Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menjelajah dan Mengenal Lingkungan Sekitar Desa/Kelurahan dan Kecamatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Menjelajah dan Mengenal Lingkungan Sekitar Desa/Kelurahan dan Kecamatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menjelajah dan Mengenal Lingkungan Sekitar Desa/Kelurahan dan Kecamatan

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menjelajah dan Mengenal Lingkungan Sekitar Desa/Kelurahan dan Kecamatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenjelajah dan Mengenal Lingkungan Sekitar Desa/Kelurahan dan Kecamatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenal jenis-jenis lingkungan (alam dan buatan) yang ada di sekitar desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat menceritakan pengalaman menjelajah lingkungan sekitar desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggalnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang kamu lihat di sekitar rumah dan sekolahmu setiap hari? Apakah semuanya buatan manusia atau ada yang berasal dari alam?
  2. Pernahkah kamu berkeliling kampung atau desa/kelurahanmu? Apa hal menarik yang kamu temukan?
  3. Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk mengenal lingkungan sekitar tempat kita tinggal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kelas siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan 4–5 gambar lingkungan (sawah, sungai, jalan raya, pasar, taman kota) dan meminta murid menebak secara lisan apakah itu lingkungan alam atau buatan, serta di mana biasanya ditemukan.
  • Guru mencatat respons murid sebagai peta pengetahuan awal untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar mengenal jenis-jenis lingkungan di sekitar desa/kelurahan dan kecamatan kita, lalu menceritakan pengalaman menjelajahnya.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta sederhana atau gambar wilayah desa/kelurahan dan kecamatan setempat (bisa menggunakan Google Maps yang diproyeksikan atau gambar cetak).
  • Guru menjelaskan secara singkat perbedaan lingkungan alam (ciptaan Tuhan: sungai, hutan, sawah, bukit) dan lingkungan buatan (hasil karya manusia: jalan, jembatan, pasar, sekolah, kantor kelurahan).
  • Murid mengamati gambar-gambar lingkungan yang disediakan guru (minimal 6 gambar beragam), lalu secara individu menuliskan pada lembar kerja: nama lingkungan, termasuk alam atau buatan, dan kira-kira ada di wilayah mana (desa/kelurahan atau kecamatan). (Berkesadaran: murid diminta fokus mengamati detail gambar sebelum menjawab.)
  • Guru membacakan cerita pendek 'Laros si Petualang' dari buku siswa; murid menyimak dan mencatat lingkungan apa saja yang dilalui Laros dalam perjalanannya. (Bermakna: cerita dikaitkan dengan pengalaman nyata murid di lingkungan sendiri.)
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Di cerita tadi, lingkungan alam apa yang Laros temui? Lingkungan buatan apa yang ia lewati?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru meluruskan pemahaman dan mengisi tabel bersama di papan tulis: kolom Nama Lingkungan, Jenis (Alam/Buatan), Contoh di Desa/Kelurahan, Contoh di Kecamatan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil 4–5 orang. Setiap kelompok mendapat lembar kerja 'Peta Lingkunganku' berupa tabel kosong dengan kolom: Jenis Lingkungan | Gambar/Sketsa | Wilayah (Desa/Kelurahan / Kecamatan) | Contoh Lainnya.
  • Kelompok berdiskusi mengisi tabel berdasarkan pengalaman nyata dan pengetahuan mereka tentang lingkungan di sekitar desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggal mereka. (Bermakna: murid menggunakan pengetahuan kontekstual dari kehidupan sehari-hari.)
  • Setiap murid dalam kelompok menggambar atau menempelkan gambar (dari koran/majalah bekas yang disiapkan guru) satu contoh lingkungan alam dan satu contoh lingkungan buatan yang ada di wilayah mereka.
  • Setelah tabel selesai, setiap murid menulis 3–5 kalimat pendek di lembar kerja masing-masing: 'Cerita Menjelajah Lingkunganku' — menceritakan satu pengalaman nyata (atau bayangan) menjelajah lingkungan sekitar desa/kelurahan/kecamatannya, menyebut minimal satu lingkungan alam dan satu lingkungan buatan yang ditemui. (Menggembirakan: murid bebas memilih pengalaman yang paling berkesan bagi mereka.)
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan tabel 'Peta Lingkunganku' di depan kelas; kelompok lain menyimak dan boleh menambahkan contoh yang belum disebutkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada seluruh kelas: 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang lingkungan sekitarmu?'
  • Murid menuliskan jawaban singkat di bagian bawah lembar kerja mereka: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah ..., (2) Lingkungan di desaku yang ingin aku jaga adalah ... karena ..., (3) Satu pertanyaan yang masih ingin aku tanyakan adalah ... (Berkesadaran: murid diajak menyadari proses belajar mereka sendiri.)
  • Beberapa murid diminta secara sukarela berbagi refleksi mereka secara lisan.
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai kewargaan: 'Mengenal lingkungan tempat tinggal adalah langkah awal untuk mencintai dan menjaga wilayah kita sebagai bagian dari NKRI.' (Bermakna: pembelajaran dikaitkan dengan identitas murid sebagai warga negara.)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: lingkungan sekitar terdiri dari lingkungan alam dan buatan; keduanya ada di desa/kelurahan dan kecamatan kita sebagai bagian dari wilayah NKRI.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal singkat di lembar keluar (exit ticket) — (1) Tuliskan 2 contoh lingkungan alam di desa/kelurahanmu. (2) Tuliskan 2 contoh lingkungan buatan di kecamatanmu. (3) Ceritakan dalam 1–2 kalimat pengalaman atau keinginanmu menjelajah lingkungan sekitar.
  • Guru memberikan pesan singkat: 'Mulai minggu ini, coba perhatikan lingkungan di sekitar rumah kalian — apa yang alam, apa yang buatan. Ceritakan kepada orang tua kalian malam ini.'
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan gambar-gambar berlabel sebagai pengganti teks pada lembar kerja. Guru menyediakan lembar kerja dua versi: versi A dengan tabel penuh (untuk murid yang sudah siap) dan versi B dengan tabel setengah terisi sebagai scaffolding (untuk murid yang memerlukan dukungan lebih).
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat berdiskusi dengan teman sebangku sebelum mengisi lembar kerja individu, dan guru memberikan pendampingan langsung kepada kelompok ini. Murid yang cepat memahami diberi tantangan tambahan: membuat mini-peta sketsa wilayah desa/kelurahan mereka dengan menandai lokasi lingkungan alam dan buatan yang mereka ketahui.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menceritakan pengalaman menjelajah lingkungan: dalam bentuk tulisan (3–5 kalimat), gambar berseri (3 panel komik sederhana), atau secara lisan kepada guru/teman. Murid yang mampu dapat menambahkan manfaat dari setiap lingkungan yang mereka ceritakan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4–5 gambar lingkungan (sawah, sungai, jalan raya, pasar, taman kota) dan meminta murid menebak secara lisan apakah itu lingkungan alam atau buatan serta di mana biasanya ditemukan. Guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal murid.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid mengisi lembar kerja individu (pengamatan gambar) untuk memastikan pemahaman tentang perbedaan lingkungan alam dan buatan.
  • Pemantauan diskusi kelompok: guru mendengarkan percakapan kelompok dan mengajukan pertanyaan pancingan jika kelompok mengalami kebuntuan.
  • Cek cepat saat presentasi: guru memberikan pertanyaan tindak lanjut kepada kelompok penyaji untuk mengukur kedalaman pemahaman.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menjawab 3 pertanyaan singkat secara tertulis — (1) Tuliskan 2 contoh lingkungan alam di desa/kelurahanmu. (2) Tuliskan 2 contoh lingkungan buatan di kecamatanmu. (3) Ceritakan dalam 1–2 kalimat pengalaman atau keinginanmu menjelajah lingkungan sekitar.
  • Lembar kerja 'Peta Lingkunganku' dan 'Cerita Menjelajah Lingkunganku' dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Observasi saat murid mengamati gambar dan mengisi lembar kerja: apakah murid dapat membedakan lingkungan alam dan buatan dengan benar.
  • Diskusi kelompok 'Peta Lingkunganku': guru berkeliling memantau keaktifan dan ketepatan diskusi tiap kelompok.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menyampaikan hasil pengamatan di depan kelas.
  • Lembar refleksi: guru membaca tulisan refleksi murid untuk mengetahui kedalaman pemahaman dan pertanyaan yang masih muncul.

Sumatif:

  • Exit ticket 3 soal di akhir pertemuan: murid menuliskan 2 contoh lingkungan alam, 2 contoh lingkungan buatan di wilayah mereka, dan menceritakan pengalaman/keinginan menjelajah lingkungan dalam 1–2 kalimat.
  • Lembar kerja 'Peta Lingkunganku' dan tulisan 'Cerita Menjelajah Lingkunganku' dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenal jenis-jenis lingkungan (alam dan buatan) di desa/kelurahan dan kecamatan [TP 4.1.9.1]Murid belum dapat membedakan lingkungan alam dan buatan, atau tidak dapat menyebutkan contoh yang sesuai dengan wilayah desa/kelurahan dan kecamatannya.Murid dapat menyebutkan 1 contoh lingkungan alam dan 1 contoh lingkungan buatan, tetapi belum dapat menjelaskan perbedaannya atau lokasinya di wilayah yang tepat.Murid dapat membedakan lingkungan alam dan buatan serta menyebutkan minimal 2 contoh masing-masing yang ada di desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggalnya dengan benar.Murid dapat membedakan lingkungan alam dan buatan, menyebutkan lebih dari 2 contoh masing-masing secara tepat, dan menjelaskan manfaat dari lingkungan-lingkungan tersebut bagi masyarakat di wilayahnya.
Menceritakan pengalaman menjelajah lingkungan sekitar [TP 4.1.9.2]Murid belum dapat menceritakan pengalaman menjelajah lingkungan sekitar, atau cerita yang disampaikan tidak berkaitan dengan lingkungan desa/kelurahan atau kecamatan.Murid dapat menceritakan pengalaman menjelajah dalam 1–2 kalimat, tetapi hanya menyebutkan satu jenis lingkungan (alam atau buatan saja) atau lokasi yang disebutkan tidak spesifik.Murid dapat menceritakan pengalaman menjelajah lingkungan sekitar desa/kelurahan atau kecamatan dalam 3–5 kalimat yang runtut, menyebutkan minimal satu lingkungan alam dan satu lingkungan buatan yang ditemui.Murid dapat menceritakan pengalaman menjelajah secara runtut dan detail (lebih dari 5 kalimat), menyebutkan beragam jenis lingkungan alam dan buatan, serta mengungkapkan perasaan, kesan, atau nilai yang didapat dari pengalaman tersebut.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan kontribusi ide atau pendapat.Murid sesekali memberikan pendapat saat diminta, tetapi belum aktif mengajukan ide secara mandiri.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan mendengarkan teman dengan baik.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menyampaikan pendapat yang relevan dan terstruktur, serta merespons pendapat teman secara konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Kelompok mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan cerita 'Laros si Petualang' berhasil memantik rasa ingin tahu murid tentang lingkungan sekitar mereka?
  • Apakah alokasi waktu antara kegiatan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda? Apa yang perlu diperbaiki?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang lingkungan sekitar desa/kelurahan dan kecamatanmu?
  • Lingkungan alam atau buatan mana di sekitar tempat tinggalmu yang paling berkesan bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan lingkungan alam dan lingkungan buatan? Bagian mana yang masih terasa sulit?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 1 'Mengenal Lingkungan Sekitar', termasuk cerita 'Laros si Petualang' dan tabel Lingkungan Alam dan Buatan di Desa/Kelurahan.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Panduan Kegiatan Pembelajaran Bab 1.
  3. Gambar-gambar lingkungan alam dan buatan (sawah, sungai, hutan, jalan raya, pasar, sekolah, kantor kelurahan, jembatan) — dicetak atau ditampilkan melalui proyektor.
  4. Peta sederhana atau citra satelit wilayah desa/kelurahan dan kecamatan setempat (bisa dari Google Maps yang diproyeksikan).
  5. Lembar Kerja Murid (LKM) 'Peta Lingkunganku' — dibuat guru, berisi tabel jenis lingkungan, gambar/sketsa, wilayah, dan contoh.
  6. Koran/majalah bekas atau gambar hasil cetak untuk kegiatan menempel pada lembar kerja (opsional untuk diferensiasi).
  7. Alat tulis dan alat mewarnai untuk kegiatan menggambar/membuat sketsa lingkungan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.