Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Sikap Kompak dan Bersatu dalam Keberagaman di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Sikap Kompak dan Bersatu dalam Keberagaman di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Sikap Kompak dan Bersatu dalam Keberagaman di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Sikap Kompak dan Bersatu dalam Keberagaman di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikSikap Kompak dan Bersatu dalam Keberagaman di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan sikap kompak dan bersatu dalam berbagai bentuk keberagaman sosial dan budaya di lingkungan RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan.
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap kompak dan bersatu dalam kegiatan kelompok di sekolah sebagai cerminan persatuan dan kesatuan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu ikut kegiatan bersama warga di lingkunganmu? Ceritakan pengalamanmu!
  2. Apa yang terjadi jika warga di sebuah lingkungan tidak mau bekerja sama, padahal mereka berbeda suku, budaya, dan agama?
  3. Bagaimana caramu agar tetap kompak dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: mengajukan pertanyaan 'Apa yang kalian ketahui tentang sikap kompak dan bersatu?' dan mencatat respons murid sebagai data diagnostik.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu ikut kegiatan bersama warga di lingkunganmu? Ceritakan pengalamanmu!' untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: murid akan belajar menunjukkan serta mempraktikkan sikap kompak dan bersatu dalam keberagaman.
  • Guru mengaitkan materi ini dengan pembelajaran sebelumnya tentang kerja sama dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua gambar kontras di papan tulis atau layar: (1) warga dari berbagai latar belakang bersatu bergotong royong membangun jembatan kampung, (2) sekumpulan orang yang saling acuh dan tidak mau bekerja sama.
  • Murid diminta mengamati kedua gambar dengan seksama selama 1-2 menit dalam suasana tenang dan fokus (prinsip Berkesadaran).
  • Guru bertanya secara klasikal: 'Gambar mana yang menunjukkan sikap kompak dan bersatu? Apa tanda-tandanya?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru membacakan penggalan cerita singkat 'Menghargai dan Menghormati Keberagaman' (buku siswa hal. 66) tentang peringatan Sumpah Pemuda di SD Negeri 1 Bineka. Murid menyimak dengan khidmat.
  • Guru menjelaskan konsep kunci secara interaktif: apa itu sikap kompak, apa itu bersatu, dan mengapa sikap ini penting di tengah keberagaman sosial dan budaya di lingkungan RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan.
  • Murid dan guru bersama-sama menyimpulkan ciri-ciri sikap kompak dan bersatu melalui tanya jawab singkat, sehingga pemahaman dibangun bersama, bukan hanya diberikan searah (prinsip Bermakna).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dengan komposisi beragam: berbeda jenis kelamin, latar belakang, dan kemampuan belajar.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja berisi tabel dua kolom: kolom pertama berisi 5 situasi di lingkungan (RT, RW, desa, kecamatan, dan sekolah), kolom kedua kosong untuk diisi sikap kompak dan bersatu yang tepat pada situasi tersebut.
  • Kelompok berdiskusi mengisi tabel selama ±10 menit. Guru berkeliling membimbing dan memastikan semua anggota kelompok aktif berkontribusi.
  • Setelah tabel selesai, setiap kelompok menyusun mini-drama singkat (1-2 menit) berdasarkan salah satu situasi dalam tabel mereka, memperagakan bagaimana warga/murid bersikap kompak dan bersatu di tengah keberagaman.
  • Setiap kelompok menampilkan mini-drama secara bergantian di depan kelas. Kelompok penonton diberikan tugas mengamati dan mencatat satu sikap kompak yang mereka lihat (prinsip Menggembirakan).
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Sikap kompak apa yang paling banyak muncul?' dan 'Apakah ada sikap yang menurutmu masih perlu diperbaiki?' (prinsip Bermakna).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru membagikan kartu refleksi kecil kepada setiap murid.
  • Murid diminta menulis jawaban singkat di kartu refleksi: (1) Satu sikap kompak yang sudah aku tunjukkan hari ini dalam kelompok; (2) Satu hal baru yang aku pelajari tentang bersatu dalam keberagaman; (3) Satu sikap yang akan aku lakukan di rumah atau lingkungan RT/RW-ku.
  • Guru mempersilakan 3-4 murid secara sukarela membacakan isi kartu refleksinya di depan kelas.
  • Guru memberikan apresiasi verbal atas keberanian dan kejujuran murid dalam merefleksi diri, tanpa membandingkan satu murid dengan murid lain (prinsip Berkesadaran).
  • Guru mengajak murid merangkum pembelajaran hari ini bersama-sama dalam satu kalimat: 'Hari ini aku belajar bahwa... demi persatuan dan kesatuan Indonesia.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin utama pembelajaran: sikap kompak dan bersatu adalah kunci menjaga persatuan di tengah keberagaman sosial dan budaya.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid mengisi 3 soal refleksi tertulis di buku tulis (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru memberikan pesan moral singkat: 'Perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, justru perbedaan membuat kita saling melengkapi.'
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya secara singkat agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih (cepat) diberikan tambahan bacaan berupa artikel singkat tentang contoh nyata kerukunan antarwarga di kecamatan setempat, lalu diminta menemukan minimal 3 sikap kompak di dalamnya. Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) diberikan kartu gambar situasi yang sudah bernomor urut sebagai panduan pengisian tabel, sehingga mereka tidak perlu memulai dari lembar kosong.
  • Proses: Saat kerja kelompok, guru memberikan pertanyaan pemandu berbeda sesuai kebutuhan: untuk murid cepat, 'Bagaimana caramu mengajak warga yang tidak mau ikut berpartisipasi?' (pertanyaan analitis); untuk murid lambat, 'Apa yang dilakukan tokoh dalam cerita untuk menunjukkan sikap kompak?' (pertanyaan faktual). Murid lambat juga boleh menunjukkan pemahaman lewat gambar atau lisan, tidak harus tulisan.
  • Produk: Murid cepat dapat membuat poster sederhana bertema 'Kompak dan Bersatu di Lingkunganku' sebagai produk tambahan. Murid lambat cukup melengkapi tabel dan berpartisipasi aktif dalam mini-drama kelompok sesuai kemampuannya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Apa yang kalian ketahui tentang sikap kompak dan bersatu?' — guru mencatat jawaban murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal kelas.
  • Pertanyaan pemantik lisan: 'Pernahkah kamu ikut kegiatan bersama warga di lingkunganmu?' untuk mengidentifikasi pengalaman nyata murid dan memetakan kesiapan belajar.

Proses:

  • Observasi sistematis menggunakan lembar ceklis partisipasi saat diskusi kelompok: guru mencatat apakah setiap murid aktif berdiskusi, menghargai pendapat teman, dan berkontribusi dalam menyusun mini-drama.
  • Penilaian Lembar Kerja kelompok (tabel situasi dan sikap kompak): guru memeriksa ketepatan dan kedalaman jawaban saat keliling kelas.
  • Pengamatan saat penampilan mini-drama: guru menilai kemampuan murid mempraktikkan sikap kompak dan bersatu secara nyata dalam simulasi kegiatan kelompok.

Akhir:

  • Pengisian kartu refleksi individu: murid menuliskan (1) sikap kompak yang sudah ditunjukkan hari ini, (2) satu hal baru yang dipelajari, dan (3) rencana tindakan di lingkungan RT/RW.
  • Tiga soal refleksi tertulis di buku tulis sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran [4.3.5.1] dan [4.3.5.2]: murid memberikan contoh sikap kompak di lingkungan sekitar, menjelaskan alasan pentingnya bersatu, dan menyatakan respons terhadap situasi nyata keberagaman.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok dan mini-drama: mencatat partisipasi, keaktifan, dan kemampuan murid menunjukkan sikap kompak dalam kelompok.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk memantau pemahaman konsep sikap kompak dan bersatu.
  • Lembar Kerja kelompok (tabel situasi dan sikap kompak) sebagai bukti proses berpikir murid.

Sumatif:

  • Kartu refleksi tertulis di akhir pembelajaran: murid menuliskan sikap kompak yang sudah ditunjukkan, hal baru yang dipelajari, dan rencana tindak lanjut di lingkungan sekitarnya.
  • Tiga soal refleksi tertulis di buku tulis: (1) Tuliskan dua contoh sikap kompak di lingkungan RT atau RW! (2) Mengapa sikap bersatu penting di tengah keberagaman sosial dan budaya? (3) Apa yang kamu lakukan jika temanmu enggan bekerja sama karena perbedaan budaya?

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap kompak dan bersatu dalam keberagaman (TP 4.3.5.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh sikap kompak dan bersatu di lingkungan RT/RW/desa/kecamatan, meskipun sudah diberikan panduan.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap kompak di lingkungan sekitar, namun belum dapat menjelaskan hubungannya dengan keberagaman sosial dan budaya.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih contoh sikap kompak di berbagai lingkungan (RT, RW, desa/kecamatan) dan menjelaskan kaitannya dengan keberagaman sosial dan budaya.Murid dapat menyebutkan beragam contoh sikap kompak di berbagai lingkungan, menjelaskan kaitannya dengan persatuan dan kesatuan, serta memberikan alasan logis mengapa sikap tersebut penting bagi kehidupan bermasyarakat.
Mempraktikkan sikap kompak dan bersatu dalam kegiatan kelompok (TP 4.3.5.2)Murid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan mini-drama kelompok; cenderung diam atau bekerja sendiri tanpa memperhatikan teman satu kelompok.Murid berpartisipasi dalam kegiatan kelompok jika diminta, namun belum menunjukkan inisiatif dalam menghargai perbedaan atau mengajak teman untuk bersatu.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi dan mini-drama, mendengarkan pendapat teman, dan menunjukkan sikap menghargai perbedaan dalam kelompok.Murid sangat aktif, mengambil inisiatif mengajak anggota kelompok yang pasif untuk berpartisipasi, menunjukkan sikap kompak secara konsisten selama kegiatan, dan mampu menjadi contoh nyata sikap bersatu bagi teman-temannya.
Kemampuan refleksi diriMurid tidak mengisi kartu refleksi atau hanya menuliskan jawaban yang tidak berkaitan dengan topik pembelajaran.Murid mengisi kartu refleksi dengan satu jawaban singkat, namun belum menghubungkan pengalaman belajar dengan kehidupan nyata di lingkungannya.Murid mengisi kartu refleksi dengan lengkap: menyebutkan sikap kompak yang sudah dilakukan, hal baru yang dipelajari, dan rencana tindakan di lingkungan sekitar.Murid mengisi kartu refleksi secara lengkap dan mendalam, menghubungkan pengalaman belajar hari ini dengan kehidupan nyata, serta menyatakan rencana konkret dan spesifik untuk mempraktikkan sikap kompak dan bersatu di lingkungan RT/RW/desa.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami konsep sikap kompak dan bersatu sesuai tujuan pembelajaran [4.3.5.1] dan [4.3.5.2]? Bagaimana buktinya?
  • Apakah kegiatan mini-drama kelompok berhasil membuat murid mempraktikkan sikap kompak secara nyata? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjawab kebutuhan murid yang cepat dan murid yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik perhatian murid, dan bagaimana saya dapat mengembangkannya pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu sikap kompak yang sudah kamu tunjukkan hari ini bersama kelompokmu?
  • Hal baru apa yang kamu pelajari tentang bersatu di tengah keberagaman?
  • Apa yang akan kamu lakukan di rumah atau di lingkungan RT/RW-mu untuk menunjukkan sikap kompak dan bersatu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Dede Kurniawan, Dwi Nanta Priharto, Yusnawan L. — Kemendikbudristek, 2023), Bab 3 hal. 64-66.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Panduan Khusus Bab 3 hal. 93-94.
  3. Gambar/foto kontras situasi keberagaman di masyarakat (disiapkan guru: dicetak atau ditampilkan di layar/proyektor).
  4. Lembar Kerja kelompok berisi tabel situasi dan sikap kompak (disiapkan guru).
  5. Kartu refleksi individu (disiapkan guru, ukuran setengah lembar HVS).
  6. Papan tulis dan spidol warna untuk mencatat hasil diskusi klasikal.
  7. Proyektor atau layar (jika tersedia) untuk menampilkan gambar dan cerita pemantik.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.