MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B) Topik: Sejarah Perumusan Pancasila INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Sejarah Perumusan Pancasila |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui menyimak video dan membaca teks, murid dapat menjelaskan sejarah perumusan Pancasila secara kronologis dengan benar.
- Melalui tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi latar belakang dan tujuan perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Menurutmu, mengapa Indonesia perlu memiliki dasar negara sebelum merdeka?
- Siapa saja tokoh yang kamu tahu ikut merumuskan Pancasila, dan apa yang membuat mereka mau berjuang bersama?
- Jika kamu hidup di tahun 1945, apa yang ingin kamu sumbangkan untuk membantu merumuskan dasar negara Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid. (3 menit)
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' bersama-sama untuk membangun semangat kebangsaan. (2 menit)
- Asesmen Awal — Guru menampilkan 3 pertanyaan diagnostik secara lisan: (1) Kapan lahirnya Pancasila? (2) Siapa saja tokoh perumus Pancasila yang kamu tahu? (3) Apa itu dasar negara? Murid menjawab secara serentak (angkat tangan). Guru mencatat gambaran awal pemahaman kelas. (5 menit)
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Indonesia perlu memiliki dasar negara sebelum merdeka?' Beri waktu 2-3 murid untuk merespons singkat. (3 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mempelajari sejarah perumusan Pancasila secara kronologis dan memahami latar belakang serta tujuannya. (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memutarkan video pembelajaran tentang sejarah perumusan Pancasila (durasi ±5 menit). Sebelum video diputar, guru meminta murid menyiapkan buku catatan dan menuliskan minimal 3 hal penting yang mereka simak dari video. (Berkesadaran)
- Setelah video selesai, guru meminta 2-3 murid berbagi catatan mereka. Guru memberikan konfirmasi dan melengkapi informasi yang kurang tepat.
- Murid membaca teks 'Sejarah Perumusan Pancasila' dari Buku Siswa halaman 116-138 secara bergantian (teknik membaca nyaring bergilir per paragraf). Guru memandu dengan jeda tanya-jawab singkat setiap paragraf penting. (Bermakna)
- Guru menampilkan Alur Peristiwa Sejarah Perumusan Pancasila di papan tulis atau layar proyektor: 29 Mei 1945 (BPUPK membahas Dasar Negara) → 1 Juni 1945 (Sukarno mengusulkan nama Pancasila) → 22 Juni 1945 (Panitia Sembilan merumuskan sila-sila) → 18 Agustus 1945 (Pancasila disahkan sebagai Dasar Negara).
- Guru menjelaskan latar belakang perumusan Pancasila: kebutuhan Indonesia yang akan merdeka untuk memiliki dasar negara yang mempersatukan seluruh rakyat yang beragam suku, agama, dan budaya.
- Guru menjelaskan tujuan perumusan Pancasila: sebagai fondasi dan panduan hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mendapatkan Lembar Kerja berisi tabel kronologi kosong dengan kolom: Tanggal, Peristiwa, Tokoh yang Terlibat, dan Makna Peristiwa. (Menggembirakan)
- Setiap kelompok mengisi tabel kronologi berdasarkan video dan bacaan yang telah mereka pelajari. Guru berkeliling memantau dan membimbing kelompok yang membutuhkan bantuan.
- Setelah 8 menit, setiap kelompok menunjuk satu perwakilan untuk mempresentasikan satu baris tabel mereka di depan kelas. Kelompok lain boleh menambahkan atau menanggapi. (Komunikasi, Kolaborasi)
- Guru dan murid bersama-sama menyempurnakan tabel kronologi di papan tulis berdasarkan hasil presentasi kelompok. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban yang benar dan meluruskan yang kurang tepat.
- Sesi tanya jawab: Guru mengajukan pertanyaan: 'Mengapa para pendiri bangsa memilih bermusyawarah dalam merumuskan Pancasila meskipun mereka berbeda pendapat? Apa hubungannya dengan kehidupan kita hari ini?' Murid menjawab secara bergantian. (Bermakna, Penalaran Kritis)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid menutup buku dan catatan. Secara mandiri, setiap murid menuliskan 3 hal di buku tulis mereka: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang sejarah perumusan Pancasila. (2) Satu nilai/karakter dari para perumus Pancasila yang ingin aku teladani. (3) Satu pertanyaan yang masih aku penasaran ingin tahu jawabannya. (Berkesadaran, Bermakna)
- Guru mengajak 3-4 murid berbagi refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menghubungkan nilai-nilai para perumus Pancasila (musyawarah, mengutamakan kepentingan bangsa, menghargai perbedaan) dengan kehidupan sehari-hari murid.
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi penutup: 'Setelah belajar tentang perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila, apa yang ingin kamu lakukan sebagai murid untuk menghargai pengorbanan mereka?'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: alur kronologi perumusan Pancasila dari 29 Mei 1945 hingga 18 Agustus 1945, latar belakang, dan tujuan perumusan Pancasila. (3 menit)
- Asesmen Akhir — Guru membagikan kuis singkat berisi 5 soal pilihan ganda dan 2 soal isian pendek tentang kronologi dan latar belakang perumusan Pancasila. Murid mengerjakan secara mandiri selama 7 menit.
- Guru mengumpulkan lembar kuis untuk diperiksa sebagai data sumatif pertemuan ini.
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: mempelajari karakter para perumus Pancasila.
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mengucapkan janji untuk meneladani nilai-nilai para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kemudian berdoa dan mengucapkan salam. (2 menit)
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan ekstra: guru menyediakan teks bacaan dengan kalimat yang lebih sederhana dan gambar alur peristiwa yang sudah diisi sebagian sebagai scaffolding. Untuk murid yang sudah mahir: guru menyediakan teks tambahan tentang perdebatan dalam sidang BPUPK untuk memperkaya pemahaman mereka.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat mengerjakan Lembar Kerja bersama teman sebangku dengan bimbingan guru. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan soal pengayaan berupa pertanyaan analisis: 'Mengapa Pancasila dipilih sebagai dasar negara, bukan ideologi lain yang juga diusulkan?'
- Produk: Murid dengan kemampuan dasar cukup menuliskan urutan kronologi 4 peristiwa utama dengan kata kunci. Murid yang sudah berkembang dapat membuat ringkasan narasi singkat sejarah perumusan Pancasila dalam 3-5 kalimat dengan kata-kata mereka sendiri.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 3 pertanyaan diagnostik lisan kepada seluruh kelas: (1) Kapan lahirnya Pancasila? (2) Siapa saja tokoh perumus Pancasila yang kamu tahu? (3) Apa yang dimaksud dengan dasar negara?
- Murid menjawab dengan mengangkat tangan. Guru mencatat siapa yang sudah memiliki pengetahuan awal dan siapa yang belum, untuk menyesuaikan intensitas bimbingan selama kegiatan inti.
- Guru menggunakan hasil diagnostik untuk menentukan pengelompokan: murid yang sudah memiliki pengetahuan awal cukup dapat menjadi 'teman pendamping' dalam kelompok bagi yang belum.
Proses:- Observasi guru selama sesi menyimak video: apakah murid mencatat dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan keterlibatan aktif.
- Tanya jawab lisan setelah membaca teks: guru mengajukan pertanyaan langsung kepada murid secara bergantian untuk mengecek pemahaman bacaan.
- Penilaian Lembar Kerja kelompok (tabel kronologi): guru menilai ketepatan pengisian tanggal, peristiwa, tokoh, dan makna peristiwa menggunakan rubrik 4 level.
- Pengamatan presentasi kelompok: guru mencatat kemampuan murid menyampaikan informasi kronologis dengan runtut dan jelas.
- Lembar refleksi tertulis mandiri: guru membaca refleksi murid untuk menilai kedalaman pemahaman dan nilai-nilai yang diserap.
Akhir:- Kuis tulis mandiri (5 pilihan ganda + 2 isian pendek) yang mencakup: urutan kronologi 4 peristiwa utama perumusan Pancasila, tokoh-tokoh yang terlibat, latar belakang perumusan Pancasila, dan tujuan Pancasila sebagai dasar negara.
- Guru mengoreksi kuis dan memberikan skor. Murid yang memperoleh skor di bawah 60 akan mendapatkan remedial pada pertemuan berikutnya. Murid yang memperoleh skor 90 ke atas akan mendapatkan soal pengayaan.
- Rekap nilai kuis digunakan sebagai data capaian TP 4.4.5.1 dan 4.4.5.2 untuk pelaporan hasil belajar.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (aktif bertanya, menjawab, dan merespons).
- Pengecekan catatan video: guru berkeliling melihat catatan murid selama menyimak video untuk memastikan pemahaman awal.
- Penilaian Lembar Kerja kronologi kelompok: guru mencatat ketepatan dan kelengkapan isian tabel kronologi setiap kelompok.
- Refleksi tertulis murid (3 hal: hal baru, nilai yang ingin diteladani, dan pertanyaan) digunakan sebagai data formatif untuk merancang pembelajaran berikutnya.
Sumatif:- Kuis tulis akhir pertemuan: 5 soal pilihan ganda dan 2 soal isian pendek tentang kronologi perumusan Pancasila (urutan peristiwa, tanggal penting, tokoh terlibat) dan latar belakang serta tujuan perumusan Pancasila.
- Penilaian lisan saat presentasi kelompok: ketepatan informasi, kejelasan penyampaian, dan kemampuan merespons tanggapan teman.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Sejarah Perumusan Pancasila secara Kronologis (TP 4.4.5.1) | Murid tidak dapat menyebutkan urutan peristiwa perumusan Pancasila dengan benar, atau hanya menyebutkan 1 peristiwa tanpa tanggal yang tepat. | Murid dapat menyebutkan 2 dari 4 peristiwa utama perumusan Pancasila dengan tanggal yang benar, namun urutannya belum runtut. | Murid dapat menyebutkan 3-4 peristiwa utama perumusan Pancasila dengan tanggal yang benar secara runtut, namun penjelasannya masih sederhana. | Murid dapat menjelaskan seluruh 4 peristiwa utama perumusan Pancasila (29 Mei, 1 Juni, 22 Juni, 18 Agustus 1945) secara runtut, lengkap dengan tokoh yang terlibat dan maknanya, menggunakan kalimat sendiri yang jelas. | | Mengidentifikasi Latar Belakang dan Tujuan Perumusan Pancasila (TP 4.4.5.2) | Murid tidak dapat menjelaskan latar belakang maupun tujuan perumusan Pancasila, atau jawabannya tidak relevan dengan materi. | Murid dapat menyebutkan salah satu (latar belakang atau tujuan) perumusan Pancasila, namun penjelasannya kurang lengkap atau kurang tepat. | Murid dapat mengidentifikasi latar belakang (kebutuhan dasar negara bagi bangsa yang beragam) dan tujuan (panduan hidup berbangsa dan bernegara) perumusan Pancasila dengan benar, meskipun masih menggunakan kalimat yang terbatas. | Murid dapat mengidentifikasi latar belakang dan tujuan perumusan Pancasila dengan lengkap dan jelas, serta mampu menghubungkannya dengan kondisi bangsa Indonesia pada masa itu (keberagaman suku, agama, budaya) menggunakan kalimatnya sendiri. | | Partisipasi dan Kerja Sama dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi dalam pengisian Lembar Kerja. | Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi, namun kontribusinya masih minimal dan cenderung hanya mengikuti pendapat teman. | Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan kontribusi berupa ide atau jawaban yang relevan, dan menghargai pendapat teman. | Murid sangat aktif berpartisipasi, memimpin diskusi dengan santun, memberikan kontribusi substantif, menghargai setiap pendapat teman, dan membantu teman yang mengalami kesulitan. | | Kemampuan Komunikasi (Presentasi dan Tanya Jawab) | Murid tidak berani atau tidak mampu menyampaikan informasi di depan kelas, atau informasi yang disampaikan tidak tepat. | Murid dapat menyampaikan informasi dengan suara pelan dan kurang jelas, dengan bantuan catatan penuh, namun informasi yang disampaikan sebagian besar sudah benar. | Murid dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan cukup percaya diri, informasi akurat, dan mampu menjawab pertanyaan sederhana dari guru atau teman. | Murid menyampaikan informasi dengan percaya diri, jelas, dan runtut tanpa terlalu bergantung pada catatan, informasi akurat, serta mampu merespons pertanyaan dan tanggapan dengan baik. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami alur kronologi perumusan Pancasila setelah menyimak video dan membaca teks? Jika tidak, bagian mana yang perlu dijelaskan ulang?
- Apakah durasi setiap kegiatan (menyimak video, membaca, diskusi kelompok, kuis) sudah proporsional dalam 2x35 menit? Apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kemampuan beragam secara efektif?
- Apakah pertanyaan pemantik dan tanya jawab berhasil memancing murid berpikir kritis tentang hubungan sejarah perumusan Pancasila dengan kehidupan mereka hari ini?
- Apa satu hal yang akan saya lakukan berbeda pada pertemuan berikutnya berdasarkan respons dan hasil belajar murid hari ini?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru dan paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang sejarah perumusan Pancasila?
- Dari para tokoh perumus Pancasila, nilai atau sikap apa yang paling ingin kamu teladani dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?
- Apakah ada bagian dari materi hari ini yang masih membuatmu bingung atau ingin kamu pelajari lebih dalam? Tuliskan pertanyaanmu!
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI, Kemdikbudristek (halaman 116-138)
- Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI, Kemdikbudristek (halaman 125-163)
- Video pembelajaran 'Sejarah Perumusan Pancasila' (dapat diakses melalui tautan resmi Kemdikbudristek atau platform video edukatif terpercaya)
- Video 'Makna dan Simbol Sila-Sila Pancasila': https://buku.kemdikbud.go.id/s/VideoSilaPancasila
- Gambar alur peristiwa sejarah perumusan Pancasila (dibuat oleh guru di papan tulis atau ditampilkan via proyektor)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) — Tabel Kronologi Perumusan Pancasila (disiapkan oleh guru)
- Lembar kuis tulis akhir pertemuan (disiapkan oleh guru)
- Papan tulis / proyektor / layar untuk menampilkan alur peristiwa
- Foto/gambar tokoh perumus Pancasila (Sukarno, Mohammad Hatta, dan anggota Panitia Sembilan) sebagai media pendukung visual
|