Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Gotong Royong sebagai Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Tempat Tinggal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Gotong Royong sebagai Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Tempat Tinggal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Gotong Royong sebagai Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Tempat Tinggal

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Gotong Royong sebagai Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Tempat Tinggal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikGotong Royong sebagai Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Tempat Tinggal
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian dan manfaat gotong royong sebagai bentuk kerja sama di lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa/kelurahan) dengan kata-kata sendiri secara lisan maupun tulisan.
  2. Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 contoh kegiatan gotong royong yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu ikut kerja bakti atau kegiatan bersama warga di sekitar rumahmu? Apa yang kamu lakukan dan bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, mengapa suatu pekerjaan bisa terasa lebih ringan dan cepat selesai jika dikerjakan bersama-sama?
  3. Kegiatan apa saja yang biasa dilakukan warga di lingkungan tempat tinggalmu secara bersama-sama? Apakah kegiatan itu termasuk gotong royong? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (mencerminkan nilai Ketuhanan — sila pertama Pancasila).
  • Guru mengecek kehadiran dan mengkondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar — satu gambar orang bekerja sendiri dan satu gambar warga bergotong royong. Murid diminta mengacungkan tangan untuk menjawab: 'Gambar mana yang menunjukkan gotong royong? Apa alasanmu?' Guru mencatat respons murid sebagai peta pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar apa itu gotong royong, apa manfaatnya, dan contoh-contohnya yang ada di sekitar kita.'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Pernahkah kamu ikut kerja bakti di sekitar rumah? Bagaimana rasanya?' Beri waktu 2–3 murid untuk berbagi cerita singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka buku siswa dan membaca teks 'Kerja Sama di Lingkunganku' (halaman 74–76) secara senyap selama ±3 menit. (Berkesadaran: murid membaca dengan fokus penuh)
  • Guru membacakan kembali bagian inti cerita dengan intonasi ekspresif untuk membangun keterlibatan murid.
  • Guru mengajukan pertanyaan panduan untuk membangun pemahaman: (1) Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan di cerita itu? (2) Apa yang mereka kerjakan bersama-sama? (3) Apa hasil akhir dari kegiatan tersebut?
  • Guru menjelaskan pengertian gotong royong: 'Gotong royong adalah kerja sama yang dilakukan oleh beberapa orang untuk kepentingan bersama, dilakukan secara sukarela dan saling membantu.' Guru menuliskan definisi ini di papan tulis.
  • Guru menjelaskan manfaat gotong royong menggunakan peta konsep sederhana di papan: (1) Memperingan dan mempercepat pekerjaan, (2) Menjalin kerukunan, (3) Mempererat rasa persaudaraan.
  • Guru menghubungkan gotong royong dengan nilai-nilai Pancasila: sila ke-3 (Persatuan Indonesia) dan sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Guru bertanya: 'Sila ke berapa yang paling terasa dalam kegiatan gotong royong? Mengapa?' (Bermakna: menghubungkan konsep baru dengan pengalaman dan pengetahuan Pancasila yang sudah dimiliki murid)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang per kelompok) dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKM).
  • LKM berisi: (a) Tabel 'Tugas dan Peran Tokoh' berdasarkan cerita di buku siswa — murid mengisi peran tiap tokoh yang mencerminkan gotong royong. (b) Kolom 'Contoh Gotong Royong di Sekitarku' — murid menuliskan minimal 3 contoh kegiatan gotong royong yang pernah mereka lihat atau ikuti di RT/RW/desa/kelurahan mereka beserta nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya. (Bermakna: murid menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata di lingkungan mereka)
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk mengisi LKM. Guru berkeliling memantau, memberi pertanyaan pendorong kepada kelompok yang tampak kesulitan: 'Coba ingat, apa yang biasa dilakukan warga saat ada tetangga yang punya hajatan? Apakah itu termasuk gotong royong?'
  • Setelah ±8 menit diskusi kelompok, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain boleh menambahkan atau menanggapi. (Menggembirakan: suasana berbagi pengalaman yang menyenangkan dan saling menghargai)
  • Guru memberikan umpan balik langsung: mengonfirmasi jawaban yang tepat dan meluruskan miskonsepsi yang muncul — misalnya jika ada murid yang menyebut kegiatan bersama yang hanya menguntungkan satu pihak sebagai gotong royong.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan selembar kertas kecil (tiket keluar/exit ticket).
  • Murid secara mandiri menjawab 2 pertanyaan refleksi tertulis dalam ±5 menit: (1) 'Tuliskan dengan kata-katamu sendiri: apa itu gotong royong dan apa manfaatnya?' (2) 'Sebutkan 1 contoh gotong royong di lingkunganmu dan jelaskan nilai Pancasila apa yang ada di dalamnya.' (Berkesadaran: murid mengevaluasi pemahaman sendiri secara sadar)
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi lisan singkat dengan pertanyaan: 'Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?' dan 'Apakah kamu ingin ikut kegiatan gotong royong setelah belajar hari ini? Mengapa?' Beri waktu 2–3 murid untuk menjawab secara sukarela.
  • Guru menegaskan kembali pesan utama: 'Gotong royong bukan sekadar kegiatan, tapi cerminan nilai luhur bangsa kita yang sudah ada sejak dahulu dan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.' (Bermakna: murid menghubungkan pembelajaran dengan identitas dan kehidupan berbangsa)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: guru bertanya 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini?' dan menuliskan poin simpulan di papan berdasarkan jawaban murid.
  • Guru mengumpulkan exit ticket (tiket keluar) dari tahap Merefleksi sebagai asesmen akhir.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Sebagai tugas rumah, amati satu kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggalmu dalam 1 minggu ke depan, catat nama kegiatannya, siapa yang terlibat, dan manfaatnya. Ceritakan pada pertemuan berikutnya.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Gotong Royong' atau yel semangat kebersamaan kelas sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru menutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pemahaman lebih (cepat) diberikan tantangan tambahan: mencari contoh gotong royong dari daerah lain di Indonesia dan menjelaskan nilai Pancasila yang berbeda yang terkandung di dalamnya. Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) diberikan kartu bergambar berisi ilustrasi kegiatan gotong royong (kerja bakti, membangun rumah, dll.) sebagai bantuan visual saat mengisi LKM.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, guru memberikan pertanyaan pendorong yang lebih terstruktur dan bertahap kepada murid yang membutuhkan dukungan: dimulai dari pertanyaan konkret ('Apa yang dilakukan Pak RT di cerita itu?') sebelum ke pertanyaan abstrak ('Apa nilai Pancasila yang ada?'). Murid yang cepat dapat memimpin diskusi kelompok atau menjadi notulen yang merangkum hasil diskusi.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menyajikan hasil kerja dalam bentuk mind map atau poster mini bergambar tentang gotong royong. Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup mengisi tabel yang sudah disediakan di LKM dengan kalimat singkat atau poin-poin saja.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (orang bekerja sendiri vs warga bergotong royong) dan meminta murid mengidentifikasi mana yang menunjukkan gotong royong beserta alasannya. Dilakukan secara lisan di awal pendahuluan untuk memetakan pemahaman awal murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid membaca teks dan menjawab pertanyaan panduan pada tahap Memahami: apakah murid dapat menemukan informasi kunci dari teks.
  • Pemantauan diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi: guru mencatat murid yang aktif berkontribusi dan murid yang belum terlibat untuk segera diberikan pertanyaan pendorong.
  • Presentasi hasil kelompok: guru menilai ketepatan contoh gotong royong yang diberikan dan kemampuan murid menghubungkannya dengan nilai Pancasila.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis yang dikumpulkan di akhir pembelajaran: murid menjawab dua pertanyaan — (1) definisi dan manfaat gotong royong dengan kata-kata sendiri, dan (2) satu contoh gotong royong beserta nilai Pancasila yang ada di dalamnya. Dinilai dengan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan checklist: aktif berpendapat, mendengarkan teman, memberikan contoh relevan.
  • Umpan balik lisan langsung saat presentasi kelompok: guru mengoreksi dan mengonfirmasi pemahaman secara terbuka.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk memantau pemahaman konsep pengertian dan manfaat gotong royong.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: murid menjelaskan pengertian dan manfaat gotong royong serta menyebutkan 1 contoh beserta nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya.
  • Hasil Lembar Kerja Murid (LKM): tabel peran tokoh dan daftar contoh gotong royong di lingkungan sekitar dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan manfaat gotong royong [TP 4.3.3.1]Murid belum dapat menjelaskan pengertian gotong royong dan tidak menyebut manfaatnya meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan salah satu — pengertian atau manfaat gotong royong — namun belum lengkap dan masih memerlukan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan pengertian gotong royong dengan benar dan menyebutkan minimal 2 manfaatnya dengan kata-kata sendiri.Murid dapat menjelaskan pengertian gotong royong secara lengkap, menyebutkan minimal 3 manfaat, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata di lingkungan tempat tinggalnya.
Mengidentifikasi contoh gotong royong yang mencerminkan nilai Pancasila [TP 4.3.3.2]Murid belum dapat menyebutkan contoh kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat meskipun sudah diarahkan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh kegiatan gotong royong tetapi belum dapat menghubungkannya dengan nilai Pancasila.Murid dapat menyebutkan 2–3 contoh kegiatan gotong royong dan menghubungkan salah satunya dengan nilai Pancasila yang relevan.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh kegiatan gotong royong dan menjelaskan nilai Pancasila yang terkandung pada setiap contoh dengan tepat dan runtut.
Partisipasi dalam diskusi kelompok (Kolaborasi)Murid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi apapun.Murid hadir dalam kelompok tetapi kontribusi sangat minim; lebih banyak diam atau menunggu teman.Murid aktif berpendapat dan mendengarkan teman; berkontribusi dalam mengisi LKM bersama kelompok.Murid sangat aktif: memimpin diskusi, mendorong teman yang diam untuk ikut berpendapat, dan memastikan semua anggota kelompok memahami jawaban bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok? Murid mana yang perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing antusiasme dan rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian?
  • Apakah murid sudah mampu menghubungkan konsep gotong royong dengan nilai-nilai Pancasila secara bermakna, bukan sekadar menghafal?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang gotong royong? Coba ceritakan dengan kata-katamu sendiri.
  • Adakah kegiatan gotong royong di sekitar rumahmu yang belum pernah kamu sadari sebelumnya? Apa kegiatan itu?
  • Setelah belajar hari ini, apakah kamu ingin lebih aktif ikut kegiatan gotong royong di lingkunganmu? Apa yang akan kamu lakukan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila & Pusat Perbukuan Kemdikbudristek, 2023) — halaman 74–76, cerita 'Kerja Sama di Lingkunganku'.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Dede Kurniawan, Dwi Nanta Priharto, Yusnawan L., ISBN: 978-623-194-654-6).
  3. Gambar/foto ilustrasi kegiatan gotong royong (kerja bakti, membangun rumah, hajatan, peringatan HUT RI) — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor.
  4. Lembar Kerja Murid (LKM) — disiapkan oleh guru: berisi tabel peran tokoh dan kolom contoh gotong royong.
  5. Kartu bergambar ilustrasi gotong royong — untuk mendukung murid yang membutuhkan bantuan visual (diferensiasi).
  6. Kertas kecil untuk exit ticket.
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan peta konsep dan simpulan pembelajaran.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.