MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 4 — Pancasila dalam Diriku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Pancasila dalam Diriku |
|---|
| Alokasi Waktu | 38 JP (38 x 35 menit = 1330 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 19 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita perlu berdoa sebelum memulai kegiatan di sekolah maupun di rumah?
- Apa arti penting lambang bintang emas pada perisai Garuda Pancasila bagi kehidupan kita sehari-hari?
- Apa bunyi dan simbol dari sila kedua Pancasila?
- Mengapa kita harus saling menyayangi, menghargai sesama manusia, dan bersikap adil kepada teman?
- Apa bunyi dan lambang dari sila ketiga Pancasila?
- Mengapa kita perlu bersatu dan hidup rukun bersama teman-teman yang berbeda suku atau budaya di sekitar kita?
- Apa arti simbol kepala banteng pada sila keempat Pancasila?
- Mengapa dalam menyelesaikan masalah bersama kita perlu bermusyawarah dan tidak boleh memaksakan kehendak?
- Pernahkah kamu melihat orang yang membagi giliran bermain secara adil di lapangan?
- Menurutmu, mengapa kita harus menghargai hasil karya orang lain dan tidak boleh hidup boros di lingkungan sekitar?
- Perilaku apa yang biasanya kamu lakukan sebelum memulai belajar atau makan sebagai wujud syukur kepada Tuhan?
- Ketika melihat teman yang terjatuh di halaman sekolah, tindakan apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membantunya?
- Apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita jika warga saling membeda-bedakan suku atau asal daerah?
- Kegiatan apa di lingkungan sekitar kita yang menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan?
- Apa yang biasanya kita lakukan bersama keluarga atau teman ketika ingin menentukan tempat liburan atau permainan bersama?
- Mengapa kita harus bersikap adil dan tidak boleh boros saat menggunakan uang saku atau barang milik bersama?
- Pernahkah kalian melihat warga di lingkungan sekitar saling membantu atau bergotong royong?
- Bagaimana kita bisa mengenali bahwa suatu perbuatan di lingkungan sekitar merupakan wujud penerapan dari sila-sila Pancasila?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghormati teman yang sedang berdoa sebelum makan?
- Tindakan apa yang kamu tunjukkan ketika melihat teman tersandung dan bukunya berserakan di lantai?
- Apa yang terjadi jika dalam satu kelompok piket kelas tidak ada yang mau bekerja sama?
- Bagaimana cara kita menunjukkan persatuan dan kerja sama saat mengerjakan tugas bersama teman?
- Apa yang biasanya kita lakukan di kelas saat harus memilih regu piket kebersihan secara adil bersama teman-teman?
- Bagaimana cara kita menunjukkan pengamalan sila keempat saat ada teman yang sedang menyampaikan usulannya?
- Bagaimana caramu bersikap adil saat membagi tugas piket atau giliran bermain dengan teman?
- Tindakan apa saja yang menunjukkan sikap peduli dan menghargai hak orang lain di lingkungan sekitar kita?
- Bagaimana caramu memperagakan sikap saling menghormati saat ada teman yang berbeda agama hendak beribadah?
- Mengapa kita perlu berlatih bersama teman untuk menunjukkan perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitar?
- Siapakah tokoh yang pertama kali mengusulkan nama Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945?
- Sikap atau karakter apa saja yang dimiliki oleh Ir. Soekarno saat merumuskan dasar negara kita?
- Siapakah tokoh perumus Pancasila yang dikenal sebagai Bapak Proklamator dan gemar membaca buku?
- Apa saja karakter terpuji yang dimiliki oleh Drs. Mohammad Hatta?
- Siapakah Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo dalam perumusan Pancasila?
- Karakter teladan apa saja yang dimiliki oleh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo saat menyusun dasar negara?
- Karakter baik apa yang sama-sama dimiliki oleh para tokoh perumus Pancasila saat merumuskan dasar negara?
- Bagaimana karakter bersama para tokoh bangsa tersebut dapat kita jumpai pada orang-orang di sekitar kita?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah melekat dalam tindakan kita sehari-hari?
- Sikap teladan apa dari para perumus Pancasila yang paling kamu ingat dan terapkan di sekitarmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Makna Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi salah satu murid memimpin doa bersama sesuai agama dan keyakinan masing-masing (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan suasana ruang kelas yang nyaman dan tertib untuk belajar (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua pertanyaan: (1) 'Apa bunyi sila pertama Pancasila?' (acuan: 'Ketuhanan Yang Maha Esa'), dan (2) 'Apa simbol dari sila pertama Pancasila?' (acuan: simbol Bintang Emas) untuk mengecek kesiapan pengetahuan dasar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan gambar simbol Bintang Emas dan mengajak murid menyimak penjelasan interaktif tentang makna sila pertama Pancasila, yaitu: percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing, serta saling menghormati antarumat beragama di lingkungan sekitar (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencocokkan kartu konsep makna sila pertama yang dibagikan guru dengan 3 makna esensial sila pertama (acuan 3 kartu makna: (a) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) Toleransi dan menghormati peribadatan agama lain, (c) Hidup rukun antarumat beragama tanpa memaksakan keyakinan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan edukatif 'Tebak Makna Sila Pertama': murid berdiri jika pernyataan guru sesuai dengan makna sila pertama Pancasila, dan menyilangkan tangan jika tidak sesuai. Pernyataan yang diujikan: (1) Berdoa sebelum makan dan belajar (sesuai); (2) Mengganggu teman yang sedang beribadah (tidak sesuai); (3) Menghargai teman yang merayakan hari besar agamanya (sesuai); (4) Memaksa teman mengikuti agama kita (tidak sesuai) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) secara mandiri untuk mengidentifikasi makna sila pertama dari 4 contoh situasi konkret kehidupan sehari-hari: (1) 'Edo berdoa dengan tertib di gereja' -> makna: taat dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) 'Siti tidak membuat keributan saat tetangganya sedang beribadah di rumah' -> makna: menghormati pemeluk agama lain / toleransi beragama; (3) 'Keluarga Dayu merawat tempat ibadah di rumahnya' -> makna: ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (4) 'Budi berteman baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan agamanya' -> makna: kerukunan antarumat beragama (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas hasil pengerjaan LKM, memeriksa ketepatan jawaban berdasarkan acuan makna sila pertama yang telah dipelajari, dan meluruskan miskonsepsi bila ada (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan butir-butir penting makna sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (4 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas keterlibatan aktif seluruh murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya (makna sila kedua), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual bersimbol bintang dengan teks panduan singkat 3 makna inti sila pertama, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 contoh narasi situasi tambahan di masyarakat untuk diidentifikasi maknanya.
- Proses: Pada kegiatan aplikasi mandiri, guru memberikan pendampingan langsung (scaffolding) bagi murid yang belum lancar mengaitkan peristiwa sehari-hari dengan makna sila, sementara murid yang telah paham dibiarkan mengidentifikasi secara mandiri penuh.
- Produk: Murid dapat menyatakan identifikasi makna sila pertama dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau dengan memilih dan memasangkan label makna pada tabel situasi yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Apa bunyi sila pertama Pancasila?' (acuan: Ketuhanan Yang Maha Esa); (2) 'Sebutkan simbol sila pertama Pancasila!' (acuan: Bintang / Bintang Emas). Kriteria: murid yang menjawab tepat keduanya dikelompokkan siap belajar mandiri; murid yang belum tepat diberikan pengingat simbol dan bunyi terlebih dahulu.
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan respons gerak murid dalam permainan 'Tebak Makna Sila Pertama' pada 4 pernyataan acuan.
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Murid (LKM) mengidentifikasi makna sila pertama pada 4 situasi kehidupan sehari-hari (acuan situasi 1: taat/percaya kepada Tuhan; situasi 2: menghormati/toleransi antarumat beragama; situasi 3: ketakwaan terhadap Tuhan; situasi 4: kerukunan antarumat beragama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir pembelajaran: Murid secara lisan atau tulisan singkat menyebutkan 2 makna sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (acuan jawaban: (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa / taat beribadah; (2) Menghormati peribadatan agama lain / toleransi dan rukun antarumat beragama).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan mengenai bunyi dan lambang sila pertama Pancasila pada tahap Pendahuluan
- Asesmen observasi respon pada permainan interaktif 'Tebak Makna Sila Pertama'
- Asesmen tertulis pada LKM pengidentifikasian makna sila pertama Pancasila dalam 4 situasi sehari-hari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila dalam situasi kehidupan sehari-hari | Belum mampu mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila dari 4 situasi yang disajikan (0-1 situasi tepat dengan bimbingan penuh guru). | Mampu mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila pada 2 dari 4 situasi yang disajikan dengan tepat dan memerlukan bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila pada 3 dari 4 situasi yang disajikan dengan tepat secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila pada seluruh (4 dari 4) situasi yang disajikan dengan tepat secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi sudah terlaksana sesuai dengan alokasi waktu 70 menit?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila melalui permainan dan pengerjaan lembar kerja?
- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan situasi yang mencerminkan makna sila pertama dengan situasi yang tidak relevan?
Murid:- Apa makna sila pertama Pancasila yang paling mudah kamu pahami dan temui di rumah atau sekolah?
- Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan saat mempelajari makna sila pertama hari ini?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Makna Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara lisan/menuliskan simbol dan bunyi sila kedua Pancasila, serta memilih 1 dari 2 situasi yang mencerminkan rasa kemanusiaan (acuan: simbol = Rantai Emas; bunyi = Kemanusiaan yang adil dan beradab; pilihan tepat = menolong teman terjatuh, bukan menertawakan teman terjatuh) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar simbol rantai emas dan menyimak penjelasan guru mengenai 3 makna pokok sila kedua Pancasila: (1) Mengakui persamaan derajat sesama manusia tanpa membeda-bedakan, (2) Memiliki rasa peduli, tenggang rasa, dan saling menyayangi, serta (3) Gemar melakukan tindakan kemanusiaan seperti menolong orang yang kesusahan (10 menit).
- Murid membaca 3 contoh situasi sehari-hari yang disediakan guru: Situasi A (Made meminjamkan pensil kepada teman yang lupa membawa), Situasi B (Dayu berteman dengan semua orang tanpa membedakan suku/latar belakang), dan Situasi C (Edo menghibur kawan yang sedang sedih), lalu mencocokkan setiap situasi dengan makna pokok sila kedua secara bersama-sama (acuan: Situasi A -> gemar menolong; Situasi B -> mengakui persamaan derajat; Situasi C -> saling peduli/menyayangi) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Tantangan Pasangan Kartu Makna: Murid berpasangan memainkan kuis mencocokkan 4 kartu situasi kehidupan sehari-hari dengan makna sila kedua yang tepat: Kartu 1 ("Menjenguk teman yang sakit"), Kartu 2 ("Tidak mengejek kekurangan fisik teman"), Kartu 3 ("Membantu nenek menyeberang jalan"), Kartu 4 ("Membagi tugas kelompok secara adil sesama anggota") (acuan pasangan: Kartu 1 -> peduli dan tenggang rasa; Kartu 2 -> persamaan derajat dan saling menghormati; Kartu 3 -> gemar aksi kemanusiaan/menolong sesama; Kartu 4 -> berlaku adil terhadap sesama manusia) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi 4 butir pernyataan untuk mengidentifikasi apakah pernyataan tersebut mencerminkan makna sila kedua Pancasila atau bukan: Butir 1 ("Mengejek teman yang mendapat nilai rendah"), Butir 2 ("Berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa makanan"), Butir 3 ("Memilih-milih teman hanya yang kaya"), Butir 4 ("Menolong tetangga yang tertimpa musibah") (acuan: Butir 1 = Bukan; Butir 2 = Ya; Butir 3 = Bukan; Butir 4 = Ya) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa lembar kerja mandiri, membahas makna sila kedua yang terkandung di dalamnya, dan menyadari pentingnya memanusiakan orang lain di sekolah maupun lingkungan rumah (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan 3 makna utama sila kedua Pancasila (persamaan derajat, peduli/tenggang rasa, gemar menolong) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu bergambar visual situasi kemanusiaan bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum membedakan makna persamaan derajat dan aksi kemanusiaan; memberi waktu mandiri penuh bagi murid yang sudah paham.
- Produk: Murid dapat mengidentifikasi makna sila kedua dengan cara mencentang tabel pilihan atau menuliskan kata kunci makna secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan/tulis di awal pembelajaran: Murid menyebutkan simbol dan bunyi sila kedua Pancasila, serta memilih 1 dari 2 situasi yang mencerminkan sikap kemanusiaan (acuan: Simbol = Rantai Emas; Bunyi = Kemanusiaan yang adil dan beradab; Pilihan situasi tepat = menolong teman yang terjatuh).
Proses:- Formatif proses pada tahap Mengaplikasi: Murid memasangkan 4 kartu situasi sehari-hari dengan makna sila kedua: Kartu 1 ("Menjenguk teman yang sakit"), Kartu 2 ("Tidak mengejek kekurangan fisik teman"), Kartu 3 ("Membantu nenek menyeberang jalan"), Kartu 4 ("Membagi tugas kelompok secara adil sesama anggota") (acuan: Kartu 1 -> peduli dan tenggang rasa; Kartu 2 -> persamaan derajat; Kartu 3 -> gemar aksi kemanusiaan/menolong; Kartu 4 -> berlaku adil sesama manusia).
- Formatif mandiri: Memeriksa lembar kerja 4 butir (acuan: Butir 1 [Mengejek teman] = Bukan; Butir 2 [Berbagi bekal] = Ya; Butir 3 [Memilih-milih teman kaya] = Bukan; Butir 4 [Menolong tetangga tertimpa musibah] = Ya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di penutup: Murid menjawab 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 2 makna dari sila kedua Pancasila! (acuan: memilih 2 dari persamaan derajat, peduli/tenggang rasa, saling menyayangi, gemar menolong sesama); (2) Jika ada teman yang terjatuh, apakah menolongnya sesuai dengan makna sila kedua? (acuan: Ya, sesuai karena mencerminkan kepedulian dan gemar menolong sesama manusia).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan tentang simbol, bunyi, dan contoh dasar kemanusiaan.
- Observasi unjuk kerja permainan memasangkan 4 kartu situasi dengan makna sila kedua.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir pernyataan identifikasi makna sila kedua.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila pada situasi kehidupan sehari-hari | Tepat mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila pada 1 dari 4 butir situasi yang disajikan (acuan: Butir 1 = Bukan; Butir 2 = Ya; Butir 3 = Bukan; Butir 4 = Ya) dengan bimbingan penuh guru. | Tepat mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila pada 2 dari 4 butir situasi yang disajikan (acuan: Butir 1 = Bukan; Butir 2 = Ya; Butir 3 = Bukan; Butir 4 = Ya) dengan arahan guru. | Tepat mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila pada 3 dari 4 butir situasi yang disajikan (acuan: Butir 1 = Bukan; Butir 2 = Ya; Butir 3 = Bukan; Butir 4 = Ya) secara mandiri. | Tepat mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila pada seluruh 4 butir situasi yang disajikan (acuan: Butir 1 = Bukan; Butir 2 = Ya; Butir 3 = Bukan; Butir 4 = Ya) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan tindakan yang mencerminkan makna sila kedua Pancasila dengan tindakan yang bertentangan?
- Apakah aktivitas permainan kartu situasi efektif membantu murid memahami makna kemanusiaan, persamaan derajat, dan kepedulian?
Murid:- Makna apa dari sila kedua Pancasila yang paling kamu ingat hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar cara memperlakukan sesama teman dengan adil dan penuh kasih sayang?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Makna Sila Ketiga Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi makna sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan simbol sila ketiga beserta maknanya secara umum (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan gambar pohon beringin dan membaca teks singkat mengenai makna sila ketiga Pancasila: persatuan, cinta tanah air, dan kerukunan dalam keberagaman (10 menit).
- Murid bermain kuis cepat 'Tebak Makna Sila Ketiga' secara berpasangan untuk mengidentifikasi kata kunci makna sila ketiga (persatuan, rukun, cinta tanah air, gotong royong) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menerima lembar kerja yang memuat 4 pernyataan peristiwa sehari-hari untuk diidentifikasi apakah mencerminkan makna sila ketiga Pancasila atau bukan: (1) Mengajak bermain teman yang berbeda suku tanpa membeda-bedakan [Sesuai - Makna persatuan dan kerukunan]; (2) Membanggakan dan menggunakan produk buatan dalam negeri [Sesuai - Makna cinta tanah air]; (3) Berkelahi dan bermusuhan karena berbeda asal daerah [Tidak sesuai - Bertentangan dengan makna persatuan]; (4) Bekerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal bersama warga [Sesuai - Makna persatuan dan gotong royong] (15 menit).
- Murid mencocokkan hasil identifikasinya bersama teman sebangku dan menandai alasan keterkaitan pernyataan tersebut dengan makna sila ketiga (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan butir-butir makna utama sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Murid memikirkan kembali satu hal baru tentang pentingnya menjaga persatuan yang telah dipelajarinya hari ini (3 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir berisi 2 butir soal identifikasi makna sila ketiga Pancasila (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan murid, memberikan arahan materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci makna sila ketiga (persatuan, rukun, cinta bangsa), sedangkan murid yang sudah mahir mengidentifikasi makna sila ketiga dari skenario cerita yang lebih panjang.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mengerjakan lembar identifikasi secara terbimbing berpasangan, sedangkan murid mahir mengerjakannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi kesesuaian makna sila ketiga pada lembar kerja, murid cepat dapat menambahkan identifikasi makna sila ketiga pada contoh tindakan lain di lingkungan sekitar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan simbol sila ketiga Pancasila dan sebutkan satu makna utamanya!' (Acuan jawaban benar: Simbol pohon beringin; makna: persatuan Indonesia / bersatu / tidak terpecah-belah / rukun).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 pernyataan peristiwa sehari-hari: (1) Mengajak bermain teman yang berbeda suku [Sesuai - Persatuan/kerukunan]; (2) Membanggakan dan menggunakan produk buatan dalam negeri [Sesuai - Cinta tanah air]; (3) Berkelahi karena berbeda daerah [Tidak sesuai]; (4) Bekerja bakti membersihkan lingkungan [Sesuai - Gotong royong/persatuan]. (Acuan: Murid tepat mengidentifikasi status kesesuaian ke-4 butir tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis (2 butir): (1) Dari dua tindakan berikut, manakah yang mencerminkan makna sila ketiga Pancasila: 'A. Hanya mau berteman dengan suku sendiri' atau 'B. Menghargai teman dari berbagai suku'? (Acuan jawaban benar: B); (2) Sebutkan makna utama sila ketiga dari kegiatan kerja bakti warga di lingkungan sekitar! (Acuan jawaban benar: persatuan / kerukunan / kebersamaan / gotong royong).
Formatif:- Asesmen awal berupa tanya jawab diagnostik mengenai simbol dan makna dasar sila ketiga Pancasila.
- Asesmen proses berupa lembar kerja identifikasi 4 pernyataan makna sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Makna Sila Ketiga Pancasila | Belum tepat mengidentifikasi keterkaitan pernyataan peristiwa dengan makna sila ketiga Pancasila (0-1 dari 4 butir tepat). | Mulai tepat mengidentifikasi keterkaitan pernyataan peristiwa dengan makna sila ketiga Pancasila (2 dari 4 butir tepat). | Tepat mengidentifikasi keterkaitan pernyataan peristiwa dengan makna sila ketiga Pancasila (3 dari 4 butir tepat). | Tepat mengidentifikasi seluruh keterkaitan pernyataan peristiwa dengan makna sila ketiga Pancasila secara mandiri (4 dari 4 butir tepat: butir 1 sesuai, butir 2 sesuai, butir 3 tidak sesuai, butir 4 sesuai). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak kata dan lembar identifikasi membantu murid memahami makna sila ketiga dengan baik?
- Apakah pembagian waktu pada setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menyenangkan bagi kalian?
- Apa makna penting dari sila ketiga Pancasila yang kamu temukan hari ini?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Makna Sila Keempat Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi makna sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) Sebutkan bunyi sila keempat Pancasila! (acuan: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan); (2) Sebutkan simbol sila keempat! (acuan: kepala banteng) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang makna sila keempat Pancasila yang disimbolkan dengan kepala banteng, yang mencakup 3 nilai inti: (1) Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan bersama; (2) Menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak pribadi; (3) Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam menyelesaikan masalah (10 menit).
- Murid membaca teks komik situasi di buku siswa mengenai pemilihan tujuan rekreasi bersama teman-teman yang diselesaikan melalui musyawarah secara rukun dan saling mendengarkan usul (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis cepat gembira 'Tebak Makna Sila Keempat', di mana murid mengangkat kartu berlabel 'Makna Sila 4' atau 'Bukan Makna Sila 4' saat guru membacakan 4 pernyataan situasi sehari-hari secara bergantian (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Makna Sila Keempat yang memuat 4 pernyataan situasi berikut beserta penentuan keterkaitannya: (1) 'Menghargai pendapat teman saat musyawarah pembagian tugas regu piket' (acuan: Ya, mencerminkan makna sila 4); (2) 'Memaksa seluruh anggota kelompok mengikuti kemauannya sendiri' (acuan: Tidak, bertentangan dengan makna sila 4); (3) 'Menerima hasil keputusan bersama dalam pemilihan ketua kelas dengan ikhlas' (acuan: Ya, mencerminkan makna sila 4); (4) 'Menyela teman yang sedang berbicara menyampaikan saran saat rapat kelas' (acuan: Tidak, bertentangan dengan makna sila 4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Bersama guru, murid mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan dan mengidentifikasi alasan di balik setiap butir makna yang dipelajari (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi di buku tulis mengenai pentingnya tidak memaksakan kehendak kepada teman saat berdiskusi di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 makna utama sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (musyawarah, menghargai pendapat, dan tidak memaksakan kehendak) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai makna sila kelima, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi kata kunci makna sila keempat (musyawarah, mufakat, tidak memaksa, menghargai pendapat).
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru membaca ulang opsi pernyataan situasi; murid berkemampuan cepat diberikan 2 butir pernyataan situasi tambahan pada topik yang sama.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi makna sila keempat dengan memberi tanda centang pada tabel pilihan atau menuliskan penjelasannya secara mandiri sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan awal 2 butir: (1) Pertanyaan: Sebutkan bunyi sila keempat Pancasila! (acuan: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan); (2) Pertanyaan: Sebutkan lambang sila keempat Pancasila! (acuan: kepala banteng).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat kuis cepat berpasangan 'Tebak Makna Sila Keempat'.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Makna Sila Keempat dengan 4 butir pernyataan: Butir 1: 'Menghargai pendapat teman saat musyawarah pembagian tugas regu piket' (acuan: Ya); Butir 2: 'Memaksa seluruh anggota kelompok mengikuti kemauannya sendiri' (acuan: Tidak); Butir 3: 'Menerima hasil keputusan bersama dalam pemilihan ketua kelas dengan ikhlas' (acuan: Ya); Butir 4: 'Menyela teman yang sedang berbicara menyampaikan saran saat rapat kelas' (acuan: Tidak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan secara lisan atau tertulis 1 makna sila keempat Pancasila dalam kegiatan di sekolah (acuan kriteria: menyebutkan nilai musyawarah mufakat, saling menghargai pendapat, atau tidak memaksakan kehendak).
Formatif:- Kuis lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Kuis cepat interaktif 'Tebak Makna Sila Keempat'
- Lembar Kerja Identifikasi Makna Sila Keempat Pancasila (tugas mandiri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Makna Sila Keempat Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari | Tepat mengidentifikasi makna sila keempat pada paling banyak 1 dari 4 butir pernyataan situasi yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi makna sila keempat pada 2 dari 4 butir pernyataan situasi yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi makna sila keempat pada 3 dari 4 butir pernyataan situasi yang diberikan secara mandiri. | Tepat mengidentifikasi makna sila keempat pada seluruh (4 dari 4) butir pernyataan situasi yang diberikan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit memadai untuk memfasilitasi murid memahami makna sila keempat Pancasila?
- Bagian mana dari aktivitas yang paling efektif membantu murid membedakan sikap yang sesuai dan tidak sesuai dengan makna sila keempat?
Murid:- Apa makna penting dari sila keempat Pancasila yang kamu pelajari hari ini?
- Apakah kamu pernah mendengarkan pendapat teman yang berbeda saat berdiskusi di kelas?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Makna Sila Kelima Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi makna sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan membacakan 2 situasi: (1) 'Budi membagi jatah air minum sama rata kepada regu piket' dan (2) 'Edo mengambil semua bola sendiri tanpa membagi'. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika mencerminkan makna keadilan sosial dan jempol ke bawah jika tidak (acuan: situasi 1 = jempol atas/adil; situasi 2 = jempol bawah/tidak adil) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan simbol sila kelima (Padi dan Kapas) dan memaparkan 4 makna inti sila kelima dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar: (1) Berlaku adil terhadap sesama, (2) Menghargai hak dan hasil karya orang lain, (3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta (4) Bersikap hemat dan suka bekerja keras (8 menit).
- Murid secara mandiri mencocokkan makna inti tersebut dengan 4 contoh situasi konkret di lingkungan sekitar yang dibacakan guru: Situasi A 'Tidak mencoret karya gambar milik teman di mading sekolah' (makna: menghargai hak/karya orang lain); Situasi B 'Membagi tugas membersihkan selokan lingkungan secara merata' (makna: berlaku adil terhadap sesama); Situasi C 'Menabung uang saku dan tidak jajan berlebihan' (makna: bersikap hemat/suka bekerja keras); Situasi D 'Melaksanakan tugas ronda malam sebelum menuntut lingkungan yang aman' (makna: menjaga keseimbangan hak dan kewajiban) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Makna Keadilan yang berisi 4 kartu pernyataan tindakan sehari-hari di lingkungan sekitar. Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Makna Sila Kelima' dengan menempelkan label makna yang tepat pada setiap kartu pernyataan (12 menit).
- Adapun 4 kartu pernyataan dan pasangan acuannya adalah: Kartu 1 'Meminjamkan alat tulis kepada teman tanpa membeda-bedakan status sosial' -> Makna: Berlaku adil terhadap sesama; Kartu 2 'Mengapresiasi dan memuji kerajinan tangan dari barang bekas buatan tetangga' -> Makna: Menghargai hak dan hasil karya orang lain; Kartu 3 'Mematikan lampu kamar setelah selesai belajar agar tidak boros listrik' -> Makna: Bersikap hemat dan suka bekerja keras; Kartu 4 'Merapikan kembali buku perpustakaan desa setelah selesai membaca' -> Makna: Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban (acuan: pasangan kunci di atas) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa lembar kerja pasangannya bersama-sama dan memverifikasi ketepatan pasangan makna sila kelima (5 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi singkat pada kertas memo tentang makna sila kelima yang paling sering mereka jumpai saat beraktivitas di lingkungan sekitar rumah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 makna inti sila kelima Pancasila (berlaku adil, menghargai karya/hak orang lain, menjaga keseimbangan hak-kewajiban, serta hidup hemat dan bekerja keras) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (penerapan sila pertama dan kedua), dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pernyataan bergambar visual bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret.
- Proses: Murid yang sudah cepat memahami diberikan 2 pernyataan pengayaan tambahan untuk diidentifikasi maknanya secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan kata kunci makna.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi makna berupa penempelan label kartu kata atau menuliskan kode huruf pasangan makna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan awal murid melalui respon jempol atas/bawah terhadap 2 situasi perlakuan di lingkungan sekitar: (1) 'Budi membagi jatah air minum sama rata kepada regu piket' (acuan: benar/mencerminkan keadilan, jempol atas); (2) 'Edo mengambil semua bola sendiri tanpa membagi' (acuan: salah/tidak mencerminkan keadilan, jempol bawah).
Proses:- Pengamatan ketercapaian murid dalam mengidentifikasi makna sila kelima pada Lembar Aktivitas 4 kartu pernyataan dengan kriteria ketepatan memasangkan: Kartu 1 -> Berlaku adil terhadap sesama; Kartu 2 -> Menghargai hak dan hasil karya orang lain; Kartu 3 -> Bersikap hemat dan suka bekerja keras; Kartu 4 -> Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri pada tahap penutup: murid menyebutkan kembali minimal 3 dari 4 makna sila kelima Pancasila berdasarkan daftar acuan: (1) berlaku adil terhadap sesama, (2) menghargai hak dan hasil karya orang lain, (3) menjaga keseimbangan hak dan kewajiban, (4) bersikap hemat dan suka bekerja keras.
Formatif:- Asesmen diagnostik respon gerak jempol pada pendahuluan
- Asesmen proses melalui Lembar Aktivitas kuis tebak makna 4 kartu pernyataan sila kelima
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Makna Sila Kelima Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari | Tepat mengidentifikasi makna sila kelima pada paling banyak 1 dari 4 kartu situasi yang disajikan. | Tepat mengidentifikasi makna sila kelima pada 2 dari 4 kartu situasi yang disajikan. | Tepat mengidentifikasi makna sila kelima pada 3 dari 4 kartu situasi yang disajikan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi makna sila kelima pada seluruh 4 kartu situasi yang disajikan secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh situasi kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar yang disajikan sudah cukup konkret bagi murid?
- Bagian makna sila kelima mana yang paling sering tertukar atau sulit diidentifikasi oleh murid?
Murid:- Makna sila kelima mana yang paling mudah kamu kenali dalam kehidupan sehari-hari di sekitarmu?
- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang makna adil dan hemat?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Penerapan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sesuai agama masing-masing (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar nyaman untuk belajar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 2 contoh tindakan sehari-hari, yaitu (1) Berdoa sebelum makan dan (2) Menolong teman yang terjatuh, lalu meminta murid menyebutkan apakah tindakan tersebut mencerminkan sila ke-1 atau sila ke-2 (acuan: tindakan 1 = Sila ke-1; tindakan 2 = Sila ke-2) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi penerapan sila pertama dan sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan tabel 4 contoh perilaku konkret di papan tulis: (1) Berdoa sebelum belajar di kelas; (2) Menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah puasa atau kebaktian; (3) Berbagi bekal makanan kepada teman yang lupa membawa uang jajan; (4) Menjenguk dan mendoakan teman kelas yang sedang sakit (10 menit).
- Murid mencermati dan dibimbing guru mengelompokkan perilaku tersebut: perilaku 1 dan 2 sebagai penerapan Sila Pertama (nilai ketuhanan, ibadah, toleransi beragama), serta perilaku 3 dan 4 sebagai penerapan Sila Kedua (nilai kemanusiaan, peduli sesama, tolong-menolong) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kuis kartu cepat 'Tebak Sila Pancasila': secara bergiliran guru membacakan 4 kartu situasi: Kartu A: 'Memberi kesempatan teman beribadah tepat waktu'; Kartu B: 'Menghibur teman yang sedang sedih karena pensilnya hilang'; Kartu C: 'Berdoa bersama keluarga sebelum tidur malam'; Kartu D: 'Mengumpulkan sumbangan sukarela untuk korban bencana kebakaran', lalu murid serempak mengangkat papan mini bertuliskan angka '1' atau '2' (acuan kunci: Kartu A = Sila 1; Kartu B = Sila 2; Kartu C = Sila 1; Kartu D = Sila 2) (12 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan sila yang diterapkan (Sila 1 atau Sila 2): Butir 1: 'Taat menjalankan ibadah sesuai keyakinan'; Butir 2: 'Membantu nenek menyeberang jalan raya'; Butir 3: 'Tidak mengganggu teman yang sedang membaca kitab suci'; Butir 4: 'Meminjamkan alat tulis kepada teman sebangku yang membutuhkan' (acuan kunci: Butir 1 = Sila 1; Butir 2 = Sila 2; Butir 3 = Sila 1; Butir 4 = Sila 2) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa kebenaran hasil klasifikasi 4 butir lembar kerja, di mana murid menandai jawabannya sendiri secara jujur dan berkesadaran (8 menit).
- Murid menyebutkan 1 contoh penerapan sila pertama dan 1 contoh penerapan sila kedua yang sudah berhasil mereka lakukan sendiri di rumah atau sekolah hari ini (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep mengenai pentingnya menerapkan nilai ketuhanan (sila 1) dan nilai kemanusiaan (sila 2) dalam kehidupan sehari-hari (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks pernyataan yang dilengkapi simbol visual (gambar bintang untuk sila 1 dan gambar rantai untuk sila 2), sedangkan murid yang cepat diberikan lembar kerja berisi pernyataan situasi kontekstual yang lebih panjang.
- Proses: Murid yang masih bingung membedakan sila 1 dan sila 2 mendapat pendampingan terbimbing dengan mengidentifikasi kata kunci ('doa/ibadah' untuk sila 1, 'tolong/bantu' untuk sila 2), sedangkan murid yang cepat mengerjakan klasifikasi secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pada lembar kerja klasifikasi tabel dua kolom (kolom Sila 1 dan kolom Sila 2).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pembelajaran: Murid menentukan pasangan sila dari 2 contoh tindakan sehari-hari yang dibacakan guru: Tindakan (1) 'Berdoa sebelum makan' (acuan: Sila 1) dan Tindakan (2) 'Menolong teman yang terjatuh' (acuan: Sila 2).
Proses:- Observasi respon murid dalam kuis 4 kartu situasi (Kartu A: Memberi kesempatan teman beribadah -> acuan: Sila 1; Kartu B: Menghibur teman yang sedih -> acuan: Sila 2; Kartu C: Berdoa bersama keluarga -> acuan: Sila 1; Kartu D: Mengumpulkan sumbangan korban kebakaran -> acuan: Sila 2).
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Mandiri 4 butir: (1) Taat ibadah -> Sila 1; (2) Membantu nenek menyeberang -> Sila 2; (3) Tidak mengganggu teman ibadah -> Sila 1; (4) Meminjamkan alat tulis -> Sila 2.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid mengidentifikasi 2 situasi baru yang dibacakan guru: Situasi (1) 'Menghargai teman yang sedang salat/kebaktian' (acuan: penerapan Sila Pertama) dan Situasi (2) 'Membagi makanan secara adil kepada adik' (acuan: penerapan Sila Kedua).
Formatif:- Kuis papan mini 'Tebak Sila Pancasila' saat kegiatan inti
- Lembar Kerja Mandiri identifikasi penerapan Sila 1 dan Sila 2 Pancasila
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi penerapan Sila Pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (acuan butir: ibadah/doa/toleransi beragama) | Belum mampu mengidentifikasi penerapan Sila Pertama dari contoh situasi yang disajikan, bahkan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 1 contoh penerapan Sila Pertama secara tepat dengan bantuan petunjuk kata kunci dari guru. | Mampu mengidentifikasi 2 contoh penerapan Sila Pertama secara tepat secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu mengidentifikasi seluruh (lebih dari 2) contoh penerapan Sila Pertama secara tepat dan konsisten secara mandiri tanpa keraguan. | | Mengidentifikasi penerapan Sila Kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (acuan butir: peduli/menolong sesama manusia) | Belum mampu mengidentifikasi penerapan Sila Kedua dari contoh situasi yang disajikan, bahkan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 1 contoh penerapan Sila Kedua secara tepat dengan bantuan petunjuk kata kunci dari guru. | Mampu mengidentifikasi 2 contoh penerapan Sila Kedua secara tepat secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu mengidentifikasi seluruh (lebih dari 2) contoh penerapan Sila Kedua secara tepat dan konsisten secara mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara tindakan penerapan Sila Pertama (ketuhanan) dan Sila Kedua (kemanusiaan)?
- Langkah pembelajaran mana yang paling efektif membantu murid mengidentifikasi penerapan sila-sila tersebut?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa membedakan tindakan yang termasuk pengamalan sila pertama dan sila kedua?
- Tindakan pengamalan sila pertama dan kedua apa yang paling sering kamu lakukan di rumah atau di sekolah?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Penerapan Sila Ketiga Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang simbol dan nilai pokok sila ketiga: 'Sila ketiga berbunyi apa dan apa simbolnya?' serta 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama warga di lingkungan RT yang menunjukkan persatuan!' (acuan jawaban: bunyi 'Persatuan Indonesia', simbol pohon beringin; contoh kegiatan: kerja bakti warga, ronda malam bersama, atau gotong royong membersihkan selokan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati 4 kartu teks situasi kegiatan di lingkungan masyarakat: (1) Warga bergotong royong membersihkan saluran air menjelang musim hujan; (2) Anak-anak bermain gobak sodor bersama teman baru yang berbeda suku tanpa membeda-bedakan; (3) Doni menolak menyapa tetangga karena berbeda daerah asal; (4) Warga memakai pakaian adat nusantara saat memeriahkan pawai kemerdekaan di kelurahan (10 menit).
- Murid bersama guru membahas ciri tindakan yang mengutamakan kerukunan, persatuan, dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, bahasa, maupun budaya (acuan: tindakan 1, 2, dan 4 adalah penerapan sila ketiga karena mengutamakan kebersamaan dan persatuan; tindakan 3 bukan penerapan sila ketiga karena memecah belah dan membeda-bedakan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan kelompok 'Detektif Persatuan': setiap kelompok menerima Lembar Detektif yang memuat 5 skenario perilaku di lingkungan sekitar untuk diidentifikasi apakah termasuk penerapan sila ketiga Pancasila (diberi tanda centang) atau bukan penerapan sila ketiga (diberi tanda silang). Kelima skenario adalah: (1) Mengikuti kerja bakti membersihkan lapangan desa bersama warga; (2) Hanya mau berteman dengan tetangga yang satu suku bangsa saja; (3) Mempelajari dan menghargai kesenian daerah lain saat pentas seni RT; (4) Ikut serta menjaga ketertiban ronda malam lingkungan secara sukarela; (5) Mengejek dialek bahasa daerah teman yang baru pindah rumah (acuan kunci: nomor 1 centang/penerapan, nomor 2 silang/bukan, nomor 3 centang/penerapan, nomor 4 centang/penerapan, nomor 5 silang/bukan) (15 menit).
- Setiap kelompok mencocokkan hasil identifikasi mereka terhadap 5 skenario tersebut dengan kunci acuan yang dibuka bersama guru di papan tulis, lalu murid menandai jawaban yang tepat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu mengisi lembar refleksi kesadaran diri: memilih satu tindakan nyata yang sudah pernah dilakukan di lingkungan rumah/sekolah yang mencerminkan persatuan (misalnya membantu teman tanpa membedakan suku, ikut piket kelas bersama, atau menyapa tetangga baru) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran hari ini bahwa penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan sekitar diwujudkan melalui sikap rukun, tidak membeda-bedakan teman/tetangga, cinta tanah air, dan gotong royong demi persatuan (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketepatan identifikasi murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (penerapan sila keempat dan kelima), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario berilustrasi visual situasi lingkungan sekitar, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan kartu skenario berbasis teks narasi yang memuat dilema keberagaman lingkungan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam kelompok terfokus saat membaca kata kunci 'bersama' atau 'membeda-bedakan', sedangkan murid yang mandiri bekerja sama langsung menyelesaikan Lembar Detektif.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar identifikasi 5 skenario perilaku; murid yang cepat dapat menambahkan 1 contoh identifikasi perilaku persatuan lain di buku catatan masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai simbol, bunyi, dan 1 contoh tindakan persatuan warga di lingkungan RT (acuan: sila ketiga berbunyi 'Persatuan Indonesia', simbol pohon beringin; contoh tindakan: kerja bakti warga, ronda malam bersama, gotong royong membersihkan selokan).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Detektif Persatuan yang berisi identifikasi 5 skenario perilaku di lingkungan sekitar (acuan kunci: Skenario 1 = Penerapan; Skenario 2 = Bukan penerapan; Skenario 3 = Penerapan; Skenario 4 = Penerapan; Skenario 5 = Bukan penerapan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan/tulis di penutup: Murid mengidentifikasi apakah pernyataan 'Memilih-milih teman bermain hanya yang berasal dari satu daerah asal' merupakan penerapan sila ketiga Pancasila atau bukan (acuan: Bukan penerapan sila ketiga, karena memecah belah dan bertentangan dengan semangat persatuan).
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok melalui Lembar Detektif Persatuan (mengidentifikasi 5 skenario tindakan penerapan sila ketiga Pancasila)
- Observasi partisipasi aktif saat verifikasi jawaban bersama kunci acuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Penerapan Sila Ketiga Pancasila | Mengidentifikasi dengan tepat maksimal 2 dari 5 skenario penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan sekitar sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 5 skenario penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan sekitar sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 4 dari 5 skenario penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan sekitar sesuai kunci acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (5 dari 5) skenario penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan sekitar sesuai kunci acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario perilaku kontekstual yang disajikan sudah memudahkan murid membedakan penerapan dan bukan penerapan sila ketiga?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tantangan Detektif Persatuan?
Murid:- Tindakan apa yang paling mudah kamu kenali sebagai wujud persatuan di lingkungan sekitarmu?
- Apa yang akan kamu lakukan jika melihat ada teman yang diejek karena berbeda asal daerah atau bahasanya?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Penerapan Sila Keempat dan Kelima Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak-anak bermusyawarah menentukan regu piket) dan Gambar B (anak membagi kue sama rata kepada adiknya), lalu murid secara lisan mengidentifikasi sila yang sesuai (acuan: Gambar A = Sila Keempat; Gambar B = Sila Kelima) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi contoh penerapan sila keempat dan sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui teks dan infografis mengenai contoh penerapan sila keempat (musyawarah, menghargai pendapat, menerima hasil keputusan) dan sila kelima (bersikap adil, hidup hemat/tidak boros, suka menolong, menghormati hak orang lain) dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat 'Tebak Sila Ceria': guru membacakan 4 pernyataan tindakan, lalu murid bersama pasangannya mengangkat kartu angka '4' atau '5'. Butir pernyataan: (1) Menghargai pendapat teman saat menentukan ketua kelompok (acuan: Sila 4); (2) Menyisihkan uang saku untuk ditabung di celengan (acuan: Sila 5); (3) Menerima hasil mufakat bersama warga untuk kerja bakti (acuan: Sila 4); (4) Membagi tugas piket kebersihan kelas secara seimbang tanpa membeda-bedakan teman (acuan: Sila 5) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan menerima Lembar Kerja Klasifikasi Penerapan Sila yang memuat 6 kartu situasi tindakan nyata sehari-hari (5 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan mengelompokkan 6 kartu situasi tersebut ke dalam kolom 'Penerapan Sila Keempat' atau 'Penerapan Sila Kelima'. Daftar 6 kartu situasi: (1) Mengadakan pemilihan ketua RT secara tertib dan mufakat; (2) Tidak bergaya hidup mewah dan merawat fasilitas umum; (3) Memberi kesempatan teman menyampaikan usul dalam diskusi; (4) Menghargai hasil karya orang lain dengan tidak meniru tanpa izin; (5) Mematuhi aturan bersama yang sudah disepakati dalam rapat kelas; (6) Menolong korban bencana alam dengan menyumbangkan pakaian layak pakai (acuan pengelompokan: Sila 4 = nomor 1, 3, 5; Sila 5 = nomor 2, 4, 6) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok menukar hasil lembar kerja dengan kelompok sebelah untuk mencocokkan hasil klasifikasi bersama guru berdasarkan kunci acuan yang tepat (5 menit).
- Murid secara sadar merenungkan dan menyebutkan satu tindakan penerapan sila keempat atau sila kelima yang sudah pernah mereka lakukan di rumah atau di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai bentuk nyata penerapan sila keempat (mengutamakan musyawarah dan mufakat) serta sila kelima (menjunjung keadilan dan kepedulian sosial) (5 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman akhir (2 butir singkat), mengapresiasi kerja kelompok, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (ragam tindakan penerapan sila Pancasila), dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi yang dilengkapi gambar ilustrasi kontekstual, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan kartu situasi berupa studi kasus narasi pendek tanpa gambar.
- Proses: Guru memberikan bimbingan berkala pada kelompok yang kesulitan membedakan nilai keadilan (sila 5) dan musyawarah (sila 4), sementara kelompok yang mandiri langsung bekerja menyelesaikan klasifikasi.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil identifikasi berupa tabel tempel kartu atau peta pikiran pengelompokan sila keempat dan kelima.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid mengamati 2 gambar situasi: Gambar A (anak-anak bermusyawarah menentukan jadwal piket) dan Gambar B (anak membagi kue sama rata kepada adiknya). Murid diminta mengidentifikasi sila yang sesuai (acuan kunci: Gambar A = penerapan Sila Keempat; Gambar B = penerapan Sila Kelima).
Proses:- Penilaian lembar kerja klasifikasi kelompok berisi 6 kartu situasi tindakan: Murid mengelompokkan kartu ke kolom Sila Keempat atau Sila Kelima. Target: tepat mengelompokkan minimal 5 dari 6 kartu situasi. Acuan kunci: Sila Keempat = kartu (1) Mengadakan pemilihan ketua RT secara tertib dan mufakat, (3) Memberi kesempatan teman menyampaikan usul dalam diskusi, (5) Mematuhi aturan bersama yang sudah disepakati dalam rapat kelas; Sila Kelima = kartu (2) Tidak bergaya hidup mewah dan merawat fasilitas umum, (4) Menghargai hasil karya orang lain dengan tidak meniru tanpa izin, (6) Menolong korban bencana alam dengan menyumbangkan pakaian layak pakai.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir soal): (1) 'Menghargai pendapat teman saat musyawarah menentukan ketua kelas merupakan penerapan sila ke-...' (acuan kunci: empat/4); (2) 'Gemar menabung dan tidak boros menggunakan uang jajan merupakan penerapan sila ke-...' (acuan kunci: lima/5).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk memetakan pemahaman awal murid terkait simbol dan tindakan sila keempat dan kelima.
- Observasi unjuk kerja saat kuis cepat 'Tebak Sila Ceria' dan pengerjaan lembar kerja klasifikasi 6 kartu situasi dalam kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Penerapan Sila Keempat Pancasila | Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 3 contoh penerapan sila keempat yang disajikan pada kartu situasi. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 3 contoh penerapan sila keempat yang disajikan pada kartu situasi. | Tepat mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) contoh penerapan sila keempat yang disajikan pada kartu situasi dengan sedikit bantuan atau arahan guru. | Tepat mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) contoh penerapan sila keempat yang disajikan pada kartu situasi secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan. | | Ketepatan Mengidentifikasi Penerapan Sila Kelima Pancasila | Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 3 contoh penerapan sila kelima yang disajikan pada kartu situasi. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 3 contoh penerapan sila kelima yang disajikan pada kartu situasi. | Tepat mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) contoh penerapan sila kelima yang disajikan pada kartu situasi dengan sedikit bantuan atau arahan guru. | Tepat mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) contoh penerapan sila kelima yang disajikan pada kartu situasi secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas kuis tebak sila dan klasifikasi kartu situasi efektif memfasilitasi murid dalam membedakan penerapan sila keempat dan kelima?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi waktu tambahan atau penyederhanaan instruksi?
Murid:- Contoh penerapan sila manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu bedakan hari ini?
- Tindakan adil atau musyawarah apa yang ingin kamu terapkan bersama teman-temanmu besok di sekolah?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Ragam Tindakan Penerapan Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi ragam tindakan penerapan sila pertama hingga kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan penerapan sila: 'Jika warga mengadakan kerja bakti membersihkan selokan desa, itu contoh penerapan sila ke berapa?' Murid menjawab serempak atau mengacungkan jari (acuan jawaban: Sila ke-3 Persatuan Indonesia) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan 5 deskripsi tindakan nyata di lingkungan masyarakat: (1) Menghormati tetangga yang sedang menjalankan ibadah, (2) Memberi bantuan makanan kepada korban banjir tanpa membeda-bedakan, (3) Ikut serta ronda malam menjaga keamanan kampung, (4) Mengikuti rembuk warga RT untuk menentukan jadwal posyandu, (5) Membagi giliran air irigasi secara merata kepada seluruh petani (10 menit).
- Murid mencermati bersama kelima tindakan tersebut dan secara terbimbing mengaitkan setiap tindakan dengan sila Pancasila yang bersesuaian (acuan: Tindakan 1 = Sila ke-1; Tindakan 2 = Sila ke-2; Tindakan 3 = Sila ke-3; Tindakan 4 = Sila ke-4; Tindakan 5 = Sila ke-5) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan untuk memainkan tantangan kuis cepat 'Cocok Ragam Pancasila' menggunakan lembar kerja pasangan (5 menit).
- Setiap pasangan mengidentifikasi dan menjodohkan 5 kartu ragam tindakan masyarakat berikut ke nomor sila Pancasila yang tepat: Kartu A: 'Warga mendoakan tetangga yang tertimpa musibah', Kartu B: 'Menjenguk tetangga yang sakit dan membawakan obat', Kartu C: 'Warga berbeda suku kompak menghias gapura 17 Agustus bersama', Kartu D: 'Warga bermusyawarah di balai desa memilih ketua RW', Kartu E: 'Pengurus membagikan bantuan sembako dengan porsi yang sama rata kepada seluruh warga miskin' (acuan pasangan tepat: Kartu A = Sila 1; Kartu B = Sila 2; Kartu C = Sila 3; Kartu D = Sila 4; Kartu E = Sila 5) (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar identifikasi individu berisi 5 pernyataan tindakan di lingkungan sekitar: (1) Menghargai teman yang berbeda agama saat berdoa sebelum belajar bersama, (2) Membantu nenek menyeberang jalan di perempatan kampung, (3) Mengikuti kerja bakti membersihkan lapangan desa, (4) Menghargai hasil musyawarah pemilihan ketua kelas, (5) Memberikan antrean fasilitas kesehatan secara tertib dan adil (acuan kunci jawaban: 1 = Sila ke-1; 2 = Sila ke-2; 3 = Sila ke-3; 4 = Sila ke-4; 5 = Sila ke-5) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid mencocokkan hasil identifikasi bersama kunci acuan jawaban dan mengidentifikasi tindakan mana yang paling sering mereka temui di lingkungan tempat tinggal masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap tindakan baik di masyarakat seperti beribadah, menolong sesama, gotong royong, bermusyawarah, dan berlaku adil merupakan wujud nyata penerapan sila-sila Pancasila (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk mengamati satu tindakan penerapan Pancasila di rumah/lingkungan sekitar pada sore hari dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks tindakan dengan kata kunci bergambar (misal gambar tempat ibadah atau musyawarah), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan deskripsi situasi tindakan masyarakat yang lebih kontekstual.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam kelompok kecil saat mencocokkan kartu, sedangkan murid yang cepat bekerja mandiri berpasangan.
- Produk: Tingkat kemandirian dalam mengisi lembar kerja identifikasi tindakan penerapan sila-sila Pancasila (terbimbing vs mandiri penuh).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika warga mengadakan kerja bakti membersihkan selokan desa, itu contoh penerapan sila ke berapa?' (acuan jawaban: Sila ke-3 Persatuan Indonesia)
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 5 kartu ragam tindakan: Kartu A (mendoakan tetangga = Sila 1), Kartu B (menjenguk tetangga sakit = Sila 2), Kartu C (menghias gapura bersama beda suku = Sila 3), Kartu D (musyawarah pemilihan ketua RW = Sila 4), Kartu E (pembagian sembako sama rata = Sila 5)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis mandiri berupa 5 butir identifikasi tindakan penerapan sila Pancasila: (1) Menghargai teman berbeda agama saat berdoa (kunci: Sila ke-1), (2) Membantu nenek menyeberang jalan (kunci: Sila ke-2), (3) Kerja bakti membersihkan lapangan desa (kunci: Sila ke-3), (4) Menghargai hasil musyawarah (kunci: Sila ke-4), (5) Memberikan antrean adil dan tertib (kunci: Sila ke-5)
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan kuis mencocokkan 5 kartu ragam tindakan dengan nomor sila Pancasila
- Tes tertulis formatif individu berupa lembar identifikasi 5 butir pernyataan tindakan penerapan sila ke-1 sampai ke-5
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ragam Tindakan Penerapan Sila-Sila Pancasila | Mampu mengidentifikasi tindakan penerapan sila Pancasila dengan tepat pada 1 dari 5 butir acuan yang disediakan. | Mampu mengidentifikasi tindakan penerapan sila Pancasila dengan tepat pada 2-3 dari 5 butir acuan yang disediakan. | Mampu mengidentifikasi tindakan penerapan sila Pancasila dengan tepat pada 4 dari 5 butir acuan yang disediakan secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi tindakan penerapan sila Pancasila dengan tepat pada seluruh (5 dari 5) butir acuan yang disediakan secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi ragam tindakan penerapan sila pertama hingga kelima secara tepat?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid membedakan penerapan antarsila Pancasila di lingkungan masyarakat?
Murid:- Tindakan penerapan sila Pancasila nomor berapa yang paling mudah kamu kenali di sekitarmu?
- Apakah kamu merasa senang belajar mencocokkan ragam tindakan penerapan Pancasila hari ini?
Pertemuan 10 — Menunjukkan Penerapan Sila Pertama dan Kedua Pancasila Melalui Peragaan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa sesuai agama masing-masing, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan penerapan sila pertama dan kedua Pancasila melalui peragaan sederhana (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat dengan membacakan 2 tindakan: (1) Berdoa sebelum makan bersama teman, dan (2) Membantu teman yang terjatuh; murid menunjukkan kartu angka 1 jika merupakan penerapan sila pertama, atau kartu angka 2 jika penerapan sila kedua (acuan jawaban: tindakan 1 = Sila Pertama; tindakan 2 = Sila Kedua) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati panduan kartu skenario peragaan tindakan penerapan sila pertama dan kedua yang disiapkan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memilih dan berlatih memperagakan salah satu dari 2 skenario tindakan: Skenario A (Sila 1): Memperagakan sikap tenang dan tidak mengganggu saat teman di sebelahnya sedang berdoa sebelum belajar; Skenario B (Sila 2): Memperagakan sikap menolong teman yang menjatuhkan kotak pensil lalu merapikannya bersama-sama secara santun (15 menit).
- Secara bergantian antar-pasangan, murid menunjukkan tindakan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua di depan kelas melalui peragaan sederhana sesuai skenario yang dipilih secara menggembirakan melalui metode tebak tindakan peragaan oleh pasangan lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan peragaan yang telah dilakukan dengan mencocokkan kembali kesesuaian tindakan peragaan terhadap nilai sila pertama (menghormati ibadah/doa) dan sila kedua (tolong-menolong/kasih sayang sesama) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan tindakan nyata penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila yang telah ditunjukkan lewat peragaan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks panduan dialog dan gerak yang sangat ringkas untuk skenario, sedangkan murid yang siap diberikan keleluasaan menambah variasi dialog sederhana dalam peragaan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan berlatih dengan arahan langsung guru langkah demi langkah gerak peragaan, sedangkan murid yang mandiri berlatih bersama pasangan secara otonom.
- Produk: Semua murid menunjukkan tindakan penerapan melalui peragaan berpasangan, dengan durasi peragaan disesuaikan kesiapan murid (minimal 1 tindakan utuh yang jelas).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat: Murid merespons 2 tindakan dengan mengangkat kartu angka sila (1 atau 2): Butir 1: 'Berdoa sebelum makan bersama teman' (acuan: Sila 1); Butir 2: 'Membantu teman yang terjatuh' (acuan: Sila 2).
Proses:- Observasi peragaan sederhana: Menilai kesesuaian tindakan yang ditunjukkan murid dengan skenario Sila 1 (menghormati orang berdoa) atau Sila 2 (menolong teman yang membutuhkan bantuan) menggunakan lembar ceklis ketercapaian peragaan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid secara acak diminta menyebutkan satu tindakan penerapan sila pertama atau kedua yang baru saja diperagakan temannya (acuan kriteria: menyebutkan tindakan tenang saat teman berdoa untuk Sila 1, atau menolong memungut barang teman untuk Sila 2).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja peragaan tindakan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila melalui peragaan sederhana | Belum mampu menunjukkan tindakan penerapan Sila Pertama maupun Sila Kedua melalui peragaan, meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menunjukkan tindakan penerapan Sila Pertama atau Sila Kedua secara tepat melalui peragaan sederhana dengan bantuan arahan/bimbingan guru. | Mampu menunjukkan tindakan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua secara tepat melalui peragaan sederhana secara runtut dan mandiri bersama pasangan. | Mampu menunjukkan tindakan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua secara tepat melalui peragaan sederhana secara mandiri, runtut, konsisten, dan spontan memberikan contoh variasi tindakan terpuji lainnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dan percaya diri saat menunjukkan tindakan penerapan sila melalui peragaan sederhana?
- Apakah alokasi waktu untuk latihan dan peragaan berpasangan sudah cukup efektif bagi semua murid?
Murid:- Tindakan penerapan sila mana yang paling mudah kamu tunjukkan dalam peragaan tadi?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil memeragakan sikap tolong-menolong atau menghormati teman yang sedang berdoa?
Pertemuan 11 — Menunjukkan Penerapan Sila Ketiga Pancasila Melalui Simulasi Kerja Sama Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat menunjukkan 3 contoh tindakan penerapan Sila Ketiga Pancasila (persatuan/gotong royong) dengan acuan: (1) Gotong royong membersihkan kelas/lingkungan, (2) Bekerja sama merapikan buku perpustakaan tanpa membeda-bedakan teman, (3) Membantu teman yang kesusahan dalam kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati gambar kegiatan gotong royong warga membersihkan selokan dan mendengarkan penjelasan singkat guru tentang makna persatuan dalam Sila Ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia (7 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 3 situasi tugas kelompok berikut: (1) Membagi tugas piket kelas secara merata, (2) Membantu teman satu kelompok yang kesulitan menata peralatan, (3) Mendukung kelompok agar tugas selesai bersama tanpa membeda-bedakan latar belakang teman (acuan: ketiganya merupakan bentuk nyata kerja sama penerapan Sila Ketiga) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan menjelaskan aturan permainan simulasi kerja sama: 'Tantangan Menyusun Menara Persatuan' menggunakan potongan stik/kertas secara serentak tanpa boleh ada anggota yang diam (5 menit).
- Setiap kelompok melaksanakan simulasi kerja sama kelompok untuk menunjukkan secara langsung tindakan penerapan Sila Ketiga: saling berbagi tugas, tolong-menolong memegang dan menyusun menara, serta menjaga kekompakan tim hingga menara berdiri tegak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok bersama-sama menunjukkan dan memeriksa hasil kerja samanya serta menyebutkan 1 tindakan saling membantu yang paling nyata dilakukan kelompoknya selama simulasi (10 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa bersatu dan bekerja sama tanpa bertengkar adalah bukti nyata menjalankan Sila Ketiga Pancasila di lingkungan sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap tindakan kerja sama yang berhasil ditunjukkan oleh setiap kelompok selama simulasi (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid menyanyikan satu bait lagu wajib nasional tentang persatuan dan mengucap salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan bergambar peran tugas anggota kelompok bagi kelompok yang membutuhkan bantuan visual alur kerja sama.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan peran spesifik yang terbagi jelas (pencatat, pemegang tiang, penyusun), sedangkan kelompok yang mandiri dibebaskan mengatur pembagian peran kerja sama secara mandiri.
- Produk: Kelompok menunjukkan penerapan kerja sama melalui simulasi menara tegak atau unjuk kerja pembagian tugas merapikan sudut belajar kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan contoh kerja sama di sekolah yang mencerminkan Sila Ketiga Pancasila. Acuan jawaban benar: kerja bakti membersihkan kelas, membagi tugas kelompok secara adil, membantu teman satu regu, atau piket bersama tanpa membeda-bedakan.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam simulasi 'Tantangan Menyusun Menara Persatuan': Guru mengamati apakah murid aktif menunjukkan tindakan berbagi peran, membantu rekan sekelompok, dan menjaga persatuan tim sesuai acuan tindakan Sila Ketiga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan menunjukkan 1 bentuk kerja sama nyata yang telah dipraktikkan bersama kelompoknya hari ini yang membuktikan pengamalan Sila Ketiga (acuan: saling memegang bagian menara, membantu teman merapikan stik/kertas, atau berbagi tugas meletakkan pondasi menara).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok dalam menunjukkan penerapan Sila Ketiga Pancasila.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Penerapan Sila Ketiga melalui Kerja Sama Kelompok | Belum menunjukkan tindakan kerja sama dalam kelompok dan masih pasif saat simulasi berlangsung walaupun telah diarahkan guru. | Menunjukkan 1 tindakan kerja sama (misalnya memegang bahan saat diminta) dalam simulasi kelompok namun masih memerlukan bimbingan guru secara berkala. | Menunjukkan tindakan kerja sama secara aktif (berbagi peran dan membantu teman satu kelompok) dalam simulasi tanpa perlu terus diingatkan. | Menunjukkan tindakan kerja sama secara konsisten, proaktif membantu anggota tim yang kesulitan, serta menjaga kekompakan kelompok secara mandiri sepanjang simulasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dan menunjukkan perilaku kerja sama selama kegiatan simulasi kelompok?
- Bagian simulasi mana yang paling efektif memantik kesadaran murid tentang makna persatuan Sila Ketiga Pancasila?
Murid:- Tindakan kerja sama apa yang tadi kamu lakukan untuk membantu kelompokmu menyelesaikan tantangan?
- Bagaimana perasaanmu ketika semua teman dalam kelompok saling membantu dan kompak?
Pertemuan 12 — Menunjukkan Penerapan Sila Keempat Pancasila Melalui Praktik Musyawarah Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 1 pertanyaan pemetaan: 'Manakah tindakan yang mencerminkan musyawarah mufakat sila keempat: (A) Memutuskan sendiri jadwal piket tanpa bertanya, atau (B) Duduk melingkar bersama untuk menyepakati pembagian tugas piket?' (acuan jawaban tepat: B) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan penerapan sila keempat Pancasila melalui praktik langsung musyawarah pemilihan jadwal piket kelas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan komik situasi pemilihan tujuan rekreasi bersama dan membimbing murid mencermati 3 perilaku penerapan sila keempat: (1) menyampaikan usul dengan tertib, (2) mendengarkan saat teman berbicara tanpa memotong, dan (3) menerima keputusan bersama dengan lapang dada (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) untuk memainkan simulasi peran 'Musyawarah Regu Piket Kelas' dengan aturan permainan: setiap murid mengangkat kartu bicara saat ingin berpendapat, tidak menyela giliran bicara teman, dan menuliskan 1 mufakat bersama regu piket pada lembar kerja (acuan tindakan yang ditunjukkan: mengangkat tangan/kartu sebelum berbicara, tenang mendengarkan teman bicara, dan menyetujui jadwal kelompok yang diputuskan bersama) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok merefleksikan proses simulasi dengan memeriksa lembar checklist periksa diri: murid menandai apakah mereka sudah berhasil menunjukkan ketiga perilaku penerapan sila keempat selama musyawarah berlangsung (15 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali 3 bentuk nyata penerapan sila keempat Pancasila dalam musyawarah kelas: mengangkat tangan sebelum bicara, mendengarkan giliran teman, dan menerima mufakat (6 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keterlibatan murid dalam simulasi serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi gambar simbol giliran bicara untuk kelompok yang memerlukan bantuan alur musyawarah.
- Proses: Bagi kelompok yang siap mandiri, musyawarah menentukan 3 hari tugas sekaligus; bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru memandu musyawarah untuk menentukan 1 hari tugas terlebih dahulu.
- Produk: Hasil kesepakatan musyawarah dapat dituangkan dalam tabel daftar nama piket tertulis maupun bagan lingkaran sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Manakah tindakan yang mencerminkan musyawarah mufakat sila keempat: (A) Memutuskan sendiri jadwal piket tanpa bertanya, atau (B) Duduk melingkar bersama untuk menyepakati pembagian tugas piket?' (acuan jawaban: opsi B, karena melibatkan kesepakatan bersama secara musyawarah).
Proses:- Pengamatan langsung perilaku unjuk kerja murid selama simulasi musyawarah kelas berdasarkan 3 indikator penerapan sila keempat: (1) Menyampaikan pendapat setelah diberi giliran/mengangkat tangan, (2) Tidak menyela saat teman lain berbicara, (3) Menerima hasil mufakat kelompok (acuan: murid dinilai memadai bila menunjukkan minimal 2 dari 3 indikator tersebut secara konsisten).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat melalui checklist refleksi akhir: murid mencentang 3 butir perilaku musyawarah yang telah berhasil mereka tunjukkan: (1) mengangkat tangan sebelum usul, (2) mendengarkan usulan teman sampai selesai, (3) mematuhi jadwal yang disepakati (acuan: murid menandai tindakan nyata yang berhasil dilakukan selama simulasi).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja praktik musyawarah kelas (menilai tindakan mengangkat tangan sebelum berpendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan menerima hasil mufakat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Penerapan Sila Keempat dalam Musyawarah Kelas | Belum menunjukkan tindakan penerapan sila keempat (belum mengangkat tangan sebelum usul, sering menyela teman bicara, dan menolak keputusan kelompok) meski dengan bimbingan penuh. | Menunjukkan 1 dari 3 tindakan penerapan sila keempat (misalnya hanya mendengarkan teman, tetapi masih menyela giliran atau menolak hasil musyawarah) dengan bimbingan guru. | Menunjukkan 2 dari 3 tindakan penerapan sila keempat (mengangkat tangan saat berpendapat dan mendengarkan teman bicara) secara mandiri. | Menunjukkan seluruh 3 tindakan penerapan sila keempat (mengangkat tangan saat berpendapat, mendengarkan pendapat teman tanpa menyela, dan menerima mufakat kelompok) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur simulasi musyawarah kelas memberikan kesempatan yang seimbang bagi setiap murid untuk menunjukkan pengamalan sila keempat?
- Bagian mana dari langkah simulasi musyawarah yang paling efektif menumbuhkan sikap saling menghargai pendapat di antara murid?
Murid:- Apakah kamu tadi sudah mendengarkan temanmu berbicara sampai selesai sebelum menyampaikan usulanmu?
- Bagaimana perasaanmu ketika keputusan jadwal kelompok diambil bersama-sama secara musyawarah?
Pertemuan 13 — Menunjukkan Penerapan Sila Kelima Pancasila dalam Situasi Sehari-hari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan penerapan sila kelima Pancasila dalam situasi sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat jempol ke atas jika pernyataan mencerminkan penerapan sila kelima Pancasila atau jempol ke bawah jika bukan pada 3 pernyataan lisan: (1) Membagi jatah giliran bermain secara adil tanpa membeda-bedakan teman; (2) Memotong antrean teman di kantin sekolah; (3) Menjaga dan tidak merusak fasilitas umum di taman desa (acuan: butir 1 benar/jempol atas, butir 2 bukan/jempol bawah, butir 3 benar/jempol atas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan guru tentang contoh nyata situasi penerapan sila kelima Pancasila: bersikap adil, menghargai hak dan hasil karya orang lain, suka berhemat, serta menjaga fasilitas umum bersama (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat 'Tunjuk Sila Kelima': murid mengangkat kartu simbol padi-kapas jika situasi yang dibacakan guru merupakan penerapan sila kelima dan menurunkan kartu jika bukan pada 4 situasi: (1) Menyisihkan uang saku untuk menabung; (2) Menyerobot antrean cuci tangan; (3) Memuji dan menghargai gambar karya teman; (4) Merusak bangku taman bersama (acuan: situasi 1 dan 3 benar penerapan sila kelima; situasi 2 dan 4 bukan) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan Lembar Situasi Harian yang memuat 4 kasus di lingkungan sekitar: Kasus A (Membagi potongan kue bersama teman kelompok), Kasus B (Membeli jajan di kantin saat istirahat), Kasus C (Membersihkan ruang kelas setelah jam pulang), Kasus D (Meminjam buku di perpustakaan sekolah) (5 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi untuk menunjukkan tindakan nyata penerapan sila kelima Pancasila pada keempat kasus tersebut dan menuliskannya pada lembar kerja: Kasus A -> membagi kue sama rata; Kasus B -> tertib mengantre dan membayar sesuai harga; Kasus C -> membagi tugas piket secara adil; Kasus D -> merawat buku pinjaman dan mengembalikan tepat waktu (15 menit).
- Perwakilan kelompok menunjukkan satu tindakan penerapan sila kelima dari hasil kerja kelompoknya di depan kelas secara bergantian sesuai kasus yang ditentukan guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dengan bimbingan guru merefleksikan pentingnya menerapkan sikap adil dan menghargai hak orang lain demi terciptanya ketertiban di lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas unjuk kerja kelompok dan menegaskan kembali perwujudan sila kelima Pancasila dalam situasi sehari-hari (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan dengan doa penutup serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret untuk kelompok yang memerlukan bantuan visual, serta kartu teks deskriptif untuk kelompok yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi kelompok yang kesulitan menentukan contoh perbuatan adil, sedangkan kelompok mandiri langsung menganalisis keempat kasus secara mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menunjukkan tindakan penerapan sila kelima melalui tulisan ringkas atau memperagakan langsung tindakan adil tersebut secara singkat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respon gerak cepat terhadap 3 pernyataan lisan: (1) Membagi jatah giliran bermain secara adil tanpa membeda-bedakan teman; (2) Memotong antrean teman di kantin sekolah; (3) Menjaga dan tidak merusak fasilitas umum di taman desa (acuan: butir 1 = benar/jempol atas, butir 2 = bukan/jempol bawah, butir 3 = benar/jempol atas).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan kelompok saat menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada 4 kasus di Lembar Situasi Harian: Kasus A (membagi kue sama rata), Kasus B (antre tertib di kantin), Kasus C (pembagian tugas piket yang seimbang), dan Kasus D (menjaga serta mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi melalui pertanyaan lisan: murid menyebutkan 1 tindakan adil yang akan dilakukan di rumah atau sekolah hari ini (kriteria penerimaan operasional: tindakan memuat unsur berbagi secara adil, tertib mengantre, menghormati giliran/hak orang lain, atau menjaga fasilitas bersama).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja kelompok dalam menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada 4 skenario situasi sehari-hari di lingkungan sekitar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan penerapan sila kelima Pancasila dalam situasi sehari-hari di lingkungan sekitar | Belum mampu menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada kasus yang diberikan meski telah dibimbing intensif. | Mampu menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada 1-2 dari 4 kasus yang diberikan dengan bimbingan guru (acuan: Kasus A: berbagi sama rata; Kasus B: antre tertib; Kasus C: pembagian piket adil; Kasus D: menjaga barang bersama). | Mampu menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada 3-4 kasus yang diberikan secara mandiri dan tepat (acuan: Kasus A: berbagi sama rata; Kasus B: antre tertib; Kasus C: pembagian piket adil; Kasus D: menjaga barang bersama). | Mampu menunjukkan tindakan penerapan sila kelima Pancasila pada seluruh (4) kasus yang diberikan secara mandiri, tepat, serta konsisten menunjukkan contoh tindakan adil tambahan dalam lingkungan sekitar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas studi kasus situasi harian membantu murid memahami wujud nyata penerapan sila kelima Pancasila?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok saat merumuskan tindakan adil pada lembar kerja?
Murid:- Tindakan adil apa yang sudah kamu tunjukkan kepada temanmu hari ini?
- Mengapa kita tidak boleh mengambil hak orang lain atau merusak fasilitas umum di sekitar kita?
Pertemuan 14 — Menunjukkan Penerapan Sila-Sila Pancasila Melalui Latihan Bermain Peran Berkelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui latihan bermain peran secara berkelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu situasi bergambar/tertulis: Kartu 1: 'Menolong teman yang terjatuh dari sepeda' dan Kartu 2: 'Bermusyawarah menentukan ketua kelompok belajar'. Murid diminta secara lisan menunjuk sila Pancasila yang diterapkan pada kedua situasi tersebut (acuan: Kartu 1 adalah penerapan Sila ke-2; Kartu 2 adalah penerapan Sila ke-4) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok kecil (beranggotakan 4-5 murid) dan membagikan lembar naskah bermain peran sederhana berlatar kehidupan lingkungan sekitar (5 menit).
- Murid bersama kelompoknya mencermati teks naskah dan mengidentifikasi bagian adegan yang memuat tindakan penerapan sila-sila Pancasila (acuan 3 adegan target dalam naskah: Adegan 1 menunjukkan tindakan menghargai waktu ibadah teman = penerapan Sila ke-1; Adegan 2 menunjukkan tindakan berbagi bekal secara adil kepada teman yang tidak membawa makanan = penerapan Sila ke-2 dan Sila ke-5; Adegan 3 menunjukkan tindakan bergotong royong merapikan kelas bersama-sama = penerapan Sila ke-3) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap anggota kelompok memilih dan membagi peran tokoh dalam naskah untuk latihan bermain peran (5 menit).
- Secara menggembirakan melalui metode latihan peran interaktif, kelompok berlatih memperagakan dialog dan gerak tindakan yang menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila sesuai 3 adegan naskah (10 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran menunjukkan latihan bermain peran singkat mereka di hadapan kelompok lain untuk memperlihatkan tindakan konkret penerapan sila Pancasila dalam situasi kehidupan sehari-hari (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali tindakan-tindakan penerapan sila Pancasila yang telah mereka peragakan dalam latihan bermain peran (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa nilai-nilai sila Pancasila dapat ditunjukkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari di lingkungan sekitar melalui sikap saling tolong-menolong, rukun, dan adil (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas unjuk kerja latihan peran kelompok serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan naskah peran dengan petunjuk tindakan penerapan sila Pancasila yang dilengkapi gambar ilustrasi bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang masih ragu memperagakan tindakan penerapan sila, serta memberikan tantangan mandiri kepada kelompok yang sudah lancar untuk menambahkan 1 variasi tindakan penerapan sila Pancasila secara mandiri.
- Produk: Unjuk kerja latihan bermain peran dinilai berdasarkan kesesuaian tindakan penerapan sila-sila Pancasila yang ditunjukkan, baik melalui dialog terpandu maupun peragaan ekspresi tindakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik singkat: Murid menentukan sila Pancasila dari 2 kartu situasi. Butir 1: 'Menolong teman yang terjatuh dari sepeda' (acuan jawaban benar: Sila ke-2); Butir 2: 'Bermusyawarah menentukan ketua kelompok belajar' (acuan jawaban benar: Sila ke-4).
Proses:- Observasi formatif saat latihan dan peragaan bermain peran: Mengamati ketepatan murid dalam menunjukkan 3 tindakan penerapan sila Pancasila pada naskah (acuan: Adegan 1 menghargai waktu ibadah = Sila ke-1; Adegan 2 berbagi makanan = Sila ke-2/ke-5; Adegan 3 gotong royong membersihkan kelas = Sila ke-3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta perwakilan kelompok menyebutkan kembali 2 tindakan penerapan sila Pancasila yang baru saja mereka peragakan dalam latihan bermain peran (kriteria penerimaan: tindakan yang disebutkan sesuai dengan adegan yang diperagakan, seperti menghormati ibadah, menolong teman, atau bergotong royong membersihkan kelas).
Formatif:- Observasi unjuk kerja latihan bermain peran kelompok menggunakan lembar ceklis kesesuaian tindakan penerapan sila-sila Pancasila
- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila melalui peragaan bermain peran | Belum mampu menunjukkan tindakan penerapan sila-sila Pancasila dalam peragaan bermain peran meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menunjukkan 1 tindakan penerapan sila Pancasila secara tepat dalam peragaan bermain peran dengan arahan dan bimbingan guru (acuan: Adegan 1/Adegan 2/Adegan 3). | Mampu menunjukkan 2 sampai 3 tindakan penerapan sila Pancasila secara tepat dalam peragaan bermain peran secara mandiri bersama kelompok (acuan: Adegan 1, Adegan 2, dan Adegan 3). | Mampu menunjukkan seluruh 3 tindakan penerapan sila Pancasila (Adegan 1, 2, dan 3) secara tepat dan konsisten serta menambahkan contoh tindakan penerapan sila lainnya secara mandiri bersama kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan bermain peran sudah mencukupi bagi seluruh kelompok untuk menunjukkan tindakan penerapan sila Pancasila?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat memperagakan tindakan penerapan sila Pancasila?
Murid:- Tindakan penerapan sila Pancasila apa yang paling mudah kamu tunjukkan saat latihan bermain peran tadi?
- Bagaimana perasaanmu saat berlatih bermain peran bersama teman kelompokmu?
Pertemuan 15 — Menyebutkan Karakter Tokoh Perumus Pancasila: Ir. Soekarno — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai tokoh perumus Pancasila dan peristiwa 1 Juni 1945 (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan karakter keteladanan dari tokoh perumus Pancasila Ir. Soekarno (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak teks bacaan ringkas yang dibacakan guru mengenai peran dan karakter Ir. Soekarno dalam sidang BPUPK tanggal 1 Juni 1945 (teks memuat sifat: cinta tanah air/patriotisme, berani berpendapat, pantang menyerah, dan berjiwa besar) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep dengan menegaskan 4 karakter utama Ir. Soekarno dalam perumusan Pancasila: (1) Cinta tanah air, (2) Berani menyampaikan gagasan, (3) Pantang menyerah memperjuangkan kemerdekaan, dan (4) Berjiwa besar menghargai pendapat orang lain (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis cepat 'Tebak Karakter Bung Karno': guru membacakan 4 pernyataan tindakan sejarah, lalu murid menyebutkan karakter yang sesuai secara lisan atau mengangkat kartu kata karakter (pernyataan 1: Mengusulkan dasar negara di depan peserta sidang BPUPK -> berani; pernyataan 2: Tidak putus asa meski pernah diasingkan penjajah -> pantang menyerah; pernyataan 3: Mengutamakan persatuan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke -> cinta tanah air; pernyataan 4: Menerima masukan tokoh lain demi mufakat -> berjiwa besar) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Menyebutkan Karakter Ir. Soekarno' dengan memilih dan menuliskan 4 karakter Ir. Soekarno yang tepat dari daftar kata sifat yang disediakan (pilihan: cinta tanah air, pemarah, berani, pantang menyerah, mementingkan diri sendiri, berjiwa besar) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan menyebutkan kembali 4 karakter utama Ir. Soekarno dengan penuh kesadaran akan pentingnya karakter tersebut bagi generasi penerus bangsa (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 karakter perumus Pancasila Ir. Soekarno yang telah dipelajari hari ini (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat lisan (cek pemahaman) kepada beberapa murid untuk menyebutkan minimal 2 karakter Ir. Soekarno (1 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan belajar murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks narasi sederhana berilustrasi foto Ir. Soekarno dan kartu bantuan kata sifat bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Bagi murid yang masih mengeja/butuh pendampingan, guru memberikan panduan berupa kartu pilihan kata; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan menyebutkan contoh tindakan di lingkungan sekitar yang mencerminkan karakter berani dan cinta tanah air.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan melingkari kartu kata karakter atau menuliskannya langsung pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapakah tokoh yang berpidato mengusulkan lima dasar negara pada 1 Juni 1945?' (acuan: Ir. Soekarno / Bung Karno) dan 'Sebutkan satu sifat baik yang kamu ketahui dari Bung Karno!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan salah satu sifat positif seperti pemberani, cinta tanah air, hebat berbicara/berpidato, atau pantang menyerah).
Proses:- Observasi ketepatan jawaban murid saat kuis cepat 4 butir skenario tindakan Bung Karno (acuan: butir 1 = berani; butir 2 = pantang menyerah; butir 3 = cinta tanah air; butir 4 = berjiwa besar).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri: ketepatan memilih 4 karakter Ir. Soekarno dari 6 pilihan kata yang disediakan (acuan karakter benar: cinta tanah air, berani, pantang menyerah, berjiwa besar; pilihan pengecoh: pemarah, mementingkan diri sendiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid diminta menyebutkan karakter perumus Pancasila Ir. Soekarno (acuan: menyebutkan minimal 2 karakter benar dari 4 karakter target: cinta tanah air, berani, pantang menyerah, berjiwa besar).
Formatif:- Tanya jawab lisan pada kuis cepat tebak karakter
- Penilaian lembar kerja mandiri menyebutkan karakter Ir. Soekarno
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan karakter tokoh perumus Pancasila Ir. Soekarno (Acuan 4 target: cinta tanah air, berani, pantang menyerah, berjiwa besar) | Belum mampu menyebutkan karakter Ir. Soekarno dengan tepat atau hanya menyebutkan 1 karakter dengan bimbingan penuh guru. | Menyebutkan 2 dari 4 karakter Ir. Soekarno secara tepat sesuai acuan dengan sedikit arahan guru. | Menyebutkan 3 dari 4 karakter Ir. Soekarno secara tepat dan mandiri sesuai acuan target. | Menyebutkan seluruh (4) karakter Ir. Soekarno secara tepat, lengkap, dan mandiri sesuai acuan target. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas kuis cepat efektif membantu seluruh murid mengingat dan menyebutkan karakter Ir. Soekarno?
- Bagaimana keterlibatan murid selama menyimak kisah keteladanan tokoh perumus Pancasila Ir. Soekarno?
Murid:- Karakter Ir. Soekarno mana yang paling kamu kagumi?
- Apakah kamu dapat menyebutkan kembali karakter Ir. Soekarno dengan mudah?
Pertemuan 16 — Menyebutkan Karakter Tokoh Perumus Pancasila: Drs. Mohammad Hatta — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyebutkan karakter tokoh perumus Pancasila Drs. Mohammad Hatta (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan 1 hal yang mereka ketahui tentang Drs. Mohammad Hatta (acuan: wakil presiden pertama / proklamator mendampingi Bung Karno / gemar membaca buku / hidup sederhana) (4 menit).
- Guru memberikan apersepsi dengan memperlihatkan gambar Drs. Mohammad Hatta dan menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memusatkan perhatian (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak teks biografi singkat mengenai Drs. Mohammad Hatta yang ditayangkan atau dibacakan guru, yang menonjolkan 4 karakter utama: jujur, disiplin, gemar membaca (haus ilmu), dan sederhana (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan 'Tebak Cepat Karakter Bung Hatta': guru membacakan 4 cuplikan kisah Bung Hatta, lalu murid secara antusias mengangkat kartu jawaban karakter yang sesuai: (1) Kisah tidak memakai uang kas negara untuk kepentingan pribadi -> Jujur; (2) Kisah bangun tepat waktu dan menepati janji sidang tepat waktu -> Disiplin; (3) Kisah mengoleksi dan selalu membawa ribuan buku ke mana pun pergi -> Gemar membaca/haus ilmu; (4) Kisah menabung untuk membeli sepatu Bally hingga akhir hayat tidak terbeli karena uangnya dipakai membantu orang lain -> Sederhana (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Karakter Bung Hatta' dengan menyebutkan 4 karakter Drs. Mohammad Hatta berdasarkan 4 deskripsi perilaku yang disajikan pada lembar kerja (acuan kunci jawaban: 1. Jujur, 2. Disiplin, 3. Gemar membaca/haus ilmu, 4. Sederhana) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja secara klasikal dan menyadari karakter keteladanan Bung Hatta yang patut diteladani dalam diri sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan 4 karakter Drs. Mohammad Hatta yang telah dipelajari bersama (acuan: jujur, disiplin, gemar membaca/haus ilmu, sederhana) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas penyelesaian tugas mandiri dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks kisah biografi disajikan dengan bantuan ilustrasi visual untuk murid yang membutuhkan visualisasi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata pilihan karakter (jujur, disiplin, gemar membaca, sederhana) saat mengisi lembar kerja, sedangkan murid yang sudah lancar menyebutkan langsung secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan karakter secara tertulis atau secara lisan bagi murid dengan hambatan menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik: Guru bertanya, 'Sebutkan 1 hal yang kalian ketahui tentang Bapak Drs. Mohammad Hatta!' (acuan jawaban yang diterima: wakil presiden pertama Indonesia, tokoh proklamator, tokoh perumus Pancasila, Bapak Koperasi, atau tokoh yang gemar membaca).
Proses:- Observasi partisipasi aktif saat permainan tebak cepat karakter Bung Hatta (acuan jawaban: 1=jujur, 2=disiplin, 3=gemar membaca, 4=sederhana).
- Pemeriksaan Lembar Kerja menyebutkan 4 karakter Drs. Mohammad Hatta berdasarkan 4 deskripsi: (1) Menolak memanfaatkan fasilitas negara -> Jujur; (2) Selalu hadir tepat waktu dalam setiap pertemuan -> Disiplin; (3) Menghabiskan waktu luang dengan buku -> Gemar membaca/haus ilmu; (4) Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah -> Sederhana.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan/tulisan singkat menyebutkan kembali 4 karakter utama Drs. Mohammad Hatta (acuan lengkap: jujur, disiplin, gemar membaca/haus ilmu, dan sederhana).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Kuis tebak cepat karakter Bung Hatta selama kegiatan inti
- Lembar Kerja Mandiri menyebutkan 4 karakter Drs. Mohammad Hatta
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan karakter tokoh perumus Pancasila: Drs. Mohammad Hatta (acuan: 1. Jujur, 2. Disiplin, 3. Gemar membaca/haus ilmu, 4. Sederhana) | Belum mampu menyebutkan karakter Drs. Mohammad Hatta dengan tepat (0 karakter benar dari 4 acuan). | Menyebutkan 1 hingga 2 karakter Drs. Mohammad Hatta dengan tepat dari 4 acuan. | Menyebutkan 3 karakter Drs. Mohammad Hatta dengan tepat dari 4 acuan. | Menyebutkan seluruh 4 karakter Drs. Mohammad Hatta secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak cepat membantu murid memahami dan menyebutkan karakter Drs. Mohammad Hatta?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membimbing murid menyebutkan karakter secara tepat?
Murid:- Karakter apa saja dari Bapak Drs. Mohammad Hatta yang berhasil kamu sebutkan hari ini?
- Karakter Bung Hatta mana yang paling kamu kagumi?
Pertemuan 17 — Menyebutkan Karakter Tokoh Perumus Pancasila: Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan karakter tokoh perumus Pancasila Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan meminta murid menyebutkan siapa tokoh perumus Pancasila yang mereka ketahui selain Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta (acuan: menyebutkan nama Mr. Mohammad Yamin dan/atau Mr. Soepomo) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak teks profil singkat dan penjelasan guru mengenai karakter Mr. Mohammad Yamin (karakter: cerdas/berwawasan luas, cinta tanah air, gigih berpendapat) dan Mr. Soepomo (karakter: bijaksana, mengutamakan persatuan/kebersamaan, pemikir yang tenang) dalam sidang perumusan Pancasila (10 menit).
- Murid secara mandiri mencermati lembar ringkasan karakter kedua tokoh perumus Pancasila tersebut untuk memahami karakter spesifik masing-masing tokoh (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tebak Karakter Tokoh': guru membacakan 4 pernyataan ciri karakter tokoh dan murid secara antusias mengangkat kartu nama tokoh yang sesuai (Mr. Mohammad Yamin atau Mr. Soepomo). Butir pernyataan: (1) 'Tokoh ahli hukum yang menjunjung tinggi persatuan bangsa di atas kepentingan golongan' -> Mr. Soepomo; (2) 'Sastrawan dan sejarawan yang gigih serta berwawasan luas dalam mengusulkan lima asas dasar negara' -> Mr. Mohammad Yamin; (3) 'Tokoh yang memiliki sifat tenang dan bijaksana dalam merumuskan gagasan negara integralistik' -> Mr. Soepomo; (4) 'Tokoh yang memiliki semangat kecintaan luar biasa terhadap sejarah dan kebudayaan tanah air' -> Mr. Mohammad Yamin (acuan: kunci sesuai pasangan tersebut) (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menyebutkan 2 karakter Mr. Mohammad Yamin (acuan: cerdas/berwawasan luas, cinta tanah air, gigih) dan 2 karakter Mr. Soepomo (acuan: bijaksana, mengutamakan persatuan, pemikir tenang) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru untuk memastikan ketepatan penyebutan karakter kedua tokoh perumus Pancasila (5 menit).
- Murid merefleksikan karakter dari Mr. Mohammad Yamin atau Mr. Soepomo yang paling ingin mereka teladani saat belajar di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali karakter tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas partisipasi murid, memberikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai karakter bersama para perumus Pancasila, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan dengan penanda warna khusus pada kata-kata kunci karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks biografi singkat yang lebih naratif.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bantuan scaffolding berupa pilihan kata karakter, sedangkan murid mahir menyebutkan karakter secara mandiri tanpa bantuan pilihan kata.
- Produk: Semua murid memenuhi target kompetensi yang sama yaitu menyebutkan karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo pada lembar kerja, dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan 2 tokoh perumus Pancasila selain Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta yang kamu ketahui!' (acuan jawaban: Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo).
Proses:- Permainan kuis responsif 4 butir pernyataan karakter perumus Pancasila: (1) Tokoh yang mengusulkan asas persatuan dan kekeluargaan dengan tenang dan bijaksana (acuan: Mr. Soepomo); (2) Tokoh yang berwawasan luas dan gigih mengemukakan lima asas dasar negara secara lisan dan tertulis (acuan: Mr. Mohammad Yamin); (3) Tokoh perumus yang sangat mencintai kebudayaan dan sejarah bangsa (acuan: Mr. Mohammad Yamin); (4) Tokoh perumus yang mengutamakan semangat kebersamaan dan persatuan bangsa (acuan: Mr. Soepomo).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja: Murid menyebutkan masing-masing minimal 2 karakter dari Mr. Mohammad Yamin (acuan: berwawasan luas/cerdas, cinta tanah air, gigih berpendapat) dan Mr. Soepomo (acuan: bijaksana, mengutamakan persatuan/kebersamaan, pemikir tenang).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk memetakan pengetahuan awal mengenai tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo
- Observasi jawaban saat permainan Tebak Karakter Tokoh pada tahap Mengaplikasi
- Penilaian lembar kerja mandiri menyebutkan karakter tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo | Belum mampu menyebutkan karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo secara tepat sesuai acuan meski dengan bimbingan penuh. | Menyebutkan 1 karakter Mr. Mohammad Yamin dan 1 karakter Mr. Soepomo secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru (acuan Yamin: berwawasan luas/cinta tanah air/gigih; acuan Soepomo: bijaksana/mengutamakan persatuan/tenang). | Menyebutkan 2 karakter Mr. Mohammad Yamin dan 2 karakter Mr. Soepomo secara tepat sesuai acuan secara mandiri (acuan Yamin: berwawasan luas/cinta tanah air/gigih; acuan Soepomo: bijaksana/mengutamakan persatuan/tenang). | Menyebutkan 3 karakter Mr. Mohammad Yamin dan 3 karakter Mr. Soepomo secara tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri dan konsisten (acuan Yamin: berwawasan luas/cerdas, cinta tanah air, gigih berpendapat; acuan Soepomo: bijaksana, mengutamakan persatuan, pemikir tenang). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak karakter efektif membantu murid membedakan dan menyebutkan karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo?
- Bagaimana keterlibatan murid selama tahap Mengaplikasi, dan apakah alokasi waktu 70 menit berjalan efektif?
Murid:- Karakter apa saja dari Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo yang paling kamu ingat hari ini?
- Karakter teladan mana yang ingin kamu tiru saat berdiskusi bersama teman di kelas?
Pertemuan 18 — Menyebutkan Karakter Bersama Para Perumus Pancasila yang Relevan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan 4 karakter bersama para perumus Pancasila yang relevan di lingkungan sekitar (3 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada murid untuk menyebutkan 2 karakter yang dimiliki bersama oleh tokoh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Yamin, dan Mr. Soepomo (acuan jawaban: cinta tanah air/patriotisme, berjiwa besar/lapang dada menerima pendapat, pantang menyerah, jujur, atau mengutamakan kepentingan bersama) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai 4 karakter bersama para perumus Pancasila yang tertuang dalam buku teks: (1) Cinta tanah air, (2) Berjiwa besar/lapang dada, (3) Pantang menyerah, dan (4) Mengutamakan kepentingan bersama (8 menit).
- Guru memberikan contoh konkret keterkaitan karakter tersebut dengan tindakan nyata di lingkungan sekitar: (1) Cinta tanah air relevan dengan menjaga kebersihan fasilitas umum dan bangga budaya lokal; (2) Berjiwa besar relevan dengan menghargai pendapat teman saat musyawarah kelas; (3) Pantang menyerah relevan dengan tekun belajar dan membantu tetangga; (4) Mengutamakan kepentingan bersama relevan dengan ikut kerja bakti RT daripada bermain (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Tebak Cepat Karakter Tokoh: Murid dibagi berpasangan untuk mengikuti kuis kartu skenario tindakan warga lingkungan sekitar dan menyebutkan karakter perumus Pancasila yang sesuai (12 menit). Bahan kuis terdiri dari 4 kartu: (Kartu 1) Warga RT 02 tetap melanjutkan ronda malam dan membersihkan saluran air walau sempat diguyur hujan gerimis hingga tuntas -> Karakter: Pantang menyerah; (Kartu 2) Warga memilih mendahulukan perbaikan jembatan desa daripada renovasi gapura kelompok pribadi -> Karakter: Mengutamakan kepentingan bersama; (Kartu 3) Pak Budi menerima keputusan rapat RT meskipun usulan cat poskamling miliknya tidak terpilih -> Karakter: Berjiwa besar; (Kartu 4) Anak-anak giat berlatih tarian tradisional di balai warga untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan -> Karakter: Cinta tanah air.
- Latihan Berpasangan: Murid mengerjakan Lembar Pasangan Karakter untuk menyebutkan 4 karakter bersama perumus Pancasila berdasarkan 4 deskripsi tindakan di lingkungan sekolah dan tempat tinggal (10 menit). Deskripsi 1: Siswa giat membersihkan lapangan upacara bendera -> Karakter: Cinta tanah air; Deskripsi 2: Menerima kekalahan dalam pemilihan ketua kelas tanpa dendam -> Karakter: Berjiwa besar; Deskripsi 3: Terus mencoba menyelesaikan tugas kelompok meskipun menghadapi kendala -> Karakter: Pantang menyerah; Deskripsi 4: Menyisihkan waktu istirahat untuk menolong merapikan buku perpustakaan bersama teman -> Karakter: Mengutamakan kepentingan bersama.
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil penamaan karakter pada lembar kerja dan menyebutkan ulang 4 karakter bersama para perumus Pancasila yang paling mudah diterapkan di kelas (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan meminta perwakilan murid menyebutkan 4 karakter bersama perumus Pancasila (acuan: cinta tanah air, berjiwa besar, pantang menyerah, mengutamakan kepentingan bersama) (10 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban belajar murid, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif bab, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu kata kunci karakter bagi murid yang membutuhkan panduan istilah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan analogi tindakan sederhana; murid cepat diberikan tantangan menyebutkan 1 contoh tindakan warga lain di sekitar tempat tinggalnya untuk masing-masing dari 4 karakter.
- Produk: Penyebutan karakter dilakukan secara lisan dalam permainan tebak cepat atau tertulis pada lembar kerja berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 karakter yang dimiliki bersama oleh para tokoh perumus Pancasila saat menyusun dasar negara!' (Acuan: murid tepat menyebutkan minimal 2 karakter dari daftar: cinta tanah air, berjiwa besar/lapang dada, pantang menyerah, jujur, mengutamakan kepentingan bersama).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan murid dalam menyebutkan karakter pada 4 kartu skenario permainan tebak cepat (Kartu 1: Pantang menyerah; Kartu 2: Mengutamakan kepentingan bersama; Kartu 3: Berjiwa besar; Kartu 4: Cinta tanah air).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 butir Lembar Pasangan Karakter (Deskripsi 1: Cinta tanah air; Deskripsi 2: Berjiwa besar; Deskripsi 3: Pantang menyerah; Deskripsi 4: Mengutamakan kepentingan bersama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan 4 karakter bersama para perumus Pancasila yang relevan dengan kehidupan di lingkungan sekitar (Acuan: (1) Cinta tanah air, (2) Berjiwa besar, (3) Pantang menyerah, (4) Mengutamakan kepentingan bersama; kriteria ketercapaian: murid tepat menyebutkan 4 dari 4 karakter tersebut).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai karakter bersama perumus Pancasila
- Observasi unjuk kerja permainan tebak cepat karakter tokoh pada kartu skenario
- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja pasangan karakter tindakan warga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan karakter bersama para perumus Pancasila yang relevan di lingkungan sekitar | Belum mampu menyebutkan karakter bersama para perumus Pancasila dengan tepat sesuai acuan tindakan, atau hanya menyebutkan 1 karakter secara tepat dengan bantuan penuh guru. | Mampu menyebutkan 2 dari 4 karakter bersama para perumus Pancasila (dari acuan: cinta tanah air, berjiwa besar, pantang menyerah, mengutamakan kepentingan bersama) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menyebutkan 3 dari 4 karakter bersama para perumus Pancasila (dari acuan: cinta tanah air, berjiwa besar, pantang menyerah, mengutamakan kepentingan bersama) secara tepat dan mandiri. | Mampu menyebutkan seluruh 4 karakter bersama para perumus Pancasila (cinta tanah air, berjiwa besar, pantang menyerah, mengutamakan kepentingan bersama) secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak skenario efektif memfasilitasi murid menyebutkan karakter bersama para perumus Pancasila?
- Bagian materi mana yang masih membutuhkan penguatan sebelum pelaksanaan asesmen sumatif?
Murid:- Karakter perumus Pancasila mana yang paling sering kamu jumpai dalam kegiatan warga di sekitarmu?
- Apakah kamu merasa senang mengikuti permainan tebak karakter hari ini?
Pertemuan 19 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.2 Mengidentifikasi penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.3 Menunjukkan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- TP 4.4.4 Menyebutkan karakter para perumus Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan suasana kelas yang tenang dan kondusif untuk evaluasi akhir bab (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu mengukur ketercapaian pemahaman makna sila, identifikasi penerapan sila, karakter tokoh perumus, serta unjuk kerja penerapan sila Pancasila (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Tertulis Individual dan menjelaskan petunjuk pengerjaan bagian isian makna sila, penjodohan penerapan, dan karakter tokoh perumus, serta mengumumkan alur pembagian waktu unjuk kerja bermain peran kelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Serentak selama 30 menit. Soal terdiri dari: Bagian A Isian Singkat Makna Sila: (1) Sila ke-1: pengakuan adanya Tuhan dan kebebasan beribadah; (2) Sila ke-2: menghargai harkat, martabat, dan persamaan derajat sesama manusia; (3) Sila ke-3: mengutamakan persatuan, kesatuan, dan cinta tanah air; (4) Sila ke-4: pengambilan keputusan bersama melalui musyawarah untuk mufakat; (5) Sila ke-5: keadilan sosial, tidak bersikap boros, dan menghormati hak orang lain. Bagian B Penjodohan Tindakan Penerapan Sila: (1) Tindakan 'Mendoakan dan menjenguk tetangga yang sakit tanpa membedakan agama' -> Sila ke-1 dan ke-2; (2) Tindakan 'Gotong royong membersihkan selokan kampung bersama seluruh warga' -> Sila ke-3; (3) Tindakan 'Mengikuti pemilihan ketua RT dan menghargai keputusan bersama' -> Sila ke-4; (4) Tindakan 'Mengantre dengan tertib saat pembagian bantuan sosial di balai warga' -> Sila ke-5. Bagian C Isian Karakter Tokoh Perumus: (1) Ir. Soekarno -> cinta tanah air / pantang menyerah; (2) Drs. Mohammad Hatta -> jujur / sederhana / disiplin; (3) Mr. Mohammad Yamin -> cerdas / cinta persatuan; (4) Mr. Soepomo -> mengutamakan kekeluargaan / persatuan (30 menit).
- Murid secara bergantian dalam 7 kelompok (@ 4 murid) melaksanakan Tugas 2: Unjuk Kerja Bermain Peran Kelompok (masing-masing 3-4 menit) menampilkan tindakan penerapan sila Pancasila berdasarkan skenario tertulis yang diundi, sementara guru mengamati menggunakan lembar observasi. Skenario kelompok: Kelompok 1 (Penerapan Sila ke-1: saling menghormati saat waktu ibadah tiba di tengah belajar kelompok); Kelompok 2 (Penerapan Sila ke-2: menolong teman yang terjatuh di halaman sekolah); Kelompok 3 (Penerapan Sila ke-3: bekerja sama membersihkan ruang kelas bersama murid beda suku); Kelompok 4 (Penerapan Sila ke-4: bermusyawarah menentukan regu piket kelas secara mufakat); Kelompok 5 (Penerapan Sila ke-5: bersikap adil membagi tugas piket secara merata); Kelompok 6 (Penerapan Sila ke-2 & ke-3: berbagi bekal makanan dan menjaga kerukunan saat jam istirahat); Kelompok 7 (Penerapan Sila ke-4 & ke-5: menghargai perbedaan usul dalam musyawarah pemilihan ketua regu secara jujur dan adil) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis kepada guru dan merapikan kembali formasi bangku kelas dengan tertib (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran murid selama pelaksanaan asesmen tertulis dan unjuk kerja bermain peran (2 menit).
- Guru menutup sesi bab 4 dengan mengajak murid membuat komitmen sederhana merawat nilai-nilai Pancasila dalam keseharian, lalu mengakhiri pertemuan dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format teks tes tertulis dengan ukuran huruf lebih besar atau pembacaan instruksi secara lisan bagi murid berkebutuhan khusus tanpa mengubah butir soal dan kunci jawaban.
- Proses: Pemberian tambahan waktu membaca petunjuk atau pendampingan pembacaan skenario bermain peran bagi murid yang membutuhkan akomodasi akses tanpa mengubah kriteria rubrik penilaian.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk semua murid: lembar jawaban tertulis lengkap dan peragaan tindakan nyata bermain peran sesuai rubrik ketercapaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan dan kelengkapan alat tulis murid serta verifikasi pemahaman petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis dan tata tertib unjuk kerja bermain peran kelompok sebelum evaluasi dimulai.
Proses:- Observasi keterlibatan, kemandirian pengerjaan tugas tertulis tanpa menyontek, dan kepatuhan waktu saat peragaan bermain peran kelompok berlangsung.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja bermain peran kelompok: lembar jawaban asesmen tertulis yang memuat identifikasi makna sila, pencocokan contoh penerapan sila, dan penyebutan karakter tokoh perumus Pancasila, serta lembar observasi peragaan tindakan penerapan sila Pancasila dalam situasi kehidupan sehari-hari
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi isian singkat makna sila-sila Pancasila, penjodohan contoh tindakan warga dengan sila yang sesuai di lingkungan sekitar, serta penyebutan karakter para tokoh perumus Pancasila (seperti toleransi, cinta tanah air, dan musyawarah) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
- unjuk kerja bermain peran kelompok: peragaan tindakan nyata penerapan sila-sila Pancasila dalam skenario kehidupan sehari-hari (7 kelompok @ 4 murid tampil bergantian masing-masing 4-5 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja bermain peran)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja bermain peran kelompok: lembar jawaban asesmen tertulis yang memuat identifikasi makna sila, pencocokan contoh penerapan sila, dan penyebutan karakter tokoh perumus Pancasila, serta lembar observasi peragaan tindakan penerapan sila Pancasila dalam situasi kehidupan sehari-hari
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi isian singkat makna sila-sila Pancasila, penjodohan contoh tindakan warga dengan sila yang sesuai di lingkungan sekitar, serta penyebutan karakter para tokoh perumus Pancasila (seperti toleransi, cinta tanah air, dan musyawarah) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
- unjuk kerja bermain peran kelompok: peragaan tindakan nyata penerapan sila-sila Pancasila dalam skenario kehidupan sehari-hari (7 kelompok @ 4 murid tampil bergantian masing-masing 4-5 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja bermain peran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Makna Sila-Sila Pancasila (TP 4.4.1) | Tepat mengidentifikasi 0-1 makna dari 5 sila Pancasila sesuai acuan makna. | Tepat mengidentifikasi 2-3 makna dari 5 sila Pancasila sesuai acuan makna. | Tepat mengidentifikasi 4 makna dari 5 sila Pancasila sesuai acuan makna. | Tepat mengidentifikasi seluruh 5 makna sila Pancasila (Sila 1: Ketuhanan/ibadah; Sila 2: Kemanusiaan/persamaan derajat; Sila 3: Persatuan/cinta tanah air; Sila 4: Musyawarah mufakat; Sila 5: Keadilan sosial/menghormati hak sesama) secara mandiri. | | Mengidentifikasi Penerapan Sila-Sila Pancasila (TP 4.4.2) | Tepat menjodohkan 0-1 dari 4 contoh tindakan warga dengan sila yang sesuai. | Tepat menjodohkan 2 dari 4 contoh tindakan warga dengan sila yang sesuai. | Tepat menjodohkan 3 dari 4 contoh tindakan warga dengan sila yang sesuai. | Tepat menjodohkan seluruh 4 contoh tindakan penerapan sila (menjenguk tetangga sakit -> Sila 1 & 2; gotong royong selokan -> Sila 3; musyawarah pemilihan RT -> Sila 4; antre tertib bansos -> Sila 5) sesuai acuan. | | Menunjukkan Penerapan Sila-Sila Pancasila Melalui Peragaan (TP 4.4.3) | Belum menampilkan tindakan nyata yang mencerminkan sila Pancasila dalam simulasi bermain peran. | Menampilkan tindakan penerapan sila dalam simulasi bermain peran namun masih ragu dan memerlukan bimbingan arahan guru. | Menampilkan tindakan nyata penerapan sila Pancasila secara jelas sesuai skenario situasi kehidupan sehari-hari. | Menampilkan tindakan nyata penerapan sila Pancasila secara runtut, tepat sasaran sesuai skenario situasi kehidupan sehari-hari, dan sepenuhnya mandiri. | | Menyebutkan Karakter Tokoh Perumus Pancasila (TP 4.4.4) | Menyebutkan 0-1 karakter tokoh perumus Pancasila secara tepat sesuai acuan. | Menyebutkan 2 karakter tokoh perumus Pancasila secara tepat sesuai acuan. | Menyebutkan 3 karakter tokoh perumus Pancasila secara tepat sesuai acuan. | Menyebutkan seluruh 4 karakter tokoh perumus Pancasila secara tepat (Ir. Soekarno: cinta tanah air/pantang menyerah; Drs. Moh. Hatta: jujur/sederhana; Mr. Moh. Yamin: cerdas/persatuan; Mr. Soepomo: kekeluargaan/persatuan) sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit tes tertulis dan 25 menit unjuk kerja bermain peran berjalan tertib dan mencukupi seluruh murid?
- Bagian materi mana dari makna, penerapan, atau karakter tokoh perumus yang masih banyak mengalami kekeliruan pemahaman oleh murid?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (menulis makna/penerapan/karakter tokoh atau bermain peran) yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Karakter tokoh perumus Pancasila mana yang paling ingin terus kamu biasakan dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4: Pancasila dalam Diriku)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4: Pancasila dalam Diriku)
- Gambar/Poster Garuda Pancasila dan Simbol Bintang Emas
- Kartu konsep makna sila pertama dan Lembar Kerja Murid (LKM)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023) Bab 4
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV Bab 4
- Gambar simbol Garuda Pancasila dan Rantai Emas
- Set kartu situasi kehidupan sehari-hari dan lembar kerja identifikasi makna
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Gambar lambang Garuda Pancasila dan simbol sila ketiga (Pohon Beringin)
- Kartu kata kunci makna sila ketiga Pancasila
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 4)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 4)
- Gambar simbol sila keempat Pancasila (Kepala Banteng) dan kartu pernyataan situasi sehari-hari
- Gambar simbol sila kelima Pancasila (Padi dan Kapas)
- Set kartu pernyataan situasi sehari-hari dan lembar aktivitas kuis berpasangan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV
- Kartu situasi bergambar/bertuliskan tindakan penerapan sila Pancasila
- Papan mini/kartu angka 1 dan 2 untuk kuis interaktif
- Kartu teks 4 situasi lingkungan masyarakat
- Lembar tantangan Detektif Persatuan (5 skenario perilaku)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV, Pusat Perbukuan BSKAP Kemendikbudristek 2023 (Bab 4: Pancasila dalam Diriku).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV, Pusat Perbukuan BSKAP Kemendikbudristek 2023.
- Kartu situasi bergambar dan lembar kerja klasifikasi penerapan sila keempat dan kelima Pancasila.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Set kartu ragam tindakan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitar
- Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi penerapan sila Pancasila
- Kartu skenario peragaan tindakan penerapan Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila
- Set stik es krim/sedotan dan perekat kertas untuk media simulasi menara persatuan kelompok
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Bab 4: Pancasila dalam Diriku)
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Bab 4, Halaman 108-109: Komik Bermusyawarah)
- Kartu bicara giliran musyawarah dan format lembar jadwal piket kelas
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023) Bab 4
- Lembar Kasus Situasi Harian penerapan sila kelima Pancasila
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Aktivitas Ayo Bermain Peran)
- Lembar naskah bermain peran sederhana bertema gotong royong dan kerukunan di lingkungan sekitar
- Foto dan teks ringkas biografi Ir. Soekarno dalam peristiwa perumusan Pancasila
- Kartu kata sifat/karakter tokoh
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI, Bab 4)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI, Bab 4)
- Gambar/foto tokoh Drs. Mohammad Hatta dan infografik ringkas biografi karakter Bung Hatta
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023) Bab 4 Halaman 121-125
- Gambar/foto tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo
- Kartu nama tokoh dan kartu pernyataan karakter untuk kuis
- Buku Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Bab 4: Pancasila dalam Diriku)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV terbitan Kemdikbudristek
- Kartu Skenario Tindakan Warga dan Lembar Pasangan Karakter Tokoh Perumus
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023).
- Lembar Asesmen Tertulis Sumatif Bab 4.
- Kartu Undian Skenario Peran Penerapan Sila Pancasila dan Lembar Observasi Unjuk Kerja Guru.
|