Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Meneladani Karakter Tokoh Perumus Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Meneladani Karakter Tokoh Perumus Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Meneladani Karakter Tokoh Perumus Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Meneladani Karakter Tokoh Perumus Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMeneladani Karakter Tokoh Perumus Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan refleksi dan diskusi, murid dapat meneladani karakter positif para tokoh perumus Pancasila dan mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari di lingkungan sekitar.
  2. Melalui kegiatan bercerita, murid dapat menyampaikan contoh nyata perilaku yang mencerminkan keteladanan karakter tokoh perumus Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari tokoh-tokoh perumus Pancasila yang sudah kalian pelajari, karakter siapa yang paling membuatmu kagum? Mengapa?
  2. Pernahkah kamu melakukan sesuatu yang mirip dengan karakter baik salah satu tokoh perumus Pancasila? Ceritakan!
  3. Mengapa kita perlu meneladani karakter para tokoh perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan kartu bergambar tiga tokoh perumus Pancasila (Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin) dan meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan karakter masing-masing tokoh pada sticky note atau selembar kertas kecil. Hasil dikumpulkan guru sebagai data awal pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan bertanya: 'Pertemuan lalu kita sudah mengenal karakter para tokoh perumus Pancasila. Masih ingat karakter apa saja yang mereka miliki?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: meneladani karakter tokoh perumus Pancasila dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta bercerita tentang pengalaman nyata yang mencerminkan keteladanan tersebut.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu dan antusiasme murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menyimak teks pendek yang dibacakan tentang sikap dan perilaku tiga tokoh perumus Pancasila: Soekarno (semangat pantang menyerah, cinta tanah air), Mohammad Hatta (jujur dan sederhana), dan Mohammad Yamin (tekun dan bersungguh-sungguh).
  • Guru menampilkan tabel sederhana di papan tulis dengan kolom: Nama Tokoh | Karakter Utama | Contoh Perilaku Tokoh. Guru mengisi bersama murid secara lisan untuk satu tokoh sebagai contoh.
  • Murid secara mandiri melengkapi tabel yang sama di buku tulisnya untuk dua tokoh yang tersisa berdasarkan pemahaman mereka dari teks dan pembelajaran sebelumnya.
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas isian murid dengan menunjuk beberapa murid menyampaikan jawabannya di depan kelas, lalu mengklarifikasi bersama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membentuk kelompok kecil 3–4 orang secara acak.
  • Setiap kelompok mendapatkan satu amplop berisi 3 kartu skenario situasi sehari-hari (contoh: 'Temanmu tidak membawa bekal, kamu punya makanan lebih'; 'Ada teman yang mengejek teman lain karena berbeda suku'; 'Kamu menemukan dompet berisi uang di halaman sekolah'). Murid diminta mendiskusikan: karakter tokoh siapa yang relevan dengan situasi tersebut, dan apa yang sebaiknya dilakukan.
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada lembar kerja kelompok: situasi, karakter tokoh yang diteladani, dan perilaku yang akan dilakukan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (masing-masing 1–2 menit). Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau tambahan.
  • Guru memberikan penguatan dan menghubungkan hasil diskusi dengan nilai-nilai Pancasila yang relevan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru meminta setiap murid menuliskan satu cerita pendek (2 paragraf) di buku tulisnya tentang pengalaman pribadi yang berkaitan dengan keteladanan karakter tokoh perumus Pancasila — apakah sudah pernah melakukan hal serupa, atau situasi apa yang ingin mereka jadikan peluang untuk meneladani tokoh tersebut.
  • Beberapa murid secara sukarela maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya kepada teman-teman. Guru mendorong apresiasi dari teman sekelas (tepuk tangan atau komentar positif).
  • Guru membimbing murid merefleksi bersama: 'Apa yang paling berkesan dari karakter tokoh perumus Pancasila bagimu? Karakter apa yang ingin kamu terapkan mulai hari ini?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan: apa yang aku pelajari hari ini, karakter tokoh mana yang ingin aku teladani, dan satu langkah nyata yang akan aku lakukan).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: karakter para tokoh perumus Pancasila (pantang menyerah, jujur, tekun, cinta tanah air) dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Guru melakukan asesmen akhir secara lisan dengan menunjuk 2–3 murid untuk menyebutkan satu karakter tokoh dan satu contoh perilaku nyata yang bisa mereka lakukan di kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan pesan motivasi: 'Meneladani karakter para pahlawan bukan berarti kita harus jadi pahlawan besar. Cukup dengan jujur, tekun, dan peduli pada sesama setiap hari, kita sudah meneruskan perjuangan mereka.'
  • Guru menginformasikan materi atau kegiatan pada pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu ringkasan satu halaman berisi nama tokoh, foto/ilustrasi, dan poin-poin karakter utamanya sebagai panduan selama kegiatan. Untuk murid yang sudah lebih maju, guru menyediakan teks tambahan yang membahas lebih banyak tokoh perumus Pancasila (misalnya Ki Hajar Dewantara atau K.H. Agus Salim) untuk memperkaya referensi.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan mengaitkan karakter tokoh dengan kehidupan sehari-hari dapat bekerja bersama guru dalam kelompok kecil selama sesi diskusi. Murid yang lebih cepat dapat diberi tantangan tambahan: membuat perbandingan dua tokoh dan menentukan karakter mana yang paling relevan untuk diterapkan di lingkungan sekolah mereka saat ini.
  • Produk: Murid yang lebih lambat cukup menuliskan satu paragraf cerita pengalaman pribadi. Murid yang lebih cepat dapat mengembangkan ceritanya menjadi 3 paragraf dan menambahkan ilustrasi sederhana, atau menyampaikan ceritanya secara lisan di depan kelas dengan lebih detail.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kartu bergambar tiga tokoh perumus Pancasila dan meminta murid menuliskan satu kata karakter untuk masing-masing tokoh pada sticky note atau kertas kecil. Tujuan: mengetahui sejauh mana pemahaman awal murid tentang karakter tokoh sebelum pembelajaran dimulai, sehingga guru dapat menyesuaikan penekanan materi.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru selama kegiatan diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru berkeliling mencatat murid yang sudah mampu menghubungkan karakter tokoh dengan situasi nyata dan yang masih memerlukan bimbingan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang tampak pasif untuk memastikan semua murid terlibat aktif dalam diskusi.
  • Guru mengumpulkan dan membaca sekilas lembar refleksi diri murid untuk mengetahui pemahaman dan rencana tindak lanjut masing-masing murid.

Akhir:

  • Penilaian hasil tulisan cerita pendek 2 paragraf menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: kesesuaian cerita dengan karakter tokoh, kejelasan contoh perilaku, dan kemampuan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
  • Penilaian lisan singkat: guru menunjuk 2–3 murid untuk menyebutkan satu karakter tokoh dan satu perilaku nyata yang akan mereka lakukan, sebagai konfirmasi capaian TP 4.4.8.1 dan 4.4.8.2.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan sederhana (aspek: keaktifan bertanya, kemampuan mengaitkan karakter tokoh dengan situasi sehari-hari, kemampuan berkolaborasi).
  • Umpan balik lisan saat perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kartu skenario.
  • Penilaian diri melalui lembar refleksi diri 3 pertanyaan yang diisi murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Penilaian cerita pendek tertulis (2 paragraf) yang ditulis murid tentang pengalaman pribadi yang berkaitan dengan keteladanan karakter tokoh perumus Pancasila — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian bercerita lisan bagi murid yang tampil di depan kelas — dinilai berdasarkan kelancaran, kesesuaian isi dengan topik, dan kemampuan mengaitkan dengan karakter tokoh.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Meneladani Karakter Tokoh (TP 4.4.8.1)Murid belum dapat menyebutkan karakter tokoh perumus Pancasila dan tidak dapat mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari.Murid dapat menyebutkan satu karakter tokoh perumus Pancasila namun belum dapat mengaitkannya secara spesifik dengan perilaku sehari-hari.Murid dapat menyebutkan karakter lebih dari satu tokoh perumus Pancasila dan mengaitkannya dengan contoh perilaku sehari-hari secara umum.Murid dapat menyebutkan karakter beberapa tokoh perumus Pancasila secara tepat dan mengaitkannya dengan contoh perilaku sehari-hari yang spesifik, relevan, dan terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Bercerita Pengalaman Nyata (TP 4.4.8.2)Murid belum dapat menuliskan atau menyampaikan cerita yang berkaitan dengan keteladanan karakter tokoh perumus Pancasila.Murid dapat menuliskan atau menyampaikan cerita singkat namun koneksi dengan karakter tokoh perumus Pancasila masih kurang jelas.Murid dapat menuliskan atau menyampaikan cerita yang jelas tentang pengalaman yang mencerminkan keteladanan karakter tokoh, meskipun pengaitan dengan tokoh spesifik belum selalu eksplisit.Murid dapat menuliskan atau menyampaikan cerita yang runtut, jelas, dan relevan tentang pengalaman nyata yang mencerminkan keteladanan karakter tokoh perumus Pancasila secara eksplisit, disertai refleksi pribadi yang bermakna.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian tugas.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi namun kontribusinya masih terbatas dan membutuhkan dorongan dari guru atau teman.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, mau mendengarkan pendapat teman, dan ikut berkontribusi pada penyelesaian tugas kelompok.Murid aktif berpartisipasi, menginisiasi diskusi, menghargai pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat mengaitkan karakter tokoh perumus Pancasila dengan situasi kehidupan sehari-hari? Siapa yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan diskusi kartu skenario berjalan efektif dan melibatkan semua anggota kelompok? Apa yang perlu diperbaiki pada aktivitas ini ke depannya?
  • Apakah alokasi waktu sudah mencukupi untuk ketiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Karakter tokoh perumus Pancasila mana yang paling ingin kamu teladani? Mengapa?
  • Apa satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan mulai hari ini atau besok untuk meneladani karakter tokoh tersebut?
  • Apakah ada bagian dari pembelajaran hari ini yang menurutmu masih sulit dipahami? Apa yang membuatmu bingung?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek)
  3. Kartu bergambar tokoh perumus Pancasila (Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin) — dibuat guru
  4. Kartu skenario situasi sehari-hari (3 kartu per kelompok) — dibuat guru
  5. Tabel karakter tokoh (lembar kerja sederhana) — dibuat guru
  6. Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) — dibuat guru
  7. Papan tulis dan spidol / alat tulis kelas
  8. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.