Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Penerapan Nilai Pancasila dan Kebanggaan Bahasa Persatuan di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Penerapan Nilai Pancasila dan Kebanggaan Bahasa Persatuan di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 4: Penerapan Nilai Pancasila dan Kebanggaan Bahasa Persatuan di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Penerapan Nilai Pancasila dan Kebanggaan Bahasa Persatuan di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPenerapan Nilai Pancasila dan Kebanggaan Bahasa Persatuan di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam interaksi di lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat warga di sekitar rumahmu melakukan kegiatan bersama? Kira-kira nilai Pancasila apa yang mereka terapkan?
  2. Kenapa kita perlu menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dengan teman atau tetangga yang berbeda suku?
  3. Apa yang akan terjadi jika semua orang hanya mau bicara dengan bahasa daerahnya sendiri saat berkumpul bersama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan dua gambar (gambar warga gotong royong dan gambar anak berbicara bahasa Indonesia dengan teman berbeda suku) lalu bertanya, 'Gambar mana yang menunjukkan nilai Pancasila? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan tanpa diberi tahu jawaban benar — guru mencatat pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menemukan contoh penerapan nilai Pancasila dan mempraktikkan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan sekitar.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memantik rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup mata sejenak (3 detik) dan membayangkan lingkungan di sekitar rumah mereka — siapa saja yang tinggal di sana, kegiatan apa yang biasa dilakukan bersama. (Berkesadaran)
  • Guru menampilkan 5 kartu gambar bergantian di papan tulis: (1) warga gotong royong membersihkan selokan, (2) anak membantu tetangga yang kesusahan, (3) warga rapat RT menggunakan bahasa Indonesia, (4) anak bermain bersama teman berbeda suku, (5) upacara bendera di lingkungan RW. Murid mengamati setiap gambar dengan sungguh-sungguh.
  • Untuk setiap gambar, guru mengajukan pertanyaan: 'Nilai sila ke berapa yang diterapkan di sini? Apa buktinya?' Murid menjawab lisan secara bergiliran. (Berkesadaran)
  • Guru merangkum jawaban murid di papan tulis dalam bentuk tabel sederhana: Gambar | Nilai Pancasila | Contoh Nyata di Lingkunganku. (Bermakna)
  • Guru menjelaskan secara ringkas mengapa bahasa Indonesia disebut bahasa persatuan: karena menghubungkan orang dari berbagai suku dan daerah agar bisa saling memahami. Guru mengaitkan ini langsung ke pengalaman murid di lingkungan sekitar. (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat 1 lembar 'Kartu Situasi' berisi skenario kejadian nyata di lingkungan sekitar (contoh: 'Pak RT mengadakan kerja bakti, tetapi ada warga yang tidak mau ikut karena beda agama. Apa yang sebaiknya dilakukan?'). (Bermakna)
  • Kelompok berdiskusi selama 7 menit: (a) Nilai Pancasila apa yang relevan dengan situasi itu? (b) Bagaimana warga sebaiknya berkomunikasi — menggunakan bahasa apa dan dengan sikap apa? (c) Apa yang terjadi jika nilai Pancasila tidak diterapkan? (Bermakna)
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di selembar kertas dengan 3 kolom: Situasi | Nilai Pancasila yang Diterapkan | Cara Berbahasa Indonesia yang Baik. (Menggembirakan)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalam 2 menit menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan jelas. Kelompok lain boleh memberi tanggapan singkat. (Menggembirakan — suasana berbagi cerita nyata dari lingkungan masing-masing)
  • Guru memberikan umpan balik langsung setelah tiap presentasi, menguatkan contoh-contoh yang tepat dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke posisi nyaman, lalu bertanya secara lisan: 'Dari semua yang kita bahas hari ini, satu hal apa yang paling berkesan untukmu?' Murid boleh menjawab lisan atau menuliskannya di buku. (Berkesadaran)
  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan): (1) Contoh penerapan nilai Pancasila apa yang sudah kamu lakukan minggu lalu di lingkungan sekitarmu? (2) Kapan terakhir kali kamu menggunakan bahasa Indonesia dengan bangga saat berbicara dengan orang yang berbeda suku? (3) Satu hal yang ingin kamu lakukan setelah pembelajaran ini. (Berkesadaran, Bermakna)
  • Guru meminta 2–3 murid sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi dan menghubungkan kembali ke tujuan pembelajaran.
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan: nilai-nilai Pancasila nyata ada di kehidupan sehari-hari, dan bahasa Indonesia adalah jembatan persatuan yang patut dibanggakan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyebutkan kembali secara lisan minimal 2 contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar sebagai pengecekan akhir pemahaman.
  • Guru memberikan tugas rumah: amati satu kegiatan di lingkungan sekitar rumahmu dalam 2 hari ke depan, catat di buku — nilai Pancasila apa yang diterapkan dan bagaimana bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan tersebut. Ceritakan hasilnya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kalian sudah belajar bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan hidup di sekitar kita setiap hari. Bangga berbahasa Indonesia adalah salah satu cara kita mencintai negeri ini.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan kartu situasi dengan skenario lebih kompleks (misalnya konflik antar warga berbeda suku) yang membutuhkan analisis nilai Pancasila lebih dari satu sila. Murid yang masih berkembang diberikan kartu situasi sederhana dengan petunjuk nilai Pancasila yang sudah tersedia sebagian.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung menuliskan refleksi secara mandiri dan diminta membuat contoh situasi baru dari pengalaman pribadi mereka. Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat berdiskusi berpasangan dengan teman sebangku sebelum mengisi lembar refleksi, atau mendapat bimbingan guru secara langsung.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat menggambarkan situasi penerapan nilai Pancasila dalam bentuk komik strip 3 panel sederhana sebagai pengganti tulisan. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel yang sudah tersedia kolom-kolomnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (warga gotong royong dan anak berbicara lintas suku) dan bertanya secara lisan: 'Gambar mana yang menunjukkan nilai Pancasila? Mengapa?' — dilakukan di pendahuluan tanpa dinilai benar/salah, semata untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru mencatat secara cepat murid mana yang sudah dapat mengidentifikasi nilai Pancasila dan mana yang belum, sebagai dasar diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi saat tanya jawab gambar: guru mencatat keaktifan dan ketepatan jawaban murid dalam mengidentifikasi nilai Pancasila dari gambar.
  • Penilaian diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana dengan dua indikator: (a) murid mampu menghubungkan situasi dengan nilai Pancasila yang tepat, (b) murid menggunakan bahasa Indonesia saat berdiskusi.
  • Umpan balik langsung saat presentasi kelompok: guru menguatkan jawaban tepat dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat secara langsung dan konstruktif.

Akhir:

  • Lembar refleksi individu 3 pertanyaan yang diisi murid secara mandiri di akhir kegiatan inti — dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Pengecekan lisan di penutup: murid diminta menyebutkan minimal 2 contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar sebagai konfirmasi pemahaman akhir.
  • Tugas rumah observasi lingkungan: dinilai pada pertemuan berikutnya sebagai bukti transfer pembelajaran ke konteks nyata.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat tanya jawab gambar pada tahap Memahami — guru mencatat ketepatan identifikasi nilai Pancasila.
  • Pengamatan diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi — guru menilai kemampuan menghubungkan situasi nyata dengan nilai Pancasila dan penggunaan bahasa Indonesia.
  • Presentasi kelompok — guru menilai kejelasan penyampaian dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sumatif:

  • Lembar refleksi individu di tahap Merefleksi — dinilai berdasarkan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) ketepatan contoh penerapan nilai Pancasila, (2) sikap bangga berbahasa Indonesia.
  • Tugas pengamatan rumah — murid menyerahkan catatan observasi kegiatan di lingkungan sekitar pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitarMurid belum dapat menyebutkan contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar, atau contoh yang disebutkan tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar dengan bantuan guru atau petunjuk yang tersedia.Murid dapat menyebutkan 2–3 contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar secara mandiri dan menghubungkannya dengan sila yang tepat.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar, menghubungkan setiap contoh dengan sila yang tepat, dan menjelaskan mengapa tindakan tersebut mencerminkan nilai Pancasila.
Menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuanMurid tidak menggunakan bahasa Indonesia saat berdiskusi atau presentasi, dan belum dapat menjelaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.Murid menggunakan bahasa Indonesia saat presentasi meskipun masih sesekali beralih ke bahasa lain, dan dapat menyebutkan alasan sederhana pentingnya bahasa Indonesia dengan bantuan.Murid konsisten menggunakan bahasa Indonesia saat berdiskusi dan presentasi, serta dapat menjelaskan secara mandiri mengapa bahasa Indonesia penting sebagai bahasa persatuan.Murid konsisten dan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia dalam seluruh kegiatan, mampu menjelaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dengan alasan yang kuat, dan mendorong teman-temannya untuk juga menggunakan bahasa Indonesia.
Kemampuan menghubungkan situasi nyata dengan nilai Pancasila (diskusi kelompok)Murid tidak dapat menghubungkan situasi pada kartu dengan nilai Pancasila yang sesuai, bahkan dengan bantuan.Murid dapat menghubungkan situasi dengan nilai Pancasila hanya dengan bantuan teman atau guru.Murid dapat secara mandiri menghubungkan situasi dengan nilai Pancasila yang tepat dan memberikan alasan yang logis.Murid secara mandiri menghubungkan situasi dengan nilai Pancasila yang tepat, memberikan alasan yang logis, dan mampu mengusulkan tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menerapkan nilai tersebut di lingkungan sekitar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok? Jika ada yang pasif, apa penyebabnya dan apa yang perlu saya ubah?
  • Apakah contoh-contoh yang saya gunakan (gambar dan kartu situasi) cukup dekat dengan kehidupan nyata murid di lingkungan sekitar mereka?
  • Sejauh mana diferensiasi yang saya terapkan berhasil membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah murid tampak bangga dan termotivasi saat menggunakan bahasa Indonesia, atau masih tampak malu-malu? Apa yang perlu saya perkuat?

Refleksi Murid:

  • Satu contoh penerapan nilai Pancasila yang kamu temukan hari ini di lingkungan sekitar — apa itu, dan mengapa itu termasuk nilai Pancasila?
  • Bagaimana perasaanmu saat berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan bangga? Apa yang membuatmu bangga atau belum bangga?
  • Satu hal yang ingin kamu lakukan minggu ini di lingkungan sekitar rumahmu sebagai bentuk penerapan nilai Pancasila.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Dede Kurniawan, Dwi Nanta Priharto, Yusnawan L.) — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023. ISBN: 978-623-194-650-8
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  3. Materi digital: https://buku.kemdikbud.go.id/s/PPIPIV
  4. Kartu gambar cetak (5 gambar situasi penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekitar) — dibuat atau dicetak oleh guru
  5. Kartu Situasi (skenario kejadian nyata di lingkungan sekitar) — 1 set per kelompok, dibuat oleh guru sesuai konteks lokal
  6. Lembar refleksi individu (3 pertanyaan) — disiapkan guru
  7. Papan tulis dan alat tulis untuk mencatat tabel bersama
  8. Kertas HVS atau buku tulis untuk menulis hasil diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.