Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila (Bagian 2): Pembuatan Lini Masa Perumusan Pancasila

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila (Bagian 2): Pembuatan Lini Masa Perumusan Pancasila". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5: Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila (Bagian 2): Pembuatan Lini Masa Perumusan Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila (Bagian 2): Pembuatan Lini Masa Perumusan Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKronologi Sejarah Kelahiran Pancasila (Bagian 2): Pembuatan Lini Masa Perumusan Pancasila
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui aktivitas pembuatan lini masa, murid dapat menyusun urutan peristiwa penting dalam kronologi kelahiran Pancasila mulai dari sidang BPUPKI hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara secara runtut dan tepat
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat memahami peran Panitia Sembilan dan hasil rumusan Piagam Jakarta sebagai bagian dari proses kelahiran Pancasila

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana proses para pendiri bangsa merumuskan Pancasila sebagai dasar negara kita?
  2. Mengapa kita perlu memahami urutan peristiwa dalam sejarah kelahiran Pancasila?
  3. Apa peran Panitia Sembilan dalam proses perumusan Pancasila?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan sederhana: 'Siapa yang masih ingat kapan hari lahir Pancasila?' dan 'Peristiwa apa saja yang kalian ketahui tentang kelahiran Pancasila?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat lini masa kronologi kelahiran Pancasila
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang proses perumusan Pancasila

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambar contoh lini masa sederhana di papan tulis tentang kronologi sejarah kelahiran Pancasila dengan beberapa bagian yang sengaja dikosongkan
  • Murid mengamati contoh lini masa dan mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting yang sudah tercantum (1 Juni 1945: pidato Bung Karno, 22 Juni 1945: Piagam Jakarta, 18 Agustus 1945: penetapan Pancasila oleh PPKI)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat untuk memastikan murid memahami tiga fase utama: fase perintisan, perumusan, dan pengesahan
  • Murid melakukan permainan 'Cari Kata' pada buku siswa untuk mengenali istilah-istilah kunci: Pancasila, BPUPK, PPKI, Musyawarah, Panitia Sembilan
  • Guru menjelaskan peran Panitia Sembilan dalam merumuskan Piagam Jakarta sebagai cikal bakal naskah Pancasila
  • Murid mengisi bagian kosong pada contoh lini masa di buku siswa berdasarkan pemahaman yang sudah dibangun

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok-kelompok heterogen beranggotakan 4-5 orang
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja, kertas manila/karton, spidol warna, penggaris, dan alat tulis lainnya
  • Guru memberikan instruksi jelas: setiap kelompok membuat lini masa kronologi kelahiran Pancasila yang lengkap dan kreatif dengan mencantumkan minimal 5 peristiwa penting beserta tanggalnya
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk membagi tugas: siapa yang mencari informasi dari buku siswa, siapa yang menggambar garis waktu, siapa yang menulis keterangan, siapa yang menghias
  • Murid secara gotong royong membuat lini masa menggunakan kreativitas mereka sendiri (boleh menambahkan gambar, warna, simbol)
  • Guru berkeliling memantau proses kerja kelompok, memberikan scaffolding bila diperlukan, dan melakukan asesmen proses melalui observasi kolaborasi dan pemahaman murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menampilkan hasil karya lini masa mereka
  • Perwakilan kelompok menjelaskan urutan peristiwa yang mereka susun dan mengapa peristiwa-peristiwa tersebut penting dalam kelahiran Pancasila
  • Kelompok lain memberikan apresiasi dan boleh mengajukan pertanyaan atau menambahkan informasi
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif: 'Apa yang kalian rasakan saat bekerja sama membuat lini masa?' dan 'Nilai gotong royong apa yang kalian praktikkan dalam kelompok?'
  • Murid merefleksikan pemahaman mereka: 'Mengapa para pendiri bangsa harus melalui proses panjang untuk merumuskan Pancasila?' dan 'Sikap apa yang bisa kita teladani dari mereka?'
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menghargai proses musyawarah, kerja sama, dan pengorbanan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: kronologi kelahiran Pancasila dari 1 Juni 1945 hingga 18 Agustus 1945
  • Guru mengapresiasi semua hasil karya lini masa kelompok dan menempelkannya di dinding kelas sebagai galeri pembelajaran
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara acak menyebutkan urutan peristiwa penting kelahiran Pancasila
  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi di buku tulis tentang apa yang mereka pelajari hari ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham dapat diminta mencari informasi tambahan tentang tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam perumusan Pancasila. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan lembar kerja dengan template lini masa yang sudah ada garis dan kotak-kotak bantuan.
  • Proses: Kelompok dibentuk secara heterogen agar murid yang lebih cepat memahami dapat membantu teman yang memerlukan bimbingan. Guru memberikan scaffolding lebih intensif kepada kelompok yang kesulitan dengan mendampingi lebih lama dan memberikan pertanyaan penuntun.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk lini masa sesuai kreativitas: horizontal, vertikal, spiral, atau bentuk lainnya. Murid yang memiliki keterampilan menggambar dapat menambahkan ilustrasi tokoh, sedangkan yang lain fokus pada kelengkapan informasi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai hari lahir Pancasila dan peristiwa yang mereka ingat
  • Guru mencatat respons untuk memahami titik awal pemahaman setiap murid

Proses:

  • Observasi saat murid mengisi bagian kosong pada contoh lini masa di buku siswa
  • Monitoring diskusi kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi urutan peristiwa dengan benar
  • Pengamatan kolaborasi dalam kelompok: pembagian tugas, saling membantu, menghargai pendapat
  • Pertanyaan penuntun selama guru berkeliling: 'Mengapa peristiwa ini penting?' 'Apa yang terjadi setelahnya?'

Akhir:

  • Penilaian produk lini masa menggunakan rubrik (ketepatan urutan peristiwa, kelengkapan informasi, kreativitas penyajian, kerjasama kelompok)
  • Penilaian presentasi: kejelasan penjelasan, kemampuan menjawab pertanyaan, kepercayaan diri
  • Refleksi tertulis individu: murid menuliskan 3 peristiwa penting yang mereka pahami dan 1 nilai yang mereka teladani dari para pendiri bangsa
  • Tes lisan singkat kepada 2-3 murid secara acak untuk menyebutkan kronologi kelahiran Pancasila

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan pembuatan lini masa
  • Tanya jawab lisan tentang peran Panitia Sembilan dan peristiwa penting kelahiran Pancasila
  • Pengamatan terhadap partisipasi dan kolaborasi murid dalam kerja kelompok

Sumatif:

  • Penilaian produk lini masa kelompok menggunakan rubrik
  • Presentasi hasil karya kelompok di depan kelas
  • Refleksi tertulis murid tentang pemahaman kronologi kelahiran Pancasila

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan urutan kronologi peristiwa kelahiran PancasilaHanya dapat menyebutkan 1-2 peristiwa tanpa urutan yang benar atau tidak dapat menjelaskan hubungan antar peristiwaDapat menyusun 3 peristiwa utama (1 Juni, 22 Juni, 18 Agustus 1945) dengan urutan yang benar namun masih memerlukan bantuan guruDapat menyusun 4-5 peristiwa penting dengan urutan yang benar dan menjelaskan keterkaitan antar peristiwa dengan bimbingan minimalDapat menyusun minimal 5 peristiwa dengan urutan yang sangat tepat, lengkap dengan tanggal, dan menjelaskan hubungan sebab-akibat antar peristiwa secara mandiri
Pemahaman peran Panitia Sembilan dan Piagam JakartaBelum dapat menjelaskan siapa Panitia Sembilan atau apa itu Piagam JakartaDapat menyebutkan bahwa Panitia Sembilan merumuskan Piagam Jakarta namun belum memahami perannya dalam proses kelahiran PancasilaDapat menjelaskan peran Panitia Sembilan dalam merumuskan Piagam Jakarta dan kaitannya dengan perumusan Pancasila dengan cukup jelasDapat menjelaskan secara rinci peran Panitia Sembilan, isi Piagam Jakarta, dan bagaimana dokumen ini menjadi cikal bakal naskah Pancasila yang disahkan
Kolaborasi dan gotong royong dalam kerja kelompokBekerja sendiri, tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok, atau mendominasi tanpa mendengarkan temanMulai terlibat dalam kelompok namun masih pasif atau hanya mengerjakan satu tugas kecil tanpa koordinasiAktif berdiskusi, berbagi tugas dengan teman, dan bekerja sama dengan baik meski sesekali perlu diingatkanSangat aktif berkolaborasi, menghargai pendapat teman, membagi tugas secara adil, dan memastikan semua anggota kelompok berkontribusi
Kreativitas dan kelengkapan penyajian lini masaLini masa tidak lengkap (kurang dari 3 peristiwa), tidak ada usaha membuat menarik, atau informasi tidak jelasLini masa memuat 3 peristiwa utama dengan penyajian sederhana, informasi cukup jelas namun kurang menarik secara visualLini masa memuat 4-5 peristiwa dengan penyajian yang cukup menarik, ada usaha menambahkan warna atau hiasan, informasi lengkap dan jelasLini masa sangat lengkap (minimal 5 peristiwa dengan detail tanggal dan tokoh), penyajian sangat kreatif dan menarik dengan penggunaan warna, gambar, atau simbol yang sesuai, serta mudah dipahami

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan pembuatan lini masa?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami kronologi kelahiran Pancasila?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar kolaborasi antar murid lebih optimal?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan buatmu dari pembelajaran hari ini?
  • Peristiwa penting apa saja yang kamu pelajari dalam kronologi kelahiran Pancasila?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman kelompok membuat lini masa?
  • Sikap apa yang bisa kamu teladani dari para pendiri bangsa yang merumuskan Pancasila?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang sejarah kelahiran Pancasila?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas V Kurikulum Merdeka
  3. Kertas manila atau karton untuk membuat lini masa
  4. Spidol warna, krayon, atau pensil warna
  5. Penggaris panjang
  6. Lembar kerja pembuatan lini masa (lampiran)
  7. Gambar atau foto tokoh-tokoh perumus Pancasila (opsional)
  8. Video pendek animasi kronologi kelahiran Pancasila (jika tersedia akses internet dan proyektor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.