Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Membuat Aturan di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Membuat Aturan di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Membuat Aturan di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membuat Aturan di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembuat Aturan di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun aturan sederhana yang sesuai untuk diterapkan di lingkungan rumah atau sekolah secara mandiri maupun bersama kelompok.
  2. Murid dapat menjelaskan manfaat aturan yang telah dibuat bagi diri sendiri dan orang lain sebagai bentuk kesadaran disiplin.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tidak nyaman karena seseorang tidak mengikuti aturan di sekitarmu? Ceritakan apa yang terjadi!
  2. Menurutmu, siapa yang berhak membuat aturan di rumah dan di sekolah? Mengapa?
  3. Apa yang akan terjadi jika di kelasmu tidak ada aturan sama sekali?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan murid siap belajar (mengatur tempat duduk kelompok jika belum).
  • Asesmen awal: Guru menampilkan 2 gambar singkat di papan tulis — satu gambar situasi kelas yang tertib dan satu yang kacau — lalu bertanya, 'Mana situasi yang kalian suka? Apa bedanya?' Murid menjawab lisan secara spontan (guru mencatat pola jawaban untuk mengetahui pemahaman awal tentang aturan).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi murid 1–2 menit berpikir sebelum berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar membuat aturan sendiri untuk rumah atau sekolah, dan menjelaskan manfaatnya bagi semua orang.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati 3 kartu situasi yang ditempel di papan (contoh: 'Sampah berserakan di kelas', 'Buku teks milik bersama tidak dikembalikan', 'Teman bermain gadget saat pelajaran'). Murid diminta membaca dan memikirkan apa masalah di setiap situasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan berkesadaran: 'Mengapa situasi ini terjadi? Apa yang kurang?' — murid berpasangan mendiskusikan jawabannya selama 3 menit, lalu beberapa pasang berbagi ke kelas.
  • Guru menjelaskan konsep aturan secara ringkas: aturan adalah kesepakatan yang mengatur perilaku agar semua orang nyaman dan aman. Guru memberi contoh aturan di rumah (tidak tidur larut malam, meletakkan barang pada tempatnya) dan di sekolah (berbaris sebelum masuk kelas, meminta izin jika keluar kelas) dengan merujuk tabel dari buku siswa.
  • Guru menjelaskan bahwa aturan yang baik harus jelas, masuk akal, dan bisa dilaksanakan — serta dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
  • Murid mencatat 3 ciri aturan yang baik di buku masing-masing sebagai pegangan saat membuat aturan nanti.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Kolaborasi):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu 'Lembar Kerja Membuat Aturan' berisi kolom: Nama Aturan, Lingkungan (rumah/sekolah), Isi Aturan (minimal 3 butir), dan Manfaat bagi Diri Sendiri & Orang Lain.
  • Setiap kelompok memilih satu lingkungan — rumah atau sekolah — kemudian berdiskusi dan menyusun minimal 3 aturan sederhana yang relevan. Guru mengingatkan untuk menggunakan ciri aturan yang baik sebagai panduan.
  • Selama diskusi kelompok berjalan (±10 menit), guru berkeliling, mengamati proses, dan memberikan pertanyaan pendorong seperti: 'Siapa yang akan diuntungkan oleh aturan ini?' atau 'Apakah aturan ini masuk akal untuk dilakukan setiap hari?'
  • Setelah selesai menyusun aturan, setiap kelompok menuliskan manfaat aturan tersebut bagi diri sendiri dan orang lain di kolom yang tersedia.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil aturan buatannya dalam 2–3 menit. Kelompok lain diberi kesempatan memberikan satu tanggapan atau saran membangun. Guru memberi apresiasi atas setiap presentasi.
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Aturan mana yang paling banyak manfaatnya? Mengapa aturan ini penting bagi semua orang, bukan hanya diri sendiri?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke situasi di pertanyaan pemantik awal dan bertanya: 'Sekarang setelah kalian membuat aturan sendiri, apa yang kalian rasakan? Apakah mudah atau sulit? Mengapa?'
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat (4 kalimat rumpang): (1) Saya memahami bahwa aturan itu ..., (2) Aturan yang saya buat bermanfaat karena ..., (3) Satu hal yang ingin saya terapkan mulai besok adalah ..., (4) Satu pertanyaan yang masih ada di pikiran saya adalah ...
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi jawaban refleksi mereka dengan kelas. Guru merangkum inti refleksi dengan menghubungkan ke nilai disiplin sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Guru menegaskan pesan kunci: membuat aturan bukan sekadar tugas, tetapi bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan bersama.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: apa itu aturan, bagaimana cara membuat aturan yang baik, dan apa manfaatnya.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 2 pertanyaan lisan/tertulis singkat — (1) Sebutkan 2 aturan yang bisa kamu terapkan di rumah beserta manfaatnya!, (2) Mengapa aturan perlu mempertimbangkan kepentingan orang lain? — murid menjawab di selembar kertas kecil (exit ticket).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja kelompok dan exit ticket sebagai bahan asesmen.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mendiskusikan 1 aturan baru bersama keluarga di rumah dan mencatatnya untuk dibahas di pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: 'Kalian sudah membuktikan bahwa anak kelas 4 bisa membuat aturan yang bijak. Mulai terapkan di rumah dan sekolah ya!'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep aturan diberikan kartu situasi yang lebih kompleks (misalnya konflik antartetangga atau aturan fasilitas umum). Murid yang masih kesulitan diberi kartu situasi yang familiar dan sederhana (aturan makan bersama keluarga, aturan bermain di rumah).
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung menyusun aturan secara mandiri dan menambahkan kolom 'sanksi' jika aturan dilanggar. Murid yang lambat difasilitasi dengan panduan berupa daftar kata bantu (kata kerja tindakan seperti: merapikan, mengembalikan, meminta izin) dan bimbingan langsung dari guru saat diskusi kelompok.
  • Produk: Murid yang cepat menyajikan hasil aturannya dalam bentuk poster mini bergambar (dibuat di kertas A5). Murid yang lambat cukup mengisi lembar kerja terstruktur yang telah disediakan dengan panduan kolom yang jelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 gambar situasi (kelas tertib vs kelas kacau) dan meminta murid memberikan respons lisan spontan untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep aturan dan ketertiban.
  • Guru mencatat pola jawaban murid: apakah murid sudah mengenal konsep aturan, mampu membedakan situasi tertib dan tidak tertib, dan apakah sudah mengetahui contoh aturan di sekitar mereka.

Proses:

  • Observasi aktif selama diskusi berpasangan di tahap Memahami: apakah murid mampu mengidentifikasi masalah pada situasi yang disajikan.
  • Pantauan lembar kerja kelompok selama tahap Mengaplikasi: apakah aturan yang disusun memenuhi ciri aturan yang baik (jelas, masuk akal, mempertimbangkan semua pihak).
  • Pertanyaan pendorong saat guru berkeliling kelompok untuk memancing penalaran lebih dalam.
  • Pengamatan saat presentasi kelompok: kemampuan murid menjelaskan manfaat aturan bagi diri sendiri dan orang lain.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: (1) Sebutkan 2 aturan yang bisa diterapkan di rumah beserta manfaatnya masing-masing. (2) Mengapa aturan perlu dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan orang lain?
  • Penilaian lembar kerja kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kelengkapan aturan, kesesuaian dengan lingkungan yang dipilih, dan kejelasan manfaat yang dijelaskan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi berpasangan dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (aktif berpendapat, mendengarkan, memberikan saran).
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling kelompok untuk memantau proses penyusunan aturan.
  • Lembar Kerja Kelompok: kualitas aturan yang disusun (kejelasan, kelayakan, kelengkapan manfaat).
  • Lembar refleksi individu (4 kalimat rumpang) untuk memantau pemahaman dan kesadaran murid.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis tentang contoh aturan di rumah beserta manfaatnya dan alasan aturan perlu mempertimbangkan kepentingan orang lain.
  • Presentasi kelompok: penilaian kemampuan menjelaskan aturan yang dibuat dan manfaatnya menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyusun Aturan Sederhana (TP 4.2.4.1)Murid belum mampu menyusun aturan; aturan yang ditulis tidak relevan dengan lingkungan yang dipilih atau tidak dapat dipahami.Murid menyusun 1–2 aturan yang relevan dengan lingkungan yang dipilih, namun aturan masih terlalu umum atau tidak operasional.Murid menyusun minimal 3 aturan yang jelas, relevan, dan dapat dilaksanakan di lingkungan yang dipilih (rumah atau sekolah).Murid menyusun lebih dari 3 aturan yang jelas, spesifik, dapat dilaksanakan, dan menunjukkan pertimbangan terhadap kebutuhan semua pihak di lingkungan tersebut.
Menjelaskan Manfaat Aturan (TP 4.2.4.2)Murid belum mampu menjelaskan manfaat aturan yang dibuat, atau penjelasan tidak berkaitan dengan aturan yang disusun.Murid dapat menyebutkan manfaat aturan hanya bagi diri sendiri dengan penjelasan yang singkat dan kurang detail.Murid dapat menjelaskan manfaat aturan bagi diri sendiri dan orang lain dengan cukup jelas dan logis.Murid menjelaskan manfaat aturan bagi diri sendiri dan orang lain secara rinci, logis, dan mengaitkannya dengan nilai disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan bersama.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok; diam atau mengganggu proses diskusi.Murid hadir dalam kelompok tetapi hanya mendengarkan tanpa memberikan kontribusi ide atau pendapat.Murid aktif memberikan ide atau pendapat dalam diskusi kelompok dan menghargai pendapat teman.Murid berperan aktif memimpin atau mendorong diskusi, memberikan ide yang relevan, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan membantu kelompok mencapai kesepakatan.
Kemampuan Presentasi dan KomunikasiMurid tidak dapat menyampaikan hasil kerja kelompok atau penyampaian tidak dapat dipahami.Murid menyampaikan hasil kerja dengan suara pelan dan kurang jelas; hanya membaca tanpa penjelasan tambahan.Murid menyampaikan hasil kerja dengan cukup jelas dan dapat menjawab pertanyaan sederhana dari teman atau guru.Murid menyampaikan hasil kerja dengan percaya diri, jelas, dan runtut; mampu menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat dan merespons tanggapan dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan diskusi dan penyusunan aturan hari ini? Siapa yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid tentang pentingnya aturan?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Dari hasil exit ticket, berapa persen murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran? Tindak lanjut apa yang diperlukan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kegiatan hari ini? Mengapa?
  • Satu aturan apa yang paling ingin kamu terapkan di rumah atau sekolah mulai besok? Mengapa aturan itu penting bagimu?
  • Adakah bagian yang masih membingungkan atau ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang membuat aturan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV (Dede Kurniawan, Dwi Nanta Priharto, Yusnawan L.; Kemendikbudristek 2023) — ISBN 978-623-194-650-8
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV (Dede Kurniawan, Dwi Nanta Priharto, Yusnawan L.; Kemendikbudristek 2023) — ISBN 978-623-194-654-6
  3. Kartu Situasi (3 kartu bergambar situasi sehari-hari di rumah dan sekolah — dibuat/dicetak oleh guru)
  4. Lembar Kerja Kelompok 'Membuat Aturan' (disiapkan oleh guru, berisi kolom: Nama Aturan, Lingkungan, Isi Aturan, Manfaat bagi Diri Sendiri & Orang Lain)
  5. Lembar Refleksi Individu (4 kalimat rumpang — disiapkan oleh guru)
  6. Kertas A5 dan alat tulis warna (untuk murid cepat yang membuat poster mini aturan)
  7. Papan tulis atau media tempel untuk menampilkan kartu situasi dan hasil kerja kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.