Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Identitas Masyarakat: Bahasa, Agama, dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Identitas Masyarakat: Bahasa, Agama, dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Identitas Masyarakat: Bahasa, Agama, dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Identitas Masyarakat: Bahasa, Agama, dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikIdentitas Masyarakat: Bahasa, Agama, dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat menjelaskan pentingnya saling menghormati perbedaan bahasa, agama, dan kepercayaan di lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah tetangga di sekitar rumahmu semuanya berbicara dengan bahasa yang sama? Apa saja bahasa yang kamu dengar?
  2. Apa agama atau kepercayaan yang dianut oleh tetangga-tetanggamu? Apakah semuanya sama?
  3. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita tidak mau menghormati teman atau tetangga yang berbeda agama atau bahasanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, serta memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid menjawab lisan dua pertanyaan — (1) Sebutkan satu bahasa daerah yang pernah kamu dengar di lingkungan sekitarmu! (2) Ada berapa agama/kepercayaan yang kamu ketahui ada di Indonesia? — untuk memetakan pengetahuan awal murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan mempersilakan 2–3 murid menjawab spontan tanpa penilaian benar-salah, untuk memancing rasa ingin tahu. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan, serta memahami pentingnya saling menghormati perbedaan tersebut. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membaca teks komik 'Kita Indonesia' di buku siswa halaman 4 secara saksama selama 3 menit. Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru dalam kelompok kecil. (Berkesadaran: membaca dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian)
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan berbasis teks: (1) Siapa saja tokoh dalam komik itu dan dari daerah mana mereka berasal? (2) Bahasa daerah atau budaya apa saja yang muncul dalam komik? (3) Apa yang membuat mereka tetap berteman meski berbeda-beda? Murid menjawab secara bergantian. (5 menit)
  • Guru menjelaskan secara ringkas konsep keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan menggunakan contoh nyata dari lingkungan sekitar sekolah dan daerah setempat — bukan hanya contoh dari buku — agar materi terasa dekat dan relevan bagi murid. (Bermakna: dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata murid) (5 menit)
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis tabel sederhana: kolom Nama Warga/Tokoh | Bahasa yang Digunakan | Agama/Kepercayaan | Asal Daerah. Guru mengisi satu baris sebagai contoh bersama murid. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan. Setiap pasangan mengisi tabel 'Peta Keragaman Tetanggaku' pada lembar kerja yang disediakan guru. Kolom tabel: Nama Tetangga/Warga (boleh inisial) | Bahasa yang Digunakan | Agama atau Kepercayaan | Cara Mereka Menunjukkan Kepercayaannya. Murid mengisi minimal 3 baris berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang lingkungan sekitar tempat tinggal. (Bermakna: menghubungkan materi dengan kehidupan nyata murid) (8 menit)
  • Setelah tabel selesai, setiap pasangan berdiskusi untuk menjawab pertanyaan di lembar kerja: 'Menurutmu, mengapa kita perlu saling menghormati perbedaan bahasa dan agama/kepercayaan di lingkungan sekitar? Tuliskan 2 alasanmu!' (Menggembirakan: berdiskusi bebas dengan teman sebangku dalam suasana santai) (5 menit)
  • Beberapa pasangan (2–3 pasangan) mempresentasikan hasil tabel dan jawaban mereka di depan kelas secara singkat. Kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan. (Menggembirakan) (5 menit)
  • Guru memberikan umpan balik afirmatif dan meluruskan jika ada pemahaman yang kurang tepat, misalnya terkait nama agama yang diakui di Indonesia atau nama bahasa daerah yang disebutkan murid. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat di lembar kerja bagian bawah dengan panduan tiga kalimat: (1) Hal baru yang aku pelajari hari ini adalah... (2) Cara aku menghormati tetangga yang berbeda bahasa atau agama adalah... (3) Perasaanku setelah belajar tentang keragaman ini adalah... (Berkesadaran: murid mengevaluasi proses dan hasil belajarnya secara sadar) (5 menit)
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi refleksinya secara lisan. Guru menegaskan bahwa perbedaan bahasa, agama, dan kepercayaan adalah kekayaan bangsa Indonesia yang patut disyukuri dan dihormati, dikaitkan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (Bermakna: memaknai keragaman sebagai anugerah) (4 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan ada di lingkungan sekitar kita; kita wajib saling menghormati perbedaan tersebut sebagai wujud pengamalan nilai Bhinneka Tunggal Ika. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis di lembar kerja — (1) Sebutkan minimal 3 bahasa daerah yang ada di Indonesia! (2) Tuliskan satu contoh sikap menghormati teman yang berbeda agama di sekolah atau lingkunganmu! (4 menit)
  • Guru memberikan pesan karakter: 'Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk saling melengkapi.' Guru mengajak murid untuk hari ini mencoba menyapa tetangga yang berbeda agama atau bahasa dengan ramah.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menggunakan kartu kata bergambar (gambar rumah ibadah, pakaian adat, lambang suku/bahasa) yang disediakan guru sebagai bantuan visual saat mengisi tabel. Murid yang sudah mahir dapat diminta menyebutkan lebih banyak contoh keragaman dan mencari informasi tentang bahasa daerah yang hampir punah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengisi tabel dengan 2 baris saja dan dibantu guru dalam kelompok terbimbing saat sesi mengaplikasi. Murid yang cepat selesai diminta menambah kolom pada tabel: 'Sikap Menghormati yang Bisa Aku Lakukan' dan mendiskusikannya dengan pasangan.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan hasil refleksi: menulis kalimat, membuat gambar ilustrasi singkat, atau menceritakan secara lisan kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: murid diminta menyebutkan satu bahasa daerah yang pernah mereka dengar di lingkungan sekitar.
  • Tanya jawab lisan: murid menyebutkan agama atau kepercayaan yang mereka ketahui ada di Indonesia — untuk memetakan pengetahuan awal dan mendeteksi miskonsepsi.

Proses:

  • Observasi saat murid mengisi tabel 'Peta Keragaman Tetanggaku' berpasangan: guru berkeliling memantau ketepatan isian dan memberikan umpan balik langsung.
  • Observasi diskusi pasangan: guru menilai kemampuan murid mengemukakan alasan pentingnya saling menghormati perbedaan.
  • Presentasi singkat pasangan di depan kelas: guru mencatat murid yang sudah mampu menjelaskan dengan contoh nyata dan yang masih membutuhkan bimbingan.

Akhir:

  • Tes tertulis singkat (2 soal) di kegiatan penutup: soal 1 menguji kemampuan mengidentifikasi keragaman bahasa daerah (TP 4.1.2.1), soal 2 menguji kemampuan menjelaskan sikap menghormati perbedaan (TP 4.1.2.2).
  • Penilaian lembar refleksi tertulis murid menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Pengamatan partisipasi murid saat diskusi berpasangan dan presentasi (kesesuaian jawaban, keaktifan, dan sikap menghargai pendapat teman).
  • Lembar kerja tabel 'Peta Keragaman Tetanggaku': guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan isian murid selama kegiatan berlangsung.
  • Jawaban lisan murid terhadap pertanyaan berbasis teks komik (digunakan untuk umpan balik langsung, bukan nilai).

Sumatif:

  • Jawaban tertulis 2 pertanyaan di penutup: (1) menyebutkan minimal 3 bahasa daerah di Indonesia, (2) menuliskan satu contoh sikap menghormati perbedaan agama.
  • Kalimat refleksi tertulis murid pada bagian merefleksi lembar kerja, dinilai berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan di lingkungan sekitar (TP 4.1.2.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh keragaman bahasa, agama, atau kepercayaan di lingkungan sekitar, atau jawaban tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh keragaman bahasa atau agama/kepercayaan di lingkungan sekitar dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan minimal 2 contoh keragaman bahasa dan agama/kepercayaan di lingkungan sekitar secara mandiri.Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 contoh keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan di lingkungan sekitar secara mandiri, disertai keterangan asal daerah atau nama bahasa/agama yang tepat.
Menjelaskan pentingnya saling menghormati perbedaan (TP 4.1.2.2)Murid belum dapat menjelaskan alasan pentingnya menghormati perbedaan, atau hanya menyalin kalimat dari buku tanpa pemahaman.Murid dapat menyebutkan 1 alasan pentingnya saling menghormati perbedaan bahasa atau agama, namun masih sangat umum.Murid dapat menjelaskan 2 alasan pentingnya saling menghormati perbedaan dan menyertakan 1 contoh sikap konkret.Murid dapat menjelaskan pentingnya saling menghormati perbedaan dengan 2 alasan yang logis, disertai contoh sikap konkret dari kehidupan nyata di lingkungan sekitar, dan menghubungkannya dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Partisipasi dan sikap kolaborasi dalam diskusi berpasanganMurid tidak aktif berdiskusi dan tidak berkontribusi dalam pengisian lembar kerja berpasangan.Murid aktif dalam diskusi dengan dorongan guru, kontribusi pada lembar kerja masih minim.Murid aktif berdiskusi, berkontribusi mengisi lembar kerja, dan menghargai pendapat pasangan.Murid aktif memimpin diskusi, berkontribusi penuh pada lembar kerja, menghargai pendapat pasangan, dan mampu mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi berpasangan? Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Apakah contoh keragaman yang saya gunakan sudah relevan dengan konteks lingkungan sekitar murid di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Hal baru yang aku pelajari hari ini tentang keragaman bahasa, agama, dan kepercayaan di sekitarku adalah...
  • Cara yang akan aku lakukan untuk menghormati tetangga atau teman yang berbeda bahasa atau agamanya adalah...
  • Perasaanku setelah mengetahui bahwa lingkungan sekitarku memiliki banyak keragaman adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 1, halaman 2–10, khususnya komik 'Kita Indonesia'.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 1, panduan kegiatan pembelajaran.
  3. Lembar kerja murid: tabel 'Peta Keragaman Tetanggaku' dan lembar refleksi (dibuat guru sesuai panduan modul ini).
  4. Kartu kata bergambar: gambar rumah ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng), pakaian adat daerah, dan nama-nama bahasa daerah — untuk diferensiasi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  5. Video pendek 'Bhinneka Tunggal Ika' dari Kemdikbud (tautan: https://buku.kemdikbud.go.id/s/VideoBTI) — ditayangkan guru bila tersedia proyektor/layar.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan tabel contoh.
  7. Lingkungan sekitar sekolah dan pengalaman nyata murid sebagai sumber belajar kontekstual.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.