kewajiban, 3=Hak, 4=Kewajiban) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit cukup bagi seluruh murid untuk memahami konsep pengertian hak dan kewajiban?
  • Apakah variasi aktivitas bermain tebak kartu situasi efektif membantu murid membedakan hak dan kewajiban?

Murid:

  • Bagian mana dari pengertian hak dan kewajiban yang paling mudah atau paling menantang untuk dipahami?
  • Bagaimana caramu membedakan dengan cepat antara hak dan kewajiban seorang warga negara?

Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Bentuk Hak Murid dalam Kedudukannya sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk-bentuk hak murid dalam kedudukannya sebagai warga negara di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai pembedaan antara hak dan kewajiban dengan meminta murid mengangkat tangan jika pernyataan merupakan hak: (1) Mendapatkan pengajaran dari guru di kelas, (2) Merapikan meja setelah belajar; acuan jawaban benar: (1) adalah hak, (2) adalah kewajiban (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan di papan tulis mengenai pengertian hak warga negara usia sekolah serta 4 bentuk hak murid di sekolah: (1) Hak memperoleh pendidikan dan bimbingan belajar, (2) Hak menggunakan fasilitas belajar (seperti perpustakaan dan ruang kelas yang layak), (3) Hak mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari kekerasan/perundungan, (4) Hak menyampaikan pendapat dan bertanya dalam pembelajaran (10 menit).
  • Murid secara mandiri mencermati lembar bacaan ringkas yang memuat penjelasan tentang 4 bentuk hak murid tersebut untuk mengonstruksi pemahamannya secara mendalam (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan edukatif tantangan kartu ceria 'Detektif Hak Murid' di mana setiap murid menerima lembar aktivitas berisi 4 skenario situasi sekolah: (1) Skenario A: Dika membaca buku cerita dan buku pelajaran di ruang perpustakaan sekolah yang terang dan bersih; (2) Skenario B: Siti merasa nyaman dan tidak takut saat bermain di halaman sekolah karena guru dan teman-temannya saling menjaga; (3) Skenario C: Edo mengangkat jari tangan untuk bertanya materi yang belum dipahami kepada guru; (4) Skenario D: Rina mengikuti bimbingan guru membaca peta di kelas (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi dan menjodohkan ke-4 skenario situasi tersebut dengan bentuk hak murid yang tepat pada lembar kerja (acuan kunci pasangan: Skenario A = Hak menggunakan fasilitas belajar; Skenario B = Hak mendapatkan rasa aman dan perlindungan; Skenario C = Hak menyampaikan pendapat dan bertanya; Skenario D = Hak memperoleh pendidikan dan bimbingan) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama murid membahas hasil identifikasi 4 skenario untuk memeriksa ketepatan identifikasi bentuk hak murid sesuai kunci acuan (5 menit).
  • Murid melakukan perenungan terbimbing mengenai pentingnya hak-hak tersebut dipenuhi agar proses belajar sebagai warga negara berjalan dengan baik (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali bentuk-bentuk hak murid di lingkungan sekolah sebagai warga negara (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik, menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya tentang kewajiban murid di sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar skenario bergambar dengan teks sederhana, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario naratif tanpa gambar bantuan.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi murid yang belum lancar mengidentifikasi teks skenario, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan tugas mandiri tanpa bantuan.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar identifikasi 4 bentuk hak murid berdasarkan 4 skenario yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Manakah yang termasuk hak murid: (1) Mendapatkan pengajaran dari guru, atau (2) Merapikan meja belajar?' (acuan: butir 1 adalah hak murid, butir 2 adalah kewajiban murid).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 skenario situasi hak murid di sekolah. Butir dan acuan kunci: (1) Dika membaca di perpustakaan -> Hak menggunakan fasilitas belajar; (2) Siti merasa nyaman di halaman sekolah -> Hak mendapatkan rasa aman dan perlindungan; (3) Edo mengangkat tangan bertanya -> Hak menyampaikan pendapat dan bertanya; (4) Rina mengikuti bimbingan membaca peta -> Hak memperoleh pendidikan dan bimbingan.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan kembali 2 contoh bentuk hak murid di sekolah yang sudah dipelajari (acuan penerimaan: menyebutkan minimal 2 dari 4 hak: hak memperoleh pendidikan/bimbingan, hak fasilitas sekolah, hak rasa aman/perlindungan, hak berpendapat/bertanya).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa identifikasi hak vs kewajiban
  • Penugasan lembar kerja identifikasi 4 bentuk hak murid berdasarkan 4 skenario situasi sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk hak murid sebagai warga negara di sekolahMurid tepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 bentuk hak murid pada skenario situasi yang disediakan.Murid tepat mengidentifikasi 2 dari 4 bentuk hak murid pada skenario situasi yang disediakan sesuai kunci acuan.Murid tepat mengidentifikasi 3 dari 4 bentuk hak murid pada skenario situasi yang disediakan sesuai kunci acuan.Murid tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) bentuk hak murid pada skenario situasi yang disediakan sesuai kunci acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan dan mengidentifikasi bentuk-bentuk hak murid di sekolah dengan tepat sesuai skenario yang diberikan?
  • Apakah langkah permainan tantangan kartu skenario efektif membangkitkan keterlibatan dan pemahaman murid?

Murid:

  • Hak murid apa saja yang sudah kamu rasakan dan nikmati di sekolah hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan mengidentifikasi hak murid tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Bentuk Kewajiban Murid dalam Kedudukannya sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar tertib dan siap belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh kewajiban murid di sekolah: (1) Mengikuti upacara bendera dengan khidmat, (2) Mematuhi tata tertib dan nasihat guru, (3) Menjaga kebersihan dan fasilitas kelas (acuan: murid menunjukkan/menyebutkan minimal 2 dari 3 contoh kewajiban tersebut) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk-bentuk kewajiban murid dalam kedudukannya sebagai warga negara di lingkungan sekolah dan masyarakat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pengertian kewajiban sebagai segala sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh murid sebagai warga negara cilik (5 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu situasi kewajiban murid yang ditampilkan guru di papan tulis: Kartu A 'Membuang sampah pada tempatnya di lingkungan sekolah', Kartu B 'Mengikuti upacara bendera setiap hari Senin', Kartu C 'Menjaga dan tidak merusak fasilitas umum/taman sekolah', Kartu D 'Menghormati guru serta menyayangi sesama teman di sekolah' (acuan pemahaman: keempat situasi tersebut merupakan kewajiban murid di lingkungan pendidikan dan bernegara) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan edukatif 'Pilah Kartu Kewajiban': murid secara berpasangan menerima lembar kerja yang berisi 6 pernyataan tindakan untuk dipilah mana yang termasuk 'Kewajiban Murid' dan mana yang 'Bukan Kewajiban': (1) Belajar dengan sungguh-sungguh [Kewajiban], (2) Menuntut uang jajan setiap jam istirahat [Bukan], (3) Menaati tata tertib sekolah [Kewajiban], (4) Menggunakan fasilitas sekolah sampai rusak [Bukan], (5) Merawat tanaman di taman sekolah [Kewajiban], (6) Menghargai teman yang sedang beribadah [Kewajiban] (acuan kunci: nomor 1, 3, 5, dan 6 adalah Kewajiban Murid; nomor 2 dan 4 adalah Bukan Kewajiban) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi dan mengelompokkan 4 bentuk kewajiban murid ke dalam tabel LKPD berdasarkan ruang lingkupnya: (1) Menjaga ketertiban ruang kelas -> Kewajiban di Ruang Kelas, (2) Memakai seragam lengkap dan rapi saat upacara -> Kewajiban di Sekolah, (3) Menyeberang jalan di zebra cross saat berangkat sekolah -> Kewajiban sebagai Warga di Jalan/Masyarakat, (4) Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal bersama warga -> Kewajiban di Lingkungan Masyarakat (acuan: klasifikasi tepat sesuai 4 pasangan lingkup tersebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan mencocokkan hasil identifikasi bentuk kewajiban yang telah dikerjakan dengan daftar kunci acuan (5 menit).
  • Murid menyimpulkan intisari bahwa menjalankan kewajiban dengan tertib merupakan wujud nyata kepatuhan warga negara terhadap aturan bersama (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan butir-butir penting mengenai bentuk kewajiban murid sebagai warga negara (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, menyampaikan informasi bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari hubungan keseimbangan antara hak dan kewajiban, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar ilustrasi konkret tindakan kewajiban di sekolah; murid yang mahir diberikan kartu skenario teks yang memuat situasi masyarakat lebih luas.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan mengidentifikasi dibimbing guru secara terbimbing melalui petunjuk kata kunci 'harus dilakukan'; murid yang cepat menyelesaikan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan tabel pengelompokan bentuk kewajiban yang terisi tepat sesuai acuan kompetensi mengidentifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: Murid diminta menyebutkan 3 bentuk kewajiban murid di sekolah (acuan kunci yang diterima: (1) Mengikuti upacara bendera, (2) Mematuhi tata tertib sekolah/nasihat guru, (3) Menjaga kebersihan lingkungan kelas/sekolah; kriteria ketercapaian: murid mampu menyebutkan minimal 2 dari 3 butir secara tepat).

Proses:

  • Pemeriksaan LKPD tahap Mengaplikasi bagian 1: Memilah 6 pernyataan (acuan kunci: pernyataan 1, 3, 5, 6 adalah Kewajiban Murid; pernyataan 2 dan 4 adalah Bukan Kewajiban).
  • Pemeriksaan LKPD tahap Mengaplikasi bagian 2: Mengelompokkan 4 bentuk kewajiban ke tabel lingkup (acuan kunci: (1) Menjaga ketertiban ruang kelas -> Ruang Kelas, (2) Memakai seragam rapi saat upacara -> Sekolah, (3) Menyeberang jalan di zebra cross -> Jalan/Masyarakat, (4) Menjaga kebersihan bersama warga -> Lingkungan Masyarakat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir berupa kuis 2 butir pernyataan benar/salah secara tertulis/lisan: (1) 'Mendengarkan guru saat menjelaskan pelajaran merupakan salah satu bentuk kewajiban murid di sekolah' (Kunci: Benar); (2) 'Merawat fasilitas umum di jalan raya hanya kewajiban orang dewasa dan bukan kewajiban murid' (Kunci: Salah, murid sebagai warga negara juga wajib merawat fasilitas umum).

Formatif:

  • Penilaian proses pada LKPD identifikasi bentuk-bentuk kewajiban murid (permainan pilah kartu dan tabel pengelompokan 4 bentuk kewajiban)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Bentuk Kewajiban Murid sebagai Warga NegaraHanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 bentuk kewajiban murid pada LKPD secara tepat sesuai kunci acuan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 bentuk kewajiban murid pada LKPD secara tepat sesuai kunci acuan dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 bentuk kewajiban murid pada LKPD secara tepat sesuai kunci acuan secara mandiri.Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) bentuk kewajiban murid pada LKPD secara tepat sesuai kunci acuan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dan mampu membedakan bentuk tindakan yang termasuk kewajiban dan bukan kewajiban?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk seluruh tahapan pembelajaran Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?

Murid:

  • Kewajiban apa saja yang sudah kamu laksanakan dengan baik di sekolah hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan memilah kartu kewajiban tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Hubungan Keseimbangan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hubungan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik singkat: Guru menampilkan 2 pernyataan di papan tulis: (1) 'Mendapatkan jalan raya yang bersih dan nyaman' dan (2) 'Tidak membuang sampah sembarangan saat berkendara'. Guru meminta murid menuliskan cepat mana yang merupakan hak dan mana yang kewajiban di kertas kecil (acuan diagnostik: pernyataan 1 = hak, pernyataan 2 = kewajiban) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan penjelasan konsep bahwa hak dan kewajiban sebagai warga negara saling berkaitan erat dan harus seimbang: pemenuhan hak seseorang bergantung pada pelaksanaan kewajiban oleh diri sendiri maupun orang lain (5 menit).
  • Guru menyajikan tabel contoh hubungan sebab-akibat keseimbangan hak dan kewajiban di papan tulis untuk dicermati murid: (1) Kewajiban: Merawat fasilitas umum di taman kota -> Hak yang dinikmati: Menikmati taman yang indah dan aman; (2) Kewajiban: Mematuhi lampu lalu lintas -> Hak yang dinikmati: Keselamatan dan kelancaran menggunakan jalan raya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Aktivitas Menggembirakan 'Tantangan Detektif Keseimbangan': Murid bekerja secara mandiri atau berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Menjodohkan Pasangan Hak dan Kewajiban yang Seimbang. Murid memasangkan 4 butir pernyataan hak dengan pasangan kewajiban yang tepat: Pernyataan Hak: (H1) Mendapatkan udara bersih dan lingkungan asri di lingkungan tempat tinggal; (H2) Merasa aman dari bahaya kecelakaan di jalan umum; (H3) Memperoleh layanan fasilitas buku yang lengkap dan utuh di perpustakaan umum; (H4) Menikmati saluran air dan selokan yang bebas dari luapan banjir saat hujan. Pernyataan Kewajiban: (K1) Menjaga dan mengembalikan buku pinjaman dalam kondisi baik tanpa coretan; (K2) Melakukan kerja bakti rutin membersihkan selokan dan tidak menyumbatnya dengan sampah; (K3) Menanam pohon serta merawat tanaman di pekarangan dan tidak membakar sampah sembarangan; (K4) Menyeberang di zebra cross dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Acuan kunci pasangan seimbang: H1-K3, H2-K4, H3-K1, H4-K2 (18 menit).
  • Murid menyelesaikan tugas analisis identifikasi hubungan: menuliskan dampak yang terjadi jika kewajiban K1 tidak dijalankan terhadap hak H3 (acuan: jika peminjam merusak/tidak mengembalikan buku [K1 tidak dijalankan], maka hak warga lain untuk memperoleh buku utuh dan lengkap [H3] terganggu/hilang) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa kebenaran hasil pasangan hak dan kewajiban serta membahas mengapa hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang (acuan: agar ketertiban umum terjaga dan hak semua orang tidak terlanggar) (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep bahwa kewajiban mendahului atau berjalan beriringan dengan perolehan hak (4 menit).
  • Guru menutup sesi dengan doa bersama dan salam tanpa menyimpulkan keseluruhan bab (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci yang menandai hak ('menikmati/memperoleh') dan kewajiban ('menjaga/merawat').
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar tinggi diberikan tugas tambahan mengidentifikasi 1 pasangan hubungan hak dan kewajiban lain di lingkungan fasilitas kesehatan.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar kerja pencocokan 4 pasangan hak-kewajiban yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menentukan kategori hak atau kewajiban dari 2 pernyataan: (1) 'Mendapatkan jalan raya yang bersih dan nyaman' dan (2) 'Tidak membuang sampah sembarangan saat berkendara' (Acuan jawaban benar: pernyataan 1 = Hak, pernyataan 2 = Kewajiban).

Proses:

  • Formatif Latihan Mandiri: Menjodohkan 4 pasangan hak dan kewajiban yang seimbang (Acuan kunci: H1-K3, H2-K4, H3-K1, H4-K2) dan analisis dampak (Acuan: jika kewajiban merawat buku perpustakaan tidak dipenuhi, maka hak warga lain membaca buku utuh terganggu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjawab pertanyaan lisan/singkat: 'Apa akibatnya bagi hak orang lain jika seorang warga negara enggan membayar retribusi kebersihan?' (Acuan: hak warga lain dan diri sendiri untuk menikmati lingkungan yang bersih dan pengangkutan sampah yang lancar akan terganggu).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 pasangan keseimbangan hak dan kewajiban serta 1 analisis dampak ketidakseimbangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Pasangan Keseimbangan Hak dan KewajibanHanya mampu memasangkan 0-1 pasangan hak dan kewajiban secara tepat dari 4 target acuan.Mampu memasangkan 2 pasangan hak dan kewajiban secara tepat dari 4 target acuan (Acuan: H1-K3, H2-K4, H3-K1, H4-K2).Mampu memasangkan 3 pasangan hak dan kewajiban secara tepat dari 4 target acuan (Acuan: H1-K3, H2-K4, H3-K1, H4-K2).Mampu memasangkan seluruh 4 pasangan hak dan kewajiban secara tepat (Acuan: H1-K3, H2-K4, H3-K1, H4-K2) dan tepat mengidentifikasi dampak ketidakseimbangannya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara hak yang diterima dengan kewajiban timbal balik yang harus dijalankan?
  • Apakah alokasi waktu penjodohan pasangan dan diskusi dampak mencukupi untuk seluruh murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah memahami mengapa kewajiban harus dilaksanakan agar hakku terpenuhi?
  • Contoh keseimbangan hak dan kewajiban apa yang paling sering aku jumpai di sekitar tempat tinggalku?

Pertemuan 9 — Mengimplementasikan Bentuk Norma Kesusilaan dan Kesopanan dalam Keseharian Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengimplementasikan bentuk norma kesusilaan dan norma kesopanan dalam interaksi keseharian warga negara (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Jika kamu tidak sengaja menjatuhkan buku teman hingga kotor, apa tindakan yang sesuai norma kesusilaan dan kesopanan?' (acuan jawaban: mengakui kesalahan, meminta maaf dengan santun, dan membantu membersihkannya) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai konsep implementasi norma kesusilaan (berakar dari hati nurani, seperti kejujuran dan rasa bersalah) dan norma kesopanan (tata krama pergaulan masyarakat, seperti tutur kata santun dan menghormati orang lain) dalam kedudukan sebagai warga negara (7 menit).
  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Tindakan Tepat' secara berpasangan: murid membaca 2 kartu kasus cepat dan menentukan bentuk tindakan implementasi yang tepat, yaitu Kasus A: 'Menemukan dompet jatuh di jalan' -> tindakan: menyerahkan ke pos keamanan/mengembalikan pada pemiliknya; Kasus B: 'Masuk ke ruang guru saat pintu tertutup' -> tindakan: mengetuk pintu dan mengucapkan salam (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Implementasi Keseharian Norma Kesusilaan dan Kesopanan' yang memuat 4 skenario nyata: (1) Skenario 1: 'Edo melihat temannya diejek karena sepatunya usang' (norma kesusilaan); (2) Skenario 2: 'Siti ingin melewati kerumunan warga yang sedang mengobrol di lorong kampung' (norma kesopanan); (3) Skenario 3: 'Budi menyenggol vas bunga milik tetangga hingga pecah tanpa ada orang lain yang melihat' (norma kesusilaan); (4) Skenario 4: 'Lani menerima pemberian makanan dari tetangga baru' (norma kesopanan) (7 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan tindakan konkret implementasi norma untuk keempat skenario tersebut pada lembar kerja: Tindakan 1: menegur yang mengejek/membela dan menghibur teman; Tindakan 2: membungkukkan badan sedikit, permisi, dan mengucapkan salam/kata permisi; Tindakan 3: berterus terang kepada pemilik vas dan meminta maaf serta bersedia mengganti rugi; Tindakan 4: menerima dengan dua tangan/tangan kanan dan mengucapkan terima kasih (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tindakan yang telah mereka tuliskan dengan membandingkannya terhadap acuan perilaku warga negara yang beretika dan berhati nurani luhur (6 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan tindakan yang mereka tuliskan, lalu guru memberikan penguatan mengenai pentingnya membiasakan norma kesusilaan dan norma kesopanan dalam kehidupan nyata warga negara sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang wujud nyata penerapan norma kesusilaan dan norma kesopanan dalam menjaga ketenteraman hidup bermasyarakat (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid sebelum menutup sesi dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks narasi situasional bagi murid yang telah lancar membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan panduan kata kunci pemantik (seperti: jujur, maaf, permisi, terima kasih) untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap; murid berkemampuan cepat merumuskan tindakan secara mandiri dengan elaborasi konsekuensi perilaku.
  • Produk: Semua murid menghasilkan respons tindakan tertulis pada lembar kerja berisi 4 skenario penerapan norma.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika kamu tidak sengaja menjatuhkan buku teman hingga kotor, apa tindakan yang sesuai norma kesusilaan dan kesopanan?' (Acuan jawaban: mengakui perbuatan/jujur, meminta maaf secara santun, dan berinisiatif membantu membersihkan).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian murid dalam menuliskan tindakan implementasi konkret pada 4 skenario lembar kerja: Skenario 1 (kesusilaan: membela/menghibur teman dan tidak ikut mengejek), Skenario 2 (kesopanan: mengucapkan permisi dan membungkukkan badan saat lewat), Skenario 3 (kesusilaan: berterus terang/jujur mengakui kesalahan memecahkan vas dan meminta maaf), Skenario 4 (kesopanan: menerima dengan tangan kanan/dua tangan dan mengucapkan terima kasih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: (1) Sebutkan 1 contoh tindakan kesusilaan saat ulangan! (acuan: tidak menyontek/bersikap jujur); (2) Sebutkan 1 contoh tindakan kesopanan saat berbicara dengan guru! (acuan: menggunakan kata santun/tidak memotong pembicaraan).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja tertulis pada lembar skenario implementasi norma kesusilaan dan kesopanan menggunakan rubrik observasi ketercapaian tindakan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Implementasi Norma Kesusilaan dan KesopananMenentukan tindakan yang tepat untuk paling banyak 1 dari 4 skenario implementasi norma (acuan: skenario 1 jujur/peduli, skenario 2 permisi santun, skenario 3 mengakui kesalahan, skenario 4 terima kasih).Menentukan tindakan yang tepat untuk 2 dari 4 skenario implementasi norma sesuai acuan kunci perilaku.Menentukan tindakan yang tepat untuk 3 dari 4 skenario implementasi norma sesuai acuan kunci perilaku secara mandiri.Menentukan tindakan yang tepat untuk seluruh (4 dari 4) skenario implementasi norma kesusilaan dan kesopanan sesuai acuan kunci perilaku secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario yang disajikan cukup konkret dan relevan dengan pengalaman pergaulan murid di sekolah serta lingkungan tempat tinggalnya?
  • Bagaimana respons murid saat diajak mengidentifikasi tindakan nyata berdasarkan suara hati nurani dan tata krama pergaulan?

Murid:

  • Tindakan santun atau jujur apa yang paling sering kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah kamu merasa terbantu memahami norma kesusilaan dan kesopanan setelah memecahkan skenario situasi tadi?

Pertemuan 10 — Mengimplementasikan Bentuk Norma Hukum dan Norma Agama dalam Interaksi sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama sesuai agama masing-masing (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat: Murid diminta menentukan apakah tindakan berikut mencerminkan norma hukum atau norma agama: (1) Memakai helm saat dibonceng sepeda motor (acuan: norma hukum); (2) Menjaga ketenangan saat orang lain beribadah (acuan: norma agama) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengimplementasikan bentuk norma hukum dan norma agama dalam tindakan nyata interaksi sebagai warga negara (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai wujud implementasi norma hukum (menaati tata tertib negara, rambu lalu lintas, larangan merusak fasilitas umum) dan norma agama (menjalankan perintah ibadah sesuai keyakinan, menghormati teman beribadah, tidak memaksakan agama) dalam interaksi warga negara (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu situasi interaksi warga negara yang disiapkan guru: (1) Menyeberang jalan di penyeberangan pejalan kaki (zebra cross); (2) Tidak membunyikan klakson keras di dekat tempat ibadah yang sedang dipakai sembahyang; (3) Membayar karcis angkutan umum atau retribusi resmi; (4) Memberikan kesempatan rekan berbeda agama beristirahat untuk salat atau kebaktian (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Aksi Tanggap Norma': Setiap pasangan menerima lembar tantangan berisi 4 skenario interaksi warga negara dan harus menentukan tindakan implementasi nyata beserta jenis normanya. Empat skenario: Skenario A: 'Lampu lalu lintas menyala merah saat jalanan tampak sepi' -> Tindakan tepat: Berhenti menunggu lampu hijau (Implementasi Norma Hukum); Skenario B: 'Teman sekelompok izin beribadah saat kerja kelompok sedang berlangsung' -> Tindakan tepat: Mengizinkan dan menunda sementara diskusi untuk menghormatinya (Implementasi Norma Agama); Skenario C: 'Melihat orang mencoret-coret halte bus kota' -> Tindakan tepat: Menegur dengan sopan atau melapor petugas agar fasilitas umum tidak dirusak (Implementasi Norma Hukum); Skenario D: 'Ada perayaan hari besar agama tetangga di lingkungan tempat tinggal' -> Tindakan tepat: Bersikap toleran dan menjaga ketenangan lingkungan sekitar (Implementasi Norma Agama) (acuan: seluruh tindakan dan jenis norma yang tepat pada keempat skenario di atas) (18 menit).
  • Dua perwakilan pasangan secara acak memperagakan tindakan implementasi langsung untuk Skenario A dan Skenario B di depan kelas dengan bimbingan guru (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil kerja pasangannya dengan mencocokkan tindakan yang telah dirumuskan pada 4 skenario dengan kunci acuan kelas yang dibacakan guru (7 menit).
  • Murid mengungkapkan satu komitmen pribadi tentang tindakan nyata menaati aturan hukum atau menghargai norma agama yang akan dilakukan dalam minggu ini sebagai warga negara yang baik (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa ketaatan pada norma hukum menjamin keteraturan hidup bersama, sedangkan pengamalan norma agama memupuk kerukunan dan kedamaian antarwarga negara (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap komitmen murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar skenario dengan teks berilustrasi visual bagi murid yang memerlukan dukungan membaca, dan skenario berbasis teks terperinci bagi murid yang siap.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang masih bingung membedakan implementasi norma hukum dan norma agama, serta memberikan keleluasaan mandiri bagi pasangan yang telah lancar.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup merumuskan tindakan pada minimal 2 skenario, sedangkan murid yang mahir merumuskan tindakan lengkap pada keempat skenario.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan penentuan jenis norma pada 2 pernyataan pendahuluan: (1) Memakai helm saat dibonceng sepeda motor (acuan: norma hukum); (2) Menjaga ketenangan saat orang lain beribadah (acuan: norma agama).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid dalam menentukan tindakan implementasi norma hukum dan norma agama pada 4 skenario lembar tantangan 'Aksi Tanggap Norma' (acuan kunci: Skenario A = Berhenti menunggu lampu hijau / Norma Hukum; Skenario B = Mengizinkan dan menghormati waktu ibadah teman / Norma Agama; Skenario C = Menegur sopan atau melapor perusakan fasilitas umum / Norma Hukum; Skenario D = Toleran dan menjaga ketenangan / Norma Agama).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri terhadap lembar tantangan 4 skenario interaksi warga negara dengan kriteria ketuntasan minimal 3 dari 4 skenario dijawab dengan tindakan implementasi dan penentuan jenis norma yang tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian lembar tantangan 'Aksi Tanggap Norma' (implementasi norma hukum dan norma agama pada 4 skenario interaksi warga negara).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Implementasi Norma Hukum dan Norma Agama dalam Interaksi sebagai Warga NegaraMurid belum mampu merumuskan tindakan implementasi norma hukum maupun norma agama pada keempat skenario interaksi warga negara sesuai acuan.Murid mampu merumuskan tindakan implementasi norma hukum dan norma agama secara tepat pada 1-2 skenario dari 4 skenario interaksi warga negara sesuai acuan.Murid mampu merumuskan tindakan implementasi norma hukum dan norma agama secara tepat pada 3 skenario dari 4 skenario interaksi warga negara sesuai acuan.Murid mampu merumuskan tindakan implementasi norma hukum dan norma agama secara tepat dan mandiri pada seluruh 4 skenario interaksi warga negara sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dan menerapkan tindakan nyata norma hukum serta norma agama dalam skenario interaksi kehidupan sehari-hari?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membangkitkan kesadaran dan antusiasme murid untuk mematuhi aturan sebagai warga negara?

Murid:

  • Apakah aku sudah tahu tindakan apa yang harus kulakukan untuk menaati hukum dan menghormati norma agama di lingkungan sekitarku?
  • Tindakan nyata apa yang paling mudah dan paling sulit kulakukan sebagai warga negara yang patuh norma?

Pertemuan 11 — Mengimplementasikan Pemenuhan Hak Diri dan Menghargai Hak Orang Lain sebagai Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengimplementasikan pemenuhan hak diri dan menghargai hak orang lain sebagai warga negara (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pernyataan situasi: (1) 'Menyetel musik kencang saat tetangga sedang beristirahat' (acuan: melanggar hak orang lain); (2) 'Menggunakan fasilitas perpustakaan dengan tenang sambil membaca buku pinjaman' (acuan: tepat memenuhi hak diri dan menghargai hak orang lain) untuk mengecek kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan konsep mengenai batas pemenuhan hak diri, bahwa hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (10 menit).
  • Murid menganalisis 3 kartu kasus pemenuhan hak: Kartu A (menggunakan lapangan sekolah bergantian saat jam istirahat), Kartu B (menguasai ayunan di taman bermain tanpa memberi giliran pada teman), Kartu C (berbicara bergantian dalam forum diskusi kelas) untuk membedakan tindakan yang menghargai hak sesama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan memainkan game tantangan 'Kartu Hak & Solusi Adil': setiap pasangan mengambil 1 dari 4 skenario simulasi lalu menentukan tindakan implementasi pemenuhan hak diri yang sekaligus menghargai hak orang lain: Skenario 1 (Ingin meminjam buku ensiklopedia langka yang sedang dibaca teman), Skenario 2 (Ingin bernyanyi dan berlatih alat musik di rumah saat adik sedang tidur siang), Skenario 3 (Ingin jajan di kantin sekolah saat kondisi antrean sedang sangat ramai), Skenario 4 (Ingin menggunakan komputer perpustakaan sekolah yang jumlah unitnya terbatas) (15 menit).
  • Murid menuliskan langkah implementasi konkret dari skenario yang dipilih pada Lembar Solusi Adil (acuan tindakan benar: Skenario 1 = menunggu giliran selesai membaca/meminta izin membaca bersama; Skenario 2 = meredam suara/menunda latihan hingga adik bangun; Skenario 3 = tertib berbaris antre tanpa menyerobot antrean teman; Skenario 4 = mematuhi batas durasi penggunaan komputer dan bergantian dengan tertib) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tindakan implementasi pemenuhan hak yang mereka rumuskan, apakah sudah sepenuhnya menjaga hak orang lain di lingkungan sekitarnya (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa pemenuhan hak diri harus senantiasa diiringi sikap menghargai hak orang lain (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan skenario bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan skenario teks naratif yang lebih rinci bagi murid yang siap belajar cepat.
  • Proses: Memberikan panduan bertahap (scaffolding) berupa pertanyaan pemandu untuk merumuskan tindakan adil bagi murid yang memerlukan bimbingan, sementara murid yang mahir langsung merumuskan solusi implementasi mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan tindakan implementasi dalam bentuk daftar poin langkah konkret atau narasi tindakan pemenuhan hak yang adil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan 2 pernyataan situasi: Pernyataan 1 ('Menyetel musik kencang saat tetangga sedang beristirahat', acuan: pelanggaran hak orang lain) dan Pernyataan 2 ('Menggunakan fasilitas perpustakaan dengan tertib sambil membaca buku pinjaman', acuan: tindakan tepat memenuhi hak diri sekaligus menghargai hak orang lain). Kriteria ketercapaian awal: murid mampu menentukan kesesuaian kedua situasi tersebut secara tepat.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan tindakan implementasi pada Lembar Solusi Adil berdasarkan 4 pilihan skenario (Skenario 1 acuan: menunggu teman selesai/membaca bersama; Skenario 2 acuan: menunda latihan/memelankan volume agar tidak mengganggu tidur adik; Skenario 3 acuan: antre tertib tanpa menyerobot; Skenario 4 acuan: menggunakan sesuai alokasi waktu dan bergantian tertib). Indikator: tindakan yang dirumuskan memuat pemenuhan hak diri sekaligus perlindungan hak orang lain.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan melalui 1 butir pertanyaan singkat tertulis: 'Tuliskan 1 tindakan konkret yang kamu lakukan di sekolah ketika kamu ingin memakai peralatan olahraga tetapi teman lain juga sedang membutuhkannya!' (Acuan kriteria penerimaan: tindakan menunjukkan penggunaan hak berolahraga/bermain yang disertai pembagian waktu yang adil atau pemakaian bersama tanpa memonopoli alat).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Solusi Adil dan observasi kemampuan mengimplementasikan pemenuhan hak diri serta menghargai hak orang lain pada skenario yang dihadapi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Implementasi pemenuhan hak diri dan penghargaan hak orang lainBelum mampu merumuskan tindakan pemenuhan hak diri yang menghargai hak orang lain pada skenario situasi yang diberikan.Mampu merumuskan tindakan pemenuhan hak diri pada skenario situasi, namun tindakan menghargai hak orang lain belum tampak nyata dan masih perlu bimbingan.Mampu merumuskan dan mengimplementasikan tindakan pemenuhan hak diri sekaligus menghargai hak orang lain secara tepat sesuai acuan skenario secara mandiri.Mampu mengimplementasikan tindakan pemenuhan hak diri sekaligus menghargai hak orang lain secara tepat, konsisten, dan mampu memberikan pertimbangan keadilan solusi secara mandiri tanpa arahan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario yang disajikan relevan dan membantu murid memahami batasan antara hak diri dan hak orang lain?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama perumusan tindakan implementasi pemenuhan hak yang adil?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang batasan hak yang kamu miliki?
  • Tindakan apa yang akan langsung kamu praktikkan di kelas untuk menghargai hak temanmu?

Pertemuan 12 — Mengimplementasikan Pelaksanaan Kewajiban Warga Negara secara Bertanggung Jawab di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan kesiapan belajar kelas (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 pernyataan kewajiban di papan tulis: (1) Menjaga kebersihan kelas, (2) Memakai seragam lengkap dan rapi sesuai hari, (3) Mendengarkan guru saat menjelaskan pelajaran; murid diminta menuliskan 1 tindakan konkret tanggung jawab untuk masing-masing pernyataan pada selembar kertas memo (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengimplementasikan pelaksanaan kewajiban sebagai warga negara secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati 4 teks studi kasus situasi kewajiban di sekolah yang dibagikan guru: Kasus A (Jadwal piket kelas saat jam istirahat), Kasus B (Penggunaan fasilitas buku di perpustakaan sekolah), Kasus C (Upacara bendera hari Senin), dan Kasus D (Mengerjakan tugas mandiri di kelas) (5 menit).
  • Murid menelaah bentuk tindakan bertanggung jawab untuk setiap kasus berdasarkan acuan: Kasus A = menyapu lantai dan merapikan meja tanpa menunda; Kasus B = membaca dengan tertib dan mengembalikan buku ke rak semula; Kasus C = berdiri tegap dan mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat; Kasus D = mengerjakan tugas sendiri hingga selesai tepat waktu (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas ceria 'Tantangan Kartu Aksi Kewajiban', setiap meja berpasangan menerima 4 amplop situasi: Amplop 1 (Menemukan sampah di lorong kelas), Amplop 2 (Bel tanda masuk kelas berbunyi), Amplop 3 (Buku paket sekolah selesai dipinjam), Amplop 4 (Teman sedang berbicara menyampaikan usulan tugas); murid secara bergiliran memilih dan memeragakan secara langsung tindakan bertanggung jawab sesuai acuan kunci peragaan: Amplop 1 = mengambil sampah lalu membuangnya ke tong sampah; Amplop 2 = segera masuk kelas dan duduk di tempat duduk; Amplop 3 = menutup buku dan meletakkannya kembali di loker/meja; Amplop 4 = diam dan menyimak tanpa menyela (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar implementasi 'Rencana Aksi Tanggung Jawab Sekolah' dengan menuliskan tindakan konkret penerapan kewajiban pada 4 bidang sekolah: (1) Kebersihan kelas, (2) Ketertiban tata tertib, (3) Pemeliharaan fasilitas belajar, (4) Pengerjaan tugas sekolah; dinilai berdasarkan kesesuaian tindakan bertanggung jawab (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi diri dengan mengisi lembar checklist kejujuran perbuatan: menandai sejauh mana kewajiban di sekolah telah dilakukan atas kesadaran sendiri tanpa menunggu teguran guru (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya melaksanakan kewajiban sekolah secara bertanggung jawab sebagai wujud karakter warga negara yang baik (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan tindak lanjut untuk konsisten menjalankan piket serta mematuhi tata tertib sekolah, lalu menutup kelas dengan doa bersama dan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks kasus situasi dengan gambar penjelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan merumuskan tindakan konkret, serta memberikan skenario situasi lanjutan yang lebih kompleks bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid dapat menuliskan wujud tindakan konkret dalam bentuk poin kalimat sederhana atau peta tindakan ringkas pada lembar rencana aksi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik respon tertulis pada 3 pernyataan kewajiban sekolah: (1) Menjaga kebersihan kelas (acuan tindakan: menyapu/membuang sampah pada tempatnya), (2) Memakai seragam lengkap sesuai hari (acuan tindakan: memakai seragam rapi dan atribut topi/dasi saat upacara), (3) Mendengarkan penjelasan guru (acuan tindakan: memperhatikan dan tidak mengobrol).

Proses:

  • Observasi ketercapaian peragaan tindakan pada 4 amplop situasi: Amplop 1 (memungut sampah ke tempatnya), Amplop 2 (langsung masuk dan duduk tertib), Amplop 3 (mengembalikan buku ke rak/loker), Amplop 4 (menyimak teman bicara tanpa memotong).
  • Pemeriksaan isian lembar implementasi rencana aksi: ketepatan dan kelengkapan menuliskan tindakan tanggung jawab pada 4 bidang kewajiban di sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: murid menyebutkan 1 kewajiban di sekolah dan 1 tindakan bertanggung jawab yang akan langsung dipraktikkan hari ini (acuan kriteria: menyebutkan tindakan spesifik yang dapat diamati, misalnya membersihkan papan tulis setelah pelajaran selesai atau merapikan kursi sebelum pulang).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja peragaan simulasi tindakan kewajiban pada Tantangan Kartu Aksi
  • Pemeriksaan lembar kerja implementasi rencana aksi kewajiban murid di sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Implementasi Pelaksanaan Kewajiban secara Bertanggung Jawab di SekolahBelum mampu menentukan atau memperagakan tindakan bertanggung jawab pada 4 situasi kewajiban di sekolah sesuai acuan.Mampu menentukan dan memperagakan tindakan bertanggung jawab pada 1–2 dari 4 situasi kewajiban di sekolah sesuai acuan.Mampu menentukan dan memperagakan tindakan bertanggung jawab pada 3 dari 4 situasi kewajiban di sekolah sesuai acuan secara tepat.Mampu menentukan dan memperagakan tindakan bertanggung jawab pada seluruh (4) situasi kewajiban di sekolah secara tepat, mandiri, dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran dan studi kasus efektif memotivasi murid memahami tindakan kewajiban secara konkret?
  • Bagaimana tingkat kesadaran mandiri murid dalam menerapkan kewajiban sekolah tanpa harus selalu diingatkan?

Murid:

  • Kewajiban sekolah mana yang sudah saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab hari ini?
  • Apa tindakan nyata yang masih perlu saya perbaiki agar kewajiban saya di sekolah terlaksana lebih baik?

Pertemuan 13 — Mengimplementasikan Perpaduan Norma, Hak, dan Kewajiban dalam Kehidupan Sehari-hari Warga Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama untuk menyiapkan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengimplementasikan perpaduan norma, hak, dan kewajiban secara selaras dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 1 kasus: 'Jika kita berada di perpustakaan umum, apa kewajiban, hak, dan norma yang harus dipadukan?' Murid menjawab lisan secara cepat (acuan jawaban: Kewajiban = menjaga ketenangan/merawat buku; Hak = membaca/meminjam buku dengan nyaman; Norma = norma kesopanan dengan tidak berisik atau norma hukum perpustakaan mematuhi batas pinjam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang bagaimana norma, hak, dan kewajiban tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan warga negara (misalnya: untuk mendapatkan hak lingkungan bersih, warga wajib menjaga kebersihan sesuai norma kesopanan dan hukum) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 3 lembar kasus integratif yang dibagikan guru: Kasus 1: Menggunakan fasilitas penyeberangan jalan (zebra cross/JPO); Kasus 2: Berbelanja dan mengantre di kantin atau minimarket; Kasus 3: Memanfaatkan taman kota/fasilitas bermain umum (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan simulasi kartu peran berpasangan 'Tantangan Tiga Serangkai': setiap pasangan menerima 3 set kartu situasi dan bertugas memasangkan tindakan implementasi norma, hak, dan kewajiban yang tepat (10 menit). Rincian 3 kartu situasi beserta pasangan implementasi yang benar: 1. Situasi Zebra Cross -> Implementasi Kewajiban: berhenti saat lampu merah/menyeberang di marka; Implementasi Hak: menyeberang dengan aman tanpa diserobot; Implementasi Norma: norma hukum lalu lintas dan kesopanan memberi isyarat tangan. 2. Situasi Antrean Kantin -> Implementasi Kewajiban: berdiri rapi menunggu giliran dan membayar; Implementasi Hak: dilayani sesuai urutan kedatangan; Implementasi Norma: norma kesopanan tidak memotong antrean dan bertutur kata santun. 3. Situasi Taman Bermain Kota -> Implementasi Kewajiban: membuang sampah pada tempatnya dan merawat alat main; Implementasi Hak: bermain dengan aman dan nyaman; Implementasi Norma: norma kesopanan bergantian menggunakan ayunan dan norma hukum menjaga fasilitas publik.
  • Setiap pasangan menuliskan hasil perpaduan implementasi norma, hak, dan kewajiban untuk ketiga situasi tersebut pada Lembar Analisis Tindakan Warga Negara (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis tindakan dengan kunci acuan kelas serta mendiskusikan mengapa keseimbangan ketiganya menjaga ketertiban bersama (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: warga negara yang baik mengimplementasikan kewajiban terlebih dahulu, menghormati norma sekitar, sehingga hak semua orang dapat terpenuhi secara adil (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman singkat tertulis dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan ilustrasi visual bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret, dan kartu narasi teks lengkap bagi murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang masih kesulitan membedakan perpaduan hak dan kewajiban dalam situasi fasilitas publik.
  • Produk: Murid dapat menyajikan perpaduan implementasi dalam bentuk tabel matriks tindakan atau bagan alur sederhana sesuai kenyamanan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Jika kita berada di perpustakaan umum, apa kewajiban, hak, dan norma yang harus dipadukan?' (Acuan jawaban: Kewajiban = menjaga ketenangan/merawat buku; Hak = membaca/meminjam buku dengan nyaman; Norma = norma kesopanan tidak berisik dan norma hukum aturan peminjaman).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Analisis Tindakan Warga Negara pada 3 situasi publik: menguji ketepatan perpaduan tindakan norma, hak, dan kewajiban sesuai kunci acuan (Zebra Cross, Antrean Kantin, dan Taman Bermain).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis (1 butir): 'Tuliskan masing-masing 1 tindakan implementasi norma, hak, dan kewajiban saat kamu menaiki bus/kendaraan umum!' (Acuan jawaban: Norma = norma kesopanan memberi tempat duduk prioritas kepada lansia/ibu hamil; Kewajiban = membayar ongkos tiket dan menjaga ketertiban; Hak = memperoleh tempat duduk dan perjalanan yang aman sampai tujuan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja simulasi kartu peran 'Tantangan Tiga Serangkai' menggunakan rubrik ketercapaian implementasi norma, hak, dan kewajiban.
  • Cek pemahaman tertulis singkat pada akhir pembelajaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengimplementasikan Perpaduan Norma, Hak, dan KewajibanBelum mampu memadukan tindakan norma, hak, dan kewajiban pada 3 situasi yang diberikan (0 situasi tepat).Mampu memadukan tindakan norma, hak, dan kewajiban secara tepat pada 1 dari 3 situasi sesuai kunci acuan.Mampu memadukan tindakan norma, hak, dan kewajiban secara tepat pada 2 dari 3 situasi sesuai kunci acuan.Mampu memadukan tindakan norma, hak, dan kewajiban secara tepat dan lengkap pada seluruh (3 dari 3) situasi sesuai kunci acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi kartu peran 'Tantangan Tiga Serangkai' efektif membantu murid mengintegrasikan konsep norma, hak, dan kewajiban secara kontekstual?
  • Bagian situasi mana yang paling sering membuat murid tertukar antara pelaksanaan kewajiban dan pemenuhan hak?

Murid:

  • Tindakan nyata apa yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat memadukan norma, hak, dan kewajiban di tempat umum?
  • Mengapa aku harus menjalankan kewajiban dan norma sebelum menuntut hakku sebagai warga negara?

Pertemuan 14 — Mempraktikkan Musyawarah dalam Menyampaikan Pendapat untuk Kesepakatan Bersama di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-14 yaitu mempraktikkan musyawarah dalam menyampaikan pendapat untuk mencapai kesepakatan bersama pada konteks pembagian tugas kebersihan di lingkungan keluarga (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang tata cara musyawarah keluarga: (1) Apa yang dilakukan sebelum berbicara? (acuan: mengangkat tangan/menunggu giliran dipersilakan); (2) Bagaimana sikap saat orang tua/saudara berbicara? (acuan: mendengarkan sampai selesai/tidak memotong pembicaraan); (3) Apa tujuan musyawarah? (acuan: mencapai kesepakatan bersama/mufakat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati gambar situasi musyawarah keluarga di ruang keluarga yang sedang membahas pembagian tugas membersihkan rumah di hari Minggu (ayah, ibu, kakak, adik) (5 menit).
  • Murid membaca kartu panduan alur musyawarah keluarga yang dibagikan guru: (1) Pemimpin musyawarah membuka topik musyawarah; (2) Setiap anggota menyampaikan satu usulan tugas; (3) Menyamakan pilihan untuk mencapai kesepakatan mufakat tanpa memaksakan kehendak (acuan materi buku teks hal. 65) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok simulasi berisi 4 orang (berperan sebagai: Ayah, Ibu, Kakak, dan Adik) dan membagikan kartu topik simulasi: 'Musyawarah Pembagian Tugas Kerja Bakti Rumah Hari Minggu: (1) menyapu lantai ruang tamu, (2) mengepel lantai teras, (3) membersihkan kaca jendela, (4) merapikan rak sepatu' (5 menit).
  • Dalam permainan simulasi peran musyawarah keluarga yang menyenangkan ('Kotak Suara Keluarga'), setiap murid mempraktikkan penyampaian pendapat secara bergiliran sesuai perannya dengan kalimat usulan langsung (contoh: 'Saya usul membersihkan kaca jendela karena tinggi badan saya cukup'), menyimak usul anggota lain, dan mencatat kesepakatan final pada lembar hasil musyawarah kelompok (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok membacakan lembar kesepakatan hasil musyawarah keluarganya di tempat duduk dan mengonfirmasi bahwa keempat peran telah menyampaikan pendapat secara adil (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran merenungkan pentingnya sikap saling menghormati pendapat anggota keluarga demi tercapainya mufakat yang menyenangkan semua pihak (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 kunci musyawarah keluarga: menyampaikan usul dengan sopan, mendengarkan giliran orang lain, dan menyetujui kesepakatan bersama (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas keberhasilan simulasi dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat rintisan bagi kelompok yang memerlukan bantuan ('Saya berpendapat sebaiknya tugas ... dikerjakan oleh ... karena ...').
  • Proses: Kelompok mandiri menyimulasikan situasi perbedaan pendapat dalam memilih tugas ganda lalu bermusyawarah mencari jalan tengah, sedangkan kelompok bimbingan dipandu guru langkah demi langkah.
  • Produk: Format hasil kesepakatan musyawarah dapat disajikan dalam bentuk tabel pembagian tugas 4 kolom peran atau diagram kesepakatan keluarga.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan 3 butir tentang etika dan tujuan musyawarah keluarga: (1) Sikap sebelum menyampaikan usul (acuan: mengangkat tangan/menunggu dipersilakan); (2) Sikap saat anggota keluarga lain bicara (acuan: menyimak/tidak memotong pembicaraan); (3) Hasil akhir musyawarah yang dicari (acuan: kesepakatan bersama/mufakat).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja simulasi peran musyawarah keluarga dengan 3 indikator: (1) Menyampaikan minimal 1 pendapat/usulan tugas sesuai peran, (2) Mendengarkan saat anggota lain menyampaikan usul tanpa memotong, (3) Menyetujui dan mencatat butir kesepakatan bersama untuk 4 tugas rumah tangga (acuan 4 tugas: menyapu lantai, mengepel teras, membersihkan kaca, merapikan rak sepatu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif tertulis singkat: Murid menuliskan (1) usulan peran yang disampaikannya, (2) satu usulan anggota keluarga lain yang disepakati, dan (3) rumusan hasil kesepakatan akhir kelompoknya (kriteria penerimaan: ketiga komponen terisi sinkron dengan skenario simulasi pembagian tugas kerja bakti rumah tangga).

Formatif:

  • Penilaian kinerja simulasi musyawarah keluarga menggunakan lembar observasi proses penyampaian pendapat dan pencapaian kesepakatan bersama

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Musyawarah Menyampaikan Pendapat dan Membuat Kesepakatan di Lingkungan KeluargaBelum menyampaikan pendapat sendiri dan belum ikut menyetujui kesepakatan bersama dalam simulasi musyawarah keluargaMenyampaikan pendapat peran hanya dengan dorongan/bimbingan penuh guru, serta menyetujui sebagian kesepakatan bersamaMenyampaikan pendapat secara mandiri sesuai peran dan berpartisipasi menyetujui 4 pembagian tugas dalam kesepakatan bersamaMenyampaikan pendapat secara runtut dan mandiri, konsisten menyimak seluruh usul anggota lain, serta aktif merumuskan 4 pembagian tugas dalam kesepakatan bersama musyawarah keluarga

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mendapatkan giliran menyampaikan pendapat dalam simulasi musyawarah peran keluarga?
  • Bagian mana dari langkah simulasi musyawarah yang paling efektif menumbuhkan kesadaran murid tentang mufakat?

Murid:

  • Apa hal paling mudah dan paling menantang saat kamu menyampaikan usulan tugas dalam musyawarah kelompok tadi?
  • Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dan disepakati bersama oleh anggota keluargamu?

Pertemuan 15 — Mempraktikkan Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama dalam Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mempraktikkan musyawarah untuk merumuskan aturan bersama dalam keluarga (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan kesiapan: (1) Sebutkan 2 unsur penting dalam musyawarah! (acuan: ada pertukaran pendapat/usulan dan ada mufakat/kesepakatan bersama); (2) Mengapa aturan rumah perlu disepakati bersama? (acuan: agar semua anggota keluarga patuh dan merasa adil) (5 menit).
  • Guru memberikan pengantar skenario simulasi peran anggota keluarga dalam menetapkan aturan rumah tangga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati 1 lembar skenario masalah keluarga: 'Keluarga Pak Budi sering berselisih karena waktu penggunaan gawai dan pembagian tugas merapikan tempat tidur belum teratur, sehingga memerlukan aturan bersama yang adil bagi ayah, ibu, dan anak' (5 menit).
  • Murid bersama kelompoknya menelaah 3 langkah praktis musyawarah keluarga: menyampaikan usulan aturan secara bergantian, menimbang usulan anggota keluarga, dan menyepakati aturan bersama keluarga (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui tantangan simulasi peran gembira 'Sidang Meja Makan', setiap murid dalam kelompok (4 orang) membagi peran menjadi Ayah, Ibu, Anak Sulung, dan Anak Bungsu dengan tanda pengenal karakter untuk mempraktikkan musyawarah keluarga (10 menit).
  • Murid mempraktikkan simulasi musyawarah keluarga: masing-masing peran menyampaikan 1 usulan aturan penggunaan gawai atau tugas rumah, menimbang usulan anggota lain, lalu menyepakati minimal 2 butir aturan bersama keluarga (acuan kriteria: menghasilkan kesepakatan yang memuat batasan jam layar dan pembagian tugas rumah yang disetujui seluruh peran) (20 menit).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil kesepakatan aturan keluarga yang telah dipraktikkan pada Lembar Kesepakatan Aturan Bersama Keluarga (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling memeriksa jalannya praktik musyawarah dalam kelompok: mengecek apakah setiap peran sudah menyampaikan usulan dan menyepakati aturan bersama tanpa memaksakan kehendak sepihak (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan praktik musyawarah bahwa membuat aturan keluarga secara bersama-sama menciptakan kesepakatan yang dipatuhi bersama (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap unjuk kerja simulasi dan mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya kelas akan mempraktikkan musyawarah untuk aturan di lingkungan sekolah, lalu menutup dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan teks panduan usulan kalimat per peran (scaffolding kalimat usulan), sedangkan kelompok mahir diberikan skenario dengan tambahan perbedaan pendapat waktu tidur malam yang harus disepakati bersama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara berkala saat giliran menyampaikan usulan; murid mahir mempraktikkan musyawarah secara mandiri penuh.
  • Produk: Kelompok perintis menyusun 2 butir kesepakatan aturan bersama keluarga; kelompok mahir menyusun 3 butir kesepakatan aturan bersama keluarga beserta sanksi kesepakatannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Sebutkan 2 unsur penting dalam musyawarah! (acuan: penyampaian usulan/pendapat dan perumusan mufakat/kesepakatan bersama); (2) Mengapa aturan rumah perlu disepakati bersama? (acuan: agar semua anggota keluarga patuh dan merasa adil tanpa pemaksaan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja simulasi musyawarah keluarga menggunakan lembar ceklis: (1) Praktik menyampaikan usulan aturan keluarga; (2) Praktik menanggapi usulan peran lain; (3) Praktik menyepakati minimal 2 aturan bersama keluarga (acuan: memuat aturan gawai dan aturan tugas rumah yang disetujui bersama).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Kesepakatan Aturan Bersama Keluarga kelompok (kriteria penerimaan operasional: memuat minimal 2 aturan hasil musyawarah keluarga yang mencakup batasan jam gawai dan pembagian tugas harian secara tertulis dan disetujui bersama).

Formatif:

  • Penilaian kinerja (unjuk kerja simulasi praktik musyawarah membuat aturan bersama dalam lingkungan keluarga)
  • Lembar observasi keterlibatan praktik musyawarah kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan musyawarah merumuskan aturan bersama keluargaBelum mempraktikkan penyampaian usulan maupun pembuatan aturan bersama dalam simulasi keluarga walau telah dibimbing guru.Mempraktikkan penyampaian usulan aturan keluarga namun belum mencapai kesepakatan aturan bersama dengan bantuan intensif guru.Mempraktikkan musyawarah dengan menyampaikan usulan dan berhasil menyepakati minimal 2 aturan bersama keluarga sesuai skenario.Mempraktikkan musyawarah secara mandiri dan runtut mulai dari menyampaikan usulan, menimbang pendapat peran lain, hingga menetapkan minimal 2 aturan bersama keluarga secara mufakat.
Perumusan butir aturan bersama keluarga hasil musyawarahBelum menghasilkan butir aturan bersama keluarga yang disepakati.Menghasilkan 1 butir aturan bersama keluarga tetapi belum mencerminkan kesepakatan musyawarah bersama.Menghasilkan minimal 2 butir aturan bersama keluarga yang mencakup pembagian tugas dan penggunaan gawai berdasarkan kesepakatan bersama.Menghasilkan lebih dari 2 butir aturan bersama keluarga yang terinci dan mencerminkan seluruh kesepakatan peran musyawarah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok berhasil menjalankan simulasi musyawarah peran keluarga hingga menghasilkan aturan bersama?
  • Bagian mana dari langkah simulasi musyawarah yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat menyampaikan usulan aturan sebagai anggota keluarga dalam musyawarah tadi?
  • Apa manfaat yang kamu rasakan jika aturan di rumah diputuskan melalui kesepakatan musyawarah bersama?

Pertemuan 16 — Mempraktikkan Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan lisan: (1) Apa tujuan utama musyawarah dalam membuat aturan kelas? (acuan: mencapai kesepakatan bersama secara adil/mufakat); (2) Bagaimana sikap kita terhadap perbedaan usulan saat musyawarah? (acuan: mendengarkan, menghargai pendapat teman, dan tidak memaksakan kehendak) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-16, yaitu mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan sekolah (kelas) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar skenario masalah lingkungan kelas: 'Kondisi kelas yang sering berantakan setelah istirahat dan jadwal piket yang belum ditaati bersama' lalu mengidentifikasi langkah musyawarah untuk membuat aturan kelas (mengajukan usulan solusi, mendengarkan tanggapan, dan menyetujui poin aturan bersama) (acuan alur musyawarah: pembukaan topik aturan piket, penyampaian usul cara pembagian jadwal/sanksi pengingat, musyawarah mufakat, perumusan kesepakatan tertulis) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok musyawarah beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan permainan simulasi 'Sidang Meja Bundar Kelas', di mana setiap murid secara bergiliran mengambil peran menyampaikan 1 usulan aturan kebersihan/ketertiban kelas secara bergantian menggunakan tongkat bicara mainan (15 menit).
  • Setiap kelompok mempraktikkan musyawarah dengan mendiskusikan usulan-usulan tersebut hingga menghasilkan 3 butir naskah kesepakatan aturan bersama kelas yang disetujui seluruh anggota kelompok (acuan 3 butir aturan: (1) aturan pembagian tugas piket harian, (2) aturan menjaga kebersihan meja dan loker, (3) aturan tindak lanjut/pengingat jika aturan dilanggar) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merefleksikan jalannya musyawarah kelompok dengan menjawab lembar refleksi berkesadaran tentang bagaimana mereka menghargai pendapat anggota kelompok dan menerima kesepakatan bersama yang telah diputuskan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan praktik musyawarah pembuatan aturan kelas yang telah disepakati bersama (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membawa draf kesepakatan aturan ke pertemuan berikutnya guna diterapkan di kelas, memimpin doa, dan menutup pelajaran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan kalimat pemantik usulan bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan perumusan kalimat aturan.
  • Proses: Kelompok yang telah lancar bermusyawarah diberikan kebebasan merumuskan 4 hingga 5 butir aturan secara mandiri tanpa bantuan format rumpang.
  • Produk: Format naskah kesepakatan aturan dapat ditulis berupa poin berbutir atau bagan kesepakatan kelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan praktik musyawarah: (1) Apa tujuan utama musyawarah dalam membuat aturan bersama? (acuan: mencapai kesepakatan bersama secara adil/mufakat); (2) Bagaimana sikap kita saat teman menyampaikan usulan berbeda? (acuan: mendengarkan dengan tertib dan menghargai pendapat).

Proses:

  • Lembar observasi keterlibatan murid dalam menyampaikan pendapat dan menyepakati aturan bersama selama simulasi musyawarah kelompok berlangsung (kriteria: menyampaikan usulan aturan, mendengarkan pendapat teman tanpa memotong, dan menyepakati hasil rumusan).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk draf naskah aturan kelas hasil musyawarah kelompok (kriteria ketercapaian: memuat 3 butir aturan bersama sekolah/kelas yang mencakup tugas piket, ketertiban kelas, dan konsekuensi kesepakatan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik musyawarah dalam kelompok
  • Pemeriksaan naskah hasil kesepakatan aturan bersama kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Menyampaikan Usulan Aturan dalam MusyawarahBelum menyampaikan usulan aturan kelas dalam kelompok musyawarah meski telah dibimbing guru.Menyampaikan usulan aturan kelas dalam kelompok musyawarah dengan bimbingan dan dorongan penuh dari guru/teman.Menyampaikan usulan aturan kelas dalam kelompok musyawarah secara mandiri dan runtut.Menyampaikan usulan aturan kelas dalam kelompok musyawarah secara mandiri, runtut, dan aktif menanggapi usulan teman secara tertib.
Praktik Membuat Kesepakatan dan Aturan BersamaBelum mampu menyepakati aturan bersama dan menolak hasil keputusan musyawarah kelompok.Menyepakati aturan bersama kelompok dengan bantuan arahan berulang dari guru.Menyepakati dan merumuskan 3 butir aturan bersama di lingkungan sekolah/kelas secara mufakat bersama anggota kelompok.Menyepakati dan merumuskan lebih dari 3 butir aturan bersama sekolah/kelas secara mufakat serta menyelaraskan perbedaan pendapat dalam kelompok secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang seimbang untuk menyampaikan usulan aturan dalam simulasi musyawarah?
  • Bagaimana dinamika kelompok saat terjadi perbedaan usulan aturan kelas, dan apakah murid mampu menyelesaikannya secara mufakat?

Murid:

  • Apakah saya sudah menyampaikan usulan aturan kelas dengan sopan dan mendengarkan usulan teman?
  • Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menyepakati aturan bersama di kelas melalui musyawarah?

Pertemuan 17 — Menerapkan Hasil Kesepakatan dan Aturan Bersama Musyawarah dalam Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata menjalankan kesepakatan jadwal piket kebersihan kelas!' Acuan jawaban yang diterima: datang lebih awal untuk menyapu/mengepel lantai kelas, membuang sampah kelas ke tempat sampah luar, atau merapikan meja dan papan tulis bersama regu piket (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu mempraktikkan penerapan hasil kesepakatan dan aturan bersama musyawarah di lingkungan sekolah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai 4 butir aturan bersama hasil musyawarah kelas pertemuan sebelumnya: (1) Menjaga kebersihan ruang kelas dengan membuang sampah pada tempatnya, (2) Melaksanakan piket kelas sesuai jadwal giliran, (3) Mengembalikan buku perpustakaan mini kelas ke rak setelah membaca, dan (4) Bergantian menggunakan alat kebersihan secara tertib (5 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi bentuk tindakan konkrit dalam menerapkan masing-masing dari ke-4 butir aturan hasil musyawarah tersebut di lingkungan sekolah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok kerja beranggotakan 4-5 orang, murid memainkan permainan tantangan peran simulasi nyata bertajuk 'Tantangan Penerapan Kesepakatan Sekolah' di mana setiap kelompok mempraktikkan secara bergantian 4 skenario tindakan penerapan aturan hasil musyawarah berikut: Skenario 1 (Menerapkan aturan membuang sampah: murid memperagakan memungut serpihan kertas di laci dan membuangnya ke tempat sampah); Skenario 2 (Menerapkan aturan piket: murid memperagakan pembagian tugas menyapu dan merapikan meja); Skenario 3 (Menerapkan aturan pojok baca: murid memperagakan membaca lalu menata kembali buku ke rak sesuai nomor/posisi semula); Skenario 4 (Menerapkan antrean tertib: murid memperagakan antre berbaris saat mencuci tangan di wastafel sekolah) (20 menit).
  • Guru melakukan observasi terstruktur terhadap unjuk kerja setiap kelompok dalam mempraktikkan ke-4 skenario tindakan penerapan aturan kesepakatan bersama tersebut (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya mengisi Lembar Kendali Penerapan Kesepakatan untuk mengecek keterlaksanaan 4 praktik penerapan aturan yang telah disimulasikan secara jujur dan sadar (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan hasil kesepakatan musyawarah di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan praktik simulasi, mengingatkan komitmen harian penerapan aturan kelas, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi daftar 4 butir aturan kelas beserta foto/ikon tindakan pendukung bagi murid yang memerlukan perancah visual.
  • Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan panduan langkah demi langkah saat simulasi; bagi kelompok mandiri, murid langsung menjalankan 4 skenario simulasi secara runtut.
  • Produk: Kelompok dapat menunjukkan bukti penerapan kesepakatan baik melalui simulasi langsung 4 skenario di depan kelas maupun pengisian checklist tindakan nyata pada lembar kendali kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata menjalankan kesepakatan jadwal piket kebersihan kelas!' Kriteria penilaian: Kesiapan awal terpenuhi bila murid menjawab minimal 1 tindakan relevan (acuan: menyapu lantai kelas, membuang sampah ke tempat sampah, atau merapikan meja kursi).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja praktik penerapan hasil kesepakatan musyawarah sekolah dengan 4 butir skenario: (1) Membuang sampah di tempatnya, (2) Pembagian tugas piket kelas, (3) Mengembalikan buku rak kelas, (4) Mengantre tertib di fasilitas sekolah. Acuan ketepatan: Murid mempraktikkan tindakan fisik yang sesuai dengan isi aturan pada masing-masing skenario tanpa melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Kendali Penerapan Aturan Sekolah berisi 4 butir target. Kriteria ketercapaian: Kelompok mampu mempraktikkan dan mencentang minimal 3 dari 4 butir tindakan penerapan aturan bersama secara tepat sesuai acuan skenario simulasi.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi mempraktikkan penerapan hasil kesepakatan musyawarah di lingkungan sekolah berdasarkan 4 skenario tugas
  • Pemeriksaan lembar kendali keterlaksanaan penerapan aturan bersama kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan penerapan hasil kesepakatan dan aturan bersama musyawarah di lingkungan sekolahMempraktikkan tindakan penerapan aturan bersama musyawarah kurang dari 2 skenario dari total 4 skenario yang ditentukan (acuan skenario: buang sampah tertib, pembagian tugas piket, merapikan buku rak, antre fasilitas).Mempraktikkan tindakan penerapan aturan bersama musyawarah pada 2 dari 4 skenario yang ditentukan dengan bantuan penuh arahan guru.Mempraktikkan tindakan penerapan aturan bersama musyawarah pada 3 dari 4 skenario yang ditentukan secara tepat dan mandiri.Mempraktikkan tindakan penerapan aturan bersama musyawarah pada seluruh (4 dari 4) skenario yang ditentukan secara tepat, konsisten, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi penerapan aturan musyawarah berjalan efektif bagi seluruh kelompok?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mempraktikkan komitmen kesepakatan bersama sekolah?

Murid:

  • Aturan hasil musyawarah mana yang paling mudah kamu terapkan di sekolah hari ini?
  • Apa tantangan yang kamu hadapi saat mempraktikkan aturan bersama tersebut di kelas?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara
  • TP 5.2.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
  • TP 5.2.3 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
  • TP 5.2.4 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta alat tulis murid, dan memimpin doa pembuka asesmen sumatif (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 2 yang mencakup tes tertulis individual (30 menit) serta unjuk kerja simulasi kelompok berupa musyawarah dan peragaan aturan (35 menit) dengan menjaga ketertiban kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengisian lembar kerja analisis norma, hak, dan kewajiban serta tata tertib pengerjaan tes tertulis individual secara mandiri dan jujur (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara individual dan serentak mengerjakan tes tertulis selama 25 menit pada lembar kerja yang memuat: Bagian A (Menjodohkan 4 bentuk norma dengan contoh perilaku: 1. Norma Agama dipasangkan dengan rajin beribadah sesuai keyakinan; 2. Norma Kesusilaan dipasangkan dengan bersikap jujur dan tidak menyontek; 3. Norma Kesopanan dipasangkan dengan mengetuk pintu serta mengucap salam; 4. Norma Hukum dipasangkan dengan mengenakan helm SNI saat berkendara di jalan raya) dan Bagian B (Mengklasifikasikan 4 pernyataan ke dalam kolom Hak atau Kewajiban: 1. Mendapatkan bimbingan dan perlindungan di sekolah -> Hak; 2. Mematuhi tata tertib sekolah dan menjaga kebersihan -> Kewajiban; 3. Menggunakan fasilitas umum yang disediakan negara -> Hak; 4. Menghormati hak pengguna jalan lain -> Kewajiban) (25 menit).
  • Murid dibagi ke dalam 5 kelompok (masing-masing 5-6 murid) untuk melaksanakan unjuk kerja simulasi secara bergantian (masing-masing kelompok tampil 6 menit) mempraktikkan musyawarah pembuatan kesepakatan kelas dan memperagakan implementasi norma serta keseimbangan hak dan kewajiban sesuai skenario yang telah disiapkan (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi singkat terhadap proses pelaksanaan asesmen sumatif, memeriksa ketuntasan pengumpulan berkas lembar kerja, dan menyadari pentingnya konsistensi menerapkan norma serta musyawarah dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tes tertulis murid, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kesungguhan murid dalam menuntaskan asesmen sumatif bab, serta memimpin doa penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; format soal tertulis disajikan dengan huruf yang jelas dan terbaca untuk mendukung akses murid dengan hambatan penglihatan ringan.
  • Proses: Pemberian pembacaan ulang petunjuk tugas secara netral bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi tanpa memberikan petunjuk substansi jawaban.
  • Produk: Produk asesmen diseragamkan sesuai acuan ATP: lembar kerja tertulis individual dan tampilan simulasi kelompok berdurasi setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman murid terhadap tata cara asesmen sumatif tertulis serta pembagian kelompok simulasi musyawarah (acuan: murid siap membawa alat tulis, duduk tertib di bangku masing-masing, dan memahami alokasi waktu tes tertulis 25 menit serta giliran kelompok simulasi).

Proses:

  • Observasi kepatuhan terhadap instruksi pengerjaan mandiri selama tes tertulis serta observasi langsung keterlibatan murid dalam simulasi musyawarah dan penerapan norma menggunakan rubrik unjuk kerja.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja simulasi kelompok: lembar kerja analisis norma, hak, dan kewajiban yang selesai dikerjakan secara serentak serta lembar observasi keterlibatan murid dalam simulasi musyawarah dan penerapan norma berkelompok
  • tes tertulis penugasan serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi bentuk norma beserta pasangan contoh penerapannya dan tabel klasifikasi hak serta kewajiban sebagai warga negara (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
  • unjuk kerja simulasi kelompok: kinerja kelompok dalam mempraktikkan musyawarah perumusan aturan bersama di kelas/sekolah serta memperagakan implementasi kesepakatan norma, hak, dan kewajiban yang dinilai secara paralel dalam 5 kelompok (masing-masing 5-6 murid tampil bergantian 7-8 menit) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja musyawarah dan implementasi norma)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja simulasi kelompok: lembar kerja analisis norma, hak, dan kewajiban yang selesai dikerjakan secara serentak serta lembar observasi keterlibatan murid dalam simulasi musyawarah dan penerapan norma berkelompok
  • tes tertulis penugasan serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi bentuk norma beserta pasangan contoh penerapannya dan tabel klasifikasi hak serta kewajiban sebagai warga negara (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
  • unjuk kerja simulasi kelompok: kinerja kelompok dalam mempraktikkan musyawarah perumusan aturan bersama di kelas/sekolah serta memperagakan implementasi kesepakatan norma, hak, dan kewajiban yang dinilai secara paralel dalam 5 kelompok (masing-masing 5-6 murid tampil bergantian 7-8 menit) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja musyawarah dan implementasi norma)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Bentuk Norma (Tes Tertulis Bagian A: Menjodohkan 4 norma dan contoh perilaku)Tepat menjodohkan 1 dari 4 pasangan bentuk norma dan contoh perilakunya.Tepat menjodohkan 2 dari 4 pasangan bentuk norma dan contoh perilakunya.Tepat menjodohkan 3 dari 4 pasangan bentuk norma dan contoh perilakunya.Tepat menjodohkan seluruh (4 dari 4) pasangan bentuk norma dan contoh perilakunya (Acuan: 1. Agama - beribadah; 2. Kesusilaan - jujur tidak menyontek; 3. Kesopanan - ketuk pintu dan salam; 4. Hukum - memakai helm SNI).
Mengidentifikasi Hak dan Kewajiban (Tes Tertulis Bagian B: Mengklasifikasikan 4 pernyataan)Tepat mengklasifikasikan 1 dari 4 pernyataan hak dan kewajiban.Tepat mengklasifikasikan 2 dari 4 pernyataan hak dan kewajiban.Tepat mengklasifikasikan 3 dari 4 pernyataan hak dan kewajiban.Tepat mengklasifikasikan seluruh (4 dari 4) pernyataan hak dan kewajiban secara tepat (Acuan: 1. Perlindungan sekolah = Hak; 2. Tata tertib kebersihan = Kewajiban; 3. Fasilitas umum = Hak; 4. Menghormati pengguna jalan = Kewajiban).
Mempraktikkan Musyawarah dan Menerapkan Aturan Bersama (Unjuk Kerja Simulasi Kelompok)Hanya mengamati jalannya musyawarah tanpa menyampaikan usulan aturan dan pasif dalam peragaan kesepakatan.Menyampaikan usulan aturan tetapi belum memperhatikan pendapat teman lain saat musyawarah kelompok.Mempraktikkan musyawarah dengan menyampaikan usulan aturan serta menerima kesepakatan bersama kelompok secara tertib.Mempraktikkan musyawarah secara aktif dalam perumusan aturan, menghargai seluruh perbedaan pendapat, serta memperagakan penerapan hasil kesepakatan norma secara konsisten.
Mengimplementasikan Bentuk Norma, Hak, dan Kewajiban (Unjuk Kerja Simulasi Kelompok)Belum mampu memperagakan tindakan yang mencerminkan pemenuhan norma, hak, atau kewajiban dalam skenario kelompok.Memperagakan tindakan pemenuhan norma atau kewajiban tetapi masih membutuhkan arahan guru dalam simulasi.Memperagakan tindakan implementasi norma, pemenuhan hak, dan penunaian kewajiban secara runtut sesuai peran dalam skenario kelompok.Memperagakan implementasi norma secara lugas, menunjukkan keseimbangan pemenuhan hak dan penunaian kewajiban secara mandiri dan meyakinkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengerjaan tes tertulis 25 menit dan unjuk kerja 30 menit cukup bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensinya secara optimal?
  • Bagaimana ketercapaian murid pada aspek identifikasi norma serta praktik musyawarah untuk menentukan tindak lanjut pengayaan atau remedial?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang dapat saya selesaikan dengan paling percaya diri?
  • Sikap apa yang harus terus saya jaga saat bermusyawarah dan menerapkan aturan bersama teman di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023)
  3. Kartu situasi tantangan 'Detektif Norma' dan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  4. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V, 2023.
  6. Lembar Kerja Kartu Pernyataan Norma Agama dan Kesusilaan.
  7. Papan tulis dan spidol penanda.
  8. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 2 Halaman 44
  9. Kartu Kasus Klasifikasi Norma (4 kartu kasus per kelompok)
  10. Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Norma Kesopanan dan Hukum
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
  12. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
  13. Set kartu kasus contoh norma di lingkungan masyarakat dan bernegara
  14. Lembar Kerja Identifikasi Norma
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  16. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023)
  17. Kartu situasi Hak dan Kewajiban
  18. Papan tulis dan spidol/lembar bagan konsep
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V
  20. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V
  21. Lembar aktivitas 'Detektif Hak Murid' berisi 4 skenario situasi sekolah
  22. Bagan bentuk-bentuk hak murid di sekolah
  23. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2023 Bab 2)
  24. Kartu situasi dan lembar kerja pemilahan kewajiban murid
  25. Lembar Kerja 'Tantangan Detektif Keseimbangan Hak dan Kewajiban'
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek RI, 2023
  27. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek RI, 2023
  28. Lembar Kerja Skenario Implementasi Norma Kesusilaan dan Kesopanan
  29. Kartu permainan skenario cepat 'Tebak Tindakan Tepat'
  30. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek).
  31. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek).
  32. Lembar tantangan skenario 'Aksi Tanggap Norma'.
  33. Kartu Kasus Pemenuhan Hak dan Lembar Solusi Adil
  34. Set Kartu Tantangan Aksi Kewajiban Sekolah (4 amplop kasus)
  35. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 2
  36. Kartu Skenario Peran 'Tantangan Tiga Serangkai' (Zebra cross, antrean kantin, taman bermain)
  37. Lembar Analisis Tindakan Warga Negara
  38. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2 halaman 76-78
  39. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2 halaman 64-65
  40. Kartu Skenario Pembagian Peran Keluarga dan Lembar Kesepakatan Bersama Musyawarah
  41. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (2023), Bab 2: Norma dalam Kehidupanku
  42. Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V (2023), Bab 2 Bagian D
  43. Lembar teks skenario simulasi keluarga Pak Budi dan tanda pengenal peran (Ayah, Ibu, Anak Sulung, Anak Bungsu)
  44. Lembar Kerja Kesepakatan Aturan Bersama Keluarga
  45. Lembar Panduan Simulasi 'Sidang Meja Bundar Kelas' dan Kartu Topik Musyawarah Kelas
  46. Papan pajang kesepakatan kelas dan perlengkapan simulasi lingkungan kelas (alat piket, buku pojok baca, tempat sampah)
  47. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V Bab 2 (Kemendikbudristek, 2023)
  48. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 2 (Analisis Bentuk Norma, Hak, dan Kewajiban)
  49. Lembar Observasi dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Simulasi Musyawarah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.